Showing posts with label healthy life. Show all posts
Showing posts with label healthy life. Show all posts

Tuesday, 15 September 2020

, , ,

MengASIhi dengan Penuh Nutrisi Bersama Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG)

Saya teringat, sekitar 10 tahun lalu, ketika teman-teman lain sedang kebingungan memikirkan cita-cita dan harapan mereka di masa depan, saya dengan mantap bilang, kalau saya ingin menjadi seperti ibu saya. Sekilas memang terkesan dewasa dan mulia, padahal alasan saya saat itu adalah, karena saya ingin banyak bersantai dan memiliki banyak waktu luang. Ya, saat itu, saya pikir menjadi seorang ibu rumah tangga adalah hal yang mudah dan santai. Ternyata, angan-angan itu luntur tepat ketika saya melahirkan seorang putri yang cantik, Baby Al.

Waktu luang yang saya impikan ternyata hanya ilusi. Kalau kalian mengikuti blog saya, kalian pasti ingat betapa saya frustasi melewati hari-hari awal menjadi seorang ibu. Gimana nggak, dari hari pertama saja saya gak bisa memenuhi kebutuhan ASI Baby Al, padahal ASI yang dibutuhkan bayi newborn hanyalah 7 ml, sedangkan produksi ASI saya saat itu hanya 3 ml. Iya, 3 ml. Berbagai upaya dilakukan untuk membuat produksi ASI meningkat. Sempat happy sesaat, tapi kemudian ujian lain datang lagi,  puting saya lecet sampai mengubah ASI menjadi berwarna pink karena tercampur darah.
 
Saat itu, rasanya ingin menyerah saja. Tapi kemudian saya ingat kembali, bahwa mengASIhi atau menyusui adalah satu tanggung jawab yang otomatis saya miliki ketika saya menjadi seorang ibu. Meminum ASI juga adalah hak seorang bayi saat terlahir di dunia, satu-satunya nutrisi yang ideal selama 6 bulan pertama kehidupannya. Makanya saya benci ketika ada seorang ibu yang bersikukuh untuk menolak memberi ASI hanya dengan alasan my body is my rule. Beda cerita kalau memang ada kondisi yang gak memungkinkan bagi seorang ibu untuk menyusui.

Kini, Baby Al sudah menginjak usia 11 bulan. Saya masih keras kepala tetap memberikannya ASI. Gak ada keraguan bagi saya untuk tetap mempertahankan ASI sebagai salah satu asupan makanan Baby Al. Ya jelas, wong manfaat ASI itu buanyak banget. Jadi, meskipun gak gampang, saya tetap mengupayakan Baby Al mendapatkan haknya.
 
Cara Membuat Produksi ASI Melimpah

Kebanyakan ibu-ibu, termasuk saya, berusaha keras untuk meningkatkan kuantitas ASI. Inginnya sekali pump, bisa 400 ml. Untuk mendapatkan produksi ASI yang melimpah seperti itu, banyak sekali tips-tips yang disampaikan para profesional, tapi ada 4 poin di antaranya yang memberikan pengaruh yang cukup signifikan bagi produksi ASI saya, yaitu:

1. Memijat Payudara

Memijat payudara ini bisa dilakukan sendiri, meskipun beberapa ada yang merasa lebih nyaman jika dibantu oleh praktisi laktasi profesional. Caranya gak sulit, kita hanya membutuhkan air hangat, washlap, olive oil (atau minyak lainnya) dan tangan tentunya. Untuk gerakan pijatnya, hmm... saya yakin kalian paham kalau menjelaskan teknik pijat melalui tulisan gak semudah melihat gerakannya sendiri, so.. go searching on youtube. Ketik aja "pijat laktasi", banyak sekali informasi yang akan kamu dapatkan,

2. Rutin MengASIhi/ memompa
 
Produksi ASI ini mengikuti teori supply dan demand. Semakin banyak ASI dikeluarkan, baik dengan cara menyusui atau pumping, maka produksi akan semakin banyak. Apabila bayi sudah kenyang menyusui, tapi payudara masih terasa penuh, lebih baik tetap dipompa, supaya keesokan harinya, produksi ASI tetap banyak.

3. Hindari stress, buat suasana yang menyenangkan

Hormon oksitosin, hormon yang datang ketika kita sedang bahagia ini punya peranan penting dalam kelancaran produksi ASI. Ini bisa saya rasakan, bagaimana perbedaan produksi ASI saat saya sedang merasa rileks dengan saat saya berada di bawah tekanan. Oleh karena itu, pengelolaan stress pada ibu menyusui sangat dibutuhkan. Bohong kalau saya bilang menghindari stress itu mudah. Buat saya yang pencemas, stress bahkan bisa datang dari hal-hal kecil yang menurut orang lain mungkin hanyalah hal sepele. Tapi balik lagi, kalau mengingat begitu pentingnya hormon ini bagi produksi ASI, sebisa mungkin saya akan menciptakan kondisi yang menyenangkan bagi diri sendiri, yang juga didukung oleh suami dan keluarga. 

Bagi saya, peran suami kala menyusui sangat berpengaruh, gak usah sampai pijat oksitosin, bentuk perhatian sederhanapun dapat membuat saya merasa lebih bahagia. Misalnya, suami gak pernah membiarkan gelas di kamar kosong, supaya saya selalu ingat untuk minum. Sebagian besar pekerjaan rumah tanggapun diambil alih olehnya, dan yang saya amati, selama ini suami jarang bercerita tentang hal-hal negatif, terkecuali saya yang mengintrogasi. Dia tau saya orang yang mudah cemas dan stress, bercerita tentang hal-hal negatif hanya akan membuat hari-hari saya gak bergairah.

Kalau suami sedang kerja dan saya merasa butuh meningkatkan mood, biasanya saya menonton film atau acara-acara komedi. Ini juga lumayan membantu. Gak jarang di siang atau malam hari, saya mencari tontonan yang ada Kang Sule nya di youtube, karena beliau selalu sukses bikin saya ngakak dan bikin hari saya lebih baik. Hatur nuhun ah, Kang Sule!

4. Meminum banyak air putih

ASI keluar dalam bentuk cairan, 88% komposisi ASI adalah air. Jadi bisa dibilang kalau air adalah bahan dasar ASI. Kebutuhan air ibu menyusui adalah 2,8 liter, 800 ml lebih banyak dari orang lain. Kekurangan air pada ibu menyusui bukan hanya berdampak pada produksi ASI yang gak optimal, tapi juga berdampak pada kesehatan ibu menyusui. Dehidrasi, kram otot, sakit kepala adalah beberapa masalah yang akan dirasakan ketika busui kurang minum.
 
Nah, 4 poin yang telah saya uraikan di atas telah sukses membuat produksi ASI saya menjadi banyak.  Tapi kalau kita berbicara tentang ASI, tentu kita gak hanya bicara tentang kuantitasnya, tapi kualitasnya juga. Sayang sekali kalau produksi ASInya melimpah, tapi nutrisi yang terkandung di dalamnya gak diperhatikan. Untuk itu, saya akan lanjutkan dengan tips agar produksi ASI optimal, gak hanya secara kuantitas, tapi juga secara kualitasnya.
 
Cara Membuat Produksi ASI Berkualitas, Penuh dengan Nutrisi

Hanya 1 cara membuat produksi ASI kita berkualitas, dan satu-satunya cara itu adalah memperhatikan segala makanan yang masuk ke dalam tubuh kita. Selalu ingat bahwa apa yang kita makan, akan dimakan juga oleh bayi. Kalau sudah menanamkan pemahaman itu, gak mungkin kan kita seharian cuma makan seblak?

Makanan yang sehat dengan gizi seimbang adalah kunci utama ASI yang berkualitas. Tapi, terkadang, makanan yang kita makan dalam sehari, belum memenuhi nutrisi yang dibutuhkan, oleh karena itu perlu suplemen khusus untuk melengkapinya. Luckily, Kalbe Blackmores Nutrition memahami bahwa setiap Ibu berhak untuk mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung kesehatan dan juga bayinya. Melalui produk yang mereka luncurkan, yaitu Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG), Kalbe mendukung para ibu menyusui agar dapat selalu meberikan ASI yang bernutrisi kepada buah hatinya, karena Kalbe percaya bahwa setetes ASI yang diberikan oleh sang Ibu, adalah salah satu bentuk kasih sayang yang tulus.

