Friday, 29 May 2020

Menjaga Tubuh Tetap Bugar Selama Pandemi COVID 19

Selama tahun 2020 ini, Covid 19 rasanya selalu menjadi trending topic. Sampai gak kerasa, kalau sebetulnya kita sudah menghabiskan waktu hampir setengah tahun. Gak banyak yang kita tahu tentang virus ini, bahkan ilmuwanpun masih meneliti dan mengembangkan vaksinnya. Karena belum ada vaksinnya, upaya terbaik yang bisa kita lakukan hanyalah membantu mengendalikan penyebaran virus ini, salah satunya adalah dengan menjaga daya tahan tubuh untuk tetap sehat. Gimana sih caranya untuk tetap sehat, segar bugar, tanpa ke luar rumah?

1. Asupan Makanan dan Vitamin


Poin ini adalah yang paling penting. Tubuh kita gak bisa kuat dengan sendirinya. Semuanya dipengaruhi dari asupan gizi kita. Bukan hanya untuk menghindari Covid 19, makan dengan gizi seimbang diwajibkan untuk menghindari segala macam penyakit. Jika perlu, tambahkan vitamin C dan E untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita, dan tentu saja jangan lupa untuk banyak-banyak minum air putih ya!

2. Olahraga Yang Cukup


Olahraga gak perlu yang fancy-fancy, jangan dulu datang ke gym. Buat saya yang ibu rumah tangga, sebetulnya aktivitas sehari-hari saja sudah banyak mengeluarkan keringat. Pekerjaan-pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, menyapu, mengepel, sebetulnya juga sudah banyak membakar kalori. Tapi, kalau kamu ingin jenis olahraga yang 'lebih olahraga', kamu bisa melakukan work out dengan dibantu oleh youtube. Tapi ingat, piih olahraga yang ringan-ringan dan tidak berbahaya ya, jangan melakukan olahraga berat tanpa bibingan PT. Alih-alih sehat, nanti badan malah jadi sakit-sakit.

3. Berjemur


Ada yang bilang kalau berjemur di bawah sinar matahari dapat membunuh virus corona. Ini sebenarnya adalah pernyataan yang keliru. Sampai saat ini belum ada penelitian bahwa virus corona akan mati di bawah sinar matahari. Berjemur disarankan bukan untuk membunuh virus ini, tapi untuk memperkuat imun kita sehingga tidak mudah terserang virus. Sinar ultraviolet yang terkandung pada matahari akan merangsang tubuh untuk menghasilkan vitamin D. Nah, vitamin D inilah yang punya banyak manfaat, salah satunya meningkatkan daya tahan atau sistem imun dalam tubuh. Tapi jangan lupa untuk selalu menggunakan sunscreen saat berjemur ya!


4. Hindari Berpergian (Jika Tidak Mendesak)


Saya memang bukan orang yang senang berpergian, tapi pandemi ini bikin saya enek juga lama-lama di rumah. Tapi ya mau gimana lagi. Mau ga mau, suka gak suka, kalau kita mau pandemi ini cepat berakhir, ya harus gak enak dulu. Sekali-kalinya saya keluar, cuma untuk vaksin Al, itupun janjian dulu dengan DSA nya. Bahkan suami saya sudah 2 bulan lebih gak pulang ke Bandung karena menghindari resiko apapun. Makanya, saya gemes banget waktu tau berita orang-orang yang berkerumun untuk hal-hal yang gak penting, seperti shopping-shopping, atau sekedar menonton McDonald ditutup (ngeselin banget!). Tapi, kalau kamu-kamu yang terpaksa harus keluar rumah karena keadaan yang mendesak seperti urusan nafkah dan perut orang-orang rumah, jangan lupa untuk selalu pakai masker dan jaga kebersihan ya!

5. Hindari Stress


Siapa di sini yang gampang banget stress? *Saya ikut tunjuk jari* Kita semua tau kalau stress ini bisa menjadi sumber segala penyakit. Tapi, mengelola stress bukanlah hal yang mudah, sulit banget malah. Apalagi kalau kita dikelilingi oleh hal-hal negatif yang sekarang ini banyak beredar, terutama masalah Covid 19 yang belum tau ujungnya ini. Saya sendiri lebih memilih untuk menghindari berita-berita negatif, perbanyak berita yang bikin optimis. Berita negatif tentang Covid 19 cukup dibaca seperlunya saja dan jangan lupa berdo'a untuk tenaga-tenaga medis di luar sana yang sudah banyak berkorban demi keselamatan kita semua.

6. Kenali Gejala Covid 19


Covid 19 ini seringkali mengelabui orang-orang dikarenakan gejalanya yang sangat umum, seperti flu biasa. Ini bikin kita (terutama saya) jadi paranoid. Berkali-kali saya merasa kalau saya sepertinya terkena Covid 19 karena suhu tubuh yang tiba-tiba tinggi dan tenggorokan yang sakit, padahal ternyata saya hanya kebanyakan makan gorengan dan sambal. Di sisi lain, beberapa orang yang positif terkena Covid 19 bahkan ada beberapa yang gak merasakan gejala apapun. Jadi, memang kita gak bisa pukul rata kalau semua yang merasakan demam, batuk, dan sesak nafas berarti positif terkena Covid 19.

Kadang kita gak sadar seberapa besar resiko kita tertular Covid 19. Tapi, untuk langkah awal, kamu bisa cek di sini CEK VIRUS CORONA melalui website Halodoc. Dengan mengetahui seberapa besar resiko kita tertular Covid 19, kita bisa lebih aware atau sigap dalam menghadapi pandemi ini.

Melalui aplikasi Halodoc, kamu juga bisa minta bantuan dokter di sana untuk mengevaluasi kesehatanmu, misalnya jika kamu merasa diri sendiri atau keluarga ada yang mengidap Covid 19. Kamu juga bisa konsultasi untuk masalah kesehatan lain di sana. Pilihan dokternya ada banyak, tinggal pilih sesuai dengan masalah kesehatan yang kamu rasakan. Apabila kamu memerlukan obat atau vitamin, kamu juga bisa pesan di sana. Sangat mudah dan praktis kan! Kamu bisa tetap konsultasi kesehatanmu di rumah. Jadi meskipun #stayathome jangan lupa kalau #healthisnumberone.


Continue reading Menjaga Tubuh Tetap Bugar Selama Pandemi COVID 19

Saturday, 9 May 2020

REVIEW : X-Pert Eyelash Adhesive, Lem Bulu Mata Untuk Sehari-hari

Pakai bulu mata palsu emang bikin mata semakin cantik. Dulu saya anti banget pakai bulu mata, karena ganjel dan bikin mata rasanya perih.  Semakin saya besar, saya semakin banyak belajar sama teman-teman yang sudah terbiasa pakai bulu mata, dan akhirnya saya paham kalau kemarin-kemarin salahnya ada pada bulu mata dan lem yang saya gunakan. Ternyata, kalau kita pilih bulu mata yang lembut dan lem bulu mata yang nyaman, pakai bulu mata palsu gak semenyiksa itu.

