Wednesday, 29 May 2019

, , , , , ,

REVIEW : Lip On Lip Velvet Matteness, Lipstick Matte Anti Bibir Kering

Bosan dengan lip cream yang bikin bibir pecah-pecah tapi gak bisa move on dari hasil akhir yang matte? Kalian pasti bakal jatuh cinta dengan produk yang bakal saya ulas sekarang. Produk lokal, harga terjangkau, pilihan warna yang cantik-cantik, hasil matte velvet yang bikin bikin bibir tetap lembap sepanjang hari, yaitu Lip On Lip Velvet Matteness!

Produk keluaran Rohto ini salah satu produk lipstick yang menurut saya underrated, kurang dikenal, padahal kualitasnya setara 10 jempol! Saya gak berlebihan, bayangin aja, dengan harga 37.000 aja, kamu bisa dapetin lipstick dengan kualitas gak main-main ini.

Review Lip On Lip Velvet Matteness Anisa Firdausi

INFORMASI PRODUK
Lip On Lip Velvet Matteness
Manufactured by PT. Rohto Laboratories Indonesia
Jl. Raya Cimareme No.203 Padalarang
Bandung Barat 40552 - Indonesia
POM NA 18171302370

KEMASAN

Review Lip On Lip Velvet Matteness Anisa Firdausi

Review Lip On Lip Velvet Matteness Anisa Firdausi

Box luarnya punya warna-warna yang berbeda, mengikuti shade lipsticknya. Kemasannya langsing dan gak makan tempat. Termasuk sederhana, tapi gak kelihatan murah. Tipe kemasan yang saya suka, karena ngerasa simple aja. Ukurannya dan kemasannya ngingetin saya sama produk long lasting lipsticknya Wardah dalam versi yang lebih kokoh.

KLAIM

 Review Lip On Lip Velvet Matteness Anisa Firdausi
  • Bold
  • Long lasting
  • Antioxidant Vit E
  • Enriched with natural moisturizer
 CARA PAKAI

Review Lip On Lip Velvet Matteness Anisa Firdausi

Oleskan Lip On Lip Matte di bibir, beberapa kali hingga warna yang muncul sesuai dengan keinginan. Simpan di tempat yang sejuk dan hindari sinar matahari langsung. Hentikan pemakaian jika terjadi iritasi/ alergi di daerah bibir.

KANDUNGAN
 
Review Lip On Lip Velvet Matteness Anisa Firdausi

Disostearyl Malate, Ozokerite, Caprylic/ Capric Triglyceride, Cera Alba, Isododecane, Triethylthexanoin, Cocos Nucifera (Coconut) Oil, Polybutene, Butyrospermum Parkil (Shea) Butter, Cera Misro cristallina, Hydrogenated Soybean Oil, Hydrogenated Polysobutene, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, Hydrogenated Soy Polyglycerides, Tocopheryl Acetate, BH, Methylparaben, Propylparaben, C15-23 Alkana

TEKSTUR, WARNA, DAN AROMA

Poin yang selalu saya angkat dan saya banggakan dari produk ini adalah betapa teksturnya sangat enak, buttery tapi juga punya pigmentasi yang juara. Meskipun untuk warna peony butuh beberapa kali oles untuk menutupi garis hitam di bibir saya, tapi warna yang lain hanya butuh 1x oles saja. 5 warna yang disediakan oleh Lip on Lip hanya ada 5, tapi dari 5 saja, saya sudah puas karena warna-warnanya masih masuk ke skintone saya. Mungkin kalau mau lebih variatif lagi, Lip on Lip bisa ngeluarin warna-warna plum yang lebih gelap, atau juga warna nude peach.

Aroma dari lipstick ini gak ganggu, karena ya emang gak ada wanginya juga. Tambahan poin positif bagi saya pecinta kosmetik tak beraroma!

HASIL PEMAKAIAN

Biasanya, dari klaim yang disebutkan oleh suatu produk, hanya beberapa yang sesuai. Tapi, klaim yang dinyatakan oleh Lip On Lip tentang produk mereka ini, saya bisa pastikan semuanya lulus uji coba. Dari mulai warnanya yang bold, sekali oles mampu tutupi garis hitam di bibir saya. Untuk ketahanan, meskipun dia gak transferproof, butuh waktu cukup lama sampai lipstick ini benar-benar hilang total dari bibir. Biasanya meskipun sudah makan, lipstick ini masih bertahan setengahnya. Saya sih gak komplain, gak ngarep lipstick ini bisa betul-betul transferproof, karena saya yakin bikin formula seperti itu malah bakal bikin bibir kering.

Vitamin E dan moisturizer yang terkandung dalam produk inipun bisa saya rasakan, karena selama saya pakai produk ini, gak sekalipun bibir saya jadi kering. Bibir saya tetap lembap dan gak memperjelas garis-garis bibir. Apalagi, kalau liat kandungan yang tertera di kemasannya, produk ini beberapa kali mention bahan-bahan yang memang berfungsi untuk melembapkan bibir seperti coconut oil dan shea butter.

Untuk warna-warnanya sendiri, ada 5 warna. Saya akan coba deskripsikan warnanya sebisa saya, karena pengetahuan saya tentang warna kadang masih jelimet.

Review Lip On Lip Velvet Matteness Anisa Firdausi

1. Peony : Warna pink yang agak neon dan terang. Sebetulnya lebih cocok untuk orang-orang dengan cool undertone, tapi di undertone saya yang warm juga masih masuk kok. Shade ini satu-satunya yang agak patchy, pigmentasinya gak sebagus yang lainnya. Saya butuh 2 sampe 3x oles untuk bisa menutupi garis hitam di bibir.

2. Pinkish : Untuk shade ini, pinknya lebih masuk skintone saya. Gak neon, jadi masih kelihatan natural tapi tetap fresh.

3. Reddish : Warna merahnya betul-betul merah, gak ada orange-orangenya, yang artinya saya suka, karena tetap bisa dipakai tanpa bikin riasan kelihatan menor.

4. Rossie : Warna favorit saya, dan pastinya juga jadi favorit banyak orang. Warnanya pink kecoklatan, masuk ke semua skintone!

5. Nude : Nomor 2 favoritku! Nudenya betul-betul nude, nude yang ke arah coklat. Tipe-tipe warna mlbb (my lip but better).