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG)

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) mengandung 17 nutrisi esensial yang dibutuhkan ibu menyusui, yaitu:

  • Asam Folat, yang berfungsi untuk menjaga kesehatan ibu menyusui dan bayi. Bagi sang ibu, asam folat berguna untuk menghasilkan sel-sel baru, membantu memproduksi sel darah merah, sehingga ibu menyusui terhindar dari anemia. Sedangkan bagi bayi, asam folat memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan otak, membantu meningkatkan fungsi otak bayi, terutama kemampuan melihat dan memproses informasi.
  • Kalsium, yang berperan penting dalam mengendalikan tekanan darah, mencegah pembekuan darah, dan memelihara kesehatan tulang dan gigi pada ibu menyusui dan bayi. Penting bagi ibu menyusui untuk selalu mengonsumsi makanan yang kaya akan kalsium. Apabila asupan kalsium kurang, bayi akan mengambil asupan kalsiumnya dari tulang dan gigi ibunya. Jika dibiarkan seperti itu, kalsium yang ada pada tulang dan gigi ibu akan semakin berkurang. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya osteoporosis.
  • Zat Besi, yang berperan dalam membentuk hemoglobin. Hemoglobin ini mengalirkan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Kekurangan zat besi dapat membuat ibu menyusui maupun bayi menjadi lemah, lelah, dan mudah terkena penyakit dikarenakan sel-sel tubuhnya kekurangan oksigen.
  • Omega 3/ DHA, yang memiliki peranan penting dalam perkembangan otak dan mata. Penelitian juga membuktikan bahwa ibu yang kadar DHA dalam darahnya tinggi, memiliki anak yang yang lebih baik dalam kemampuan inderawi, kognitif, dan gerak motorik.
  • Vitamin dan mineral lainnya, seperti niasin, vitamin C, zinc, magnesium, dan beberapa vitamin dan mineral lainnya yang juga dibutuhkan oleh ibu menyusui dan bayi.

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG)

Dengan deretan nutrisi yang terkandung dalam  Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG), membuat saya tenang. Kerap kali saya merasa bersalah kalau sekali-kali makan makanan favorit saya, seperti mie instan, seblak, batagor, dan jajanan lainnya. Padahal, katanya kan ibu menyusui harus selalu happy. Gimana bisa happy kalau saya gak bisa ngicip-ngicip jajanan favorit saya, meskipun hanya sesekali.

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG)

Dian, selaku Head of Marketing Kalbe Blackmores Nutrition memaparkan, “Kalbe Blackmores Nutrition melalui produk untuk ibu hamil dan menyusui, Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG), berupaya untuk membantu ibu hamil dan menyusui mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi. Blackmores PBFG mengandung 17 nutrisi esensial yang dibutuhkan agar ibu dapat secara optimal memberikan asi bernutrisi, khususnya di masa 1.000 hari pertama kehidupan si buah hati."

Memperingati World Breastfeeding Week 2020, Kalbe Blackmores Nutrition, bersama blogger yang pernah atau sedang menyusui, memberikan serangkaian edukasi di media sosial (termasuk di websitenya), bagi sesama ibu hamil dan menyusui, mengenai pentingnya ASI dan masa menyusui serta pemenuhan ASI bernutrisi untuk ibu dan bayi.

“Di Kalbe Blackmores Nutrition, kami menyadari pentingnya dukungan dari berbagai pihak untuk dapat menyukseskan pemberian ASI. Masih dalam rangka memperingati World Breastfeeding Week 2020, selain  mengedukasi seputar ASI dan menyusui melalui akun Instagram @blackmoresid, Kalbe Blackmores Nutrition juga mengajak para ibu untuk berbagi pengalaman dan tantangan di masa-masa menyusui serta dukungan lingkungan dan orang-orang terdekat dalam membantu menghadapi tantangan di masa-masa menyusui,” ujar Tiffany Pratiwi Suwandi, Brand Manager Kalbe Blackmores Nutrition. “Harapannya agar dengan berbagi pengalaman dari dan dengan sesama ibu, para ibu hamil dan menyusui menyadari bahwa ia tidak sendiri, sehingga nantinya dapat lebih percaya diri menjalani masa-masa menyusui dan memberikan ASI bernutrisi bagi buah hati,” tambah Dian.

Jadi, bagi saya  Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) ini semacam solusi bagi ibu menyusui yang merasa kesulitan dalam memenuhi nutrisi-nutrisi yang penting bagi dirinya dan juga bayinya karena  Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) ini adalah suplemen dengan kandungan lengkap, 17 nutrisi esensial, bantu penuhi nutrisi ibu sehingga dapat memberikan ASI bernutrisi untuk buah hati. Artinya, mengonsumsi suplemen ini bukan hanya bentuk kasih sayang ibu buat sang buah hati, tapi juga untuk dirinya sendiri.

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG)

Setiap harinya, ibu hamil ataupun menyusui disarankan untuk meminum 2 kapsul. Namun, kembali lagi, dosis harus menyesuaikan kebutuhan masing-masing ibu. Gak ada kesulitan bagi saya dalam mengonsumsi kapsul Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) yang sebetulnya berukuran cukup besar ini, dikarenakan kapsulnya mudah ditelan dan gak berbau amis sama sekali. Ternyata Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold ini mengandung odourless fish oil (minyak ikan tanpa bau amis) yang juga kaya akan DHA untuk mendukung pertumbuhan otak bayi, mata, dan sistem saraf.

Buat saya, mengonsumsi Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) ini semacam investasi kesehatan jangka panjang bagi saya dan juga Baby Al. Mungkin dalam jangka waktu pendek, manfaat yang diberikan nutrisi-nutrisi ini gak banyak terlihat terkecuali daya tahan tubuh yang semakin kuat sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit. Tapi justru ini kan yang disebut suplemen, bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati. Apalagi, jika kembali melihat daftar nutrisi yang terkandung dalam Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG), sangat banyak manfaat yang akan saya dan Baby Al dapatkan kelak. Saya yakin, semua ibu juga pasti sepakat dalam hal ini. Ibu mana sih yang gak mau mengusahakan yang terbaik untuk anaknya?

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG)

Ada hal lain yang bikin saya salut dan kagum dengan Kalbe Blackmores Nutrition. Kalian pernah dengar yang namanya Yayasan Bumi Sehat? Yayasan Bumi Sehat adalah organisasi non-profit yang terletak di desa Nyuh Kuning, Ubud, Bali, yang awalnya berfokus pada pelayanan ibu yang akan melahirkan. Ibu Robin, selaku pendiri Yayasan Bumi Sehat, mengutarakan bahwa berdirinya Yayasan Bumi Sehat ini dilatarbelakangi oleh pengalaman pribadi yang dirasakannya mengenai proses melahirkan yang terjadi di beberapa rumah sakit komersil yang menyebabkan beberapa kerabatnya tidak sukses dalam mengantarkan bayi ke dunia. Menurutnya, rumah sakit bersalin gak selalu mengupayakan para ibu hamil untuk melahirkan secara normal, hanya demi kepentingan profit yang didapat dari ibu-ibu yang melahirkan caesar (meskipun gak semua rumah sakit seperti itu). Akhirnya, Ibu Robin mulai memberikan layanan kesehatan secara gratis dan memperkenalkan gentle birthing service. Itulah awalnya Yayasan Bumi Sehat dibentuk dan masih bertumbuh hingga sekarang menjadi organisasi non-profit yang berfokus pada penyediaan akses layanan kesehatan berkualitas, higienis, serta pengupayaan kelahiran anak secara layak.

