Showing posts with label masker. Show all posts
Showing posts with label masker. Show all posts

Wednesday, 18 November 2020

, , , ,

REVIEW : Maska Technicolor Multimask, Masker Unik Multifungsi Untuk Berbagai Jenis Kulit

Hai teman-teman! Masih dalam episode #stayathome part sekian, saya udah mati gaya di rumah. Kebanyakan di rumah, lagi-lagi bikin saya lebih aktif dalam mengurus diri. Yang biasanya sebulan sekali ke klinik kecantikan, sekedar facial atau maskeran, sekarang mau gak mau saya cari alternatif untuk melakukan self treatment di rumah. Buat beberapa orang, merawat kulit wajah mungkin satu hal yang mudah, tapi buat saya yang punye jenis kulit kombinasi, ini adalah satu hal yang tricky.

Bayangkan saja, dalam 1 wajah ini, saya memiliki masalah yang berbeda-beda di setiap areanya. Kalau wajah saya diibaratkan dengan lapangan, bisa dibilang lapangan bagian samping kanan penuh lumpur, tapi bagian tengah tanahnya kering kerontang, lalu bagian samping kiri penuh ranjau. Terlalu banyak masalah yang gak cukup diatasi hanya dengan 1 produk.

Jadi, area dahi saya berminyak, pipi dan hidung berpori-pori besar, lalu bagian sekitar mulut saya kering. Memiliki tipe kulit wajah kombinasi ini membuat saya lebih aware dengan skincare yang saya pakai. Jangan sampai niat menghilangkan minyak berlebih di area dahi, malah membuat area mulut saya semakin kering kerontang. Makanya, produk yang akan saya review ini, sangat sangat membantu dan menjawab kekhawatiran saya selama ini, produk yang bisa merawat kulit yang berminyak, tapi juga kering, tapi juga berpori-pori besar. Apalagi, dengan kandungan-kandungan yang saya rasa berbeda dengan masker pada umumnya, saya semakin penasaran, karena ini pertama kalinya saya menemukan masker dengan kandungan mushroom extract, peach extract, dan apricot seed scrub.

Review Maska Technicolor Multimask Indonesia

Maska Technicolor Multimask. Ya, itu nama produk terbaru keluaran Maska. Maska ini adalah salah satu brand lokal yang punya konsep produk yang cerdas, menarik, lain dari yang lain. Makanya, begitu launching, saya langsung penasaran dengan produk ini. Kalian juga pasti tau, kalau produk-produk Maska sebelumnya juga sangat hits, dari mulai packaging yang apik, sampai kualitas produk yang gak main-main. 

KEMASAN

 
Review Maska Technicolor Multimask Indonesia 
Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, masalah kemasan. Maska ini punya tim design yang oke banget. Semua produknya punya design yang apik dan unik, kelihatan mewah dan ekslusif. Kemasan Maska Technicolor Multimask ini punya konsep yang lain dari masker pada umumnya. Boxnya berisi 3 strip Maska Technicolor Multimask, dan setiap strip punya 3 sachet masker yaitu Maska Pore Mask, Maska Fine Line Mask, dan Maska Oil Mask. Masing-masing sachet berisi 7 gram. Dengan kemasan seperti ini, sudah jelas kalau masker ini sangat travel friendly. Apalagi, dengan pouch yang juga kamu dapatkan saat beli masker ini, sangat ringkas dan praktis untuk dibawa-bawa.


Nah, selain mendapatkan produk dan pouch, kamu juga mendapatkan thank you card dari Maska, dan kamu akan melihat QR Code yang terletak di bagian bawah. Kamu bisa scan kode tersebut, dan dengarkan musik yang sudah disediakan untuk menambah sensasi rileksmu saat maskeran. Whoaaa.. Ini definisi the next level of maskeran, sih.

KANDUNGAN

Kandungan tiap maskernya tentu berbeda, seperti yang tercantum pada kemasannya. Kandungan utama pada setiap masker, menyesuaikan dengan fungsinya.

 Review Maska Technicolor Multimask Indonesia

Maska Pore Mask : Mushroom Extract dan Hyaluronic Acid
Maska Fine Lines : Peach Extract dan Ascorbyl Tetraisopalmitate (Vit C)
Maska Oil Mask : Centella Asiatica Extract dan Apricot Seed Scrub

Meskipun kandungannya berbeda, namun ketiga masker ini sama-sama memberikan efek extra cooling sensation, karena mengandung peppermint oil. Maska Technicolor Multimask ini dilengkapi dengan anti-pollution ingredients yang menjaga kulit dari radikal bebas dan debu. Produk ini sudah tentu terdaftar di BPOM, juga bebas alkohol, paraben, sulfate, cruelty, silikon, dan EU allergen.

KLAIM

Karena kandungan tiap maskernya berbeda, berarti fungsinyapun berbeda ya.