Beberapa tahun yang lalu, masih jarang brand kosmetik yang ngeluarin produk lem bulu mata. Kalaupun ada, harganya di atas 100.000. Tapi sekarang, karena banyak orang yang mulai menggunakan bulu mata dalam keseharian mereka, beberapa brand lokal mulai mengeluarkan produk lem bulu mata, salah satunya adalah yang akan saya bahas sekarang, yaitu X-pert Eyelash Adhesive.

Review X-Pert Eyelash Adhesive (Lem Bulu Mata X-pert)

X-Pert ini termasuk kosmetik yang banyak dipakai di dunia persalonan. Awal-awal ngehits dengan produk-produk perawatan rambutnya yang super oke (saya pernah coba hair masknya yang bikin rambut super duper lembut). Makin kesini, produknya semakin variatif, dan ya termasuk lem bulu mata ini.


KEMASAN

Review X-Pert Eyelash Adhesive (Lem Bulu Mata X-pert)

Kemasan dari X-Pert Eyelash Adhesive ini seperti lem bulu mata pada umumnya. Bebentuk kuas tipis yang memudahkan kita untuk mengaplikasikan produknya ke tulang bulu mata palsu.

KANDUNGAN

Water, alcohol, polyvinyl pirroilidone, polyvinyl alcohol


TEKSTUR DAN AROMA

Teksturnya seperti lem pada umumnya, lem bening. Ada aroma yang mengingatkan saya dengan balon tiup zaman SD, yang ditiup pakai sedotan kecil terus balonnya kita pletol-pletokin gitu loh. Namanya balon apa sih, anyway? Seenggaknya sih, gak semenusuk hidung seperti lem bulu mata latex yang pernah kucoba sebelumnya (tapi bukan brand X-Pert)

KLAIM

Review X-Pert Eyelash Adhesive (Lem Bulu Mata X-pert)
  • Bening, gak terlihat saat diaplikasikan
  • Gak pedih di mata
  • Mudah dibersihkan
  • Non-latex (cocok untuk yang gak suka/ alergi dengan latex)
  • Non-waterproof 
CARA PAKAI

Oleskan pada kelopak mata dan bulu mata. Segera rekatkan, tahan beberapa detik.

HASIL PEMAKAIAN

Seperti yang tadi saya bilang, saya bukan pemakai bulu mata yang "serius". Pakai bulu mata hanya untuk foto-foto saja, bukan memang untuk dipakai secara regular. Meskipun begitu, saya juga pilih-pilih dong. Banyak bulu mata dengan merk antah berantah yang gak jelas bahan-bahannya, dan aromanya kenceng juga bikin pusing. Makanya saya pilih X-Pert, karena yaa saya gak asing dengan brand ini, dan tentunya sudah pernah menggunakan beberapa produknya. Ternyata produk lem bulu mata dari X-Pert ini juga ada jenisnya. Ada yang latex dan non latex. Bedanya selain harganya, yang latex memang dikhususkan buat pecinta bulu mata, kuat dan tahan lama (oh yes, we're still talkin about lem bulu mata, pfft). Tapi, latex biasanya punya aroma yang kurang enak, dan beberapa orang ada yang punya alergi terhadap bahan ini. Sedangkan non latex kebalikannya, dia gak beraroma aneh dan minim alergi, hanya saja daya tahannya biasa-biasa saja. Nah, karena keperluan saya hanya sebatas untuk foto-foto saja, dan saya juga menghindar dari bahan-bahan yang punya potensi alergi, saya memutuskan untuk pilih yang non latex. Ada 2 warna yang ditawarkan, yaitu bening dan hitam. Buat saya yang clumsy, lem yang bening lebih aman saat dipakai. Gak jadi belepotan kemana-mana, seperti yang biasanya terjadi.

Review X-Pert Eyelash Adhesive (Lem Bulu Mata X-pert)

Tekstur bulu mata ini sangat mempermudah pengaplikasian, pas. Gak terlalu kental juga gak terlalu encer. Aplikatornya juga enak, gak bikin lem menggumpal di kuasnya. Produk ini gak terlalu cepat kering, tapi gak masalah kalau kamu gak sedang buru-buru (lagian, kalau lagi buru-buru, ngapain pakai bulu mata segala ya?). Saat kering, bulu mata langsung menempel tanpa ada sensasi ketarik atau mengganjal (ini juga diperngaruhi oleh teknik memasang bulu mata ya!). Lem bulu mata ini gak bikin sensasi cekit-cekit, gatal, ataupun perih di mata, poin bagus tentunya buat saya yang juga pengguna softlens.

Review X-Pert Eyelash Adhesive (Lem Bulu Mata X-pert)

Review yang saya tulis, hanya berdasarkan dari pemakaian beberapa jam saja, mungkin sekitar 3 jam. Dalam 3 jam ini, bulu mata terasa enteng, gak mengganjal, dan menempel dengan sempurna, gak ada ujung-ujung yang copot duluan. Yang saya suka lagi, ketika bulu mata dilepas, effortless banget. Gak bikin kelopak mata ketarik-tarik. Saya sempat penasaran dengan tekstur lem ini saat kering. Akhirnya saya coba oleskan di tangan, dan hasilnya seperti lem kertas, dan bisa dicopot juga dengan mudah.

KESIMPULAN

+ Brand lokal
+ Harga terjangkau
+ Gak ada aroma menyengat
+ Non latex, minim alergi
+ Punya 2 varian warna, hitam dan bening
+ Aplikatornya enak
+ Kemasan slim, gak berisik dan gak makan banyak tempat
- Bukan untuk pemakaian lama (sepertinya gak tahan lama)
- Sulit dicari, harus online atau di toko-toko peralatan salon

Harga : IDR 30.000 di shopee
Nilai : 3.5/5

Disclaimer : Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement
Continue reading REVIEW : X-Pert Eyelash Adhesive, Lem Bulu Mata Untuk Sehari-hari

Monday, 27 April 2020

, , , , , , ,

REVIEW : Rangkaian Scarlett Whitening, Rahasia Wangi 24 Jam Tanpa Parfum

Seringkali, saya menganggap remeh produk perawatan tubuh. Bukan karena merasa gak penting untuk merawat tubuh, tapi selama ini saya pikir semua produk bodycare punya kualitas yang sama. Baik brand lokal maupun brand luar negeri, pada intinya fungsinya sama, membuat kulit bersih dan lembut. Jadi, memilih rangkaian bodycare rasanya seperti memilih air mineral, gak masalah merk apapun, pada intinya hanya ingin mengatasi rasa haus. Tapi, beda lagi ceritanya kalau produk bodycare ini menawarkan manfaat lain, yaitu wangi seharian. Betul, kamu gak salah baca. WANGI. SEHARIAN.

Rangkaian bodycare ini datang dari brand lokal kepunyaan selebgram yang mungkin kamu gak jarang dengar namanya, Felicia Angelista. Brandnya sendiri bernama Scarlett. Sepengetahuan saya dan sahabat saya si Markonah, produk kecantikan yang dibuat oleh selebram atau beauty influencer pasti kualitasnya gak main-main. Berbekal pengetahuan dan pengalaman personal dalam menggunakan berbagai macam produk, pasti menjadi dasar bagi mereka untuk menentukan kualitas dan keamanan produk yang mereka buat. Sudah pasti, semua produknya terdaftar di BPOM dan gak melalui tes pada hewan.