Lalu, apa hubungannya dengan Kalbe Blackmores Nutrition? Jadi, aksi Kalbe dalam mendukung Ibu menyusui gak berhenti sampai di peluncuran produk-produknya saja, tapi ada aksi nyata lainnya yang ditunjukkan berupa kerja sama dengan Yayasan Bumi Sehat sejak tahun 2017 melalui pembagian 12.000 botol  Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) setiap tahunnya di Klinik Bumi Sehat yang tersebar di 3 kota, yaitu Denpasar, Papua, dan Aceh. Saya takjub, kagum, sekaligus sedih. Takjub dan kagum meliat betapa seriusnya orang-orang dalam mengampanyekan pentingnya setiap tetesan ASI seorang ibu bagi anaknya, tapi juga sedih melihat masih banyak ibu-ibu yang nyatanya mampu, tapi lebih memilih "jalan ninja" dengan memberikan nutrisi lain.

 
Terakhir, seperti yang tadi saya bilang, seorang ibu mampu melakukan segala macam cara untuk memastikan anaknya mendapatkan yang terbaik. Begitu juga dengan apa yang saya lakukan. Pilihan saya untuk tetap mengASIhi dengan penuh nutrisi bersama Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) adalah keputusan yang akan selalu saya syukuri. Sekarang, dan juga nanti, ini akan menjadi salah satu wujud cinta saya pada anak. Makanya, saya sangat merekomendasikan Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) ini pada siapapun yang mencintai dirinya sendiri dan juga buah hatinya. Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) adalah sebuah jalan untuk mendapatkan ASI yang bernutrisi untuk ibu dan bayi yang istimewa.

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) ini memiliki 3 kemasan, yaitu kemasan yang berisi 60 kapsul, 120 kapsul, dan 180 kapsul. Juga, bisa didapatkan dengan mudah di e-commerce manapun, seperti Tokopedia, Lazada, dan Shopee, yang bertuliskan Official Store.

Continue reading MengASIhi dengan Penuh Nutrisi Bersama Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG)

Wednesday, 27 November 2019

, , , , , ,

CORETAN MAMANIS : Tentang PCOS dan Dua Garis Pink

Sebelum menikah, saya dan suami sepakat untuk melakukan premarital medical check up. Bukan untuk apa-apa selain hanya untuk kebaikan kami berdua. Entah untuk mengetahui riwayat penyakit, pencegahan penyakit, program hamil, dan berbagai manfaat lainnya. Sejujurnya, selama hidup, saya gak pernah periksa kesehatan sedetail ini, karena yaa..saya gak pernah nyaman berada di rumah sakit. Tapi, berkat dorongan dari Mas suami saat itu, dengan berat kaki, akhirnya saya mendaftarkan diri di Rumah Sakit Borrommeus Bandung. 

Dari namanya saja kita sudah tahu bahwa premarital medical check up seharusnya dilakukan sebelum menikah. Tapi, karena pada saat itu banyak sekali halangan, dari mulai haid saya yang sering datang di jadwal MCU yang sudah saya tetapkan (karena pada saat MCU gak boleh dalam keadaan haid), sampai kesibukan persiapan pernikahan yang lain, sehingga saya baru melakukannya setelah menikah dengan catatan saya dan suami sepakat untuk gak merencanakan kehamilan sebelum saya melakukan MCU, menghindari terjadinya sesuatu yang gak diinginkan, mengingat saya belum tau kondisi tubuh sendiri. Berbeda dengan saya, suami sudah menyelesaikan MCU dari beberapa bulan sebelum pernikahan, dan alhamdulillah hasilnya baik-baik saja.


Bulan April 2018, saya baru punya kesempatan untuk melakukan MCU di Rumah Sakit Borromeus Bandung dengan biaya 3.X (saya lupa tepatnya), sedangkan biaya MCU suami lebih murah karena pemeriksaan yang dilakukan pun lebih sederhana. MCU dimulai dari pkl 08.00, dimulai dari pemeriksaan kesehatan secara umum, pemeriksaan gigi, tes darah, tes urin, rontgen, dan pemeriksaan kandungan. Selama ini saya gak punya riwayat penyakit yang aneh-aneh selain maag yang sering muncul. Saya juga gak punya penyakit turunan, tapi tetap saja, setiap diperiksa dokter, bawaannya parno. Parno kalau-kalau ditemukan penyakit yang selama ini gak pernah saya duga.

Pemeriksaan berlangsung cukup singkat dan gak terasa akhirnya saya sampai pada pemeriksaan akhir, pemeriksaan kandungan. Pemeriksaan kandungan ini memakan waktu cukup lama, karena ternyata saya harus bergabung dengan antrian umum, berbarengan dengan ibu-ibu hamil yang juga sudah punya jadwal sebelumnya. Meskipun pasien MCU lebih sering didahulukan, tapi karena antrian dokter kandungannya super membludak, tetap saja terasa sangat lama.

Begitu nama saya dipanggil, saya langsung diperiksa oleh dr. Indri. Dokternya cerewet dan menyenangkan. Entah beliau sedang mengalihkan pikiran saya yang terlihat tegang, atau beliau memang senang berbicara. Saat mulai melakukan USG, saya terus memperhatikan ekspresi wajah dokter, menebak-nebak apa yang ada dipikirannya. Hebatnya, kebanyakan dokter memang mampu mengendalikan ekspresi, sehingga saya gak bisa menebak apa yang sebetulnya dilihat oleh dr.Indri di rahim saya ini. Sampai akhirnya, beliau bilang, "Hmm... ini ada ya..."

DEGGG. Ada apa? Mendengar dokter baru berkata seperti itu saja, pikiran saya sudah kemana-mana. Memang selama ini menstruasi saya gak pernah lancar. Meskipun tiap bulan selalu ada waktunya saya haid, tapi polanya acak, gak bisa diprediksi. Selain itu, saya juga kerap kali mengalami keram perut yang luar biasa selama menstruasi, yang gak jarang bikin saya nangis guling-guling di kasur. Sebelumnya, saya pernah memeriksakan masalah menstruasi ini ke obgyn lain, tapi mereka gak menemukan sesuatu yang salah di rahim saya. Makanya, saat dr. Indri bilang seperti itu, bisa kebayang kan gimana paniknya saya.

Sekitar 5 menit memeriksa, akhirnya dr. Indri nyeletuk, "Kenapa zaman sekarang banyak yang kaya gini ya..". Lagi-lagi, dr. Indri berkomentar setengah-setengah, bikin saya jadi greget dan mendumel dalam hati "Sebenarnya ada apa?". Seperti membaca isi hati, dr. Indri langsung menjelaskan, bahwa beliau menemukan kista-kista kecil pada ovarium saya yang membuat sel telur tidak berkembang sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur. Ini adalah penyebab mengapa menstruasi saya gak pernah teratur. Kondisi ini disebut polycystic ovarian syndrome (PCOS). Dari hasil USG terlihat bahwa tampak beberapa buah (minimal 8 buah) struktur kistik pada bagian perifer, berukuran terbesar 12,1 mm pada ovarium kanan, dan 9,1 pada ovarium kiri. Ini adalah hasil USGnya, meskipun saya sendiri gak bisa lihat "makhluk-makhluk" yang dimaksud oleh dokter Indri ini.

CORETAN MANIS : Tentang PCOS dan Kehamilan Pertama

Saya sempat bertanya mengenai intervensi yang akan dilakukan terhadap PCOS yang saya miliki, tapi dokter Indri menundanya dengan mengatakan bahwa nanti saya akan diberikan kesempatan konsultasi dengan dokter kandungan lain di hari lain, karena tampaknya dr. Indri saat itu hanya ditugaskan untuk melakukan USG saja.

Selang beberapa hari setelahnya, saya dijadwalkan untuk konsultasi dengan dokter kandungan (saya lupa namanya). Beliau membahas keseluruhan hasil medical check up, dan menyampaikan 3 masalah yang ditemukan di tubuh saya. Yang pertama adalah underweight karena memang sebelum saya hamil, berat badan saya gak pernah melebihi angka 45 kg. Beliau bilang, angka segitu terlalu kurus dengan tinggi badan 165 cm ini. Yang kedua adalah miopi atau rabun jauh yang saya miliki semenjak SMP. Dan yang terakhir, PCOS ini. Beliau menjelaskan lebih detail mengenai kondisi PCOS yang saya alami, dari mulai penyebab, gejala, dan pengobatannya. Dari yang saya tangkap, kondisi PCOS ini gak bisa disembuhkan, hanya bisa dikendalikan dengan cara pola hidup yang sehat.