Maska Pore Mask : Mengandung Mushroom Extract yang mampu membantu merawat pori-pori besar sekaligus membantu mengontrol kadar sebum, serta Hyaluronic Acid yang berfungsi melembapkan dan menghaluskan kulit.

Maska Fine Line Mask : Kandungan Peach Extract yang membantu merawat fine lines, serta kerutan pada wajah, vitamin B3 membantu membuat warna kulit cerah secara merata, serta Hyaluronic Acid yang mampu melembapkan serta menghaluskan kulit.

Maska Oil Mask : Mengandung Apricot Scrub yang mampu membantu mengangkat kotoran-kotoran yang membuat pori-pori tersumbat. Grape Seed Oil dan Centella Extract yang membantu menjaga kadar minyak berlebih, menghaluskan kulit serta membantu merawat elastisitas kulit.

CARA PAKAI

Ketiga masker ini punya cara pakai yang sama, perbedaannya hanya pada letak penggunaannya, dan ini akan menjadi berbeda pada tiap orang, menyesuaikan jenis kulit masing-masing. Kalau yang ini versi saya.

1. Aplikasikan Maska Pore Mask di hidung dan kedua pipi (pori-pori besar), Maska Fine Line Mask di bagian pipi bawah dan dagu (kering/ kerutan), Maska Oil Mask di bagian dahi (berminyak).
2. Diamkan 5 hingga 10 menit, bilas dengan air hangat.
3. Gunakan 2-3 kali dalam seminggu.

TEKSTUR, WARNA, DAN AROMA

 Review Maska Technicolor Multimask Indonesia 
Ketiganya merupakan clay mask. Teksturnya kurang lebih mirip, namun Maska Oil Mask mengandung Apricot Scrub. Warna Maska Pore Mask dan Maska Oil Mask agak mirip, yaitu hijau mint. Sedangkan, Maska Fine Line Mask berwarna orange. Saya suka aroma dari ketiga masker ini. Tiap masker memiliki aroma yang sedikit berbeda, namun semuanya memiliki aroma yang segar dan menenangkan karena mengandung peppermint oil.

HASIL PEMAKAIAN

Bagian ini pasti yang banyak ditunggu, kan? :) Tenang, gak cuma hasil pemakaian, tapi saya juga akan bercerita pengalaman saat memakainya.

Review Maska Technicolor Multimask Indonesia

Seperti yang sudah saya sebutkan, permasalahan kulit wajah saya adalah area dahi yang berminyak, pipi dan hidung yang berpori-pori besar, dan area sekitar mulut yang kering. Saya aplikasikan masing-masing Maska Technicolor Multimask di bagian-bagian tersebut. Hal pertama yang saya sadari adalah aromanya yang bikin rileks. Ini adalah deskripsi "me time" sesungguhnya. Peppermint oil yang memberikan cooling sensation ini memang menjadi keunggulan Maska Technicolor Multimask, betul-betul membuat mood lebih baik. Kalau saya gak ingat kalau masker ini harus dibilas setelah 10 menit pemakaian, mungkin saya udah tidur sejak awal pemakaian.

Tekstur clay masknya sendiri mudah dibaurkan. Tadinya saya menggunakan kuas silikon untuk mengaplikasikannya, tapi setelah beberapa kali pemakaian, tampaknya lebih nyaman dan efisien jika menggunakan tangan (gak akan ada produk yang tertinggal di kuas). 

Setelah 10 menit pemakaian, saya langsung bilas menggunakan handuk hangat, supaya semua kotoran terangat dengan bersih. Setelahnya saya langsung mengamati wajah saya. Bagi saya yang kadang underestimate sama fungsi masker, saya cukup takjub dengan efek jangka pendek yang diberikan Maska Technicolor Multimask. Kulit lebih bersih dan semuanya serba pas. Gak ada bagian yang terlalu berminyak, tapi juga gak ada bagian yang kering. Saya bisa bilang begitu karena perubahan tekstur wajah yang saya rasakan cukup signifikan, kulit menjadi haluuuuus sekali, padahal sebelumnya saya gak melakukan exfoliating sama sekali.

Pemakaian-pemakaian berikutnya, menunjukkan efek yang sama. Kulit lebih halus dan bersih. Tambahannya, saya merasa kadar minyak di wajah lebih terkontrol, meskipun area dahi saya tetap berminyak, tapi gak sebanyak dulu. Saya sadar bertul kalau kadar minyak yang berlebihan dapat membuat kulit terlihat kusam, makanya setelah memakai masker ini, kulit menjadi bersih dan agak cerah. Bagian pipi dan hidung, meskipun gak otomatis membuat pori-pori mengecil, tapi membuat pori-pori jauh lebih bersih dan bebas jerawat. Begitu juga dengan area sekitar mulut, tekstur kulit terasa lebih lembap. Efek-efek ini juga terlihat pada saat saya memakai make up. Jika sebelumnya saya menggunakan Maska Tecnicolor Multimask, hasil make up lebih halus, menyatu dengan wajah, dan tahan lama.