Review Lip On Lip Velvet Matteness Anisa Firdausi

KESIMPULAN

+ Kemasan langsing dan kokoh
+ Tekstur buttery
+ Pigmentasi oke
+ Melembapkan bibir, sama sekali gak bikin bibir kering
+ Cukup tahan lama
+ Harga terjangkau
+ Produk lokal
+ Gak ada aroma sama sekali
+ Pilihan warna cantik-cantik
- Sama sekali gak transferproof, nempel kemana-mana

Harga : IDR 37.000
Nilai : 4/5

Continue reading REVIEW : Lip On Lip Velvet Matteness, Lipstick Matte Anti Bibir Kering

Thursday, 9 May 2019

, , ,

REVIEW : Ozora Brightening Treatment Essence, Skincare Alami dari Yogyakarta

Rangkaian skincare saya biasanya gak pernah macam-macam, gak sampai 7 langkah kaya kebanyakan cewek-cewek berkulit mulus. Pasalnya, kulit saya yang sensitif ini makin banyak dikasih ina inu, malah jadi makin rewel. Jadi, biasanya saya selalu membatasi produk-produk yang digunakan setelah membersihkan muka. Produk essence dan serum, buat saya, gak perlu dipakai bersamaan. Saya hanya perlu 1 saja, entah itu essence, atau serum. Meskipun saya punya 2 produk tersebut, biasanya akan saya gunakan satu persatu, karena ya itu.. kulit sensitif saya gak bisa buat numpuk-numpuk skincare terlalu banyak. Apalagi setelahnya saya masih harus pakai moisturizer dan sunblock.

Kebetulan, di antara essence yang saya miliki, saya punya 1 essence yang sekarang ini lagi jadi favorit banyak orang. Skincare alami dari Yogyakarta yaitu Ozora Brightening Treatment Essence. Ozora skincare ini termasuk brand lokal yang baru. Dan biasanya, beberapa orang menyangsikan keamanan produk-produk yang baru beredar. Tapi tenang, Ozora memakai bahan-bahan alami sehingga aman digunakan bumil dan busui. Tentu saja, sudah terdaftar di BPOM!


INFORMASI PRODUK
Ozora Brightening Treatment Essence
Manufactured by CV. NOSIN INDONESIA
Gendingsari RT 09/ RW 03
Tirtomartini, Kalasan, Sleman
Yogyakarta - Indonesia
POM NA 18181900395

KEMASAN

 

Dari pertama kali datang, saya udah langsung jatuh cinta dengan kemasannya. Terbuat dari botol kaca yang kokoh dan berat, produk ini kelihatan mewah. Karena kacanya tebal, botol ini jadi terlihat besar, tapi sebetulnya masih enak untuk digenggam. Hal lain yang saya suka dari kemasannya adalah model pumpnya. Skincare dengan model pump ini benar-benar mempermudah kita dalam penggunaan skincare. Kita dapat lebih mudah mengontrol jumlah produk yang akan dikeluarkan, kecil kemungkinannya kita menuang terlalu banyak produk. Jadi, untuk kemasan, saya gak ada masalah,

KLAIM


Memberi tambahan nutrisi pada kulit dan membuat kulit tampak lebih cerah.

CARA PAKAI

Aplikasikan pada wajah dan leher yang telah dibersihkan. Gunakan setiap pagi dan malam hari.

KANDUNGAN


Aqua, Sodium Pca, Methylsilanol, Ascorbate, Butylene, Glycol, Propylene, Glycol, Citric Acid, Tetrasodium Edta, Diazolidnyl Urea, Dmdm Hydantoin. 

Melihat kandungannya yang sedikit, saya bertanya-tanya, apakah memang kandungannya hanya ini saja? Atau kandungan yang ditulis di box adalah kandungan-kandungan utama produk ini? Saya juga melihat nama-nama yang asing, sepeeti Dmdm Hydantoin. Ada yang pernah dengar?

TEKSTUR, WARNA, DAN AROMA


Meskipun dari luar kemasan, essencenya berwarna kuning terang, namun saat dituang ke telapak tangan, warnanya terlihat bening. Essence ini punya tekstur yang sangat cair, tapi masih ada sensasi essencenya, gak 100% seperti air. Masih terasa lengket di awal pemakaian, namun lengketnya akan menghilang dalam beberapa menit. Essence ini punya aroma jeruk yang cukup kuat, dan bagi saya pecinta skincare tak beraroma, ya agak sedikit terganggu sebetulnya. Walaupun aromanya bukan gak enak, malah mengingatkan saya dengan sirup jeruk ABC.

HASIL PEMAKAIAN

Sebelum mengulas tentang kualitas produknya, saya ingin sedikit mengomentari box kemasannya. Menurut saya, informasi-informasi yang tertera di boxnya cenderung kurang lengkap. Sebetulnya sayang, boxnya cukup untuk mengisi informasi-informasi yang lebih lengkap lagi. Beberapa produk skincare biasanya menonjolkan kandungan utama sebagai highlight atau keunggulan produk tersebut, tapi sayangnya produk ini enggak. Padahal sebetulnya, highlight kandungan dan manfaat yang dicantumkan di box depan, punya daya tarik yang cukup tinggi, terutama bagi orang-orang yang awam dengan dunia perskincarean. Jadi, saran dari saya sih, karena essence ini punya fungsi untuk mencerahkan, maka ada baiknya menonjolkan kandungan utama yang memberi efek brightening tersebut.


Balik lagi ke reviewnya, seperti yang saya bilang, tekstur yang cair memudahkan essence ini cepat menyerap ke dalam kulit wajah. Aroma jeruk yang awalnya menyengat, akan menghilang ketika essencenya sudah menyerap di kulit. Keunggulan dari produk yang cair adalah, kita gak perlu mengeluarkan banyak produk untuk dipakai ke seluruh wajah. Saya sendiri hanya butuh 1 pump untuk wajah, dan itupun masih bisa dipakai sampai ke leher. Jadi, intinya produk ini irit, beb!


Pemakaian dalam beberapa minggu gak memperlihatkan efek mencerahkan, mungkin butuh waktu lebih lama dari itu. Atau mungkin juga, saya sudah mencapai warna kulit asli saya. Jadi ya udah mentok, gak bisa lebih cerah dari ini. Yang saya suka dari essence ini, meskipun teksturnya seperti air, dia masih terasa essencenya. Masih terasa memberikan lapisan di atas kulit. Kulit jelas terasa lebih lembap dan kenyal. Bagi saya, itu saja udah cukup membahagiakan.

KESIMPULAN

+ Kemasan botol kaca dan model pump oke!
+ Tekstur cair, mudah menyerap
+ Bahan alami dan aman, bisa digunakan bumil dan busui
+ A little goes a long way, alias irit!
+ Melembapkan
- Informasi produk kurang lengkap
- Wanginya cukup menyengat

Nilai : 3/5
Continue reading REVIEW : Ozora Brightening Treatment Essence, Skincare Alami dari Yogyakarta

Monday, 6 May 2019

, , , , , , ,

Bibir Sehat, Cantik, dan Terawat dengan Zoya Cosmetics

Sebagai pecinta lippen, saya gak ingat berapa jumlah lipstick, lip cream, ataupun jenis-jenis pewarna bibir lainnya yang saya punya. Meskipun warna yang saya pilih itu-itu lagi, tapi entah kenapa hasrat untuk beli lipstick itu gak pernah hilang. Tiap ada brand yang ngeluarin produk lippen baru, saya langsung kepo. Makanya, tumpukan produk lippen di rumah sudah betul-betul makan tempat.

