- Pilih Sunscreen Non-Komedogenik: Sunscreen yang komedogenik dapat menyumbat pori-pori kulit, yang dapat memperburuk jerawat. Pilihlah sunscreen yang dirancang khusus untuk kulit berjerawat, yang tidak akan menyumbat pori-pori.
- Bahan-Bahan Aktif: Beberapa sunscreen mengandung bahan-bahan aktif seperti zinc oxide atau titanium dioxide yang dapat membantu melawan peradangan kulit. Bahan-bahan ini juga dapat membantu menyerap kelebihan minyak, menjadikannya pilihan yang baik untuk kulit berjerawat.
- SPF yang Tepat: Pilih sunscreen dengan faktor perlindungan matahari (SPF) yang sesuai. SPF 30 hingga 50 biasanya sudah cukup untuk melindungi kulit dari sinar UVB yang merusak. Selain itu, pastikan sunscreen juga melindungi dari sinar UVA dengan mencari label "Broad Spectrum."
- Hindari Bahan-Bahan Iritan: Kulit yang rentan terhadap jerawat sering kali sensitif terhadap bahan-bahan tertentu. Hindari sunscreen yang mengandung pewangi atau bahan-bahan kimia yang dapat memicu iritasi.
Tuesday, 26 September 2023
Sunday, 24 September 2023
Perbedaan Physical Sunscreen dan Chemical Sunscreen, Mana Yang Lebih Bagus?
Thursday, 21 September 2023
Tanda Kulitmu Mengalami Dehidrasi: Kenali dan Atasi
- Paparan sinar matahari yang berlebihan : Seiring waktu, sinar UV dapat merusak serat kulit yang disebut elastin. Ketika serat ini rusak, kulit akan mengendur dan meregang, kulit juga akan menjadi lebih kasar dan kering. Saat terlalu kering, kulit jadi mudah keriput sehingga akan terlihat lebih tua dari yang sebenarnya.
- Terlalu lama berada di dalam ruangan berAC : Udara dingin dapat mengurangi kelembapan pada kulit. Jika tidak dilapisi dengan pelembap yang cukup, kadar air dalam kulit akan berkurang dengan cepat sehingga membuat kulit lebih cepat kering.
- Jarang minum air putih : 64% struktur kulit manusia terdiri dari air. Kekurangan konsumsi air putih juga berpengaruh pada kesehatan kulit. Salah satunya menyebabkan gejala keriput pada kulit. Hal ini disebabkan kulit kehilangan elastisitasnya karena aliran darah terhambat.
- Lifestyle yang buruk : Merokok dan minum alkohol adalah contoh dari kebiasaan buruk yang berdampak buruk bagi kesehatan kulit. Merokok dapat membuat kulit kendur, terutama di bawah mata dan di sekitar garis rahang. Merokok juga dapat menyebabkan penuaan dini karena menyempitkan pembuluh darah (membatasi jumlah oksigen yang didapat kulit), meningkatkan produksi radikal bebas, dan menurunkan kadar vitamin A di kulit. Sedangkan alkohol dapat melebarkan pori-pori kulit, menyebabkan komedo dan komedo putih
- Kulit kering dan kasar: Salah satu tanda paling jelas dari kulit yang mengalami dehidrasi adalah kulit yang terasa kering dan kasar. Kulit yang sehat seharusnya terasa lembut dan halus. Namun, jika kamu merasa kulit terasa kering dan kasar, itu bisa menjadi tanda bahwa kulitmu membutuhkan lebih banyak hidrasi.
- Garis-garis halus dan keriput: Dehidrasi kulit dapat menyebabkan munculnya garis-garis halus dan keriput lebih awal. Ini karena kurangnya air dalam kulit dapat membuatnya kehilangan elastisitasnya, sehingga membuat tanda-tanda penuaan lebih terlihat.
- Kemerahan dan gatal: Kulit yang mengalami dehidrasi juga cenderung menjadi lebih sensitif. Ini dapat menyebabkan kemerahan, iritasi, dan bahkan gatal-gatal. Kalau kamu sering merasa gatal pada kulitmu, itu bisa menjadi tanda bahwa kulitmu membutuhkan lebih banyak kelembapan.
- Tampak lecet dan bersisik: Kulit yang sangat dehidrasi dapat tampak lecet dan bersisik. Ini terjadi ketika kulit kehilangan kemampuannya untuk menjaga lapisan luar yang sehat dan terhidrasi.
