Thursday, 20 June 2019

, ,

3 Alasan Krim Wajah Abal-Abal Masih Diminati

Masih ingat gak, dulu saya pernah cerita kalau suatu hari saya belanja di pasar lalu menemukan ibu-ibu paruh baya yang membeli krim gajebo (gak jelas, bo!) seharga 7.500 per pot nya? Krim dalam pot transparan dengan warna kuning dan putih, yang pasti salah satunya adalah krim pagi/siang, dan yang satunya lagi adalah krim malamnya. Padahal, kejadian itu rasanya sudah lebih dari 4 tahun lalu. Tapi sedihnya, sampai saat ini, krim-krim setipe dengan merk jual dan harga yang variatif, masih saja berbedar, dan laku di pasaran.

Alasan Krim Wajah ABal Bermerkuri Banyak Diminati

Kenapa krim ini bisa seberbahaya itu? Jelas karena bahan-bahan yang digunakan bukanlah bahan-bahan yang sewajarnya dipakai dalam membuat skincare. Dua kandungan berbahaya yang seringkali digunakan pada krim abal tersebut adalah merkuri dan hydroquinone. Merkuri memang memiliki kemampuan menghambat pembentukan melamin sehingga kulit tampak lebih cerah dalam waktu yang singkat. Padahal di balik itu, banyak efek negatif yang ditimbulkan dari senyawa ini. Bukan cuma permasalahan kulit, merkuri juga beresiko mengganggu berbagai organ tubuh seperti otak, ginjal, jantung, dan organ lainnya.

Hydroquinone sebetulnya sering digunakan pada obat kulit yang dikeluarkan oleh dokter. Jadi jelas ya, ini adalah obat, bukan skincare pemutih meskipun hydroquinone sendiri berfungsi dalam mengatasi hiperpigmentasi atau flek hitam yang diakibatkan oleh paparan sinar matahari. Penggunaan hydroquinone harus berada di bawah pengawasan dokter dengan dosis yang sudah ditentukan. Biasanya dokter juga menghindari penggunaan obat ini pada ibu hamil dan anak-anak di bawah umur. Penggunaan hydroquinone bukan untuk penggunaan jangka panjang. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kulit iritasi, kemerahan, terbakar, kemerahan, atau bahkan kehitaman yang permanen.

Melihat banyaknya masyarakat yang masih tertarik dengan krim-krim berbahaya ini bikin saya penasaran mencari tau apa sebetulnya yang melatarbelakangi kenekatan orang-orang ini untuk memakai krim yang berembel-embel "krim dokter". Padahal, logikanya saja, dokter kulit adalah dokter. Gimana caranya seorang dokter bisa merekomendasikan suatu produk/ obat tanpa melihat secara langsung permasalahan yang dialami oleh pasiennya. Bahkan dokter online di aplikasi berbayar pun gak pernah memberikan resep obat tanpa melakukan tatap muka. Tapi ya tetap saja, masih banyak yang percaya kalau ada dokter yang bisa membuat skincare yang cocok dengan semua orang, apapun permasalahan kulitnya.

Memang susah sih, menyadarkan orang tentang betapa berbahayanya krim yang mereka pakai. Saya sendiri pernah menegur ibu yang pernah menggunakan krim semacam ini, padahal sebetulnya gak punya permasalahan serius dengan kulit wajahnya. Bahkan, untuk usia lebih dari setengah abad, ibu sering disangka  masih berusia 40an. Sedikit flek hitam karena keras kepala gak pernah mau pakai sunscreen adalah satu-satunya permasalahan kulitnya. Tapi, sebetulnya itupun gak terlalu kelihatan kecuali dilihat di bawah sinar matahari. Cuma ya, namanya ibu-ibu, gampang banget tergoda opini-opini tetangga. 

Ceritanya suatu hari, temannya menawarkan paketan krim wajah degan bahan-bahan "alami" yang selama ini ia pakai, dan sukses menghilangkan flek-flek hitam di wajahnya. Memang betul, wajahnya menjadi lebih bersih dan putih (putih ya, bukan cerah). Setelahnya, ibu ikut serta menggunakan produk tersebut. Bukannya saya membiarkan, tapi butuh waktu untuk menjelaskan betapa berbahanya krim krim gak jelas tersebut. Kira-kira, kenapa sih begitu sulitnya menghilangkan krim berbahaya ini dari pasar? Kenapa krim-krim ini masih punya banyak peminatnya?