CORETAN MANIS : Tentang PCOS dan Kehamilan Pertama

Sepulangnya dari dokter, saya mulai mencari tau lebih banyak lagi tentang PCOS ini. Betul seperti yang dokter bilang, dari artikel-artikelyang saya bacapun, PCOS ini gak bisa disembuhkan, karena berkaitan dengan hormon. PCOS terjadi ketika ovarium wanita atau kelenjar adrenal memproduksi hormon laki-laki, seperti testoteron, lebih banyak dari normal. Akibatnya terjadi gangguan keseimbangan hormonal. Gejala yang biasanya muncul adalah haid yang gak teratur (atau bahkan gak haid sama sekali), kadar hormon pria lebih tinggi (salah satu tandanya adalah munculnya rambut di bagian tubuh yang semestinya, misalnya di wajah. Di kasus saya, saya pernah menemukan 1 helai rambut berukuran 0.5 cm di dagu. Sebelum tau tentang PCOS ini saya sempat panik, sempat terpikir mungkin saya gak sengaja ngoles krim wak doyok milik suami ke dagu), dan yang terakhir adalah adanya kista yang ditemukan pada saat pemeriksaan USG.


Source : mayoclinic.org

Resiko dari PCOS ini juga bermacam-macam, tapi yang paling sering terjadi adalah kesulitan untuk hamil pada penderitanya. Ini terjadi karena sel telur susah matang atau dilepaskan saat menstruasi. Saat saya tau bahwa PCOS ini kemungkinan akan membuat saya sulit hamil, saya langsung berdikusi dengan suami. Ya.. sebetulnya, punya anak bukanlah prioritas utama kami setelah menikah. Ingin menghabiskan waktu berdua dulu, pacaran dulu, mengingat usia PDKT kami yang terbilang singkat. Setelah berdiskusi dengan suami, dia cukup santai menanggapinya. Suami termasuk orang yang legowo, apapun yang sudah digariskan oleh Tuhan, sebisa mungkin ia terima. Tapi juga, gak bikin suami lantas gak bergerak dan nerima-nerima aja, doi selalu mengingatkan untuk tetap berusaha semampu kami.

6 bulan berlalu, perasaan ingin memiliki anak mulai muncul. Berbekal informasi dari dokter dan artikel-artikel yang saya baca, akhirnya saya mulai menerapkan pola hidup sehat di rumah sebagai ikhtiar kami dalam perencanaan kehamilan, yaitu:

1. Diet Makanan


Diet makanan bagi penderita PCOS ini mirip dengan diet pada penderita diabetes, yaitu mengurangi gula. Mengonsumsi makanan yang tinggi protein dan lemak, serta mengurangi karbohidrat dan perbanyak makanan berserat tinggi. 3 bulan pertama, saya mengganti beras putih menjadi beras merah, agar lebih sehat. Tapi, saya terbiasa melihat beras merah dipadukan dengan lauk-lauk sunda, jadi kadang saya ngerasa aneh waktu makan nasi merah dengan lauk chicken teriyaki. Alhasil, saya kembali menggunakan beras putih. Saya juga paling sulit menghindari makanan-makanan bertepung, padahal tepung-tepungan juga termasuk yang harus dikurangi oleh penderita PCOS. Tapi... siapa yang bisa menahan godaan goreng-gorengan?

2. Mengonsumsi vitamin E dan asam folat

Vitamin E ini bertujuan untuk meningkatkan kesuburan. Sebetulnya mengonsumsi vitamin E bukan termasuk pengobatan PCOS, tapi semacam mengoptimalkan fungsi rahim, membuat rahim lebih siap untuk "dihuni". Sedangkan asam folat diperlukan untuk pembentukan sel darah merah yang optimal untuk membantu pertumbuhan janin kelak dan melindungi sel tubuh.

3. Olahraga

Olahraga yang biasa saya lakukan bukan olahraga berat. Sekedar menari-nari sambil mendengarkan musik, atau kalau sedang niat menggelar matras, saya biasa yoga di rumah dengan mengandalkan youtube. Tapi karena yoga memang gak semudah itu, saya malah gak semangat. Paling mudah dan paling sering dilakukan sih jalan kaki ditemani suami.

4. Kelola Stress

Ini yang sebetulnya sulit dikendalikan. Saya termasuk orang yang banyak mikir. Gak cuma hal yang memang harus dipikirkan. Hal-hal kecilpun kadang bikin saya cemas dan gak bisa tidur. Kadang saya juga mikir kenapa saya ini banyak mikir, yang bikin saya makin pusing. Padahal stress berkaitan dengan hormon, dan PCOS adalah penyakit hormon. Untungnya, Mas suami banyak membantu dalam menjaga pikiran saya agar tetap jernih, meskipun sewaktu-waktu masih bisa keruh juga.

4 poin di atas yang saya terapkan selama promil, meskipun sebetulnya masih ada cara lain untuk mengatasi PCOS seperti mengonsumsi obat hormon atau bahkan ovarium drilling. Selama 6 bulan, saya mencoba menerapkan pola hidup yang sehat, lebih menjaga makanan, berolahraga lebih sering, dan mencoba menghindari stress, tapi tetap saja.. dua garis pink gak juga datang. Up and down, telat haid berhari-hari sampai berminggu-minggu seringkali bikin saya keGRan yang diiringi dengan rasa kecewa setelah melihat hasil testpack. Sampai akhirnya, karena seringnya saya telat haid, stok testpack di rumah jadi membludak, karena saya malas bolak balik ke minimarket.

Tibalah saat anniversary pernikahan kami yang pertama, kami merencanakan liburan di Bandung selama seminggu. Staycation di daerah Lembang dan mengunjungi tempat wisata di sekitarnya, Quality time dengan Mas Suami selama seminggu di Bandung adalah hal yang langka, jadi kami manfaatkan sebisa mungkin. Saat itu kami sudah mulai santai, sudah gak menggebu-gebu seperti sebelumnya. Lagipula, terakhir saya konsultasi ke Obgyn di Bandung, beliau mengatakan bahwa anak itu masalah rezeki, kehendak Tuhan, gak bisa dipaksa-paksakan. Kalaupun saya gak mengidap PCOS, jika Tuhan memang belum berkehendak untuk menitipkan anak, ya gak akan terjadi. Saya pikir, betul juga. Selama ini, memang saya menjauhi diri dari pikiran-pikiran stress agar bisa fokus dalam merencanakan kehamilan. Tapi, justru fokus merencanakan kehamilan ini malah menjadi sumber stres baru. Jadi, karena saya merasa sudah berusaha semampu saya, saya rasa tugas selanjutnya adalah bertawakal, menyerahkan semuanya pada Tuhan.

Selang sebulan kemudian, pertengahan Februari, saya terlambat haid selama seminggu, seperti yang biasa terjadi. Tapi kala itu, kok rasanya saya merasa gak enak badan. Terasa sangat lelah, padahal gak ada aktivitas berat yang saya lakukan. Akhirnya saya mencoba periksa lagi menggunakan testpack, tanpa banyak berharap. Dan muncullah 1 garis pink dengan jelas, lalu muncul 1 garis lagi dengan warna pink yang sangat samar. Karena merasa gak yakin, saya sempat googling dan tanya ke beberapa teman, dan semua jawabannya sama, kalau ternyata saya POSITIF HAMIL. Garis pink samar menandakan bahwa hormon HCG (hormon kehamilan) saya masih rendah, tanda bahwa usia kandungan saya masih sangat muda.