- Munculnya jerawat: Meskipun terdengar kontradiktif, kulit yang dehidrasi juga bisa menyebabkan munculnya jerawat. Ketika kulit kering, kelenjar minyak cenderung memproduksi lebih banyak minyak untuk mengatasi kekeringan. Ini bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.
- Konsumsi cukup air: Cara terbaik untuk mengatasi dehidrasi kulit adalah dengan minum cukup air. Pastikan kamu minum setidaknya 8 gelas air per hari untuk menjaga tubuhmu terhidrasi dengan baik.
- Gunakan pelembap: Pilih pelembap yang cocok untuk jenis kulit kamu dan gunakan secara teratur. Pelembap membantu menjaga kelembapan kulit dan mencegah kehilangan air.
- Hindari mandi air panas: Mandi dengan air panas dapat mengeringkan kulitmu. Cobalah untuk mandi dengan air hangat dan hindari penggunaan sabun yang mengandung alkohol yang bisa membuat kulit semakin kering.
- Jaga pola hidup yang sehat: Konsumsi makanan yang mengandung vitamin dan antioksidan dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Buah-buahan, sayuran, dan makanan yang kaya akan asam lemak omega-3 dapat membantu menjaga kulit tetap sehat. Olahraga teratur, hindari rokok dan alkohol juga dapat membantu mempertahankan kesehatan kulitmu.
- Gunakan produk perawatan kulit yang tepat: Pilih produk perawatan kulit yang dikhususkan untuk kulit kering, seperti Oilum Hydrating Care Series.
Monday, 4 September 2023
Ingin Miliki Kulit yang Sehat? Jangan Lupa Konsumsi Makanan Ini!
Thursday, 4 May 2023
Review Skincare : Dear Me Beauty Skin Barrier Water Cream
Tuesday, 2 May 2023
Review Skincare Dear Me Beauty Skin Barrier Toner Essence, Kulit Sehat Seketika
Produk kedua dari Set Skin Barrier milik Dear Me Beauty yang akan saya ulas adalah Toner Essencenya. Dulu saya gak begitu peduli soal toner, essence, atau apapun itu. Biasanya, setelah cuci muka, langsung ke moisturizer juga gak apa-apa banget. Tapi setelah setahunan kebelakang saya rutin menggunakan toner setelah cuci muka, rasanya kok enak. Ada perbedaan yang cukup signifikan antara pakai dan tidak pakai toner setelah cuci muka. Pemakaian toner setelah cuci muka, membuat kulit jauuh lebih lembap, plumpy, lebih siap untuk menyerap rangkaian skincare berikutnya. Itu yang saya rasakan dulu ketika mencoba toner keluaran Skintific.
Sebetulnya, saya gak ada masalah dengan Skintific, saya mencoba beberapa produknya dan tak ada keluhan apapun. Namun, ketika saya tau Dear Me Beauty mengeluarkan toner dengan kandungan Ceramide dan Hyaluronic Acid, lalu mengingat facial washnya yang nampol di kulit saya, dan harga yang lebih murah, maka saya pikir, kenapa tidak saya coba produk satu ini? Kalau ternyata cocok, saya kan bisa lebih hemat juga, dan skincare saya bisa lebih "kawin" karena berasal dari brand yang sama.
Kemasan Toner Essence ini agak unik. Tutupnya sih standar, model ulir, namun berbentuk bulat. Jadi lucu aja kalau dipajang (oke, ini gak penting). Kemasannya ini aman banget untuk dibawa berpergian, karena selain tutupnya model ulir, di dalamnyapun ada mode locknya gitu, gak langsung lubangnya. Awal-awal agak kesel karena jadi kurang sat set sat set kalau mau pakai, tapi setelah dipikir-pikir, begini kan lebih higienis juga, sebetulnya.
Seperti toner essence pada umumnya, teksturnya ada di tengah-tengah toner dan essence, gak seencer toner, tapi juga gak sekental essence, makanya disebutnya toner essence. Saya suka dengan teksturnya yang mudah menyerap (gak sampai 30 detik), namun tetap meninggalkan kesan yang lembap dan sehat.
