Sunday, 20 March 2016

, , , , , , ,

REVIEW : Mineral Botanica Soft Matte Lip Cream (No 04, 07, 08, 09, 11)

Lip cream ini sedang hits-hitsnya. Akupun termasuk salah satu yang langsung jatuh hati dengan produk ini. Mineral botanica terbilang produk baru ya, dan jangan salah, walaupun nama dan design kemasannya tampak seperti produk luar, ternyata ini produk lokal loh.

Untuk kemasan, seperti yang tadi kubilang, kemasannya cantik dan gak norak. Aku juga sempat lihat produk produk lainnya dari mulai kosmetik sampai ke skincarenya. Semua kemasannya terlihat elegan.
Aplikatornya SMLC ini kurang lebih sama dengan aplikator lip gloss/lip cream pada umumnya. Gak ada masalah. Lip cream ini juga wangi, walaupun sebenarnya aku lebih suka kosmetik yang gak ada wewangiannya, tapi daripada brand sebelah yang lip creamnya bau karet barbie, wanginya si mineral botanica ini masih bisa ditoleransi lah.

Lip cream ini ada 11 warna, dan aku akan review beberapa di antaranya, yaitu no 004 (Fantasy Fuschia), no 007 (Apple Berry), no 008 (Pinky Beige), no 009 (Pink Orange), dan no 011 (Merlot).

Untuk kemasan dan swatchnya seperti ini ya :




kiri ke kanan (004, 007, 008, 009, 011)

Nah, gambar di bawah ini adalah bagaimana SMLC Mineral Botanica saat diaplikasikan ke bibirku dan bibir temanku (so sorry, karena ada beberapa hal kualitas fotonya kurang oke) :(



Sebelum kita bahas mengenai warna-warnanya, mari kita bahas teksturnya. Tekstur SMLC ini beragam ya. Ada yang cair, seperti misalnya no 008, ada juga yang kental dan pekat seperti nomor nomor yang lainnnya. Sebenernya aku lebih suka yang pekat karena dapat mengcover garis hitam bibirku dengan sempurna.

Nah untuk warnanya kita bahas satu satu ya!

Fantasy Fuschia (004) : Warna pink gonjreng, tapi gak dangdut. Ini bikin wajah kamu fresh. Masih bisa untuk pemakaian sehari-hari

Apple Berry (007) : Warnanya bold. Merah darah. Favorit temanku. Aku sih kurang PD untuk pemakaian sehari-hari, tapi kalau temanku sih PD PD aja. Doi ngerasa macem Snow White kalau pake warna itu katanya.

Pinky Beige (008) : Warna nude. Warna kedua yang kusuka setelah Pink Orange. Bikin wajah terlihat lebih muda. Minusnya hanya pada teksturnya. Karena cair, tidak cukup untuk mengcover garis bibirku. Jadi masih perlu lip concealer untuk pemakaiannya

Pink Orange (009) : Warna Favoritku! Sempat syok karena waktu pertama dioles warnanya beda dengan kemasannya. Ini lebih pink orange terang, kaya stabilo. Tapi ternyata saat diaplikasiin, warnanya menyatu dengan bibir dan terlihat natural. Cocok untuk pemakaian sehari-hari.

Merlot (011) : Warna merah campur coklat. Apa ya? Maroon mungkin ya. Dominan coklatnya. Gelap dan masih kurang PD karena ngerasa kaya ibu tiri kalo pake ini. Tapi cuco cuco aja kalo dipake ke kondangan.

Itu tentang warna-warnanya. Masih ada 6 lagi yang belum kucoba, mungkin lain kali akan kucoba.

Dan yang paling menyenangkan adalah lip cream ini tidak membuat bibir kering sama sekali. Tidak seperti SMLC nya NYX yang sempat bikin bibirku ngelupas-lupas :(

Ada lagi yang aku suka dari lip cream ini. Harganya sangat terjangkau. Kisaran 50 ribuan lah.

Yang disayangkan dari produk ini adalah staying powernya, tidak cukup tahan lama apalagi kalau kamu makan dan minum. Malah kadang kalau kamu makannya buru-buru dan gak apik, itu lipcream bisa bleberan keluar luar garis bibirmu.

