Showing posts with label review film. Show all posts
Showing posts with label review film. Show all posts

Monday, 5 December 2022

, ,

Rekomendasi Series Remaja Bertema Misteri Pembunuhan

Dari dulu, saya paling senang menonton film atau series yang penuh teka-teki. Film dengan tema crime dan misteri, pasti selalu jadi pilihan utama saya. Apalagi, kalau settingnya sekolahan. Genre misteri yang set up nya sekolah, menurut saya lebih memberikan banyak warna, juga bikin kangen masa-masa waktu sekolah (meski saya gak pernah ya menjadi bagian dari tindak kriminal di sekolah). Kalau kamu punya ketertarikan yang sama dengan saya, kamu boleh cek series yang akan saya ulas di sini.

1. Pretty Little Liars 

Sinopsis Pretty Little Liars

Ini adalah series genre crime mystery dengan set up sekolah yang pertama kali saya tonton. Pretty Little Liars bercerita tentang 5 sahabat (Alison, Hanna. Spencer, Aria, dan Emily). Kelima sahabat ini dekat sejak mereka kecil, namun menjadi renggang semenjak tragedi yang menimpa Alison. Alison (yang paling dominan di antara kelimanya), tiba-tiba menghilang pada saat kelimanya sedang mengadakan pesta di tempat Spencer. Setahun setelahnya, Alison ditemukan tewas terkubur di halaman belakang rumahnya. Sejak saat itu, keempat anggota lainnya, mulai mendapatkan pesan misterius dari seseorang yang mengaku 'A'. Teror dari 'A' ini gak main-main, entah bagaimana caranya, ia bisa mengetahui semua rahasia 4 sahabat tersebut. Teror yang awalnya disangka sebagai ancaman-ancaman iseng, berujung dengan ancaman pembunuhan nyata. 

Series ini terdiri dari 7 season, dengan jumlah episode sebanyak 20an di setiap seasonnya. Ini termasuk series yang selalu saya tunggu-tunggu tayangnya, karena di setiap akhir episode, seringkali memunculkan clue mengenai 'A'. Tapi sayangnya, series ini mulai menjenuhkan ketika masuk season-season akhir. Mulai season 4, saya ngerasa karakternya semakin banyak, banyak yang terlibat dan plotnya jadi super bercabang. Apalagi, tokoh 'A' yang semakin gak masuk akal karena rasanya jadi seperti dewa banget, selalu selangkah di depan, cerdas luar biasa.

Yang bikin saya bertahan pada akhirnya adalah chemistry yang terjadi pada pemain, pemain utama maupun pemain pendukung. Jadi, yang tadinya fokus dengan kasus Alison dan misteri 'A', ujung-ujungnya saya malah menanti-nanti adegan yang memunculkan karakter favorit saya, Spencer. Ah I love her! Anyway, PLL ini juga diadaptasi ke series Indonesia dengan judul yang sama. Salah satu pemainnya Anya Geraldine, kalau gak salah. Saya baru nonton 1 episode dan gak lanjut lagi karena beberapa alasan, salah satunya pemilihan artis yang memerankan karakter-karakternya, kayak kurang pas aja.

2. Riverdale

Sinopsis Riverdale

Sama-sama memiliki latar belakang sekolah, series ini memiliki premis tentang misteri kematian misterius seorang remaja lelaki bernama, Jason Blossom, yang ditemukan mengambang di sungai. Inti ceritanya adalah petualangan Archie dan kawan-kawannya dalam memecahkan misteri pembunuhan Jason. Sebenarnya, agak berat untuk memasukkan series ini ke dalam list series remaja. Meskipun, karakter-karakternya adalah anak sekolahan, namun keterlibatan orang-orang di kota kecil ini cukup rumit. Sama seperti Pretty Little Liars, karakter dalam series ini lumayan banyak (banget), tapi pada series Riverdale, sepertinya lebih banyak orang-orang dewasanya. Malah, menurut saya, ini jadi seperti drama orang tua mereka, karena mereka betul-betul seterlibat itu dalam setiap masalah. 