Baca Juga : Review Skin Barrier Face Gel Cleanser Dear Me Beauty
Sebelum saya memutuskan untuk mencoba produk ini, tentu saja, saya juga mencari tau soal kandungannya. Sebetulnya, yang saya perhatikan belakangan, tren skincare khusus memperbaiki skin barrier ini memang belum usai. Banyak brand lain yang mengeluarkan produk dengan konsep yang mirip-mirip, dan kandungan yang serupa juga. Makanya, sekarang rasanya lumayan sering dengar Ceramide dengan berbagai jenisnya, karena memang Ceramide punya fungsi yang sangat baik dalam memperbaiki dan merawat skin barrier. Ini juga menjadi salah satu kandungan utama toner essencenya Dear Me Beauty. Selain Encapsulated Ceramide Complex, toner ini juga mengandung Quadruple Hyaluronic Acid, Polyglutamic Acid, Cica, dan Greentea Extract.
Ceramide, Hyaluronic Acid, dan Cica adalah sahabat kulit saya. Maka, saya cukup optimis dengan produk ini. Dan benar saja, hanya dalam 1 sampai 2 hari, ada kemajuan yang saya rasakan pada kulit wajah saya, khususnya untuk teksturnya, jauh lebih halus dan kenyal. Sangat terasa kalau toner ini mengembalikan pH kulit kita setelah kita mencuci muka, lembap dan plumpy, sehingga kulit jadi lebih siap untuk diberikan rangkaian perawatan selanjutnya.
Minusnya, karena botolnya ini berwarna merah pekat dengan plastik yang cukup tebal, agak kesulitan untuk mencari tau isi dari produknya, kecuali kalau kamu lihat baik-baik di bawah lampu, baru kelihatan. Tapi, overall, toner essence dengan kandungan yang kaya akan manfaat ini, lalu harganya hanya 70.000, yaa it's super worth to try!
Baca Juga : Review Skin Barrier Water Cream Dear Me Beauty
Monday, 1 May 2023
Review Skincare: Dear Me Beauty Skin Barrier Face Gel Cleanser, Kulit Lembut dan Bersih
Review Skincare : Rangkaian Dear Me Beauty Skin Barrier
Tuesday, 22 November 2022
Review Skincare : Erha 10 Home Peeling 1 dan Erha 11 Home Peeling 2, Eksfoliasi Mudah di Rumah
Produk eksfoliasi kulit yang bagus, sudah banyak bertebaran di luar sana. Saya sendiri, merasa kalau eksfoliasi itu salah satu treatment yang penting. Mengangkat sel kulit mati akan membuat produk skincare yang kita pakai sehari-hari, lebih menyerap dan bekerja secara optimal. Ada 2 jenis produk eksfoliasi kulit, yang physical dan juga yang chemical. Dari namanya, kita bisa langsung paham ya, physical exfoliator adalah produk eksfoliasi yang menggunakan butiran scrub untuk mengangkat sel kulit mati, sedangkan chemical exfoliator adalah produk eksfoliasi yang menggunakan zat aktif yang dapat mengangkat sel kulit mati, contohnya AHA.
Saya sendiri, sebetulnya merasa kalau keduanya punya plus minus. Physical exfoliator seringkali tidak bersahabat dengan kulit sensitif, beberapa produk punya scrub yang terlalu besar sehingga meningkatkan resiko iritasi akibat gesekan scrub dengan kulit. Namun, physical exfoliator menurut saya paling ampuh dalam mengatasi komedo-komedo, terutama komedo di bagian hidung, bisa langsung bikin hidung mulus seketika. Sedangkan untuk chemical exfoliator, meskipun painless, saya ngerasa kurang nendang di kulit, kulit gak otomatis kerasa mulus dan bersih seperti yang biasa dirasakan saat memakai physical exfoliator.
Uniknya, produk yang akan saya review kali ini, terdiri dari 2 jenis exfoliator tersebut, dan keduanya dipakai bersamaan, saling melengkapi. Produk keluaran Erha ini sengaja dibuat untuk kita yang ingin melakukan treatment ekfoliasi di rumah, makanya namanya adalah Erha Home Peeling. Seperti yang tadi saya sebutkan, Erha Home Peeling ini terdiri dari 2, yaitu Erha 10 dan Erha 11, saya gak tau 10 dan 11 ini kode apa, tapi memang pemakaiannya dilakukan berurutan, pertama Erha 10 lalu dilanjutkan dengan Erha 11.
