Sunday, 9 April 2017

Menghilangkan Komedo dengan Blackhead Removal Activated Carbon (A Review)

Menurut aku, masalah wajah yang paling menyebalkan dan menguji mental adalah jerawat! Apalagi untuk kulit berminyak seperti aku, sulit banget untuk menghindari masalah iniKadang sirik ngeliat orang-orang yang tipe kulitnya kering, masalahnya gak serumit tipe berminyak.

Kalau di Indonesia ada strip pore pack yang dikhususkan untuk mengangkat komedo hidung. Tapi ada juga yang jenis peel off mask seperti Garnier, Vienna, sama apa lagi ya... Kalau produk lokal sih aku cuma tau itu aja. Sedangkan untuk produk luar udah lumayan banyak yang ngeluarin masker model begini. Selama ini yang pernah kucoba adalah dari The Face Shop dan Etude. Dan kemariiiin lagi booming lagi satu produk di kalangan beauty blogger. Produk ini dari My Scheming yaitu Blackhead Removal Activated Carbon (selanjutnya disebut BRAC), dan jujur ini pertama kali aku dengar brand ini.

Produk ini lagi banyak banget direview karena keampuhannya dalam mengangkat komedo membandel. Memang jika dibandingkan dengan pore strip pack, beli masker model begini bisa dibilang lebih hemat karena dapat digunakan berkali-kali. Tapi apa benar produk ini bisa ngangkat komedo dengan maksimal? Yuk simak terus reviewnya!

KEMASAN


Box nya berisi 3 produk, seperti ini.



 

Setiap produk ada fungsinya masing-masing, dan dijelaskan juga di kemasannya bagaimana langkah-langkah penggunaannya.

Jadi botol putih yang pertama berfungsi untuk membuka pori dan melunakkan komedo yang ada sehingga mempermudah untuk pengangkatan komedo
Tube hitam yang kedua adalah produk utamanya, yaitu masker pengangkat komedonya.
Dan yang ketiga, ini fungsinya untuk menutup kembali pori yang tadi telah terbuka.
Aku agak kurang sreg sama kemasan botolnya. Agak terlihat (sorry) murahan, soalnya tulisan dan designnya kurang menarik menurutku.


KANDUNGAN
Yang ada keterangan kandungan hanya si maskernya saja. 


AROMA

Ketiganya sama, aromanya menyengat. Aku agak sulit mendeskripsikannya, yang jelas ketiganya punya aroma kimi yang cukup kuat, apalagi si maskernya. Aku pakainya sampai tahan napas. -_-

TEKSTUR

Teksturnya ini seperti lebih kental dari Vienna, dan lebih cair dari The Face Shop. Ya pas lah. Gak terlalu sulit untuk pengaplikasiannya.

HASIL

Okay girls. I'm so sorry, aku gak ada foto saat pengaplikasian, karena begini ceritanya...
Pertama aku pakai, aroma si maskernya kuat banget, menusuk hidung, dan bikin pusing. Setelah itu, waktu aku lepas maskernya, blackhead tetap ada, apalagi whitehead, jauh dari ekspektasiku. Jadi intinya, aku agak nyesal beli itu karena kemakan iklan di mana-mana. 

Selain ketidakampuhannya dalam mengangkat blackhead dan whitehead, yang bikin aku mundur untuk menggunakan ini adalah karena baunya sumpah bikin gak nahan. Jadi emang bener harus pinter-pinter beli produk, yang lagi booming belum tentu oke.

Biasanya di akhir review aku akan merangkum kelebihan dan kekurangan produk. Tapi untuk produk ini aku sama sekali gak nemu kelebihannya. So sorry :(

KESIMPULAN

- Kemasan terkesan produk abal/ murahan
- Bau kimia menyengat
- Tidak mengangkat whitehead maupun blackhead

Nilai :  1/5
Di mana belinya? Banyak di online shop
Harga : Kisaran 150.000

Beli lagi: Definetely NO. 
Continue reading Menghilangkan Komedo dengan Blackhead Removal Activated Carbon (A Review)

Sunday, 15 January 2017

Shiny Straight Hair with Philips Kerashine Hair Straightener

Halo semuaa!
Biasanya aku review produk makeup atau skincare ya.
Nah sekarang aku mau share tentang alat pelurus rambut alias hair straightener, atau lebih kerennya lagi catokan.