Hal lain yang menarik dari produk-produknya Scarlett ini adalah, semua produknya ditempelkan stiker berhologram, untuk mencegah adanya produk palsu. Langkah pintar yang jarang dilakukan brand kosmetik. Padahal menurut saya penting, mengingat zaman sekarang banyak orang yang terlalu pintar dalam hal "meniru". Tapi yang cukup mengganggu adalah, stiker "cara pemakaian" ditempel di atas kandungan produk. Buat orang lain mungkin gak masalah, tapi buat saya yang selalu memeriksa kandungan produk sebelum membeli, jadi merasa terganggu. Sebetulnya stikernya bisa dilepas, tapi kan gak mungkin orang belum beli udah lepas stikernya?

Tapi karena terlalu penasaran dengan brand ini, akhirnya saya memberanikan diri mencoba 3 produk andalannya, yaitu Scarlett Body Scrub Romansa, Scarlett Brightening Shower Scrub Pomegrante, dan Scarlett Brightening Body Lotion Charming. Saat pertama kali datang, produk-produk ini dibalut dengan bubble wrap yang tebal sehingga produk sampai dengan selamat. Pada kemasannya juga kita bisa paham dengan cepat kalau produk-produk ini mengandung Glutathione dan Vitamin E, yang berfungsi untuk mencerahkan, melembapkan, dan menutrisi kulit.

Nah, seperti biasa, review yang saya buat ini berdasar dari pengalaman saya selama 2 minggu menggunakan ketiga produk ini. Tapi supaya lebih jelas dan runut, akan saya jelaskan satu persatu tentang produk-produknya.

REVIEW SCARLETT BODY SCRUB ROMANSA

KEMASAN SCARLETT BODY SCRUB ROMANSA

Scarlett Body Scrub Romansa ini dikemas dalam jar plastik yang kokoh. Design bunga yang berwarna pink ini yang bikin saya langsung menebak kalau produk ini tampaknya didominasi oleh wangi bunga-bunga. Gak tertera ukurannya berapa ml, tapi menurut saya ini cukup besar. Di dalam jarnya, produk ini dilapisi dengan alumunium foil, sehingga pada saat pertama kali datang, produknya akan tetap rapi, gak bleberan menempel pada tutup jarnya.


KANDUNGAN SCARLETT BODY SCRUB ROMANSA

Setelah saya lepas stikernya, berikut kandungan dari Scarlett Body Scrub Romansa :
Acrylic Polimer, Triisopropanol Amin, Glycerin, Mineral Oil, Cetyl Alcohol, Cetearyl Alcohol, Propilen Glycol, Glycol Distearatomomhydantoin, Fragrance, Scrub, Glutathione, Water

CARA PAKAI SCARLETT BODY SCRUB ROMANSA

Aplikasikan scrub di seluruh tubuh, diamkan 2-3 menit, gosok dan bilas.
 
AROMA DAN TEKSTUR
SCARLETT BODY SCRUB ROMANSA
 

Scarlett Body Scrub memiliki 2 varian, yaitu Pomegrante dan Romansa. Seperti yang tadi saya bilang, saya sengaja coba yang Romansa karena tampaknya wanginya gak jauh dari wangi bunga. Hamdallah, tebakan saya tepat. Wangi bunganya lembut dan gak pasaran seperti body scrub lain yang pernah saya coba.  Tekstur dari body scrub yang berwarna putih ini menurut saya sangat padat/kental dan terasa agak seret kalau kita aplikasikan di atas kulit yang kering. Butir scrubnya halus dan gak menyakiti kulit.

HASIL PEMAKAIAN SCARLETT BODY SCRUB ROMANSA



Seperti yang saya bilang sebelumnya, tekstur yang padat dan seret ini akan sulit diaplikasikan saat tubuh kita dalam keadaan kering dan bikin penggunaan menjadi boros. Jadi, saya selalu membasahi tubuh terlebih dahulu, baru mengaplikasikan scrubnya. Selain pemakaian lebih hemat, pengaplikasian pun lebih mudah. Scrub ini bukan lulur ya, jadi bukan digosok-gosok sampai kotoran tubuhnya luruh. Jadi cukup digosok-gosok pelan dan dibilas sambil tetap digosok. Setelah dibilas dan dikeringkan dengan handuk, kulit terasa lebih halus dan wangi. Efek halusnya terasa seharian, mungkin karena saya padukan juga dengan Scarlett Body Lotion Charming nya.

Nilai : 3.5/5

____________________________________________________________________________

REVIEW SCARLETT BRIGHTENING SHOWER SCRUB POMEGRANTE

KEMASAN SCARLETT BRIGHTENING SHOWER SCRUB POMEGRANTE


Brightening shower Scrub ini dikemas dalam botol flip top ungu berukuran 300 ml. Model botol flip topnya bukan jenis yang mudah terbuka, sehingga tetap aman untuk dibawa berpergian. Scarlett Brightening Shower Scrub ini punya 3 varian, yaitu pomegrante (warna ungu), cucumber (warna biru kehijauan), dan mango (warna kuning). Saya sendiri pakai yang varian pomegrante (warna ungu).

KANDUNGAN SCARLETT BRIGHTENING SHOWER SCRUB POMEGRANTE

Sodium Lauryl Ether Sulfate, Sodium Lauryl Sulfate, Fatty Alcohol Sulfate, Coconut Diethanolamide, Coco Amido Propyl Betaine, Lauryl Betaine, Erhy Diamin, Tetra Acetic acid, Glycol Distearat, Steareth-20,Methacrylate Copolymer, Dmdm Hydantoin, Glycerin, Fragrance, Beads A2 milicapsule, Glutathione, Water

CARA PAKAI SCARLETT BRIGHTENING SHOWER SCRUB POMEGRANTE

Basahi tubuh, tuang dan gosokkan shower scrub ke seluruh tubuh, lalu bilas.
 
AROMA DAN TEKSTUR SCARLETT BRIGHTENING SHOWER SCRUB POMEGRANTE


Meski saya gak tau pasti bagaimana aroma buah delima, tapi saya gak protes dengan aroma si shower scrub ini. Wanginya fresh, super duper menyegarkan. Teksturnya gel berwarna ungu transparan dengan buliran scrub kecil yang sama sekali gak menyakiti kulit. Shower scrub ini gak menghasilkan banyak busa seperti sabun pada umumnya. Namun, saya masih tetap merasa bersih karena buliran scrub yang ada di dalamnya. Tentu saja, karena buliran scrubnya gak kasar, shower scrub ini tetep aman kalau dipakai tiap hari.

HASIL PEMAKAIAN SCARLETT BRIGHTENING SHOWER SCRUB POMEGRANTE


Sebetulnya saya seringkali dilema saat memakai produk ini karena biasanya saya mandi menggunakan shower puff. Tapi mengingat produk ini punya buliran scrub, kayaknya agak aneh kalau pakai shower puff. Tapi kalau saya pakai shower puff, scrubnya kurang terasa dong. Jadi ya akhirnya saya membiasakan diri gak pakai shower puff, dan ya suprisingly tetap terasa bersih, lembut, dan wangi.