Basically, Erha 10 Home Peeling ini adalah chemical exfoliator. Ia mengandung glycolic acid sebanyak 5% dan lactic acid sebesar 4,5%. Teksturnya krim dengan konsistensi yang padat, seperti mentega. Sedangkan Erha 11 Home Peeling ini adalah keduanya, ya chemical, juga physical. Ia juga mengandung glycolic acid sebesar 10%. Meskipun begitu, Erha 11 Home Peeling memiliki tekstur yang berbeda karena mengandung scrub halus di dalamnya.
Cara pemakaiannya juga mudah, bahkan bisa dilakukan sambil rebahan atau ngedrakor. Yang pertama, cuci wajah menggunakan sabun hingga bersih, lalu oleskan Erha 10 Home Peeling 1 ke seluruh permukaan kulit. Setelahnya, diamkan selama 30 menit. Sesudah 30 menit, lanjut dengan mengoleskan Erha 11 Home Peeling secukupnya ke seluruh wajah, dan pijat dengan gerakan memutar selama kurang lebih 1 menit. Setelah itu, bilas dan keringkan. Sangat mudah kan?
2 kombo ini ampuh banget buat bersihin kotoran di muka saya. Pasca treatment emang kulit kelihatan lebih merah, namanya juga abis exfoliasi ya, cuma kulit jauh lebih halus dan kerasa lebih ringan (mungkin ini semacam sugesti karena kotoran seperti sudah terangkat, ya). Kalau besok-besoknya disambung dengan pemakaian skincare secara rutin, bakal ngerasa kalau skincare kalian jadi lebih ngefek (jelas lah ya, kan lapisan kulit matinya mulai terkikis!). Sejauh ini, 2 produk ini merupakan exfoliator favorit saya. Dibandingkan produk-produk eksfoliasi sebelumnya, yang bikin kulit cekat-cekit gak nyaman, 2 produk ini jauh lebih bersahabat di kulit saya.
Baca Juga : Review Skincare : Somethinc AHA BHA PHA Peeling Solution
Sejauh ini, sampai produknya sudah habis, saya gak nemu kesan negatif selain ukurannya yang mungil. Masing-masing hanya berukuran 10 gr dengan harga berkisar 150.000 untuk bundling kedua produk (saat promo). Tapi, karena dipakainya juga paling sering seminggu sekali (tergantung waktu senggang), lumayan awet. Oh ya, karena produk-produk yang saya ulas ini menggunakan AHA yang memungkinkan membuat sensitifitas kulit terhadap matahari jadi meningkat, maka sangat wajib hukumnya menggunakan sunscreen dengan tepat. Kalau bisa, ya hindari aktivitas outdoor. Kalau saya, biasanya kalau emang mau ada aktivitas di luar ruangan, sehari sebelumnya saya gak akan melakukan treatment ini.
Diclaimer: Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement.
Wednesday, 16 November 2022
Review Skincare: Skintific 4D Hyaluronic Acid Barrier Essence Toner, Terfavorit di Tahun Ini!
Toner adalah salah satu step skincare yang wajib banget buat saya! Kulit saya ini seringkali kering, tapi kalau udah kepanasan, langsung otomatis jadi pabrik minyak. Kalau saya gak pakai toner, kulit saya makin kering, dan kalau kepanasan malah bikin kulit keliatan makin kusam juga. Makanya, saya senang banget koleksi toner. Oh ya, toner yang saya maksud di sini bukan toner yang teksturnya plek plekan cair, yang pengaplikasiannya menggunakan kapas. Toner yang saya maksud lebih seperti essence, gak sekental serum, tapi juga gak seringan air. Ngerti kan ya?
Untuk toner yang akan saya review di sini, bukan toner yang sulit didapat. Bahkan, sepertinya banyak yang menjadikan toner ini salah satu favorit skincarenya, termasuk saya. Skintific 4D Hyaluronic Acid Barrier Essence Toner. Ada cerita dibalik penggunaan Skintific 4D Hyaluronic Acid Barrier Essence Toner ini. Mei tahun ini, berarti 6 bulan yang lalu, saya beli sepaket skincare Skintific yang khusus untuk kulit kusam, direkomendasikanlah 3 produk oleh admin Skintific, kalau gak salah namanya paket glowing skin, isinya Skintific 4D Hyaluronic Acid Barrier Essence Toner, Skintific 10% Niacinamide Brightening Serum, dan Skintific 5x Ceramide Barrier Moisture Gel. Di antara 3 produk yang ada dalam paket glowing skin tersebut, produk ini adalah yang paling murah, tapi juga ternyata yang paling awet, dan paling berjasa di kulit saya.