Tapi, ada hal yang saya justru lupa. Bahwa produk-produk lippen tersebut hanya berfungsi sebagai pewarna bibir. Meskipun beberapa produk mengklaim bahwa produknya mengandung vitamin E bla bla bla, tetap saja, untuk tipe bibir sensitif seperti saya, ya gak akan mampu bikin bibir tetap lembap seharian. Apalagi jika kita bicara tentang lippen dengan hasil akhir matte. Sampai sekarang, semua produk lippen yang punya hasil akhir matte di bibir saya, ujung-ujungnya bikin kering. Bedanya, ada yang bikin sedikit kering, ada yang bikin super duper kering.

Review Produk Zoya Cosmetics Anisa Firdausi

Sebetulnya, maraknya produk lippen matte ini gak masalah, selama ada "antidote"nya, yaitu produk untuk mengembalikan kelembapan dan kesehatan bibir setelah kita menggunakan lippen mate, contohnya seperti produk-produk yang dikeluarkan oleh Zoya Cosmetic. Meskipun mereka punya lip  paint matte yang sudah menjamur di mana-mana, mereka gak lupa untuk mengeluarkan produk yang berfungsi sebagai perawatan bibir, yaitu lip scrub dan lip balm.

1. ZOYA COSMETICS LIP SCRUB

Review Zoya Lip Scrub Summer Anisa Firdausi

KEMASAN : 
Lip scrub yang berbentuk seperti macaroon dan dibungkus dengan bungkus mika ini langsung menarik perhatiannya saya. Selain bentuknya yang menggemaskan, warnanyapun warna-warna pop cantik. Ada 3 varian yaitu Matcha yang berwarna tosca, Summer yang berwarna kuning, dan Sugar yang berwarna ungu. Kebetulan yang saya punya saat ini adalah varian summer, yang warna kuning.

KLAIM : 
Rawat bibir dengan soft exfoliating dari perpaduan butiran halus Apricot Seed. Shea butter dnn antioksidan Vitamin E untuk bibir terasa lembut, kenyal, dan lembap.

CARA PEMAKAIAN :  
Ambil secukupnya dan ratakan pada bibir, kemudian lakukan gerakan memutar lembut selama 1-2 menit, lalu bilas dengan air atau lap dengan tissu bersih. Untuk hasil maksimal gunakan dua kali dalam seminggu, lanjutkan dengan Zoya Cosmetics Lip Essence.

Review Zoya Lip Scrub Summer Anisa Firdausi

REVIEW
Macaroon berisi lip scrub ini mengandung 8 gram cream dengan butiran-butiran scrub yang halus. Sesuai dengan deskripsi dan klaimnya, bahwa butiran biji apricotnya sangat halus, dan jumlahnya menurut saya kurang banyak jika dibandingkan dengan creamnya. Jadi, sewaktu dicolek dan diaplikasikan ke bibir, butiran yang terbawa hanya beberapa saja. Kombinasi butiran halus dan sedikit ini yang menurut saya kurang pol untuk mengangkat kulit mati. Produk ini memang terlihat seperti mild exfoliating, jadi bukan tipe exfoliator yang betul-betul bisa mengangkat sel kulit mati ataupun menghaluskan bibir dalam sekali pakai. Tapi, kalau kamu punya bibir yang sudah sehat dan gak ada masalah dengan kulit-kulit kering di bibir, saya rasa produk ini sudah cukup untuk membantu merawat bibirmu tetap lembap dan lembut.

2. ZOYA COSMETICS LIP BALM

Review Zoya Lip Balm Grape Anisa Firdausi

KEMASAN : 
Konsep kemasan lip balm Zoya juga menggemaskan. Ukurannya gak sebesar lip scrubnya, mungkin diameternya hanya 3cm. Tapi warnanya juga lucu, ungu. Zoya lip balm juga punya 3 varian, Mango, Strawberry, dan Grape. Saya bersyukur dapat yang varian grape karena wanginya enak banget. 

KLAIM : 
Pelembap bibir dengan formula khusus dari grape seed oil dan aroma grape, merawat bibir agar tidak kering, menjaga kehalusan, dan kelembutan kulit bibir.

Review Zoya Lip Balm Grape Anisa Firdausi

REVIEW : 
Lip balm keluaran Zoya ini punya tekstur yang enak. Ringan dan gak bikin bibir terasa lengket ataupun berat. Saya pakai lip balm ini sebelum memakai lipstick dan juga sebelum tidur. Hasilnya cukup melembapkan. Lip balm ini juga bisa membantu mengangkat sisa-sisa lipstick matte yang tertinggal di bibir. Jadi, menurut saya produk ini cukup banyak fungsinya juga.

3. ZOYA COSMETICS LIP PAINT GERANIUM

Review Zoya Velvet Matte Lip Paint Geranium Anisa Firdausi

KEMASAN : 
Seperti produk lip cream pada umumnya, gak ada yang spesial selain kemasannya yang berwarna putih. Sejujurnya, saya jarang tertarik dengan kemasan kosmetik yang berwarna putih. Tentu saja karena saya tau diri, karena saya cukup jorok, dan tinggal menunggu waktu sampai kemasan putih ini berubah jadi coklat atau kuning dekil. Tapi kalau lihat bahannya sih, kayaknya botol ini mudah dibersihkan.

KLAIM : 
Gak ada klaim atau informasi apapun di sekeliling botolnya selain informasi mengenai kandungan-kandungannya, bahwa lip paint ini mengandung shea butter.

Review Zoya Velvet Matte Lip Paint Geranium Anisa Firdausi

REVIEW : 
Tekstur dari lip paint ini tampaknya berbeda tiap shadenya. Untuk shade yang saya dapat yaitu shade Geranium, teksturnya cukup kental, tapi sayangnya coveragenya sheer. Gak bisa nutupin garis hitam di bibir.  Warnanya perpaduan antara peach dan pink, termasuk warna yang masih bisa saya pakai. Wanginya manis dan gak mengganggu sama sekali. Untuk hasil akhirnya, sayangnya untuk shade ini malah patchy di bibir saya. Mungkin akan kelihatan lebih bagus kalau diaplikasikan di bibir yang memang sudah pink dari sananya.