Baca Juga : Hidup Biasa-Biasa Saja Ala Alain de Botton

Jika dibandingkan dengan Pretty Little Liars, Riverdale punya plot yang lebih bercabang lagi. Berbeda dari Pretty Little Liars selama 7 season fokus di A, Riverdale seperti punya fokus yang berbeda di tiap season, sehingga misteri kematian Jason Blossom sulit untuk dikatakan sebagai premis series ini. Sama seperti kesan menonton PLL yang tak kunjung usai, akhirnya, saya menikmati Riverdale bukan lagi karena plot ceritanya, namun lebih karena pemain-pemain yang punya chemistry satu sama lain, I'm in love with Cami of course

3. One Of Us Is Lying

Sinopsis One of Us is Lying

Series ini baru saja menyelesaikan season 2 nya. Melihat ending season 2nya, saya rasa masih akan ada season selanjutnya. Jadi apa yang saya tulis ini, hanya berdasar apa yang saya tonton selama 2 season. One of Us is Lying bercerita tentang 5 remaja, Simon, Browyn, Nate, Addy, dan Cooper yang secara janggal sama-sama mendapatkan hukuman disiplin sepulang sekolah. Di ruangan disiplin hanya ada mereka dan 1 guru pengawas. Tragedi terjadi saat Simon meminum air yang disediakan di ruang tersebut dengan gelas yang juga tersedia. Tak berselang lama, Simon terlihat seperti sesak, nafasnya tersenggal-senggal, meminta pertolongan. Sang guru sedang di luar ruangan, keempat siswa lainnya mencoba mencari pertolongan, namun semuanya terlambat. Simon tewas karena alergi kacang, yang ternyata ada dalam air yang dia minum. Dari penyelidikan polisi, disimpulkan bahwa tewasnya Simon adalah karena pembunuhan.

Misteri pembunuhan Simon menjadi berita besar, apalagi karena orang tuanya Simon merupakan pejabat setempat. Keempat remaja yang berada di tempat dan waktu yang sama dengan Simon saat itu, menjadi tersangka utama, orang-orang memanggil mereka Murder Club. Merasa tidak bersalah, Murder Club mulai bekerja sama mencari tau dalang dibalik semuanya, yang berujung dengan petualangan yang rumit. Pasalnya, hampir seisi sekolah membenci Simon. Ia seperti black box, menyimpan semua rahasia murid-murid sekolah. Simon memiliki situs yang secara rutin memuat tentang rahasia-rahasia kelam yang dimiliki para murid. Jadi, banyak orang-orang di luar Murder Club yang punya motif untuk melakukan pembunuhan terhadap Simon.

Baca Juga : 5 Love Language, Memahami Bahasa Cinta Pasangan

One Of Us Is Lying ini agak mirip dengan Pretty Little Liars. Vibes anak sekolahnya sangat terasa. Cuma, untuk masalah kemampuan acting dan chemistry, saya ngerasa ada yang off gitu dari series ini. Lalu juga, sering saya mendengar dialog cringe yang bikin saya bergumam "naon sih?". Ada sedikit harapan ketika melihat Browyn, si paling cerdas, menjadi bagian dari petualangan tersebut, karena ya... pintar, seperti bagaimana Spencer di Pretty Little Liars banyak menemukan solusi kreatif, meskipun selalu kacau di urusan percintaan. Tapi, ternyata memang tidak sesuai ekspektasi. Melelahkan dan gemas rasanya melihat si pintar ini yang justru sering blunder dan membawa masalah baru pada teman-temannya. Termaafkan karena hubungan romantisnya dengan Nate yang lumayan menyegarkan mata.

Itu adalah 3 rekomendasi series remaja dengan tema misteri pembunuhan. Adakah yang jadi favorit kamu? Atau ada series lain yang kamu ingin rekomendasikan? Let me know!

