Showing posts with label staycation. Show all posts
Showing posts with label staycation. Show all posts

Wednesday, 24 July 2019

, , ,

Staycation di Grand Tjokro Hotel Cihampelas Bandung (A REVIEW)

Semenjak memasuki trimester 3, suami berkali-kali menawarkan babymoon, tapi belum juga diiyakan oleh saya. Bukannya gak mau, tapi mengingat kesibukannya dan jatah cutinya yang tinggal sedikit, saya selalu mengingatkan untuk menghemat jatah cutinya, apalagi ini masih Bulan Juli, perjalanan masih panjang. Lagipula, saya gak ngebet-ngebet banget, mengingat kondisi badan yang udah mulai sering pegal dan terasa berat kalau dipakai aktivitas terlalu berat.

Akhirnya, minggu kemarin suami mengusulkan untuk staycation aja di hotel tengah kota. Selain gak makan banyak waktu, sehingga doi gak perlu cuti banyak-banyak, sayapun bisa bersantai ataupun berleha-leha dengan suasana baru, yang tentunya lebih menyenangkan. Kebetulan juga, tanggal yang dipilih kami untuk staycation adalah tanggal ulang tahun saya. Suami bilang, biar sekalian, killing two birds with one stone.

Suami akhirnya merencanakan semuanya. Pilihan hotel tertuju pada Grand Tjokro Bandung. Selain karena suami sudah pernah merasakan bermalam di sana saat gathering kantor (dan tentunya reviewnyapun positif), lokasinya yang di tengah kota memberikan pilihan bagi kami untuk jalan-jalan kalau-kalau nanti kami bosan di hotel.

INFORMASI HOTEL


Nama : Hotel Grand Tjokro Bandung
Alamat : Jl. Cihampelas No.211-217, Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40131
Telepon : (022) 82021220
Website : www.grandtjokro.com

Untuk ukuran hotel sebesar Grand Tjokro Bandung ini, menurut saya lahan parkirnya terbilang kecil, karena saat itupun saya sempat gak dapat parkir. Tapi untungnya, crew dan petugas parkir Grand Tjokro Bandung sangat kooperatif sehingga gak ada masalah dengan masalah parkir memarkir ini. Begitu memasuki lobby, suami langsung check in ke bagian resepsionisnya. Proses check in ini entah mengapa memakan waktu cukup lama, sekitar 15 menit sampai akhirnya kami dikasih kunci kamar. Resepsionisnya, meskipun ramah, terlihat kewalahan dengan pengunjung-pengunjung yang datang. Tapi, ya sudahlah.

Review Grand Tjokro Bandung Anisa Firdausi

Saya mendapat kamar di lantai 5. Suami ternyata memesan kamar dengan tipe Premiere Room, kamar yang di dalamnya terdapat bathtub. Tadinya, maksud suami memesan tipe kamar ini adalah supaya saya bisa relaksasi berendam di bathtub, dia gak tau kalau beberapa orang kurang menyarankan ibu hamil berendam air hangat meskipun beberapa orang bilang gak masalah. Akhirnya, better safe than sorry, bathtub hanya saya gunakan untuk merendam kaki saja. Dan biar gak mubadzir, suami saya yang berendam, lengkap menggunakan bubble bath milik saya. Saya jadi bingung ini sebenarnya yang mau relaksasi itu saya apa dia. Tapi dipikir-pikir lagi, selama saya hamilpun dia sudah banyak kerja keras juga. Jadi ya tentu doi layak dapat me time juga.

Review Grand Tjokro Bandung Anisa Firdausi

Review Grand Tjokro Bandung Anisa Firdausi

Review Grand Tjokro Bandung Anisa Firdausi

Kalau saya lihat di aplikasi traveloka, fasilitas di Premiere Room ini sebetulnya gak jauh berbeda dengan tipe deluxe. Yang membedakan hanyalah ukuran kamar dan fasilitas bathtubnya. Luas kamar Premiere ini 34 m2 dengan fasilitas kulkas, pembuat teh/kopi, AC, setrikaan, hair dryer, brankas kamar, toiletries, dan bathtub tentunya.

Review Grand Tjokro Bandung Anisa Firdausi

Fasilitas lainnya yang bisa ditemukan di Grand Tjokro Bandung cukup beragam, terutama buat kalian yang ingin bawa anak ke sini. Di sini ada fasilitas mini zoo, mini garden, dan kolam renang yang terletak di rooftopnya. Jadi, meskipun seharian hanya di hotel, banyak aktivitas yang bisa dilakukan di sini. Selain itu, Grand Tjokro Bandung ini juga punya relaxing room buat kalian yang ingin memanjakan diri. Tapi ya, namanya juga fasilitas hotel, harganya lumayan bikin gak rileks.