Nah, itu adalah 3 produk bibir keluaran Zoya Cosmetics. Jangan cuma mikirin gimana bibir kelihatan cantik, tapi juga harus mikirin kesehatan dan kelembapannya ya! Kalau kalian tertarik dengan produk-produk di atas, gak usah bingung-bingung, tinggal mampir aja websitenya www.zoyacosmetics.com atau mampir ke Instagram @zoyacosmetics .
Continue reading Bibir Sehat, Cantik, dan Terawat dengan Zoya Cosmetics

Sunday, 5 May 2019

, ,

BHB Milad 1, Ngumpul Cantik dan Pintar bareng Pocari Sweat

Jadi, selama setahun bergabung dengan komunitas Bandung Hijab Blogger, belum sekalipun saya bertemu dengan para anggotanya. Tentu saja alasannya apalagi kalau bukan domisili saya yang gak menentu. Tapi takdir Tuhan akhirnya membuat saya kembali lagi ke Bandung, sehingga berkesempatan untuk datang ke acara 1 tahunnya BHB. Tanpa ba bi bu, saya langsung mengiyakan bisa datang waktu diundang, mengundur jadwal-jadwal lainnya. #soksibuk

BHBMilad1 Bandung Hijab Blogger X Pocari Sweat

Saya memang seorang yang introvert, bertemu orang baru adalah hal yang melelahkan dan terasa menguras energi. Tapi, beda cerita kalau orang-orang baru ini adalah orang-orang yang punya minat sama. Meskipun, saat itu adalah pertama kalinya saya bertemu dengan semua anggota BHB, mereka sangat hangat dan menyenangkan. BHB Milad ini diselenggarakan di Greentea Holic Jl. Guntur No.21, pada Sabtu, 27 April 2019 pkl 12.00 dan selesai tepat pukul 15.00.

BHBMilad1 Bandung Hijab Blogger X Pocari Sweat

Acara dibuka oleh MC, Teh Puspa, anggota BHB yang juga merangkap sebagai MUA. Saya sering nonton videonya di Instagram karena dia sering bermain makeup sambil bernyanyi. Beda dengan saya, suara beliau merdu. Sungguh Tuhan menganugerahinya banyak bakat. Teh Puspa menjelaskan rangkaian acara BHB Milad yang pertama, salah satu yang menarik perhatian saya adalah bahwa akan ada sesi berbagi ilmu gizi oleh ahli gizi dari tim pocari sweat.

Dari dulu saya tertarik dengan ilmu-ilmu gizi. Yang kenal dekat dengan saya pasti tau alasannya. Selama 28 tahun di dunia ini, dengan tinggi 165 cm, berat saya gak pernah lewat dari 44 kg. Jelas, underweight. Jangan kira bodyshaming hanya didapatkan teman-teman yang overweight, saya sering kali dibilang kurang gizi. Bahkan ibu saya gak jarang kena dampaknya, dipikir gak pernah kasih makan anaknya. Saya ingat jaman-jaman saya SMA, kala itu berat saya 39 kg. Tiap orang bertanya berat badan saya, lalu saya jawab 39, mereka pikir saya keliru menjawab atau sedang bercanda. "Gue tanya berat badan lo, bukan no sepatu lo."

Makanya, waktu saya tau akan ada ahli gizi yang datang untuk membahas tentang pola makan yang sehat dan penuh dengan gizi, saya tertarik. Saya memang perlu untuk memperbanyak pengetahuan seputar hal ini, jangan-jangan selama ini memang pola makan saya salah. Dan memang, selama kurang lebih 30 menit saya mendengar informasi yang diberikan tim pocari sweat, saya baru paham kalau banyaknya kalori yang kita butuhkan, diperngaruhi oleh aktivitas kita sehari-hari. Jadi, saya yang kerjaannya banyak di rumah bermalas-malasan, sebetulnya hanya membutuhkan kalori yang lebih sedikit dibanding dengan orang-orang yang bekerja di lapangan.

BHBMilad1 Bandung Hijab Blogger X Pocari Sweat

Selain itu, saya juga baru tau kalau ada beberapa buah atau sayur yang gak mengandung kalori sama sekali, misalnya tomat dan timun. Sebetulnya, memang ada perhitungan pasti untuk mengukur berapa jumlah kalori yang sebetulnya dibutuhkan tubuh kita, makanya ada rumus untuk mengetahui dengan pasti jumlah kalori yang sebetulnya kita butuhkan. Selama ini saya kalau makan, ya makan aja. Kalau inget ya saya cek, kalau enggak ya dikira-kira aja. Hehe.

BHBMilad1 Bandung Hijab Blogger X Pocari Sweat

Nah, materi ini memang cocok dibahas menjelang Bulan Ramadhan. Kenapa? Pasti kalian juga mengalami bingungnya mengatur pola makan dan jam makan yang baik saat puasa. Jadi, ahli gizi menyarankan agar pola makan kita lebih diatur. 40% pada saat sahur, 25% saat berbuka, dan sisanya setelah shalat tarawih. Bisa gak? Selama ini sih saya belum pernah coba, biasanya ya waktu ada suara adzan mahrib, segala makanan yang ada depan mata, ya saya lahap-lahap aja. Kamu juga gak? Haha.

Di antara hal-hal lainnya, poin terpenting dari diskusi kemarin adalah tentang betapa pentingnya ion dalam tubuh. Apa sih ion tuh? Ion adalah bagian dari elektrolit, yaitu garam-garam mineral yang secara alami ada di dalam tubuh yang membantu semua proses yang ada di dalam tubuh. Ion ini gak gitu aja ada di dalam tubuh, tentu harus didapatkan melalui makanan atapun minuman yang kita konsumsi. Pada prinsipnya, komposisi minuman elektrolit terdiri atas air, gula, dan garam. Garam pada minuman isotonik berfungsi untuk mengganti ion-ion tubuh yang hilang bersama cairan. Garam dalam minuman isotonik juga berfungsi untuk mengikat cairan yang ada di dalam tubuh. Jadi, segala bentuk cairan yang kita minum, gak sekedar numpang lewat. Mendengar hal ini, saya langsung paham kenapa selama saya puasa saya selalu cepat haus, padahal saat sahur saya bisa meminum 1.5 liter air putih. Ternyata kalau gak diikat oleh ion, ya airnya cuma numpang lewat aja, jadinya beser iya, haus iya. 

BHBMilad1 Bandung Hijab Blogger X Pocari Sweat

Setelah materi seputar ilmu gizi disampaikan, tim Pocari Sweat mengadakan kuis online yang super seru, yang sayangnya gak bisa saya menangin karena masalah teknis (alasan). Tapi, ternyata selain tim Pocari Sweat, panitia #BHBMilad1 pun mengadakan kuis tentang seberapa banyak kami mengenal satu sama lain. Dengan ingatan yang tumpul, saya dengan sukarela memberikan kesempatan kepada teteh-teteh yang lain untuk mendapatkan hadiah berupa cireng salju, yang sebenernya bikin saya mupeng juga.