Nilai : 3,5/5

____________________________________________________________________________

REVIEW SCARLETT BRIGHTENING BODY LOTION CHARMING

KEMASAN SCARLETT BRIGTHENING BODY LOTION CHARMING


 Nah, untuk kemasan lotion ini, saya juga kagum. Botolnya model pump yang bisa dilock. Jadi, aman banget untuk dibawa travelling. Ukurannya 300 ml, sama dengan shower scrubnya. Untuk body lotionnya, Scarlett juga punya 3 varian, yaitu Romansa, Charming, dan Fantasia

KANDUNGAN SCARLETT BRIGTHENING BODY LOTION CHARMING

Arcylic polimer, Cetearyl Alcohol, Triisopropanol Amin, Propana-1-2-diol, Propane-1,2,3-triol, Dmdm Hydantoin, Fragrance, Beads A2-millicapsule, glutathione, water

CARA PAKAI SCARLETT BRIGTHENING BODY LOTION CHARMING

Aplikasikan dan pijat pada tangan dan tubuh untuk membantu melembapkan dan merawat kulitmu.

AROMA DAN TEKSTUR SCARLETT BRIGTHENING BODY LOTION CHARMING


Aromanya super enak! Aromanya familiar buat saya tapi saya bingung deh deskripsiinnya gimana, karena ini bukan jenis wewangian yang cuma disukai cewek aja, tapi adik dan kakak saya yang cowok juga berkali-kali bilang kalau saya wangi banget. Dan demi Tuhan ya, selama pandemi ini saya gak pernah pakai parfum di rumah, tapi orang rumah selalu menyangka saya pakai parfum. Setelah saya coba cari tau, ternyata aromanya mirip dengan pafume Baccarat Rouge 540 Eau De. Untuk teksturnya memang cukup kental, lebih mirip body butter, tapi bedanya ini tetap mudah diaplikasikan dan cepat meresap.
 
HASIL PEMAKAIAN SCARLETT BRIGTHENING BODY LOTION CHARMING


Menurut saya, dari ketiga produk di atas, produk ini adalah kuncinya. Selain bikin lembut dan cerah, wanginya super tahan lama, literally seharian. Buat kalian yang muslim, kalian juga harus berbahagia karena gak perlu bolak balik ngolesin lotion setiap beres wudhu, karena wanginya tetap nempel meskipun gak sekuat di awal. Produk ini juga bukan lotion yang lengket ataupun licin saat terkena air, jadi betul-betul menyerap sesempurna itu. Pecayalah, pakai body lotion ini benar-benar bikin saya malas pakai parfum.

Nilai : 4/5

KESIMPULAN RANGKAIAN SCARLETT

 
Dari seluruh rangkaian produk Scarlett yang saya dapatkan, semuanya bekerja dengan baik di kulit saya. Kulit lebih lembut dan wangi, jelas. Untuk efek mencerahkannya, meskipun gak terlalu signifikan, tetap terlihat. Justru efek seperti ini yang masuk akal dan menjadi bukti kalau produk ini aman. Lagipula, saya gak berharap kalau kulit saya berubah menjadi putih pucat, karena pada dasarnya kulit saya sawo matang. Rangkaian produk ini membantu membuat warna kulit saya yang sawo matang menjadi lebih rata dan lebih cerah. Dari tiga produk di atas, gak ada yang saya gak suka. Lah, gimana mau gak suka kalau dengan mandi dan pakai lotion aja saya bisa ngerasa pakai parfum mewah!

+ Brand lokal
+ Aman, terdaftar BPOM
+ No animal tested
+ Mengandung glutathionedan vitamin E
+ Kemasan ditempeli stiker hologram
+ Kemasan aman dan travel friendly
+ Aromanya juaraaa, terutama body lotionnya!
+ Shower scrubnya lembut dan bikin bersih
+ Body scrubnya gak kasar
+ Body lotionnya cepat menyerap, gak lengket, dan tahan lama

- Informasi kandungan produk tertutup stiker
- Order hanya melalui online 
- Tidak dituliskan keunggulan atau deskripsi detail tiap varian, misalnya, bedanya manfaat shower scrub pomegrante dan mango
HARGA : Harga produk persatuan IDR 75.000, untuk paket hemat 5 item (dapat box exclusive dan free gift) IDR 300.000

Beli di ? Saya beli di shopee nya @scarlett_whitening , karena ya biasalah.. free ongkir.

Continue reading REVIEW : Rangkaian Scarlett Whitening, Rahasia Wangi 24 Jam Tanpa Parfum

Sunday, 12 April 2020

, , , , , ,

REVIEW : Madame Gie Eyeliner Silhoutte, Eyeliner 15.000 Yang Super Tahan Lama!

Secinta-cintanya sama eyeliner pencil, saya gak pernah nyobain eyeliner pencil dengan warna warni meriah. Sejauh ini, hitam dan silver adalah dua warna yang pernah saya punya dan pakai. Bukannya gak tertarik, tapi karena aktivitas saya yang sekarang lebih banyak di rumah, agak bingung juga buat ngoleksi make up yang warna warni. Ditambah lagi, kebanyakan produk eyeliner pencil yang berisi hanya beberapa gram tersebut, harganya "lumayan". Jadi kan bakal sayang banget kalau udah mahal-mahal tapi cuma berakhir jadi pajangan meja rias.

Tapi, opini saya bergeser waktu lihat produk ini, produk yang juga keluaran brand yang beberapa waktu lalu sempat saya bahas, yaitu Madame Gie. Meskipun masih ada beberapa poin yang kurang dan masih perlu perbaikan, tapi saya salut dengan Madame Gie yang sukses membangun produk kosmetik yang super lengkap dengan harga yang super miring. Kenapa saya bikin super lengkap? Karena Madame Gie ini menyediakan produk-produk make up sesuai tren masa kini. Dari mulai cushion, deretan lip cream, lip crayon, dan yang paling bikin saya penasaran adalah eyelinernya, yang juga akan saya bahas di sini, yaitu Madame Gie Silhouette Eyeliner.

Review  Madame Gie Eyeliner Silhoutte 

Madame Gie Silhoutte Eyeliner ini punya 10 pilihan warna yaitu Electric Blue, Lime Green, Milky White, Bling Silver, Nasty Pink, Funky Purple, Choco Brown, Sunny Gold, Dark Chocolate dan Midnight Black. Warna-warna yang cantik ini adalah salah satu alasan saya penasaran coba produknya. Alasan lainnya adalah karena melihat harganya yang super miring, bikin saya mikir ini yang nulis harga apa gak typo. Ya bayangin aja, 1 produknya dihargai 15.000 saja, bahkan kemarin saya lihat di shopee, produk ini lagi didiskon hingga 10.000 saja. Karena harganya yang super gak masuk akal, saya borong beberapa warna yang menurut saya unik dan belum pernah saya gunakan sebelumnya, yaitu Electric Blue, Lime Green, Sunny Gold, Milky White, Funky Purple, dan Bling Silver.