Hasil pengamatan saya selama ini, ternyata ada beberapa poin yang saya rasa merupakan alasan-alasan kenapa krim gajebo ini bisa bertahan lama di pasaran, di antaranya :

1. Efek Pemutih Instan

Bagi saya yang sering skeptis dengan janji-janji manis suatu produk, bakal langsung curiga kalau ada satu produk yang menjanjikan dan membuktikan bahwa produk tersebut dapat membuat kulit putih secara instan hanya dalam 2 minggu. Rasanya too good to be true. Terlalu mustahil dan gak masuk akal. Tapi sebaliknya, ada juga yang menganggap produk ini adalah penemuan cerdas dan menggiurkan, apalagi dengan harga yang terjangkau dibanding harus pergi ke klinik kecantikan dan harus mengeluarkan biaya dokter.

Alasan Krim Wajah ABal Bermerkuri Banyak Diminati
Sumber gambar : hipwee.com
Padahal, kalau mau berpikir secara logis, jika sebegitu mudahnya mendapatkan krim yang bisa membuat wajah licin, mulus hanya dalam 2 minggu, lalu kenapa SK II yang harganya jutaan saja butuh waktu beberapa bulan untuk menunjukkan efeknya? Kalau memang ada bahan "alami" yang murah dan bisa menghilangkan jerawat dan cocok di segala jenis kulit, kenapa brand brand drugstore gak ikut mencobanya? Semua pasti ada alasannya, dan untuk ini alasannya ya karena bahan-bahan yang digunakan adalah bahan yang berbahaya dan gak aman untuk kulit! Brand-brand besar, brand-brand legal, gak akan mau mengambil resiko menggunakan bahan-bahan seperti itu.

2. Efek Samping Gak Langsung Terasa

Memang lebih mudah untuk berhenti menggunakan produk yang langsung memberikan reaksi negatif pada tubuh kita. Tapi gimana ceritanya kalau efek negatif itu baru kita rasakan beberapa tahun ke depan?

Waktu saya menegur teman yang juga menggunakan krim abal ini, reaksinya sama seperti ibu saya, "ah aman-aman aja kok, aku pakai ini gak kenapa-kenapa". Padahal, kalau mau baca, banyak kok informasi seputar krim krim abal, betapa berbahayanya krim ini hingga dapat menyebabkan kanker kulit. Memang bukan sekarang, tapi resiko-resiko berbahaya sudah menanti di tahun-tahun ke depan. Hiii..

3. Maraknya Promosi Oleh Artis

Yang ini juga gak bisa dipungkiri. Beberapa artis berkulit mulus banyak yang masih mempromosikan krim-krim yang gak jelas kandungannya. Ya jelas, masyarakat, terutama yang awam dengan dunia kecantikan, bakal tergiur dan percaya bahwa kemulusan dan kecantikan si artis ini adalah hasil dari penggunaan krim tersebut. Padahal, ya moso aja? Biaya perawatan mereka aslinya mungkin seratus kali lebih mahal dari biaya krim yang mereka promosikan.

Masih ingat kasus artis-artis yang terjerat hukum karena mempromosikan krim kulit yang berbahaya? Ingat apa yang polisi bilang? "Proses promosinya seolah-olah artis itu memakai produk kecantiknya itu, padahal tidak."

Yo lagian kalau mau mikir sih ya, masa artis-artis itu cuma pakai krim senilai 300ribu aja, masa kalah sama saya yang pakai skincare jutaan (padahal nyicil).

Alasan Krim Wajah ABal Bermerkuri Banyak Diminati
Sumber gambar : winnetnews.com
Nah, itu adalah 3 poin yang menurut saya menjadi faktor utama kenapa krim abal-abal ini masih banyak beredar di pasaran. Memang, ada beberapa brand yang baru saja mengeluarkan produk dan kadang saya juga masih bingung keasliannya. Makanya, penting untuk banyak-banyak mencari informasi sebelum membeli suatu produk. Salah satunya dengan cara memastikan produk tersebut sudah terdaftar di BPOM. Selain itu, sudah banyak informasi yang menjabarkan mengenai ciri-ciri krim bermerkuri, seperti warna yang mengkilat, aroma yang cukup menyengat, dan hal-hal lainnya. Intinya adalah, untuk menjadi cantik, kita perlu pintar juga, jangan malas untuk membaca, jangan mudah percaya dengan skincare yang serba instan. Biasanya, yang instan-instan memang patut dicurigai, ya gak sih?
Continue reading 3 Alasan Krim Wajah Abal-Abal Masih Diminati

Friday, 14 June 2019

, , ,

Mengenal Exfoliator : Physical Exfoliator, Chemical Exfoliator, AHA, BHA? Apa Bedanya?

