Showing posts with label hotel. Show all posts
Showing posts with label hotel. Show all posts

Monday, 24 April 2023

, , ,

Review Hotel Mambruk, Hotel di Anyer dengan Pantai Pribadi yang Cantik

Mencari hotel di sekitaran pantai Anyer memang sangat tricky. Pilihannya banyak betul, range harganyapun beragam. Eh eh, loh kenapa jadi tiba-tiba ngomongin pantai Anyer? Gini ceritanya..

Beberapa minggu sebelumnya,

 "Lihat deh, Sy. Awannya indah sekali ya, Masya Allah... Allah hebat sekali bisa menciptakan hal-hal indah. Lihat bunga itu juga indah, Allah memang menyukai hal-hal indah..", itu adalah celetukan-celetukan yang biasa saya ucapkan sehari-hari kepada Arsy. Saya selalu ingat pesan dari Ustadz Hasan Faruqi, menumbuhkan fitrah iman anak bukan diawali dengan menghafal surat ataupun doa-doa pendek, tapi dengan mengenal Tuhannya, mencintai dan mengagumi Tuhannya. Lucunya, tinggal di kota membuat saya mengulang hal-hal yang sama. Sejauh mata memandang, langit hanya sebatas awan. Jika beruntung, saya bisa menunjukkan bintang dan bulan yang indah di malam hari. Namun, seringkali, pertanyaan Arsy mengikuti pengalaman yang ia proses melalui panca indranya. Karena rutinitas kami hanya disitu-situ saja, pertanyaannya gak jauh-jauh seputar, "Ma, Allah menciptakan lampu juga? Kalau trotoar? Kalau gedung? Kalau sekolahan?"  Mendengarnya, saya langsung merasa perlu untuk mengajak Arsy jalan-jalan, ke luar dari rutinitas perkotaan yang selalu sibuk ini.

Keputusan untuk berlibur ini juga didukung oleh kabar dari Kukuh yang ternyata mendapat jatah untuk cuti seminggu. Setelah memikirkan banyaknya pilihan liburan dan melewati berbagai pertimbangan, akhirnya kami memutuskan untuk berlibur ke pantai. Pasalnya, Arsy belum pernah ke pantai dan saya yakin betul dia akan suka sekali dengan pantai, karena dia suka dengan air. Pernah sekali ia datang ke pantai, tapi sungguh pengalaman yang kurang berkesan karena pantainya kecil di dalam Ancol, tanpa ombak, dan saya agak sulit membedakan apakah itu adalah pantai atau selokan karena saking kotornya dengan sampah yang bertebaran di mana-mana. Sedihnya..

Baca Juga : Review Hotel Mercure Convention Center Ancol

Maka, kali ini, saya memutuskan untuk mencari pantai yang gak terlalu ramai. Teman saya menyarankan Pantai Santolo, pantai indah yang belum begitu banyak pengunjungnya. Saya pernah ke sana satu kali, dan memang sungguh indah, namun perjalanannya memang penuh ketegangan, dikarenakan aksesnya yang belum terlalu bagus. Takut tidak menikmati perjalanan, akhirnya kami memutuskan pantai yang aksesnya lebih mudah, tapi tetap tidak terlalu banyak didatangi. Akhirnya, terbesitlah pantai di Anyer. Pantai di kawasan Anyer memang banyak sekali pilihannya, bertanya pada salah satu kerabat yang paham kawasan Anyer, ia menyarankan untuk menginap di dalam satu hotel yang bernama Hotel Mambruk Anyer. Menurutnya, Hotel Mambruk Anyer ini merupakan hotel yang terbilang baru di kawasan itu, punya pantai pribadi, sehingga sudah pasti tidak akan seramai pantai publik. 

Hotel Mambruk Anyer

Mencari kamar kosong di Hotel Mambruk Anyer ini cukup sulit, karena hampir setiap hari full booked (entah karena pada saat itu sedang ada diskon 30% untuk semua room), tapi akhirnya saya beruntung mendapatkan sisa 1 kamar untuk menginap 3 hari 2 malam. Rate yang saya dapatkan saat ini sangat lumayan, kamar superior sudah termasuk breakfast menjadi 1,5 juta saja semalam, dari yang asalnya 2 juta. 