CORETAN MANIS : Tentang PCOS dan Kehamilan Pertama

Ingin memastikan lebih jelas, akhirnya saya coba datang ke dokter kandungan di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Setelah diperiksa menggunakan USG, dokter menemukan sebuah kantung dalam rahim saya, kantung janin. Sangat kecil sekali, sekitar 0,05 cm, sehingga sempat membuat dokter ragu. Hingga pada akhirnya beliau bilang kalau memang kemungkinan besar itu kantung janin. Akan tetapi, untuk lebih pastinya, saya diminta untuk kontrol kembali setelah 2 minggu, menunggu ukurannya menjadi sedikit lebih besar. Betul saja, 2 minggu kemudian saya kembali memeriksakan kandungan saya, dan ukurannya membesar sehingga lebih terlihat jelas kantung janin yang dokter maksud sebelumnya.

Dokter mengucapkan selamat berkali-kali atas kehamilan saya, mengingat betapa banyaknya kasus PCOS yang membuat penderitanya sulit hamil, termasuk pasien-pasien yang ia tangani. Saya juga heran, penantian selama 6 bulan justru membuahkan hasil ketika saya gak banyak berharap dan memasrahkan semuanya sama Tuhan. Lagipula, kalau dipikir-pikir, kehamilan saya datang di waktu yang tepat. Saya gak kebayang jika saya hamil secepat yang saya inginkan, dengan kondisi saya baru pindah ke Lampung. Adaptasi dengan lingkungan baru saja super memusingkan, gak kebayang kalau saya juga harus beradaptasi dengan kondisi badan yang baru juga.
Tulisan ini saya maksudkan untuk perempuan-perempuan di luar sana yang juga memiliki PCOS dan memiliki kekhawatiran mengenai kehamilan. Saya gak akan bilang sabar, karena kalian pasti sudah punya banyak. Tapi, penting untuk percaya bahwa memiliki PCOS memang memungkinkan kita sulit untuk hamil. Tapi, itu kan baru "mungkin", siapa yang tahu dengan rencana Tuhan?
Tetap semangat ya!
Continue reading CORETAN MAMANIS : Tentang PCOS dan Dua Garis Pink

Saturday, 12 October 2019

, , ,

Mudahnya Mengatasi Anyang-Anyangan Menggunakan Ekstrak Cranberry Dari Prive Uri-Cran

Cerita soal anyang-anyangan bikin saya teringat dengan Mahadewi. Lah kok? Oh maaf, itu ayang-ayangku (krik!). Anyang-anyangan ini sebetulnya sering saya alami dari semenjak saya SMA, tapi dulu saya gak tau kalau itu namanya anyang-anyangan. Kok bisa sampai sering ngalamin sih? Jadi teman-teman, saya ini termasuk orang yang banyak sekali mengonsumsi air putih dikarenakan mudah haus, dan tentunya dalam hal ini, seharusnya pemasukkan berbanding lurus dengan pengeluaran, semakin banyak saya minum, semakin sering saya harus buang air kecil. Seharusnya begitu, bukan? Tapi, saya ini termasuk orang yang malas untuk pergi ke toilet umum. Alasannya macam-macam, bisa jadi karena kebanyakan toilet umum kurang terawat, gak ada tissue, atau yang paling sering terjadi adalah saya gak menemukan toilet jongkok. Betul, saya adalah tim  toilet jongkok. Saya sering sekali menahan buang air kecil hanya karena toilet umum yang tersedia adalah toilet duduk. Biasanya, saya bela-belain nunggu sampai di rumah, barulah menyelesaikan urusan pembuangan ini.

 

Dan ya.. Menahan untuk buang air kecil adalah satu hal yang gak patut dicontoh, karena membahayakan, mengundang berbagai macam penyakit, dan anyang-anyangan hanyalah satu di antaranya. Lalu, bagaimana sih asal mula munculnya anyang-anyangan? Apa hubungannya dengan menahan buang air kecil?

Dikutip dari tribunnews.com, dr. Sudung O.Pardede, Sp.A(K) mengatakan, "Sekali dua kali menahan (BAK) masih biasa. Tapi, kalau ditahan secara terus menerus air yang seharusnya keluar dan air dari atas yang selalu masuk, maka air yang terdapat di kandung kemih akan naik ke atas kembali menuju ginjal. Ini berbahaya karena urin mengandung bakteri,". Jadi intinya, terjadinya anyang-anyangan ini 80% disebabkan oleh adanya Infeksi Saluran Kemih oleh bakteri, tepatnya bakteri E-Coli.

Ada beberapa gejala anyang-anyangan yang diakibatkan karena Infeksi Saluran Kemih, yaitu:
  • Hasrat berlebih untuk buang air kecil
  • Buang air kecil lebih sering, tapi dengan volume sedikit-sedikit
  • Nyeri pada panggul jika terjadi pada wanita
  • Jika terjadi pada pria, akan menimbulkan gejala nyeri pada anus
  • Rasa perih ketika buang air kecil
  • Urine berbau menyengat, lebih pekat, kadang-kadang mengandung darah
  • Merasa lelah dan kurang sehat
  • Demam
 

Kembali lagi ke pengalaman anyang-anyangan yang saya alami, kalau saya harus jujur, selama 28 tahun ini saya cukup sering mengalami anyang-anyangan, yang saya ingat sih 4x, karena saat itu saya sampai harus ke dokter saking gak bisa menahan sakitnya. Gejala umum dari anyang-anyangan yang paling sering mengganggu adalah rasa sakit ketika buang air kecil. Rasanya sangat menyebalkan, panas dan perih,  bikin saya semakin malas untuk buang air kecil. Ini sih seperti lingkaran setan jadinya.

Anyang-anyangan sebetulnya bukan penyakit yang berbahaya, gak sedikit orang yang pernah mengalaminya, tapi juga bukan penyakit yang bisa kita abaikan begitu saja.  Dari berbagai artikel yang saya baca, sebetulnya 5 dari 10 wanita pernah mengalami anyang-anyangan, setidaknya 1x dalam hidupnya. Bukan berarti pria gak punya resiko mengalami anyang-anyangan, hanya saja wanita memiliki resiko yang lebih besar, karena saluran kencingnya lebih pendek, sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih.

Terakhir saya mengalami anyang-anyangan adalah beberapa bulan kemarin. Kala itu, beda seperti biasanya. Bukan hanya sakit saat buang air kecil yang saya rasakan, tapi saya juga mengalami demam dan sakit pinggang yang betul-betul menyiksa. Belum lagi, saat itu saya sedang hamil. Rasanya lebih cemas dibanding pengalaman anyang-anyangan saya sebelumnya. Bisa saja saya mengonsumsi antibiotik untuk menanganinya seperti yang biasa saya lakukan, tapi karena saya sedang meminimalisir penggunaan obat selama hamil, sebisa mungkin saya menghindari konsumsi antibiotik, meskipun dokter pasti akan memberikan antibiotik yang aman bagi ibu hamil. Sebetulnya, antibiotik memang sangat ampuh dan cepat dalam membunuh bakteri. Tapi, buat saya yang sering lupa minum obat, minum obat antibiotik yang punya jadwal rutin adalah sebuah pekerjaan dengan tanggung jawab yang super tinggi. Takut-takut kelewat, bukannya sembuh, malah muncul masalah baru. Maka dari itu, saya mencoba informasi terkait alternatif dalam mengatasi anyang-anyangan tersebut, dan yang saya dapatkan adalah :

1. Minum air putih yang banyak (dan dibarengi dengan rutin membuangnya!)

Pada saat anyang-anyangan, bakteri E-Coli ini sedang nongkrong di saluran kemih kita, tugas kita adalah melenyapkannya. Asupan air putih yang banyak, akan membantu kita "membersihkan" saluran kemih kita, dengan catatan kita juga harus rutin membuangnya. Cara ini sangat membantu, meskipun butuh waktu yang cukup lama dibanding dengan mengonsumsi antibiotik.

2. Mengonsumsi buah-buahan anti anyang-anyangan

Ada beberapa buah-buahan yang dipercaya mampu meredakan gejala anyang-anyangan ini, di antaranya cranberry, blueberry, air rebusan parsley, air rebusan bawang putih, timun, cuka apel, dan teh jahe. Dari yang saya sebutkan tadi, cranberry menempati urutan paling pertama sebagai "penawar" paling ampuh dalam mengatasi anyang-anyangan.