Eksfoliasi atau pengangkatan sel kulit mati adalah salah satu step penting dalam perawatan wajah. Penumpukan sel kulit mati dan kotoran, kerap kali menimbulkan permasalahan kulit wajah. Dari mulai komedo, tekstur dan warna kulit yang gak merata, sampai jerawat yang meradang. Sebetulnya, kulit kita punya kemampuan untuk meregenerasi kulit secara alami dalam periode waktu tertentu. Normalnya, di usia remaja, regenerasi kulit terjadi setiap 28 hari sekali. Tapi, tentu saja, semakin bertambah usia kita, kemampuan regenerasi ini menurun, semakin lama. Oleh karena itu, kita butuh exfoliator lain untuk mengoptimalkan regenerasi kulit ini.
 


Bagi yang sudah sering menggunakan produk-produk exfoliator, pasti paham kalau sebetulnya exfoliator ini terbagi menjadi 2, physical exfoliator dan chemical exfoliator. Physical exfoliator tampaknya booming lebih dulu dibanding dengan chemical exfoliator. Produk physical exfoliator memanfaatkan tekstur kasar pada produknya (yang biasa kita sebut scrub), dalam rangka mengangkat sel-sel kulit mati.  Bahannya cenderung sederhana dan mudah ditemukan, contohnya kopi, biji aprikot, gula, dan lain-lain. Produk-produknya pun cenderung mudah ditemukan, dari mulai brand lokal maupun brand luar. Bahkan rasanya, hampir 90% exfoliator yang dikeluarkan oleh brand lokal adalah tipe exfoliator ini. Berikut adalah contoh-contoh physical exfoliator:

 produk-produk physical exfoliator anisa firdausi

Tapi, kalian juga harus paham efek samping dari physical exfoliator ini. Dikarenakan mengandung butiran-butiran scrub, ada gesekan yang cukup intens antara butiran scrub dengan permukaan kulit. . Jadi, ingat untuk selalu menggunakannya secara gentle, pelan-pelan, untuk menghindari resiko kulit menjadi iritasi ataupun kulit kering. Lalu, ada baiknya, kalian pilih jenis scrub dengan butiran kecil-kecil, atau yang biasa disebut microbeads, agar kulitmu tetap aman.

Selanjutnya kita beralih ke chemical exfoliator yang saat ini sedang booming. Beda dengan physical exfoliator yang mengandalkan bentuk dan tekstur dari produknya, chemical exfoliator fokus pada kandungan kimia  (umumnya menggunakan acid), yang berfungsi untuk membantu kulit melakukan regenerasi. AHA dan BHA merupakan kandungan yang umum terkandung pada produk chemical exfoliator. Saya yakin kalian pernah dengar kan produk-produk yang sekarang lagi booming-boomingnya, yang seringkali menonjolkan kandungan AHA ataupun BHA, tapi sebenarnya apa sih bedanya?

AHA adalah singkatan dari Alpha Hydroxy Acids atau asam alfa hidroksi. Jenis asam ini sering terkandung dalam makanan, terutama buah-buahan. Dalam skincare, AHA bekerja memperbaiki kulit yang 'rusak' akibat paparan sinar matahari, seperti hiperpigmentasi, warna dan tekstur kulit yang gak rata, juga memperbaiki tingkat kolagen, serta menjaga kelembapan kulit. Oleh karena itu, biasanya AHA lebih direkomendasikan untuk orang-orang dengan kulit yang normal, sensitif, dan kering. Bagi kalian yang mengalami hiperpigmentasi karena paparan sinar matahari, kalian bisa menggunakan produk dengan kandungan AHA sebesar 5%-10%. Beberapa skincare memang ada yang menonjolkan kandungan AHA pada produknya, tapi ada juga yang hanya menuliskannya di bagian ingridients, dan biasanya dituliskan dalam bentuk lain seperti glycolic acid, lactic acid, atau citric acid. Di bawah ini adalah contoh produk-produk yang mengandung AHA :

produk-produk chemical exfoliant AHA

Meskipun AHA dan BHA terdengar mirip-mirip, tapi ternyata keduanya memiliki komponen yang berbeda, fungsinyapun berbeda. Jika tadi AHA lebih cocok digunakan untuk kulit kering, sebaliknya, penggunaan BHA disarankan bagi orang-orang dengan kulit berminyak, pori-pori besar, dan berjerawat. Bentuk lain BHA yang sering dicantumkan di dalam ingridients list suatu produk adalah salicylic acid. Jika batas aman AHA bisa sampai 10%, BHA akan lebh efektif jika konsentrat dalam produknya tidak lebih dari 4%. Berikut adalah contoh produk-produk yang mengandung BHA :

produk-produk chemical exfoliant BHA

Tidak hanya AHA dan BHA saja, sekarang banyak produk yang mengandung AHA dan BHA bahkan PHA sekaligus dalam 1 produk. Balik lagi, semuanya harus disesuaikan dengan jenis kulit kalian, apa yang sebetulnya dibutuhkan. Jangan hanya karena tergiur dengan banyaknya kandungan exfoliator dalam 1 produk, kalian menganggap produk tersebut akan lebih optimal bekerja di kulit kalian. Balik lagi, skincare itu cocok-cocokkan. Kadang yang terlalu berlebihanpun gak akan baik kan?