Continue reading Rekomendasi Series Remaja Bertema Misteri Pembunuhan

Thursday, 15 August 2019

, ,

Sinopsis Film Indonesia : Orang Kaya Baru (2019)

Sebetulnya, saya bukan pengikut film-film bioskop Indonesia. Hmm.. sebetulnya bukan hanya film Indonesia saja, film-film box office pun jarang saya ikuti, kecuali ada aktor favorit saya yang ikut bermain di dalamnya. Dengan alasan yang sama juga, saya tiba-tiba tertarik dengan film Indonesia yang dibintangi oleh dua aktor yang saya sukai, Lukman Sardi dan Cut Mini, yaitu film Orang Kaya Baru (2019). Selain penampilan Cut Mini dan Lukman Sardi, yang bikin saya tertarik adalah keunikan antara plot cerita dengan aktor-aktor yang memainkannya, karena di sini saya bisa melihat si cantik Raline Shah yang berperan sebagai orang miskin.

Sinopsis Film Indonesia Orang Kaya Baru 2019

Film OKB ini memiliki plot cerita yang sebetulnya gak baru-baru banget, bahkan mungkin sering diangkat di FTV siang hari. Tapi, tentu saja, dengan Joko Anwar sebagai penulis, cerita yang ringanpun bisa berubah menjadi lebih bermakna dan meninggalkan kesan yang dalam. 

Film ini diawali oleh narasi yang disampaikan oleh Tika (Raline Sah). Secara singkat, Tika menceritakan kondisi keluarganya. Keluarganya terdiri dari 5 orang, termasuk dirinya. Selain ada Bapak (Lukman Sardi), Ibu (Cut Mini), ia memiliki seorang kakak yang bernama Duta (Derby Romero), dan seorang adik yang bernama Dodi (Fatih Unru). Meskipun kondisi keuangan keluarganya pas-pasan, dikarenakan Bapak hanya bekerja di bengkel, Bapak selalu menyekolahkan anak-anaknya di sekolah yang berkualitas, yang tentunya membutuhkan biaya yang besar. Tapi, Bapak tidak pernah mengeluh dengan keadaan, justru beliau selalu mengingatkan keluarganya untuk selalu bersyukur dan menikmati segala yang sudah dimiliki, contohnya kehangatan dan keharmonisan keluarga mereka, yang belum tentu dimiliki oleh setiap keluarga yang ada di dunia ini.

Sinopsis Film Indonesia Orang Kaya Baru 2019

Keterbatasan ekonomi gak membuat Tika, Duta, dan Dodi menjadi minder atau apapun itu namanya. Gak ada drama-drama menyalahkan orang tua karena terlahir miskin seperti yang umum ada di sinetron. Duta, Tika, dan Dodi memang banyak menemukan masalah di luar rumah, terlebih di sekolah mereka, sekolah-sekolah yang mayoritas berisi anak orang-orang kaya. Bahkan, dibully sudah menjadi hal yang biasa bagi mereka. Tapi, ya itu tadi, ketiga anak ini cukup tangguh, bukan tipe menye-menye yang sekali dibully dan dikatain miskin, langsung nyalahin orang tua dan nangis-nangis meratapi nasib yang diberi Tuhan.

Lalu tibalah suatu malam, awal dari perubahan hidup mereka. Secara mendadak, Bapak meninggal di halaman rumah, tidak diawali sakit apapun. Kepergian Bapak secara mendadak membuat seisi rumah tergoncang. Apalagi dengan status ibu mereka yang hanya sekali-kali berjualan, sulit membayangkan bagaimana meneruskan hidup mereka. Duta dan Tika mengusulkan agar mereka berdua berhenti sekolah saja, dan mulai mencari pekerjaan. Tentu Ibu menolak, Ibu memilih untuk menjual rumah dan pindah ngontrak dibanding harus mengorbankan pendidikan anak-anak. 