KEMASAN

Review  Madame Gie Eyeliner Silhoutte 

Kemasan Madame Gie Silhouette Eyeliner ini berwarna silver dengan bentuk pensil seperti eyeliner pada umumnya. Bahannya sih saya rasa plastik tebal, bukan kayu. Saya sempat berpikir kalau produk ini diputar, bukan diserut. Padahal, produk ini ya diserut. Meskipun bahannya terasa tebal dan keras, tapi saat diserut terasa mudah-mudah saja kok. Bagian ujungnya berwarna sesuai dengan warna produk di dalamnya, memudahkan kita untuk mencari warna yang akan digunakan.

KANDUNGAN 

Aqua, Acrylates Copolyme, Glycerin, Polyglyceril-3, Methylglucose Distearate, Ceresin, Rosemarinus Offcinalis Extract, Sodium Hyaluronate, Ethylhexylglycerin, Tocopheryl Acetate, O-cymen-5-ol. May Contain: CI 77891, CI 77000, CI 19140, CI 77019, CI 77742

TEKSTUR

Tekstur Madame Gie Eyeliner Silhoutte ini  mengingatkan saya dengan lip crayon satin yang juga keluaran Madame Gie. Oleh karena itu, kita perlu hati-hati saat menyerutnya, supaya produknya yang 'lembek' ini gak hancur saat diserut. Teksturnya creamy ketika saya swatch di pergelangan tangan, tapi apakah teksturnya akan tetap secreamy ini di kelopak mata? Selain itu, teksturnya juga akan lebih terasa creamy setelah diserut.

KLAIM

Dari website resminya, dituliskan kalau Madame Gie Eyeliner Silhoutte ini memiliki ujung pensil yang lembut untuk menghasilkan garis intens di atas kelopak mata dan waterline. Smudgeproof, waterproof, dan tahan hingga 48 jam.


PILIHAN WARNA DAN HASIL PEMAKAIAN

Dari 6 warna yang saya miliki, hampir semuanya punya konsistensi warna yang oke. Tiap warna memang punya tekstur dan konsistensi yang berbeda, beberapa unggul, sebagian lagi biasa saja, dan hanya ada 1 warna yang bikin saya kecewa. Seperti biasa, saya akan langsung menunjukkan warna-warnanya, sehingga kalian bisa mendeskripsikan sendiri jenis warnanya.

Review  Madame Gie Eyeliner Silhoutte

Bisa dilihat kan, ada beberapa warna yang terlihat lebih menonjol, dan ada juga yang warnanya kurang smooth dan patchy. Favorit saya adalah Electric Blue dan Funky Purple. Tekstur  Madame Gie Eyeliner Silhoutte ini sangat creamy, sekali swatch langsung keluar. Untuk lime green, sunny gold, dan bling silver, membutuhkan 3 atau 4 kali swatch sampai warnanya keluar. Yang paling bikin kecewa adalah warna Milky White, teksturnya sangat patchy dan susah keluar, jatuhnya malah seperti kapur. 

 Review  Madame Gie Eyeliner Silhoutte

Dari enam warna yang saya punya, hanya warna Electric Blue yang gak mengandung glitter, sisanya ada glitternya meskipun partikel glitternya kecil, sehingga kalau kita lihat sekilas kemungkinan gak akan terlihat. Partikel glitter yang sangat mudah terlihat ada pada warna Funky Purple.

Hasil pemakaian produk ini di pergelangan tangan tentu akan berbeda dengan pemakaian langsung di kelopak mata. Di kelopak mata saya yang berminyak, tentu membutuhkan usaha lebih untuk membuat warna eyeliner ini keluar. Tapi, untuk kalian yang punya kelopak mata normal, gak berminyak, mungkin akan merasa eyeliner ini sangat-sangat membantu dan bahkan bisa jadi eyeshadow on the go. Simple dan effortless.

Staying Power Madame Gie Eyeliner Silhoutte, luar biasa. Warnanya masih tetap bertahan saat saya gosok pakai tangan, gosok di bawah pancuran air, dan juga ketika saya bersihkan dengan sabun. Betul-betul gak bergeser, kecuali warna yang memang paling creamy, yaitu Electric Blue dan Funky Purple, tapi itupun hanya sedikit saja. Satu-satunya cara menghapus eyeliner ini adalah dengan memakai minyak. Makanya, lagi-lagi, untuk saya yang memiliki kelopak mata yang berminyak, produk ini menjadi kurang bersahabat. 

Review  Madame Gie Eyeliner Silhoutte

Jadi gak salah kalau Madame Gie mengklaim bahwa Madame Gie Eyeliner Silhoutte ini akan tahan selama 48 jam, tapi dengan beberapa catatan, eyelidmu gak berminyak. Selain itu, eyeliner ini bisa jadi pilihan oke buat kamu yang sedang cari eyeliner dengan warna-warna unik, harga yang terjangkau, dan tahan hingga 48 jam. Btw, apa ada kalian yang pakai eyeliner selama 2 hari tanpa dihapus?

KESIMPULAN

+ Tekstur creamy (mostly)
+ Harga super terjangkau
+ Pilihan warna banyak 
+ Bisa dijadikan eyeshadow
+ Kemasan oke, mudah diserut, mudah diaplikasikan
+ Staying power super duper oke
+ Konsistensi oke dengan harga 15.000
+ Oke untuk yang eyelid normal (tidak berminyak)
- Kurang oke untuk dipakai di kelopak mata berminyak
- Warna milky white susah keluar

Harga : IDR 15.000 di website resminya Madame Gie
Nilai : 3.5/5

Disclaimer : Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement
Continue reading REVIEW : Madame Gie Eyeliner Silhoutte, Eyeliner 15.000 Yang Super Tahan Lama!

Wednesday, 8 April 2020

, , , , ,

REVIEW : Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin (504, 507, 508), Lippen Seharga Semangkuk Bakso

Udah lama gak mainan sama make up, akhirnya saya tertarik lagi dengan produk make up yang dikeluarin oleh Madame Gie. Madame Gie ini adalah brand lokal kepunyaan Mamanya Gempi, iya Mami Gisel! Brand ini udah lama banget launching dan ngeluarin produk-produk yang terkenal dengan harganya super duper terjangkau dengan kualitas yang bisa dibilang oke. Produk-produknya sangat bervariasi, dari mulai eyeliner, eyeshadow, cushion, blush on, dan berbagai produk lippen yang menurut saya lengkap banget.

 Review Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin

Sebelumnya, saya sempat tertarik untuk beli eyeshadownya. Tapi berhubung saya jarang banget pakai eyeshadow, saya urung beli. Sampai akhirnya, kemarin saya diracun teman sesama beauty blogger, yang bilang kalau lip crayon satin keluaran Madame Gie punya kualitas yang oke dengan harga officialnya 29.900 aja. Tapi, saya beli waktu Madame Gie lagi ngadain diskon gede-gedean, sehingga lipstick ini saya beli hanya dengan 7.300 aja. Huhu.. 7.300 lah, masih mahalan batagor depan rumah saya.

