Thursday, 4 May 2023
Tuesday, 2 May 2023
Review Skincare Dear Me Beauty Skin Barrier Toner Essence, Kulit Sehat Seketika
Produk kedua dari Set Skin Barrier milik Dear Me Beauty yang akan saya ulas adalah Toner Essencenya. Dulu saya gak begitu peduli soal toner, essence, atau apapun itu. Biasanya, setelah cuci muka, langsung ke moisturizer juga gak apa-apa banget. Tapi setelah setahunan kebelakang saya rutin menggunakan toner setelah cuci muka, rasanya kok enak. Ada perbedaan yang cukup signifikan antara pakai dan tidak pakai toner setelah cuci muka. Pemakaian toner setelah cuci muka, membuat kulit jauuh lebih lembap, plumpy, lebih siap untuk menyerap rangkaian skincare berikutnya. Itu yang saya rasakan dulu ketika mencoba toner keluaran Skintific.
Sebetulnya, saya gak ada masalah dengan Skintific, saya mencoba beberapa produknya dan tak ada keluhan apapun. Namun, ketika saya tau Dear Me Beauty mengeluarkan toner dengan kandungan Ceramide dan Hyaluronic Acid, lalu mengingat facial washnya yang nampol di kulit saya, dan harga yang lebih murah, maka saya pikir, kenapa tidak saya coba produk satu ini? Kalau ternyata cocok, saya kan bisa lebih hemat juga, dan skincare saya bisa lebih "kawin" karena berasal dari brand yang sama.
Kemasan Toner Essence ini agak unik. Tutupnya sih standar, model ulir, namun berbentuk bulat. Jadi lucu aja kalau dipajang (oke, ini gak penting). Kemasannya ini aman banget untuk dibawa berpergian, karena selain tutupnya model ulir, di dalamnyapun ada mode locknya gitu, gak langsung lubangnya. Awal-awal agak kesel karena jadi kurang sat set sat set kalau mau pakai, tapi setelah dipikir-pikir, begini kan lebih higienis juga, sebetulnya.
Seperti toner essence pada umumnya, teksturnya ada di tengah-tengah toner dan essence, gak seencer toner, tapi juga gak sekental essence, makanya disebutnya toner essence. Saya suka dengan teksturnya yang mudah menyerap (gak sampai 30 detik), namun tetap meninggalkan kesan yang lembap dan sehat.
Baca Juga : Review Skin Barrier Face Gel Cleanser Dear Me Beauty
Sebelum saya memutuskan untuk mencoba produk ini, tentu saja, saya juga mencari tau soal kandungannya. Sebetulnya, yang saya perhatikan belakangan, tren skincare khusus memperbaiki skin barrier ini memang belum usai. Banyak brand lain yang mengeluarkan produk dengan konsep yang mirip-mirip, dan kandungan yang serupa juga. Makanya, sekarang rasanya lumayan sering dengar Ceramide dengan berbagai jenisnya, karena memang Ceramide punya fungsi yang sangat baik dalam memperbaiki dan merawat skin barrier. Ini juga menjadi salah satu kandungan utama toner essencenya Dear Me Beauty. Selain Encapsulated Ceramide Complex, toner ini juga mengandung Quadruple Hyaluronic Acid, Polyglutamic Acid, Cica, dan Greentea Extract.
Ceramide, Hyaluronic Acid, dan Cica adalah sahabat kulit saya. Maka, saya cukup optimis dengan produk ini. Dan benar saja, hanya dalam 1 sampai 2 hari, ada kemajuan yang saya rasakan pada kulit wajah saya, khususnya untuk teksturnya, jauh lebih halus dan kenyal. Sangat terasa kalau toner ini mengembalikan pH kulit kita setelah kita mencuci muka, lembap dan plumpy, sehingga kulit jadi lebih siap untuk diberikan rangkaian perawatan selanjutnya.
Minusnya, karena botolnya ini berwarna merah pekat dengan plastik yang cukup tebal, agak kesulitan untuk mencari tau isi dari produknya, kecuali kalau kamu lihat baik-baik di bawah lampu, baru kelihatan. Tapi, overall, toner essence dengan kandungan yang kaya akan manfaat ini, lalu harganya hanya 70.000, yaa it's super worth to try!