Continue reading Mengenal Exfoliator : Physical Exfoliator, Chemical Exfoliator, AHA, BHA? Apa Bedanya?

Sunday, 2 June 2019

,

Bingung Membedakan Purging dan Break Out? Simak Ulasannya Di Sini!

Purging dan break out adalah dua hal yang gak asing bagi pecinta skincare. Meskipun keduanya memiliki reaksi yang mirip, purging dan break out adalah dua hal yang saling berlawanan. Karena memiliki reaksi yang mirip, kebanyakan dari kita kadang bingung memutuskan untuk melanjutkan atau menghentikan skincare tersebut. Lalu sebenarnya, apa sih bedanya purging dan break out?

Secara sederhana, purging diartikan sebagai proses detoksifikasi racun-racun atau kotoran yang berada di dalam kulit. Proses detoksifikasi ini membuat kotoran dan racun yang ada dalam kulit menjadi muncul ke permukaan dan berubah menjadi jerawat. Sedangkan break out adalah reaksi yang timbul akibat ketidakcocokan kulit terhadap bahan yang terkandung pada suatu skincare. Reaksinya sama dengan purging, yaitu munculnya jerawat secara tiba-tiba.

Perbedaan Purging dan Break Out Anisa Firdausi
 
Saya sendiri terlahir dengan kulit berminyak yang mudah berjerawat, juga sangat reaktif terhadap bahan skincare yang gak cocok. Padahal, saya selalu bercita cita ingin punya kulit 'badak'. Bukan, bukan berarti saya berharap punya kulit yang ada cula nya, kulit badak di sini mengacu pada jenis kulit yang gak sensitif, dan cenderung jarang bermasalah dengan bahan-bahan skincare.

Sayangnya, cita-cita itu gak pernah tercapai. Semenjak SD saya memang sudah berjerawat, jadi ketika saya sudah kuliah, sudah mulai mencoba-coba skincare, jerawat yang muncul gak pernah terlalu saya pikirkan. Saya pikir, ya beginilah nasib punya kulit berminyak. Padahal, jika saya berpikir ulang apa yang terjadi kala itu, beberapa kemungkinan jerawat-jerawat tersebut adalah break out, kadang juga purging. Sampai akhirnya bertahun-tahun saya menjadi beauty blogger, sudah semakin banyak pengalaman saya menggunakan skincare, saya semakin peka dan paham akan perbedaan reaksi yang ditimbulkan ketika saya purging maupun break out. Masalah ini, mungkin tiap orang mengalami hal yang berbeda, tapi mungkin kalian ada yang punya pengalaman yang mirip atau bahkan sama dengan saya. Jadi gimana sih cara membedakan kalau jerawat yang timbul setelah menggunakan skincare ini? break out kah atau purging kah?

1. Perhatikan jangka waktunya

Perbedaan Purging dan Break Out Anisa Firdausi
Ini adalah tips yang paling umum dan sederhana. Karena purging adalah proses detoksifikasi, maka akan ada saat di mana kulitmu benar-benar selesai membuang racunnya. Lamanya memang berbeda-beda, ada yang hanya beberapa hari, berminggu-minggu, bahkan saya pernah dengar cerita teman saya yang baru cocok menggunakan SK II setelah 6 bulan pemakaian. Hmm.. kalau itu PR banget ya. Tapi, umumnya, purging hanya berkisar 1 sampai 2 minggu. Jerawat yang munculpun biasanya di tempat-tempat yang memang biasa tumbuh jerawat. Selama 2 minggu tersebut, biasanya ritmenya dari mulai beruntusan sedikit, lalu menjadi jerawat, sampai akhirnya jerawat mulai terasa mengering dan mengecil, lalu menghilang. 

Sedangkan break out, kadang muncul di tempat yang gak terduga. Yang biasanya saya gak pernah jerawatan di dagu, loh kok tiba-tiba bisa jerawatan di sana. Semakin hari bukannya semakin kering, tapi kulit semakin gradakan. Break out terkadang menyerang seluruh bagian wajah, beda dengan purging yang hanya di spot-spot tertentu. Jadi, kalau kamu merasa produk skincare yang kamu gunakan selama berminggu-minggu menimbulkan jerawat tanpa ada tanda-tanda pengeringan jerawat, bisa jadi itu break out.