Memang namanya hidup, ada aja yang bikin deg degan. 10 hari sebelum keberangkatan, Arsy tiba-tiba demam. Gejalanya sangat mirip dengan yang dialaminya di awal tahun pada saat ia tipes. Lidah putih, demam hanya di malam hari, dan ini berlangsung berhari-hari. H-4 keberangkatan, badannya masih sedikit demam, saya sudah bilang sama Kukuh untuk menghubungi pihak hotel, bertanya apakah bisa cancel dan refund, dan kalau memang tidak mungkin untuk direfund, saya minta Kukuh untuk menawarkannya ke teman atau adiknya yang kira-kira bisa memanfaatkan room hotelnya. Selain kondisi Arsy, cuaca kala itu sedang sering-seringnya hujan. Meski pagi hari cerah, pasti tidak berlangsung lama, siang sampai malam rata diguyur hujan. Beberapa kali saya melihat postingan orang-orang yang menginap di Hotel Mambruk, yang saya perhatikan adalah backgroundnnya, dan rata-rata saya lihat langitnya gelap, dan pengunjung anak-anak memakai jaket atau kaos berlengan panjang. "Wah, kalau gini mah, Arsy bisa masuk angin", pikir saya. Ya sudah, ikhlaskan, La hawla wala quwata ila billah. Kalau memang Allah mengizinkan, kita akan pergi, kalau memang ini bukan saat yang tepat, ya sudah, harus ikhlas.

Alhamdulillah. H-2 perjalanan, kondisi Arsy sudah jauh lebih baik. Demamnya sudah tidak muncul kembali, lidahnya sudah tidak putih, sudah terlihat lebih bersemangat. Saking semangatnya, dia yang tau bahwa kami punya rencana untuk ke pantai, bolak balik menagih janji, 'Arsy mau ke pantai!". Sempat dilema, karena takutnya "karugrag", tapi meminta saran dari Ibu, Ibu bilang tidak apa pergi ke pantai, siapa tau justru dia happy, dan suasana pantai bisa bikin Arsy jadi semakin sehat dan kembali ceria. Dipikir-pikir, ada benarnya juga. Diam di rumah selama seminggu, bagi saya saja rasanya memuakkan, apalagi bagi anak-anak yang dunianya harusnya penuh dengan aktivitas bermain dan bertualang. Maka, dalam waktu 2 hari, kami mempersiapkan semua yang akan dibutuhkan nanti di pantai, termasuk obat-obatan Arsy, jaga-jaga kalau demamnya muncul kembali.

Kami berangkat di Hari Minggu, pagi hari, sekitar pukul 07.00, Sarapan di jalan menjadi pilihan terbaik, untuk menghindari macet dan menghemat waktu juga. Selama perjalanan, cuaca gak menentu. Dalam 1 waktu, langit sangat cerah, sinar matahari menembus kaca mobil, silau, lalu 15 menit kemudian tiba-tiba awan menjadi gelap, tak ada lagi sinar matahari. Begitu terus. Kami juga sempat was-was waktu masuk Jakarta, hujannya amat sangat deras, langitnya gelap, waah.. betul-betul bukan cuaca yang tepat untuk berpiknik. Tapi, saya tetap berdoa, semoga cuaca di pantai nanti akan berbeda.

Kamar di Hotel Mambruk Anyer

Sesampainya di hotel, memang ternyata hotelnya berbeda dengan yang saya bayangkan. Di bayangan saya, Hotel Mambruk ini ya seperti hotel pada umumnya, gedung bertingkat dengan banyak kamar. Tapi ternyata, kamarnya berupa cottage, tidak bertingkat, dan tersebar di area hotel. Bahkan untuk lobbynya pun, tidak di dalam gedung. Unik, kami mengantri di belakang mobil yang terparkir depan lobby, pengemudinya sedang check in di bagian resepsionis. Setelah selesai check in, mobil depan langsung dipandu oleh room service untuk menuju cottagenya. Setelahnya giliran kami, setelah check in, kami diarahkan menuju salah satu cottage. 