 Review Maska Technicolor Multimask Indonesia 
Gak nyesel nyobain Maska Technicolor Multimask ini. Meskipun mungkin akan ada opini kalau harganya lumayan pricey, tapi menurut saya, sangat sebanding dengan hasil yang didapat. Apalagi jika dibandingkan dengan perawatan di klinik kecantikan, kalian akan merasa produk ini sebetulnya murah. Kelebihan lainnya dari Maska Technicolor Multimask ini, karena memiliki 3 masker di dalamnya, kalian gak perlu repot-repot beli masker lain. Kalau suatu hari kuit berminyakmu tiba-tiba kering, gak perlu lagi repot-repot cari produk baru. Benar-benar multifungsi. Juga, dengan kemasan sachetnya, masker ni cocok banget buat dibawa berpergian. Bayangkan saja, kamu bisa bawa 3 jenis masker dengan ukuran imut, yang bahkan bisa kamu selipkan di saku celana alias.. gak akan ngabisin tempat!

 KESIMPULAN

+ Produk lokal (Proud!)
+ Designnya apik dan cantik
+ Konsepnya menarik dan unik
+ Packaging sachet, travel friendly, bisa bawa 3 jenis masker sekaligus tanpa menghabiskan banyak tempat
+ Mengandung peppermint oil, cooling sensation, bikin rileks
+ Ada QR code untuk musik, bikin maskeran lebih rileks lagi
+ Mengandung anti pollution ingridients
+ Bebas alkohol, paraben, sulfate, cruelty, silikon, dan EU allergen
+ Teksturnya mudah dibaurkan
+ Membuat tekstur kulit lebih halus dan bersih 
+ Kadar minyak di wajah lebih terkontrol
+ Yang terakhir yang paling penting adalah, multifungsi. Cocok dan wajib dimiliki semua jenis kulit
- Meskipun konsepnya menarik, saya masih berandai-andai kalau produk ini mengeluarkan versi jarnya untuk setiap varian. Pasalnya, kulit saya lebih didominasi dengan bagian yang berminyak, sehingga sepertinya Maska Oil Mask nya akan lebih dulu habis dibanding varian lainnya.
- Kemasan box dengan kemasan strip berbeda. Kalau pada box urutannya adalah Pore Mask, Fine Line Mas, lalu Oil Mask. Sedangkan urutan stripnya, Oil Mask, Fine Line Mask, dan Pore Mask. Ini mungkin sepele, tapi buat saya yang matanya agak-agak rewel, agak ganggu aja liatnya.

Nilai : 4/5
Harga : IDR 210.000 (tapi kalau gak salah, mereka lagi ada diskon di shopee, buruan!)
Beli di ? Shopee Maskaofficialstore, Instagram Maska.lab, atau langsung di websitenya Maska.co.id


Continue reading REVIEW : Maska Technicolor Multimask, Masker Unik Multifungsi Untuk Berbagai Jenis Kulit

Sunday, 15 September 2019

, , , , ,

Siapa Bilang Bumil Gak Boleh Maskeran? Intip Masker Favoritku Selama Hamil!


Lagi-lagi seputar perawatan kulit selama hamil. Mudah-mudahan gak pada bosan ya. Alasan saya bolak balik menulis topik seputar ini adalah karena saya sendiri mengalaminya. Kecemasan-kecemasan melakukan perawatan kulit selama hamil, tapi juga gak bisa kalau hanya mendiamkan kulit yang kusam dan kucel karena kurang perawatan ini. Seperti yang saya pernah bilang, bahwa saya merasa kulit saya super kusam saat memasuki trimester kedua. Saya masih bisa bertahan jika hanya sekedar kusam, tapi kalau sudah masalah jerawat.. hmm.. bawaannya emosi terus. Mengatasi jerawat itu selalu tricky. Salah-salah mengobati, bisa jadi malah menimbulkan lebih banyak jerawat. Akhirnya, setelah memasuki trimester kedua, saya mulai agak rajin melakukan perawatan wajah di rumah, meskipun hanya sekedar maskeran. 

Kalian, para bumil pasti sudah banyak browsing juga mengenai ini. Masker untuk bumil yang aman apaan sih? Dan pastinya jawabannya kebanyakan adalah masker-masker dari bahan alami yang dapat dengan mudah ditemukan di dalam kulkas atau dapur. Sebutlah madu, masker andalan sejuta umat yang sayangnya gak pernah cocok di saya. Memang betul saya pernah berbagi resep tentang masker madu dan brown sugar yang jadi andalan saya. Tapi, penggunaan madu tok, tanpa campuran lain, hanya membuat kulit saya terasa gatal. Jadi, ingat ya ibu-ibu, gak semua bahan alami akan cocok di kulit kita. Bahkan, beberapa pakar bilang justru penggunaan bahan-bahan alami sebagai perawatan kecantikan kurang baik untuk kulit-kulit yang sensitif dibanding produk kecantikan yang dijual di pasaran. 