Baca Juga : Review Skin Barrier Water Cream Dear Me Beauty
Monday, 1 May 2023
Review Skincare: Dear Me Beauty Skin Barrier Face Gel Cleanser, Kulit Lembut dan Bersih
Review Skincare : Rangkaian Dear Me Beauty Skin Barrier
Tuesday, 22 November 2022
Review Skincare : Erha 10 Home Peeling 1 dan Erha 11 Home Peeling 2, Eksfoliasi Mudah di Rumah
Produk eksfoliasi kulit yang bagus, sudah banyak bertebaran di luar sana. Saya sendiri, merasa kalau eksfoliasi itu salah satu treatment yang penting. Mengangkat sel kulit mati akan membuat produk skincare yang kita pakai sehari-hari, lebih menyerap dan bekerja secara optimal. Ada 2 jenis produk eksfoliasi kulit, yang physical dan juga yang chemical. Dari namanya, kita bisa langsung paham ya, physical exfoliator adalah produk eksfoliasi yang menggunakan butiran scrub untuk mengangkat sel kulit mati, sedangkan chemical exfoliator adalah produk eksfoliasi yang menggunakan zat aktif yang dapat mengangkat sel kulit mati, contohnya AHA.
Saya sendiri, sebetulnya merasa kalau keduanya punya plus minus. Physical exfoliator seringkali tidak bersahabat dengan kulit sensitif, beberapa produk punya scrub yang terlalu besar sehingga meningkatkan resiko iritasi akibat gesekan scrub dengan kulit. Namun, physical exfoliator menurut saya paling ampuh dalam mengatasi komedo-komedo, terutama komedo di bagian hidung, bisa langsung bikin hidung mulus seketika. Sedangkan untuk chemical exfoliator, meskipun painless, saya ngerasa kurang nendang di kulit, kulit gak otomatis kerasa mulus dan bersih seperti yang biasa dirasakan saat memakai physical exfoliator.
Uniknya, produk yang akan saya review kali ini, terdiri dari 2 jenis exfoliator tersebut, dan keduanya dipakai bersamaan, saling melengkapi. Produk keluaran Erha ini sengaja dibuat untuk kita yang ingin melakukan treatment ekfoliasi di rumah, makanya namanya adalah Erha Home Peeling. Seperti yang tadi saya sebutkan, Erha Home Peeling ini terdiri dari 2, yaitu Erha 10 dan Erha 11, saya gak tau 10 dan 11 ini kode apa, tapi memang pemakaiannya dilakukan berurutan, pertama Erha 10 lalu dilanjutkan dengan Erha 11.
Basically, Erha 10 Home Peeling ini adalah chemical exfoliator. Ia mengandung glycolic acid sebanyak 5% dan lactic acid sebesar 4,5%. Teksturnya krim dengan konsistensi yang padat, seperti mentega. Sedangkan Erha 11 Home Peeling ini adalah keduanya, ya chemical, juga physical. Ia juga mengandung glycolic acid sebesar 10%. Meskipun begitu, Erha 11 Home Peeling memiliki tekstur yang berbeda karena mengandung scrub halus di dalamnya.
Cara pemakaiannya juga mudah, bahkan bisa dilakukan sambil rebahan atau ngedrakor. Yang pertama, cuci wajah menggunakan sabun hingga bersih, lalu oleskan Erha 10 Home Peeling 1 ke seluruh permukaan kulit. Setelahnya, diamkan selama 30 menit. Sesudah 30 menit, lanjut dengan mengoleskan Erha 11 Home Peeling secukupnya ke seluruh wajah, dan pijat dengan gerakan memutar selama kurang lebih 1 menit. Setelah itu, bilas dan keringkan. Sangat mudah kan?
2 kombo ini ampuh banget buat bersihin kotoran di muka saya. Pasca treatment emang kulit kelihatan lebih merah, namanya juga abis exfoliasi ya, cuma kulit jauh lebih halus dan kerasa lebih ringan (mungkin ini semacam sugesti karena kotoran seperti sudah terangkat, ya). Kalau besok-besoknya disambung dengan pemakaian skincare secara rutin, bakal ngerasa kalau skincare kalian jadi lebih ngefek (jelas lah ya, kan lapisan kulit matinya mulai terkikis!). Sejauh ini, 2 produk ini merupakan exfoliator favorit saya. Dibandingkan produk-produk eksfoliasi sebelumnya, yang bikin kulit cekat-cekit gak nyaman, 2 produk ini jauh lebih bersahabat di kulit saya.
Baca Juga : Review Skincare : Somethinc AHA BHA PHA Peeling Solution
Sejauh ini, sampai produknya sudah habis, saya gak nemu kesan negatif selain ukurannya yang mungil. Masing-masing hanya berukuran 10 gr dengan harga berkisar 150.000 untuk bundling kedua produk (saat promo). Tapi, karena dipakainya juga paling sering seminggu sekali (tergantung waktu senggang), lumayan awet. Oh ya, karena produk-produk yang saya ulas ini menggunakan AHA yang memungkinkan membuat sensitifitas kulit terhadap matahari jadi meningkat, maka sangat wajib hukumnya menggunakan sunscreen dengan tepat. Kalau bisa, ya hindari aktivitas outdoor. Kalau saya, biasanya kalau emang mau ada aktivitas di luar ruangan, sehari sebelumnya saya gak akan melakukan treatment ini.