2. Kenali jenis jerawat purging dan break out
Perbedaan Purging dan Break Out Anisa Firdausi
Ini mungkin gak terjadi pada semua orang. Tapi yang saya alami, ada perbedaan jerawat purging dan break out. Sebetulnya ini merupakan keuntungan bagi saya, karena bisa dengan cepat menyimpulkan jerawat yang muncul. Biasanya, saat saya mengalami purging, yang muncul adalah beruntusan yang berkembang menjadi pustule (jerawat yang terlihat putih-putih di dalamnya), lalu berakhir kering dan menghilang. Sedangkan jerawat yang saya alami saat purging adalah jerawat papule, jerawat sedang yang berwarna merah, tapi gak pernah berkembang menjadi jerawat yang lebih besar, tapi juga gak mengecil. Jadi berminggu-minggu gak ada perubahan ukuran, kecuali hanya bertambah banyak. Uniknya, seperti yang tadi saya bilang, tiap orang memunculkan reaksi yang berbeda. Bahkan saya sering baca artikel bahwa pada kebanyakan orang, jerawat break out itu lebih besar-besar dibandingkan purging. Tapi, yang terjadi pada kulit saya, justru sebaliknya.

3. Kenali kandungan pada skincare

Perbedaan Purging dan Break Out Anisa Firdausi
Beberapa skincare memiliki bahan aktif di dalamnya, seperti AHA, BHA, vitamin C, retinoid, dan bahan exfoliator lainnya. Bahan-bahan tersebut termasuk bahan yang sangat mungkin memicu terjadinya purging. Contohnya, mungkin kalian sering dengar tentang pengalaman orang-orang yang memakai vitacid (retinoid). Hampir semua orang mengalami purging, begitupun yang saya alami. Saya pernah menggunakan vitacid dan terima nasib muka jerawatan parah selama 2 minggu, lalu tepat di minggu ketiga, muka saya betul-betul halus dan kinclong, gak menyisakan 1 jerawatpun. Sampai orang-orang sempat tanya saya ke klinik kecantikan mana, karena memang hasilnya semulus itu. Tapi, tentu saja, pengorbanannya juga besar. 

Akan tetapi, untuk produk skincare umum seperti moisturizer, seharusnya gak ada yang namanya purging. Biasanya saat jerawat semakin hari semakin banyak, ya saya langsung menyimpulkan kalau saya gak cocok dengan produk tersebut. Perjalanan panjang mencoba skincarepun membawa saya pada kesimpulan bahwa saya gak bisa cocok dengan produk apapun yang mengandung mineral oil. Mineral oil ini banyak ditemukan di produk-produk moisturizer, karena mineral oil memiliki fungsi menahan kadar air dalam kulit, agar kulit tetap lembap. Biasanya bahan ini akan sangat sempurna bagi kalian yang memiliki kulit kering, tapi tentu nggak buat saya. Minyak semakin gak kekontrol, pori-pori semakin besar, sehingga kotoran dan minyak wajah bercampur, lalu tentu aja, selamat datang jerawat!

Itu adalah 3 tips membedakan jerawat purging dan break out versi saya. Nah, untuk lebih jelasnya, kalian bisa belajar sedikit demi sedikit tentang bahan-bahan yang tertera dalam suatu skincare. Biasanya, kalau saya cocok dengan 1 bahan utama skincare, saya akan mencari produk-produk yang mengandung bahan tersebut. Biasanya sih, cara itu berhasil. Sejauh ini, saya selalu cocok dengan produk-produk berbahan dasar aloe vera. Jadi, biar aman, saya selalu mencari produk dengan kandungan tersebut. Siapa sih yang rela buang uang dan menghabiskan waktu menggunakan produk skincare yang malah bikin break out? Saya sih malaaaas.

Baca Juga : 6 Tips Memilih Skincare yang Tepat

Continue reading Bingung Membedakan Purging dan Break Out? Simak Ulasannya Di Sini!

Wednesday, 29 May 2019

, , , , , ,

REVIEW : Lip On Lip Velvet Matteness, Lipstick Matte Anti Bibir Kering

Bosan dengan lip cream yang bikin bibir pecah-pecah tapi gak bisa move on dari hasil akhir yang matte? Kalian pasti bakal jatuh cinta dengan produk yang bakal saya ulas sekarang. Produk lokal, harga terjangkau, pilihan warna yang cantik-cantik, hasil matte velvet yang bikin bikin bibir tetap lembap sepanjang hari, yaitu Lip On Lip Velvet Matteness!

Produk keluaran Rohto ini salah satu produk lipstick yang menurut saya underrated, kurang dikenal, padahal kualitasnya setara 10 jempol! Saya gak berlebihan, bayangin aja, dengan harga 37.000 aja, kamu bisa dapetin lipstick dengan kualitas gak main-main ini.