Saya dan beberapa teteh lainnya sempat menertawakan nasib kami yang merasa gak ada kemauan untuk memenangkan kompetisi, betapa rendahnya motive achievement kami. Saat kami sedang tertawa, saya mendengar nama saya disebut dan diminta maju ke depan. Sampai di depan, saya dapat hadiah berupa kerudung organik dari @zanayaorganic, kerudung yang sudah cukup lama saya idam-idamkan. Bodohnya, sampai sesi foto selesai dan saya pulang, saya masih bertanya-tanya tentang kerudung yang saya dapatkan ini, saya belum tau kenapa saya dapat hadiah. Akhirnya, sewaktu saya konfirmasi ke ketua BHB, Rara, tentang alasan saya dapat kerudung, Rara bilang kerudung itu sebagai apresiasi untuk Best Blog Of The Year. Saya sih bersyukur, gak mau kufur nikmat, tapi masih bingung juga, mbo ya semua teteh-teteh BHB ini jago nulisnya, dan saya merasa gak pernah nyogok panitia untuk bisa dapet apresiasi ini. Ya gitulah hidup, penuh kejutan.

BHBMilad1 Bandung Hijab Blogger X Pocari Sweat

Anyway, sebelum saya tutup tulisan ini, sekali lagi, Met Milad BHB. Waktu saya diminta untuk nulis ucapan selamat untuk BHB di kertas kecil, sebetulnya saya bingung mau nulis apa. Apa yang saya tulis kadang bikin orang bingung, jadi saya nyontek teteh sebelah, yang sayangnya saya lupa namanya, tapi saya masih ingat wajahnya, cantik.

BHBMilad1 Bandung Hijab Blogger X Pocari Sweat
Continue reading BHB Milad 1, Ngumpul Cantik dan Pintar bareng Pocari Sweat

Monday, 29 April 2019

, , , , , , , ,

REVIEW : Nyobain Produk-Produknya Iomi Beauty, Brand Lokal yang Vegan dan Cruelty Free

Beberapa waktu yang lalu, saya kedatangan paket dari satu brand kecantikan, Iomi Beauty. Saat pertama kali dihubungi oleh pihak Iomi, saya langsung bertanya-tanya tentang asal brand ini,  karena saya sempat intip-intip produknya, kok kemasan dan gaya penulisannya seperti brand-brand Korea. Tapi ternyata, Iomi ini adalah brand lokal. Menariknya, Iomi Beauty ini terlihat sangat concern dengan keamanan dan kelayakan produknya. Selain sudah terdaftar di BPOM, brand Iomi menyatakan di setiap kemasan produknya bahwa produk mereka vegan dan cruelty free.

Iomi Beauty ini mengeluarkan beberapa produk kecantikan, di antaranya sheet mask, pensil alis, dan matte liquid lipstick. Produk-produk seperti ini, menurut saya adalah produk yang mudah dan cepat diterima oleh masyarakat, karena hampir semua wanita ya pakai. Gak terkecuali saya. Sejujurnya, berapapun banyaknya lipstick yang saya miliki, saya akan selalu excited tiap liat produk lippen yang baru. Apalagi kalau produk lokal.

Review Iomi Beauty Anisa Firdausi

Semua produk Iomi akan saya ceritakan di 1 blogpost ini saja, biar efisien, singkat, padat, dan jelas. Jadi, kalian gak perlu cek-cek lagi di postingan lain. Semua produknya sebisa mungkin akan saya ulas dengan lengkap, kecuali maskernya yang mungkin akan saya ceritakan secara singkat karena pada dasarnya sheet masknya gak jauh berbeda dengan sheet mask pada umumnya.

Jadi, masker yang punya 5 varian ini, memiliki fungsi yang berbeda untuk tiap variannya. Essence atau serum yang ada di dalam maskernya betul-betul gak pelit alias buanyakkk banget. Jadi, kamu bisa pakai sisa essencenya ke bagian-bagian tubuh yang lain, misalnya leher, siku, lutut, kaki, tangan, yaa semau kamu aja. Dengan harga 22.000 dan essence sebanyak itu, menurut saya, kamu gak akan rugi kalau beli sheet mask ini.

Harga : 22.000
Nilai : 3/5

REVIEW IOMI BEAUTY BROW DEFINER TRIANGULAR EYEBROW PENCIL DARK BROWN

Setelah itu, saya ingin membahas tentang produk alisnya. Produk favorit saya di antara semuanya, yaitu . Ini adalah kali pertama saya pakai pensil alis yang gak diserut. Sejujurnya, dari dulu saya gak begitu peduli dengan bentuk pensil alis. Mau yang diserut, diputar, ataupun dioles, yaaa saya pikir hasilnya akan sama aja. Saya juga terlalu malas untuk coba produk baru dan juga bukan orang yang terlalu peduli sama alis. Bahkan gak ngalispun bagi saya gak masalah. Tapi, waktu pertama kali saya coba ini, saya merasa baru saja menghemat waktu dalam berdandan dan merasa "Where have you been, Nis? Sampai kau melewatkan produk alis semacam ini?


Pensil alis ini sangat-sangat memudahkan saya dalam membingkai alis. Biasanya kalau saya pakai pensil alis yang diserut, pasti ada bagian-bagian yang menyon. Selain memudahkan saya dalam membingkai alis, pensil alis ini juga punya warna yang oke. Kebetulan saya dapat shade dark brown, warna coklat dengan tone netral. Gak terlalu gelap, tapi juga gak merah. Betul-betul terlihat natural. Dengan harga hanya 50.000, menurut saya masih sangat terjangkau. Brow definer ini punya 3 warna lainnya selain dark brown, yaitu light brown, dark grey, dan natural black.

 

Eits, belum selesai. Ada satu hal lagi yang bikin saya jatuh cinta dengan brow definer ini dan bikin saya kepikiran untuk repurchase lagi, yaitu karena teksturnya yang pas. Gak terlalu keras, dan juga gak terlalu lunak. Sangat pas dan mudah dikontrol, apalagi dibantu dengan spoolie brushnya yang halus. Saya yang amatiran dalam menggambar alis, merasa tiba-tiba jadi jago ngalis kalau pakai ini.

