Showing posts with label motherhood. Show all posts
Showing posts with label motherhood. Show all posts

Friday, 17 January 2025

, ,

Menjadi Ibu, Menjadi Bunglon

Dulu saya menduga kalau menjadi Ibu Rumah Tangga adalah senyaman-nyamannya pekerjaan bagi kaum introvert. Maka, setiap kali orang membahas soal cita-citanya, dengan lantang saya menjawab bahwa saya ingin menjadi ibu rumah tangga. Alasannya, supaya bisa banyak di rumah dan tidur siang, ini serius. Ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga sejak usianya 20 tahun, dan kala itu saya sering melihat beliau tidur siang dan jarang menghabiskan waktu di luar rumah. Cocok banget, saya suka sekali tidur dan saya suka mengurung diri di rumah, saya ingin menjadi ibu rumah tangga!

Saya sudah melakukan beberapa pekerjaan sebelum menikah, hampir semua adalah pekerjaan yang berhubungan dengan manusia, tentu saja, karena saya lulusan bidang ilmu yang kerjanya ngurusin dalemannya orang. Sebagai seorang yang telat menyadari bahwa dirinya seorang introvert, adalah sebuah kesalahan besar ketika saya memilih jurusan kuliah yang kerjaannya berhubungan dengan manusia. Mulai dari teori-teori sampai praktikumnya. Sebelumnya, saya punya memori yang menyenangkan soal praktikum, terutama biologi. Rasanya menyenangkan meneliti makhluk hidup, memuaskan rasa penasaran soal apa yang terjadi di dalamnya. Sayangnya, ini gak berlaku di manusia. Praktikum yang saya jalani pada saat kuliah, sangat-sangat menguras emosi. Masuk akal jika semuanya terasa begitu berat dan berbeda. Kodok yang dibelek, gak akan tiba-tiba tidak hadir karena ada urusan lain, atau terlambat karena terjebak macet, atau tiba-tiba menghilang. Terlalu banyak variabel yang bergantung pada subjek penelitian, sangat sulit diprediksi, dan amat sangat menyebalkan. Saya ingat pernah menangis dalam angkot, magrib-magrib, sepulang dari praktikum, karena si subjek bercerita soal pengalaman pahit dengan dosennya, secara emosional. Marah-marah, tunjuk-tunjuk muka, sumpah serapah keluar tepat depan wajah saya seakan saya sedang cosplay menjadi dosennya. Sesampainya di rumah, penyiksaan masih berlanjut, saya harus membuat laporan atas praktikum tersebut, yang berarti saya harus mendengarkan rekaman praktikum tersebut berulang-ulang selama 3 hari berturut-turut. 

Karena tidak mau terus-terusan merasa tersiksa, akhirnya saya memaksa diri untuk beradaptasi dengan keadaan, menjadi bunglon, mengubah sudut pandang, mencoba tertarik dengan manusia sampai pada akhirnya, lulus. Pekerjaan (formal) pertama saya adalah menjadi HRD di salah satu perusahaan FnB di Indonesia, sebuah perusahaan keluarga yang gerainya tersebar di seluruh Indonesia. Karena saat itu perusahaan ini masih berkembang, struktur organisasinya masih sangat sederhana, tiap kota hanya ada 1 HRD yang mengerjakan semuanya, dari mulai rekruitmen, training, administrasi kepegawaian, pembuatan KPI, dan sesekali mendampingi atasan dalam perencanaan bisnis. Sebetulnya pekerjaannya menyenangkan, kalau saja saya punya 5 kepala dan 10 tangan. Maka dari itu, saya mulai melamar kerja di tempat lain.

Pekerjaan setelahnya adalah pekerjaan formal terlama saya, dan yang paling menyenangkan. Perusahaan ini memang khusus mengelola SDM di berbagai perusahaan, jadi tentu berhubungan dengan banyak klien, banyak manusia. Lagi-lagi, menjadi bunglon. Kali ini saya tidak keberatan, karena bunglon ini berdiam di pohon-pohon rimbun dengan berbagai macam buah-buahan. Tidak ada alasan saya keluar dari tempat tersebut selain alasan saya harus menikah dan pindah ke luar kota, luar provinsi, luar pulau. Atasan sempat menawarkan saya untuk mengisi posisi di kota yang baru saya tempati, namun karena lokasinya terlampau jauh dari kantor suami, dengan berat hati saya tolak. Lagipula, setelah bertahun-tahun mengabdi pada perusahaan dan menjadi makhluk super sosial, mungkin ini saatnya saya mengejar cita-cita saya, memuaskan tangki introvert, menjadi Ibu Rumah Tangga, ngajedog di rumah dan tidur siang sepuasnya.

1 tahun menjadi ibu rumah tangga, saya akhirnya punya anak, betulan jadi ibu-ibu. Sebelum memutuskan menjadi ibu, sebisa mungkin saya menyiapkan diri untuk menghadapi hal-hal yang akan terjadi ke depannya  Katanya, kekurangan tidur di malam hari adalah hal yang tidak bisa dihindari. Tidak menjadi soal, saya bisa kompromi dengan  tidur di siang hari bersama bayi, meski tidak sekenyang dulu. Lagipula, periode bayi ini hanya sesaat, kelak anak saya sekolah, saya pastinya akan lebih santai dan bisa bermalas-malasan di rumah. Lagi-lagi, saya pikir begitu. Tapi ternyata, bersamaan dengan hadirnya bayi dalam hidup saya, hadir juga tantangan lain yang tidak saya bayangkan sebelumnya. Punya bayi ternyata memaksa saya untuk menjadi seorang extrovert! Maksudnya?

Mulai dari saat bayi lahir, semua orang penasaran ingin jumpa. Dalam 1 bulan, menerima tamu-tamu yang ingin menyelamati dan mendoakan kami adalah hal yang biasa dan menyenangkan untuk  dihadapi. Tapi, bulan-bulan selanjutnya, apapun aktivitas yang saya lakukan sambil membawa si bayi, saya harus berramah tamah ria setiap bertemu dengan orang lain. Membawa anak jalan-jalan pakai stroller di sepanjang komplek, membawa anak ke rumah sakit untuk imunisasi, belanja bulanan, pasti ada saja orang asing menghampiri yang mengajak ngobrol. Diawali dengan pertanyaan-pertanyaan seputar bayi yang gak jauh-jauh dari "ini berapa bulan, teh?, berlanjut dengan beratnya berapa, lahir normal atau sc, anak keberapa, lahir di mana, tanggal berapa, dokternya siapa, biaya lahiran berapa, kamu di mana, dengan siapa, semalam berbuat apa (yang tau lagu ini, kalian udah rutin minum tolak angin gak, sekarang?). Intinya, saya merasa bayi bagaikan magnet bagi manusia yang ada di sekelilingnya, dan bagi saya yang memiliki energi terbatas untuk menghadapi anak cucu Adam ini, rasanya amat sangat melelahkan.

Bayi dikatakan juga memiliki kebutuhan sosial, meski tampaknya seperti tidak memahami apa yang kita lakukan, mereka merespon. Seperti spons, mereka menyerap semua stimulus, informasi yang ada di sekitarnya. Saya mencoba menjadi ibu yang bertanggung jawab, ingin menghadirkan stimulus-stimulus yang baik, menjadi contoh yang baik. Itulah pertama kalinya saya berkompromi, mengalah dengan ketidaknyamanan saya bercengkrama dengan manusia dalam frekuensi yang lebih tinggi dari biasanya. Meski saya dikenal judes, senang menyendiri, ngamar dibanding nongkrong-nongkrong dengan banyak orang, bukan berarti anak saya harus seperti itu juga. Tapi juga, saya bukan memaksa anak menjadi extrovert, ini tidak ada hubungannya dengan kelak dia menjadi introvert atau extrovert. Poinnya adalah soal keinginan saya untuk memberikan dia kesempatan untuk berkembang tanpa batas. Jadi, jika kelak anak saya memang introvert, itu murni karena dirinya, bukan karena saya yang memberi ruang sempit untuk bersosialisai. 

Memasuki usia batita, kemampuan anak dalam menyerap informasi semakin meningkat. Observasi semakin tajam, membuat saya semakin berhati-hati dalam berucap dan bertindak. Salah satu hal yang meningkat drastis adalah, dia tertarik melihat orang lain, dia penasaran dengan makhluk-makhluk lain, selain ibunya. Maka masuklah saya pada fase yang sampai saat ini masih berjalan, mencarikan Arsy teman untuk memenuhi kebutuhan sosialnya. Beberapa kali saya ikutkan Arsy untuk ikut klub-klub, berkenalan dengan orang tua yang memiliki anak-anak seusia Arsy, playdate ke sana kemari Saya, masih seperti ini. Menjadi bunglon, menjadi apa saja yang Arsy butuhkan, bahkan dengan menembus dinding yang ada di sekeliling saya selama ini, jika untuk kebaikan Arsy, I'll do it without hesitation.



Kalau dipikir-pikir lagi, saya keliru memahami apa yang dihadapi ibu saya saat itu. Beliau bukan tidur siang, namun beristirahat karena kehabisan energi dalam mengasuh 3 anak yang "manis". Semuanya jadi terasa jelas, kenapa selama ini orang-orang sering bilang kalau jadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang sangat berat. Ternyata job descnya macam-macam, tidak terbatas, tidak bisa untuk bilang "tidak bisa", tiada hari tanpa berkompromi dengan situasi yang tak terduga, dan yang paling penting adalah perlunya kemampuan beradaptasi di atas rata-rata, harus tetap perform meski di bawah tekanan. Tapi, yang paling epic adalah, justru keadaan ini membuat saya memaksa diri untuk melakukan hal-hal baru yang tidak pernah saya coba sebelumnya. 