Hal pertama yang saya suka dari produk ini jelas kandungannya. Maksud dari 4D hyaluronic acid di sini adalah kombinasi dari 4 tipe hyaluronic acid yang memperbaiki, memberikan dan mengunci kelembapan secara intensif dan instan. 1 jenis hyaluronic acid aja rasanya sudah cukup lembap, produk ini memiliki 4 sekaligus, surely kulit saya auto lembap. Belum lagi kandungan lainnya, yaitu ceramide, centella, dan provitamin B5. Centella, juga adalah salah satu kandungan favorit saya. Dia punya manfaat yang baik untuk menenangkan kulit, dan membuat kulit minim iritasi. Sedangkan ceramide, yang sedang hype ini, punya tugas melindungi skin barrier. Dengan banyaknya manfaat yang diberikan, 90.000 menurut saya murah sih. Apalagi jika mengingat produknya yang awet dan gak cepat habis.
Untuk pengaplikasiannya, saya gak butuh banyak produk. Cukup 2 tetes, saya gosokkan di telapak tangan, lalu aplikasikan ke wajah, dan 1 tetes lagi untuk di leher. Teksturnya cair, namun sedikit kental. Lalu saat dibaurkan ke seluruh bagian wajah, terasa licin. Maksud licin di sini bukan dalam artian negatif ya, lebih seperti spreadable, gitu. Butuh waktu 1 menit untuk menyerap. Makanya, saya bilang teksturnya berbeda dengan toner cair pada umumnya. Kalau toner yang bentuknya cair, akan menyerap dalam beberapa detik saja. Produk ini, meskipun membutuhkan waktu untuk menyerap, namun ketika sudah menyerap, dia menyerap dengan sempurna. Lembap, namun tidak lengket.
Hal lain yang menjadi nilai plus adalah aromanya. Gak ada aroma wewangian apapun itu yang menyegakkan hidung. Saya agak-agak mudah tertanggu dengan skincare yang ada aromanya, meskipun aromanya wangi.
Baca Juga : Review Skintific Eye Cream Massager
Review Skintific ini seharusnya menyertakan foto before after. Karena saya gak punya foto 6 bulan yang lalu dalam keadaan bare face, saya hanya bisa menyertakan foto before after dalam sehari, hanya untuk menunjukkan efek melembapkan yang diberikan oleh produk ini. Tapi, meskipun tanpa bukti, saya bisa merasa kulit saya jauh lebih normal dari biasanya, gak ada minyak berlebih yang membuat kulit saya berjerawat, seperti yang biasanya terjadi. Kulit jauh lebih halus dan enak dipegang. Jadi, sebagai penutup, untuk skincare seharga 90.000 yang awet hingga 6 bulan, memiliki kandungan yang punya banyak manfaat untuk kulit wajah, toner Skintific ini masuk ke dalam list skincare favorit saya tahun ini!
Friday, 29 April 2022
Colorkey Soft Matte Lip Cream: Lokal, Murah, Berkualitas
Era lip cream sepertinya emang gak ada akhirnya ya. Gak heran sih, selain kepraktisan dan formulanya yang awet, pilihan warna yang beragam dari berbagai brand yang ada juga menjadi alasan kenapa orang-orang gak bisa move on dari lip cream, termasuk saya! Setiap ada brand baru yang mengeluarkan produk lip cream, saya pasti penasaran buat coba. Meskipun terlihat serupa, tiap brand biasanya punya ciri khas yang bikin lip cream mereka berbeda dari brand lain, entah dari tekstur, staying power, atau yang tadi saya bilang, pilihan warnanya.
Kali ini, muncul lagi brand lokal yang menarik perhatian saya karena baru aja ngeluarin lip cream, yaitu Colorkey Beauty. Brand ini baru pertama kali saya denger, tapi begitu melihat kemasan produknya yang minimalis, chic, girly ini, jadi penasaran. Colorkey Soft Matte Lip Cream ini hadir dalam 5 warna, yaitu Waffle, Cherry On Top, Pancake, Milkshake, dan Maple.