Harga: IDR 50.000
Nilai : 4/5

REVIEW IOMI BEAUTY MATTE LIQUID LIPSTICK (POPPY PINK & SUNKISS)


Review Iomi Beauty Matte Liquid Lipstick Anisa Firdausi

Produk terakhir yang akan saya bahas adalah Matte Liquid Lipsticknya. Produk ini punya 6 shade, dari mulai Poppy Pink, Sunkiss, Hazel Nude, Peach Perfect, Ruby Red, dan Beet Me. Meskipun hanya 6 shade, menurut saya pemilihan warnanya cukup pintar. Warna-warna yang banyak orang pakai. Kebetulan saya dapat shade Poppy Pink dan Sunkiss.

Review Iomi Beauty Matte Liquid Lipstick Sunkiss Anisa Firdausi

Shade sunkiss ini sebenarnya tipikal warna yang sering saya pakai, warnanya orange dengan sedikit hint coklat. Masih masuk ke skintone sawo matang saya.

Review Iomi Beauty Matte Liquid Lipstick Poppy Pink Anisa Firdausi

Untuk shade Poppy Pink, sejujurnya ini bukan warna yang biasa saya pakai. Warnanya terlalu neon untuk dipakai di atas kulit saya yang gelap. Tapi mungkin, itu karena saya ngerasa gak PD aja. Buktinya, ada aja orang yang punya kulit sawo matang dan masih terlihat cantik dengan shade lipstick terang semacam ini, Nicki Minaj misalnya. Tapi ya...balik lagi ke preferensi ya. Tapi, begitu saya coba shade Poppy Pink ini sebagai blush on cream, warnanya cantik banget.
 
Review Iomi Beauty Matte Liquid Lipstick Anisa Firdausi

Seperti lip cream matte pada umumnya, liquid lipstick ini punya hasil akhir matte. Punya coverage yang lumayan bisa menutup garis hitam di bibir. Tapi tentu saja, yang namanya liquid lipstick atau lipcream matte, punya efek membuat garis bibir terlihat jelas. Begitupun dengan produk ini. Produk ini akan meperjelas tekstur bibir. Jadi, saya sangat gak merekomendasikan kamu untuk pakai produk semacam ini tanpa menggunakan lipbalm, apalagi ketika bibirmu sedang kering atau pecah-pecah. Karena tanpa lipbalm, liquid lipstick ini malah bisa memperjelas tampilan bibirmu yang kering dan memberikan kesan bibir yang tidak sehat.

Harga : IDR 65.000
Nilai : 3/5 

Nah, di bawah ini adalah FOTD saya menggunakan semua produk Iomi Beauty tanpa menggunakan brand ataupun produk lain. Tanpa foundation, tanpa eyeliner, maskara, tapi ternyata bisa kelihatan lumayan fresh, walaupun mata panda masih terlihat dengan jelas. Dengan 3 produk saja, saya bisa dapetin alis yang "berbentuk", pipi merona, dan bibir yang cerah, ditambah lagi dengan harganya yang terjangkau. Penasaran di mana belinya? Kamu bisa dapetin produk-produk Iomi Beauty di websitenya, atau di instagramnya Iomi Beauty! Psst.. Mereka sering adain diskon lho! Thank me later!

Review Iomi Beauty Anisa Firdausi

Continue reading REVIEW : Nyobain Produk-Produknya Iomi Beauty, Brand Lokal yang Vegan dan Cruelty Free

Tuesday, 16 April 2019

, , ,

Halaman Terakhir : Tentang Pringsewu, Lampung

Dari kecil, saya benci yang namanya perpisahan. Bahkan berpisah dengan hal yang saya bencipun kadang membuat saya gak nyaman. Aneh kan? Terbiasa dengan satu hal dan tiba-tiba harus memulai hal yang baru lagi adalah satu hal yang asing. Makanya, saya ini termasuk orang yang sangat senang menyimpan kenangan, dalam bentuk apapun. Foto-foto sih udah biasa, tapi saya kerap menyimpan barang-barang yang berhubungan dengan masa-masa tertentu, misalnya kartu ujian praktek SMP, name tag selama OSPEK kala SMA dan saat memasuki universitas, bahkan dulu saya pernah menyimpan baik-baik uang 5.000 yang saya dapat dari gebetan saya semasa SMP. Freak emang. Makanya waktu kecil juga saya sering dibilang cengeng atau mellow, saya pernah galau berhari-hari karena suatu hari Ibu menjual kulkas di rumah dan menggantinya dengan yang baru.
Tapi khusus kali ini saya akan menulis dan bercerita, dalam rangka menyimpan kenangan saya, untuk kelak saya bagikan pada anak dan cucu saya (Insya Allah). Kenangan yang saya tulis ini, tentang pengalaman 1 tahun berada di Pringsewu, salah satu Kabupaten di Provinsi Lampung, provinsi yang terkenal dengan kain tapisnya.

 

Beberapa minggu sebelum menikah, suami saya bilang kalau surat mutasinya sudah keluar. Ia ditugaskan di Pringsewu, Lampung. Suami sempat minta maaf karena harus membawa saya ke luar Jawa, meskipun sebenarnya ia gak memaksa saya untuk ikut. Tapi, tentu, saya tahu ia ingin. Makanya, di hari pernikahan, supervisor saya laporan ke bos besar, bahwa nampaknya saya harus berhenti bekerja. Bos besar sempat menawarkan agar sayapun mutasi ke kantor cabang Lampung. Tapi masalahnya, kantor saya di Lampung berada tepat di tengah kotanya, sedangkan suami saya di Kabupaten Pringsewunya. Jarak keduanya gak kurang dari 40 km, oleh karena itu dengan berat hati saya menolak tawaran bos besar.

Pemilihan rumah kontrakan saya serahkan pada suami. Beberapa kali saya ditawarkan rumah-rumah kontrakan oleh rekan kerja saya, tapi seringkali saya merasa gak cocok saat melihat fotonya. Kebanyakan terlihat terlalu besar untuk dihuni oleh 2 orang, sisanya lagi kebanyakan bersebelahan dengan kebun-kebun yang luas dan pohon-pohon besar. Dua duanya saya tolak dengan alasan yang sama, karena saya merasa seram. Fakta bahwa saya akan lebih sering sendirian di rumah, membuat saya berpikir bahwa saya butuh rumah kontrakan yang gak terlalu besar dan dikelilingi oleh rumah juga, bukan kebun. Karena tentu saya lebih suka berkomunikasi dengan manusia, bukan nyamuk.

Akhirnya, suami berhasil menemukan 1 rumah, terletak di dalam 1 kavling kecil yang berisi 5 rumah, blok A sampai E. Beruntungnya saya, karena kebetulan masih ada 1 rumah yang kosong, rumah yang blok E. Harga sewanya termasuk di atas rata-rata harga sewa rumah kontrakan Pringsewu. Tapi saya maklum, rumah ini termasuk rumah baru, tipe-tipe rumah zaman sekarang. Lokasinya pun hanya 5 menit dari kantor suami. Akhirnya karena kami berdua merasa cocok dengan rumah ini, suami segera menyewa rumah tersebut hingga 1 tahun ke depan.