Masker Yang Aman Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Bahan alami lainnya yang kerap kali dijadikan masker adalah lidah buaya. Lidah buaya memiliki efek soothing yang luar biasa. Tapi sayangnya, bahan ini masih menuai pro kontra jika digunakan untuk ibu hamil. Lidah buaya bisa menurunkan kadar glukosa darah yang berpotensi menyebabkan bahaya bagi ibu dan bayinya. Setiap produk pangan, khususnya pencahar yang mengandung ekstrak aloe vera dapat mengurangi tingkat elektrolit sehingga gak aman untuk dikonsumsi selama kehamilan. Dari informasi tersebut, ada beberapa pendapat. Beberapa mengatakan gak masalah menggunakannya selama gak ditelan, tapi beberapa juga lebih memilih mencari aman dan menghindari penggunaan dalam bentuk apapun. 

Masker Yang Aman Untuk Ibu Hamil dan Menyusui 

Selain madu dan aloe vera, masih banyak jajaran bahan alami lain yang sering digunakan oleh ibu hamil. Sebutlah kopi, teh, susu, yoghurt, kunyit, dan jejeran bahan dapur lainnya. Tapi, di sini saya mau sharing 2 masker yang gak diambil dari dapur ataupun kulkas, tapi harganya tetap terjangkau, dan sangat aman digunakan untuk ibu hamil. 

Apakah itu?

1. Raeccabeauty 100% Organic Face Mask

Masker ini saya temukan di Instagram kala saya sedang mencari masker-masker organik. Ada cukup banyak merk dan kebanyakan merk indie yang masih asing terdengar, dan entah kenapa saat itu saya tertarik dengan Raeccabeauty ini. Ada berbagai varian masker yang dijual, disesuaikan dengan fungsinya. Misalnya varian milk untuk kulit normal, greentea untuk kulit berjerawat-berminyak, oatmeal untuk kulit normal-kering, dan beetroot untuk kulit normal-berminyak. Bentuk dari masker ini adalah bubuk yang harus diseduh, karena dari berbagai info yang saya dapat, masker jenis ini lebih aman dibandingkan sheet mask ataupun masker-masker yang modelnya basah. Masker ini termasuk terjangkau, harganya ganya 7.000 untuk 20 gram, yang biasanya bisa saya pakai sampai 5x pemakaian.

Masker Yang Aman Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Meskipun variannya banyak, kandungan dari tiap masker ini nyaris sama. Semuanya sama-sama mengandung clay, aloevera gel, olive, tea tree hydrosol. Sesederhana itu saja. Cara penggunaannya pun seperti masker pada umumnya, yaitu :
  1. Pastikan wajah sudah bersih sebelum pemakaian masker
  2. Ambil 1(satu) sendok teh Raecabeauty face mask
  3. Campurkan dengan 1 sendok teh air mineral/ fresh milk/ madu
  4. Disesuaikan saja, lalu aduk hingga rata
  5. Aplikasi ke wajah secara merata
  6. Tunggu 10-15 menit
  7. Bilas wajah dengan air biasa
  8. Gunakan setiap malam sebelum tidur, dua hari sekali
Masker Yang Aman Untuk Ibu Hamil dan Menyusui 

Hasil yang saya dapatkan dari penggunaan masker ini memang gak signifikan, bahkan saya merasa gak ada perubahan apapun kecuali tekstur kulit yang lebih halus. Tapi, buat saya, itu masih lebih baik dibanding gak ada perubahan sama sekali dan membiarkan kulit saya buluk. Seenggaknya saya masih bertanggung jawab terhadap kecantikan kulit wajah meskipun saya sedang hamil. Oh ya, sebetulnya banyak merk indie yang mengeluarkan masker organik seperi Raeccabeauty ini. Jadi, saya sempat berniat mencoba merk lain kalau masker ini sudah habis. Siapa tau ada yang lebih cocok dengan kulit saya yang agak rewel. Tapi, sebelum saya mencoba merk lain, Ibu membawa masker andalannya ketika muda, yang ternyata bekerja dengan sangat baik di kulit wajah saya. Apa coba? Yuk, intip poin selanjutnya!

2. Bedak Saripohatji/ Bedak Dingin


Coba tunjuk tangan, di sini siapa yang gak familiar dengan produk ini? Kalau masih ada yang ngacung, sayang sekali ya kamu melewatkan salah satu benda ajaib yang ada di muka bumi ini. Saripohatji, atau orang biasa menyebutnya bedak dingin, adalah masker yang sudah beredar dari zaman dulu, dari tahun 1927. Gila kan lama banget? Bahkan saat itu Indonesia belum merdeka. Saripohatji yang merupakan asli Ciamis ini dibuat oleh S. Marijah. Meskipun sudah beredar lama, sepengetahuan saya, kemasannya gak pernah berubah. Hanya dibungkus kertasputih dengan print tulisan jadul berwarna merah.