Sinopsis Film Indonesia Orang Kaya Baru 2019

Esok paginya, seorang pengacara mengetuk rumah mereka. Sempat merasa ketakutan karena berpikir bahwa pengacara akan membawa kabar hutang Bapak, mereka berempat akhirnya mempersilahkan pengacara dan asistennya masuk. Di luar dugaan, pengacara ini ternyata ingin menyampaikan perihal harta warisan yang ditinggalkan oleh Bapak. Melalui video yang direkam sendiri oleh Bapak, Bapak menyampaikan rahasia terbesarnya, bahwa sebetulnya Bapak adalah orang kaya, bukanlah pekerja bengkel. Bapak sengaja berpura-pura menjadi orang miskin, agar istri dan anak-anaknya dapat selalu menghargai apa yang disebut sebagai kerja keras. Kendati demikian, Bapak ingin memberikan kebahagiaan terakhir kepada keluarganya, yaitu sejumlah uang yang akan terus menerus dicairkan kapanpun Ibu, Duta, Tika, dan Dodi butuh.

 Sinopsis Film Indonesia Orang Kaya Baru 2019

Sinopsis Film Indonesia Orang Kaya Baru 2019

Reaksi awal mereka mendengar pesan Bapak adalah bingung dan marah, terutama Ibu. Selama hidupnya Ibu mengalami kesulitan, membantu Bapak mencari uang dengan sedikit berjualan. Tapi, fase marah itu dapat dilewati dengan cepat. Mengetahui bahwa mereka bukan lagi orang miskin, membuat mereka kalap membeli segala sesuatu yang sejak dulu mereka inginkan. Rumah, motor, mobil mewah, perhiasan, apapun, you name it. Duta yang bermimpi menjadi sutradara, dapat dengan mudah menjadi produser drama teaternya sendiri, Tika yang daridulu memang pintar, dapat mengoptimalkan potensinya untuk menjadi arsitek, Dodi bisa mengganti sepatu bututnya dengan Adidas keluaran terbaru, Ibu gak ketinggalan, segala bentuk dan jenis perhiasan, ia beli. Gak takut uangnya habis? Ya kalau habis, tinggal minta lagi.

Sinopsis Film Indonesia Orang Kaya Baru 2019

Sinopsis Film Indonesia Orang Kaya Baru 2019

Sinopsis Film Indonesia Orang Kaya Baru 2019

Semuanya terasa menyenangkan. Mereka merasakan betapa mudahnya menjadi orang kaya. Namun, seperti yang kita tahu bahwa kesedihan gak mungkin bertahan lama, begitupun dengan kebahagiaan. Satu persatu masalah mulai muncul, membuat mereka sadar dan mengerti maksud dari Bapak selama ini. Penasaran bagaimana kelanjutannya? Kalian bisa tonton di Iflix sekarang juga.

Sinopsis Film Indonesia Orang Kaya Baru 2019

Plot cerita tentang orang tua yang pura-pura miskin selalu bikin orang mupeng. Kadang saya juga ngarep, apa jangan-jangan sebetulnya Ayah saya adalah turunan ningrat yang sedang berpura-pura hidup sederhana #ngarep. Seperti yang saya bilang, ceritanya ringan dan menarik untuk diikuti. Meskipun saya bisa menebak alur ceritanya, saya tetap bisa menikmatinya. Aksi Lukman Sardi dan Cut Mini memang menjadi maskotnya, tapi yang lainpun gak kalah kerennya. Raline Shah, meskipun saya masih melihat aura kaya di balik kaos oblong, celana pendek, dan muka polos tanpa make up, tapi kemampuan aktingnya semakin oke. Yang saya sayangkan justru Derby Romero, perannya gak bergitu menonjol, karakternya pun kurang menunjukkan bahwa ia ini adalah seorang laki-laki yang berambisi sebagai sutradara. Tapi, itu bisa jadi karena scene tentang kehidupan Duta ini memang hanya ditampilkan sedikit saja. 