Satu lagi kelemahannya, lipcream ini kurang ok kalau kamu pakai saat touch up. Dia gak bagus kalau ditimpa. Kalau kamu mau pakai, kamu harus hapus dulu sisa-sisa lipcream di bibirmu, kalau nggak, lipcreamnya bakal keliatan menggumpal di bibirmu, Jelek pokoknya.

Tapi overall aku suka dengan lip cream ini. Menurutku dengan harga segitu, produk ini cukup memuaskan. Hanya saja, tampaknya mereka perlu untuk menambahkan varian warnanya, karena dari 11 warna yang mereka punya, kebanyakan warna-warna bold.

So, kesimpulannya :

+ Teksturnya oke, gak terlalu pekat, mudah diaplikasikan
+ Tekstur saat diaplikasikanpun oke, totally matte
+ Gak bikin bibir kering
+ Kemasannya cute
+ Murah


- Wangi, tapi gak terlalu masalah sih
- Staying power kurang
- Pilihan warna kebanyakan warna bold
- Agak sulit dicari counternya
- Agak menggumpal di bibir (lengket-lengket) kalau dipake kebanyakan

Repurchase? Yes!
Continue reading REVIEW : Mineral Botanica Soft Matte Lip Cream (No 04, 07, 08, 09, 11)
, , , , , ,

REVIEW : Vienna Purifying Black Mud

Kebiasaan wanita ya, kalau liat produk kecantikan baru dengan harga miring, pasti gatel buat coba-coba. Itu yang aku rasain waktu pertama liat produk ini. Selama ini aku beberapa kali pakai Vienna untuk scrub mandinya saja, aku juga sebenernya gak tau sih si Vienna ini ngeluarin produk apa aja. Untuk scrubnya sendiri aku suka, karena hasilnya yang memuaskan dan juga tipikal scrub yang aku suka, lain kali akan kubahas di postingan lain deh ya.


Nah, kali ini aku akan sedikit review aja tentang Vienna Purifying Black Mud. Penampakannya seperti ini, bentuk sachet, tapi kalau gak salah ada yang full sizenya juga. Kalau untuk yang sachet sendiri harganya cuma 7ribu aja. Murah banget gilak!








"Berikan energi pada kulit dengan lumpur hitam alami yang kaya akan mineral. Perlahan mengangkat kulit mati dan kering agar kulit lebih segar, bersih dan berseri-seri. Diperkaya akan paduan botanikal dari witch hazel, aloe vera dan green tea untuk menyejukkan dan membersihkan pori-pori pada wajah! Herbal whitening complex untuk perawatan kulit tampak putih dan cerah. Kulit senantiasa terasa halus, lembut, tampak putih dan cerah."


Teksturnya tidak terlalu pekat, seperti black mud pada umumnya, tapi untungnya jadi mudah diaplikasikan. Pertama kali aku keluarin isinya.. Yikesss.... Wanginyaaaa... Ini terlalu wangi dan wanginya ini jenis wangi yang menurutku gak enak, bikin pusing.  




Bisa dilihat ya, karena teksturnya yang tidak terlalu pekat, jadi mudah untuk mengaplikasikannya, seperti ini :




Nah, kalau diinstuksinya sih emang disuruh dipakai ke ke seluruh wajah, tapi karena kulitku sensitif, aku hanya coba di bagian hidung, bagian yang cukup banyak blackheadnya. 


Oke, yang bikin kesal saat pakai masker ini adalah.. Keringnya lama banget! padahal aku pakenya gak tebel-tebel juga. Tapi ini butuh sekitar 45 menit untuk kering. T__T
Dan sedihnya lagi, aku gak merasa ada perbedaan di blackhead hidungku. 45 menit yang sia sia. Aku juga udah feeling sih blackhead gak akan keangkat, karena waktu black mudnya mau kulepas, aku merasa gak ada yang ketarik juga. Ini rasanya kaya cuma ngelupasin apa ya.. Pokoknya gampang banget lah, no effort dan gak berasa juga.




So, untuk kesimpulan sebenernya aku gak bisa share banyak karena menurutku gak ada yang spesial untuk produk ini. 


+ Teksturnya lumayan oke, mudah untuk diaplikasikan
+ Murah, hanya 7rb/ sachet

- Wanginya ugh
- Lama keringnya
- Tidak mengangkat blackhead


Repurchase? No. 