Sebelumnya, saat rambutku panjang, aku jaraaaaang banget catok rambut, biasanya rambutku hanya aku gelung lalu setelahnya kuurai, jadinya jadi big curly hair gitu. Kalian bisa lihat tutorialnya DI SINI.

 Tapi semenjak rambutku pendek, dan tipe rambutku ini ngembang banget, jadi lebih butuh perthatian dibanding dengan saat rambutku panjang. Soalnya kalau gak dipakein apa-apa, ini rambut kaya singa, apalagi setelah keramas.

Nah setelah rambutku pendek, aku langsung cari catokan. Aku udah beberapa kali pakai catokan, yang terakhir kupakai adalah merknya Vidal Sassoon. Tapi karena rusak, jadi aku akhirnya memutuskan untuk beli yang baru. Tadinya pengen GHD atau glampalm, tapi... Hmmmm.... kalian pasti tau alasannya! Ya, selain mahal, akupun gak akan selamanya pakai catokan. Saat rambutku panjang nantipun aku bakal jarang banget pakai catokan.

Nah, setelah browsing sana sini, akhirnya pilihanku jatuh pada catokan ini, yaitu Philips Kerashine Hair Straigtener, Ini adalah salah satu produk dari seri Philips Kerashine, selain catokan, ada juga hair dryer dan Essential Care Air Hairstraightner.

Alasan aku beli ini adalah karena aku juga pernah pakai hair dryer dan catokan Philips, lalu aku suka sama hasilnya, dengan harga yang masih masuk akal, hasilnya tidak mengecewakan. Dan dia juga awet, gak gampang rusak. Selain itu, aku tergiur dengan embel-embel Kerashine dan ionnya, yang katanya bakal bikin lambut berkilau dan meminimalisir terjadinya kerusakan rambut. Pssst! Tapi tetep ya, gak ada catokan yang bakal bikin rambutmu tetap sehat!

Produk Philips ini bisa kamu beli di toko-toko Elektronik, ataupun di toko yang menjual peralatan salon. Harganya variatif tapi mungkin kisaran 400.000 - 600.000, tergantung di mana belinya.

Untuk hasilnya sih aku puas, dia cepet ngelurusinnya. Biasanya rambut aku ini agak sulit dilurusin dan butuh sampai 20 menitan untuk dicatok, tapi pakai ini hanya 8-9 menit juga udah rapi. 

Yang aku sayangkan dari produk ini adalah, kita gak bisa ngatur temperaturnya. Jadi hanya ada tombol on offnya, dan saat dinyalakan dia otomatis panas sendiri, dan panasnya kalau gak salah hingga 210 C. Padahal biasanya aku kalau pakai catokan pakai yang panasnya paling rendah, kasian rambutnya. oleh karena itu, untuk meminimalisir kerusakan rambut, penggunaan vitamin sebelum catokan adalah wajib hukumnya!

Penasaran sama catokan ini? Di sini aku cantumin video aku saat menggunakan Philips Kerashine Hair Straightener ini. Hope you like it!




XOXO
Continue reading Shiny Straight Hair with Philips Kerashine Hair Straightener

Saturday, 14 January 2017

, ,

How to Apply Eyeliner Easily with Mizzu Eyeliner Pen (A Review)

Aku selalu menganggap bahwa eyeliner itu udah termasuk must have item deh buat cewek-cewek. Udah setara pentingnya sama bedak gitu. Tapi, walaupun seperti itu, kadang aku juga gak tiap hari pakai eyeliner. Ada beberapa hal sih, seperti misalnya aku pakai kaca mata, dan kerjaanku 60% lebih banyak di balik layar a.k.a depan komputer. Kalau udah kelamaan depan komputer kan mata suka cape juga ya, kadang jadinya gosok-gosok mata dan berakhir dengan eyeliner yang beleberan. Jadi memang kalau aku gak ada agenda untuk ketemu orang, aku biasanya cuma bedakkan aja.

Beda lagi kalau misalnya aku harus ketemu orang, make up itu penting buatku. Kenapa? Banyak orang yang bilang kalau muka aku ini kaya bocah, sering disangka anak kuliah, bahkan pernah ditanya "anak SMA mana, Dek?" , jadi makeup ini penting untuk membentuk karakter sebagai wanita karir. Ceilah. 