Review Lip On Lip Velvet Matteness Anisa Firdausi

INFORMASI PRODUK
Lip On Lip Velvet Matteness
Manufactured by PT. Rohto Laboratories Indonesia
Jl. Raya Cimareme No.203 Padalarang
Bandung Barat 40552 - Indonesia
POM NA 18171302370

KEMASAN

Review Lip On Lip Velvet Matteness Anisa Firdausi

Review Lip On Lip Velvet Matteness Anisa Firdausi

Box luarnya punya warna-warna yang berbeda, mengikuti shade lipsticknya. Kemasannya langsing dan gak makan tempat. Termasuk sederhana, tapi gak kelihatan murah. Tipe kemasan yang saya suka, karena ngerasa simple aja. Ukurannya dan kemasannya ngingetin saya sama produk long lasting lipsticknya Wardah dalam versi yang lebih kokoh.

KLAIM

 Review Lip On Lip Velvet Matteness Anisa Firdausi
  • Bold
  • Long lasting
  • Antioxidant Vit E
  • Enriched with natural moisturizer
 CARA PAKAI

Review Lip On Lip Velvet Matteness Anisa Firdausi

Oleskan Lip On Lip Matte di bibir, beberapa kali hingga warna yang muncul sesuai dengan keinginan. Simpan di tempat yang sejuk dan hindari sinar matahari langsung. Hentikan pemakaian jika terjadi iritasi/ alergi di daerah bibir.

KANDUNGAN
 
Review Lip On Lip Velvet Matteness Anisa Firdausi

Disostearyl Malate, Ozokerite, Caprylic/ Capric Triglyceride, Cera Alba, Isododecane, Triethylthexanoin, Cocos Nucifera (Coconut) Oil, Polybutene, Butyrospermum Parkil (Shea) Butter, Cera Misro cristallina, Hydrogenated Soybean Oil, Hydrogenated Polysobutene, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, Hydrogenated Soy Polyglycerides, Tocopheryl Acetate, BH, Methylparaben, Propylparaben, C15-23 Alkana

TEKSTUR, WARNA, DAN AROMA

Poin yang selalu saya angkat dan saya banggakan dari produk ini adalah betapa teksturnya sangat enak, buttery tapi juga punya pigmentasi yang juara. Meskipun untuk warna peony butuh beberapa kali oles untuk menutupi garis hitam di bibir saya, tapi warna yang lain hanya butuh 1x oles saja. 5 warna yang disediakan oleh Lip on Lip hanya ada 5, tapi dari 5 saja, saya sudah puas karena warna-warnanya masih masuk ke skintone saya. Mungkin kalau mau lebih variatif lagi, Lip on Lip bisa ngeluarin warna-warna plum yang lebih gelap, atau juga warna nude peach.

Aroma dari lipstick ini gak ganggu, karena ya emang gak ada wanginya juga. Tambahan poin positif bagi saya pecinta kosmetik tak beraroma!

HASIL PEMAKAIAN

Biasanya, dari klaim yang disebutkan oleh suatu produk, hanya beberapa yang sesuai. Tapi, klaim yang dinyatakan oleh Lip On Lip tentang produk mereka ini, saya bisa pastikan semuanya lulus uji coba. Dari mulai warnanya yang bold, sekali oles mampu tutupi garis hitam di bibir saya. Untuk ketahanan, meskipun dia gak transferproof, butuh waktu cukup lama sampai lipstick ini benar-benar hilang total dari bibir. Biasanya meskipun sudah makan, lipstick ini masih bertahan setengahnya. Saya sih gak komplain, gak ngarep lipstick ini bisa betul-betul transferproof, karena saya yakin bikin formula seperti itu malah bakal bikin bibir kering.

Vitamin E dan moisturizer yang terkandung dalam produk inipun bisa saya rasakan, karena selama saya pakai produk ini, gak sekalipun bibir saya jadi kering. Bibir saya tetap lembap dan gak memperjelas garis-garis bibir. Apalagi, kalau liat kandungan yang tertera di kemasannya, produk ini beberapa kali mention bahan-bahan yang memang berfungsi untuk melembapkan bibir seperti coconut oil dan shea butter.

Untuk warna-warnanya sendiri, ada 5 warna. Saya akan coba deskripsikan warnanya sebisa saya, karena pengetahuan saya tentang warna kadang masih jelimet.

Review Lip On Lip Velvet Matteness Anisa Firdausi

1. Peony : Warna pink yang agak neon dan terang. Sebetulnya lebih cocok untuk orang-orang dengan cool undertone, tapi di undertone saya yang warm juga masih masuk kok. Shade ini satu-satunya yang agak patchy, pigmentasinya gak sebagus yang lainnya. Saya butuh 2 sampe 3x oles untuk bisa menutupi garis hitam di bibir.