Ada 1 privilige yang saya miliki saat ini yaitu dikelilingi oleh ibu-ibu extrovert yang memahami bahwa saya adalah si introvert yang mudah lelah jika bercengkrama dengan mereka. Maka mereka sudah tak heran lagi melihat saya menyendiri di dalam rumah pohon playground, di kolong perosotan playground, pojok-pojok tak terlihat yang lumayan nyaman untuk saya tempati. Bagaimanapun juga, introvert butuh charging, demi keamanan dan kenyamanan bersama, baik bagi ibunya, maupun anaknya, bahkan lingkungan sekitarnya.

Segala upaya dan pengorbanan tanpa batas ini, tidak akan muncul jika bukan Arsy yang mendorongnya  dan Tuhan yang memunculkannya. Hingga pada akhirnya, saya meyakini bahwa tidak ada satupun yang mampu untuk memberi upah yang sepadan bagi ibu rumah tangga, kecuali Tuhan. Limpahan pahala bagimu, ibu-ibu, Insya Allah.

Continue reading Menjadi Ibu, Menjadi Bunglon

Thursday, 13 July 2023

, ,

3 Ide Kudapan Anak Yang Menyehatkan dan Dapat Melatih Motorik Halus

Saya termasuk ibu-ibu yang overthinking soal makanan anak, apalagi buat Arsy yang hubungannya dengan makanan tuh kurang harmonis, persis seperti saya waktu kecil. Selama ini, sebisa mungkin harus saya menyiapkan makanan yang sehat, menghindari makanan-makanan yang gak penting, yang gak diperlukan oleh tubuh. Masalahnya, seringkali makanan yang sehat, justru gak menarik. Beda cerita kalau makanan-makanan 'micin', dia dengan sukarela bisa makan berbungkus-bungkus tanpa disuruh. Tapi kan, ngeri ya, parents


Beruntungnya, akhir-akhir ini, saya justru menemukan makanan yang jadi favorit anak untuk dicamil di tengah-tengah jam makan. Bukan karena rasanya enak, tapi prosesnya menyenangkan, seperti sedang bermain bersama. Apa saja sih?

1. Telur Rebus

Kandungan Telur Rebus

Khususnya telur puyuh rebus, adalah cemilan andalan saya untuk si nona. Dulu, si non ini paling anti makan kuning telur, sepertinya karena seret dan susah ditelan. Tapi sekarang, justru yang jadi favorit malah kuning telurnya. Haduh, ada-ada aja emang! Makan telur rebus ini jadi aktivitas yang menyenangkan karena si non menikmati meretakkan kulit telur dan mengupasnya. Si non merasa aktivitas mengupas kulit telur ini seperti sebuah permainan. Ya memang sih, permainan motorik halus yang mengenyangkan perut. Hehe. Biasanya, dalam sekali nyemil, si non bisa makan 3-5 butir telur puyuh, sekitar 70 kalori, 5 gr protein, 5 gr lemak. Lumayan, kan! Belum lagi zat dan vitamin yang punya segudang manfaat buat tubuhnya!

2. Edamame

Kandungan Edamame

Sama seperti mengupas kulit telur, mengupas kacang edamame juga menyenangkan buat si non. Dia senang tiap kali menemukan edamame yang berisi lebih dari 2 biji. Selain melatih motorik halus, mengupas makanan-makanan ini juga melatih kemandirian lewat practical life. Untuk edamamenya sendiri, sudah jelas ya, kacang satu ini punya banyak manfaat. Kadar proteinnya tinggi, bagus untuk pertumbuhan anak. 

3. Cireng

Kalau yang satu ini sebenarnya makanan favorit saya, hehe. Berbeda dengan tepung terigu yang gak semua cocok karena mengandung gluten, tepung tapioka tidak mengandung gluten sehingga aman bagi siapapun. Bahkan, banyak yang mengatakan kalau cireng ini justru memiliki banyak manfaat, asal diolah dengan benar. Nah, proses membuat cireng ini juga menyenangkan. Si non bilangnya sih seperti sedang bermain playdough. Meski saya sangat yakin kalau pada proses membuat cireng ini rasanya seperti sedang mandi tepung, karena tepung jadi bertebaran kemana-mana, tapi rasanya menyenangkan. Apalagi kalau melihat anak juga happy.

Banyak resep yang bertebaran di luar sana, yang saya pakai adalah yang paling sederhana, apalagi karena si non akan terlibat di dalamnya, jadi pakai bahan yang basic dulu aja. Bahan-bahan yang digunakan adalah 250 tepung tapioka, 250 ml air panas, garam/ penyedap, bawang putih bubuk sekitar 1 sdm. Semuanya dicampurkan saja, dan supaya lebih wangi, biasanya saya masukkan irisan bawang daun. Setelahnya, tinggal diuleni, dan dibentuk deh. Selain prosesnya menyenangkan, si non suka banget sama cireng ini. Tapi ingat, cireng ini hanya sebagai camilan ya, tetap harus makan makanan yang tinggi nutrisinya!
Nah, itu adalah 3 camilan andalan saya. Banyak manfaatnya untuk tubuh anak, dari dalam dan luar juga. Selain melatih motorik halus, menambah berat badan anak, dan  melatih kemandirian, juga membuat hubungan ibu dan anak semakin erat! Bahan-bahan yang digunakanpun adalah bahan-bahan yang mudah didapatkan, dan kalau mau lebih praktis, parents bisa coba aplikasi yang jadi sahabat ibu di rumah, yaitu Sayurbox


Sayurbox menyediakan berbagai macam kebutuhan rumah tangga, dari mulai sayuran, buah, daging-dagingan, makanan beku, dan lainnya. Cara penggunaannya sangat mudah, harganyapun terjangkau dan sering ada diskon, dan yang paling penting, kualitasnya super segarr! Jadi tinggal duduk manis di rumah, tau-tau semua kebutuhan sudah ada depan pintu!
Continue reading 3 Ide Kudapan Anak Yang Menyehatkan dan Dapat Melatih Motorik Halus

Wednesday, 12 July 2023

, ,

Sering Sulit Mengontrol Emosi Negatif depan Anak? Simak Tips dari Carla Naumburg

Artikel ini ditulis berdasarkan buku yang saya baca beberapa tahun yang lalu, dan baru selesai dibaca beberapa bulan yang lalu. Ya, semenjak jadi ibu, saya menjadi slow reader, tapi gak apa, lumayan. Okay, buku ini berjudul How to Stop Losing Your Sh*t with Your Kids, karya Carla Naumburg, Phd, seorang penulis, pekerja sosial, dan juga seorang ibu. Alasan saya ingin mereview buku ini karena saya yakin, sedikit banyaknya, buku ini dapat membantu memahami apa yang parents rasakan dan alami, khususnya saya. Menariknya lagi, karena Carla juga seorang ibu, bukunya terasa sangat relate dengan apa yang saya alami sehari-hari, dikemas dengan bahasa yang lucu dan menarik, membacanya seperti membaca diary seorang ibu yang sayang tapi juga gemas dengan anak-anaknya.

Mengontrol Emosi

Dari mulai memasuki usia 3 tahun, Arsy sudah memasuk perilaku yang "challenging", saya gak akan bilang perilaku nakal, bandel, sulit diatur, menyebalkan, atau yang lainnya, because she's a toddler! Masa iya mau berharap anak usia 3 tahun diam, baca buku, kontemplasi, dan yang lainnya (meski sesekali Arsy juga sering melakukan ini hehe). Di hari-hari tenang, mudah saja untuk mengelola emosi, level kesabaran masih tinggi, sesekali turun, tapi istirahat sejenakpun dapat kembali normal. Tapi memang, saya merasa hari-hari tenang adalah hari yang langka. Sangat jarang rasanya saya melewati satu hari tanpa berteriak gemas "Arsyyyyyy!!"

How To Stop Losing Your Shit with Your Kids Carla Naumburg

Sebelum memberikan tips untuk mengelola emosi negatif di sekitar anak, Carla berulang kali menuliskan bahwa parenting itu sulit, dan hampir semua orang tua  merasakan hal yang sama. Perasaan-perasaan menyesal yang datang setelah memarahi anak, atau sekedar perasaan lelah setiap menemani anak bermain, memang hal yang wajar dirasakan orang tua. Jika dibiarkan berlarut-larut, rasa sesal ini bisa jadi berkembang menjadi perasaan gagal menjadi orang tua. Bukan membenarkan perilaku orang tua yang memarahi anaknya, tapi Carla memahami bahwa emosi-emosi itu adalah hal yang manusiawi. Namun, diwajibkan bagi kita untuk selalu belajar menjadi orang tua yang lebih baik setiap harinya, dengan menambah ilmu dan wawasan soal mengelola emosi ini.

Kenapa kita harus belajar untuk mengelola amarah pada anak?
1. Marah tidak baik untuk orang tua, karena dapat memicu stres. Juga, stres dapat menjadi pemicu orang tua mudah marah, begitu seterusnya, rasanya pantas disebut lingkaran setan.
2. Marah tidak baik untuk anak, karena akan mempengaruhi perkembangan otak dan badannya, dan sangat rentan untuk terkena efek negatif lainnya
Yang harus dicatat di benak kita, para orang tua adalah, the calmer we can get (and stay), the calmer our kids will be as well. Semakin tenang orang tua, anakpun akan semakin tenang. Ingat bahwa anak-anak adalah peniru yang ulung, mereka sangat cepat belajar.