Masker Yang Aman Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Dulu saya pernah pakai saripohatji ini, mungkin saat saya SMP. Tapi karena saat itu saya gak punya banyak masalah kulit, jadi saya gak begitu merasakan perbedaan apapun. Nah, baru kemarin saya bernostalgia, mencoba kembali saripohatji ini atas saran Ibu yang juga kasihan dengan saya yang terus menerus mengeluh soal muka kusam dan berjerawat.

Saripohatji ini adalah tipe masker yang juga harus diseduh. Namun bedanya dengan masker bubuk pada umumnya, bentuknya seperti tablet-tablet lonjong. Saya gak menghitung ada berapa tablet dalam 1 bungkus, yang jelas isinya 20 gram, dan harganya? Hanya 3.000 saja! Sekali saya maskeran, saya hanya menghabiskan 3 tablet, itupun sudah termasuk masker leher. Menurut informasi yang ditulis pada kertas kemasannya, saripohatji ini banyak manfaatnya, gak cuma untuk jerawat. Nih saya tuliskan informasi yang tertulis pada kertas pembungkusnya :

Masker Yang Aman Untuk Ibu Hamil dan Menyusui
 
Bedak saripohatji adalah suatu obat paras muka yang ajaib sekali bagi menyembuhkan segala penyakit kulit muka. Bedak saripohatji atau bedak yang aneh mustajab dan mengherankan khasiatnya. Aturan pakainya (kalau digunakan obat) :
  
Ambil 2-3 pil bedak pakai air, jangan terlalu encer, sebelum tidur malam boleh pakai seperti param setelah 4-5 menit lamanya boleh gosok pakai tangan sampai itu bedak bergerentelan seperti daki (keringat kering)

Tetapi jangan kaget kalau bangun tidur pagi-pagi mata terasa tidak sehat banyak keluar kotoran dan mata seperti yang berpenyakitan. Menandakan itulah yang menjadikan penyakit kulit muka, seperti beruntusan ketuwuhan, panu, bekas kuris, jerawat, dll. 

Kejadian begitu tidak selamanya tetap, hanya 2-3 hari saja, seterusnya memakai bedak seperti biasa akan terhindar dari segala penyakit kulit muka. Kemudian paras menjadi bersih, bersinar, dan bersahaja. Begitulah keanehan dan kemustajaban Bedak Saripohatji, beribu-ribu orang yang telah tertolong oleh khasiatnya Bedak Saripohatji dan sanggup menghilangkan segala penyakit kulit. 
 
Baca informasi di atas bikin saya senyum-senyum sendiri. Kata-kata marketing nya benar-benar totalitas. Belum pernah kan denger ada masker yang bakal bikin muka bersahaja? Nah, masker ini bisa! Hehehe. Tapi, kalau saya lihat cara pemakaiannya, mungkin itu yang orang-orang zaman dulu lakukan ya. Betul-betul dijadikan bedak. Tapi buat saya, jadi masker saja cukup, karena bedak ini sangat menyerap minyak. Saya kan gak mau juga muka tiba-tiba jadi kering kerontang karena membiarkan bedak saripohatji ini lama-lama bertengger di atas kulit.

Awalnya, yang bikin saya jatuh cinta dengan masker ini adalah aromanya. Bedak saripohatji ini terbuat dari berbagai macam daun, buah, akar, dan pohon-pohon, yang membuat aromanya khas pada saat sudah diseduh. Bukan aroma wangi, aromanya aneh. Beberapa orang mungkin bakal gak suka dengan baunya, tapi saya sendiri malah suka banget. Pertama kali mengoleskan masker ini ke wajah, kulit wajah seketika langsung nyessss... adem. Saya baru sadar, mungkin ini kenapa orang-orang menyebutnya bedak dingin, karena memang menimbulkan sensasi dingin. Masker ini termasuk cepat kering, gak perlu nunggu lama-lama bisa langsung bilas.