2. Pinkish : Untuk shade ini, pinknya lebih masuk skintone saya. Gak neon, jadi masih kelihatan natural tapi tetap fresh.

3. Reddish : Warna merahnya betul-betul merah, gak ada orange-orangenya, yang artinya saya suka, karena tetap bisa dipakai tanpa bikin riasan kelihatan menor.

4. Rossie : Warna favorit saya, dan pastinya juga jadi favorit banyak orang. Warnanya pink kecoklatan, masuk ke semua skintone!

5. Nude : Nomor 2 favoritku! Nudenya betul-betul nude, nude yang ke arah coklat. Tipe-tipe warna mlbb (my lip but better).


Review Lip On Lip Velvet Matteness Anisa Firdausi

KESIMPULAN

+ Kemasan langsing dan kokoh
+ Tekstur buttery
+ Pigmentasi oke
+ Melembapkan bibir, sama sekali gak bikin bibir kering
+ Cukup tahan lama
+ Harga terjangkau
+ Produk lokal
+ Gak ada aroma sama sekali
+ Pilihan warna cantik-cantik
- Sama sekali gak transferproof, nempel kemana-mana

Harga : IDR 37.000
Nilai : 4/5

Continue reading REVIEW : Lip On Lip Velvet Matteness, Lipstick Matte Anti Bibir Kering

Thursday, 9 May 2019

, , ,

REVIEW : Ozora Brightening Treatment Essence, Skincare Alami dari Yogyakarta

Rangkaian skincare saya biasanya gak pernah macam-macam, gak sampai 7 langkah kaya kebanyakan cewek-cewek berkulit mulus. Pasalnya, kulit saya yang sensitif ini makin banyak dikasih ina inu, malah jadi makin rewel. Jadi, biasanya saya selalu membatasi produk-produk yang digunakan setelah membersihkan muka. Produk essence dan serum, buat saya, gak perlu dipakai bersamaan. Saya hanya perlu 1 saja, entah itu essence, atau serum. Meskipun saya punya 2 produk tersebut, biasanya akan saya gunakan satu persatu, karena ya itu.. kulit sensitif saya gak bisa buat numpuk-numpuk skincare terlalu banyak. Apalagi setelahnya saya masih harus pakai moisturizer dan sunblock.

Kebetulan, di antara essence yang saya miliki, saya punya 1 essence yang sekarang ini lagi jadi favorit banyak orang. Skincare alami dari Yogyakarta yaitu Ozora Brightening Treatment Essence. Ozora skincare ini termasuk brand lokal yang baru. Dan biasanya, beberapa orang menyangsikan keamanan produk-produk yang baru beredar. Tapi tenang, Ozora memakai bahan-bahan alami sehingga aman digunakan bumil dan busui. Tentu saja, sudah terdaftar di BPOM!


INFORMASI PRODUK
Ozora Brightening Treatment Essence
Manufactured by CV. NOSIN INDONESIA
Gendingsari RT 09/ RW 03
Tirtomartini, Kalasan, Sleman
Yogyakarta - Indonesia
POM NA 18181900395

KEMASAN

 

Dari pertama kali datang, saya udah langsung jatuh cinta dengan kemasannya. Terbuat dari botol kaca yang kokoh dan berat, produk ini kelihatan mewah. Karena kacanya tebal, botol ini jadi terlihat besar, tapi sebetulnya masih enak untuk digenggam. Hal lain yang saya suka dari kemasannya adalah model pumpnya. Skincare dengan model pump ini benar-benar mempermudah kita dalam penggunaan skincare. Kita dapat lebih mudah mengontrol jumlah produk yang akan dikeluarkan, kecil kemungkinannya kita menuang terlalu banyak produk. Jadi, untuk kemasan, saya gak ada masalah,

KLAIM


Memberi tambahan nutrisi pada kulit dan membuat kulit tampak lebih cerah.

CARA PAKAI

Aplikasikan pada wajah dan leher yang telah dibersihkan. Gunakan setiap pagi dan malam hari.

KANDUNGAN


Aqua, Sodium Pca, Methylsilanol, Ascorbate, Butylene, Glycol, Propylene, Glycol, Citric Acid, Tetrasodium Edta, Diazolidnyl Urea, Dmdm Hydantoin. 

Melihat kandungannya yang sedikit, saya bertanya-tanya, apakah memang kandungannya hanya ini saja? Atau kandungan yang ditulis di box adalah kandungan-kandungan utama produk ini? Saya juga melihat nama-nama yang asing, sepeeti Dmdm Hydantoin. Ada yang pernah dengar?