Tentang Tombol Marah/ Tombol Merah/ Tombol Godzilla

Dalam bukunya, Carla Naumburg juga membahas soal ini. Ia mengilustrasikan bahwa tiap orang tua memiliki semacam "tombol marah" (kalau saya sering bilangnya tombol Godzilla) di badannya, dan anak-anak akan selalu tertarik untuk menekan tombol tersebut. Maka, ia menuliskan hal-hal yang dapat membantu para orang tua, bukan untuk menghilangkan tombol marah itu (well, we're still a human!), tapi untuk membuat tombolnya menjadi kecil, tidak menyala, sehingga tidak mudah 'ditekan' oleh anak. Seringkali, tombol ini lebih besar dan menyala pada ibu dibanding ayah, karena ibu lebih rentan terkena stres akibat kelelahan dan kekurangan waktu untuk diri sendiri. Ada beberapa poin yang dibahas oleh Carla, yang harus jadi perhatian khusus para orang tua, dalam rangka mengelola emosinya sehingga tidak mudah berubah menjadi Godzilla.

Carla Naumburg

1. Kelelahan

Banyak orang tua yang mengabaikan soal energi yang ada pada dirinya. Padahal, tidur cukup adalah suatu keharusan. Banyak orang tua yang menahan kantuk demi bisa me time (iya, ini saya juga!), dan lebih memilih minum kopi demi tetap terjaga, padahal badan sudah merengek untuk minta diistirahatkan. Kelelahan dan kebanyakan kafein ini akan memudahkan orang tua terkena stres, apalagi ketika dihadapkan oleh emosi anak yang tidak terduga. Dengan keadaan seperti ini, "tombol marah" pada ibu akan terlihat mencolok, berukuran besar, dan menarik untuk ditekan oleh anak.

2. Terlalu Banyak Input

Masih ada orang yang beranggapan jadi ibu rumah tangga adalah hal yang mudah, karena hanya mengelola tempat yang berukuran ya... gak besar-besar amat. Padahal ibu rumah tangga itu ya bukan asisten rumah tangga. Bukan soal menyapu, mengepel, menyetika, dan yang lainnya. Tapi, justru, kebanyakan kesibukan ada di dalam kepala yang kecil ini. Mengurus anak adalah tanggung jawab yang sangat luar biasa, bukan hanya tentang memberinya makan, memandikannya, dan menemaninya bermain, tapi juga tentang belajar untuk selalu memberikan yang terbaik, meski gak sempurna. Ketakutan akan pengasuhan yang salah pada anak juga membuat pikiran tidak tenang. Maka, gak sedikit orang tua, yang berusaha keras untuk menjadi lebih baik dengan mengikuti setiap seminar parenting di manapun, demi memberikan yang terbaik. 

Niatnya memang baik, tapi menurut Carla, terlalu banyak informasi yang didapat dari berbagai ahli, bisa menjadi buruk ketika kita tidak bisa menyaringnya. Bayangkan, setiap ahli punya metode yang berbeda, punya pengalaman yang berbeda, pendapat yang berbeda, value hidup yang berbeda, kalau kita gak pintar-pintar menyaring, jutru kita yang akan kewalahan dan keblinger dengan semua informasi tersebut. Ada ahli yang mrekomendasikan pemberian sleep training pada anak, ada juga yang tidak. Ada yang mengajarkan anak untuk selalu disiplin, ada juga yang memberikan kebebasan berbatas. Tidak semua pendapat dari ahli harus kita implementasikan. Harus paham betul, value hidup kita apa, anak kita seperti apa, apa yang ia butuhkan, tidak semuanya harus kita ikuti. Karena pada akhirnya, kita adalah orang tua dari anak kita, maka kita yang paling tau apa yang mereka butuhkan.

3. Bukan Tidak Boleh Marah

Sepanjang ini saya menulis, bukan untuk melarang orang tua untuk marah. Marah adalah salah satu emosi manusia yang sangat diperlukan. Tapi, apa yang Carla sampaikan adalah tentang pengelolaannya. Bagaimana agar kita selalu hadir depan anak tanpa membawa "tombol merah besar" di dada. Karena jika tidak, tombol merah itu akan memancing anak, akan dengan mudah anak temukan dan tekan, yang akan membuat Mama berubah menjadi Godzilla. Selalu ingat, bahwa ketika kita lebih tenang, cukup istirahat, cukup nutrisi, tombol merah tersebut akan mengecil dan redup, akan sulit ditekan anak. Jadi ingat ya, yang dipelajari di sini adalah tentang menjaga kondisi kita untuk tetap fit, tetap waras, tetap tenang, supaya anak tidak mudah untuk menekan tombol Godzilla kita.
Baca Juga : 7 Rekomendasi Tempat Makan Kids Friendly di Bandung

4. Semakin Sering Marah, Semakin Sering Terulang

Pernah gak sih parents, seharian rasanya marah-maraaaaah terus. Saya sering banget, kalau mood di pagi hari sudah jelek, sudah kesal, sudah marah-marah, maka akan begitu seterusnya dalam sehari. Ada penjelasannya memang, karena ketika tombol merah kita sudah sering ditekan, dia akan lebih sering merah dan akan ditekan lagi di masa depan. 

5. Pemicu Bisa Bermacam-Macam
 
Pemicu stres tiap orang tua itu berbeda-beda, maka ini pentingnya mengenal diri sendiri. Kita harus tau mana hal yang mudah kita toleransi, mana yang mudah membuat kita marah. Ada parents yang santai saja kalau rumah berantakan, tapi ada juga parents OCD yang stres luar biasa ketika anaknya membuat kebun binatang menggunakan peralatan rumah tangga. Mengenal triggers yang kita miliki, akan memudahkan kita membuat antisipasinya. Contohnya, masih dengan kasus yang sama, aktivitas anak memang akan selalu seperti itu, membuat rumah berantakan, tidak mungkin untuk menyuruh mereka tidak melakukan apapun, maka kita bisa komunikasikan pada pasangan untuk membagi tugas, atau bisa juga, membuat ruangan khusus bermain untuk anak, sehingga ruang kontrolnya lebih sempit, dan orang tua tidak terlalu kewalahan.

Momen-momen penting dalam hidup juga kadang bisa menjadi pemicu stres, misalnya ketika ternyata seorang ibu diberi rezeki untuk mengandung lagi. Meskipun itu adalah suatu berkah, kadang hormon bisa membuat suasana hati menjadi tidak stabil. Atau misalnya ketika mendapatkan promosi kerja, hal tersebut juga dapat membuat suatu kondisi yang berbeda dan perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi baru tersebut. 

6. Awareness, Acceptance, Action, and BURPs

Poin terakhir yang akan saya ulas adalah inti dari tulisan ini. Bagaimana untuk mengelola emosi parents, bagaimana untuk menjaga tombol Godzilla inti untuk tidak membesar dan menyala. Yang pertama adalah Aware, kesadaran. Seperti yang tadi bilang, setiap orang punya triggers yang berbeda. Misal, parents tau bahwa anak akan melakukan sesuatu yang parents gak suka, kembali ke contoh, soal rumah yang berantakan. Ketika anak akan menumpahkan mainannya, parents harus sudah menyadari kalau hal tersebut akan membuat parents marah. Antisipasi tersebut akan membuat parents lebih siap dan lebih mudah masuk ke tahap selanjutnya, yaitu Acceptance.

Acceptance atau soal menerima, adalah tahap kedua. Ketika kita menyadari hal tersebut adalah salah satu pemicu marah kita, kita menerima bahwa kita akan marah karena hal ini. Melawan perasaan ingin marah ini, bukan hal yang tepat, karena sistem saraf kita gak peduli bahwa ini waktu yang tidak tepat untuk marah, dan memaksa diri untuk tidak marah malah akan membuat parents menjadi semakin ingin marah. 
Baca Juga : Drama Trimester 4, Drama Berusaha Menjadi Ibu Sempurna
Action, ini soal aksi yang akan dilakukan. Apakah akan tetap marah? Untuk beberapa hal, bisa saja kita mengatasinya dengan menghilangkan hal-hal yang dapat memicu kita marah. Namun, dengan kasus di atas, tidak mungkin kita melarang anak untuk tidak bermain sama sekali, supaya rumah tetap rapi. Maka, parents harus siap untuk menghadapinya. Yang biasa saya lakukan saat saya menghadapi hal-hal yang memicu saya adalah menjauh dari anak untuk sesaat. Inhale-exhale, peluk diri sendiri, usap dada, pokoknya melakukan hal-hal yang membuat saya lebih tenang. Ketika perasaan sudah membaik, saya akan kembali lagi ke Arsy dengan harapan tetap bisa tenang. Seringkali sukses, tapi tidak jarang kecolongan juga, jika pemicu stressnya luar biasa besar. Kalau sudah seperti itu, istigfar, lalu minta maaf ke anak, berdoa sama Allah semoga momen buruk tadi tidak terekam di memorinya. Afterall, we're only a human.