Halaman Hotel Mambruk Anyer

Sesampainya di cottage, Kukuh langsung jalan-jalan di sekitarnya, mencari tahu sedekat apa kami dengan pantai. Maklum, ia agak-agak parno, mengingat Anyer baru saja diterpa oleh tsunami beberapa tahun lalu. Ia juga sudah memastikan titik-titik yang harus segera dituju jika terjadi gempa. Alhamdulillah, tidak terjadi apa-apa. Kami sampai hotel kisaran Ashar, cuacanya suprisingly sangat cerah, panas, tidak ada mendung sedikitpun. Maka setelah istirahat sebentar, kami menuju pantai di sore harinya. Berkali-kali mengucap syukur karena semua yang dikhawatirkan tidak terjadi. Saya bisa mengajak Arsy bermain di pantai tanpa merasa khawatir.

Fasilitas Hotel Mambruk Anyer

Restoran Hotel Mambruk Anyer

Pertama kali bermain ombak, Arsy agak-agak takut. Maklum, kala itu pertama kalinya ia merasakan air yang bergelombang seperti itu. Tapi, tidak butuh waktu lama, ia mulai menikmati dan memaksa saya untuk mengajaknya terus ke tengah-tengah pantai. 

Di malam harinya, karena kami merasa kehabisan tenaga dan agak malas untuk keluar Hotel, kami memutuskan untuk makan malam di restauran hotel. Sebenarnya, rasanya enak, hanya saja porsinya sedikit dengan harga yang lumayan fantastis. Hehe. Hari setelahnya, barulah kami mencoba makan seafood yang lumayan terkenal, di Ikan Bakar BM. Di sana, harganya masih masuk akal, dengan rasa yang luar biasa tidak mengecewakan.

Mengenalkan pantai, laut, pemandangan langit yang terbenam pada Arsy, membuatnya terperangah. Begitu indahnya, cantiknya ciptaan Allah. Sangat menyenangkan rasanya, mengenalkan betapa indah alam semesta ini lewat mata kepala sendiri, bukan lagi lewat layar ataupun buku. Bahkan, di malam hari, saya berkali-kali mengucap tasbih tiap melihat langitnya. Meskipun sudah malam, langit tidak segelap itu, banyak sekali bintang dan bulan yang bersinar dengan terangnya, bahkan kami bisa mengamati pergerakan awan sejelas itu. Minimnya polusi, membuat saya bisa melihat langit yang sesungguhnya.

Pemandangan Langit Malam Anyer

Saya betul-betul menikmati perjalanan kali ini. Tidak hanya saya, Kukuh dan Arsy pun terlihat sangat senang, apalagi Arsy. Sampai sekarang, pantai menjadi tempat favoritnya. Alhamdulillah. Jadi, kalau teman-teman kebingungan memilih hotel di Pantai Anyer, bisa coba Hotel Mambruk Anyer ini. Sangat memuaskan.

Continue reading Review Hotel Mambruk, Hotel di Anyer dengan Pantai Pribadi yang Cantik

Thursday, 17 November 2022

,

REVIEW Hotel Mercure Convention Center Ancol


Cuti 2 hari kemarin, dimanfaatkan oleh Pak Su untuk liburan santai di daerah Jakarta. Destinasi awalnya sebetulnya bukan ke sana, banyak wishlist yang belum kesampaian. Tapi bagaimanapun juga, banyak yang harus dipertimbangkan untuk berpergian ke tempat-tempat yang kami harapkan tersebut, dan kala itu, kami memutuskan untuk menunda wishlist dan memilih untuk melakukan wisata Ancol, yang dirasa gak banyak menguras waktu dan energi. Destinasi utamanya adalah Sea World. Sudah pasti karena mempertimbangkan nona manis (dan juga saya) yang senang sekali lihat ikan. Terakhir kali kami pergi ke Jakarta Aquarium, koleksi ikannya lebih terbatas meskipun dekorasi dan kenyamanan tempat tetap Jakarta Aquarium juaranya

Liburan kali ini kami menginap di Hotel Mercure Convention Center Ancol. Memang sengaja mencari hotel di dalam Ancol supaya gak repot keluar masuknya, hemat waktu juga. Sebetulnya ada pilihan lain yaitu Putri Duyung Resort dan Discoery Ancol. Untuk Putri Duyung, kamarnya sudah penuh, sedangkan Discovery Ancol baru saja dipakai suami menginap pada saat acara kantor bulan kemarin, jadi kami mencari pengalaman baru di Hotel Mercure Convention Center Ancol. Lokasinya dekat dengan Pantai Indah, salah satu pantai kecil yang ada di Ancol.