Cerita tentang Pringsewu Lampung Anisa Firdausi

Minggu-minggu pertama di rumah kontrakan kebanyakan saya lewati dengan berbelanja perabotan rumah, mendekor ruangan-ruangan agar kami merasa nyaman dan merasakan yang namanya rumah, bukan sekedar tempat singgah sementara. Awalnya, gak terasa berat sama sekali, karena masih banyak hal-hal yang saya kerjakan di rumah. Tapi satu hal terjadi saat saya menginjak bulan ketiga. Rasa bosan dengan rutinitas yang ada, kerinduan dengan pekerjaan kantor, juga rindu akan segala sesuatu tentang Bandung, bikin saya sering galau dan mengeluh pada sahabat saya. Kadang saya juga mengadu pada suami, kalau saya kesepian saat ia sedang bekerja. Suami sempat beberapa kali menawarkan saya untuk kembali ke Bandung saja, daripada saya tersiksa. Tawaran suami sempat saya pertimbangkan, tapi kok ya saya ngerasa cemen dan cupu banget sama tantangan hidup. Masih ingat kan pepatah "If you don't like things are, change it! You're not a tree!" ? Nah, pepatah itu juga yang bikin saya sadar, bahwa tugas saya lah yang harus mengubah rutinitas saya menjadi gak membosankan, bukan malah pergi dan menghindar.

Mula-mula, saya mulai mengaktifkan kembali blog ini. Blog ini sudah berjalan 5 tahun, tapi gak pernah ada progress yang signifikan karena jarang saya update. Apalagi alasannya kalau bukan tentang sibuknya pekerjaan di kantor yang gak menyisakkan waktu luang. Oleh karena itu, saya berjanji untuk membuat progress yang signifikan, dan alhamdulillah terbayar dengan total pageviews yang meningkat menjadi 2x lipat dan beberapa tawaran kerja sama dengan beberapa brandpun mulai bermunculan hingga saat ini. Target saya masih jauh dari situ, kualitas dan kuantitas artikel perbulannya pun masih perlu diperbaiki, tapi seenggaknya, ada kemajuan lah.

Selain itu, saya juga membuat schedule tiap harinya, yang tentu sering saya langgar. Tapi kan namanya usaha, walaupun gak sesuai jadwal, seenggaknya saya punya garis besar hari ini apa yang akan saya lakukan. Akses social media sangat sangat membantu kegiatan saya di sana. Kalian tau apa yang saya lakukan? Saya belajar masak, berlatih Bahasa Inggris, belajar sejarah, biologi, dan psikologi tentunya, semuanya dari youtube. Oleh karena itu, makasih Pak Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed Karim, dan para pembuat konten, yang membuat hidup saya terasa jauh lebih mudah di Pringsewu.

Sebelum saya pindah ke Pringsewu, saya sempat membayangkan akan banyak menghabiskan aktivitas di luar rumah. Pergi ke pengajian dengan tetangga, pergi ke tukang sayur, mengobrol dengan tetangga di depan rumah ala ibu-ibu komplek, tapi ternyata semua hanya angan-angan saja. Cuaca panas yang gak santai, bikin saya dan para tetangga merasa lebih nyaman berada di dalam rumah. Ada kalanya kami mengobrol di halaman rumah pada pagi atau sore hari, tapi kalau siang hari, kami lebih nyaman ngadem di dalam kamar berAC.

Tapi, gak semua hal dari Pringsewu terasa membosankan. Sebutlah pemandangan hamparan sawah di pagi hari dengan kabut yang tebal karena udara yang masih minim polusi karena kendaraan bermotor yang gak sebanyak di Bandung. Juga, saya selalu menikmati pemandangan sunrise maupun sunset di Pringsewu, 2 hal yang gak pernah mengecewakan, kan? 

Cerita tentang Pringsewu Lampung Anisa Firdausi
 Cerita tentang Pringsewu Lampung Anisa Firdausi
Cerita tentang Pringsewu Lampung Anisa Firdausi 

Ada lagi satu hal yang pasti akan saya rindukan. Perjalanan melintasi laut dengan menggunakan kapal laut. Tidur di kamar yang disediakan untuk beristirahat selama perjalanan, menikmati pemandangan laut di siang hari, mengamat aktivitas yang orang-orang lakukan di kapal, dari mulai penjual makanan sampai tukang pijat keliling.

Cerita tentang Pringsewu Lampung Anisa Firdausi

Balik lagi ke rutinitas di Pringsewu, waktu bebas dengan aktivitas yang "semau gue" memang sulit dijalani dan terasa membosankan kalau saya gak punya tujuan. Tapi, selama saya punya banyak hal yang ingin dipelajari dan dikejar, rasanya 1 hari berlalu dengan cepat. Gak kerasa, tiba-tiba suami udah pulang aja. Bahkan, semenjak tinggal di Pringsewu saya mulai senang bermain dengan tumbuhan, mulai paham cara menyemai biji-biji sayuran dan buah-buahan. Ha!

Cerita tentang Pringsewu Lampung Anisa Firdausi 

Jadi, saya berasumsi, setiap langkah baru, setiap perpindahan dan perpisahan ini semacam blessing in disguise, pasti ada hal positif yang bisa saya dapatkan dibalik semua ini. Sebetulnya bisa banget saya mengeluh lelah dengan flow ini, tapi saya juga bisa memilih untuk tetap bersyukur.

Akhir cerita, dibalik semua kegalauan dan kerinduan pada Bandung kala itu, dibalik rindunya akan tempat hiburan dan makanan enak di Bandung, dibalik keluhan yang saya ucapkan setiap listrik mati, terima kasih Pringsewu, telah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya. Semuanya menyenangkan, suatu saat mungkin kita akan dipertemukan kembali! 

Tertanda,
Penghuni rumah melati.

Cerita tentang Pringsewu Lampung Anisa Firdausi
Continue reading Halaman Terakhir : Tentang Pringsewu, Lampung

Friday, 12 April 2019

,

Pindahan Anti Ribet dengan Kargo.co.id

Pertama kali saya ngontrak rumah di Pringsewu, Lampung, saya sudah tau kalau saya dan suami gak akan tinggal di sana dalam waktu lama. Ya, paling lama 3 tahun lah. Jadi, saya selalu galau untuk membeli perabotan rumah. Bingung, gimana nasibnya nanti ketika kami harus pindahan. Kebayang ribetnya kayak apa. Tapi kalau ngebiarin rumah kosong melompong tanpa perabotan, kok ya rasanya kaya bukan rumah. Jadi, ujung-ujungnya, kam tetap membeli beberapa perabotan yang menurut kami penting, kulkas, lemari, rak buku, meja belajar, sofa, kasur, dan beberapa perabot lain yang ukurannya gak seberapa. Masalah pindahan nanti, kami pikir.. ya.. gimana ntar aja.