KEMASAN
Colorkey Soft Matte Lip Cream ini hadir dengan kemasan yang minimalis. Gak terlalu besar, hanya seukuran telunjuk (ya, telunjuk saya), jadi gak ngabisin tempat di pouch make up. Beberapa orang ada yang lebih suka lip cream yang kemasannya panjang karena gak kagok pada saat pengaplikasian lip creamnya. Tapi buat saya gak ada bedanya, tetap nyaman-nyaman saja.
Lalu, seperti yang tadi saya bilang, designnya gak macem-macem. Sederhana dan manis, dominasi warna peach bikin lip cream ini terlihat girly.
KLAIM
Uniknya, produk ini gak dilengkapi dengan informasi klaim produk secara detail. Penjelasannya hanya sebatas transferproof, pigmented, dan long lasting. Umumnya, produk-produk kecantikan mencantumkan key ingridients di bagian kemasannya, sebagai highlight informasi produk. Tapi, untuk produk ini, saya gak tau kandungan utama yang menarik dalam lip cream ini apa. Mungkin saya harus googling satu persatu manfaat dari kandungan yang ada, secara manual.
KANDUNGAN
Isododecane, Trimethylsiloxysilicate, Mica, Silica, Hydrogenated Polydecene, Dimethicone Crosspolymer, Nylon-12, Dimethicone, Disteardimonium Hectorite, Propylene Carbonate, Phenoxyethanol, Tocopherol
TEKSTUR, AROMA, DAN WARNA
Teksturnya kental tapi spreadable. Yang perlu diacungi jempol adalah tekstur yang ringan. Saya juga bingung, teksturnya padahal cream pada umumnya, tapi begitu diaplikasikan, aluuus banget dan ringan di bibir, warnanya langsung menyatu ke bibir. Kalian pasti pernah kan nemu lip cream yang waktu dipakai, jatohnya jadi kayak pakai cat di bibir? Gak nyatu dan keliatan banget ada lapisan di atas bibir. Kalau ini, nggak! Pemakaian 1x oles, sensasinya mirip kaya abis pakai lip tint, lebih berat sedikit lah, sedikit banget. Pemakaian 2x oles, tentu terasa lebih berat tapi tetap nyaman, dan yang jelas, pemakaian 2x oles bisa mengcover warna bibir dengan sempurna.
Aromanya enak, manis seperti kue, tapi gak menyengat. Begitu diaplikasikan juga aromanya menghilang. Jadi gak masalah buat saya yang gak suka wewangian di kosmetik dan skincare.
Seperti yang tadi saya bilang, Colorkey Soft Matte Lip Cream ini hadir dengan 5 warna, yaitu Waffle, Cherry On Top, Pancake, Milkshake, dan Maple. Aku bakal review tiap-tiap warnanya ya!
1. Waffle : Warna bata, yang mungkin banyak orang bilang juga teracota. Warnanya masuk ke semua skintone, natural semi bold. Konsistensinya bagus, sekali poles bisa langsung mengcover bibir.
2. Cherry On Top : Warna merah ala bibirnya Snow White. Kalau shade waffle ada tone orangenya, shade ini ada sedikit tone pinknya yang bikin warna ini bisa masuk juga ke kulit dengan undertone warm.
3. Pancake : Warna paling nude dan paling sheer coverage. Cocok untuk base ombre. Butuh 2x oles untuk mengcover warna bibir saya. Warna ini juga paling tricky saat dipakai, 1x oles gak cukup nutupin garis hitam bibir, 2x oles kok ya rasanya jadi neon. Warna-warna gini emang bermasalah di kulit sawo matang saya, pakai ini harus sambil pakai make up, kalau nggak, bakal aneh di muka kusem saya.
4. Milkshake : Warna pink fuschia yang cantik banget. Sebenarnya tekstur dan konsistensinya masih di bawah Waffle, tapi saya suka hasilnya di bibir yang bikin bibir pink natural. Tanpa pakai make up wajah, pakai warna ini di bibir aja udah fresh banget.
5. Maple : Kalau Cherry On Top lebih cocok untuk kulit dengan cool under tone, shade Maple ini dibuat khusus pecinta lippen merah dengan undertone warm. Ada hint orange kecoklatan yang bikin warnanya gak terlalu neon ketika diaplikasikan. Ini warna favorit saya.