Poin selanjutnya, adalah BURPs, ini adalah singkatan dari Button Reduction Practice, langkah terakhir. Menerapkan awareness, acceptance, dan action di setiap hari secara rutin, lama-lama akan membentuk habbit tersendiri. Setiap kita akan menghadapi situasi yang memicu amarah kita, kita akan mawas diri, sudah punya semacam peringatan di kepala, bahwa kita akan marah, dan kita harus mempersiapkan diri untuk itu. Saya sendiri, masih berlatih, kadang (atau mungkin sering, ya) lepas kontrol berteriak kesal, namun BURPs ini adalah latihan panjang, terus menerus selama saya jadi orang tua, dan ini sangat membantu di keseharian saya. Sepakat kan kalau marah-marah itu menguras energi yang cukup banyak? Sangat melelahkan dan stressful, gak cuma buat kita, tapi juga bagi anak. Semangat, parents!
Continue reading Sering Sulit Mengontrol Emosi Negatif depan Anak? Simak Tips dari Carla Naumburg

Monday, 24 April 2023

, , ,

Review Hotel Mambruk, Hotel di Anyer dengan Pantai Pribadi yang Cantik

Mencari hotel di sekitaran pantai Anyer memang sangat tricky. Pilihannya banyak betul, range harganyapun beragam. Eh eh, loh kenapa jadi tiba-tiba ngomongin pantai Anyer? Gini ceritanya..

Beberapa minggu sebelumnya,

 "Lihat deh, Sy. Awannya indah sekali ya, Masya Allah... Allah hebat sekali bisa menciptakan hal-hal indah. Lihat bunga itu juga indah, Allah memang menyukai hal-hal indah..", itu adalah celetukan-celetukan yang biasa saya ucapkan sehari-hari kepada Arsy. Saya selalu ingat pesan dari Ustadz Hasan Faruqi, menumbuhkan fitrah iman anak bukan diawali dengan menghafal surat ataupun doa-doa pendek, tapi dengan mengenal Tuhannya, mencintai dan mengagumi Tuhannya. Lucunya, tinggal di kota membuat saya mengulang hal-hal yang sama. Sejauh mata memandang, langit hanya sebatas awan. Jika beruntung, saya bisa menunjukkan bintang dan bulan yang indah di malam hari. Namun, seringkali, pertanyaan Arsy mengikuti pengalaman yang ia proses melalui panca indranya. Karena rutinitas kami hanya disitu-situ saja, pertanyaannya gak jauh-jauh seputar, "Ma, Allah menciptakan lampu juga? Kalau trotoar? Kalau gedung? Kalau sekolahan?"  Mendengarnya, saya langsung merasa perlu untuk mengajak Arsy jalan-jalan, ke luar dari rutinitas perkotaan yang selalu sibuk ini.

Keputusan untuk berlibur ini juga didukung oleh kabar dari Kukuh yang ternyata mendapat jatah untuk cuti seminggu. Setelah memikirkan banyaknya pilihan liburan dan melewati berbagai pertimbangan, akhirnya kami memutuskan untuk berlibur ke pantai. Pasalnya, Arsy belum pernah ke pantai dan saya yakin betul dia akan suka sekali dengan pantai, karena dia suka dengan air. Pernah sekali ia datang ke pantai, tapi sungguh pengalaman yang kurang berkesan karena pantainya kecil di dalam Ancol, tanpa ombak, dan saya agak sulit membedakan apakah itu adalah pantai atau selokan karena saking kotornya dengan sampah yang bertebaran di mana-mana. Sedihnya..

Baca Juga : Review Hotel Mercure Convention Center Ancol

Maka, kali ini, saya memutuskan untuk mencari pantai yang gak terlalu ramai. Teman saya menyarankan Pantai Santolo, pantai indah yang belum begitu banyak pengunjungnya. Saya pernah ke sana satu kali, dan memang sungguh indah, namun perjalanannya memang penuh ketegangan, dikarenakan aksesnya yang belum terlalu bagus. Takut tidak menikmati perjalanan, akhirnya kami memutuskan pantai yang aksesnya lebih mudah, tapi tetap tidak terlalu banyak didatangi. Akhirnya, terbesitlah pantai di Anyer. Pantai di kawasan Anyer memang banyak sekali pilihannya, bertanya pada salah satu kerabat yang paham kawasan Anyer, ia menyarankan untuk menginap di dalam satu hotel yang bernama Hotel Mambruk Anyer. Menurutnya, Hotel Mambruk Anyer ini merupakan hotel yang terbilang baru di kawasan itu, punya pantai pribadi, sehingga sudah pasti tidak akan seramai pantai publik. 

Hotel Mambruk Anyer

Mencari kamar kosong di Hotel Mambruk Anyer ini cukup sulit, karena hampir setiap hari full booked (entah karena pada saat itu sedang ada diskon 30% untuk semua room), tapi akhirnya saya beruntung mendapatkan sisa 1 kamar untuk menginap 3 hari 2 malam. Rate yang saya dapatkan saat ini sangat lumayan, kamar superior sudah termasuk breakfast menjadi 1,5 juta saja semalam, dari yang asalnya 2 juta. 

Memang namanya hidup, ada aja yang bikin deg degan. 10 hari sebelum keberangkatan, Arsy tiba-tiba demam. Gejalanya sangat mirip dengan yang dialaminya di awal tahun pada saat ia tipes. Lidah putih, demam hanya di malam hari, dan ini berlangsung berhari-hari. H-4 keberangkatan, badannya masih sedikit demam, saya sudah bilang sama Kukuh untuk menghubungi pihak hotel, bertanya apakah bisa cancel dan refund, dan kalau memang tidak mungkin untuk direfund, saya minta Kukuh untuk menawarkannya ke teman atau adiknya yang kira-kira bisa memanfaatkan room hotelnya. Selain kondisi Arsy, cuaca kala itu sedang sering-seringnya hujan. Meski pagi hari cerah, pasti tidak berlangsung lama, siang sampai malam rata diguyur hujan. Beberapa kali saya melihat postingan orang-orang yang menginap di Hotel Mambruk, yang saya perhatikan adalah backgroundnnya, dan rata-rata saya lihat langitnya gelap, dan pengunjung anak-anak memakai jaket atau kaos berlengan panjang. "Wah, kalau gini mah, Arsy bisa masuk angin", pikir saya. Ya sudah, ikhlaskan, La hawla wala quwata ila billah. Kalau memang Allah mengizinkan, kita akan pergi, kalau memang ini bukan saat yang tepat, ya sudah, harus ikhlas.

Alhamdulillah. H-2 perjalanan, kondisi Arsy sudah jauh lebih baik. Demamnya sudah tidak muncul kembali, lidahnya sudah tidak putih, sudah terlihat lebih bersemangat. Saking semangatnya, dia yang tau bahwa kami punya rencana untuk ke pantai, bolak balik menagih janji, 'Arsy mau ke pantai!". Sempat dilema, karena takutnya "karugrag", tapi meminta saran dari Ibu, Ibu bilang tidak apa pergi ke pantai, siapa tau justru dia happy, dan suasana pantai bisa bikin Arsy jadi semakin sehat dan kembali ceria. Dipikir-pikir, ada benarnya juga. Diam di rumah selama seminggu, bagi saya saja rasanya memuakkan, apalagi bagi anak-anak yang dunianya harusnya penuh dengan aktivitas bermain dan bertualang. Maka, dalam waktu 2 hari, kami mempersiapkan semua yang akan dibutuhkan nanti di pantai, termasuk obat-obatan Arsy, jaga-jaga kalau demamnya muncul kembali.

Kami berangkat di Hari Minggu, pagi hari, sekitar pukul 07.00, Sarapan di jalan menjadi pilihan terbaik, untuk menghindari macet dan menghemat waktu juga. Selama perjalanan, cuaca gak menentu. Dalam 1 waktu, langit sangat cerah, sinar matahari menembus kaca mobil, silau, lalu 15 menit kemudian tiba-tiba awan menjadi gelap, tak ada lagi sinar matahari. Begitu terus. Kami juga sempat was-was waktu masuk Jakarta, hujannya amat sangat deras, langitnya gelap, waah.. betul-betul bukan cuaca yang tepat untuk berpiknik. Tapi, saya tetap berdoa, semoga cuaca di pantai nanti akan berbeda.

Kamar di Hotel Mambruk Anyer

Sesampainya di hotel, memang ternyata hotelnya berbeda dengan yang saya bayangkan. Di bayangan saya, Hotel Mambruk ini ya seperti hotel pada umumnya, gedung bertingkat dengan banyak kamar. Tapi ternyata, kamarnya berupa cottage, tidak bertingkat, dan tersebar di area hotel. Bahkan untuk lobbynya pun, tidak di dalam gedung. Unik, kami mengantri di belakang mobil yang terparkir depan lobby, pengemudinya sedang check in di bagian resepsionis. Setelah selesai check in, mobil depan langsung dipandu oleh room service untuk menuju cottagenya. Setelahnya giliran kami, setelah check in, kami diarahkan menuju salah satu cottage. 

Halaman Hotel Mambruk Anyer

Sesampainya di cottage, Kukuh langsung jalan-jalan di sekitarnya, mencari tahu sedekat apa kami dengan pantai. Maklum, ia agak-agak parno, mengingat Anyer baru saja diterpa oleh tsunami beberapa tahun lalu. Ia juga sudah memastikan titik-titik yang harus segera dituju jika terjadi gempa. Alhamdulillah, tidak terjadi apa-apa. Kami sampai hotel kisaran Ashar, cuacanya suprisingly sangat cerah, panas, tidak ada mendung sedikitpun. Maka setelah istirahat sebentar, kami menuju pantai di sore harinya. Berkali-kali mengucap syukur karena semua yang dikhawatirkan tidak terjadi. Saya bisa mengajak Arsy bermain di pantai tanpa merasa khawatir.