Diclaimer: Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement.
Wednesday, 23 February 2022
REVIEW: Avoskin Retinol Miraculous Ampoule, Kulit Menjadi Kembali Muda, Kenyal, dan Sehat!
Kali ini, ulasannya juga masih tentang retinol, dan juga masih dari brand Avoskin. Produk ini adalah step selanjutnya yang diaplikasikan setelah Toner. Konon, Mbah Suhay juga takjub dengan produk ini, karena menurutnya produk ini betul-betul mampu menyamarkan kerutan di wajahnya, meskipun beliau masih merasa tidak percaya, too good to be true mungkin buat beliau.
Saya juga, gak muluk-muluk, gak berharap kalau produk ini mampu bikin saya terlihat lebih muda, menghilangkan kerutan-kerutan dan semacamnya. Saya cuma berharap kulit saya beregenerasi dengan optimal, mengurangi noda-noda lama bekas jajahan jerawat selama ini. Tapi, gimana ya hasilnya? Simak teruss!
KEMASAN
Masih dengan warna yang serupa dengan produk sebelumnya, Avoskin Miraculous Retinol Ampule ini dikemas dalam bentuk botol dengan aplikator pipet. Gak ada komplain apapun, apalagi saya pecinta kemasan botol pipet, memudahkan untuk menakar produk yang akan dipakai, dan lebih higienis tentunya.
KANDUNGAN
Water, Propylene Glycol, Glycerin, Phenoxyethanol, Carbomer, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Caprylic/Capric Triglyceride, Camellia Sinensis (Green Tea) Leaf Extract, Methyl Methacrylate Crosspolymer, Polyglutamic Acid, Tetrasodium EDTA, Retinol, Hydrogenated Lecithin, Ethylhexylglycerin, Cholesterol, Biosaccharide gum-1, Tocopheryl Acetate, Rubus Idaeus (Raspberry) Fruit Extract, BHT, Punica Granatum (Fruit) Extract, Butylene Glycol, Phaseolus Radiatus Seed Extract BHA, Avena Sativa (Oat) Meal Extract, Palmitoyl Hexapeptide-12
KLAIM
Avoskin Miraculous Retinol Ampoule memiliki kandungan utama 3% Actosome Retinol yang 50% lebih rendah efek samping pada kulit dibandingkan dengan retinol lainnya. Dipadu dengan kandungan Vitamin E, ekstrak buah pomegranate, dan ekstrak green tea yang bekerja secara optimal untuk memicu regenerasi sel kulit sehingga meningkatkan produksi kolagen alami pada kulit.
Produk Miraculous Retinol Ampoule ini efektif untuk:
- Menunda munculnya tanda penuaan dini pada kulit.
- Menyamarkan noda hitam dan garis halus.
- Menjaga kekenyalan atau elastisitas kulit.
- Mencerahkan kulit wajah dan meredakan jerawat.
CARA PEMAKAIAN
- Aplikasikan secara merata pada kulit wajah menggunakan ujung jari
- Bilas keesokan harinya, dan jangan lupa gunakan sunscreen favoritmu
HASIL PEMAKAIAN
Seperti yang saya duga, tekstur dari Avoskin Retinol Miraculous Ampoule sedikit lebih kental dari Avoskin Retinol Miraculous Toner. Berwarna putih dengan aroma yang gak bisa dideskripsikan, namun gak mengganggu karena aromanya menghilang dengan cepat saat kita aplikasikan. Sama dengan tonernya, Avoskin Retinol Miraculous Ampoule ini juga cepat menyerap. Hanya butuh 1 tetes untuk seluruh wajah. Setelah memakai produk ini, gak ada perasaan lengket atau gak nyaman seperti kebanyakan skincare retinol yang pernah saya coba. Ini merupakan poin yang menyenangkan, karena saya sebetulnya paling malas kalau harus tidur dengan kondisi wajah yang lembapnya berlebihan, bikin parno kalau debu-debu, kuman, dan kotoran di udara, bantal, selimut, akan bersarang di wajah saya.
Pemakaian sebulan, saya langsung merasakan hasil yang lebih optimal dibanding dengan saya hanya memakai Avoskin Retinol Miraculous Toner. Tektur kulit jauh lebih halus, kulit lebih bersih, beruntus semakin berkurang, pokoknya tekstur kulit saya terasa enak untuk dipegang-pegang. Garis senyum dan flek hitam, masih terlihat begitu-begitu saja, tapi saya gak tau kalau dilihat pakai mikroskop, mungkin sedikitknya ada perubahan. Lagipula, garis senyum saya memang sudah dalam dari sananya, jadi ya mungkin agak sulit ya untuk diotak-atik.