Dikutip dari alodokter.com, buah cranberry dipercaya dapat melindungi saluran kemih dengan cara mengubah sifat urine menjadi lebih asam sehingga secara alami menghambat pertumbuhan bakteri E.Coli. Selain itu, para ahli menyatakan bahwa adanya zat proantocyanidin yang ada dalam Cranberry dapat mengubah struktur bakteri E.Coli sehingga mencegahnya menempel pada sel yang melapisi saluran kemih.


Yang jadi permasalahan adalah, cranberry bukanlah buah yang umum ada di supermarket atau minimarket dekat rumah. Agak sulit untuk mencarinya, terutama kalau kamu tinggal di wilayah yang jauh dari perkotaan. Tapi tenang teman-teman, berkat teknologi yang semakin canggih, kita gak perlu pusing-pusing cari buah cranberry, selama kita dapat menemukan ekstraknya saja. Thanks to Combiphar, yang berhasil mengeluarkan produk terbarunya, yaitu Prive Uri-cran dan Prive Uri-Cran Plus yang terbuat dari ekstrak cranberry, sehingga kita gak perlu lagi pusing-pusing mencarinya.


Seperti yang tadi saya sebutkan, Prive Uri-cran ini terdiri dari 2 jenis produk ekstrak cranberry, yaitu dalam bentuk serbuk (Prive Uri-Cran Plus) dan juga dalam bentuk kapsul (Prive Uri-Cran). Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu memelihara kesehatan saluran kemih kita.

1. Prive Uri-Cran Cranberry Extract

Prive Uri-Cran ini berisi 3 strip kapsul, di mana setiap stripnya berisi 10 kapsul. Jadi, kalau dihitung-hitung, 1 box Prive Uri-Cran ini berisi 30 kapsul. Tiap kapsulnya mengandung 250 mg Vaccinium Macrocarpon (ekstrak cranberry) dengan bahan tambahan yang aman, yaitu laktosa, magnesium stearat, dan silikon dioksida. Untuk memelihara kesehatan saluran kemih, disarankan untuk mengonsumsi Prive Uri-Cran ini sebanyak 1-2 kapsul tiap harinya.


Karena berbentuk kapsul, Prive Uri-Cran ini cocok dikonsumsi oleh kalian yang memiliki segudang aktivitas mobile. Meskipun sibuk, kalian juga harus memelihara kesehatan saluran kemih, kan?

2. Prive Uri-Cran Plus Cranberry Extract (Plus Vitamin C & Probiotic)

Prive Uri-Cran Plus ini berbentuk serbuk sachetan. Sama-sama mengandung ekstrak cranberry dalam jumlah besar, juga mengandung vitamin C dan probiotic, seperti yang tertulis pada kemasannya. Karena mengandung vitamin C dan probiotik, Prive Uri-Cran Plus ini gak cuma berfungsi memelihara kesehatan saluran kemih, tapi juga kesehatan seluruh tubuh. Makanya, tepat sekali jika Prive Uri-Cran Plus ini disebut sebagai suplemen makanan.



Berbeda dengan Prive Uri-Cran yang berbentuk kapsul, Prive Uri-Cran Plus ini berbentuk serbuk berwarna pink, yang saat diseduh berubah menjadi minuman yang terlihat sangat menyegarkan. Suplemen makanan seperti ini biasanya banyak dinikmati orang, karena gak terasa seperti minum obat. Rasanya ya memang betul menyegarkan, kamu gak akan merasa sedang mengonsumsi minuman kesehatan seperti yang kebanyakan beredar di pasaran, yang biasanya memiliki rasa yang aneh.


Saya sendiri mengonsumsi 2 jenis produk ini sesuka hati. Selain mudah ditemukan, produk ini juga aman untuk dikonsumsi ibu hamil. Kalau memang sedang ingin mengonsumsi minuman kesehatan yang segar sekaligus menyehatkan, tentu saya akan menyeduh Prive Uri-Cran Plus. Tapi kalau saya sedang sibuk dan jauh dari rumah, Prive Uri-Cran kapsul akan menjadi pilihan saya. Baik yang kapsul dan serbuk, dua duanya punya khasiat yang baik dalam merawat saluran kemih, jadi gak perlu bingung pilih yang mana, kan?

Informasi yang lebih lengkap mengenai produk Prive Uri-Cran, atau bahkan informasi seputar kesehatan saluran kemih, bisa kamu dapatkan di www.uricran.id, akun instagram @uricran.id, atau di Facebook Page Prive Uri-Cran. Informasi yang tertuang di sana sangatlah lengkap, jadi kamu bisa lebih aware dengan kesehatan saluran kemihmu!

Continue reading Mudahnya Mengatasi Anyang-Anyangan Menggunakan Ekstrak Cranberry Dari Prive Uri-Cran

Wednesday, 31 July 2019

, ,

Keseruan Festival Bunda Generasi Maju di Taman Tegallega Bandung

Beberapa waktu lalu saya diundang untuk menghadiri salah satu festival yang diselenggarakan oleh SGM Bunda. Siapa sih yang gak tau SGM Bunda, susu khusus ibu hamil itu lho. Begitu saya diinformasikan mengenai rundown acaranya, saya langsung mengiyakan untuk hadir di acara tersebut, tepatnya pada 28 Juli 2019 lalu di Taman Tegallega Bandung. Festival Bunda Generasi Maju, namanya. Keren yah? Acara ini memang mengangkat tema betapa pentingnya kesehatan bunda sebagai langkah awal mendukung generasi maju. Karena temanya memang dispesialkan untuk ibu hamil, festival ini menyediakan area-area yang bertujuan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan bagi ibu hamil.

Saya datang tepat pukul 08.00. Saat itu acaranya belum dimulai, tapi pengunjung yang datang sudah membludak. Antusias masyarakat yang begitu besarnya membuat saya terharu, bahwa ternyata masyarakat kita peduli betapa pentingnya kesehatan Bunda di masa kehamilan. Antrian pendaftaran gak cuma dipenuhi oleh Bunda-Bunda saja, tapi juga Bapak-Bapaknya. Huhu, seandainya Pak Suami ada di Bandung, pasti sudah saya bawa juga. 

Setelah acara resmi dibuka, talkshow bersama Obgyn ada pada urutan pertama. Buat saya yang masih banyak bingung tentang masa-masa kehamilan, paparan dari DR. dr. H. Ridwan Abdullah Putra, SpOG (K FM) CH benar-benar mencerahkan dan meluruskan persepsi saya selama ini. Rasanya seperti sedang konsultasi langsung dengan dokter kandungan, hanya saja durasinya lebih lama daripada di rumah sakit yang kadang gak pernah lebih dari 15 menit.

dr. Ridwan menjelaskan mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan selama kehamilan dan dipastikan jangan sampai ada yang dilewatkan, yaitu :
1. Nutrisi
2. Pemeriksaan Kehamilan
3. Pengelolaan Stress
4. Olahraga

Keempat hal tersebut sebetulnya bukan hal yang baru, tapi seringkali kita sepelekan, terutama no 3. Sayapun kadang masih sering menghadapi stress yang muncul tiba-tiba dan mengalami kesulitan untuk mengendalikannya. Berbeda dengan no 1, 2, dan 3 yang sebetulnya lebih mudah dipenuhi, karena kita punya kontrol penuh untuk melakukannya. Padahal, stress pada kehamilan dapat memberikan risiko-risiko terhadap janin dalam kandungan, di antaranya risiko alergi, risiko abortus, dan menyebabkan sistem kekebalan bayi berkurang.