Fasilitas Hotel Mambruk Anyer

Restoran Hotel Mambruk Anyer

Pertama kali bermain ombak, Arsy agak-agak takut. Maklum, kala itu pertama kalinya ia merasakan air yang bergelombang seperti itu. Tapi, tidak butuh waktu lama, ia mulai menikmati dan memaksa saya untuk mengajaknya terus ke tengah-tengah pantai. 

Di malam harinya, karena kami merasa kehabisan tenaga dan agak malas untuk keluar Hotel, kami memutuskan untuk makan malam di restauran hotel. Sebenarnya, rasanya enak, hanya saja porsinya sedikit dengan harga yang lumayan fantastis. Hehe. Hari setelahnya, barulah kami mencoba makan seafood yang lumayan terkenal, di Ikan Bakar BM. Di sana, harganya masih masuk akal, dengan rasa yang luar biasa tidak mengecewakan.

Mengenalkan pantai, laut, pemandangan langit yang terbenam pada Arsy, membuatnya terperangah. Begitu indahnya, cantiknya ciptaan Allah. Sangat menyenangkan rasanya, mengenalkan betapa indah alam semesta ini lewat mata kepala sendiri, bukan lagi lewat layar ataupun buku. Bahkan, di malam hari, saya berkali-kali mengucap tasbih tiap melihat langitnya. Meskipun sudah malam, langit tidak segelap itu, banyak sekali bintang dan bulan yang bersinar dengan terangnya, bahkan kami bisa mengamati pergerakan awan sejelas itu. Minimnya polusi, membuat saya bisa melihat langit yang sesungguhnya.

Pemandangan Langit Malam Anyer

Saya betul-betul menikmati perjalanan kali ini. Tidak hanya saya, Kukuh dan Arsy pun terlihat sangat senang, apalagi Arsy. Sampai sekarang, pantai menjadi tempat favoritnya. Alhamdulillah. Jadi, kalau teman-teman kebingungan memilih hotel di Pantai Anyer, bisa coba Hotel Mambruk Anyer ini. Sangat memuaskan.

Continue reading Review Hotel Mambruk, Hotel di Anyer dengan Pantai Pribadi yang Cantik

Wednesday, 14 July 2021

,

English Academy by Ruangguru, Partner Orang Tua dalam Mengajarkan Anak Bahasa Inggris

Suatu kali, saya pernah mengantri di sebuah supermarket besar. Tepat di belakang saya, seorang gadis cilik berusia kurang lebih 4 tahun, merengek minta dibelikan mainan. Saya terpukau melihatnya, bukan karena rengekannya, tapi karena bahasa yang ia gunakan. Ia menggunakan bahasa inggris fasih, yang bahkan pronouncationnya pun lebih baik dibandingkan saya yang berusia lebih dari seperempat abad. Kejadian itu menyadarkan saya bahwa betapa orang tua masa kini sudah sangat concern terhadap kemampuan anak, salah satunya penggunaan Bahasa Inggris di dalam keseharian.

Cerita di atas hanyalah salah satu contoh saja. Faktanya, saya seringkali melihat betapa anak-anak sekarang punya kemampuan yang jauh lebih maju dibandingkan anak-anak di zaman saya. Tuntutan dan persaingan yang tinggi di dunia pendidikan dan pekerjaan saat ini, membuat orang tua merasa harus memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, salah satunya ya tadi itu, kemampuan dalam berbahasa Inggris. Ini bukan tentang ambisi orang tua yang ingin anaknya serba bisa, tapi ya karena kita tidak bisa mengelak baahwa berbagai kemajuan yang terjadi di era globalisasi ini menuntut anak gak sekedar punya deretan nilai 9 di raport, dan saya yakin gak ada orang tua yang rela melihat anaknya terseok-seok dalam menghadapi tuntutan itu.

Solusi untuk permasalahan di atas sangat sederhana. Orang tua hanya perlu bekerja lebih keras dalam mengajari anak-anak mereka dalam berbahasa inggris. Namun, permasalahan yang seringkali terjadi, gak semua orang tua mampu melakukannya. Bukan karena mereka tidak menguasai bahasa inggris, tapi yang namanya mengajar, transfer ilmu, adalah hal yang berbeda dari sekedar menemani dan membantu belajar. Dibutuhkan skill yang  mumpuni agar materi yang disampaikan mudah dipahami dan tepat sasaran. Luckily, orang tua dapat mencari partner yang dapat membantunya dalam mengatasi hal ini. 

English Academy Ruangguru

Ruangguru adalah solusi yang tepat apabila orang tua merasa kesulitan dalam mengajarkan anak bahasa inggris. Dengan guru-guru lokal terbaik dan juga guru professional berstandar internasional (native speakers) di dalamnya, Ruangguru menyediakan fasilitas English Academy, di mana anak-anak dapat belajar Bahasa Inggris dengan metode-metode yang menarik, seperti kelas live teaching bahasa inggris secara online dengan kurikulum berstandar internasional. Penggunaan kurikulum berstandar internasional ini tampaknya adalah plihan yang tepat, karena orang tua sudah pasti menginginkan anaknya untuk dapat maju dan bersaing, tidak hanya untuk kepentingan nilai semata, tapi juga untuk mempersiapkan diri mereka kelak dalam melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, atau bahkan untuk mempersiapkan diri mereka dalam mengejar pekerjaan impian mereka kelak.  

English Academy Ruang Guru

Tidak hanya praktis dan fleksibel (karena Ruangguru diakses melakui aplikasi dan dapat digunakan di mana saja dan kapan saja), English Academy by Ruangguru juga memberikan penawaran yang menarik mengenai harganya. Bayangkan saja, dengan kualitas yang ditawarkan, harganya hanya setengah dari harga kursus bahasa inggris konvensional. 1,5 juta rupiah untuk paket 3 bulan dan 5 juta rupiah untuk paket 1 tahun. Bahkan di periode launching, English Academy memberikan tambahan diskon sebesar 20% sehingga paket 3 bulan hanya menjadi 1,35 juta rupiah dan 4,5 juta rupiah untuk paket 1 tahun. Dengan kemudahan dan keringanan yang didapatkan berkat kemajuan teknologi ini, sudah seharusnya orang tua tidak perlu lagi cemas akan kemampuan anak-anak mereka dalam berbahasa inggris. Meskipun begitu, bukan berarti orang tua lepas tangan dalam hal ini. Sudah jelas bahwa Ruangguru adalah "partner" orang tua dalam membimbing anak-anak mereka. Arti partner di sini berarti rekan, sama-sama punya andil yang besar untuk kemajuan anak-anak. 

Jadi gimana, parents? Sudah siap untuk membantu anak-anak maju dan bersaing untuk mengejar impian mereka?

Continue reading English Academy by Ruangguru, Partner Orang Tua dalam Mengajarkan Anak Bahasa Inggris

Friday, 29 January 2021

CORETAN MAMANIS : Inspirasi Menu MPASI 7 Bulan dan Cara Membuatnya


source image: https://unsplash.com/photos/FKwGPzwaGqc

Sebagai seorang ibu, pasti bukan perkara yang mudah ya untuk bisa membesarkan si buah hati? Terutama untuk para ibu yang memang ingin mendapatkan buah hati dengan pertumbuhan dan perkembangan yang sempurna. Untuk bisa mencapai hal tersebut maka asupan makanan yang diberikan pada buah hati juga mesti diperhatikan baik-baik. Pemberian makanan ini juga mesti disesuaikan dengan umur si kecil. Bila bayi masih berumur di bawah 6 bulan, makan wajib diberikan ASI eksklusif 

Setelah umur 6 bulan, barulah bayi bisa diberikan MPASI. Berbicara mengenai MPASI pun, banyak sekali tantangan bagi saya untuk menyajikan makanan yang mampu memikat selera makan Baby Al. Menghidangkan menu MPASI yang cocok untuk bayi memang gak semudah yang dibayangkan. Tapi, saya punya beberapa ide menu MPASI yang dapat diberikan pada bayi 7 bulan.

1. Puree Mangga

Cara membuat puree mangga ini sendiri tidaklah terlalu sulit. Diawali dengan mengupas buah mangga terlebih dulu. Cukup pilih satu buah mangga yang dianggap sudah matang sempurna. Kupas dan kemudian pisahkan dengan bijinya.

Blender buah mangga yang sudah dikupas tersebut hingga halus sempurna. Jika tekstur dari buah mangga tersebut dianggap masih keras maka Anda bisa menambahkan air agar lebih lunak. Sebagai ibu tentunya Anda bisa menyesuaikan tekstur dari puree mangga tersebut sesuai dengan kebutuhan si kecil.

2. Nasi Tim Ikan Tuna

Cara membuat nasi tim ikan tuna ini juga tidak terlalu sulit lho. Bagaimana sih cara membuatnya? Cara membuatnya adalah dengan membersihkan ikan tuna terlebih dulu dan beri perasan jeruk nipis guna menghilangkan bau amisnya.