Sebetulnya lip crayon ini ada 2 versinya, yang satin dan yang matte. Tapi, berhubung koleksi lipstick matte saya udah bejibun, jadi saya pilih yang satin aja. Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin ini terdiri dari 8 shades, dari 501 sampai 508. Saya hanya pilih 3 shades yang tampaknya memang jadi favorit banyak orang, yang juga ternyata jadi favorit saya. Penasaran seperti apa kualitas Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin ini? Baca teruuus!

KEMASAN

 Review Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin

Kemasannya ngingetin saya sama lip crayonnya Just Miss dengan kualitas setingkat di atasnya. Dibanding Just Miss, tutup plastiknya Madame Gie lebih tebal yang saya rasa gak akan pecah/retak. Lip crayon ini dipress plastik yang bertuliskan kandungan-kandungannya. Jadi, pastikan kalian baca dulu sebelum melepas plastiknya. Satu hal yang menarik, design tulisan merknya dibuat timbul yang kemungkinan gak akan terhapus ataupun hilang. Tapi, yang bikin sedih adalah, saya gak tau di mana salahnya, tapi 1 dari 3 produk yang saya dapat, isi produknya sudah keluar dari kemasannya dan menempel di tutupnya. Bukan hanya saya, tapi banyak teman-teman yang mendapat produk 'rusak dalam pengiriman' seperti yang saya dapatkan. Mudah-mudahan teman-teman R&D Madame Gie bisa cari solusi untuk masalah ini.

TEKSTUR

Teksturnya veryyyy verryyyy creamy dan buttery. Bakalan effortless pokoknya buat kalian yang punya bibir lembap, tapi untuk yang punya bibir kering seperti saya, harus terima nasib dengan hasil akhir yang agak mengecewakan. Apa coba?

AROMA

Ada sedikit aroma tapi gak terlalu kecium kecuali kamu sengaja mengendus-ngendus produknya.

KANDUNGAN

Sayangnya saya gak ngeuh, keburu buang plastiknya. Nanti, kalau saya udah tau kandungannya apa aja, bakal saya update ya!

KLAIM

Lip Crayon dengan hasil akhir Matte yang nyaman dipakai seharian dengan formula melembabkan sehingga tidak membuat bibir kering. Pengaplikasian lebih presisi dan mudah. 

PILIHAN WARNA DAN HASIL PEMAKAIAN

Seperti yang tadi saya bilang, Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin ini punya 8 shades. Saya pilih 3 warna yang saya anggap warm tone dan netral untuk dipakai sehari-hari, sehingga pilihan jatuh ke no 504, 507, dan 508. Seenggaknya, kalau formulanya kurang oke, saya masih bisa legowo dengan warna-warnanya yang cantik. Menurut saya, 3 warna ini sangat mirip satu sama lain, saking miripnya saya kesulitan untuk mendeskripsikannya melalui kata-kata. Jadi, lebih baik kalian menilai perbedaannya dari foto-foto yang saya cantumkan ya.

 Review Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin

Saat pertama diaplikasikan, tekstur dari Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin ini sangat creamy. Saking creamynya, begitu saya swatch di tangan, saya dapat dengan mudah menghapusnya dengan tissue, tanpa make up remover. Tapi agak berbeda ketika saya apply di bibir, gak secreamy dan sepigmented seperti sebelumnya. Dugaan saya sih karena tekstur bibir saya yang kurang lembap sehingga membuat pengaplikasian lip crayon ini jadi terasa seret.

 Review Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin

Hal pertama yang saya kurang suka dari produk ini adalah teksturnya yang mudah menggumpal saat diaplikasikan di bibir. Mungkin juga ini akibat bibir saya yang kering, tapi yang jelas, produk ini lumayan memperjelas garis-garis di bibir, yang menurut saya kurang oke dipakai oleh bibir kering, meskipun klaimnya bilang formula produk ini melembapkan tanpa membuat bibir kering. Selain itu coveragenya kayaknya masih biasa aja, belum betul-betul bisa menutupi garis hitam di bibir saya. Gak akan jadi masalah buat kalian yang terlahir dengan bibir yang pink tanpa garis hitam.

 Review Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin
Seperti produk lippen pada umumnya, beda warna, beda juga hasil pemakaian di bibir. Di antara ketiga  Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin yang saya punya ,no 504 adalah yang paling patchy. Sangat wajar, karena no 504 adalah warna yang paling terang. Sedangkan no 508 gak terlalu patchy, namun masih membuat bibir saya terlihat agak kering.

 Review Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin

Staying powernya sangat biasa-biasa saja, karena memang produk ini gak mengklaim akan tahan lama. Bahkan gak minum dan makanpun, tiba-tiba warnanya menipis. Kemanakah perginya? Saya juga bingung, mungkinkah menguap? Tadinya saya pikir, setelah bebrapa menit pemakaian, produknya akan terserap dan hanya beleberan sedikit kalau digosok. Ternyata, setelah 30 menit saya diamkan dan saya gosok, tetap beleberan juga. But once again, produk seharga 7.300, atau normalnya 29.900 ini masih layak dikoleksi, mengingat harganya sepadan dengan kualitasnya. Bahkan, dengan sedikit perbaikan formula, mungkin akan banyak bermunculan pecinta Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin ini.

KESIMPULAN

+ Brand lokal
+ Harga yang super duper terjangkau
+ Tekstur creamy
+ Pilihan warnanya oke untuk sehari-hari
- Staying powernya biasa
- Coverage biasa
- Beberapa warna patchy
- Lama-lama bikin bibir kering

Nilai : 2.5/5
Harga : IDR 7.300, tapi harga normal IDR 29.900

Disclaimer : Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement


Continue reading REVIEW : Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin (504, 507, 508), Lippen Seharga Semangkuk Bakso
, , , , , ,

REVIEW : Sukin Facial Moisturiser, Pelembap Yang Super Lembap

Setelah takjub dan jatuh cinta dengan Sukin Rosekip Oil yang sudah saya tulis alasannya di sini, saya tertarik untuk mencoba lebih banyak produknya, yaitu Facial Moisturiser dan Hydrating Mist Tonernya. Karena saya gak beli dalam waktu yang bersamaan, dan karena saya punya pengalaman yang berbeda di tiap produk, maka reviewnya akan saya pisahkan.

Produk Sukin lain yang pertama saya incar adalah moisturiser. Mengingat, moisturiser-moisturiser andalan saya, yang juga sering saya ulas di blog ini, entah mengapa efeknya gak sebagus saat awal-awal pemakaian. Mungkinkah mereka bosan padaku? Jadi intinya, saya berusaha mencari penggantinya, yang mudah-mudahan bisa cocok juga di kulit sensitif dan acne prone saya, seperti Sukin Rosehip Oil. Agak bingung waktu milih produk moisturiser Sukin, karena variannya cukup banyak. Tapi akhirnya, saya memutuskan untuk memilih basic seriesnya, yang ketika saya lihat ternyata mengandung aloe vera, yang biasanya selalu bekerja baik di kulit saya.