Talkshow Obgyn Festival Bunda Generasi Maju Taman Tegallega Bandung

Untuk masalah nutrisi, Bunda hamil perlu lebih aware dengan segala sesuatu yang dikonsumsi. Pastikan apapun yang dikonsumsi adalah makanan atau minuman yang memang memiliki kandungan yang bermanfaat, yang mengandung zat gizi makro dan zat gizi mikro. Zat gizi makro biasa kita temukan pada makanan yang kita makan sehari-hari, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Sedangkan zat gizi mikro adalah vitamin dan mineral. Susu SGM Bunda sendiri termasuk pada zat gizi mikro karena SGM Bunda ini merupakan susu yang complinutri, mengandung minyak ikan, tinggi zat besi, tinggi asam folat, kalsium, dan vitamin D.  Nutrisi-nutrisi tersebut sangat diperlukan Bunda selama hamil untuk menunjang tumbuh kembang janin di dalam rahim. Tujuannya tentu untuk menghasilkan generasi maju dengan karakteristik berpikir kreatif, supel, percaya diri, mandiri, dan kuat.

dr. Ridwan juga menganjurkan beberapa olahraga yang dapat dilakukan oleh bumil, karena tentunya gak semua olahraga bisa dilakukan oleh bumil. Gak ribet kok, beliau merekomendasikan olahraga-olahraga sederhana dan beberapa bisa kita lakukan kapan saja dan di mana saja, misalnya jalan kaki, senam hamil, sepeda statis, yoga, berenang, dan yang paling sering kita lakukan (bagi muslim) adalah shalat.

Paparan dr. Ridwan ini sangat lengkap sampai gak terasa sudah di akhir materi. Sayangnya, beliau hanya memberikan 3 kesempatan bagi Bunda-Bunda yang hadir untuk bertanya, dan sedihnya saya gak termasuk di antaranya. Tapi ternyata, pertanyaan-pertanyaan 3 Bunda yang lainpun sudah mewakili pertanyaan-pertanyaan yang saya miliki. Nah, ini adalah keuntungan hadir di acara ini, saya merasa gak sendirian. Di kelilingi Bunda-Bunda lainnya yang juga sedang hamil, saya merasa punya banyak teman seperjuangan. 

Setelah dr. Ridwan menutup talkshownya, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari marketing brand SGM Bunda. Saya cukup terkejut dengan apa yang disampaikan, bahwa kampanye SGM Bunda ini gak cuma berbentuk temu Bunda seperti Festival Generasi Maju ini saja, tapi juga dalam bentuk lain, yaitu mini mobi dan edukasi online. Mini mobi sendiri adalah fasilitas yang disediakan SGM Bunda untuk memberikan edukasi terhadap bumil-bumil yang berada di area-area yang tersebar di Indonesia. Sedangkan edukasi online bisa Bunda dapatkan di media-media sosial yang dikelola oleh SGM Bunda, baik di halaman Facebooknya, maupun di akun instagram @sgmbunda. Di dalam akun-akunnya, SGM Bunda banyak memberikan informasi-informasi yang tentunya berguna bagi bumil seputar kehamilan.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan Prenatal Couple Yoga. Tadinya ini adalah sesi yang saya tunggu-tunggu, tapi karena ternyata suami gak bisa stay di Bandung, saya terpaksa skip sesi ini dan memilih untuk menonton Bunda lain dengan suami-suaminya yang mempraktekkan prenatal couple yoga. Hanya dengan menonton saja, saya merasa rileks dan santai, apalagi yang melakukannya, ya?

Prenatal Couple Yoga Festival Bunda Generasi Maju Taman Tegallega Bandung

Sambil menunggu acara selanjutnya, saya berkeliling di Festival Bunda Generasi Maju dan menemukan 4 area yang menarik, yaitu :

1. Area Bunda Sehat

Di area ini, Bunda bisa melakukan pemeriksaan kemahilan. Dari mulai pemeriksaan berat badan, tensi darah, hingga USG. Saya sudah berniat untuk antri, tapi tiba-tiba saya ingat kalau outfit yang saya gunakan hari itu agak ribet kalau untuk periksa USG. Agak nyesal juga sih kenapa gak pake baju yang simple aja, tapi ya sudahlah, masih banyak bumil yang mengantri juga.
 
2. Area Bunda Jajan

Area Bunda Jajan Festival Bunda Generasi Maju Taman Tegallega Bandung 

Kalau masalah makanan sih siapa yang gak semangat. Area Bunda Jajan ini menyediakan berbagai macam snack dan kue yang lezat, gak lupa dengan susu SGM Bundanya.  

3. Area Bunda Santai
 
 Area Bunda Santai Festival Bunda Generasi Maju Taman Tegallega Bandung

Ini adalah area paling menyenangkan buat saya. Gak usah jauh-jauh dan mahal-mahal ke salon atau tempat spa. Di sini, Bunda-Bunda bisa menikmati foot massage dan totok wajah. Massage emang salah satu hiburan yang paling menyenangkan bagi saya selama hamil. Kalau suami sedang di Bandung, saya seringkali gak minta apa-apa selain minta dipijat. Efek massage tuh ya subhanallah, rileks sampai ke sanubari~

4. Area Bunda Cerdas

Area ini berisi game seputar kehamilan dan mitos-mitos yang banyak beredar. Di sini Bunda bisa mengukur seberapa jauh pengetahuan Bunda seputar kehamilan, apakah masih dipengaruhi oleh mitos dan hoax-hoax yang sering beredar di grup WA keluarga? :p

Setelah saya puas mengelilingi area-area tersebut, saya kembali mengikuti rundown acara, yaitu sesi cooking class. Bukan hanya sekedar cooking class biasa, cooking class kali ini menggunakan resep yang bermanfaat bagi bumil. Jadi gak sekedar masak masakan biasa, Chef Ricky Sulaiman sengaja menciptakan dessert-dessert yang menggiurkan dengan menggunakan SGM Bunda sebagai salah satu bahan utamanya. Kebayang kan? Selain rasanya lezat, juga kaya akan nutrisi. 

Event SGM Bunda Festival Bunda Generasi Maju di Taman Tegallega Bandung

Event SGM Bunda Festival Bunda Generasi Maju di Taman Tegallega Bandung

Awalnya saya sempat skeptis "memangnya gak enek ya mencampur susu hamil sebagai bahan dessert?" . Tapi ternyata, saat saya berkesempatan mencoba, rasanya ingin saya bungkus dessertnya, buat dibawa pulang ke rumah. *Naluri ibu-ibu*

Event SGM Bunda Festival Bunda Generasi Maju di Taman Tegallega Bandung

Selanjutnya, acara terakhir adalah sesi beauty class yang diisi oleh salah satu brand kecantikan lokal yang terkenal dengan produk-produk halalnya. Ya, Wardah! Materi seputar tips cantik selama kehamilan memang banyak menjadi perhatian para bumil. Perubahan hormon dan kadar minyak yang berlebih selama hamil memberikan dampak yang cukup besar terhadap kondisi kulit bumil. Contoh masalah kulit yang sering dialami oleh bumil adalah jerawat dan bercak hitam. Saya sendiri mengalami keduanya, yang kadang bikin saya ngerasa kusam dan kucel banget selama hamil ini. Wardah memahami kondisi-kondisi seperti itu, sehingga memberikan tips-tips untuk merawat kulit wajah selama hamil agar Bunda hamil tetap merasa cantik selama hamil.

Event SGM Bunda Festival Bunda Generasi Maju di Taman Tegallega Bandung

Beauty class dari Wardah ini merupakan acara terakhir dari Festival Generasi Maju kali ini. Sebagai penutup, tim SGM Bunda mengumumkan pemenang bagi pengunjung yang berfoto dan update di Instagram seputar keseruan hari ini. Cukup terkejut saat saya dipanggil sebagai pemenang, karena foto yang saya upload sebetulnya gak istimewa, masih banyak Bunda-Bunda dengan foto yang gak kalah kecenya. 

Event SGM Bunda Festival Bunda Generasi Maju di Taman Tegallega Bandung

Acara akhirnya ditutup pada pkl 12.30. Gak langsung pulang, saya sempat ngobrol ina inu dengan Bumil lainnya. Sharing seputar kehamilan, tentunya. Padahal banyak Bumil yang gak saya kenal, tapi gak menghalangi kami untuk saling bertukar informasi dan pengalaman yang kami lewati selama masa kehamilan. Terima kasih SGM Bunda, sudah memfasilitasi Bumil-Bumil Indonesia dengan berbagai aktivitas yang seru dan menyenangkan. Semoga dengan adanya festival ini, menjadi langkah awal dalam mendukung generasi maju, ya. Aamiin.