Suatu kali, saya melihat review orang lain mengenai ampoule ini. Lalu, saya agak terkejut waktu membaca salah satu review seperti ini, "karena mengandung retinol, ampoule ini gak disarankan dipakai setiap hari, maksimal seminggu 3x". Wew, saya tau kalau retinol ini cukup "keras" untuk kulit sensitf, tapi yang saya tau, tiap brand punya formulanya masing-masing, sehingga ada beberapa yang membolehkan untuk pemakaian sehari-hari. Saya pikir produk ini adalah salah satunya, karena saya gak melihat ada larangan penggunaan tiap hari pada kemasannya. Tapi ya, saya juga agak-agak cemas, takut saya ketinggalan informasi, jadi saya langsung menanyakannya pada admin Avoskin di Instagram. Hamdallah, adminnya jawab bahwa semuanya tergantung kulit masing-masing, kalau sudah terbiasa pakai retinol tiap hari dan gak ada efek samping apapun, gak masalah untuk pemakaian tiap malam, yang penting tetap pakai sunscreen! Ya, jelas, saya hajar aja pakai tiap hari, dan hasilnya juga buagyus bangettt!
Baca Juga : Review Avoskin Toner, Retinol Untuk Kulit Sensitif
Sunday, 13 June 2021
REVIEW : Rangkaian SKincare DEWPRE, Rasakan Manfaat Ekstrak Peaonia dalam Hitungan Hari
Tuhan emang baik. Baru saja kemarin saya cerita tentang bagaimana saya struggling dengan kulit yang tiba-tiba kering, yang bikin tampilan wajah jadi kusam dan tua. Dulu saya pikir punya kulit kering itu menyenangkan, minim terserang jerawat. Tapi ternyata, jerawat emang gak sopan, gak pandang tipe kulit. Kulit saya yang kering juga gak luput dari komedo dan beruntusan, terutama di area dahi. Saya agak bingung menjelaskannya, tapi yang jelas area dahi ini terlihat berminyak, namun saat diraba, terasa kering. Bingung emang. Makanya dengan permasalahan kulit yang memusingkan ini, saya rasa mengembalikan kelembapan kulit adalah langkah pertama yang harus saya lakukan.
Mencari produk yang memberikan efek melembapkan ini seringkali tricky buat saya. Kebanyakan bikin lengket di kulit, susah menyerap, dan memicu timbulnya komedo dan jerawat. Makanya, waktu saya menemukan produk pelembap kulit yang ternyata cocok, rasanya saya ingin cerita, berbagi pengalaman, siapa tau kalian juga memiliki permasalahan kulit yang sama dengan saya.
Produk yang akan saya ulas kali ini adalah satu rangkaian, gak cuma satu produk, tapi tiga. Sekilas saya pikir ini produk Korea, tapi ternyata ini buatan lokal yang memang menggunakan teknologi Korea, yaitu DEWPRE. Fokus utama dari rangkaian skincare DEWPRE adalah untuk mencerahkan dan melembapkan kulit. Tentu saja brand ini halal, sudah terdaftar di BPOM, dan juga sudah melewati tes dermatologi sehingga aman untuk kulit sensitif. Cruelty free, no animal tested, dan tidak mengandung paraben, alcohol, mineral oil, steroid, dan synthetic pigment adalah kelebihan lainnya dari produk-produknya DEWPRE ini.
Semua produknya mengandung niacinamide dan paeonia lactiflora ecxtract. Nah, kandungan yang kedua ini terdengar asing, bikin saya penasaran untuk mencoba rangkaian produknya DEWPRE yang terdiri dari Dewpre Paeonia Brightening Fluid, Paeonia Brightening Essence, dan Paeonia Brightening Cream.
KEMASAN
Saya bukan banci kemasan, tapi saya sangat mengapresiasi kemasan-kemasan yang niat. Menurut saya, meskipun brand ini baru, tapi kemasannya terlihat mewah. Designnya minimalis dan rapi. Bahan yang digunakan di masing-masing produknya terasa kokoh. Pokoknya, dari mulai liat dan megang produknya aja, saya bisa nilai kalau mereka gak main-main dalam "melahirkan" produk-produk ini.
KANDUNGAN
Ketiga produk ini memiliki kandungan yang berbeda satu sama lain. Ya tentu saja, kan fungsinya pun berbeda. Namun, dari sekian banyak kandungan yang digunakan, ada beberapa kandungan yang menjadi highlight buat saya karena punya manfaat yang sangat oke untuk kulit, yaitu:
- Paeonia Extract : Anti inflamasi, anti oksidan, meningkatkan skin tone, melindungi kulit dari sinar UV, menghambat proses penuaan dini, mengatasi iritasi kulit
- Niacinamide : Mencerahkan, memperkuat perlindungan kulit, menghaluskan garis-garis halus dan kerutan.