Kami check in pada Hari Minggu, tanggal 7 November 2022. Sambil menunggu Pak Su check in dan mengurus administrasi lainnya, saya dan nona manis duduk di lobby sambil melihat om-om badut yang sedang membuat balon. Ternyata mereka memang membagi-bagikan balon gratis untuk anak-anak di hotel. Om badutnya baik dan ramah, si nona minta 2 balon dengan bentuk berbeda dan langsung dibikinkan oleh mereka. Thanks, Om Badut!

Seselesainya check in, saya langsung menuju kamar 301. Saat itu kami memesan kamar tipe suite. Semenjak punya anak, kami seringkali memesan kamar yang ada sofanya, buat kasur cadangan karena seringkali pak su terseret-seret di kasur karena kehebohan saya dan nona saat tidur. Untuk tipe suite, harga sewanya sekitar 1,7 juta per malam, tergantung di mana bookingnya. Sudah pasti, booking di marketplace dengan di hotelnya langsung akan berbeda. 

Review Hotel Mercure Ancol

Kamar ini memiliki 2 toilet. 1 toilet di kamar tidur dan 1 lagi di dekat pintu masuk. Toilet yang dekat pintu masuk tampaknya hanya untuk tamu, karena dekat dengan ruang tengah. Ruang tengahnya cukup luas. Selain ada soa panjang, ada kursi dekat balkon yang juga bisa dipakai untuk bersantai. Ada greeting card dari pihak hotel dan juga welcome snack di toples-toples mungil. 

Sebetulnya, gak banyak yang bisa saya ceritain tentang kamarnya, karena semuanya biasa aja. Bahkan ada beberapa komplain yang saya utarakan pada pihak managemen, seperti nihilnya gula tropicana slim dan sisir (yang menurut saya, itu semua sudah menjadi basic tools/item di sebuah hotel, apalagi ini hotel bintang 4). Tapi kalau kalian penasaran, saya sempat bikin postingannya berupa video yang bisa dilihat di sini Video Review Hotel Mercure Ancol. Khusus di blog ini, saya lebih tertarik untuk mereview fasilitas di area hotel yang bisa kita nikmati saat menginap di Hotel Mercure Ancol.

1. Playground

Review Hotel Mercure Ancol

Review Hotel Mercure Ancol

Review Hotel Mercure Ancol

Playground Hotel Mercure Ancol cukup luas dengan berbagai permainan. Ada mba yang menjaganya jadi cukup aman. Ada kolam bola, kuda-kudaan, rumah-rumahan, dan kalau mau mewarnai juga bisa. Ini bisa jadi opsi buat hiburan anak kalau lagi suntuk di kamar.

2. Taman / Lapangan

Review Hotel Mercure Ancol

Review Hotel Mercure Ancol

Review Hotel Mercure Ancol

Hotel Mercure Ancol punya lapangan yang luas. Kalau punya anak yang 'kinestetik' banget, pasti bahagia datang ke sini. Bisa main bola, karena sudah tersedia gawang mini yang bisa dipakai. Atau sekedar berlarian kesana kemari pun menyenangkan, apalagi dekorasi taman dan lapangnya juga menarik, apalagi di malam hari, lampu yang melingkari pohon-pohon, membuatnya terlihat cantik.

3. Kolam Renang

Review Hotel Mercure Ancol

Review Hotel Mercure Ancol

Ada 2 kolam renang yang bisa kita nikmati di Hotel Mercure Ancol, yang ketinggiannya sekitar 140 cm, dengan yang hanya 70 cm an untuk anak-anak. Ada 2 seluncuran yang tersedia, namun hanya 1 yang boleh dipakai, mungkin karena belum di maintenance selama covid, saya kurang tau.

4. Pantai Indah Ancol

Lewat pintu belakang lobby Hotel Mercure Ancol, melewati lapangan dan kolam renang, kalian bisa langsung jalan ke Pantai Indah Ancol. Saya pikir, pantainya adalah pantai dengan pasir putih yang persis terletak di belakang hotel, seperti yang saya lihat dari atas ketika saya naik Gondola. Ternyata, pantai pasir putih itu bukan untuk umum, melainkan khusus untuk club jetski di sana. Sedih. Akhirnya, karena si non ngebet banget ke pantai, kita mainnya di pantai indah ancol. Karena gak begitu luas, jadi terasa sekali penuhnya. Saya sengaja cari spot di dekat bebatuan, yang agak kosong. Airnya tentu saja, kurang lebih mirip dengan kali di sungai yang penuh dengan sampah dan berwarna coklat milo. Tentu si non tidak berenang, hanya bermain pasirpun sudah cukup menyenangkan baginya.