Masker Yang Aman Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Setelah menggunakan masker ini, esoknya, jerawat saya kempes semua! Sumpah ya, ini saya gak bohong. Tekstur kulit wajah lebih rata karena jerawat dan beruntusan menjadi kering. Selama ini saya sudah menghabiskan hampir 3 bungkus bedak Saripohatji dan jerawat gak pernah datang lagi. Kalaupun muncul jerawat, jerawat sopan, hanya 1 atau 2, bukan yang datang bergerombol. Gak ada efek lain yang saya rasakan selain efeknya terhadap jerawat. Jadi saya simpulkan, bedak saripohatji ini lebih dikhususkan bagi kalian yang memiliki kulit berminyak-berjerawat. Masker ini memang benar-benar mengurangi kadar minyak di wajah, makanya menurut saya agak kurang cocok jika digunakan di kulit kering. Jadi kalau kalian yang punya kulit kering tapi berjerawat ingin mencoba produk ini, ada 2 tips yang bisa saya kasih :
  1. Gak perlu memakai masker ke seluruh wajah, cukup ditotol di bagian-bagian jerawatnya saja
  2. Kalau ingin dipakai di seluruh wajah, cukup didiamkan sebentar, gak perlu menunggu maskernya kering, langsung bilas dan gunakan pelembap.
Nah, 2 itu adalah masker favorit saya selama hamil. Alhamdulillah, saat ini jerawat sudah hilang. Tinggal menunggu bekas-bekasnya memudar. Kalau kalian, terutama bumil, ada gak masker favorit kalian? Sharing dong! Siapa tau saya bisa keracun juga!
Continue reading Siapa Bilang Bumil Gak Boleh Maskeran? Intip Masker Favoritku Selama Hamil!

Sunday, 9 April 2017

Menghilangkan Komedo dengan Blackhead Removal Activated Carbon (A Review)

Menurut aku, masalah wajah yang paling menyebalkan dan menguji mental adalah jerawat! Apalagi untuk kulit berminyak seperti aku, sulit banget untuk menghindari masalah iniKadang sirik ngeliat orang-orang yang tipe kulitnya kering, masalahnya gak serumit tipe berminyak.

Kalau di Indonesia ada strip pore pack yang dikhususkan untuk mengangkat komedo hidung. Tapi ada juga yang jenis peel off mask seperti Garnier, Vienna, sama apa lagi ya... Kalau produk lokal sih aku cuma tau itu aja. Sedangkan untuk produk luar udah lumayan banyak yang ngeluarin masker model begini. Selama ini yang pernah kucoba adalah dari The Face Shop dan Etude. Dan kemariiiin lagi booming lagi satu produk di kalangan beauty blogger. Produk ini dari My Scheming yaitu Blackhead Removal Activated Carbon (selanjutnya disebut BRAC), dan jujur ini pertama kali aku dengar brand ini.

Produk ini lagi banyak banget direview karena keampuhannya dalam mengangkat komedo membandel. Memang jika dibandingkan dengan pore strip pack, beli masker model begini bisa dibilang lebih hemat karena dapat digunakan berkali-kali. Tapi apa benar produk ini bisa ngangkat komedo dengan maksimal? Yuk simak terus reviewnya!

KEMASAN


Box nya berisi 3 produk, seperti ini.



 

Setiap produk ada fungsinya masing-masing, dan dijelaskan juga di kemasannya bagaimana langkah-langkah penggunaannya.

Jadi botol putih yang pertama berfungsi untuk membuka pori dan melunakkan komedo yang ada sehingga mempermudah untuk pengangkatan komedo
Tube hitam yang kedua adalah produk utamanya, yaitu masker pengangkat komedonya.
Dan yang ketiga, ini fungsinya untuk menutup kembali pori yang tadi telah terbuka.
Aku agak kurang sreg sama kemasan botolnya. Agak terlihat (sorry) murahan, soalnya tulisan dan designnya kurang menarik menurutku.


KANDUNGAN
Yang ada keterangan kandungan hanya si maskernya saja. 


AROMA

Ketiganya sama, aromanya menyengat. Aku agak sulit mendeskripsikannya, yang jelas ketiganya punya aroma kimi yang cukup kuat, apalagi si maskernya. Aku pakainya sampai tahan napas. -_-

TEKSTUR

Teksturnya ini seperti lebih kental dari Vienna, dan lebih cair dari The Face Shop. Ya pas lah. Gak terlalu sulit untuk pengaplikasiannya.

HASIL

Okay girls. I'm so sorry, aku gak ada foto saat pengaplikasian, karena begini ceritanya...
Pertama aku pakai, aroma si maskernya kuat banget, menusuk hidung, dan bikin pusing. Setelah itu, waktu aku lepas maskernya, blackhead tetap ada, apalagi whitehead, jauh dari ekspektasiku. Jadi intinya, aku agak nyesal beli itu karena kemakan iklan di mana-mana. 

Selain ketidakampuhannya dalam mengangkat blackhead dan whitehead, yang bikin aku mundur untuk menggunakan ini adalah karena baunya sumpah bikin gak nahan. Jadi emang bener harus pinter-pinter beli produk, yang lagi booming belum tentu oke.