Continue reading REVIEW : Vienna Purifying Black Mud

Wednesday, 3 February 2016

, , , , , , , ,

REVIEW : Acaci Magic Trouble Skin Solution

Beberapa bulan yang lalu, aku sempat cerita mengenai rutinitas skincare untuk kulitku yang acne prone dan super duper oily. Memang untuk tipe kulit sepertiku, haram hukumnya untuk menggunakan foundation dalam jenis apapun. Tapi untuk wanita karir sepertiku (tsah), kayanya sulit sekali menghindari foundation/bb cream atau apapun itu. Maka suatu hari, aku konsultasi ke salah satu dokter kulit di suatu klinik kecantikan ternama tentang foundation yang bisa kupakai sehari-hari tanpa menimbulkan masalah. Aku juga sempat bilang kalau aku gak mau yang jenisnya racikan dokter. Jadi aku sampaikan kalau aku ingin produk yang sudah ada di pasaran (entah itu lokal ataupun luar) yang kemungkinan akan cocok dengan jenis kulitku.

Dokter bilang kalau kulit tipe oily dan acne prone sepertiku kemungkinan besar memang tidak akan bisa memakai foundation (hiks), kecuali kalau bersedia nantinya akan muncul jerawat. Rrrrr.
Tapi dia sempat sarankan produk ini, produk korea, yang cukup sering ia rekomendasikan untuk tipe kulit sepertiku.


 ACACI ACNE MAGIC TROUBLE SKIN SOLUTION




Kemasannya lucu, girly, ala ala produk Korea. Dikemas dalam botol kaca, dengan tutup ulir dan sayangnya tidak ada pembatasnya lagi padahal lubangnya cukup besar. Jadi kalau kalian tidak hati-hati saat menuangkannya, isinya bisa tumpah. Memang agak tricky sih untuk cara pemakaiannya.
Teksturnya seperti air, sangat ecer, dan ketika didiamkan akan terpisah menjadi dua bagian. bagian atas yang bening jatohnya sepeti toner, dan yang bagian bawah teksturnya lebih kental, seperti obat jerawatnya sariayu.



Untuk cara pemakaian yang tertera di kemasan, 2 bagian ini memang digunakan secara terpisah. 




Bagian atas (1) dipakai selayaknya toner, dan bagian bawah (2) untuk dipakai di daerah yang berjerawat saja (ditotol). Namun,untuk kasus aku, dokter menyarankan untuk menyatukan 2 bagian tersebut, jadi harus dikocok, baru diaplikasikan ke seluruh wajah. Jatohnya seperti acnes tint moisturizer, tapi coveragenya lebih sheer lagi. Kalau sudah pakai ini, dokter membolehkan aku untuk menimpanya dengan BB cream atau foundation kalau merasa coverage si ACACI ini belum ampuh. Tapi buat aku, coveragenya cukuplah untuk pemakaian sehari-hari, tapi memang kurang oke kalau dipakai di acara formal. 

Ketika diaplikasikan, rasanya mentol. Seperti menggunakan powder lotionnya acnes. Hanya saja warnanya lebih menyatu dengan kulit. Kulit wajah menjadi adem dan dingin.

Aku sudah pakai ini sekitar 2 bulan dan sejauh ini aku belum mendapatkan hasil yang spektakuler. Gak ada perbedaan yang signifikan ketika aku pakai dan tidak pakai. Perbedaannya hanya sensasi dingin yang kudapatkan. Produk ini juga tidak mengurangi minyak di wajahku dan tidak cukup ampuh mencegah jerawat, malah aku ngerasa kulit wajah jadi lengket dan lebih berminyak. Jadi ya sorry to say aku agak kecewa juga dengan produk ini karena aku berekspektasi cukup tinggi untuk hasilnya, karena dokter kulit langsung yang merekomendasikannya padaku. Harganya pun lumayan, sekitar 160 ribu kalau tidak salah.

Pernah suatu kali, aku coba pakai produk ini sesuai dengan keterangan di kemasan. Jadi aku ambil ampasnya (bagian bawahnya) untuk mengobati jerawatku, hanya ditotol di bagian jerawatku saja, dan besoknya memang ada perubahan, jerawat cepat kering. Jadi kesimpulanku, kayaknya sih memang penggunaannya tidak bisa disatukan seperti itu. Produk ini juga hanya ampuh untuk mengatasi jerawat, tidak mempan untuk beruntusan atau komedo.