Lanjutkan dengan merebus ikan tuna di panci yang mendidih. Pisahkan antara daging dengan tulangnya. Untuk bagian dagingnya maka blender secukupnya. Sedangkan bagian tulangnya direbus untuk dijadikan kaldu. Kaldu tersebutlah yang dicampurkan dengan nasi dan daging untuk bisa menjadi nasi tim.

3. Puree Tahu

Bukan hanya mangga ternyata puree tahu juga cocok diberikan kepada si kecil. Namun sebaiknya ibu memilih jenis tahu sutra yang lebih cocok. Caranya menyajikannya juga gampang, yaitu ibu cukup membersihkan tahu sutra terlebih dulu. Siapkan beberapa jenis sayuran untuk si kecil. Lanjutkan dengan mendidihkan kuah kaldu ayam yang kemudian dicampurkan dengan tahu dan juga sayuran tersebut. Hidangkan jika sudah matang.

4. Nasi Tim Ayam

Nasi Tim ayam bisa dibilang adalah jenis MPASI yang paling sering ditemui. Untuk membuatnya maka ibu hanya perlu memfillet daging dada ayam terlebih dulu. Lanjutkan dengan membersihkan sayuran sebagai menu pelengkapnya.

Jangan lupakan juga untuk memasak beras tersebut di panci hingga setengah matang. Tambahkan santan hingga nasi mengental dan kemudian blender semua bahan-bahan tersebut.

5. Puding Pisang Apel

Puding pisang apel juga proses pembuatannya mudah dilakukan. Cukup campurkan antara pisang dan juga pel dalam satu wadah yang sama. Dalam campuran tersebut, tambahkan gandum untuk membuatnya merata. Berikan air secukupnya untuk memberi tekstur yang kenyal.

6. Bubur Pisang Mangga

Bubur pisang mangga juga bisa dijadikan pilihan berikutnya oleh para ibu. Untuk membuatnya juga tidak terlalu sulit yaitu cukup kupas mangga dan dipotong dengan bentuk dadu. Lanjutkan dengan memblender semua bahan tersebut hingga sehalus mungkin. Tambahkan susu formula bayi untuk semakin menambah rasanya.

7. Bubur Beras Wortel

Cara membuat bubur beras wortel juga mudah dilakukan lho dan bisa langsung dipraktikan. Caranya adalah mencampurkan beras sekaligus wortel yang sudah diparut dalam panci yang berisi air mendidih. Masak hingga kemudian menjadi bubur. Pastikan tekstur bubur beras wortel tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan si kecil.

8. Bubur Kentang Ayam Giling

Langkah pertama untuk bisa membuat bubur ini adalah dengan mencampurkan wortel, kentang giling dan juga daging giling untuk bisa direbus. Dalam proses perebusan tersebut, jangan lupakan untuk memasukan bawang putih.

Apabila sudah setengah matang, blender semua bahan-bahan tersebut hingga setengah halus. Bahan yang sudah setengah halus tersebut kembali direbus dengan campuran unsalted butter.

Nah, semoga ide menu-menu di atas bisa menolong Bunda di luar sana, yang ngerasa udah mentok gak ada ide untuk membuat MPASI si baby. Beberapa menu di atas juga pernah jadi menu favorit Baby Al. Jangan lupa juga untuk mengajarkan berdo’a sebelum makan pada bayi, supaya semua makanan yang masuk ke dalam tubuhnya membuatnya menjadi semakin sehat dan menjadi berkah.



Continue reading CORETAN MAMANIS : Inspirasi Menu MPASI 7 Bulan dan Cara Membuatnya

Tuesday, 8 December 2020

, , ,

Mama's Choice Rash Cream, Pertolongan Pertama Pada Ruam Bayi

"Menjadi ibu adalah tugas yang sangat berat". Dulu saya gak percaya dengan kutipan itu. Saya pikir yaaa mungkin memang gak mudah, tapi kan mengurus anak yang dicintai, mana mungkin terasa berat? Ternyata itu adalah asumsi yang sangat keliru. Begitu Al lahir, semuanya jelas. Saya merasakan bagaimana fisik dan psikis ini terkuras dalam satu waktu. Berhadapan dengan perubahan baru setiap harinya, betul-betul suatu ujian bagi saya yang hidupnya selalu on track.

Tinggal jauh dari suami (karena satu alasan), membuat saya merasa menghadapi tugas parenting ini sendirian. Apalagi kalau datang hari-hari di mana daya tahan tubuh Al kurang baik, sehingga semalaman demam, waaahh.. saya bisa panik dan gak bisa tidur semalaman. Jangankan demam, untuk masalah ringan yang terjadi pada Al beberapi minggu belakangan ini saja saya sudah deg degan rasanya. Dari semenjak lahir, kulit Al sepertinya memang sensitif. Seringkali saat bangun di pagi hari, saya bisa menemukan ruam merah di kulitnya, yang entah disebabkan oleh apa, beberapa kali juga saya menemukan ruam popok, meskipun gak sering. Lalu belakangan ini, masalah kulitnya ditambah dengan munculnya biang keringat di area dahi.

Saya sempat ingin membeli krim-krim anti ruam, tapi urung niat karena khawatir dengan bahan-bahan yang ada dalam kandungannya. Gimana gak khawatir, kulit bayi kan super sensitif. Saya gak mau ambil resiko kulit Al semakin bermasalah. Jadi, pada awalnya saya hanya membiarkannya, mencoba mencari tahu penyebabnya, sambil menunggu ruam-ruam dan biang keringat tersebut hilang dengan sendirinya. Tapi, karena saya gak tega juga lihat Al yang sering menggaruh-garuk dahinya karena biang keringat yang tak kunjung menghilang, akhirnya saya memutuskan mulai mencari obat untuk menyembuhkannya. Pada akhirnya, saya menemukan produk ini, Mama's Choice Rash Cream, salah satu produk keluaran Mama's Choice.


KEMASAN

Produk dikemas dalam tube bernuansa kuning dan putih. Produk ini juga dilengkapi dengan box yang informatif. Semua informasi mengenai keunggulan bahan-bahan yang digunakan membuat saya yakin kalau produk ini pasti aman untuk bayi Gak cuma itu, dalam box ini juga dituliskan tips untuk mencegah ruam pada bayi, yang bagi saya sangat bermanfaat. Tutupnya model flip top, tapi ini jenis flip top yang kokoh, gak mudah terbuka. Jadi masih aman untuk dibawa berpergian.

Kemasan Mama's Choice Rash Cream

KLAIM

Manfaat Mama's Choice Rash Cream
 
Mama's Choice Rash Cream hadir dengan kebaikan 8 herbal alami; Centella Asiatica, Rosemary, Sweet Almond, Green tea, Licorice, Chamomile, Japanese Knotweed, dan Skullcap. Menutrisi lapisan pelindung kulit untuk menjaga kulit dari ruam dan iritasi ringan pada kulit sensitif bayi.

KANDUNGAN

Kandungan Mama's Choice Rash Cream
 
CARA PEMAKAIAN

Oleskan krim pada area yang rentan terkena ruam/ iritasi. Gunakan secara rutin untuk upaya preventif.

TEKSTUR, WARNA, AROMA
 
Teksturnya krim putih yang mudah dibaurkan. Butuh waktu untuk menyerap, tapi ketika sudah menyerap tidak meninggalkan sensasi lengket. Wanginya manis, cukup menyengat. Tapi, wanginya akan menjadi samar-samar ketika produknya sudah menyerap di kulit.

Seperti yang saya bilang di awal. Permasalah kulit Al gak cuma 1 saja. Saya pikir butuh lebih dari 1 produk untuk menghilangkan semua masalahnya. Ternyata, waktu saya baca beberapa artikel, semua masalahnya itu sama, ruam. Biang keringatpun termasuk ke dalam ruam. Selama ini berarti saya salah paham, mengira kalau ruam hanyalah tentang iritasi akibat popok. Ini juga adalah alasan awal saya menggunakan Mama's Choice Rash Cream, karena produk ini diklaim mampu menangani berbagai macam ruam. 
 
 
Awal pemakaian, saya gak berharap banyak, cuma ingin Al gak terlalu banyak menggaruk bagian yang ada ruamnya. Jika dibiarkan saja, saya takut jadi luka dan malah memperburuk kondisi kulitnya. Akhirnya, saya coba mulai mengoleskan krim itu ke bagian dahi untuk masalah biang keringat, ke sedikit area tangan dan kaki untuk masalah ruam kemerahan, dan ke bagian pantat untuk menghindari kembalinya ruam popok. 

Review Mama's Choice Rash Cream

Gak ada masalah saat mengoleskan krimnya. Al gak rewel ataupun berontak. Mungkin karena wanginya enak dan gak menimbulkan sensasi panas atau apapun itu. Sepertinya ini juga karena bahan-bahan pilihan produk ini. yang membuat produknya bersahabat di kulit bayi. Jelas saja, waktu saya baca, Mamas's Choice Rash Cream ini gak sekedar terdaftar di BPOM, tapi mereka bahkan menghindari penggunaan bahan bahan toksin, termasuk mineral oil yang sayangnya masih banyak saya temukan pada produk produk bayi. Penggunaan Centella Asiatica, Rosemary, dan Sweet Almond sebagai kandungan utama membuat produk ini jelas-jelas aman untuk digunakan pada kulit bayi. Penggunaan secara rutin, sekitar seminggu, pada akhirnya membuat segala jenis ruam yang ada di tubuh Al mulai samar. Biang keringat menghilang, ruam di tangan kaki hanya tinggal bekas-bekasnya saja, dan Al pun gak pernah lagi mengalami ruam popok. Happy!