Balik lagi soal eyeliner, sebenernya udah banyak eyeliner yang kupunya, dari mulai yang liquid sampai yang gel. Nah, tapi sekalipun aku belum pernah coba yang bentuk spidol karena kupikir hasilnya bakal aneh gitu. Tapi karena saking penasarannya, dan makin kesini eyeliner pen ini makin banyak yang pakai, dan banyak juga brand yang mengeluarkan produk semacam ini, kupikir "Wah! Kayaknya ini bagus juga!"

Sempat ingin coba punyanya Wardah tapi sumpah nyarinya suliiiit. Sering out of stock. Akhirnya cari alternatif lain, dan brand ini juga sekarang lagi naik daun karena produk-produknya yang gak mengecewakan, yaitu dari MIZZU. Awalnya kupikir Mizzu ini adalah produk Korea, ternyata dia diproduksi oleh PT. Astoria Prima yang berlokasi di Jakarta.

Okey, ceritanya segitu dulu ya. Sekarang kita langsung review aja yuk.

KEMASAN


Dengan box kotak panjang ini di dalamnya langsung berisi eyeliner pen nya. Biasa aja sih, hitam. Tapi ada yang aku suka dari kemasannya. Tutupnya ini kuat. Jadi memang harus ditekan untuk menutup pen ini dengan sempurna. Ini menguntungkan, jadi tutupnya gak mudah kebuka kalau diabur di tas makeup. Paling kesel kan ya kalau misalnya nyimpen makeup di tas, tiba-tiba pas mau dipakai kita cuma nemu tutupnya doang (langsung panik), ini kejadian waktu aku pakai lipstick wet n wild. Haha.

Nah ini penampakan spidolnya. Ujungnya runcing, tapi empuk kok. Jadi gak sakit waktu dipakai.


KANDUNGAN


KETEBALAN
Ketebalannya tergantung seberapa kuat tekanan yang kamu gunakan pada saat pengaplikasian. Kalau kamu gak terlalu neken saat pengaplikasiannya.


Gambar yang pertama adalah saat pemakaian tidak ditekan, sedangkan yang bawah pada saat ditekan. Maaf untuk gambarnya yang terlalu terang. Aslinya warnanya hitam pekat kok.

DAYA TAHAN
Eyeliner ini sama sekali gak waterproof. Sebenarnya kalau hanya dialiri air saja sih gak akan hilang, hanya sedikit pudar seperti gambar di bawah ini :


Tapi kalau saat kena air kamu gosok, ya sudah bleberan seperti ini :



Tapi ini cukup sweatproof sih, asal kamu gak suka kucek-kucek mata aja. Jadi mungkin dia ini waterproof dan sweatproof tapi gak gosokproof ya. Haha.

HASIL
Aku gak ada foto khusus untuk penggunaan eyeliner ini. Tapi postingan-postingan aku bulan kemarin, tiap aku make upan, aku selalu pakai ini kok. Aku jadi jatuh cinta dengan eyeliner pen seperti ini karena pengaplikasiannya super mudah. Kamu bisa bikin macam-macam eyelines. Mau pake wing, double wing, atau yang natural-natural aja, itu gampang banget.

So, kesimpulannya
+ Mudah untuk diaplikasikan
+ Harga super terjangkau
+ Cukup sweatproof
+ Ketebalan dapat diatur

- Mudah bleberan kalau kita gosok-gosok
- Counter Mizzu kalau di Bandung agak sulit dicari

Harga : Seper murah! kalau gak salah aku belli di Mahmud itu gak sampai 40 ribu deh
Nilai : 3.5/5
Beli lagi? Tentu, iya!