- Glycerin : Menghidrasi kulit, mengunci dan mempertahankan kelembapan.
- Sodium Hyaluronite : Memperbaiki kulit yang rentan berjerawat, anti penuaan, dan mempertahankan kelembapan.
- Mango Butter : Menutrisi kulit, menghidrasi kulit, mempertahankan kelembapan.
KLAIM
CARA PEMAKAIAN
Paeonia Brightening Fluid : Bersihkan wajah terlebih dahulu dan pastikan tangan juga bersih. Tuangkan Paeonia Brightening Fluid ke kapas atau tangan. Usapkan secara merata dan tepuk secara lembut agar menyerap hingga ke dalam kulit.
Paeonia Brightening Essence : Dipakai setelah fluid dan sebelum cream. Tekan pump ke dalam botol, lalu lepaskan pump, tarik dropper tanpa menekan pump. Teteskan secukupnya ke wajah atau tangan. Tepuk secara lembut agar menyerap hingga ke dalam kulit.
Paeonia Brightening Cream : Dipakai setelah fluid dan essence. Oleskan Paeonia Brightening Cream ke wajah dan leher. Usapkan secara merata dengan gerakan dari sisi luar ke dalam. Pijat secara perlahan-lahan.
TEKSTUR DAN AROMA
Semua rangkaian skincare Dewpre ini memiliki aroma yang soft refreshing, gak menyengat sama sekali. Tekstur dari setiap produk berbeda yang mempengaruhi urutan pemakaiannya. Produk yang paling cair dan ringan harus dipakai di awal sedangkan produk yang memiliki tekstur paling kental dan padat, harus diaplikasikan terakhir.
Paeonia Brightening Fluid memiliki tekstur yang watery dan ringan, Paeonia Brightening Fluid memiliki tekstur yang lebih kental dari fluid namun masih terasa ringan, sedangkan Paeonia Brightening Cream memiliki tekstur yang padat dan kental.
HASIL PEMAKAIAN
Review ini saya tulis setelah sekitar 3 minggu pemakaian produk, jadi saya bisa pastikan kalau kondisi kulit saya sekarang adalah hasil dari pemakaian rangkaian skincare DEWPRE. Tapi, sebelum saya bercerita mengenai hasilnya, rasanya lebih seru kalau saya cerita mengenai awal-awal pemakaian produk ini. Sesuai dengan urutan yang direkomendasikan, rangkaian skincare ini dimulai dari tekstur yang paling light, cair, yaitu Paeonia Brightening Fluid. Ini adalah pertama kali saya mencoba skincare dengan formula seperti ini. Paeonia Brightening Fluid ini sangat cepat menyerap, sama sekali gak meninggalkan kesan lengket tapi tetap ada perbedaan dibanding dengan kamu gak pakai apa-apa. Kulit terasa lebih halus dan lembap. Menyenangkan rasanya saat mengaplikasikan Paeonia Brightening Fluid ini. Refreshing banget soalnya.
Setelah 1 menit penggunaan Paeonia Brightening Fluid, saya beralih ke Paeonia Brightening Essence. Teksturnya jelas lebih kental, jadi butuh waktu untuk menunggu produknya menyerap. Setelah pemakaian Paeonia Brightening Essence ini kulit jauh lebih lembap dan kenyal. Kalau dilihat secara langsung pun kulit terlihat lebih plumpy dan sehat. Saya pikir, dengan 2 produk ini saja sepertinya kulit udah kelihatan sehat banget, tapi saya tetep penasaran dengan step ketiganya, yaitu Paeonia Brightening Cream.
Paeonia Brightening Cream memiliki tekstur yang thick, kental. Saat dipakai di kulit, produknya gak akan seluruhnya menyerap ke kulit. Tetap terasa seperti ada lapisan krim di atas kulit. Memang Paeonia Brightening Cream ini difungsikan untuk mengunci produk-produk yang sebelumnya sudah dipakai. Sebetulnya, saya bukan pecinta produk dengan tekstur seperti ini, karena sepengalaman saya, tekstur-tekstur yang seperti ini yang sering bikin pori-pori tersumbat dan malah menjadi komedo. Tapi, karena penasaran, saya teruskan saja, dan kalian harus tau hasilnya seperti apa.
Dalam semalam saja, tekstur kulit saya membaik. Bagian-bagian yang kering terasa menjadi kembali halus meskipun masih ada beberapa beruntusan, tapi saya bisa merasakan kalau beruntusan saya mengering tapi tidak dengan permukaan kulit yang lain. Justru, permukaan yang lain terasa lebih lembap dan halus. Dengan hasil seperti ini, saya merasa ini indikator saya cocok dengan rangkaian skincare Dewpre. Akhirnya, saya memutuskan untuk melanjutkan penggunaannya sampai sekarang.