Review Hotel Mercure Ancol

Review Hotel Mercure Ancol

5 Restoran Sunda Kelapa

Review Hotel Mercure Ancol

Review Hotel Mercure Ancol

Restoran hotel ini cukup luas, ada area indoor dan outdoornya yang menghadap ke lapang. Buat saya, spot outdoornya menaik, apalagi kalau kalian dinner. Lampu-lampu di tamannya meriah. Saya gak nyoba makan di sana, selain sarapan ya. Kalau untuk sarapan sih, standar aja, cuma memang pilihannya gak terlalu banyak untuk hotel bintang 4. 


Jadi itu, hal-hal yang bisa dinikmati ketika kamu menginap di Hotel Mercure Ancol. Hotel ini cocok untuk kalian yang ingin liburan di Ancol untuk beberapa waktu, dan tidak ingin membuang waktu keluar masuk Ancol. Hal positif tentang hotel ini adalah, meskipun ada beberapa hal yang bikin saya gak sreg, seperti beberapa fasilitas dan tools hotel yang kurang lengkap, semuanya termaafkan ketika saya membuat komplain ke managemennya dan langsung ditanggapi dengan cepat. Semoga kelak saya main ke Ancol, saya menginap di sana, semua hal yang saya kritisi tadi sudah berubah lebih baik lagi.
Continue reading REVIEW Hotel Mercure Convention Center Ancol

Monday, 16 September 2019

,

Tips Wisata Akhir Pekan Mengasyikkan di Batam


Gak kerasa kita udah masuk ke Bulan September, ya. Bulan-bulan berakhiran “ber” selalu menjadi alarm bagi saya bahwa waktu liburan akan segera datang (padahal sih Desember masih jauh juga ya). Tapi, sebetulnya, merencanakan liburan gak perlu menunggu masa liburan panjang. Jika kamu hanya punya akhir pekan untuk liburan, gak masalah! Tren liburan masa kini adalah menghabiskan waktu semaksimal mungkin dalam periode jalan-jalan yang singkat. Justru, saya sendiri malah menghindari peak season saat merencanakan waktu liburan, menghindari suasana yang terlalu ramai. Namanya liburan, apalagi dengan orang-orang terdekat, enaknya justru mencari suasana yang berbeda dari hari-hari biasa. Ya gak?

Bahagianya tinggal di Indonesia, kita memiliki beraneka ragam destinasi wisata yang super keren, yang terkadang sering kita lewatkan, salah satunya Batam. Kebanyakan dari kita lupa, bahwa  Batam memiliki beraneka macam tempat wisata yang gak kalah menarik dengan kota pariwisata lain yang sering kita kunjungi. Bukan apa-apa, kebanyakan dari kita kurang mendapatkan informasi dan referensi mengenai wisata di Batam. Padahal, kalau kalian tau, begitu banyak tempat yang bisa kita datangi selama kita ada di sana, bahkan jika kamu hanya memiliki 3 hari untuk berlibur di sana.

Jika kamu pergi ke Batam pada Jumat malam, misalnya, kamu punya waktu sepanjang Sabtu dan Minggu pagi sebelum pulang. Pastikan kamu sudah memesan hotel di Batam agar bisa beristirahat nyaman setelah jalan-jalan. Lalu apa saja yang bisa dilakukan di sana dalam waktu yang singkat ini? Tenang.. Berikut contoh kegiatan menyenangkan selama akhir pekan di Batam yang bisa jadi referensimu.

Hari Sabtu: Jembatan Barelang dan Pulau Mubut Darat

Jembatan Barelang adalah ikon arsitektur di Batam yang wajib kamu lihat selama berada di sini. Jaraknya sekitar 30 menit berkendara dari Bandara Internasional Hang Nadim. Kamu sebaiknya menyewa mobil untuk menuju ke sini. Jembatan Barelang sebenarnya terdiri dari enam jembatan, tetapi kamu bisa saja menjelajahi beberapa jembatan untuk berfoto.