Untuk ketahanan dari Colorkey Soft Matte Lip Cream ini, tergantung dari apa yang kamu makan dan minum. Kalau lagi puasa, ya 12 jam juga tahan-tahan aja. Tapi kalau makan makanan berminyak, ya luntur sedikit, malah ngeri gak sih kalau gak luntur. Lalu, soal transferproof juga terbukti benar, lip cream ini gak ninggalin noda di tisu atau di tangan ketika saya cium.
KESIMPULAN
+ Harga terjangkau
+ Aroma enak
+ Design minimalis
+ Staying power bagus
+ Bisa mengcover garis hitam di bibir
+ Ringan dipakai
- Minim informasi produk pada kemasan
- Pilihan warna masih terbatas
Yang lebih menarik lagi, dengan semua ulasan positif yang saya bagikan, Colorkey Soft Matte Lip Cream ini dijual dengan harga yang super terjangkau, hanya 59.000 aja. Bahkan kalau kamu beli bundling langsung 5 warnanya sekaligus, harganya hanya 180.000, kalau dihitung satuannya hanya 38.000 aja, ya Tuhan murah banget tolong. Cus yang penasaran dan mau coba, lansung aja cari di shopeenya Colorkey Beauty , dan kalau penasaran sama brand ini dan produk-produk lainnya, intip aja instagramnya Colorkey Beauty, mereka sering share info-info menarik seputar produknya.
Wednesday, 23 February 2022
REVIEW: Avoskin Retinol Miraculous Ampoule, Kulit Menjadi Kembali Muda, Kenyal, dan Sehat!
Kali ini, ulasannya juga masih tentang retinol, dan juga masih dari brand Avoskin. Produk ini adalah step selanjutnya yang diaplikasikan setelah Toner. Konon, Mbah Suhay juga takjub dengan produk ini, karena menurutnya produk ini betul-betul mampu menyamarkan kerutan di wajahnya, meskipun beliau masih merasa tidak percaya, too good to be true mungkin buat beliau.
Saya juga, gak muluk-muluk, gak berharap kalau produk ini mampu bikin saya terlihat lebih muda, menghilangkan kerutan-kerutan dan semacamnya. Saya cuma berharap kulit saya beregenerasi dengan optimal, mengurangi noda-noda lama bekas jajahan jerawat selama ini. Tapi, gimana ya hasilnya? Simak teruss!
KEMASAN
Masih dengan warna yang serupa dengan produk sebelumnya, Avoskin Miraculous Retinol Ampule ini dikemas dalam bentuk botol dengan aplikator pipet. Gak ada komplain apapun, apalagi saya pecinta kemasan botol pipet, memudahkan untuk menakar produk yang akan dipakai, dan lebih higienis tentunya.
KANDUNGAN
Water, Propylene Glycol, Glycerin, Phenoxyethanol, Carbomer, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Caprylic/Capric Triglyceride, Camellia Sinensis (Green Tea) Leaf Extract, Methyl Methacrylate Crosspolymer, Polyglutamic Acid, Tetrasodium EDTA, Retinol, Hydrogenated Lecithin, Ethylhexylglycerin, Cholesterol, Biosaccharide gum-1, Tocopheryl Acetate, Rubus Idaeus (Raspberry) Fruit Extract, BHT, Punica Granatum (Fruit) Extract, Butylene Glycol, Phaseolus Radiatus Seed Extract BHA, Avena Sativa (Oat) Meal Extract, Palmitoyl Hexapeptide-12
KLAIM
Avoskin Miraculous Retinol Ampoule memiliki kandungan utama 3% Actosome Retinol yang 50% lebih rendah efek samping pada kulit dibandingkan dengan retinol lainnya. Dipadu dengan kandungan Vitamin E, ekstrak buah pomegranate, dan ekstrak green tea yang bekerja secara optimal untuk memicu regenerasi sel kulit sehingga meningkatkan produksi kolagen alami pada kulit.
Produk Miraculous Retinol Ampoule ini efektif untuk:
- Menunda munculnya tanda penuaan dini pada kulit.
- Menyamarkan noda hitam dan garis halus.
- Menjaga kekenyalan atau elastisitas kulit.
- Mencerahkan kulit wajah dan meredakan jerawat.