Buat kalian yang juga pecinta eyeliner pen, comment dong brand apa yang kalian suka?
Continue reading How to Apply Eyeliner Easily with Mizzu Eyeliner Pen (A Review)

Saturday, 3 December 2016

Sponsored Review : Garnier Micellar Water

Masih dari Garnier. Beberapa waktu yang lalu aku mendapatkan Beauty Box dari Garnier. Kalau kemarin untuk produk white speed yang sudah cukup lama berkecimpung di dunia kosmetik, kali ini adalah tentang produk terbarunya Garnier, yap! Garnier Micellar Water


Seperti yang kita tau, produk Micellar Water di Indonesia masih belum umum. Jadi saat tau bahwa Garnier meluncurkan produk Micellar Water ini, penasaran banget! Merasa beruntung untuk jadi salah satu blogger yang berkesempatan untuk nyobain produk ini untuk pertama kalinya.

Sebenarnya Garnier Micellar Water ini sudah ada dari dulu untuk di luar Indonesia, tapi untuk yang di Indonesia dia memang baru masuk sekarang-sekarang dan dibandrol dengan harga yang super terjangkau! Ini sangat membantu sih, karena seperti yang kita tahu, Micellar Water andalan beauty blogger, si merk tetangga itu, harganya bikin kita malah jadi males makeupan. Haha.

Untuk lebih jelasnya, simak terus ya!

Nah ini adalah penampakan isi beauty box dari Garnier. Boxnya gede banget (and as always.. cantik!). Di dalamnya terdapat 2 Micellar Water berukuran 125 ml yang botol pink dan juga botol biru, serta box berisi kapas bulat (yang bentuknya mirip cireng persib yang belum digoreng).



KEMASAN
Kemasannya dia simpel. Aku gak ada masalah sih. Botolnya pastik dengan tutup flip top.



Jadi, Micellar Water ini ada 2 jenis :
1. Botol Pink : khusus untuk kulit yang sensitif




2. Botol Biru : khusus untuk kulit bermiyak yang mudah berjerawat



So, its kinda tricky to pick one because as you know, I have oily combination skin. Untuk beberapa area wajahku mudah sekali berminyak, tapi beberapa juga kering. Hmm. 

KANDUNGAN
Di sini aku foto kandungannya apa aja, jadi kalian bisa lihat perbedaan-perbedaannya ya..




AROMA
Untuk aroma, dia gak ada aroma yang aneh-aneh. Tapi untuk si botol biru, emang sedikit lebih tercium alkoholnya walaupun samaaaar banget. Kalau gak diendus-endus banget juga gak akan kerasa. 


HASIL
Untuk menguji dan membandingkan keduanya, disini aku memperlihatkan bagaimana jika aku membersihkan makeup di bagian kiri dengan botol yang pink, dan makeup di bagian kanan dengan botol biru.


So sorry for the bad lighting, Bandung suka tiba-tiba mendung :( 






Ini hasilnya, keduanya sama sama dapat mengangkat make up hingga bersih. Di sini aku pakai full make up jadi butuh beberapa kapas untuk membersihkannya. Ada beberapa perbedaan yang aku rasakan antara botol pink dan botol biru setelah pemakaian.


Botol Pink : Butuh 3 kapas untuk membersihkan secara optimal (untuk make up berat). Setelah pemakaian, wajah lebih lembab.


Botol Biru : Hanya butuh 2 kapas untuk membersihkan. Setelah pemakaian, wajah lebih kesat.

Jadi memang betul jika botol pink untuk kulit yang sensitif karena tampaknya kandungannya tidak terlalu seberat yang biru. Sedangkan yang biru untuk kulit berminyak dan berjerawat karena dia mampu mengangkat minyak-minyak di wajah secara optimal. So, the choice is yours!

See you around, pretties!


Continue reading Sponsored Review : Garnier Micellar Water

Saturday, 26 November 2016

, ,

Sponsored Review : Garnier Light Complete White Speed Series Program 3 Hari

Beberapa waktu yang lalu, mungkin hampir sebulan yang lalu, aku dapat kiriman paket dari Garnier. Beauty box kali ini mempromosikan produk Garnier yang menjanjikan kulitmu cerah hanya dalam 3 hari saja!

Well, sebenernya kuliku sawo matang, tapi aku gak ada pikiran untuk mengubah warna kulitku. Jadi di sini tujuanku memakainya hanyalah untuk meratakan warna wajah, menyamarkan noda-noda gelap bekas jerawat, gigitan nyamuk, dan sebagainya karena kulitku termasuk yang susah dalam penyembuhan noda bekas jerawat atau apapun itu.