Event SGM Bunda Festival Bunda Generasi Maju di Taman Tegallega Bandung

Continue reading Keseruan Festival Bunda Generasi Maju di Taman Tegallega Bandung

Wednesday, 13 March 2019

, ,

Mengobati Maag dengan YLEO Digize dan Stress Away

Epidemi essential oil masih berlangsung sampai saat ini. Saya masih sering lihat para influencer, terutama mom blogger, yang sering mengulas betapa menakjubkannya essential oil ini. Betapa hebatnya setetes Franckincense yang mampu meredakan batuk anak mereka. Pada awalnya, saya gak pernah tertarik dengan apapun bentuk pengobatan alternatif, termasuk salah satunya essential oil ini. Selain harganya yang bikin perut mules, saya selalu beranggapan kalau pengobatan ini hanya semacam efek placebo saja.

Essential Oil sebenarnya sudah ada dari zaman dulu kala. Zaman nenek moyang kita mana ada sanmol, mana ada promag. Mereka memanfaatkan tumbuhan-tumbuhan di sekitar, untuk mengobati segala penyakit. Sebetulnya, saya gak akan membahas panjang lebar mengenai sejarah EO, karena saya bukan pakarnya. Di sini saya hanya ingin berbagi cerita dan pengalaman selama menggunakan EO. Yah.. seperti review yang selama ini saya lakukan.

Intinya, saya gak pernah penasaran untuk coba-coba essential oil dari brand apapun. Tapi, semua berubah saat saya sudah lelah dengan penyakit asam lambung saya yang tak kunjung sembuh. Semua saran dokter selalu saya ikuti. Pola makan yang sedikit tapi sering, larangan makanan dan minuman ina inu, olahraga yang seimbang. Itu semua hanya mengurangi sedikit rasa sakit di lambung saya, tapi tidak menghilangkan sama sekali. Bosan dengan minum obat sepanjang waktu, karena saya selalu kesulitan untuk nelan obat. Entah kenapa obat tablet itu selalu nyangsang di langit-langit mulut dan sulit sekali tertelan.

Sampai akhirnya, sahabat saya nyeletuk, "Coba deh lu pakai YLEO yang digize, beb"

Seketika saya langsung cari-cari di Ecommerce dan langsung mendadak mules. Banyak brand yang mengeluarkan produk essential oil, YLEO adalah salah satu yang terkenal. YLEO ini banyak macamnya. Tiap varian punya manfaatnya masing-masing dengan harga yang variatif, dari mulai yang mahal, sampai ke yang mahal banget. Varian digize sendiri dikhususkan untuk masalah-masalah digestive. Khusus yang digize, harganya kisaran 500rb/ 15 ml. Lebih mahal dari Farsali Rose Gold Elixir, beb. Lihat harga yang fantastis, saya mundur teratur, saya mau cari informasi lebih banyak mengenai essential oil ini, supaya gak nyesel saat memutuskan untuk mengeluarkan setengah juta untuk botol minyak sebanyak 15 ml ini.

review yleo digize & stress away

Tiba-tiba saya nemu seller YLEO yang menjual versi 5 ml nya, harganya 250rb. Saya pikir, ya sudahlah. Namanya juga ikhtiar, dicoba aja dulu. Saat paket digize ini sampai di rumah, secepat itu langsung saya buka. Sejujurnya saya penasaran untuk mencium aromanya. Dan ternyata, setelah saya cium... astagaaa... nyengat banget! Saya gak bisa deskripsiin aroma dengan baik, tapi kalau dipaksa untuk menjelaskan, saya pikir aroma rempahnya sangat kuat, seperti wangi jahe, sereh, dan aroma-aroma asing lainnya, yang saat itu masih sulit diterima oleh hidung saya. 5x pemakaian di awal, saya selalu tahan napas saat pakai EO ini, gak tahan sama baunya.

Cara menggunakan YLEO ini macam-macam, bisa dimasukkan ke diffuser dan kita hirup aromanya, atau langsung dioles ke bagian tubuh yang dirasa sakit, bahkan bisa juga diminum dengan cara mencampurkan 2 tetes digize ke dalam air minum. Mengingat saya belum terbiasa dengan baunya yang aneh ini, cara kedua adalah yang menurut saya paling mudah. Tinggal dioles ke bagian ulu hati, tempat asam lambung naik.

Source : drjockers.com
Awalnya saya penasaran, gimana caranya sesuatu yang dihirup atau dioles bisa menyembuhkan penyakit begitu saja? Kalau diminum ya saya paham, sebagian besar obat yang saya konsumsi ya diminum. Tapi kalau dihirup? Cara kerjanya gimana sih?

Nah, setelah saya mencari banyak informasi, ternyata saat EO dihirup, saraf-saraf  kecil yang ada di dalam organ tersebut mengirim sinyal ke otak, menstimulasi sistem limbik, yaitu bagian otak yang mengontrol emosi, perilaku dan unconscious physiological function seperti bernapas, detak jantung, dan tekanan darah. Menurut pakar-pakar EO terdahulu, menghirup adalah cara kerja paling ampuh untuk memunculkan manfaat EO. Beda lagi jika kita menggunakannya dengan cara dioles. Saat dioles, kulit kita akan menyerap komponen-komponen tersebut dan meneruskannya ke aliran darah lewat pori-pori kulit.

Efek jangka pendek dari penggunaan YLEO Digize ini kurang lebih mirip seperti saat saya menggunakan kayu putih. Ada sensasi mint (dingin dan hangat yang bersamaan), dan meredakan rasa sakit seketika. Bedanya. sensasi mint Digize lebih strong dan lebih tahan lama dibandingkan dengan kayu putih. Padahal saya hanya menggunakannya 1-2 tetes saja.

review yleo digize & stress away

Tampaknya ini sudah tahun kedua saya menggunakan YLEO Digize. Suprisingly, saya merasakan banyak manfaat dari penggunaan EO ini.  Maag saya memang masih sering kambuh, tapi sekarang lebih mudah untuk dikontrol. Biasanya kalau kambuh pun, itu karena memang saya yang bandel. Tapi, selama saya gak macam-macam, lambung saya aman-aman saja.

Selain itu, saya merasa sudah bisa beradaptasi dengan aroma si Digize. Kalau dulu, saya mesti tahan napas tiap memakainya, kalau sekarang mencium aromanya malah membuat saya lebih tenang dan rileks. Kata teman saya sih, kalau aromanya mulai dirasa menanangkan, itu tandanya saya sudah mulai sembuh.

Setelah menggunakan YLEO Digize ini, saya jadi gak skeptis lagi. Saya gak merasa aneh lagi dengan hype nya produk EO. Gak merasa rugi harus bayar mahal untuk botol-botol kecil ini. Jika dibandingkan saya yang bolak balik ke dokter spesialis penyakit dalam, beli EO ini ya jauh lebih murah.


review yleo digize & stress away

Gak lama setelah itu, sahabat saya kirim paket ke rumah yang isinya YLEO Stress Away. Sesama pejuang maag, dia juga tau betul kalau stress bisa jadi penyebab utamanya. Beda dengan Digize, Stress Away ini wanginya lebih layak dihirup. Saya biasa menggunakan diffuser untuk menghirup aromanya. Betul saja, aromanya memberikan efek rileks dan tenang, apalagi kalau sambil dengar lagu-lagu klasik. Wiiih.. berasa lagi ada di taman yang banyak bunga dan kupu-kupunya gitu. *Sakarepmu, Nis!*

Akhirnya, duo combo YLEO Digize dan Stress Away ini sekarang menjadi penyelamat lambung saya. Kelak saya punya anak, mudah-mudahan Tuhan kasih saya rezeki yang cukup untuk beli YLEO sepaket. Mari bantu aminkan, buibu. Aamiin...

Continue reading Mengobati Maag dengan YLEO Digize dan Stress Away