 

Benar saja, tepat 1 tahun kami tinggal di sana, suami dapat kabar mutasi ke Sleman, Jogja. Surat mutasi baru diterima suami di tanggal 31 Maret 2019, dan mulai ditugaskan di Sleman pada tanggal 15 April 2019. Jadi kami hanya disediakan waktu 2 minggu untuk beres-beres dan pindahan. Belum lagi, ternyata 1 minggu terakhir, suami harus meeting di Bandar Lampung, yang artinya waktu pindahan saya dipersingkat hanya 1 minggu saja. Di suratnya juga tertulis, bahwa tidak boleh ada penundaan. Jadi, suami gak bisa minta perpanjangan waktu untuk hal apapun.

Pertama kali dengar kabar itu, tentu kami senang karena akhirnya kami kembali ke Pulau Jawa, tapi juga pusing memikirkan hal-hal yang harus kami urus untuk pindahan ini. Ada 2 opsi yang bisa kami lakukan dengan perabotan-perabotan di sini. Yang pertama, menyewa truk untuk pindahan, dan yang kedua, menjual semua perabotan ke penduduk sekitar.

Masalahnya, untuk opsi pertama, saya sama sekali gak punya informasi tentang truk untuk pindahan di sini. Betul-betul gak ada informasi sama sekali. Kalaupun ada, saya membayangkan tarifnya yang selangit. Saya ingat waktu kakak saya pindahan dari Jakarta ke Bandung, tarifnya 2 juta. Sesekali saya cek iseng di beberapa website, tarif pindahan dengan Colt Diesel mencapai 7 juta, bahkan banyak yang memasang harga di atas itu. Sedangkan opsi kedua, kendalanya adalah di waktu. Dalam waktu 1 minggu, apa saya bisa jual perabotan-perabotan ini? Lantas, kalau nanti ada yang gak kejual, mau diapain? Pusingnya malah 2x lipat.

Saya, suami dan akuntan pribadi saya, Markonah, akhirnya menghitung harga total perabotan, melihat untung ruginya. Opsi pertama akan menjadi untung jika biaya pindahan di bawah 5 juta. Sedangkan, jika biaya di atas itu, lebih baik dijual saja. Setelah itu, saya mencoba mencari jasa-jasa truk pindahan, tentu saja, hal pertama yang saya lakukan adalah googling, mencari jasa pindahan Lampung - Bandung, karena kami memutuskan untuk menyimpan perabotan di Bandung. Banyak sekali informasi yang saya dapatkan, tapi gak ada yang jelas selain satu website dengan alamat www.kargo.co.id

Apa itu kargo.co.id? 
Jadi, ini adalah sebuah marketplace logistik truk antar kota, antar pulau di Indonesia. Mulai dari Engkel, Colt Diesel, Fuso, Wingbox, Tronton, Cargo hingga Kontainer. Mereka punya banyak vendor di dalamnya yang bisa kita pilih. Berikut langkah-langkah penggunaan kargo:
  1. Masuk ke laman www.kargo.co.id
  2. Klik "Cek Tarif" di bagian atas web
  3. Isi data yang diminta, berupa pindahan dari mana ke mana, dan jasa apa yang dibutuhkan
  4. Akan keluar estimasi biaya, dengan beberapa opsi kendaraan
  5. Isi form pengiriman barang dengan lengkap (barang-barang apa yang akan diangkut, berapa harga barang yang akan diangkut, dll)
  6. Setelah formulirnya terisi dengan lengkap, data saya langsung terpampang di website kargo
Setelahnya, saya hanya menunggu. Formulir yang saya isi, ternyata langsung dilihat oleh vendor-vendor kargo. Mereka akan memberikan penawaran harga yang beragam. Kebanyakan vendor bahkan langsung menghubungi saya secari pribadi melalui Watsapp. Awalnya saya ragu, karena kargo gak bertanggung jawab jika vendor melakukan penipuan. Tapi, vendor-vendor yang terdaftar di kargo sebetulnya sudah memiliki surat-surat izin usaha yang lengkap, sehingga meminimalisir terjadinya penipuan.

Setelah saya berkomunikasi dengan beberapa vendor, akhirnya pilihan saya jatuh kepada Deska Trans. Deska Trans ini saya pilih karena responnya sangat cepat dan informatif. Saya berkali-kali meminta data, seperti foto KTP, SIM driver beserta STNK nya, dan semua diberikan dalam waktu yang singkat. Harganyapun termasuk terjangkau jika dibandingkan dengan vendor yang lain. Adminnya, Mbak Fitri, sangat kooperatif dan fleksibel terkait jadwal pindahan yang belum pasti. Beliau bilang gak masalah jika ada perubahan jadwal, yang penting diinformasikan sehari sebelumnya. Nah, untuk sistem pembayarannya 50% pada saat barang diangkut, sisanya 50% pada saat barang sudah sampai tujuan.

Sesampainya di Pringsewu, sang driver langsung menghubungi saya. Drivernya, Mas Fajar, pun sangat kooperatif. Orangnya ramah dan suka bercanda. Awalnya saya gak tega waktu malam-malam dia mulai mengangkut perabot-perabot yang besar, terutama saat mengangkut sofa bed. Meskipun dibantu oleh tukang angkut dan suami, mengangkut sofa bed tetap terasa sulit. Karena salah posisi sedikit saja, sofanya langsung terbuka menjadi kasur. "Ni kursi nggaweni", celetuk Mas Fajar sambil tertawa.

Setelah semua barang diangkut, mereka gak langsung menuju ke Bandung, tapi  bermalam dulu di Jakarta, dan akan mulai berangkat besok siangnya. Semua sudah diperhitungkan, agar truk sampai di Bandung pada malam hari, sesuai dengan jadwal keberangkatan saya dan suami. Intinya biar kita sampai di waktu yang bersamaan.

Esoknya, kami berangkat menuju Bandung. Selama perjalanan, Mas Fajar selalu menginformasikan lokasinya, sehingga kami sampai bersamaan di malam hari, tepat sesuai rencana. Semua perabotan sampai dengan selamat, tanpa lecet sedikitpun. So, terima kasih Kargo, dan terutama Deska Trans, yang membuat pindahan ini gak serumit yang saya bayangkan!
Continue reading Pindahan Anti Ribet dengan Kargo.co.id