Oke, lanjut lagi. Beauty box ini warnanya kuning lemon yang cerah banget. Kupikir dengan ukuran yang cukup besar ini, di dalamnya akan ada banyak produk, ternyata hanya 2 saja. Eh, bukannya bersyukur! Oh iya, dan satu lagi, ada pouch berbentuk lemon yang cute banget!

Tadi aku sudah bilang bahwa beauty box ini berisi 2 produk. Ada yang tau apa aja?
Yap! Di sini aku dapat  Ligh Complete Multi Action Whitening Serum Cream dan Light Complete Super Essence.

Simak terus ya untuk tahu gimana kesan kesanku terhadap Garnier ini selama kurang lebih 2 minggu pemakaian.

HARGA
Cream : 53.000
Essence : 29.000

KEMASAN
Cream

Packagingnya terbuat dari kaca, jadi lumayan berat. Kemasannya ini gak murahan, menurutku karena dilapis kaca, malah membuat produknya terlihat lebih lux, berkelas, gak ringkih. Cuma ya aku memang kurang suka pakai krim krim yang model colek gini, kurang higienis dan kurang praktis.

Essence
Kemasannya tube dengan lubang kcecil yang memudahkan kita dalam pemakaian. Apalagi serum ini teksturnya cair, jadi kita bisa mengatur seberapa banyak serum yang akan kita pakai.

TEKSTUR
Cream
Sesuai namanya ya, teksturnya creamy tapi mudah dibaurkan kok. Kurang lebih butuh waktu 1 menit untuk membuatnya menyerap dengan sempurna.

Essence
Untuk yang essence teksturnya watery, seperti essence pada umumnya. Karena teksturnya yang cair, essence ini tentunya lebih cepat menyerap dibandingkan dengan yang cream.

AROMA
Cream : Khas produknya Garnier, wanginya lemon segar. Aku suka sih wanginya, gak mengganggu.
Essence : Untuk yang essence, wanginya agak berbeda. Lebih kerasa asamnya. Kalau kalian tau peyeum, nah wanginya agak mirip kaya gitu. Haha.

HASIL 
Oke, walaupun beauty box ini menjanjikan bahwa rangkaian ini mampu membuat kulit cerah selama 3 hari, namun untukku 3 hari terlalu singkat untuk menyimpulkan hasil dari pemakaiannya, karena aku belum melihat perubahan apa-apa. Jadi di bawah ini adalah hasil selama 2 minggu pemakaian.

Cream : Karena tipe kulitku oily, jadi untuk yang cream ini malah bikin kulitku semakin berminyak. Cream ini kurang efektif jadinya untuk kulitku yang oily. Cream ini meninggalkan efek white cast di wajah yang mana aku kurang suka. Lalu untuk efek mencerahkannya, ini gak terlalu kelihatan. Mungkin butuh waktu lebih dari 2 minggu ya.

Essence : Untuk essence ini, walaupun teksturnya cair, namun dia sedikit meninggalkan sensasi lengket-lengket gitu. Tapi setelah beberapa menit, sensasi itu menghilang sih. Aku punya cerita. Waktu itu leher aku ada sedikit kering dan kasar, lalu aku iseng pakai serum ini di bagian yang bermasalah tersebut, Eh besoknya, leherku kembali haluuuusss. Untuk efek mencerahkannya, ini juga sama dengan yang cream. Aku kurang merasakan efek mencerahkannya. Tapi aku tetep suka sama yang essence ini karena membuat kulit menjadi lebih halus.

So kesimpulannya

CREAM
+ Kemasannya lux
+ Harga terjangkau dengan isi yang banyak
+ Wangi segar tidak mengganggu
+ Melembabkan kulit

- Untuk kulit berminyak, bikin semakin berminyak
- Memberikan efek white cast pada wajah
- Efek mencerahkan belum terasa

ESSENCE
+ Tekstur watery, mudah menyerap
+  HargaTerjangkau
+ Kemasan higienis
+ Melembabkan kulit
+ Menyembuhkan kondisi kulit yang bermasalah

- Agak menyengat baunya
- Ada sensasi lengket di awal pemakaian
- Efek mencerahkan belum terasa

Nilai
Cream : 2/5
Essence : 3,5/5

Beli lagi?
Cream : Engga
Essence : Dipertimbangkan dulu ya. Bisa jadi ya, ataupun ngga (tergoda sama serum lain).