Untuk foto pemakaian, mungkin menyusul ya. Agak sulit foto akhir-akhir ini karena pergi pagi pulang malam. *alasan*

Mungkin memang takdirnya aku gak bisa pakai foundation dalam jenis apapun. Hiks. Jadi kalau kalian tanya apa aku berniat untuk beli lagi produk ini? Sayangnya, tidak.

Atau mungkin teman-teman ada yang bisa merekomendasikan produk foundation yang mungkin cocok untuk jenis kulitku yang acne prone ini?
Continue reading REVIEW : Acaci Magic Trouble Skin Solution

Friday, 20 November 2015

, , , , , , , ,

REVIEW : The Body Shop Body Treatment Strawberry Variant

Rezeki anah sholehah, kalau anak sekarang bilang. Jadi, waktu lebaran kemarin, aku dapat serangkaian produk bodyshop untuk varian strawberry. Ada 5 macam yang aku dapat, yaitu Eau De Toilette, Shower Gel, Hand Cream, Body Butter, dan Shower Puff (kiri ke kanan, minus shower puff)


Sebenarnya untuk perawatan tubuh, aku jarang menggunakan produk bodyshop karena harganya lumayan mahil bo. Kalau untuk skincare dan makeup sih masih oke lah. Tapi yang namanya hadiah mesti disyukuri ya, apalagi hadiahnya produk TBS.  Yippie.

1. EAU DE TOILETTE


Wanginya segar dan cukup tahan lama. Aku jarang pakai EDT ini, EDT ini ukurannya mungil karena hanya 30 ml. Biasanya aku selalu bawa ini kemana-mana karena saking mungilnya gak memakan tempat saat di bawa. Kubilang ketahanannya cukup lama karena hampir seharian wanginya masih nempel. 
Harga : 189.000/30 ml

2. SHOWER GEL


Seperti varian lainnya, untuk shower gel TBS wanginya juga enak. Teksturnya gel cair dengan warna merah transparan. Kalau pakai shower puff, hanya sedikit saja bisa untuk dipakai seluruh tubuh. Tapi kalau gak pakai shower puff, kamu butuh beberapa kali tuang untuk mencapai seluruh tubuhmu. Belum lagi, jika tidak memakai shower puff, terasa licin dan busanya sama sekali tidak keluar.
Kulit terasa lembut seketika dan wangi tentunya. Walaupun terlihat sedikit, namun shower gel 250 ml ini dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama, tergantung berapa banyak yang kamu tuang dalam satu kali mandi. Makanya, peran shower puff disini sangat penting!
Harga: 109.000/250 ml

3. HAND CREAM



Aku bukan penggemar hand cream, karena dengan lotion pun aku rasa udah cukup. Tapi namanya gratisan sih dengan senang hati kalau ada yang ngasih. Hand cream ini wanginya super tahan lama, kelembabannya pun cukup lah. Tapi aku ngerasa masih belum bisa ngalahin body butter atau lotion. Namun untuk teksturnya, hand cream ini juara. Gel dan mudah meyerap. Tidak ada kesan lengket sama sekali.


Walaupun hanya 30 ml, karena hanya dipakai untuk tangan, hand cream ini cukup lama habisnya. Bahkan sudah berbulan-bulan belum habis. Mungkin karena memang aku jarang pakai sih. :p

Harga : 79.000/30 ml

4.  BODY BUTTER


Body butter TBS ini memang juara kalau masalah kelembababan. Kakiku sempat kering karena kalau di kantor kerjaannya nyeker. Malamnya, aku coba pakai ini di daerah-daerah yang kering, dan esok harinya voilaaaaa! kakiku kembali lembut! Teksturnya padat dan di awal agak sedikit lengket. Tapi masalah kelembaban jangan ditanya.


Harga : 89.000/30 ml

Overall, dari semua produk ini yang paling kusuka adalah EDTnya. Wanginya bisa sampai seharian. Tapi semua produk ini juga memang juara wanginya. Kalau aku pakai keempat produk ini secara bersamaan dalam satu hari, wanginya segeeeer banget. Keringetan pun masih tetep wangi. Mungkin besok-besok mau nyoba untuk varian lainnya.

See you on my next post!

Continue reading REVIEW : The Body Shop Body Treatment Strawberry Variant

Tuesday, 17 November 2015

, , , , , , , , , , , ,

REVIEW : Wardah Long Lasting Lipstick No 05 & 03

Sebagai pecinta lipstick matte, aku ingin share lipstick mate favorite aku saat ini. Beberapa blogger mungkin pernah share juga mengenai lipstick ini karena kualitasnya yang oke dengan harga super cheap!

Mencari lipstick matte gak mudah, karena hasil akhir penggunaan lipstick ini bergantung dari kondisi bibir kita. Sedangkan bibirku termasuk yang cukup sensitive. Jadi dilemma banget, waktu nemu lipstick matte yang bagus tapi bikin bibir kering. Tapi setelah coba sana sini, akhirnya nemu juga lipstick matte yang cocok di bibirku.

WARDAH LONG LASTING LIPSTICK


Mungkin telat banget ya ngeshare lipstick ini di saat semua orang udah pakai, tapi siapa tau ada yang belum coba. Untuk kali ini, aku akan mereview 2 warna yaitu seri 05 (Fuschia Fever) dan 03 (Simply Brown).


Aku suka packaging lipstick yang tipis gini. Selain terlihat mewah dan gak ngabisin tempat, bentuknya yang langsing ini sangat memudahkan aku dalam pemakaiannya karena bibirku tergolong tipis, jadi saat dipakai gak bleberan gitu.

Shadenya sebenernya banyak yang aku pengen, Cuma karena takut gak cocok di bibir alhasil aku Cuma beli 2 shade yaitu shade 03 (Simply Brown) dan 05 (Fuschia Fever)


Untuk shade 05 (FUSCHIA FEVER), seperti namanya, warnanya memang pink fuschia. Entah kenapa akhir-akhir ini aku lagi jatuh cinta dengan warna lipstick pink. AKu ngerasa lipstick pink emang bikin wajah jadi lebih cerah, segar, dan lebih muda. :p Tapi untuk shade ini, biasanya aku pakai ke acara yang lebih formal. Bukannya gak pede untuk dipakai sehari-hari, tapi karena sehari-hari aku sudah punya nomor 03 sebagai lipstick andalan. Alasannya di paragraf selanjutnya, ladies.



Untuk shade 03 (SIMPLY BROWN), warnanya tergolong natural. Kupikir dia jatohnya jadi coklat bibir, tapi ternyata lebih pink semi coklat. Ini cakep banget pokoknya. Lipstik ini yang sekarang jadi andalan aku untuk pemakaian sehari-hari, karena warnanya sangat natural dan tetap bikin bibir fresh.




Kiri : No 05 ( Fuschia Fever)
Kanan : 03 ( Simply Brown)


Nah, untuk teksturnya. Awalnya aku agak underestimate tentang tekstur lipstick ini, karena sebelumnya pernah dikecewakan oleh beberapa brand yang ngeluarin lipstick matte. Tapi ternyata teksturnya enak banget. Lunak dan langsung menyatu dengan bibir, tanpa membuat bibir kering! Aku pakai ini hampir tiap hari, dan bibirku aman-aman aja.  Warnanyapun pigmented, lipstick ini bisa mengcover warna bibirku dengan sempurna tanpa menggunakan lip concealer sebelumnya. Pokoknya aku suka deh untuk pengaplikasian lipstick ini.

Tapi tapi tapi, ada beberapa yang aku sayangkan dari lipstick ini.

  1. Saking lunaknya, mudah patah! OMG, aku baru beli sekitar 3 harian dan ternyata lipstiknya patah di dalam sehingga saat lipstiknya dikeluarin, posisinya menceng-menceng bengkok aneh gitu loh. Setelahnya aku baru tau ternyata semua pemakai lipstick ini pun merasakan hal yang sama. T.T
  2. Staying powernya kurang oke. Kalau gak makan/minum sih bisa tahan sampai 5 jaman. Cuma kalau udah makan/minum kamu harus buru-buru touch up sebelum ada yang komentar lipstik kamu udah gak bersisa di bibir.
Tapi 2 kekurangan itu termaafkan lah karena aku masih amaze dengan teksturnya yang sama sekali gak bikin bibirku yang rewel ini jadi kering. Untuk harganya sekitar 40an tapi di Yogya dapat diskon 5% jadi sekitar 38 an lah. Untuk kualitas seperti ini sih, murah bangetttttt!

Oh, aku ada review terbaru untuk lipstick ini yaitu shade NO 09.
Klik DISINI ya!

Sampai jumpa lagi di postingan selanjutnya!
XOXO


Continue reading REVIEW : Wardah Long Lasting Lipstick No 05 & 03

Saturday, 14 November 2015

, , , , ,

REVIEW : RANEE COSMETIC BLUSHER 05

Postingan ini terdampar di draft selama hamper setengah tahun lamanya. Akhirnya hari ini ia bisa terjun bebas tampil di blog. Produk yang aku review sekarang adalah salah satu blush on yang pada akhirnya bikin aku nyesel kenapa mesti beli. Okay, inilah RANEE COSMETIC BLUSHER.

Mungkin di antara kalian ada yang masih asing dengan merk ini, ya Ranee Cosmetic memang brand local yang agak sulit untuk dicari. Sebenernya akupun gak banyak tau tentang Ranee. Pertama aku tau Ranee atas saran beauty blogger yang sedang membahas lem bulu mata merk local yang cukup bagus. Aku juga sempat nyoba dan memang lumayan, karena agak sulit mencari lem bulu mata merk local.


Suatu hari aku liat blush on ini yang seri 05, warnanya ciamik apalagi aku emang suka blush on warna peach gelap atau coklat. Biar sekalian bisa jadi bronzer juga gitu. Hemat, babe.

Nah ini penampakannya:


Packagingnya menurutku sangat biasa. Warnanya biru dongker. Simple sekali tapi kurang elegan.



Ini untuk seri warnanya. Ada dua, yang satu warna peach, yang satu coklat. Salahnya aku, aku sama sekali gak coba testernya di counter, karena si BA nya udah pake dan di muka dia bagus banget. tanpa ba bi bu aku beli lah Blusher seharga kurang lebih 35 an ini.

Tentang pigmented ataau tidaknya.. Begini ceritanya..Waktu sampai di rumah dan nyoba blusher ini.. ZONK. Warnanya gak keluar.  Harus berkali kali diaplikasikan dan itupun warnanya pucat dan gak menyatu dengan kulit. 




Warna yang atas adalah yang coklat, sedangkan yang bawah yang warna peach. Untuk yang warna peach masih lumayan lah, tapi untuk yang warna coklat.. Ekspektasi aku terlalu tinggi kayanya. Awalnya aku harap blusher ini bisa sekalian jadi contour, dan ternyata setelah aku pakai yang warna coklat, muka aku malah kaya yang abis kena asep gitu, kucel. Muka jadi abu-abu. -_- Tampaknya sih aku salah pilih warna.

Nah, selanjutnya mengenai teksturnya. POWDERY abis. Saat diaplikasikan banyak banget bubuk blusher yang berterbangan. 

Blusher ini juga gak ada shimmernya. Jadi mungkin akan cocok digunakan sehari hari (kalau nemu warna yang cocok)

Tapi khusus untuk Blusher Ranee seri 05 ini aku kurang merekomendasikan, apalagi untuk kalian yang berkulit sawo matang seperti aku. Mungkin untuk kalian yang berkulit putih, blusher ini masuk ke tone kulit kalian.

Overall, aku kurang suka dengan produk ini, karena kurang cocok dengan warnanya. Aku juga gak ada niat buat beli seri lain dari Blusher Ranee ini karena sudah punya Blush on yang saat ini menjadi favorit aku. Mau tau apa? Simak di postingan berikutnya ya! 

See you, girls.
XOXO
Continue reading REVIEW : RANEE COSMETIC BLUSHER 05

Saturday, 7 November 2015

, , , , ,

REVIEW : ETUDE EYE'S CREAM & MULTI CELL NIGHT REPAIR EYE CREAM SECRET KEY

Di antara berbagai macam permasalahan kulit yang ada, keriput dan penuaan dini adalah yang paling kutakuti, walaupun suatu saat keriput itu pasti. Tapi, tidak ada salahnya kan berusaha untuk meminimasilisir hal tersebut terjadi lebih cepat.

Selama ini yang aku tahu, keriput dimulai dari garis-garis halus yang muncul di bagian wajah tertentu, termasuk mata. Selain itu, mata juga termasuk bagian wajah yang sering terpoles oleh kosmetik. Nah, dari situ aku sadar bahwa selama ini aku kurang memperhatikan perawatan untuk mata. Apalagi aku sering memakai kacamata sehingga cenderung masa bodoh akan perawatan mata. *lazy alert*

Setelah bertapa beberapa hari, menimbang produk skincare apa yang aku gunakan, akhirnya ada 2 produk yang mencuri hatiku, yaitu :

1. ETUDE EYE'S CREAM (MINT COOLING)



2. MULTI CELL NIGHT REPAIR EYE CREAM SECRET KEY
Aku sengaja membeli 2 produk tersebut, agar perawatannya optimal. Nah, postingan ini kubuat setelah kurang lebih 3 bulan aku menggunakannya.

Review yang pertama adalah untuk Etude's Eye Cream (Mint Cooling)


Deskripsi : "Eye cream stick formulated to relieve dark patches and swelling around the eyes with an invigoratingly soothing sensation "
Kemasan : Kemasan produk ini lucu banget, ala ala etude ya. Kemasannya dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai es krim
Tekstur : Krim ini berbentuk stick. Walaupun dikatakan cream, tapi sama sekali tidak membuat lengket ataupun berat di mata. Selain itu, walaupun warnanya biru, saat dioles sama sekali tidak berwarna dan cepat sekali menyerap.
Hasilnya ? Mata menjadi segar seketika. Apalagi yang biasa pakai kacamata atau softlens, kalian pasti pernah merasakan yang namanya mata berat, lelah, bawaannya pengen tidur, kalian mesti coba ini!
Harga : Aku beli ini dengan harga 90.000 an kalau gak salah.
Repurchase : Of course! Lagipula ini awet banget. Gak rugi juga.

Jika eye's cream dari etude tadi memang dibuat khusus penggunaan siang hari, maka krim yang satu ini dibuat khusus untuk perawatan mata di malam hari.

Ya, ini adalah Multi Cell Night Repair Eye Cream dari Secret Key!

Kemasan : Kemasannya sih biasa aja ya, terbuat dari kaca dengan bentuk kotak. yang disayangkan adalah bentuknya, bentuknya ini sedikit bikin sulit untuk mencapai krim yang terletak di bagian dalam, tapi masih bisa terjangkau kok.
Tekstur : Aku suka dengan teksturnya. Gel dan mudah menyerap. Krim ini pun tidak memiliki bau yang aneh-aneh, wanginya lembut bahkan nyaris tidak tercium. Gel ini juga bening, tidak menimbulkan warna saat diaplikasikan. Satu lagi yang kusuka, mudah menyerap!
Hasilnya? Krim ini lebih banyak terasa manfaatnya dibanding dengan Etude, mungkin karena penggunaan malam hari juga jadi efeknya lebih terasa. Pada saat pertama diaplikasikan, terasa sensasi dingin di area mata. Akan lebih baik lagi jika pengaplikasian dibarengi oleh pemijatan di area mata. Mata berasa rileks banget.
Harga : Kalau gak salah sekitar 120 ribuan
Repurchase : Yap, kalau memang tidak ingin coba yang merk lain, karena untuk krim mata malam hari cukup banyak pilihan, tidak hanya dari Secret Key.

Overall, 2 krim ini sangat membantu aku yang punya masalah mata (minus dan silinder). Mataku jadi tidak mudah lelah, terutama setelah memakai kacamata atau softlens dalam jangka waktu yang cukup lama. Buat kalian yang memiliki masalah mata sama denganku (cepat lelah saat menggunakan kacamata dan softlens), 2 krim ini boleh kalian coba karena cukup membantu.

Saat ini, 2 produk tersebut termasuk dalam skincare rutinku. Walaupun jadi makin banyak produk perawatan wajah, kupikir perawatan matapun sangat penting sehingga tidak boleh diabaikan. Bener gak?

See you on my next post!
Continue reading REVIEW : ETUDE EYE'S CREAM & MULTI CELL NIGHT REPAIR EYE CREAM SECRET KEY