Tapi overall saya terhibur banget! Film ini saya rekomendasikan buat kalian yang menyukai film drama keluarga yang berisi komedi dan cinta di dalamnya. Banyak pesan yang bisa diambil dari film ini, terutama pesan-pesan dari Bapak. Tentang betapa kita akan lebih menghargai hidup dengan keterbatasan yang dimiliki. Betul memang jika dibilang uang memudahkan kita untuk mendapatkan yang kita inginkan, tapi apakah uang dapat selalu memberikan segala yang kita butuhkan?
Continue reading Sinopsis Film Indonesia : Orang Kaya Baru (2019)

Tuesday, 7 August 2018

,

Membahas Sisi Gelap Teknologi Melalui TV Series Black Mirror

Entah kenapa belakangan aku banyak mencari referensi series barat. Setelah berkali-kali menonton How I Met Your Mother, Psych, House MD, Pretty Little Liars (karena file nya masih ada di hard disk, tampaknya butuh series baru untuk penyegaran. Alih-alih dapat series dengan cerita yang refreshing, Mas suami malah membawa series gelap berjudul Black Mirror ini.

See the source image
source: google.com
Black Mirror ini sebenarnya sudah muncul dari tahun 2011 yang sekarang sudah mencapai season 5 (on going). TV series yang dilahirkan oleh Charlie Brooker ini hanya berisi 3-4 episode di tiap seasonnya. Tiap episode memiliki cerita dan diperankan oleh tokoh yang berbeda.

Seperti judulnya, Black Mirror hadir membawa tema gelap dan satire tentang manusia modern dan kecanggihan teknologi masa kini, layaknya kaca hitam yang berada di layar gadget kita. Stephen King, The Master of Horror ini pun sempat berkicau tentang betapa ia tertarik dengan Black Mirror, yang kemudian ditanggapi oleh Charlie Brooker.

source: google.com
Aku terkesan dengan ide Black Mirror yang gak cuma bercerita tentang cerahnya dan majunya kehidupan modern di masa mendatang, tapi justru sebaliknya. Dampak-dampak yang menurutku sangat mungkin bisa terjadi di kehidupan mendatang. Bahkan beberapa episode,secara tidak sadar, sudah mulai terjadi di masyarakat kita. Contohnya episode "Nosedive" di season 3. 

Episode ini bercerita tentang suatu keadaan di mana setiap orang memiliki rating/angka. Iya, persis seperti kita memberikan nilai terhadap aplikasi-aplikasi di Playstore, tapi dalam skala yang lebih besar lagi. Semua orang membawa handphone dan memberikan penilaian langsung terhadap orang menggunakan handphonenya, secepat itu.


source: google.com
source: google.com
Kualitas tiap orang dilihat dari besaran ratingnya, termasuk Lacie, seorang cewek yang saat itu memiliki rating 4.2. Ia sedang berusaha untuk meningkatkan ratingnya menjadi 4.5, tapi di sini, hal itu tidak mudah. 

See the source image
source: google.com
Bagaimana cara mendapatkan rating yang tinggi? Lacie harus menjadi seseorang yang menyenangkan dan dicintai oleh orang sekitarnya, harus memiliki karakter yang menyenangkan, kehidupan yang menonjol, agar orang lain memberikan nilai tinggi terhadapnya. Dan kalau mau lebih efektif, Lacie harus bergaul dengan orang-orang yang memiliki lingkaran sosial lebih besar dengan rating yang juga lebih tinggi. Kebayang kan seperti apa dampaknya? Ya, everyone is faking around, include her. She'll do anything for the sake of her number. Dan dia juga sadar, orang lain pun seperti itu. Terkadang ia sengaja memberikan nilai tinggi kepada orang lain hanya agar orang lain membalasnya dengan nilai yang sama.

source: google.com
source: google.com
Kenapa sih mesti capek-capek ratingnya tinggi? Karena rating ini menunjukkan seberapa bernilai diri mereka. Di samping itu, dengan rating yang tinggi, mereka akan memiliki kemudahan dalam mengakses fasilitas-fasilitas umum. Beberapa fasilitas umum diprioritaskan terhadap orang-orang yang memiliki rating tinggi, sehingga semuanya serba mudah, layaknya VIP. Pelayanan khusus lainnya, seperti diskon barang dan properti pun tersedia bagi orang-orang yang memiliki rating di atas 4.5. Yang ratingnya jelek? Perlakuan orang lain menjadi buruk, bahkan saat Lacie terpuruk di rating yang rendah, ia tidak boleh menggunakan pesawat dan diusir dari bandara. 

