Memakai kaca mata dari semenjak SMP sedikit mengganggu penampilan saya.
Seenggaknya, itu yang saya rasakan. Walaupun para mantan pacar saya lebih suka
saya pakai kaca mata, tapi saya merasa kalau kaca mata ini punya efek
menambah usia pada wajah, a.k.a bikin muka keliatan lebih tua. Bahkan rekan kerja saya pernah bilang kalau kaca mata bikin muka saya kelihatan antagonis. Tapi gak mungkin juga saya gak pakai kaca mata, dunia terasa bergoyang. Pakai softlens tiap haripun bukan pilihan ideal bagi saya. Sehari memakai softlens saja cukup bikin mata saya kering kerontang, apalagi kalau setiap hari.
Yang paling mengganggu adalah ketika saya harus memakai make up. Saya sering merasa kalau kaca mata dan make up adalah 2 hal yang sulit disatukan, rasanya saya cuma bisa pilih salah satu. Entah kenapa, pakai make up saat berkaca mata kadang bikin penampilan terlihat berlebihan atau menor. Saya pernah baca di suatu artikel, bahwa kaca mata termasuk "aksesoris" wajah, begitu juga dengan make up. Makanya, saat berkaca mata, banyak orang memilih make up yang minimalis atau natural. Saya termasuk salah satu di antaranya.
Saya menikmati make up super natural agar dapat tetap memakai kaca mata. Tapi suatu saat saya bekerja di posisi yang mengharuskan saya bertemu banyak orang seharian. Rasanya make up natural gak akan tahan seharian, yang artinya saya harus memakai make up yang sesungguhnya. Dan akhirnya, setelah 5 tahun bekerja, saya mulai terbiasa dengan perpaduan make up dan kaca mata, bagaimana caranya agar dapat tetap bermake up, tanpa harus menggunakan softlens, yang juga akan saya ulas di sini.
Jadi pada dasarnya, memakai make up pada saat berkaca mata gak berbeda dengan bermake up pada umumnya, hanya saja ada beberapa hal yang harus diperhatikan atau lebih tepatnya dihindari saat kalian ingin bermake up dan berkaca mata. Tujuannya tentu agar tampilan make upmu gak terlihat berlebihan atau menor.
Seperti yang tadi saya bilang, kaca mata dan make up termasuk aksesoris wajah. Saat kamu menggunakan kaca mata, berarti kamu harus mengurangi make up di wajah, terutama di bagian mata.
Apa saja yang harus dihindari?
Apa saja yang harus dihindari?
- Eyeshadow yang terlalu menyala
- Eyeliner yang terlalu tebal
- Maskara yang bikin panjang/ bulu mata palsu, ini cuma bikin kaca matamu cepat kotor karena kegesek-gesek dengan bulu mata
- Eyeliner bawah hitam
- Alis yang tebal
Kebayang kan? Jadi, gunakan warna natural, misalnya coklat sebagai eyeshadow, alis natural, maskara yang dikhususkan untuk mempertebal bulu mata, bukan memperpanjang.
Walaupun make up basah-basah begini lagi booming, tapi saya gak pernah cocok dengan efek basah-basah selama saya memakai kaca mata. Tekstur wajah yang basah, akan membuat kaca mata menempel di wajah dan akan memberikan bekas/ tapak kaca mata, dan itu bukan hal yang ingin kamu dapatkan saat memakai make up.
Jadi usahakan selalu memakai teknik baking khususnya di bagian yang terkena kaca mata. Kalau kalian ingin tetap terlihat bercahaya, gunakan saja highlighter yang berbentuk powder, sehingga kamu bisa tetap terlihat glowy tanpa meninggalkan tapak kaca mata.
Karena kaca mata sudah memberikan kamu sedikit tambahan usia, make up yang kamu pakai harus membuatnya netral, jangan membuat wajahmu terlihat semakin tua. Hindari warna bibir yang gelap seperti coklat, merah bata, maroon, apalagi hitam (ya kali). Gunakan warna pink atau peach untuk membuat tampilanmu lebih fresh.
Begitu juga dengan penggunaan blush on. Jangan terlalu tebal, dan gunakan warna yang lembut. Peach atau coral akan menjadi pilihan yang tepat.
