Review Grand Tjokro Bandung Anisa Firdausi

Selanjutnya, saya ingin membahas tentang menu sarapan yang disediakan di sini. Saya gak bisa bilang banyak kecuali super memuaskan. Biasanya, saya gak pernah kalap buat sarapan di hotel. Cukup ambil 1 sampai 2 menu pun saya sudah puas. Tapi, Grand Tjokro Bandung ini punya buanyaaaak banget pilihan menu sarapan, sampai saya pusing. Rasanya kaya ada di kawinan pejabat, semuanya ada dari mulai appetizer sampai dessert, dari mulai masakan tradisional sampai internasional, bahkan berbagai macam kerupuk pun ada. Menu dan rasa yang disajikanpun bukan kaleng-kaleng, semuanya enak kok. Saking banyaknya pilihan, rasanya saya butuh seharipan penuh untuk mencicipi semua jenis makanannya.

 


Dengan semua fasilitas yang disediakan di Grand Tjokro Bandung ini, staycation saya jadi menyenangkan. Meskipun hanya di hotel, saya banyak menghabiskan waktu yang berkualitas dengan suami dan diri sendiri tentunya sebelum menyambut kakak bayi. Gak perlu mahal-mahal babymoon ke tempat yang jauh-jauh, staycation di Grand Tjokro Bandung ini sudah cukup membuat saya happy. Jadi, terima kasih, Mas Suami!


Review Grand Tjokro Bandung Anisa Firdausi 
Continue reading Staycation di Grand Tjokro Hotel Cihampelas Bandung (A REVIEW)

Sunday, 27 January 2019

, , ,

REVIEW: Sapulidi Resort Lembang, Bermalam Di Tengah Danau

Dalam rangka ingin menghilangkan penat akibat tumpukan kerjaan sebelumnya, Mas Suami mengajak saya untuk main-main di daerah Lembang. Tipikal Mas Suami, kalau ingin melepas stres, doi pasti cari destinasi yang jauh dari keramaian, lebih senang melihat alam, pohon-pohon hijau dan menikmati udara segar. Singkat cerita, kami akhirnya memutuskan untuk liburan di daerah Lembang selama 4 hari 3 malam. 

Ada beberapa pilihan saat kita mencari tempat menginap, yaitu Sapulidi Resort, Imah Seniman Resort, dan Gunung Putri Hotel. Tapi, karena kami berdua senang eksperimen, akhirnya kami memutuskan untuk menginap semalam di Sapulidi, semalam di Imah Seniman, dan malam terakhir di Gunung Putri Hotel. Sayangnya yang terakhir gak terwujud karena kami harus cepat-cepat pulang ke Bandung.

Pertama kali saya tahu Sapulidi ini sewaktu SMP. Kala itu, teman saya merayakan ulang tahunnya di sana, tepatnya di restorannya. Makanya, selama ini saya selalu berpikir kalau Sapulidi adalah tempat makan, bukan resort atau semacamnya. Sampai akhirnya 2 orang teman saya sempat cerita kalau mereka pernah honeymoon di Sapulidi, menginap di sana, dan memiliki kesan yang positif. Karena penasaran, akhirnya saya booking 1 kamar tipe Suite Lake View dengan harga 670.000 via Traveloka.

Informasi Resort :

Nama : Sapulidi Cafe,Resort & Gallery
Alamat : Kompleks Graha Puspa, Jalan Sersan Bajuri, Cihideung, Lembang, Cihideung, Parongpong, Bandung, Jawa Barat 40559 
Telepon : (022) 2786915
Website :   www.sapulidisawah.com  

Sapulidi Resort ini terletak di lereng hijau yang subur di Lembang dengan konsep menyatu dengan alam. Resort ini mempunyai 23 kamar dengan 4 tipe. Setiap kamar didesain dengan gaya Joglo-Jawa. Tipe Suite Lake View yang saya pilih termasuk tipe yang banyak jadi favorit orang. Kamar berukuran sekitar 63 m2 ini berada di pinggir danau. Balkon yang terbuat dari kayu, menjadi pembatas antara kamar dan danau, dan tempat ini jadi spot favorit kami untuk ngadem, nyemil, dan ngobrol santai, ataupun serius.


Begitu masuk ke dalam kamar, terdapat ruang tengah yang cukup luas. Terdapat kursi dan meja pijat, kalau-kalau kalian minat untuk dipijat. Lantainya dari kayu, bikin udara terasa semakin sejuk. Di kamar ini gak ada AC, tentu saja, dengan udara sesejuk ini, siapa yang butuh AC?
 