Keterpurukan Lacie berawal dari niatannya yang ingin mencapai rating 4.5 karena ia ingin membeli rumah dengan harga khusus yang hanya bisa didapatkan oleh orang-orang yang memiliki rating 4.5 ke atas. Long story short, akhirnya dia memutuskan untuk berteman kembali dengan teman masa kecilnya, Naomi yang memiliki rating 4.8. Ia berniat untuk memperluas lingkaran sosialnya dengan orang-orang ber rating tinggi, dengan maksud meningkatkan ratingnya sendiri.
See the source image
source: google.com
Menurutku episode ini memberikan kritikan tajam terhadap dunia social media, di mana kita selalu mencoba menunjukkan seberapa bahagia kita. Bagaimana masyarakat kita sangat tergila-gila dengan "pujian/like/love" atau "nilai" yang diberikan orang lain. Kita takut untuk jujur, karena takut tidak diterima orang lain. Menarik kan?

Episode ini termasuk episode yang ringan jika dibanding dengan episode-episode lain, yang mana aku perlu googling untuk cari penjelasannya. Masing-masing episode memiliki plot yang menarik, namun tetap memiliki tema yang sama.

Aku ingat pertama kalinya aku selesai menonton Black Mirror season 1 episode 1, aku speechless. Begitupun suamiku. Kok tiba-tiba merinding, ngerasa suram, padahal bukan film horror. Setelahnya kita sepakat untuk hanya menonton 1 episode saja kala itu. Nah, beberapa hari kemudian, aku sempat blog walking pengalaman orang-orang yang nonton black mirror ini. Ternyata gak cuma aku, mostly orang-orang yang nonton Black Mirror merasakan hal yang sama.

Aku juga sempat baca artikel yang dimuat di dailyherald.com, judulnya "You Should be Watching Black Mirror -- but Don't Binge It". Ya, menurutku pun lebih baik tidak menonton series ini secara maraton. Alasannya?

1. "It's So Dark"
Seperti yang tadi kubilang. Pengalaman pertama aku nonton aku merasa suram, depresi. Selesai aku nonton episode pertama, aku diam dan banyak menghela nafas.

2. "It Takes Time to Appreciate"
Selalu ada ide cerdas yang terselubung di setiap episode. Aku biasanya googling tentang persepsi orang di episode yang baru saja kutonton. Selain untuk menyamakan persepsi, aku banyak menemukan fakta dan ilmu lain yang sebelumnya tidak kusadari. Biasanya banyak membaca review dari orang-orang, akan banyak "oooh" dariku.

3. "There's No Reason To"
Karena tiap episodenya tidak saling berkaitan, buat apa buru-buru? Ini bukan series Korea yang bikin penasaran kalau gak nonton sekaligus maraton. Enjoy aja!

4. "It's Not About Destination" 
Di kebanyakan series, biasanya kita tidak sabar menunggu bagian di mana sebuah misteri terungkap, atau istilahnya menanti sebuah jawaban (cie). Tapi di black mirror kita hanya perlu mengikuti alurnya, karena Black Mirror tidak begitu saja memberikan jawaban, tapi kita sendiri lah yang mencari jawabannya.

Selain episode Nosedive tadi, masih banyak episode yang kusuka, malah mungkin semuanya! Ada beberapa episode yang ringan dicerna seperti episode Nosedive ini, tapi juga beberapa episode membuatku berpikir kalau tampaknya aku butuh teman untuk diskusi tentang Black Mirror ini. Makanya, aku merekomendasikan series ini ke beberapa temanku, agar aku punya teman untuk diskusi.

Betul kalau Stephen King bilang series ini mengingatkannya dengan The Twilight Zone, karena akupun merasa begitu, but in a good way ya! Kalian ada yang nonton Black Mirror juga? Episode mana yang kalian suka?
Continue reading Membahas Sisi Gelap Teknologi Melalui TV Series Black Mirror