Review Sukin Signature Facial Moisturiser  Indonesia

KEMASAN

Review Sukin Signature Facial Moisturiser  Indonesia

Kemasan botol pump plastik yang kokoh dengan metode ulir ini termasuk kemasan yang saya suka. Praktis dan higienis, sehingga saya gak perlu colek-colek krimnya pakai tangan saya, dan juga gak perlu pusing-pusing menakar jumlah yang akan dikeluarkan. Minusnya, kemasan seperti ini kurang travel friendly, karena sangat memungkinkan pumping ulirnya tergeser saat beradu dengan benda-benda lain dan membuat isi produknya keluar .

TEKSTUR

Teksturnya berupa krim dengan tekstur yang lebih cair dan ringan. Karena ringan ini, saya pikir akan cepat menyerap ke dalam kulit. Tapi ternyata, anehnya kesan lengket di wajah ini agak lama menghilang, apalagi jika ditambah dengan minyak berlebih di wajah saya, haduh udah deh, jadi sasaran empuk bakteri-bakteri penyebab jerawat. Satu-satunya cara menghilangkan rasa lengketnya adalah dengan mengaplikasikan bedak tabur di atasnya. Tapi, kalau di rumah, saya agak males ya kalau harus pake bedak, meskipun itu bedak tabur.

AROMA

Hmm.. Ekspektasi saya moisturiser Sukin ini gak akan mengandung aroma apapun. Kata orang, aromanya enak dan manis, tapi buat saya yang mencintai skincare tak beraroma, aromanya cukup menyengat.

KANDUNGAN

Kandungan utama yang menjadi highlightnya adalah Aloe Vera, Rosehip Oil, Avocado, Sesame Oil. Sedangkan kandungan selengkapnya :

Water (Aqua), Aloe Barbadensis Leaf Juice, Sesamum Indicum (Sesame) Seed Oil, Cetearyl Alcohol, Glycerin, Cetyl Alcohol, Ceteareth-20, Rosa Canina Fruit Oil (Rose Hip), Theobroma Cacao (Cocoa) Seed Butter, Butyrospermum Parkii (Shea Butter), Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, Persea Gratissima (Avocado) Oil, Triticum Vulgare (Wheat) Germ Oil, Tocopherol (Vitamin E), Equisetum Arvense Extract (Horsetail) , Arctium Lappa Root Extract (Burdock), Urtica Dioica (Nettle) Leaf Extract, Citrus Tangerina (Tangerine) Peel Oil, Citrus Nobilis (Mandarin Orange) Peel Oil, Lavandula Angustifolia (Lavender) Oil, Vanillin, Vanilla Planifolia Fruit Extract, Citrus Paradisi (Grapefruit) Seed Extract, Phenoxyethanol, Benzyl Alcohol, Limonene*, Linalool*. *Natural component of essential oils.
  
Tentu saja, sesuai dengan brandingnya, kandungan-kandungan yang sangat aman dan ramah lingkungan.

Review Sukin Signature Facial Moisturiser  Indonesia
KLAIM  

Review Sukin Signature Facial Moisturiser  Indonesia
  • Mendorong pembaharuan kulit yang sehat
  • Membantu meminimalkan tanda-tanda penuaan
  • Melembapkan dan melembutkan kulit
 CARA PEMAKAIAN
  • Bersihkan wajah
  • Pijat dengan lembut ke seluruh permukaan wajah dan leher
HASIL PEMAKAIAN

Seperti biasa, sebelum saya menulis review, saya sudah menggunakan produk ini selama kurang lebih 1 bulan. Makanya, akhir-akhir ini saya jarang review skincare. Butuh waktu yang cukup lama untuk menuliskan kualitas suatu produk, sedangkan wajah saya hanya 1. Sekarang-sekarang juga saya gak seimpulsif dulu, yang dikit-dikit ganti skincare hanya demi mengikuti tren. Jadi, review yang saya buat memang berdasarkan pengalaman pribadi dalam pencarian skincare yang cocok di kulit saya yang sensitif.

Review Sukin Signature Facial Moisturiser  Indonesia

Pemakaian pertama bikin saya pusing karena aromanya yang cukup menyengat, meskipun aromanya wangi dan manis, tapi tetap saya gak suka. Hasil pemakaian seminggu pertama sempat bikin saya senang. Meskipun saya kurang suka dengan sensasi lengket setelah pemakaian, namun untuk efek melembapkannya sangat terasa. Tapi lama-lama, saya agak keganggu dengan efek lengket yang juga gak menghilang setelah beberapa jam pemakaian. Justru, semakin lama, kulit wajah saya semakin lengket dan berminyak yang betul-betul bikin gak nyaman. Saya jadi ngebayangin berbagai macam debu dan kotoran yang dapat dengan mudah menempel di kulit saya.

Review Sukin Signature Facial Moisturiser  Indonesia
Dan betul saja, seminggu setelahnya, yang berarti 3 minggu masa pemakaian, saya ngerasa tekstur kulit wajah saya jadi gak rata. Ada beberapa whitehead yang muncul di bagian pipi dan dahi. Saya yakin betul, ini adalah efek dari kotoran dan minyak yang tercampur di wajah saya. Maka dari itu, saya menyimpulkan, meskipun pada kemasannya ditulis bahwa produk ini cocok untuk segala jenis kulit, tapi untuk kulit berminyak, rasanya kurang cocok, apalagi untuk tipe kulit acne prone seperti saya. Saya lebih merekomendasikan ini buat kalian yang punya kulit sensitif dan kering, karena tekturnya tadi, yang betul-betul bikin kulit wajah terasa lebih lembap.

KESIMPULAN

+ Model pump
+ Melembapkan wajah
+ Cocok untuk kulit kering
+ Tidak mengandung bahan-bahan berbahaya
- Sulit dicari, harus online
- Terlalu wangi
- Kurang cocok untuk kulit yang terlalu berminyak dan acne prone

Nilai : 2.5/5
Harga : 145.000 untuk 125 ml (tergantung beli di mana)
Disclaimer : Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement
Continue reading REVIEW : Sukin Facial Moisturiser, Pelembap Yang Super Lembap

Sunday, 29 March 2020

, , ,

Prioritasku = Identitasku

I had a dream the other night
About how we only get one life
Woke me up right after two
I stayed awake and stared at you
So I wouldn't loose my mind

(One Republic -  Something I Need)


Penggalan lirik One Republic di atas menjadi pembuka tema kolaborasi Bandung Hijab Blogger kali ini, yaitu mengenai Time Management. Waktu menjadi terasa sangat penting saat kita sadar bahwa 1 detikpun gak bisa kita ulang, bahwa kita gak punya kesempatan untuk mengulang hari yang sama, kecuali kalau ternyata mesin waktu itu ada! Hidup yang cuma sekali, seringkali bikin saya takut, apa saya sudah cukup baik dalam menjalani hari-hari ini?

It's true that we only live once, but if we do it right, once is enough, kalau kata Mae West. Maka dari itu, berkawan dengan waktu, memanfaatkannya sebaik mungkin adalah satu-satunya cara untuk terhindar dari rasa sesal di kemudian hari. Terus, gimana caranya untuk mengatur waktu dengan baik?