Setelah beberapa minggu pemakaian, kalian bisa lihat di foto kan. Tektur kulit saya jauh lebih baik, lebih halus dan sehat. Yang paling menyenangkan dan di luar ekspektasi adalah, beruntus saya di dahi menghilang! Padahal saya gak berharap banyak, asal kulit gak kering dan gak bikin jerawatan aja udah oke. Tapi ternyata justru beruntusan saya ikut hilang, terharu.
Yang paling bikin saya yakin kalau rangkaian produk DEWPRE ini membuat kulit saya sehat adalah saat memakai make up. Untuk mendapatkan hasil make up yang oke, kita butuh "kanvas" yang juga oke. Biasanya hasil make up saya antara cracky karena kering atau gak rata karena beruntusan-beruntusan di permukaan kulit. Tapi
sekarang gak lagi, seneng banget karena jadi keliatan banget kalau kulit saya jauh lebih sehat. Happy!
KESIMPULAN
Thursday, 4 March 2021
REVIEW : Olay Regenerist Retinol 24 Night Serum , Penyelamat Kulit Yang Menua
Sebagian dari kalian mungkin masih punya pertanyaan mengenai manfaat Retinol. Mengapa Retinol sangat populer di kalangan produk-produk anti aging. Jawabannya yaaa.. karena manfaatnya itu! Retinol dikatakan dapat membantu mengelupaskan sel kulit mati pada lapisan kulit wajah dan memudarkan tanda-tanda pigmentasi maupun garis-garis halus tanda penuaan. Melalui riset, peneliti juga setuju bahwa retinol termasuk agen anti-aging yang bagus (Source: minimalist.co.id)
Maka dari itulah, saya mulai mencari produk yang mengandung Retinol. Berhubung sebelumnya saya berjodoh dengan rangkaian Olay Regenerist yang Micro Sculpting Cream, saya berasumsi kalau Olay Regenerist Retinol ini juga akan sama bagusnya. Selain itu, Olay Regenerist Retinol 24 Serum ini juga masih mengandung niacinamide. Kenapa memangnya kalau mengandung niacinamide? Nah, jadi ladies, si retinol ini punya efek samping yang membuat kulit menjadi lebih sensitif, iritasi, dan kemerahan. Pemakaian bersamaan dengan niacinamide bisa mengatasi masalah tersebut. Pasalnya, niacinamide dapat menstabilkan lapisan kulit wajah, mengurangi tingkat
air yang keluar atau menguap dari kulit, dan meningkatkan hidrasi kulit
secara keseluruhan (Source: minimalis.co.id).
Sekarang udah paham kan kenapa saya merasa harus memiliki produk ini? Lalu bagaimana hasilnya di kulit? Mari lanjut dibaca!
KEMASAN
KLAIM
- Bangun tidur dengan kulit yang lebih kenyal dan tampak lebih muda dengan Olay Retinol 24!
- Memperbarui dan meremajakan kulit sepanjang malam, dengan kelembaban 24 jam
- Serum yang efektif dengan formula bioavailable Retinoid dari Olay's Niacinamide TM
- Cocok untuk penggunaan harian, tanpa membuat kulit menjadi kering
KANDUNGAN
WATER, DIMETHICONE, GLYCERIN, DIMETHICONE CROSSPOLYMER, POLYACRYLAMIDE, RETINYL PROPIONATE, TITANIUM DIOXIDE, C13-14 ISOPARAFFIN, LAURETH-4, POLYSORBATE 20, HYDROXYACETOPHENONE, DIMETHICONOL, LAURETH-7, PHENOXYETHANOL, DISODIUM EDTA, NIACINAMIDE, BENZYL ALCOHOL, CAPRYLIC/CAPRIC TRIGLYCERIDE, RETINOL, PALMITOYL PENTAPEPTIDE-4, CI 77019.
CARA PEMAKAIAN
Gunakan di malam hari. Pijat serum secara pada wajah. Buka tutup dan produk otomatis akan masuk ke dalam pipet. Tekan pompa pipet untuk mengeluarkan produk. Untuk pemakaian refill otomatis, kencangkanlah tutup setelah digunakan. Untuk pemakaian manual refil, tekat pompa pipet dan masukan.
TEKSTUR, WARNA, DAN AROMA
Serum ini berwarna putih dengan teksur yang ringan. Serum ini cepat menyerap dan memberikan hasil velvet. Gak lengket, tapi juga bukan tipe serum yang menyerap dan langsung berasa hilang dari permukaan kulit. Meskipun begitu, gak ada rasa gak nyaman di kulit, malahan saya merasa kulit saya dijaga untuk tetap terhidrasi dengan baik.