Kalian ada yang pernah pakai ini? Share yuk gimana efeknya di kamu!
XOXO!

Continue reading Sponsored Review : Garnier Light Complete White Speed Series Program 3 Hari

Sunday, 6 November 2016

, , , ,

REVIEW : Emina Sun Protection SPF 30 PA+++

Menurutku, sunscreen ataupun sunblock adalah skincare terpenting dalam dunia kecantikan. Kenapa? Karena mencegah lebih baik daripada mengobati, ya kan? Tapi sayangnya, aku bukan penggemar Sunblock. Tipikal sunblok hampir semuanya memberikan efek white cast, lengket, dan setelahnya bikin break out. Ugh! Niatnya mau mencegah masalah kulit malah datengin masalah ini sih.

Akhirnya selama ini aku belum pernah menemukan sunblock yang cocok di kulitku yang berminyak ini, kecuali sunblock dari dokter. Makanya daridulu walaupun aku tidak pakai krim siang/malam dari dokter, aku selalu minta resep sunblocknya.

Aku sudah pernah pakai beberapa brand Sunblock dari mulai produk lokal seperti Wardah, Skin Aqua, sampai brand luar yaitu salah satunya Clinique City Block Anti Polution yang harganya cukup menguras kantong. Tapi tetap saja, ujung-ujungnya bikin kulit main terlihat berminyak dan lengket.

Beberapa waktu yang lalu aku iseng browsing dan menemukan review dari salah satu blogger mengenai sunblock yang kini jadi andalannya dengan harga murah meriah. Sunblock ini keluaran Emina. Setelah itu aku cari lebih banyak review mengenai sunblock ini dan hampir 90% reviewnya positif. Dari mulai teksturnya yang cepat menyerap, tidak bikin break out, dan tentunya dengan harga terjangkau!

Karena selama ini akupun selalu cocok dengan produk Emina, akhirnya aku memutuskan membelinya. Saat itu aku beli di counter Emina di Bandung Indah Plaza dengan harga HANYA 27.500 aja sebanyak 60 ml.

Ini adalah penampakannya :


Harga
Harganya 27.500, cukup murah untuk sunblock sebanyak 60 ml, karena sekali kamu pakai paling hanya sebesar biji kedelai. Gak tau kapan abisnya haha.

Kemasan 
Untuk kemasan, 11 12 banget sama Facial Scrub Sugar Rushnya Emina. Perbedaannya hanya pada tulisan dan warnanya, di mana si Facial Scrub warnanya lebih coklat sedangkan Sunblocknya lebih orange. Untuk bentuk dan ukuran benar-benar sama!

Kandungan
Berikut kandungannya :


Tekstur
Teksturnya light, ringan, dan betul cepat menyerap. Agak mirip dengan Wardah tapi kayanya lebih ringan Emina deh.

Aroma
Ini salah satu minusnya. Menurutku wanginya terlalu menyengat. Wanginya seperti wangi Stella Lemon, walaupun setelahnya aromanya juga akan menghilang. Tetap saja, aku bukan pecinta skincare/makeup beraroma.

Hasil
Too bad, aku gak cocok dengan Sunblock ini. Ada beberapa hal yang akhirnya aku memutuskan untuk gak lanjut pakai sunblock ini. Yang pertama, dia memang cepat menyerap, tapi kesan lengket masih ada di wajahku (karena wajahku super oily!).  Dia bikin wajahku semakin  berminyak. Yang kedua, it sadly breaks my skin out! Padahal aku selalu bersihin makeup berkali-kali, menghindari residu yang tertinggal. Tapi tetap saja, setiap habis pakai sunblock ini, di bagian dagu dan rahang muncul jerawat kecil dan komedo yang mengendap. Walaupun gak terlalu kelihatan, tapi saat dipegang, kerasa bedanya. Dan yang terakhir, tentu saja aromanya! 

Kalau untuk fungsinya sendiri, aku gak tau ya karena yang namanya sunblock baru terlihat hasilnya beberapa puluh tahun ke depan jadi aku gak bisa komen untuk itu.