Tips Wisata Akhir Pekan Mengasyikkan di Batam
(Sumber: bintantravel.net)

Dari Jembatan Barelang, kamu bisa langsung menuju Ex-Camp Vietnam (dekat dengan jembatan kelima). Situs sejarah ini dulunya adalah lokasi hunian kaum pengungsi dari Vietnam. Tempat ini dulu didirikan dengan kerja sama Indonesia dan PBB untuk menampung pengungsi yang tiba pada akhir tahun 1970-an. Kamu bisa melihat replika klinik, toko, gereja, wihara, kuil, penjara, dan pos polisi. Biaya masuknya hanya Rp10.000.

Manfaatkan hari pertamamu di Batam untuk menikmati keindahan pulau kecil. Pergilah ke Dermaga Sembulang dan gunakan kapal sewaan untuk menuju ke Pulau Mubut Darat. Tarif perahunya hanya Rp50.000 untuk perjalanan pergi dan pulang. Kamu bisa bermain di pantai, menyewa tempat tidur gantung, berenang, dan tentunya selfie. Sebelum pergi, jangan lupa mencicipi hidangan laut di warung pulau tersebut.
 
Hari Minggu: Batam Center, Nongsa, dan Nagoya


Batam Center dekat dengan beberapa tempat wisata ikonik. Kamu bisa ke Ocarina Park, taman bermain tepi pantai seluas 40 hektar. Di sini, kamu bisa menjajal beberapa permainan seperti bianglala, Spin Tower (semacam komedi putar), 360 Madness (semacam ayunan yang berputar 360 derajat), trampolin, dan Sky Runner (semacam egrang dengan pegas). Ada juga wahana kolam Waterpark Ocarina, lengkap dengan perosotan, air mancur, dan kolam dangkal untuk anak-anak.

Tips Wisata Akhir Pekan Mengasyikkan di Batam
(Sumber: batam.go.id)
Setelah puas bermain, kamu bisa berkendara ke Pantai Nongsa, yang jaraknya sekitar 30 menit dengan mobil. Pantai ini adalah tempat populer untuk snorkeling, berenang, atau melihat kegiatan di kampung nelayan tradisional. Kamu juga bisa menyewa perahu untuk melihat keindahan Pulau Putri, yang letaknya tidak jauh dari bibir pantai. Biaya masuk ke Nongsa adalah Rp10.000.

Tutup perjalananmu dengan mengunjungi kawasan Nagoya. Area bisnis dan dagang ini memiliki banyak toko yang menjual produk-produk murah, seperti tas, sepatu, pakaian, jajanan impor, hingga barang elektronik. Kamu bisa belanja barang impor dengan harga murah karena barang-barang di sini bebas bea. Area ini juga memiliki banyak tempat makan, sehingga kamu tidak perlu khawatir kelaparan

Solusi Menginap Akhir Pekan di Batam

Booking hotel online dengan mudah menggunakan aplikasi Airy Rooms. Kamu bisa menyewa kamar kelas homestay, hotel bintang 3, atau kamar mewah. Harganya relatif murah dan tanpa biaya tersembunyi, cocok untuk menghemat uang saat kamu hanya ingin berlibur sebentar.

 Tips Wisata Akhir Pekan Mengasyikkan di Batam

Kamar Airy Rooms juga memastikan kenyamananmu selama berlibur akhir pekan. Setiap kamar memiliki fasilitas standar seperti Wi-Fi, AC, pancuran air panas, dan TV layar datar. Perlengkapan mandi dan air mineral dalam botol juga tersedia untuk kenyamananmu. Menyewa kamar lewat aplikasi Airy adalah solusi mudah dan murah untuk jalan-jalan singkat di Batam.

Nah, itu adalah referensi itinerary yang bisa kamu pakai untuk liburan singkatmu di Batam. Jadi, kamu gak perlu khawatir kalau jatah cutimu habis sedangkan kepalamu sudah mumet dan gak tahan ingin pergi berlibur. Dengan waktu yang singkatpun, kamu bisa menikmati aneka wisata yang mengasyikkan, yang bisa mengembalikan semangatmu lagi! Yeay! Happy holiday!

Continue reading Tips Wisata Akhir Pekan Mengasyikkan di Batam