Biasanya di akhir review aku akan merangkum kelebihan dan kekurangan produk. Tapi untuk produk ini aku sama sekali gak nemu kelebihannya. So sorry :(

KESIMPULAN

- Kemasan terkesan produk abal/ murahan
- Bau kimia menyengat
- Tidak mengangkat whitehead maupun blackhead

Nilai :  1/5
Di mana belinya? Banyak di online shop
Harga : Kisaran 150.000

Beli lagi: Definetely NO. 
Continue reading Menghilangkan Komedo dengan Blackhead Removal Activated Carbon (A Review)

Saturday, 23 April 2016

, , , , , , ,

REVIEW : Masker Sariayu Kacang Hijau

Setelah kemarin-kemarin lagi cinta-cintanya ngereview produk lippen, terutama yang tekstur matte, sekarang aku bakal banyak ngeshare tentang rutinitas treatment. 

Masker adalah hal yang penting buat aku dan aku gak punya waktu kalau harus ke klinik klinik kecantikan untuk treatment peeling, facial, dan segalanya. Jadi selama ini aku melakukan rutinitas treatment di rumah. Selain karena ga ada waktu, males ngantri, juga males bayar. *pelit alert*

Nah, akan ada beberapa masker yang akan aku review, tapi satu satu ya biar detail reviewnya.
Nah yang bakal aku share di postingan ini adalah masker keluaran Sariayu. 
Sebenarnya aku baru-baru ini aja tau masker dengan varian ini, sebelumnya aku pernah pakai Sariayu yang khusus kulit berjerawat tapi sayangnya gak ada hasil yang signifikan, jadi aku gak pernah pakai lagi.

Masker ini punya 4 varian yaitu : Beras Merah, Beras Putih, Kacang Hijau, dan Ketan Hitam


Tiap varian beda manfaat ya. Aku kutip untuk kandungan dan manfaatnya dari Webnya Sariayu langsung ya.

Beras Merah: mengandung vitamin B1, B6, dan vitamin B12, kandungan mineral, selenium, magnesium, mineral dan antosianin, kandungan beras merah, madu, ekstrak temugiring, panthenol, dan ekstrak kemuning, 
Manfaat: Mendorong pembentukan energy sel, kandungannya berfungsi sebagai antioksidan dan mampu menjaga kelembaban kulit, mengusir kulit kusam sehingga kulit tetap lembab sekaligus mengencangkannya.

Beras Putih: mengandung collagen, vitamin B kompleks, vitamin E, oryzanol, pati bengkoang, AHA, ekstra selasih, minyak lemon
Manfaat: melembabkan kulit,meningkatkan produksi collagen, mengatasi masalah kulit akibat sengatan matahari, yang berpengaruh baik terhadap elastisitas kulit, membantu mengangkat sel kulit mati dan mencerahkan kulit

Kacang Hijaumengandung protein tinggi, berbagai mineral, vitamin E, vitamin B1, vitamin B2, serta asam lemak esensial, zat antioksidan, madu, pegagan, allantoin 
Manfaat: Membantu menjaga kekencangan, merawat kehalusan, dan merawat kulit yang berjerawat, memperlambat penuaan dini, membantu merawat kekencangan kulit wajah dan meregenerasi sel kulit secara maksimal. 

Ketan Hitammempunyai kandungan gizi yang tinggi dan vitamin yang beragam dibandingkan beras putih dan beras merah.Kaya akan zat antioksidan, antosianin , madu, vitamin E, ekstrak kemuning
Manfaat : membantu dalam peremajaan kulit, pengecilan pori-pori 

Waktu itu aku beli di toko kecantikan yang kecil, jadi variannya gak komplit dan cuma ada kacang hijau dan ketan hitam. Aku pilih kacang hijau karena menyesuaikan dengan kondisi kulitku yang acne prone. Tapi sebenernya tergiur juga sih dengan varian lainnya.

Nah, kita langsung aja ke penampakannya ya :


Kandungannya sama dengan apa yang sudah kutulis sebelumnya ya. 1 sachet ini isinya 10 gr dengan harga 8.000. Dibandingkan dengan masker bubuk sachetan yang lain, aku ngerasa ini isinya dikit banget, bahkan kaya cuma bisa dipake 1x aja. Bisa sih untuk berkali-kali tapi maskernya cair gitu (banyakin air) lol. Jadi waktu aku pake ini, sisanya mungkin 1/3 nya lah, padahal mukaku ini tergolong kecil. 

Untuk bubuk maskernya lembuuuut sekali. Kaya tepung terigu teksturnya. Gak ada kasar-kasarnya sama sekali. Warnanya putih kehijauan.




Oh iya, aku kalau maskeran, si maskernya selalu kusimpan dulu di kulkas supaya waktu maskeran rasanya nyessshhh adeeem. Begitu juga dengan masker ini, sebelumnya aku simpan dulu di kulkas, jadi waktu dipake segeerrr.

Hal pertama yang aku rasain saat pake masker ini adalah adem, yang kedua adalah BAU. Agak sulit ya mendefinisikan baunya seperti apa, aku juga gak paham. Baunya kaya bedak jadul gitu, wangi bikin puyeng, kalo kamu pernah coba bedak-bedak viva, kayanya gak beda jauh sih sama wangi bedak viva itu.
                               