Jadi, ini kesimpulannya untuk Emina Sun Protection :

+ Harga terjangkau dan mudah ditemukan
+ Tekstur light dan mudah menyerap
+ Sepertinya lebih cocok untuk kulit kering
+ Mengandung SPF 30 dengan PA+++

- Membuat kulit semakin berminyak
- Menyumbat pori sehingga mempertinggi resiko break out
- Wanginya terlalu strong buatku, kaya pake parfum lemon ke muka

Nilai : 2/5
Beli lagi? No. Sorry, Emina. I expected more than this.

Sekian review dari aku. Kalau kalian udah pernah coba sunblock ini? Atau kalian mungkin ada rekomendasi sunblock apa yang ringan dan gak bikin breakout untuk tipe kulit berminyak sepertiku? Komen di bawah ya!
XOXO.

Continue reading REVIEW : Emina Sun Protection SPF 30 PA+++

Saturday, 29 October 2016

, , , , ,

REVIEW : Pixy Lip Cream (01, 02, 03, 04)

Setelah penantian sebulan, akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Okey, sekarang matte lip cream semakin menggila. Banyak brand lokal yang udah launching produk matte lip cream, termasuk  yang akan aku review, yaity PIXY LIP CREAM.


Pixy Lip Cream hadir dengan 4 shades, yang menurutku masih sedikit dan kurang variatif. Tapi mungkin kedepannya Pixy bakal ngeluarin warna-warna baru, siapa tahu ya? Di sini aku bakal review keempat shades yang ada yaitu dari mulai 01 Chic Rose, 02 Party Red, 03 Classic Red, 04 Fun Fuschia. Penasaran gimana kualitasnya? Shade mana yang jadi favoritku? Simak terus ya!

HARGA
Kalian bisa beli ini di dept.store, drug store, atau ke counternya langsung, dan biasanya harganya beragam. Untuk harga aslinya adalah 45.000. It’s a great deal, right?

KEMASAN

Mulai dari kemasan, Pixy Lip Cream ini dibungkus dengan box yang yang bertuliskan keterangan mengenai produk ini. Untuk kemasannya sendiri, Pixy Lip Cream ini mirip dengan lip cream mineral botanica atau zoya. Di bagian bawahnya ada kaca yang di dalamnya berwarna sesuai dengan warna lip cream tersebut. Tapi, dibandingkan dengan Mica, penampakan warna di kaca Pixy ini lebih mirip dengan aslinya. Untuk tutupnya, semua shades tutupnya pink, khas produk Pixy. Overall aku gak ada masalah dengan kemasan, tapi kayanya bakal lebih cute kalau bagian tutupnyapun berwarna sesuai dengan warna lip creamnya.

KOMPOSISI
Di sini aku cantumkan saja gambar dari boxnya ya, kalau tulisannya kurang kebaca, tinggal diklik untuk memperbesar

KETERANGAN PRODUK
Di sini dijelaskan bahwa Lip Cream ini memiliki hasil akhir matte, tekstur lembut, ringan, dan tahan lama. Bener gak ya?

AROMA
Ada aroma manis-manis gitu, mirip LT Pro Longlasting Matte Lip Cream. Menurutku wanginya gak mengganggu sih.

TEKSTUR DAN COVERAGE
Nah, untuk tekstur sendiri, ini adalah lip cream dengan tekstur paling cair yang pernah aku pakai. Tapi aku gak tau ya kalau ada yang lebih encer dari ini. Teksturnya yang ringan ini emang bikin pengaplikasian jadi lebih mudah, tapi eng ing eng, untuk sekali layer hasilnya sheer banget, jatohnya kaya pake lip tint, apalagi yang warna merahnya. Jadi untuk warna yang lebih pop, harus 2 kali layer. Untungnya lip cream ini cukup buildable, jadi gak akan terlalu menggumpal.

Walaupun teksturnya ringan, tapi yang namanya produk lippen dengan hasil matte kebanyakan jatohnya kering di bibir, termasuk punyanya Pixy ini. Sebenernya sih gak kering kaya bikin bibir ngelupas-lupas gitu, tapi lebih ke cracking, memperjelas garis-garis bibir. Jadi wajib hukumnya pake lipbalm sebelum pake lip cream (gak hanya lip cream ini aja loh ya!)