Hmm.. Rasanya aneh kalau saya menjabarkan tips-tips memanage waktu dengan baik, karena saya bukan orang yang tepat, gak cukup representatif untuk bercerita tentang itu. Tapi, saya bisa cerita tentang bagaimana saya mencoba berdamai dengan kehidupan saya yang jauh dari ideal, gak bisa dibilang teratur, keluar dari jalur dan rencana, karena ya...you called it life. Life is full of surprises. And not all these surprises are pleasant, so you need to be ready for what life brings to you.

Jauh sebelum hari ini, dari kecil, saya terlahir dari keluarga yang disiplin dan teratur, yang membuat saya tumbuh menjadi seorang yang juga disiplin dan sedikit kaku mengenai waktu dan pencapaian hidup. Saya yang sekarang, sudah melewati banyak pengalaman yang membuat saya lebih longgar dan fleksibel, walaupun terkadang masih suka nyesek kalau sesuatu yang sudah direncanakan gak sesuai dengan harapan. Jadi, kalau bicara tentang memanage waktu, saya yang dulu mungkin sudah bisa merangkai banyak paragraf untuk berbagi tips. Ditambah lagi, sudah banyak kok aplikasi-aplikasi di handphone yang memudahkan kita untuk mengatur waktu, seperti time table salah satu contohnya. Selain itu, buku-buku tentang managemen waktu pun bertebaran di toko-toko buku. Jadi, untuk memahami, membuat, dan mengaplikasikan teori-teori mengenai efisiensi waktu adalah satu hal yang mudah. Tapi, menerima bahwa segala sesuatu yang sudah direncanakan, berakhir gak sempurna, adalah persoalan lain. Justru ini yang menarik, yang juga akan saya bahas.


We can plan a pretty picnic, but we can't predict the weather..
(The Vines - Ms. Jackson)

Kita bisa saja merencanakan tamasya dan piknik di taman yang menyenangkan. Perbekalan mulai dari keranjang yang penuh dengan makanan, minuman-minuman kaleng, hingga kumpulan lagu-lagu yang riang. Kita sudah mengatur alarm untuk bangun subuh dan bersiap-siap pergi di pagi hari, supaya gak terjebak macet, dengan harapan sampai di tempat pukul 08.00, saat matahari sedang bersahabat. Tiba-tiba, sesampainya di tempat, langit yang tadinya cerah, tiba-tiba menjadi abu-abu, awan mulai berani menutup matahari, lalu turunlah hujan. Semuanya gagal, padahal rasanya semua rencana sudah disiapkan sesempurna mungkin.

Hal serupa sering saya alami. Bukan tentang pikniknya, tapi tentang kecewa dengan segala rencana yang gak berjalan dengan seharusnya. Yang seharusnya saya bisa lulus pas 4 tahun, tapi saya kecewa karena harus menambah 3 bulan lagi untuk mendapat gelar Sarjana Psikologi. Kalau saya mengikuti time table yang sudah saya buat bertahun-tahun yang lalu, seharusnya saya sudah menikah di usia 25 tahun, dengan bekerja di salah satu perusahaan impian saya, lalu memiliki anak di usia 28 tahun, dan menerbitkan sebuah buku di usia yang sama. Memang beberapa sesuai dengan perencanaan, tapi banyak hal yang gak berjalan sesuai dengan perkiraan. Siapa yang salah? Bisa jadi saya, bisa jadi bukan salah siapa-siapa, karena memang ada yang mengatur "cuaca" saya hari itu, Yang Maha Menetapkan.


Lalu, bagaimana saya di hari ini?
Apa saya gak punya manajemen waktu sama sekali?
Yaaa, saya gak seekstrim itu juga. Dari semua teori tentang manajemen waktu, 1 yang selalu saya pegang adalah mengenai skala prioritas. Selama ini, prioritas menjadi garis bantu saya dalam memanage waktu, supaya saya bisa mengalokasikan waktu dan tenaga saya di aktivitas-aktivitas yang memang diperlukan, untuk menghindari "waktu dan tenaga" yang terbuang sia-sia.

Begitu banyak peran dalam diri ini, yang mustahil saya jadikan semuanya sebagai prioritas. Maka, setelah saya menikah dan memiliki 1 malaikat kecil, saya pilih 3 peran dalam hidup yang menjadi prioritas saya, menjadi ibu, istri, dan anak. Pioritas saya adalah segala macam aktivitas yang mendukung saya untuk menjadi ibu, istri, dan anak yang baik. Berpegangan pada 3 peran itu, mungkin membuat saya menjadi teman yang dianggap so sibuk, karena harus menemani anaknya bermain di rumah, atau mungkin saya akan menjadi blogger yang dianggap pemalas karena memilih menyiapkan makan siang suami dan memijat kaki ibu yang pegal. Tapi, syukurlah, saya berada di dalam circle yang sangat pengertian, sehingga saya masih bisa berhubungan baik dengan teman-teman, masih bisa menulis di sela sela waktu, masih bisa bermain cat air, bermain gitar, membaca buku, meskipun intensitasnya gak sesering ketika saya belum menikah.

Sebetulnya, memilih menjadi ibu rumah tangga adalah langkah pertama yang saya ambil untuk menyisihkan 1 peran dalam hidup, yaitu menjadi pegawai. Bukan berarti saya mendiskreditkan ibu yang bekerja (karena saya yakin mereka bekerja untuk anak, yang berarti mereka memprioritaskan anak). Hanya saja, bagi saya yang punya daya tahan tubuh lemah, rasanya saya gak sanggup kalau harus pulang kerja dan menggunakan hanya 10% dari tenaga yang tersisa untuk mengasuh anak. Meskipun begitu, menjadi ibu rumah tangga, gak lantas membuat saya menjadi ibu, istri, dan anak yang sempurna. Meskipun 3/4 hari saya habiskan dengan anak, saya gak bisa memastikan kalau Arsy kelak tumbuh menjadi anak yang bahagia. Meskipun saya berusaha memprioritaskan waktu saya bagi suami dan orang tua saya, saya juga gak bisa memastikan kalau apa yang sudah saya lakukan adalah yang terbaik. Begitu banyak ketidakpastian, tapi yang pasti saya sedang berusaha yang terbaik, membuat perbekalan, minuman kaleng, dan lagu-lagu riang untuk piknik saya. Bagaimana "cuacanya" nanti, tergantung Dia.

3 peran yang saya prioritaskan, pada akhirnya menjadi 1 kesatuan, menjadi Anisa Firdausi. Memang masih jauh dari ideal, saya juga masih berusaha untuk memanfaatkan momen-momen yang ada sebaik mungkin. Jadi, meskipun saya cukup lelah dengan hari-hari ini, dengan segala rutinitas yang terkadang terasa membosankan, pada akhirnya, semua itu adalah saya. Menjadi ibu bagi Arsy, menjadi anak perempuan bagi Bapak dan Ibu, dan menjadi istri bagi Kusumah adalah jalan menuju Anisa Firdausi. Karena apa? Karena prioritas saya adalah identitas saya.
Continue reading Prioritasku = Identitasku