HASIL PEMAKAIAN
Kesan pertama saya pakai Olay Regenerist Retinol 24 Night Serum ini adalah betapa kemasannya sangat canggih. Tapi apa gunanya kemasan yang oke kalau produknya sendiri gak bekerja dengan baik, bukan? Selain kemasannya, tekstur dan aromanya pun bikin saya jatuh cinta. Teksturnya pas, light, dan menyerap dengan baik. Aromanya? Tidak ada! Makanya saya jatuh cinta, karena serum ini fragrance free, sehingga cocok untuk kulit-kulit yang sensitif terhadap penggunaan fragrance dalam skincare.
Review ini saya bikin setelah sebulan lebih pemakaian, jadi sepertinya saya sudah bisa menyimpulkan hasilnya. Kondisi kulit saya sebelumnya memang gak parah-parah amat (Thanks to Olay Regenerist Micro Sculpting Serum & Cream). Seperti yang saya bilang, semakin menua, kulit kita butuh asupan yang lebih baik, dan retinol adalah salah satu yang bisa diandalkan. Saya sudah jarang sekali jerawatan, kecuali komedo ya (ini masalah yang sepertinya harus mulai saya terima dengan legowo). Masalah utama saya kini adalah kulit yang kering, warna kulit yang gak merata, seperti muncul calon flek-flek hitam, you know lah, masalah-masalah penuaan.
Bertambahnya umur membuat jenis kulit saya berubah drastis, yang biasanya minyak dimana-mana, sekarang malah terasa terlalu matte. Hadeh, memang manusia pakarnya berkeluh kesah ya. Dikasih A minta B, dikasih B minta A, gitu aja terus. Tapi, ya akhirnya, saya mencoba mengembalikan kelembapan kulit saya dengan produk ini. Hasilnya? Luar biasa! Hasil pemakaian dalam semalam membuat kulit saya plumpy, lembap, dan terlihat glowy tanpa memunculkan komedo atau calon jerawat. Semua itu adalah indikasi utama kalau saya cocok dengan suatu produk. Hamdallah, jadi saya gak perlu merasa menyesal dengan isi dompet yang saya keluarkan.
Saya sangat bisa merasakan perbedaan kondisi kulit saya saat memakai produk ini dengan saat saya tidak memakainya. Kalau hanya dilihat oleh mata saja, yang terlihat mungkin hanya perbedaan tingkat kecerahan kulit. Tapi jika diraba, sangat terasa bagaimana permukaan kulit begitu halus dan kenyal ketika memakai produk ini. Whitehead jauh berkurang, jerawat cepat mengering. Hanya memang, serum ini gak banyak membantu permasalahan blackhead.
Meskipun sepertinya butuh waktu untuk mengatasi kerutan dan mengembalikan keremajaan kulit, somehow saya yakin kok kalau kulit saya sedang dalam progress ke arah yang jauuuuh lebih baik. Nah, karena saya merasa cocok dengan serum ini, saya gak mau melewatkan produk lain dari rangkaian ini, yaitu night creamnya, soon akan saya review juga ya!
KESIMPULAN
Thursday, 3 December 2020
REVIEW : JF Sulfur Acne Spot Care Facial Foam, Sahabatnya Si Kulit Berjerawat
Review kali ini masih tentang salah satu main skincare saya, yaitu tentang sabun pencuci wajah. Meskipun terdengar gak penting-penting amat, tapi justru masalah membersihkan wajah ini adalah satu langkah awal untuk merawat kulit wajah. Terlebih untuk kulit yang mudah berjerawat seperti kulit saya. Buat saya, sabun pembersih wajah memang gak punya efek yang bombastis, mencerahkan, menghilangkan komedo, you named it. Tapi, sabun wajah ini mencegah timbulnya masalah kulit yang baru, dan gak memperburuk kondisi kulit yang memang sudah bermasalah.
Beberapa tahun yang lalu saya pernah bilang kalau saya jatuh cinta dengan sabun batang JF Sulfur yang varian blemish control dan bersumpah gak akan mencoba yang versi barunya, yang dikemas dalam tube, selayaknya facial wash lainnya. Tapi, karena saya merasa sabun batang ini kurang praktis untuk digunakan, pada akhirnya saya mengkhianati diri sendiri dengan membeli JF Sulfur yang berbentuk facial foam dengan harapan kualitasnya sebagus sabun batangnya yang mampu mengurangi aktivitas bakteri-bakteri penyebab jerawat di wajah saya.
Pada akhirnya, ternyata ini adalah keempat kalinya saya repurchase. Gak tanggung-tanggung, karena saya agak kesulitan mencari produk ini secara offline, saya langsung pesan online sebanyak 5 buah! Fakta bahwa saya berkali-kali repurchase ini adalah bukti kalau kulit acne prone saya berjodoh dengan produk ini, yaitu JF Sulfur Acne Spot Care Facial Foam.