Fasilitas kamarnya sendiri sih standar, kasur tipe king, TV, meja, kursi, pembuat teh/kopi, air mineral, dan wi-fi, walaupun jangan berharap banyak sama wi-finya, masih kalah sama sinyal three. Lalu untuk fasilitas kamar mandinya, kebetulan saya dapat kamar yang ada bathtubnya. Bathtubnya ini bukan bathtub pada umumnya. Kalau bisa dibilang, ini semacam bathtub DIY, terbuat dari keramik-keramik biasa yang dibentuk menyerupai bak. Kalau gak ada shower dan gorden penutupnya, mungkin saya juga akan berpikir itu bak mandi. Bathtub DIY ini sebenarnya bersih, tapi warna cat dan keramik yang sudah lama, bikin bathtub ini kelihatan kotor.


Saya punya pengalaman lucu dengan bathtub ini, bathtub yang menurut saya useless. Ukurannya cukup besar, mungkin muat sampai 2/3 orang. Tapi, air yang keluar dari kerannya, pelan dan kecil banget. Ya kira-kira aja, bak segede gitu, dengan aliran air keran yang semenel, kapan penuhnya? Setelah saya cobapun, 2 jam juga gak nyampai setengahnya penuh. Kan males juga ya. Air panasnya pun gak begitu panas, jadi ya bathtub ini saya masih bingung fungsinya buat apa. Teruntuk pihak Sapulidi, kalau-kalau ada yang baca tulisan saya ini, mbo ya kalau bikin bathtub ya jangan setengah-setengah gitu loh. Jadinya kemarin saya cuma rendem-rendem telapak kaki doang. Lumayan lah buat ngilangin pegal-pegal kaki. Atau jangan-jangan memang itu tujuannya?

Beralih dari bathtub yang gak ada fungsinya, sedih saya terobati saat saya makan malam di restorannya. Suasananya tenang, lagu yang diputapun bikin suasana makin adem, salah satunya mereka memutar albumnya Yiruma, pianis favorit saya. Selain itu, makanannya termasuk 'niat' untuk ukuran resort dan resto. Saya pikir, harganya bakal mahal dengan kualitas seadanya, tapi ternyata enggak. Harganya standar, untuk cemilan mulai dari 10.000an, gak bikin bangkrut-bangkrut amat. Cuma memang untuk masakan yang bahan dasarnya ikan, hitungannya per ons, bukan per ekor, jadi sudah pasti mahal. Seperti misalnya menu Ikan Goreng Sambel Hejo yang harganya 15.000 per ons ya, dan kata pelayannya, berat 1 ekor paling kecil itu 8 ons, jadi kira-kira untuk 1 ekor Ikan Goreng Sambel Hejo, harganya sekitar 120.000. Tapi kan 1 ekor itu besar, jadi kalau kalian ke sini ramai-ramai, mungkin bisa coba. Kalau saya kemarin, karena sudah kenyang, hanya pesan cemilan-cemilan, seperti jagung bakar, ketan bakar, lumpia besar, mie tek tek, skoteng, dan teh hangat. Alhamdulillah dari semua yang saya pesan, gak ada yang mengecewakan, kecuali jagungnya yang kurang dibumbui saus.


Setelah kami makan malam, tentu saja kami balik lagi ke spot favorit, balkon! Kalau berdua sama pasangan kerasa romantis, apalagi pemandangan danau di malam hari dengan lampu-lampu kamar lainnya, bikin suasana semakin romantis. Tapi, setelah dipikir-pikir, sebenarnya antara romantis dan seram jadi beda tipis. Saking sunyinya, saya cuma bisa dengar suara air danau yang keciprak-keciprak dan suara pohon-pohon yang kena angin.


Besok paginya, saya memang sudah berencana untuk naik perahu. Di Sapulidi ini disediakan perahu, boleh naik sendiri, ataupun dinaikin (?), maksudnya didayungin sama timnya Sapulidi. Karena didayungin orang itu kurang menantang, akhirnya kami memutuskan untuk mendayung sendiri, yang berakhir dengan muter-muter di satu tempat, nyeruduk pohon-pohon, dan kesulitan untuk menepi. Ya gitu deh, pelajaran bagi kamu, bahwa untuk mendayung gak bisa cuma modal sotoy. Tapi, seru kok! Asal jangan sampai oleng dan nyebur ke danau aja. Btw, saya lupa bilang, kalau danaunya ini dipenuhi ikan-ikan, dan ikannya guede-guede!


Overall, saya menikmati bermalam di Sapulidi Resort, karena suasananya yang tenang dan udaranya sejuk. Makanannya enak dan gak begitu mahal. Hanya mungkin akan lebih baik jika bathtubnya difungsikan sebagaimana mestinya, kan abis dingin-dinginan di Lembang enaknya langsung berendam, ya gak?

Continue reading REVIEW: Sapulidi Resort Lembang, Bermalam Di Tengah Danau