DAYA TAHAN
Untuk warna 02 dan 03 lebih cenderung tahan lama dibandingkan dengan no 01 dan 04. Mereka bisa tahan sampai 8 jam (padahal aku makan dan minum juga). Tapi untuk no 01 dan 04, dia cepat hilang terutama di bibir bagian dalam, jadi mesti sering touch up. Sebenernya  bisa aja sih si 01 dan 04 ini bertahan lama di bibir, asal jangan makan aja (ya kaleee).

SWATCHES AND REVIEW SHADES
Nah ini bagian yang ditunggu-tunggu. Aku bakal kasih swatch masing-masih shades lengkap dengan detail warnanya. Sebelum kita review satu-satu, di bawah ini adalah swatch keempat produk Lip Cream dari Pixy


Nah sekarang kita bahas satu persatu ya

01 Chic Rose


Warna nude pink ini adalah warna aman untuk semua warna kulit. Mau yang punya warm skintone atau cool skintone, it’ll looks good on you. Warna ini sangat cocok untuk penggunaan sehari-hari, gak too much dan bikin wajah kelihatan lebih fresh! Cuma minusnya, untuk shade ini kamu bakal sering touch up karena daya tahannya kurang oke. Too bad.

02 Party Red


Aku bukan penggila lipstick merah, tapi untuk penggunaan di acara-acara formal, I can totally trust this shade.  Ini adalah warna kedua (setelah Chic Rose) yang jadi favoritku. Dia masuk ke warm skintone ku. Gak bikin lenong ataupun hinyay (?). Warna merahnya redup, gelap, gak nyala-nyala gitu. So, I’m gonna tell you that this my 2nd fav!

Dan di antara ke 4 shades, shade ini adalah yang paling tahan lama! Jadi jam 11 tadi aku pergi ke acara nikahan sodaraku, dan sampai aku nulis ini (sekarang jam 07.45 pm), ini masih on! Gila gak. Padahal tadi aku makan dan minum dengan brutalnya dan udah sedia lippen juga untuk touch up dan ternyata gak kepake. Haha. Tapi tetap ya, aku pake 2 layer, kalau hanya 1 layer gak akan menutup garus hitam bibir dan jatohnya kaya pake lip tint.

03 Classic Red


Kalau tadi yang 02 itu cocok untuk warm skintone ku, untuk no 03 ini aku gak terlalu suka karena warnanya terang banget. Kalau orang Sunda bilang sih merahnya moronyoy (?), gonjreng. Merahnya cenderung ke orange neon, jadi ya gitu... Tapi masih bisa diakalin sih, campur aja sama shade yang lain. Ya gak ya gak?
04 Fun Fuschia


Menurutku untuk dibilang Fuschia, pink ini kurang gelap.  Di aku masih agak terang dan jatohnya malah kaya fresh pink gitu. Yang aku kurang suka dari shade ini adalah teksturnya. Aku ngerasa shade ini paling  cracking di bibir dan bikin bibir kering. Too bad.

Sebenernya aku berharap lebih dari Lip Cream ini. Tapi kalau dibandingkan dengan Wardah dan Mica, Lip Cream ini lebih cocok di bibir aku, tapi tetep.. belum ada yang bisa ngalahin LT Pro Longlasting Matte Cream. Hehe.

So kesimpulannya :

+ Harga terjangkau
+ Mudah dicari/ didapat
+ Packaging oke, warna di kaca bagian bawah hamper menyerupai warna asli lip cream
+ Wangi soft tidak mengganggu
+ Tekstur ringan dan mudah diaplikasikan

-       -   Coverage sheer, perlu 2x layer dalam pengaplikasian
-       -   Bikin bibir sedikit cracking (bisa disiasatin dengan selalu memakai lip balm)
-       -   Untuk beberapa warna, daya tahannya kurang oke
-       -   Pilihan warna kurang banyak

Nilai : 3/5

Beli lagi? No, kecuali kalau ada warna baru yang menarik hati

Kalian udah coba lip cream ini? Kalau udah, share dong shade mana yang kalian suka. Atau kalau kalian punya rekomendasi lip cream lain yang lebih oke, let me know ya!


XOXO!



Continue reading REVIEW : Pixy Lip Cream (01, 02, 03, 04)