Review Mama's Choice Rash Cream

Kalau kalian, Mama-Mama di luar sana, punya bayi dengan kondisi kulit mirip seperti Al, Mama's Choice Rash Cream ini termasuk produk yang wajib ada di rumah. Selain sudah terdaftar di BPOM, produk ini juga aman, natural, halal, dan jujur terhadap produk yang dipasarkan. Jadi gak perlu khawatir produk ini gak bersahabat dengan kulit bayi. Saya aja sekarang lega, akhirnya bisa nemu produk yang aman untuk Baby Al, #SeamanPelukanMama . Mama's Choice Rash Cream ini bisa kalian temukan di websitenya www.mamaschoice.co.id , gunakan kode voucher MAMANISA untuk mendapatkan potongan harga sebesar 25.000 dengan minimal pembelanjaan 90.000. Kalian juga bisa cek Instagramnya Mamaschoice untuk mendapatkan info-info terbaru dari Mama's Choice. Thank me later!
 

 

Continue reading Mama's Choice Rash Cream, Pertolongan Pertama Pada Ruam Bayi

Tuesday, 15 September 2020

, , ,

MengASIhi dengan Penuh Nutrisi Bersama Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG)

Saya teringat, sekitar 10 tahun lalu, ketika teman-teman lain sedang kebingungan memikirkan cita-cita dan harapan mereka di masa depan, saya dengan mantap bilang, kalau saya ingin menjadi seperti ibu saya. Sekilas memang terkesan dewasa dan mulia, padahal alasan saya saat itu adalah, karena saya ingin banyak bersantai dan memiliki banyak waktu luang. Ya, saat itu, saya pikir menjadi seorang ibu rumah tangga adalah hal yang mudah dan santai. Ternyata, angan-angan itu luntur tepat ketika saya melahirkan seorang putri yang cantik, Baby Al.

Waktu luang yang saya impikan ternyata hanya ilusi. Kalau kalian mengikuti blog saya, kalian pasti ingat betapa saya frustasi melewati hari-hari awal menjadi seorang ibu. Gimana nggak, dari hari pertama saja saya gak bisa memenuhi kebutuhan ASI Baby Al, padahal ASI yang dibutuhkan bayi newborn hanyalah 7 ml, sedangkan produksi ASI saya saat itu hanya 3 ml. Iya, 3 ml. Berbagai upaya dilakukan untuk membuat produksi ASI meningkat. Sempat happy sesaat, tapi kemudian ujian lain datang lagi,  puting saya lecet sampai mengubah ASI menjadi berwarna pink karena tercampur darah.
 
Saat itu, rasanya ingin menyerah saja. Tapi kemudian saya ingat kembali, bahwa mengASIhi atau menyusui adalah satu tanggung jawab yang otomatis saya miliki ketika saya menjadi seorang ibu. Meminum ASI juga adalah hak seorang bayi saat terlahir di dunia, satu-satunya nutrisi yang ideal selama 6 bulan pertama kehidupannya. Makanya saya benci ketika ada seorang ibu yang bersikukuh untuk menolak memberi ASI hanya dengan alasan my body is my rule. Beda cerita kalau memang ada kondisi yang gak memungkinkan bagi seorang ibu untuk menyusui.

Kini, Baby Al sudah menginjak usia 11 bulan. Saya masih keras kepala tetap memberikannya ASI. Gak ada keraguan bagi saya untuk tetap mempertahankan ASI sebagai salah satu asupan makanan Baby Al. Ya jelas, wong manfaat ASI itu buanyak banget. Jadi, meskipun gak gampang, saya tetap mengupayakan Baby Al mendapatkan haknya.
 
Cara Membuat Produksi ASI Melimpah

Kebanyakan ibu-ibu, termasuk saya, berusaha keras untuk meningkatkan kuantitas ASI. Inginnya sekali pump, bisa 400 ml. Untuk mendapatkan produksi ASI yang melimpah seperti itu, banyak sekali tips-tips yang disampaikan para profesional, tapi ada 4 poin di antaranya yang memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi produksi ASI saya, yaitu:

1. Memijat Payudara

Memijat payudara ini bisa dilakukan sendiri, meskipun beberapa ada yang merasa lebih nyaman jika dibantu oleh praktisi laktasi profesional. Caranya gak sulit, kita hanya membutuhkan air hangat, washlap, olive oil (atau minyak lainnya) dan tangan tentunya. Untuk gerakan pijatnya, hmm... saya yakin kalian paham kalau menjelaskan teknik pijat melalui tulisan gak semudah melihat gerakannya sendiri, so.. go searching on youtube. Ketik aja "pijat laktasi", banyak sekali informasi yang akan kamu dapatkan,

2. Rutin MengASIhi/ memompa
 
Produksi ASI ini mengikuti teori supply dan demand. Semakin banyak ASI dikeluarkan, baik dengan cara menyusui atau pumping, maka produksi akan semakin banyak. Apabila bayi sudah kenyang menyusui, tapi payudara masih terasa penuh, lebih baik tetap dipompa, supaya keesokan harinya, produksi ASI tetap banyak.

3. Hindari stress, buat suasana yang menyenangkan

Hormon oksitosin, hormon yang datang ketika kita sedang bahagia ini punya peranan penting dalam kelancaran produksi ASI. Ini bisa saya rasakan, bagaimana perbedaan produksi ASI saat saya sedang merasa rileks dengan saat saya berada di bawah tekanan. Oleh karena itu, pengelolaan stress pada ibu menyusui sangat dibutuhkan. Bohong kalau saya bilang menghindari stress itu mudah. Buat saya yang pencemas, stress bahkan bisa datang dari hal-hal kecil yang menurut orang lain mungkin hanyalah hal sepele. Tapi balik lagi, kalau mengingat begitu pentingnya hormon ini bagi produksi ASI, sebisa mungkin saya akan menciptakan kondisi yang menyenangkan bagi diri sendiri, yang juga didukung oleh suami dan keluarga. 

Bagi saya, peran suami kala menyusui sangat berpengaruh, gak usah sampai pijat oksitosin, bentuk perhatian sederhanapun dapat membuat saya merasa lebih bahagia. Misalnya, suami gak pernah membiarkan gelas di kamar kosong, supaya saya selalu ingat untuk minum. Sebagian besar pekerjaan rumah tanggapun diambil alih olehnya, dan yang saya amati, selama ini suami jarang bercerita tentang hal-hal negatif, terkecuali saya yang mengintrogasi. Dia tau saya orang yang mudah cemas dan stress, bercerita tentang hal-hal negatif hanya akan membuat hari-hari saya gak bergairah.

Kalau suami sedang kerja dan saya merasa butuh meningkatkan mood, biasanya saya menonton film atau acara-acara komedi. Ini juga lumayan membantu. Gak jarang di siang atau malam hari, saya mencari tontonan yang ada Kang Sule nya di youtube, karena beliau selalu sukses bikin saya ngakak dan bikin hari saya lebih baik. Hatur nuhun ah, Kang Sule!

4. Meminum banyak air putih

ASI keluar dalam bentuk cairan, 88% komposisi ASI adalah air. Jadi bisa dibilang kalau air adalah bahan dasar ASI. Kebutuhan air ibu menyusui adalah 2,8 liter, 800 ml lebih banyak dari orang lain. Kekurangan air pada ibu menyusui bukan hanya berdampak pada produksi ASI yang gak optimal, tapi juga berdampak pada kesehatan ibu menyusui. Dehidrasi, kram otot, sakit kepala adalah beberapa masalah yang akan dirasakan ketika busui kurang minum.
 
Nah, 4 poin yang telah saya uraikan di atas telah sukses membuat produksi ASI saya menjadi banyak.  Tapi kalau kita berbicara tentang ASI, tentu kita gak hanya bicara tentang kuantitasnya, tapi kualitasnya juga. Sayang sekali kalau produksi ASInya melimpah, tapi nutrisi yang terkandung di dalamnya gak diperhatikan. Untuk itu, saya akan lanjutkan dengan tips agar produksi ASI optimal, gak hanya secara kuantitas, tapi juga secara kualitasnya.
 
Cara Membuat Produksi ASI Berkualitas, Penuh dengan Nutrisi

Hanya 1 cara membuat produksi ASI kita berkualitas, dan satu-satunya cara itu adalah memperhatikan segala makanan yang masuk ke dalam tubuh kita. Selalu ingat bahwa apa yang kita makan, akan dimakan juga oleh bayi. Kalau sudah menanamkan pemahaman itu, gak mungkin kan kita seharian cuma makan seblak?

Makanan yang sehat dengan gizi seimbang adalah kunci utama ASI yang berkualitas. Tapi, terkadang, makanan yang kita makan dalam sehari, belum memenuhi nutrisi yang dibutuhkan, oleh karena itu perlu suplemen khusus untuk melengkapinya. Luckily, Kalbe Blackmores Nutrition memahami bahwa setiap Ibu berhak untuk mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung kesehatan dan juga bayinya. Melalui produk yang mereka luncurkan, yaitu Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG), Kalbe mendukung para ibu menyusui agar dapat selalu meberikan ASI yang bernutrisi kepada buah hatinya, karena Kalbe percaya bahwa setetes ASI yang diberikan oleh sang Ibu, adalah salah satu bentuk kasih sayang yang tulus.