KEMASAN
Gak ada yang spesial dari kemasan produk ini. Sangat sederhana, dikemas dalam tube tanpa disertai box apapun, berisi 70 gram. Gak masalah, mengingat harganya yang hanya belasan ribu. Design warna putih dengan tutup model flip top yang menurut saya gak terlalu rapat dan punya resiko terbuka saat dibawa berpergian. Jadi ada baiknya kalau mau travelling dan bawa produk ini, bagian flip topnya lebih baik disolasi atau produknya dimasukkan ke dalam plastik lain, supaya aman.
KLAIM
KANDUNGAN
Aqua, lauryl glucoside, lauric acid, acrylates copolymer, acrylates/ steareth-20, methacrylate crosspolymer, potassium cocoyl glycinate, divinyl dimethicone/ dimethicne copolymer, c12-13, pareth-23, c12-13 pareth-23, potassium hydroxide, glycerin, myristic acid, palmitic acid, ethanol, glycol distearate, stearic acid, lactic acid, potassium lactate, niacinamide, salicylic acid, Dmdm hydantoin, fragrance (parfum) components & finished fragrances, bht, disodium edta, polysorbate-80, sulfur.
Busakan dengan air dan usapkan pada wajah, jangan terkena mata, bilas hingga bersih. Untuk hasil lebih optimal, gunakan JF Acne Spot Care Gel (soon akan aku review juga).
TEKSTUR, WARNA, DAN AROMA
Teksturnya gel kental dengan warna putih transparan. Wanginya seperti ada wangi citrusnya, gak mengganggu sama sekali.
HASIL PEMAKAIAN
Sebelum saya menceritakan pengalaman saya menggunakan produk ini, mungkin kalian bertanya-tanya kenapa saya pilih JF Sulfur Facial Foam yang varian Acne Spot Care, bukan varian Anti Acne atau Acne Protect? Padahal dua lainnya lebih jelas dikhususkan untuk menangani jerawat. Jawabannya adalah, sepengalaman kulit saya menggunakan JF Sulfur batangan, varian blemish control adalah satu satunya yang cocok di kulit saya. Sementara yang lain, yang tampaknya memang khusus kulit yang jerawatnya aktif dan banyak, malah bikin kulit saya terlalu kering dan malah menimbulkan jerawat juga komedo.
Nah, berbekal pengalaman sebelumnya, akhirnya saya memutuskan untuk memilih JF Sulfur Acne Spot Care Facal Foam (asumsi saya, JF Sulfur Acne Spot Care Facial Foam ini punya kandungan dan manfaat yang setara dengan JF Sulfur Blemish Control). Seperti sabun pencuci wajah pada umumnya, JF Sulfur Acne Spot Care Facial Foam ini menghasilkan busa yang lumayan banyak pada saat dipakai. Tapi bedanya, kulit tetap lembap, gak kering ketarik seperti yang biasanya terjadi kalau saya menggunakan facial wash yang punya embel-embel anti acne.
Setiah habis mencuci wajah menggunakan JF Sulfur Acne Spot Care Facial Foam ini, saya bisa langsung merasakan kalau kulit saya menjadi jauh lebih halus dan bersih. Lucunya, selama saya menghabiskan 4 tube JF Sulfur Acne Spot Care Facial Foam ini, saya gak merasakan noda hitam bekas jerawat saya ini memudar atau menghilang. Tapiiiiii, justru saya merasakan manfaat yang lainnya. Kulit saya jadi jarang berjerawat, kalaupun saya berjerawat, akan cepat kering dan menghilang (selain komedo ya, karena JF Sulfur Acne Spot Care Facial Foam ini gak membuat komedo saya berkurang sama sekali).
KESIMPULAN
Saturday, 28 November 2020
REVIEW : Endoskin Overnight Beauty Patch, Samarkan Kerutan dalam Semalam
- Bersihkan wajah dari minyak dan air serta keringkan wajah sebelum aplikasi
- Lepaskan lapisan pelindung transparan dari patxh, bagian tengah terlebih dahulu (jangan menyentuh bagian tengah patch yang mengandung CLHA)
- Lepaskan stiker putih di bagian samping patch (jangan menyentuh bagian tengah patch yang mengandung CLHA)
- Tempelkan patch bagian tengah di area wajah yang mengalami keriput
- Jangan menggosok patch pada saat penempelan
- Setelah ditempelkan dengan sempurna, tekan/ pijat dengan lembut selama 2-3 menit dengan menggunakan jari telunjuk dan jari tengah.
- Tunggu sampai minimal 4 jam dan lihat hasilnya.
- Untuk hasil yang maksimal, aplikasikan Endoskin pada malam hari sebelum tidur dan lepaskan pada saat pagi hari.
- Tidak perlu dibersihkan setelah aplikasi.
- Aplikasikan Endoskin minimal 1 minggu sekali untuk menghilangkan kerutan.