CARA PEMAKAIAN
- Aplikasikan secara merata pada kulit wajah menggunakan ujung jari
- Bilas keesokan harinya, dan jangan lupa gunakan sunscreen favoritmu
HASIL PEMAKAIAN
Seperti yang saya duga, tekstur dari Avoskin Retinol Miraculous Ampoule sedikit lebih kental dari Avoskin Retinol Miraculous Toner. Berwarna putih dengan aroma yang gak bisa dideskripsikan, namun gak mengganggu karena aromanya menghilang dengan cepat saat kita aplikasikan. Sama dengan tonernya, Avoskin Retinol Miraculous Ampoule ini juga cepat menyerap. Hanya butuh 1 tetes untuk seluruh wajah. Setelah memakai produk ini, gak ada perasaan lengket atau gak nyaman seperti kebanyakan skincare retinol yang pernah saya coba. Ini merupakan poin yang menyenangkan, karena saya sebetulnya paling malas kalau harus tidur dengan kondisi wajah yang lembapnya berlebihan, bikin parno kalau debu-debu, kuman, dan kotoran di udara, bantal, selimut, akan bersarang di wajah saya.
Pemakaian sebulan, saya langsung merasakan hasil yang lebih optimal dibanding dengan saya hanya memakai Avoskin Retinol Miraculous Toner. Tektur kulit jauh lebih halus, kulit lebih bersih, beruntus semakin berkurang, pokoknya tekstur kulit saya terasa enak untuk dipegang-pegang. Garis senyum dan flek hitam, masih terlihat begitu-begitu saja, tapi saya gak tau kalau dilihat pakai mikroskop, mungkin sedikitknya ada perubahan. Lagipula, garis senyum saya memang sudah dalam dari sananya, jadi ya mungkin agak sulit ya untuk diotak-atik.
Suatu kali, saya melihat review orang lain mengenai ampoule ini. Lalu, saya agak terkejut waktu membaca salah satu review seperti ini, "karena mengandung retinol, ampoule ini gak disarankan dipakai setiap hari, maksimal seminggu 3x". Wew, saya tau kalau retinol ini cukup "keras" untuk kulit sensitf, tapi yang saya tau, tiap brand punya formulanya masing-masing, sehingga ada beberapa yang membolehkan untuk pemakaian sehari-hari. Saya pikir produk ini adalah salah satunya, karena saya gak melihat ada larangan penggunaan tiap hari pada kemasannya. Tapi ya, saya juga agak-agak cemas, takut saya ketinggalan informasi, jadi saya langsung menanyakannya pada admin Avoskin di Instagram. Hamdallah, adminnya jawab bahwa semuanya tergantung kulit masing-masing, kalau sudah terbiasa pakai retinol tiap hari dan gak ada efek samping apapun, gak masalah untuk pemakaian tiap malam, yang penting tetap pakai sunscreen! Ya, jelas, saya hajar aja pakai tiap hari, dan hasilnya juga buagyus bangettt!
Baca Juga : Review Avoskin Toner, Retinol Untuk Kulit Sensitif
REVIEW : Skintific 360° Crystal Massager Lifing Eye Cream, Gak Heran Kalau Produk Ini Viral!
KANDUNGAN DAN KLAIM
- Maytixytl™ 3000 Peptide: Mengurangi garis halus, menstimulasi produksi kolagen dan memperbaiki tanda-tanda penuaan
- SKN™-AKE Peptide: Mengurangi tampilan mata sembab, mengurangi kontraksi-mikro pada otot kulit sehingga mencegah pembentukan kerutan dan garis-garis ekspresi pada mata.
- Acetyl™ Tetrapeptide-5: Mengurangi tampilan bawah mata yang gelap, membantu mengurangi melanin dengan menghambat aktivitas elastase.
Lift-Tech™ 360 ° Crystal Roll Massager yang terdapat pada eye cream ini membantu mengurangi garis-garis halus/ fine lines dalam 3 menit, mengurangi area bawah mata yang gelap, dan mengurangi tampilan mata sembab.
CARA PEMAKAIAN
- Tekan dan oleskan krim mata dalam jumlah yang tepat di sekitar area mata.
- Sentuh bagian besi pada Activation Metal Area dan tekankan pada kulit untuk menghidupkan vibrasi/getaran dari massager.
- Pijat area mata sebelum terserap sempurna.
- Bisa digunakan untuk memijat seluruh wajah.