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG)

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) mengandung 17 nutrisi esensial yang dibutuhkan ibu menyusui, yaitu:

  • Asam Folat, yang berfungsi untuk menjaga kesehatan ibu menyusui dan bayi. Bagi sang ibu, asam folat berguna untuk menghasilkan sel-sel baru, membantu memproduksi sel darah merah, sehingga ibu menyusui terhindar dari anemia. Sedangkan bagi bayi, asam folat memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan otak, membantu meningkatkan fungsi otak bayi, terutama kemampuan melihat dan memproses informasi.
  • Kalsium, yang berperan penting dalam mengendalikan tekanan darah, mencegah pembekuan darah, dan memelihara kesehatan tulang dan gigi pada ibu menyusui dan bayi. Penting bagi ibu menyusui untuk selalu mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium. Apabila asupan kalsium kurang, bayi akan mengambil asupan kalsiumnya dari tulang dan gigi ibunya. Jika dibiarkan seperti itu, kalsium yang ada pada tulang dan gigi ibu akan semakin berkurang. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya osteoporosis.
  • Zat Besi, yang berperan dalam membentuk hemoglobin. Hemoglobin ini mengalirkan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Kekurangan zat besi dapat membuat ibu menyusui maupun bayi menjadi lemah, lelah, dan mudah terkena penyakit dikarenakan sel-sel tubuhnya kekurangan oksigen.
  • Omega 3/ DHA, yang memiliki peranan penting dalam perkembangan otak dan mata. Penelitian juga membuktikan bahwa ibu yang kadar DHA dalam darahnya tinggi, memiliki anak yang yang lebih baik dalam kemampuan inderawi, kognitif, dan gerak motorik.
  • Vitamin dan mineral lainnya, seperti niasin, vitamin C, zinc, magnesium, dan beberapa vitamin dan mineral lainnya yang juga dibutuhkan oleh ibu menyusui dan bayi.

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG)

Dengan deretan nutrisi yang terkandung dalam  Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG), membuat saya tenang. Kerap kali saya merasa bersalah kalau sekali-kali makan makanan favorit saya, seperti mie instan, seblak, batagor, dan jajanan lainnya. Padahal, katanya kan ibu menyusui harus selalu happy. Gimana bisa happy kalau saya gak bisa ngicip-ngicip jajanan favorit saya, meskipun hanya sesekali.

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG)

Dian, selaku Head of Marketing Kalbe Blackmores Nutrition memaparkan, “Kalbe Blackmores Nutrition melalui produk untuk ibu hamil dan menyusui, Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG), berupaya untuk membantu ibu hamil dan menyusui mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi. Blackmores PBFG mengandung 17 nutrisi esensial yang dibutuhkan agar ibu dapat secara optimal memberikan asi bernutrisi, khususnya di masa 1.000 hari pertama kehidupan si buah hati."

Memperingati World Breastfeeding Week 2020, Kalbe Blackmores Nutrition, bersama blogger yang pernah atau sedang menyusui, memberikan serangkaian edukasi di media sosial (termasuk di websitenya), bagi sesama ibu hamil dan menyusui, mengenai pentingnya ASI dan masa menyusui serta pemenuhan ASI bernutrisi untuk ibu dan bayi.

“Di Kalbe Blackmores Nutrition, kami menyadari pentingnya dukungan dari berbagai pihak untuk dapat menyukseskan pemberian ASI. Masih dalam rangka memperingati World Breastfeeding Week 2020, selain  mengedukasi seputar ASI dan menyusui melalui akun Instagram @blackmoresid, Kalbe Blackmores Nutrition juga mengajak para ibu untuk berbagi pengalaman dan tantangan di masa-masa menyusui serta dukungan lingkungan dan orang-orang terdekat dalam membantu menghadapi tantangan di masa-masa menyusui,” ujar Tiffany Pratiwi Suwandi, Brand Manager Kalbe Blackmores Nutrition. “Harapannya agar dengan berbagi pengalaman dari dan dengan sesama ibu, para ibu hamil dan menyusui menyadari bahwa ia tidak sendiri, sehingga nantinya dapat lebih percaya diri menjalani masa-masa menyusui dan memberikan ASI bernutrisi bagi buah hati,” tambah Dian.

Jadi, bagi saya  Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) ini semacam solusi bagi ibu menyusui yang merasa kesulitan dalam memenuhi nutrisi-nutrisi yang penting bagi dirinya dan juga bayinya karena  Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) ini adalah suplemen dengan kandungan lengkap, 17 nutrisi esensial, bantu penuhi nutrisi ibu sehingga dapat memberikan ASI bernutrisi untuk buah hati. Artinya, mengonsumsi suplemen ini bukan hanya bentuk kasih sayang ibu buat sang buah hati, tapi juga untuk dirinya sendiri.

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG)

Setiap harinya, ibu hamil ataupun menyusui disarankan untuk meminum 2 kapsul. Namun, kembali lagi, dosis harus menyesuaikan kebutuhan masing-masing ibu. Gak ada kesulitan bagi saya dalam mengonsumsi kapsul Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) yang sebetulnya berukuran cukup besar ini, dikarenakan kapsulnya mudah ditelan dan gak berbau amis sama sekali. Ternyata Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold ini mengandung odourless fish oil (minyak ikan tanpa bau amis) yang juga kaya akan DHA untuk mendukung pertumbuhan otak bayi, mata, dan sistem saraf.

Buat saya, mengonsumsi Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) ini semacam investasi kesehatan jangka panjang bagi saya dan juga Baby Al. Mungkin dalam jangka waktu pendek, manfaat yang diberikan nutrisi-nutrisi ini gak banyak terlihat terkecuali daya tahan tubuh yang semakin kuat sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit. Tapi justru ini kan yang disebut suplemen, bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati. Apalagi, jika kembali melihat daftar nutrisi yang terkandung dalam Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG), sangat banyak manfaat yang akan saya dan Baby Al dapatkan kelak. Saya yakin, semua ibu juga pasti sepakat dalam hal ini. Ibu mana sih yang gak mau mengusahakan yang terbaik untuk anaknya?

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG)

Ada hal lain yang bikin saya salut dan kagum dengan Kalbe Blackmores Nutrition. Kalian pernah dengar yang namanya Yayasan Bumi Sehat? Yayasan Bumi Sehat adalah organisasi non-profit yang terletak di desa Nyuh Kuning, Ubud, Bali, yang awalnya berfokus pada pelayanan ibu yang akan melahirkan. Ibu Robin, selaku pendiri Yayasan Bumi Sehat, mengutarakan bahwa berdirinya Yayasan Bumi Sehat ini dilatarbelakangi oleh pengalaman pribadi yang dirasakannya mengenai proses melahirkan yang terjadi di beberapa rumah sakit komersil yang menyebabkan beberapa kerabatnya tidak sukses dalam mengantarkan bayi ke dunia. Menurutnya, rumah sakit bersalin gak selalu mengupayakan para ibu hamil untuk melahirkan secara normal, hanya demi kepentingan profit yang didapat dari ibu-ibu yang melahirkan caesar (meskipun gak semua rumah sakit seperti itu). Akhirnya, Ibu Robin mulai memberikan layanan kesehatan secara gratis dan memperkenalkan gentle birthing service. Itulah awalnya Yayasan Bumi Sehat dibentuk dan masih bertumbuh hingga sekarang menjadi organisasi non-profit yang berfokus pada penyediaan akses layanan kesehatan berkualitas, higienis, serta pengupayaan kelahiran anak secara layak.

Lalu, apa hubungannya dengan Kalbe Blackmores Nutrition? Jadi, aksi Kalbe dalam mendukung Ibu menyusui gak berhenti sampai di peluncuran produk-produknya saja, tapi ada aksi nyata lainnya yang ditunjukkan berupa kerja sama dengan Yayasan Bumi Sehat sejak tahun 2017 melalui pembagian 12.000 botol  Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) setiap tahunnya di Klinik Bumi Sehat yang tersebar di 3 kota, yaitu Denpasar, Papua, dan Aceh. Saya takjub, kagum, sekaligus sedih. Takjub dan kagum meliat betapa seriusnya orang-orang dalam mengampanyekan pentingnya setiap tetesan ASI seorang ibu bagi anaknya, tapi juga sedih melihat masih banyak ibu-ibu yang nyatanya mampu, tapi lebih memilih "jalan ninja" dengan memberikan nutrisi lain.

 
Terakhir, seperti yang tadi saya bilang, seorang ibu mampu melakukan segala macam cara untuk memastikan anaknya mendapatkan yang terbaik. Begitu juga dengan apa yang saya lakukan. Pilihan saya untuk tetap mengASIhi dengan penuh nutrisi bersama Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) adalah keputusan yang akan selalu saya syukuri. Sekarang, dan juga nanti, ini akan menjadi salah satu wujud cinta saya pada anak. Makanya, saya sangat merekomendasikan Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) ini pada siapapun yang mencintai dirinya sendiri dan juga buah hatinya. Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) adalah sebuah jalan untuk mendapatkan ASI yang bernutrisi untuk ibu dan bayi yang istimewa.

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) ini memiliki 3 kemasan, yaitu kemasan yang berisi 60 kapsul, 120 kapsul, dan 180 kapsul. Juga, bisa didapatkan dengan mudah di e-commerce manapun, seperti Tokopedia, Lazada, dan Shopee, yang bertuliskan Official Store.

Continue reading MengASIhi dengan Penuh Nutrisi Bersama Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG)