Showing posts with label jerawat. Show all posts
Showing posts with label jerawat. Show all posts

Thursday, 3 December 2020

, , , ,

REVIEW : JF Sulfur Acne Spot Care Facial Foam, Sahabatnya Si Kulit Berjerawat

Review kali ini masih tentang salah satu main skincare saya, yaitu tentang sabun pencuci wajah. Meskipun terdengar gak penting-penting amat, tapi justru masalah membersihkan wajah ini adalah satu langkah awal untuk merawat kulit wajah. Terlebih untuk kulit yang mudah berjerawat seperti kulit saya. Buat saya, sabun pembersih wajah memang gak punya efek yang bombastis, mencerahkan, menghilangkan komedo, you named it. Tapi, sabun wajah ini mencegah timbulnya masalah kulit yang baru, dan gak memperburuk kondisi kulit yang memang sudah bermasalah.

Beberapa tahun yang lalu saya pernah bilang kalau saya jatuh cinta dengan sabun batang JF Sulfur yang varian blemish control dan bersumpah gak akan mencoba yang versi barunya, yang dikemas dalam tube, selayaknya facial wash lainnya. Tapi, karena saya merasa sabun batang ini kurang praktis untuk digunakan, pada akhirnya saya mengkhianati diri sendiri dengan membeli JF Sulfur yang berbentuk facial foam dengan harapan kualitasnya sebagus sabun batangnya yang mampu mengurangi aktivitas bakteri-bakteri penyebab jerawat di wajah saya. 

Pada akhirnya, ternyata ini adalah keempat kalinya saya repurchase. Gak tanggung-tanggung, karena saya agak kesulitan mencari produk ini secara offline, saya langsung pesan online sebanyak 5 buah! Fakta bahwa saya berkali-kali repurchase ini adalah bukti kalau kulit acne prone saya berjodoh dengan produk ini, yaitu JF Sulfur Acne Spot Care Facial Foam.

KEMASAN

Kemasan JF Sulfur

Gak ada yang spesial dari kemasan produk ini. Sangat sederhana, dikemas dalam tube tanpa disertai box apapun, berisi 70 gram. Gak masalah, mengingat harganya yang hanya belasan ribu. Design warna putih dengan tutup model flip top yang menurut saya gak terlalu rapat dan punya resiko terbuka saat dibawa berpergian. Jadi ada baiknya kalau mau travelling dan bawa produk ini, bagian flip topnya lebih baik disolasi atau produknya dimasukkan ke dalam plastik lain, supaya aman.

KLAIM

Diformulasikan sebagai pembersih wajah yang membantu menyamarkan noda bekas jerawat tanpa menyebabkan kuli kering. Mengandung: 
+ Active Bio-Sulfur, bahan alami yang membersihkan kulit dengan lembut sekaligus membantu mengangkat sel kulit mati 
+ Vitamin B3 & Lactic Acid, membantu menyamarkan noda bekas jerawat sehingga kulit wajah tampak lebih cerah 
JF diformulasikan oleh ahli kulit demi memenuhi kebutuhan konsumen yang mencari perawatan dermatologi untuk kondisi kulit mereka

KANDUNGAN

Kandungan JF Sulfur

Aqua, lauryl glucoside, lauric acid, acrylates copolymer, acrylates/ steareth-20, methacrylate crosspolymer, potassium cocoyl glycinate, divinyl dimethicone/ dimethicne copolymer, c12-13, pareth-23, c12-13 pareth-23, potassium hydroxide, glycerin, myristic acid, palmitic acid, ethanol, glycol distearate, stearic acid, lactic acid, potassium lactate, niacinamide, salicylic acid, Dmdm hydantoin, fragrance (parfum) components & finished fragrances, bht, disodium edta, polysorbate-80, sulfur.

CARA PEMAKAIAN

Busakan dengan air dan usapkan pada wajah, jangan terkena mata, bilas hingga bersih. Untuk hasil lebih optimal, gunakan JF Acne Spot Care Gel (soon akan aku review juga).

TEKSTUR, WARNA, DAN AROMA

Teksturnya gel kental dengan warna putih transparan. Wanginya seperti ada wangi citrusnya, gak mengganggu sama sekali.

HASIL PEMAKAIAN

Sebelum saya menceritakan pengalaman saya menggunakan produk ini, mungkin kalian bertanya-tanya kenapa saya pilih JF Sulfur Facial Foam yang varian Acne Spot Care, bukan varian Anti Acne atau Acne Protect? Padahal dua lainnya lebih jelas dikhususkan untuk menangani jerawat. Jawabannya adalah, sepengalaman kulit saya menggunakan JF Sulfur batangan, varian blemish control adalah satu satunya yang cocok di kulit saya. Sementara yang lain, yang tampaknya memang khusus kulit yang jerawatnya aktif dan banyak, malah bikin kulit saya terlalu kering dan malah menimbulkan jerawat juga komedo.

Nah, berbekal pengalaman sebelumnya, akhirnya saya memutuskan untuk memilih JF Sulfur Acne Spot Care Facal Foam (asumsi saya, JF Sulfur Acne Spot Care Facial Foam ini punya kandungan dan manfaat yang setara dengan JF Sulfur Blemish Control). Seperti sabun pencuci wajah pada umumnya, JF Sulfur Acne Spot Care Facial Foam ini menghasilkan busa yang lumayan banyak pada saat dipakai. Tapi bedanya, kulit tetap lembap, gak kering ketarik seperti yang biasanya terjadi kalau saya menggunakan facial wash yang punya embel-embel anti acne

Review JF Sulfur

Setiah habis mencuci wajah menggunakan JF Sulfur Acne Spot Care Facial Foam ini, saya bisa langsung merasakan kalau kulit saya menjadi jauh lebih halus dan bersih. Lucunya, selama saya menghabiskan 4 tube JF Sulfur Acne Spot Care Facial Foam ini, saya gak merasakan noda hitam bekas jerawat saya ini memudar atau menghilang. Tapiiiiii, justru saya merasakan manfaat yang lainnya. Kulit saya jadi jarang berjerawat, kalaupun saya berjerawat, akan cepat kering dan menghilang (selain komedo ya, karena JF Sulfur Acne Spot Care Facial Foam ini gak membuat komedo saya berkurang sama sekali). 

JF Sulfur Acne Spot Care Facial Foam ini mengandung bahan favorit saya, yaitu niacinamide. Makanya, gak heran kalau ternyata kulit wajah -yang biasanya rewel-, nerimo-nerimo aja saat pakai produk ini. Meskipun kandungan sulfurnya berada di deretan akhir dalam daftar kandungan, tapi menurut saya, ini sudah cukup mampu mengatasi kulit saya yang mudah berjerawat. Agak heran sih, produk yang tadinya dikhususkan untuk mengatasi noda bekas jerawat, malah lebih ampuh dalam mengatasi jerawatnya itu sendiri. Ini sih antara kulit saya yang aneh, ataukah JF sulfur salah nulis judul dan klaimnya? Tapi, apapun itu, saya tetap bersyukur sudah menemukan jodoh lainnya untuk kulit saya yang banyak maunya ini, terlebih lagi harganya super murah. I like it. NO, I LOVE IT.

KESIMPULAN

+ Murah, produk lokal
+ Cocok di kulit acne prone
+ Membantu mengontrol kadar minyak di wajah
+ Aroma gak mengganggu
+ Busa banyak tapi gak bikin kulit kering
+ Kulit wajah terasa lebih bersih dan halus
+ Mencegah timbulnya jerawat dan mengurangi jerawat
- Kemasan terlalu sederhana dan kurang travel friendly
- Harus beli di supermarket besar atau di drugstore
- Gak begitu terlihat efek memudarkan noda hitamnya (mungkin butuh waktu lebih lama?)
- Gak berpengaruh terhadap komedo jenis apapun  
 
Harga : 19.000 / 70 gram
Nilai : 4/5

Disclaimer : Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement
Continue reading REVIEW : JF Sulfur Acne Spot Care Facial Foam, Sahabatnya Si Kulit Berjerawat

Monday, 27 January 2020

, , , , , , ,

REVIEW : Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum, Sehebat Itukah?

Produk yang akan direview sekarang, memang sudah saya beli dari 2 bulan yang lalu. Tapi kan, namanya review produk, apalagi skincare, butuh waktu minimal 2 minggu untuk merasakan efeknya. Awal mula saya beli produk ini karena termakan iklan yang sering banget muncul di instagram saya. Gak cuma dari official accountnya, tapi juga dari review teman-teman sesama blogger. Klaim dari produk yang berbahan dasar lendir siput ini juga bikin mupeng, yaitu dapat meregenerasi kulit yang rusak, memperbaiki tekstur kulit, juga mengecilkan pori-pori yang besar. Sebetulnya dari dulu saya skeptis sama produk-produk yang mengklaim bisa memperbaiki tekstur ataupun mengecilkan pori-pori kulit wajah, karena kayaknya memang gak mungkin. Tapi dasar Anisa, imannya belum kuat, begitu lihat produk ini waktu itu lagi diskon, gak mikir lama-lama, langsung order aja.Saya belum nyebut nama prodik yang akan saya review, tapi kalau kalian menyimak intro singkat saya tadi, pasti udah tau kalau saya akan bahas Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum.

Review Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum

KEMASAN

Review Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum

Kemasannya dari plastik dengan botol pump. Seperti biasa, tipe botol pump adalah yang saya suka, karena gak perlu repot-repot menakar jumlah produk yang akan dikeluarkan. Belum lagi, tipe botol seperti ini jauh lebih higienis. Satu hal yang saya kurang suka adalah pumpnya yang kurang smooth waktu mengeluarkan produknya. Hmm.. gimana ya jelasinnya, jadi kalau ditekan itu agak keras gitu. Sebetulnya bukan masalah besar sih, tapi ya namanya juga review, harus sedetail mungkin kan?

TEKSTUR

Tekstur dari Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum adalah berupa gel cair berwarna bening, mungkin sengaja dibikin menyerupai lendir siput (walaupun saya sendiri belum pernah liat langsung yang namanya lendir siput). Tekstur gel ini cepat meresap di kulit, tanpa meninggalkan kesan lengket. Good point!

AROMA

Aromanya wangi yang cukup menyengat. Kalau ini sih preferensi ya. Saya sih kurang suka ya skincare yang terlalu wangi, tapi beberapa orang ada yang malah suka.

KANDUNGAN

Review Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum
Water, Butylene Glycol, Niacinamide, 1,2-Hexanediol, Snail Secretion Filtrate, C12-14 Pareth-12, C12-14 Pareth-7, Carbomer, Tromethamine, Dioscorea Japonica Root Extract, Trehalose, Ethylhexylglycerin, Beta-Glucan, Hydrolyzed Corn Starch, Citrus Aurantium Bergamia (Bergamot) Fruit Oil, Allantoin, Adenosine, Disodium EDTA, Sucrose, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Extract, Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract, Agrimonia Eupatoria Extract, Salvia Officinalis (Sage) Oil, Centella Asiatica Extract, Salvia Officinalis (Sage) Leaf Extract, Camellia Sinensis Leaf Extract, Chamaecyparis Obtusa Leaf Extract, Silybum Marianum Seed Extract, Perilla Frutescens Leaf Extract, Sodium Chondroitin Sulfate, Broussonetia kazinoki Root Extract, Propolis Extract, Artemisia Capillaris Extract, Cimicifuga Dahurica Root Extract, Salix Alba (Willow) Bark Extract, Pentylene Glycol, Madecassoside, Oenothera Biennis (Evening Primrose) Flower Extract, Asiaticoside, Asiatic Acid, Madecassic Acid, Phenoxyethanol.

KLAIM

Review Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum

Produk ini mengklaim memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai whitening dan anti wrinkle. Mengandung 890.000ppm Snail Truecica ™ yang terdiri dari Black Snail Extract dan Truecica ™, yang berfungsi:
- Membantu regenerasi kulit dengan memperbaiki kerusakan kulit
- Menenangkan kulit dan menguatkan lapisan kulit
- Menghilangkan noda dan bekas luka tanpa rasa lengket
- Bebas dari 20 bahan berbahaya
- Lulus uji iritasi kulit

CARA PEMAKAIAN

Kalian bisa gunakan produk ini setelah cuci muka dan pengaplikasian toner. Sebelum memakai Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum, kalian dianjurkan untuk mengocoknya terlebih dahulu. Setelah itu keluarkan produk sebanyak 3-4 tetes, oleskan ke wajah, dan tepuk-tepuk hingga menyerap.


HASIL PEMAKAIAN

Jadi, sebelum memakai produk ini, kulit saya gak ada masalah. Rangkaian skincare saya hanya sebatas micellar water, facial wash, sunblock, dan night cream, dan hamdallah semuanya cocok. Tapi, karena saya ingin menguji kualitas produk ini, akan lebih fair rasanya kalau saya berhenti memakai night cream untuk sementara waktu, dan hanya menggunakan Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum ini, supaya reviewnya jadi gak bias. 

Review Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum
Sebelumnya, bertahun-tahun yang lalu, saya pernah punya beberapa skincare dari Korea yang juga berbahan dasar lendir siput, dan saya gak cocok dengan mereka. Lalu kenapa sekarang ingin coba Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum yang jelas-jelas berbahan dasar lendir siput? Ya, namanya juga kurang kuat imannya. Apalagi melihat klaim yang ditawarkan oleh produk ini, dan juga review dari para penggunanya yang mengaku bahwa bekas luka bopeng dan juga pori-pori wajahnya tersamarkan. Gimana gak tertarik coba? Jadi saya mencari pembenaran, kalau dulu-dulu itu, rangkaian skincare saya ada yang gak cocok dengan produk siput, jadi hasilnya malah gak oke. Maka kali ini, saya akan mencobanya tanpa dibarengi skincare lain (selain facial wash dan sunblock, tentunya).
   
Seminggu pemakaian, saya suka dengan produk ini. Dari mulai tekstur gel yang cepat meresap, dan efek setelah memakaianya, yaitu gak lengket sama sekali. Pemakaian Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum ini pun irit, 1x pump cukup untuk seluruh wajah dan leher, bahkan buat saya masih kebanyakan. Padahal, katanya untuk penggunaan 1x itu butuh 3-4 tetes, waaah buat saya malah kerasa gak nyaman. Bikin kulit wajah terasa gerah. Hanya dengan 1 pump saja, wajah terasa lebih lembap dan lebih enak dipegang. Meskipun gak ada perubahan apapun dengan tekstur kulit saya -ya namanya juga baru seminggu-, gak ada reaksi negatif apapun yang muncul. Saya udah PD, kalau produk ini akan jadi jodoh saya, sampai akhirnya...


Memasuki minggu kedua, muncul whitehead sedikit demi sedikit di bagian pipi saya. Selain itu, di bagian jidat pun muncul beruntusan. Beruntusan adalah masalah kulit yang paling saya benci, sulit ngusirnya. Beda dengan jerawat yang bisa dibilang masih mudah diatasi. Saya pikir, mungkin purging. Tapi memasuki minggu ketiga, whitehead dan beruntusan, masih juga ada. Biasanya, saya mengalami purging gak lebih dari 2 minggu. Akhirnya, memasuki 1 bulan pemakaian, saya bisa menyimpulkan kalau saya gak cocok dengan produk ini, hmm lebih tepatnya, saya memang gak cocok dengan produk berbahan dasar lendir siput. No debate. 

Saya sampai pada kesimpulan, kalau Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum ini kurang cocok untuk kulit-kulit sensitif seperti saya. Lalu, saya agak skeptis mengenai klaim "miracle" yang katanya bisa menghilangkan bekas luka dengan cepat. Tampaknya itu hanya berlaku bagi luka-luka baru, bukan luka menahun seperti bopeng. Btw, saya pernah mengoleskan produk ini pada hidung saya yang gak sengaja tergaruk dan luka. Betul saja, lukanya cepat mengering dan sembuh. Mungkin, untuk luka-luka menahun atau pori-pori yang besar, butuh waktu yang lamaaaa buanget, untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Jadi, kalau kamu punya kulit yang gak sensitif seperti kulit saya, lalu kamu orangnya sabar, mungkin Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum ini akan memberikan hasil yang menakjubkan di kulitmu.

KESIMPULAN

 Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum

+ Tekstur gel yang cepat menyerap
+ Tidak menimbulkan rasa lengket
+ Botol model pump
+ 1x pump cukup untuk wajah dan leher 
+ Menyembuhkan luka baru dengan cepat
- Kurang cocok untuk kulit sensitif
- Wanginya menyengat

Nilai : 3/5
Harga : Kisaran 200.000, tergantung beli di mana 

Disclaimer : Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement
Continue reading REVIEW : Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum, Sehebat Itukah?

Tuesday, 17 September 2019

, , , , , ,

REVIEW : Some By Mi Truecica Mineral 100 Calming Sunscream, Sunscreen Untuk Kulit Sensitif

Sebagai seorang beauty blogger, saya ingin membuat pengakuan dosa selama hamil, bahwa saya melewatkan step terpenting dalam rutinitas skincare selama hampir 4 bulan lamanya. Kira-kira step terpenting dalam rutinitas skincare itu apa coba? Ya, suncreen atau sunblock!

Maafkan saya ya kulit, telah mengabaikan bahayanya sinar matahari. Bukannya kenapa-kenapa, tapi memasuki trimester kedua, kulit wajah saya menjadi lebih sensitif. Gak ada satupun skincare terutama sunscreen yang cocok dengan kulit saya. Saya juga terlalu parno untuk mencoba produk-produk baru yang belum pernah saya coba sebelumnya. Alhasil, kulit wajah saya jadi super kusam dan gelap selama hamil. Tapi, di penghujung trimester 3 ini, akhirnya saya menemukan sunscreen rekomendasi sahabat saya, yang katanya jadi favorit orang-orang yang punya kulit sensitif karena produk ini gak mengandung 20 jenis bahan berbahaya yang biasanya ada di produk lain. Udah mulai penasaran produk apa? Ini dia, Some By Mi Truecica Mineral 100 Calming Suncream.

Review Some by Mi Truecica Mineral 100 Calming Sunscreen

Brand Korea ini sudah sering saya dengar. Orang-orang heboh tentang betapa ajaibnya brand ini, terutama produk Miracle Tonernya yang mengandung AHA BHA PHA. Justru untuk produk suncream ini belum pernah saya dengar sebelumnya. Makanya, saya berusaha meracuni kalian, siapa tau kalian yang baca sama seperti saya, punya kulit sensitif dan sulit untuk cocok dengan kandungan sunscreen.

KEMASAN

 Review Some by Mi Truecica Mineral 100 Calming Sunscreen

Kemasannya gak istimewa. Design kemasannya hijau, sama seperti kebanyakan produk Some By Mi. Dikemas dalam tube yang berukuran lebar, menurut saya kemasannya terlalu besar. Kenapa? Karena sebetulnya produknya gak mengisi penuh tubenya. Banyak juga konsumen yang mengeluhkan soal ini, disangka produknya sudah pernah dipakai, karena saat beli terlihat gak penuh. Jadi saya pikir, kenapa mereka gak pakai kemasan yang lebih kecil, yang sesuai dengan isi produknya. Tapi, saya yakin, mereka punya alasan khusus untuk itu.

Review Some by Mi Truecica Mineral 100 Calming Sunscreen 

Di samping itu, saya suka dengan kemasan boxnya yang menyertakan segel hologram Some By Mi. Meskipun terkesan bukan hal penting, tapi menurut saya ini sedikit membantu meyakinkan kita saat belanja online.

KLAIM

Review Some by Mi Truecica Mineral 100 Calming Sunscreen

Sejujurnya, jika mengandalkan kemampuan saya, saya gak akan paham sama sekali fungsi dari produk ini, karena semua informasi ditulis dalam Bahasa Korea, Tapi, terima kasih U Dictionary yang mempermudah pekerjaan saya ini. Jadi, di sini saya akan menerjemahkan secara singkat, informasi yang dituliskan di bagian kemasan produk ini.
    • Tabir surya yang melindungi kulit yang sensitif dari sinar UV dan polusi lingkungan yang berbahaya
    • UVA, UVB menghalangi sinar UV, serta kandungan Truecica yang alami membuat kulit menjadi sehat
    Kegunaan : Melindungi kulit dari sinar UV. (SPF 50 dan PA++++) membantu mencerahkan kulit wajah. Membantu mengurangi garis halus pada kulit.

    Perhatian : Apabila timbul gejala yang tidak normal setelah penggunaan, seperti kemerahan, bengkak, atau rasa gatal, segera hubungi dokter.

    KANDUNGAN

    Water, Cetyl Ethylhexanoate, Butylene Glycol, Glycerin, Dipropylene Glycol, Zinc Oxide, Silica, 1,2-Hexanediol, Niacinamide, Polyglyceryl-3 Methylglucose Distearate, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Water, Titanium Dioxide(CI 77891), Sodium Polyacryloyldimethyl Taurate, Cetearyl Olivate, Sorbitan Olivate, Stearic Acid, Citrus Aurantium Dulcis (Orange) Peel Oil, Lauroyl Lysine, Disodium EDTA, Acrylates/C10-30 lkyl Acrylate Crosspolymer, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Oil Lavandula Angustifolia (Lavender) Oil, Adenosine, Centella Asiatica Extract, Artemisia Vulgaris Extract, Caprylyl Glycol, Madecassoside, Asiaticoside, Asiatic Acid, Madecassic Acid

    CARA PAKAI

    Gunakan di akhir rangkaian skincare, ambil produk dengan jumlah cukup. Gunakan pada wajah dan leher. 

    TEKSTUR, AROMA, DAN WARNA

    Tekstur dari suncream ini adalah cream yang gak terlalu kental. Mudah diratakan dan juga cepat menyerap. Aromanya lembut, gak terlalu menyengat, mirip-mirip dengan aroma day creamnya Sukin. Buat saya, wangi seperti ini gak terlalu ganggu, jadi gak ada masalah sama sekali. Untuk warnanya, warnanya putih seperti sunblock kebanyakan. 

    HASIL PEMAKAIAN

    Jadi ceritanya, awalnya saya gak ada pikiran untuk mencoba produk baru di masa kehamilan ini. Tapi karena sudah terlalu lama saya skip sunscreen, saya merasa berdosa karena sudah membiarkan kulit ini dijahatin sinar UV. Akhirnya, saya minta rekomendasi ke sahabat saya (yang juga beauty enthusiast) kalau saya lagi cari sunscreen untuk kulit sensitif yang gak mengandung paraben, fragrance, dan bahan-bahan yang biasanya memang saya hindari selama ini, terutama saat saya hamil. Akhirnya, sahabat saya bilang kalau Some By Mi Truecica Mineral 100 Calming Suncream ini lagi jadi favorit banyak orang, termasuk orang-orang dengan kulit sensitif dan acne prone, yang biasanya memang sulit cocok dengan produk sunscreen. Atas dasar itulah, saya tertarik untuk mencoba suncream keluaran Korea ini.

    Pertama kali saya coba produk ini, saya langsung notice aromanya yang mirip dengan aroma day creamnya Sukin. Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, bahwa Sukin adalah brand skincare dengan aroma yang masih bisa saya toleransi, karena memang aromanya gak mengganggu dan gak menyengat juga. 

    Waktu saya baca kandungannya, suncream ini mengandung beberapa bahan physical sunscreen, sunscreen yang memang lebih ditujukan untuk kulit berjerawat dan sensitif. Tapi ya, seperti yang kita tau, kelemahan dari physical sunscreen adalah efek whitecast yang bikin kulit menjadi putih. Tapi buat saya gak masalah, whitecast masih bisa ditutup oleh makeup yang benar.

    Suncream ini, meskipun berbentuk cream, tapi bukan cream padat. Bahkan bisa dibilang teksturnya menyerupai gel. Sekali diaplikasikan di wajah, sangat mudah diratakan dan juga mudah menyerap. Gak sampai 10 detik, produknya terserap di kulit dengan sempurna. Biasanya, kebanyakan sunscreen bikin wajah lengket dan kusam, tapi nggak dengan suncream ini. Saat dipegang, gak ada sama sekali sensasi lengket, justru kulit terasa lebih halus. Efek whitecastnya gak begitu ketara. Memang sih, suncream ini bikin kulit setingkat lebih terang, tapi bukan jadi putih, buat saya malah terlihat seperti menggunakan tone up cream. 

    Review Some by Mi Truecica Mineral 100 Calming Sunscreen

    Review Some by Mi Truecica Mineral 100 Calming Sunscreen
     
    Hal lain yang saya rasakan setelah menggunakan suncream ini adalah sensasi ademnya. Suncream ini membuat kulit lebih dingin, bikin kulit lebih rileks. Sunscream dengan SPF 50 dan PA++++ ini terasa ringan di wajah, sama sekali gak kerasa berat seperti yang biasa saya rasakan saat menggunakan sunscreen. Terlebih lagi, yang terpenting adalah, suncream ini sama sekali gak menimbulkan reaksi negatif di kulit sensitif saya. Justru saya merasa kulit saya lebih bersih, entah hanya sugesti, tapi ya kita gak bisa menyangkal juga betapa pentingnya sunscreen bagi kesehatan kulit kita. Ya kan?

    Karena sudah merasakan efek yang luar biasa oke ini, saya jadi kepikiran untuk melengkapi rangkaian Some by Mi yang lain. Ternyata, Some By Mi ini bisa heboh karena memang kualitasnya sebagus itu, bukan sekedar rame-rame sesaat doang. Kalau kalian, ada produk Some By Mi yang jadi favorit kalian? Coba sharing dong!

    KESIMPULAN

    + SPF 50 dan PA++++
    + Teksturnya ringan, mudah diratakan, dan mudah menyerap
    + Aromanya lembut
    + Terdapat segel hologram Some By Mi
    + Kemasan tube ulir, aman dibawa berpergian
    + Efek whitecast gak mengganggu
    + Gak mengandung 20 bahan kosmetik yang berbahaya
    + Cocok di kulit saya yang sensitif
    + Sensasi adem saat diaplikasikan
    + Gak berat/lengket di wajah
    - Informasi ditulis dalam Bahasa Korea (harus cari tau sendiri informasinya)
    - Harus beli online
    - Kemasannya lumayan besar untuk ukuran 50ml

    Harga : 130.000 - 150.000 untuk 50 ml
    Nilai : 4/5

    Disclaimer : Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement.
    Continue reading REVIEW : Some By Mi Truecica Mineral 100 Calming Sunscream, Sunscreen Untuk Kulit Sensitif

    Sunday, 15 September 2019

    , , , , ,

    Siapa Bilang Bumil Gak Boleh Maskeran? Intip Masker Favoritku Selama Hamil!


    Lagi-lagi seputar perawatan kulit selama hamil. Mudah-mudahan gak pada bosan ya. Alasan saya bolak balik menulis topik seputar ini adalah karena saya sendiri mengalaminya. Kecemasan-kecemasan melakukan perawatan kulit selama hamil, tapi juga gak bisa kalau hanya mendiamkan kulit yang kusam dan kucel karena kurang perawatan ini. Seperti yang saya pernah bilang, bahwa saya merasa kulit saya super kusam saat memasuki trimester kedua. Saya masih bisa bertahan jika hanya sekedar kusam, tapi kalau sudah masalah jerawat.. hmm.. bawaannya emosi terus. Mengatasi jerawat itu selalu tricky. Salah-salah mengobati, bisa jadi malah menimbulkan lebih banyak jerawat. Akhirnya, setelah memasuki trimester kedua, saya mulai agak rajin melakukan perawatan wajah di rumah, meskipun hanya sekedar maskeran. 

    Kalian, para bumil pasti sudah banyak browsing juga mengenai ini. Masker untuk bumil yang aman apaan sih? Dan pastinya jawabannya kebanyakan adalah masker-masker dari bahan alami yang dapat dengan mudah ditemukan di dalam kulkas atau dapur. Sebutlah madu, masker andalan sejuta umat yang sayangnya gak pernah cocok di saya. Memang betul saya pernah berbagi resep tentang masker madu dan brown sugar yang jadi andalan saya. Tapi, penggunaan madu tok, tanpa campuran lain, hanya membuat kulit saya terasa gatal. Jadi, ingat ya ibu-ibu, gak semua bahan alami akan cocok di kulit kita. Bahkan, beberapa pakar bilang justru penggunaan bahan-bahan alami sebagai perawatan kecantikan kurang baik untuk kulit-kulit yang sensitif dibanding produk kecantikan yang dijual di pasaran. 

    Masker Yang Aman Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

    Bahan alami lainnya yang kerap kali dijadikan masker adalah lidah buaya. Lidah buaya memiliki efek soothing yang luar biasa. Tapi sayangnya, bahan ini masih menuai pro kontra jika digunakan untuk ibu hamil. Lidah buaya bisa menurunkan kadar glukosa darah yang berpotensi menyebabkan bahaya bagi ibu dan bayinya. Setiap produk pangan, khususnya pencahar yang mengandung ekstrak aloe vera dapat mengurangi tingkat elektrolit sehingga gak aman untuk dikonsumsi selama kehamilan. Dari informasi tersebut, ada beberapa pendapat. Beberapa mengatakan gak masalah menggunakannya selama gak ditelan, tapi beberapa juga lebih memilih mencari aman dan menghindari penggunaan dalam bentuk apapun. 

    Masker Yang Aman Untuk Ibu Hamil dan Menyusui 

    Selain madu dan aloe vera, masih banyak jajaran bahan alami lain yang sering digunakan oleh ibu hamil. Sebutlah kopi, teh, susu, yoghurt, kunyit, dan jejeran bahan dapur lainnya. Tapi, di sini saya mau sharing 2 masker yang gak diambil dari dapur ataupun kulkas, tapi harganya tetap terjangkau, dan sangat aman digunakan untuk ibu hamil. 

    Apakah itu?

    1. Raeccabeauty 100% Organic Face Mask

    Masker ini saya temukan di Instagram kala saya sedang mencari masker-masker organik. Ada cukup banyak merk dan kebanyakan merk indie yang masih asing terdengar, dan entah kenapa saat itu saya tertarik dengan Raeccabeauty ini. Ada berbagai varian masker yang dijual, disesuaikan dengan fungsinya. Misalnya varian milk untuk kulit normal, greentea untuk kulit berjerawat-berminyak, oatmeal untuk kulit normal-kering, dan beetroot untuk kulit normal-berminyak. Bentuk dari masker ini adalah bubuk yang harus diseduh, karena dari berbagai info yang saya dapat, masker jenis ini lebih aman dibandingkan sheet mask ataupun masker-masker yang modelnya basah. Masker ini termasuk terjangkau, harganya ganya 7.000 untuk 20 gram, yang biasanya bisa saya pakai sampai 5x pemakaian.

    Masker Yang Aman Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

    Meskipun variannya banyak, kandungan dari tiap masker ini nyaris sama. Semuanya sama-sama mengandung clay, aloevera gel, olive, tea tree hydrosol. Sesederhana itu saja. Cara penggunaannya pun seperti masker pada umumnya, yaitu :
    1. Pastikan wajah sudah bersih sebelum pemakaian masker
    2. Ambil 1(satu) sendok teh Raecabeauty face mask
    3. Campurkan dengan 1 sendok teh air mineral/ fresh milk/ madu
    4. Disesuaikan saja, lalu aduk hingga rata
    5. Aplikasi ke wajah secara merata
    6. Tunggu 10-15 menit
    7. Bilas wajah dengan air biasa
    8. Gunakan setiap malam sebelum tidur, dua hari sekali
    Masker Yang Aman Untuk Ibu Hamil dan Menyusui 

    Hasil yang saya dapatkan dari penggunaan masker ini memang gak signifikan, bahkan saya merasa gak ada perubahan apapun kecuali tekstur kulit yang lebih halus. Tapi, buat saya, itu masih lebih baik dibanding gak ada perubahan sama sekali dan membiarkan kulit saya buluk. Seenggaknya saya masih bertanggung jawab terhadap kecantikan kulit wajah meskipun saya sedang hamil. Oh ya, sebetulnya banyak merk indie yang mengeluarkan masker organik seperi Raeccabeauty ini. Jadi, saya sempat berniat mencoba merk lain kalau masker ini sudah habis. Siapa tau ada yang lebih cocok dengan kulit saya yang agak rewel. Tapi, sebelum saya mencoba merk lain, Ibu membawa masker andalannya ketika muda, yang ternyata bekerja dengan sangat baik di kulit wajah saya. Apa coba? Yuk, intip poin selanjutnya!

    2. Bedak Saripohatji/ Bedak Dingin


    Coba tunjuk tangan, di sini siapa yang gak familiar dengan produk ini? Kalau masih ada yang ngacung, sayang sekali ya kamu melewatkan salah satu benda ajaib yang ada di muka bumi ini. Saripohatji, atau orang biasa menyebutnya bedak dingin, adalah masker yang sudah beredar dari zaman dulu, dari tahun 1927. Gila kan lama banget? Bahkan saat itu Indonesia belum merdeka. Saripohatji yang merupakan asli Ciamis ini dibuat oleh S. Marijah. Meskipun sudah beredar lama, sepengetahuan saya, kemasannya gak pernah berubah. Hanya dibungkus kertasputih dengan print tulisan jadul berwarna merah.

    Masker Yang Aman Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

    Dulu saya pernah pakai saripohatji ini, mungkin saat saya SMP. Tapi karena saat itu saya gak punya banyak masalah kulit, jadi saya gak begitu merasakan perbedaan apapun. Nah, baru kemarin saya bernostalgia, mencoba kembali saripohatji ini atas saran Ibu yang juga kasihan dengan saya yang terus menerus mengeluh soal muka kusam dan berjerawat.

    Saripohatji ini adalah tipe masker yang juga harus diseduh. Namun bedanya dengan masker bubuk pada umumnya, bentuknya seperti tablet-tablet lonjong. Saya gak menghitung ada berapa tablet dalam 1 bungkus, yang jelas isinya 20 gram, dan harganya? Hanya 3.000 saja! Sekali saya maskeran, saya hanya menghabiskan 3 tablet, itupun sudah termasuk masker leher. Menurut informasi yang ditulis pada kertas kemasannya, saripohatji ini banyak manfaatnya, gak cuma untuk jerawat. Nih saya tuliskan informasi yang tertulis pada kertas pembungkusnya :

    Masker Yang Aman Untuk Ibu Hamil dan Menyusui
     
    Bedak saripohatji adalah suatu obat paras muka yang ajaib sekali bagi menyembuhkan segala penyakit kulit muka. Bedak saripohatji atau bedak yang aneh mustajab dan mengherankan khasiatnya. Aturan pakainya (kalau digunakan obat) :
      
    Ambil 2-3 pil bedak pakai air, jangan terlalu encer, sebelum tidur malam boleh pakai seperti param setelah 4-5 menit lamanya boleh gosok pakai tangan sampai itu bedak bergerentelan seperti daki (keringat kering)

    Tetapi jangan kaget kalau bangun tidur pagi-pagi mata terasa tidak sehat banyak keluar kotoran dan mata seperti yang berpenyakitan. Menandakan itulah yang menjadikan penyakit kulit muka, seperti beruntusan ketuwuhan, panu, bekas kuris, jerawat, dll. 

    Kejadian begitu tidak selamanya tetap, hanya 2-3 hari saja, seterusnya memakai bedak seperti biasa akan terhindar dari segala penyakit kulit muka. Kemudian paras menjadi bersih, bersinar, dan bersahaja. Begitulah keanehan dan kemustajaban Bedak Saripohatji, beribu-ribu orang yang telah tertolong oleh khasiatnya Bedak Saripohatji dan sanggup menghilangkan segala penyakit kulit. 
     
    Baca informasi di atas bikin saya senyum-senyum sendiri. Kata-kata marketing nya benar-benar totalitas. Belum pernah kan denger ada masker yang bakal bikin muka bersahaja? Nah, masker ini bisa! Hehehe. Tapi, kalau saya lihat cara pemakaiannya, mungkin itu yang orang-orang zaman dulu lakukan ya. Betul-betul dijadikan bedak. Tapi buat saya, jadi masker saja cukup, karena bedak ini sangat menyerap minyak. Saya kan gak mau juga muka tiba-tiba jadi kering kerontang karena membiarkan bedak saripohatji ini lama-lama bertengger di atas kulit.

    Awalnya, yang bikin saya jatuh cinta dengan masker ini adalah aromanya. Bedak saripohatji ini terbuat dari berbagai macam daun, buah, akar, dan pohon-pohon, yang membuat aromanya khas pada saat sudah diseduh. Bukan aroma wangi, aromanya aneh. Beberapa orang mungkin bakal gak suka dengan baunya, tapi saya sendiri malah suka banget. Pertama kali mengoleskan masker ini ke wajah, kulit wajah seketika langsung nyessss... adem. Saya baru sadar, mungkin ini kenapa orang-orang menyebutnya bedak dingin, karena memang menimbulkan sensasi dingin. Masker ini termasuk cepat kering, gak perlu nunggu lama-lama bisa langsung bilas.

    Masker Yang Aman Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

    Setelah menggunakan masker ini, esoknya, jerawat saya kempes semua! Sumpah ya, ini saya gak bohong. Tekstur kulit wajah lebih rata karena jerawat dan beruntusan menjadi kering. Selama ini saya sudah menghabiskan hampir 3 bungkus bedak Saripohatji dan jerawat gak pernah datang lagi. Kalaupun muncul jerawat, jerawat sopan, hanya 1 atau 2, bukan yang datang bergerombol. Gak ada efek lain yang saya rasakan selain efeknya terhadap jerawat. Jadi saya simpulkan, bedak saripohatji ini lebih dikhususkan bagi kalian yang memiliki kulit berminyak-berjerawat. Masker ini memang benar-benar mengurangi kadar minyak di wajah, makanya menurut saya agak kurang cocok jika digunakan di kulit kering. Jadi kalau kalian yang punya kulit kering tapi berjerawat ingin mencoba produk ini, ada 2 tips yang bisa saya kasih :
    1. Gak perlu memakai masker ke seluruh wajah, cukup ditotol di bagian-bagian jerawatnya saja
    2. Kalau ingin dipakai di seluruh wajah, cukup didiamkan sebentar, gak perlu menunggu maskernya kering, langsung bilas dan gunakan pelembap.
    Nah, 2 itu adalah masker favorit saya selama hamil. Alhamdulillah, saat ini jerawat sudah hilang. Tinggal menunggu bekas-bekasnya memudar. Kalau kalian, terutama bumil, ada gak masker favorit kalian? Sharing dong! Siapa tau saya bisa keracun juga!
    Continue reading Siapa Bilang Bumil Gak Boleh Maskeran? Intip Masker Favoritku Selama Hamil!

    Monday, 5 August 2019

    , , , , , , ,

    REVIEW : Sukin Certified Organic Rosehip Oil

    Sebetulnya saya sudah merasa kalau kulit saya lebih bersahabat dengan skincare yang bentuknya oil untuk penggunaan malam hari. Awal mula saya menyadari itu adalah waktu saya menggunakan Farsali Rose Gold Elixir, yang sudah pernah saya ulas di sini. Tapi, karena saya agak ragu menggunakan Farsali selama hamil, karena belum pernah menemukan ulasan mengenai keamanan Farsali jika digunakan ibu hamil, maka saya beralih ke produk yang selama ini cukup populer di kalangan pecinta skincare organik, yaitu Sukin. Sukin adalah brand Australia yang mengusung produk-produk berbahan alami, yang aman digunakan semua jenis kulit, termasuk kulit ibu hamil. Sejauh ini saya sudah mencoba 2 produk Sukin, tapi untuk kesempatan kali ini saya akan mengulas tentang pengalaman saya menggunakan Sukin Certified Organic Rosehip Oil.

    Review Sukin Certified Organic Rosehip Oil Indonesia

    KEMASAN

    Review Sukin Certified Organic Rosehip Oil Indonesia

    Setau saya, kemasan Sukin yang pink ini termasuk baru. Sebelumnya, warnanya hijau muda. Awalnya saya sempat ragu, saya pikir Sukin Certified Rosehip Oil ini sudah discontinue, tapi ternyata mereka hanya mengganti warna kemasannya saja. Box berwarna pink ini terlihat sederhana, seperti box skincare pada umumnya. Yang saya suka, tulisan-tulisan yang tertera di boxnya sangat informatif, sehingga memudahkan kaum-kaum awam yang belum banyak tau kegunaan Rosehip Oil.

    Review Sukin Certified Organic Rosehip Oil Indonesia

    Kemasan Rosehip Oilnya sendiri berbentuk botol berpipet. Botolnya kokoh, bukan botol plastik yang kalengan. Pipetnya pun, meskipun gak sebagus pipet Farsali, termasuk yang nyaman digunakan karena ujungnya melengkung, memudahkan minyaknya untuk menetes ke arah yang kita mau, jadi gak bakal kececer-cecer.

    KLAIM

    Review Sukin Certified Organic Rosehip Oil Indonesia

    Mengandung 70% essential fatty acids dan vitamin yang membantu menenangkan, melembutkan, dan melembapkan kulit. Kandungan nutrisinya membantu mengurangi tampilan luka dan melawan tanda-tanda penuaan.

    Nutrisi yang terkandung di dalam minya ini dapat digunakan sehari-hari untuk membantu mengurangi kemerahan yang disebabkan oleh kulit kering dan gatal, sertta membantu merawat kulit untuk tetap sehat. Minyak ini mudah menyerap, membuat kulit menjadi tampak berseri dan sehat.

    CARA PAKAI

    Tuang 2-3 tetes minyak pada telapak tangan. Gunakan jari untuk memijat kulit yang sudah dibersihkan, baik pada wajah, leher, dan atau pada badan setiap pagi dan malam, atau saat diperlukan.

    KANDUNGAN

    Review Sukin Certified Organic Rosehip Oil Indonesia

    Sebetulnya produk ini hanya mencantumkan Rosehip Oil sebagai kandungan utamanya. Gak banyak informasi mengenai kandungan lainnya. Justru produk ini mengangkat informasi mengenai bahan-bahan yang mereka hindari dan tidak terkandung pada produknya, yaitu:
    1. Petrolatum/ Mineral Oils
    2. Synthetic Fragrance
    3. Animal Derivatives
    4. Artificial Colours
    5. Harsh Detergents
    6. Propylene Glycol
    7. MEA/ DEA/ TEA
    8. Phthalates
    9. Triclosan
    10. Sulphates
    11. Parabens
    12. Silicones
    13. EDTA

    Melihat informasi yang super jelas ini, saya merasa Sukin memang menjual produknya dengan label skincare yang super duper aman, karena gak menggunakan bahan-bahan skincare yang sering menjadi kontroversial seputar keamanannya.

    TESKTUR, WARNA, DAN AROMA

    Rosehip oil ini tentu berbentuk minyak. Warnanya kuning, ya kurang lebih seperti kebanyakan produk oil pada umumnya. Rosehip oil ini juga punya aroma yang samar, tapi yang jelas bukan aroma wewangian buatan. Aromanyapun langsung menghilang begitu diaplikasikan, jadi gak masalah.

    HASIL PEMAKAIAN

    Sebelumnya, saya ingin bercerita mengenai kondisi kulit saya selama hamil. Sebetulnya saya gak menemukan masalah besar di trimester pertama. Skincare yang saya gunakan masih seperti dulu, walaupun saya menghindari penggunaan exfoliator. Tapi, tiba-tiba saja di trimester ke 2, kulit wajah saya menjadi gak karuan. Antara kering dan berminyak tercampur jadi satu. Jadi tiap cuci muka, kulit wajah saya seperti ketarik dan super duper kering. Tapi, di siang hari, minyak wajah mulai keluar dan gak kekontrol seperti biasanya. Kalau dilihat sekilas sih seperti gak kenapa-kenapa, tapi begitu dipegang..rrr.. tekstur kulit super gradakan dengan gerombolan beruntusan di area dahi dan rahang.

    Setelahnya, saya stop menggunakan semua skincare. Saya hanya menggunakan Evian Facial Spray untuk menenangkan kulit saya yang belum diketahui permasalahannya apa. Penggunaan Evian memang membantu meredakan gradakan, tapi hanya sedikit saja. Beberapa area wajah masih bertekstur gak rata. Akhirnya, setelah menelusuri artikel dan vlog orang lain mengenai penggunaan skincare selama hamil, saya mendapatkan beberapa referensi produk yang dikatakan aman dan mampu meredakan permasalahan-permasalahan kulit selama hamil. Banyak merk yang disebutkan, termasuk sensatia botanica, trilogy, cetaphil, dan yang lainnya. Tapi, karena saya punya pengalaman baik dengan dunia perminyakkan, maka saya memilih Sukin Organic Rosehip Oil ini untuk mengatasi permasalahan kulit gradakan saya, berharap kalau oil ini ampuh.

    Review Sukin Certified Organic Rosehip Oil Indonesia

    Sebelum saya beli yang full size, saya coba beli yang share in bottle nya sebanyak 3 ml. Saya emang lagi malas menanggung resiko gak cocok terhadap suatu produk. Selain uangnya sayang, produknya juga sayang. Karena jikapun saya hibahkan ke orang lain, belum tentu cocok dengan kulit mereka. Maka dari itu, saya pesan 3 ml Sukin Certified Organic Rosehip Oil ini dengan harapan bisa meredakan beruntusan dan tekstur kulit yang gak jelas ini. 

    Seperti biasa, saya hanya menggunakan Sukin Certified Organic Rosehip Oil ini di malam hari. Penggunaan di siang hari sebetulnya gak masalah bagi kalian yang berkulit normal, cuma mengingat kondisi kulit muka saya yang mudah berminyak dan banyaknya debu di siang hari, saya gak mau nambah resiko kulit wajah saya semakin gak karuan. Saat malam haripun, saya gak menggunakan skincare lain selain Evian Facial Spray (reviewnya di sini) dan Sukin Certified Organic Rosehip Oil, karena memang sengaja ingin melihat efek dari Sukin ini.

     Review Sukin Certified Organic Rosehip Oil Indonesia

    Tekstur yang lebih cair dari oil pada umumnya, membuat Rosehip Oil ini terasa mudah untuk dibaurkan ke seluruh wajah. Tapi, walaupun pada informasinya dikatakan bahwa minyak ini mudah menyerap, bagi saya sih nggak. Rasanya kurang lebih sama dengan Farsali, minyak yang terserap hanya berkisar 70%, sisanya masih terasa ada di atas permukaan wajah. Hanya saja, karena teksturnya yang gak terlalu berat, saya gak merasa terganggu dengan minyak yang gak menyerap ini. Apalagi, karena saya hanya menggunakannya di malam hari. Yang penting, saya harus pastikan bantal dan kasur saya bersih, meminimalisir pindahnya debu-debu ke wajah saya.

    Review Sukin Certified Organic Rosehip Oil Indonesia

    Efek dari pemakaian Sukin Certified Rosehip Oil ini langsung terasa di pemakaian pertama. Pagi hari, tekstur kulit saya lebih enak dipegang, meskipun jika dilihat secara seksama, apalagi di bawah sinar matahari, beruntusan masih ada di sana. Hanya saja, tekstur kulit saya lebih lembap dan lembut. Ini adalah efek yang dulu saya rasakan pada saat menggunakan Farsali, jadi saya langsung menyimpulkan bahwa saya cocok dengan skincare ini. Meskipun saya pernah bilang bahwa menyimpulkan efek suatu skincare itu harus dalam beberapa minggu, tapi buat saya itu hanya berlaku untuk melihat ketidakcocokkan produk. Sedangkan untuk produk yang langsung memberikan efek positif dalam semalam, saya langsung simpulkan bahwa produk tersebut cocok. 

    Setelah 2 minggu menghabiskan 3 ml Sukin Certified Rosehip Oil ini (cukup awet juga ternyata lho!), tanpa ragu saya membeli botol aslinya yang ukuran 25 ml. Sepengetahuan saya, ada ukuran lain di atas 25 ml ini, tapi mengingat produk ini lama habisnya, apalagi hanya saya gunakan di malam hari, dan masa pakainya hanya 6 bulan, saya rasa 25 ml ini sudah cukup kok.

    Saat saya menulis review ini, saya sudah menggunakan produk ini selama 1 bulan, dan kulit jauh lebih halus. Beruntusan hilang total, yang tersisa hanya beka-bekas beruntusan dan jerawat yang terkadang masih muncul barang 1 atau 2 biji. Selain kulit terasa lebih halus karena bersih dari beruntusan, saya merasa kulit lebih kenyal dan lebih enak saat dipakaikan make up. Oh, jangan berharap efek memutihkan atau mencerahkan, karena produk ini memang gak berfungsi untuk itu. Tapi, bagi ibu hamil, sekedar bebas dari bruntusan dan jerawat saja sudah alhamdulillah.

    KESIMPULAN

    + Menggunakan bahan-bahan alami
    + No paraben, fragrance, mineral oil, silicon, pewarna dan bahan-bahan kimia lainnya yang dianggap kurang cocok untuk kulit sensitif
    + Gak terasa berat di wajah
    + Mengurangi beruntusan dan tekstur yang tidak rata pada kulit wajah
    + Kulit lebih kenyal, kadar minyak lebih terkontrol
    + 2 tetes sudah cukup untuk seluruh wajah
    + Mudah dibaurkan
    + Aman bagi ibu hamil dan menyusui
    - Sulit dicari, harus online
    - Hanya bertahan 6 bulan setelah dibuka

    Harga : IDR 160.000 untuk ukuran 25 ml
    Nilai : 4.5/5
    Disclaimer : Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement.

    Continue reading REVIEW : Sukin Certified Organic Rosehip Oil

    Sunday, 2 June 2019

    ,

    Bingung Membedakan Purging dan Break Out? Simak Ulasannya Di Sini!

    Purging dan break out adalah dua hal yang gak asing bagi pecinta skincare. Meskipun keduanya memiliki reaksi yang mirip, purging dan break out adalah dua hal yang saling berlawanan. Karena memiliki reaksi yang mirip, kebanyakan dari kita kadang bingung memutuskan untuk melanjutkan atau menghentikan skincare tersebut. Lalu sebenarnya, apa sih bedanya purging dan break out?

    Secara sederhana, purging diartikan sebagai proses detoksifikasi racun-racun atau kotoran yang berada di dalam kulit. Proses detoksifikasi ini membuat kotoran dan racun yang ada dalam kulit menjadi muncul ke permukaan dan berubah menjadi jerawat. Sedangkan break out adalah reaksi yang timbul akibat ketidakcocokan kulit terhadap bahan yang terkandung pada suatu skincare. Reaksinya sama dengan purging, yaitu munculnya jerawat secara tiba-tiba.

    Perbedaan Purging dan Break Out Anisa Firdausi
     
    Saya sendiri terlahir dengan kulit berminyak yang mudah berjerawat, juga sangat reaktif terhadap bahan skincare yang gak cocok. Padahal, saya selalu bercita cita ingin punya kulit 'badak'. Bukan, bukan berarti saya berharap punya kulit yang ada cula nya, kulit badak di sini mengacu pada jenis kulit yang gak sensitif, dan cenderung jarang bermasalah dengan bahan-bahan skincare.

    Sayangnya, cita-cita itu gak pernah tercapai. Semenjak SD saya memang sudah berjerawat, jadi ketika saya sudah kuliah, sudah mulai mencoba-coba skincare, jerawat yang muncul gak pernah terlalu saya pikirkan. Saya pikir, ya beginilah nasib punya kulit berminyak. Padahal, jika saya berpikir ulang apa yang terjadi kala itu, beberapa kemungkinan jerawat-jerawat tersebut adalah break out, kadang juga purging. Sampai akhirnya bertahun-tahun saya menjadi beauty blogger, sudah semakin banyak pengalaman saya menggunakan skincare, saya semakin peka dan paham akan perbedaan reaksi yang ditimbulkan ketika saya purging maupun break out. Masalah ini, mungkin tiap orang mengalami hal yang berbeda, tapi mungkin kalian ada yang punya pengalaman yang mirip atau bahkan sama dengan saya. Jadi gimana sih cara membedakan kalau jerawat yang timbul setelah menggunakan skincare ini? break out kah atau purging kah?

    1. Perhatikan jangka waktunya

    Perbedaan Purging dan Break Out Anisa Firdausi
    Ini adalah tips yang paling umum dan sederhana. Karena purging adalah proses detoksifikasi, maka akan ada saat di mana kulitmu benar-benar selesai membuang racunnya. Lamanya memang berbeda-beda, ada yang hanya beberapa hari, berminggu-minggu, bahkan saya pernah dengar cerita teman saya yang baru cocok menggunakan SK II setelah 6 bulan pemakaian. Hmm.. kalau itu PR banget ya. Tapi, umumnya, purging hanya berkisar 1 sampai 2 minggu. Jerawat yang munculpun biasanya di tempat-tempat yang memang biasa tumbuh jerawat. Selama 2 minggu tersebut, biasanya ritmenya dari mulai beruntusan sedikit, lalu menjadi jerawat, sampai akhirnya jerawat mulai terasa mengering dan mengecil, lalu menghilang. 

    Sedangkan break out, kadang muncul di tempat yang gak terduga. Yang biasanya saya gak pernah jerawatan di dagu, loh kok tiba-tiba bisa jerawatan di sana. Semakin hari bukannya semakin kering, tapi kulit semakin gradakan. Break out terkadang menyerang seluruh bagian wajah, beda dengan purging yang hanya di spot-spot tertentu. Jadi, kalau kamu merasa produk skincare yang kamu gunakan selama berminggu-minggu menimbulkan jerawat tanpa ada tanda-tanda pengeringan jerawat, bisa jadi itu break out.

    2. Kenali jenis jerawat purging dan break out
    Perbedaan Purging dan Break Out Anisa Firdausi
    Ini mungkin gak terjadi pada semua orang. Tapi yang saya alami, ada perbedaan jerawat purging dan break out. Sebetulnya ini merupakan keuntungan bagi saya, karena bisa dengan cepat menyimpulkan jerawat yang muncul. Biasanya, saat saya mengalami purging, yang muncul adalah beruntusan yang berkembang menjadi pustule (jerawat yang terlihat putih-putih di dalamnya), lalu berakhir kering dan menghilang. Sedangkan jerawat yang saya alami saat purging adalah jerawat papule, jerawat sedang yang berwarna merah, tapi gak pernah berkembang menjadi jerawat yang lebih besar, tapi juga gak mengecil. Jadi berminggu-minggu gak ada perubahan ukuran, kecuali hanya bertambah banyak. Uniknya, seperti yang tadi saya bilang, tiap orang memunculkan reaksi yang berbeda. Bahkan saya sering baca artikel bahwa pada kebanyakan orang, jerawat break out itu lebih besar-besar dibandingkan purging. Tapi, yang terjadi pada kulit saya, justru sebaliknya.

    3. Kenali kandungan pada skincare

    Perbedaan Purging dan Break Out Anisa Firdausi
    Beberapa skincare memiliki bahan aktif di dalamnya, seperti AHA, BHA, vitamin C, retinoid, dan bahan exfoliator lainnya. Bahan-bahan tersebut termasuk bahan yang sangat mungkin memicu terjadinya purging. Contohnya, mungkin kalian sering dengar tentang pengalaman orang-orang yang memakai vitacid (retinoid). Hampir semua orang mengalami purging, begitupun yang saya alami. Saya pernah menggunakan vitacid dan terima nasib muka jerawatan parah selama 2 minggu, lalu tepat di minggu ketiga, muka saya betul-betul halus dan kinclong, gak menyisakan 1 jerawatpun. Sampai orang-orang sempat tanya saya ke klinik kecantikan mana, karena memang hasilnya semulus itu. Tapi, tentu saja, pengorbanannya juga besar. 

    Akan tetapi, untuk produk skincare umum seperti moisturizer, seharusnya gak ada yang namanya purging. Biasanya saat jerawat semakin hari semakin banyak, ya saya langsung menyimpulkan kalau saya gak cocok dengan produk tersebut. Perjalanan panjang mencoba skincarepun membawa saya pada kesimpulan bahwa saya gak bisa cocok dengan produk apapun yang mengandung mineral oil. Mineral oil ini banyak ditemukan di produk-produk moisturizer, karena mineral oil memiliki fungsi menahan kadar air dalam kulit, agar kulit tetap lembap. Biasanya bahan ini akan sangat sempurna bagi kalian yang memiliki kulit kering, tapi tentu nggak buat saya. Minyak semakin gak kekontrol, pori-pori semakin besar, sehingga kotoran dan minyak wajah bercampur, lalu tentu aja, selamat datang jerawat!

    Itu adalah 3 tips membedakan jerawat purging dan break out versi saya. Nah, untuk lebih jelasnya, kalian bisa belajar sedikit demi sedikit tentang bahan-bahan yang tertera dalam suatu skincare. Biasanya, kalau saya cocok dengan 1 bahan utama skincare, saya akan mencari produk-produk yang mengandung bahan tersebut. Biasanya sih, cara itu berhasil. Sejauh ini, saya selalu cocok dengan produk-produk berbahan dasar aloe vera. Jadi, biar aman, saya selalu mencari produk dengan kandungan tersebut. Siapa sih yang rela buang uang dan menghabiskan waktu menggunakan produk skincare yang malah bikin break out? Saya sih malaaaas.

    Baca Juga : 6 Tips Memilih Skincare yang Tepat

    Continue reading Bingung Membedakan Purging dan Break Out? Simak Ulasannya Di Sini!

    Saturday, 2 February 2019

    , , , , , ,

    REVIEW : The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1%, Serum Untuk Kulit Acne Prone

    Masih seputar skincare, kali ini saya ingin membahas brand yang beberapa waktu ini sedang naik daun, yaitu The Ordinary. Brand The Ordinary ini adalah brand skincare yang menurut saya paling gak neko-neko, to the point, gak banyak basa basi. Seperti yang pernah saya bilang, dalam memilih skincare yang tepat kita perlu jatuh cinta pada kandungannya, bukan label atau klaim yang mereka sampaikan. Nah, brand The Ordinary adalah salah satu brand yang "menjual" kandungan, bukan sekedar janji manis. Pada kemasannya, mereka secara gamblang menuliskan kandungan dari produknya.

    The Ordinary Naicinamide 10% + Zinc 1%

    Bagi saya, tentu ini membantu saya dalam memilih produk yang kemungkinan besar akan cocok di kulit saya. Tapi bagi orang-orang yang gak familiar terhadap kandungan-kandungan skincare mungkin agak bingung dan perlu banyak cari referensi untuk menentukan produk The Ordinary yang mana yang mereka perlukan. 

    Dari sekian banyak produk The Ordinary, pilihan saya jatuh pada The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1%. Selain karena saya mendapat review yang baik tentang produk ini dari sahabat saya (yang punya problematika kulit serupa dengan saya), sudah lama saya penasaran dengan kandungan Niacinamide,  jenis vitamin B3 yang katanya bagus untuk kulit yang berjerawat.

    KEMASAN
     
    The Ordinary Naicinamide 10% + Zinc 1%

    Hampir semua produk The Ordinary dikemas dalam botol kaca dengan aplikator pipet. Botolnya sebenarnya tebal, tapi tetap harus hati-hati, karena saya pernah dapat cerita yang botolnya jatuh dan pecah. So, better safe than sorry.

    KANDUNGAN

    Kandungan / Ingridients The Ordinary Naicinamide 10% + Zinc 1%

    Tentunya serum sebanyak 30 ml ini gak cuma berisi Niacinamide dan Zinc. Ada kandungan lain sebagai campurannya, yang juga dituliskan dalam kemasannya seperti ini. Aqua (water), Niacinamide, Pentylene Gylcol, Zinc PCA, Dimethyl Isosorbide, Tamarindus Indica Seed Gum, Xanthan Gum, Isoceteth-20. Ethoxydiglycol, Phenoxyethanol, Chlorphenesin. 
    Plusnya lagi, produk ini fragrance free!

    KLAIM

    Manfaat The Ordinary Naicinamide 10% + Zinc 1%


    Walaupun tulisannya kecil dan kurang mencolok, pada kemasannya juga dituliskan manfaat dari serum tersebut. Jadi buat yang awam sama kandungan-kandungan skincare, mungkin ini akan cukup membantu. Walaupun, seperti yang selalu saya bilang, jatuh cinta harus pada kandungannya ya.

    Manfaat The Ordinary Naicinamide 10% + Zinc 1%

    Jadi untuk The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1% ini bermanfaat untuk mengontrol minyak dan mengecilkan pori-pori. Walaupun hanya 2 poin yang dituliskan, sebenarnya masih banyak manfaat-manfaat lain dari Niacinamide ini, misalnya mengatasi hiperpigmentasi pada kulit. Jadi kalau misalnya kulit wajah kalian lebih gelap dari leher karena terlalu sering terpapar sinar matahari, niacinamide ini dapat membantu meratakan warna kulitmu.

    TEKSTUR
     
     Tekstur The Ordinary Naicinamide 10% + Zinc 1%

    Teksturnya cairan bening. Agak sedikit kental, tapi cukup cepat menyerap. Teksturnya yang ringan membuat The Ordinary Niacinamide ini biasa saya gunakan sebagai skincare di layer pertama yang saya pakai setelah toner. Itu juga yang disarankan oleh pihak The Ordinary, bahwa serum ini lebih baik untuk dipakai di awal, sebelum pemakaian skincare yang berbentuk krim atau yang teksturnya lebih berat dari serum The Ordinary ini. Ada yang lucu dari tekstur The Ordinary Niacinamide ini. Serumnya jadi berwarna keputihan kalau tercampur dengan air. Jadi kalau dipakai saat kulit wajah belum benar-benar kering, rasanya seperti bedak yang kecampur air gitu, putih-putih dengan sedikit tekstur.
     
    AROMA

    Ada aroma yang sangat samar, yang gak bisa saya deskripsiin. Tapi gak perlu khawatir, aromanya yang gak menyengat gak akan bikin hidung kita gak nyaman kok.

    HASIL PEMAKAIAN

    Tulisan ini sudah saya revisi berkali-kali, mengikuti pemahaman saya tentang produk ini. Pada saat tulisan ini saya publish, tentu ini sudah kesimpulan akhir yang saya dapat setelah sekitar 2 bulan menggunakan produk ini. Satu hal yang saya amati, produk ini cukup awet, dalam 2 bulan hanya menghabiskan setengah botolnya.

    Cara Pemakaian The Ordinary Naicinamide 10% + Zinc 1%

    Saya selalu bilang kalau pertama kali menggunakan skincare baru, usahakan jangan tercampur dengan skincare baru yang lain. Alasannya adalah untuk mempermudah penilaianmu terhadap produk tersebut. Jadi tidak ada yang berbeda dengan rutinitas skincare saya selain menyelipkan The Ordinary Niacinamide ini sebelum memakai moisturizer. Tapi ada satu hal yang saya lupa, bahwa ada kandungan-kandungan yang tidak bisa tercampur dengan si Niacinamide, yaitu vitamin C. Saya juga lupa, kalau Farsali, si kesayangan saya, mengandung vitamin C. Makanya, minggu pertama pemakaian The Ordinary Niacinamide ini malah bikin kulit saya break out.

    Setelah saya ingat kalau Farsali ini mengandung vitamin C, minggu-minggu setelahnya saya hanya menggunakan The Ordinary Niacinamide ini tanpa dilayer dengan apapun, kecuali  di pagi hari, yang tentunya saya layer dengan sunblock. Hasilnya? Saya takjub sih. Minyak di wajah lebih terkontrol, kulit wajah lebih kenyal dan lembut saat dipegang. Saya juga merasa produk ini mengembalikan warna kulit saya yang hiperpigmentasi karena sering panas-panasan. Kerennya lagi, The Ordinary Niacinamide ini bikin jerawat saya lebih terkontrol, hanya menyisakan 1 atau 2 jerawat, itupun jerawat PMS.  Sebenarnya Niacinamide juga dikatakan dapat mengecilkan pori-pori, tapi saya belum merasakannya. Saya gak protes sih, masalah pori-pori besar memang gak bisa cuma berharap dengan 1 produk skincare, apalagi hanya dalam waktu 2 bulan.

    Jadi, review orang-orang yang bilang kalau The Ordinary Niacinamide ini bagus, terbukti benar, khususnya untuk orang-orang yang memiliki kulit cenderung mudah berjerawat. Tapi sekarang-sekarang, saya bikin jadwal untuk penggunaan Niacinamide ini. Alasannya? Karena saya juga masih ingin mendapatkan efek glowy dari Farsali, dan Niacinamide ini termasuk skincare yang gak bisa dipakai berbarengan dengan Farsali. Jadi, mau gak mau, harus mengalah dipakai terpisah.

    KESIMPULAN

    + Mudah menyerap
    + Harga terjangkau
    + Mengontrol minyak di wajah
    + Dapat meratakan warna kulit wajah
    + Mengontrol jerawat dan beruntusan
    + Isinya banyak

    - Gak bisa digabung dengan vitamin C
    - Teksturnya berubah aneh kalau terkena air
    - Sulit dicari, harus online

    Harga : 130.000 untuk 30 ml
    Nilai : 4/5
    Rekomendasi : Ya, apalagi untuk kalian yang punya kulit acne prone.
    Continue reading REVIEW : The Ordinary Niacinamide 10% + Zinc 1%, Serum Untuk Kulit Acne Prone