Masker ini cepet keringnya dan ngencengnya cepet, mungkin 10 menitan udah kering dan kaku. Aku gak gerak sama sekali dia udah retak-retak gitu. Jadi beware ya, kalau udah kering mending langsung dibilas, jangan dibiarin lama-lama. Takutnya wajahmu jadi kering.

Dia bener-bener menyamarkan pori, mengangkat minyak, sedikit mengurangi merah-merah jerawat di pipiku. Kulitku jadi halus seketika dan memang jadi agak kering sih, tapi setelahnya juga kulitku bakal berminyak lagi. Jadi buat kalian yang jenis kulitnya berminyak, boleh banget coba ini. Tapi buat yang kulitnya udah kering, mungkin lebih baik coba varian yang lain, karena untuk yang Kacang Hijau ini kayanya memang lebih cocok untuk kulit berminyak dan berjerawat.

So, kesimpulannya

+ Terjangkau
+ Kandungan dan manfaatnya banyak
+ Mudah diaplikasikan
+ Harga terjangkau
+ Menyamarkan pori
+ Mengangkat minyak berlebih
+ Mengurangi merah jerawat

- Aku belum terbiasa dengan baunya yang "unik"
- Isinya dikit dibanding dengan masker bubuk umumnya
- Kurang cocok untuk kulit kering

Price : 8.000 per 10 gr

Rate : 8/10

Repurchase : Yes! Mungkin aku bakal coba semua variannya, dan kalau aku udah coba akan aku share mana yang paling oke menurutku.

See you, pretties!
Continue reading REVIEW : Masker Sariayu Kacang Hijau

Sunday, 20 March 2016

, , , , , ,

REVIEW : Vienna Purifying Black Mud

Kebiasaan wanita ya, kalau liat produk kecantikan baru dengan harga miring, pasti gatel buat coba-coba. Itu yang aku rasain waktu pertama liat produk ini. Selama ini aku beberapa kali pakai Vienna untuk scrub mandinya saja, aku juga sebenernya gak tau sih si Vienna ini ngeluarin produk apa aja. Untuk scrubnya sendiri aku suka, karena hasilnya yang memuaskan dan juga tipikal scrub yang aku suka, lain kali akan kubahas di postingan lain deh ya.


Nah, kali ini aku akan sedikit review aja tentang Vienna Purifying Black Mud. Penampakannya seperti ini, bentuk sachet, tapi kalau gak salah ada yang full sizenya juga. Kalau untuk yang sachet sendiri harganya cuma 7ribu aja. Murah banget gilak!








"Berikan energi pada kulit dengan lumpur hitam alami yang kaya akan mineral. Perlahan mengangkat kulit mati dan kering agar kulit lebih segar, bersih dan berseri-seri. Diperkaya akan paduan botanikal dari witch hazel, aloe vera dan green tea untuk menyejukkan dan membersihkan pori-pori pada wajah! Herbal whitening complex untuk perawatan kulit tampak putih dan cerah. Kulit senantiasa terasa halus, lembut, tampak putih dan cerah."


Teksturnya tidak terlalu pekat, seperti black mud pada umumnya, tapi untungnya jadi mudah diaplikasikan. Pertama kali aku keluarin isinya.. Yikesss.... Wanginyaaaa... Ini terlalu wangi dan wanginya ini jenis wangi yang menurutku gak enak, bikin pusing.  




Bisa dilihat ya, karena teksturnya yang tidak terlalu pekat, jadi mudah untuk mengaplikasikannya, seperti ini :




Nah, kalau diinstuksinya sih emang disuruh dipakai ke ke seluruh wajah, tapi karena kulitku sensitif, aku hanya coba di bagian hidung, bagian yang cukup banyak blackheadnya. 


Oke, yang bikin kesal saat pakai masker ini adalah.. Keringnya lama banget! padahal aku pakenya gak tebel-tebel juga. Tapi ini butuh sekitar 45 menit untuk kering. T__T
Dan sedihnya lagi, aku gak merasa ada perbedaan di blackhead hidungku. 45 menit yang sia sia. Aku juga udah feeling sih blackhead gak akan keangkat, karena waktu black mudnya mau kulepas, aku merasa gak ada yang ketarik juga. Ini rasanya kaya cuma ngelupasin apa ya.. Pokoknya gampang banget lah, no effort dan gak berasa juga.




So, untuk kesimpulan sebenernya aku gak bisa share banyak karena menurutku gak ada yang spesial untuk produk ini. 


+ Teksturnya lumayan oke, mudah untuk diaplikasikan
+ Murah, hanya 7rb/ sachet

- Wanginya ugh
- Lama keringnya
- Tidak mengangkat blackhead


Repurchase? No. 





Continue reading REVIEW : Vienna Purifying Black Mud