TEKSTUR, WARNA, DAN AROMA


Meskipun dari luar kemasan, essencenya berwarna kuning terang, namun saat dituang ke telapak tangan, warnanya terlihat bening. Essence ini punya tekstur yang sangat cair, tapi masih ada sensasi essencenya, gak 100% seperti air. Masih terasa lengket di awal pemakaian, namun lengketnya akan menghilang dalam beberapa menit. Essence ini punya aroma jeruk yang cukup kuat, dan bagi saya pecinta skincare tak beraroma, ya agak sedikit terganggu sebetulnya. Walaupun aromanya bukan gak enak, malah mengingatkan saya dengan sirup jeruk ABC.

HASIL PEMAKAIAN

Sebelum mengulas tentang kualitas produknya, saya ingin sedikit mengomentari box kemasannya. Menurut saya, informasi-informasi yang tertera di boxnya cenderung kurang lengkap. Sebetulnya sayang, boxnya cukup untuk mengisi informasi-informasi yang lebih lengkap lagi. Beberapa produk skincare biasanya menonjolkan kandungan utama sebagai highlight atau keunggulan produk tersebut, tapi sayangnya produk ini enggak. Padahal sebetulnya, highlight kandungan dan manfaat yang dicantumkan di box depan, punya daya tarik yang cukup tinggi, terutama bagi orang-orang yang awam dengan dunia perskincarean. Jadi, saran dari saya sih, karena essence ini punya fungsi untuk mencerahkan, maka ada baiknya menonjolkan kandungan utama yang memberi efek brightening tersebut.


Balik lagi ke reviewnya, seperti yang saya bilang, tekstur yang cair memudahkan essence ini cepat menyerap ke dalam kulit wajah. Aroma jeruk yang awalnya menyengat, akan menghilang ketika essencenya sudah menyerap di kulit. Keunggulan dari produk yang cair adalah, kita gak perlu mengeluarkan banyak produk untuk dipakai ke seluruh wajah. Saya sendiri hanya butuh 1 pump untuk wajah, dan itupun masih bisa dipakai sampai ke leher. Jadi, intinya produk ini irit, beb!


Pemakaian dalam beberapa minggu gak memperlihatkan efek mencerahkan, mungkin butuh waktu lebih lama dari itu. Atau mungkin juga, saya sudah mencapai warna kulit asli saya. Jadi ya udah mentok, gak bisa lebih cerah dari ini. Yang saya suka dari essence ini, meskipun teksturnya seperti air, dia masih terasa essencenya. Masih terasa memberikan lapisan di atas kulit. Kulit jelas terasa lebih lembap dan kenyal. Bagi saya, itu saja udah cukup membahagiakan.

KESIMPULAN

+ Kemasan botol kaca dan model pump oke!
+ Tekstur cair, mudah menyerap
+ Bahan alami dan aman, bisa digunakan bumil dan busui
+ A little goes a long way, alias irit!
+ Melembapkan
- Informasi produk kurang lengkap
- Wanginya cukup menyengat

Nilai : 3/5
Continue reading REVIEW : Ozora Brightening Treatment Essence, Skincare Alami dari Yogyakarta

Monday, 6 May 2019

, , , , , , ,

Bibir Sehat, Cantik, dan Terawat dengan Zoya Cosmetics

Sebagai pecinta lippen, saya gak ingat berapa jumlah lipstick, lip cream, ataupun jenis-jenis pewarna bibir lainnya yang saya punya. Meskipun warna yang saya pilih itu-itu lagi, tapi entah kenapa hasrat untuk beli lipstick itu gak pernah hilang. Tiap ada brand yang ngeluarin produk lippen baru, saya langsung kepo. Makanya, tumpukan produk lippen di rumah sudah betul-betul makan tempat.

Tapi, ada hal yang saya justru lupa. Bahwa produk-produk lippen tersebut hanya berfungsi sebagai pewarna bibir. Meskipun beberapa produk mengklaim bahwa produknya mengandung vitamin E bla bla bla, tetap saja, untuk tipe bibir sensitif seperti saya, ya gak akan mampu bikin bibir tetap lembap seharian. Apalagi jika kita bicara tentang lippen dengan hasil akhir matte. Sampai sekarang, semua produk lippen yang punya hasil akhir matte di bibir saya, ujung-ujungnya bikin kering. Bedanya, ada yang bikin sedikit kering, ada yang bikin super duper kering.

Review Produk Zoya Cosmetics Anisa Firdausi

Sebetulnya, maraknya produk lippen matte ini gak masalah, selama ada "antidote"nya, yaitu produk untuk mengembalikan kelembapan dan kesehatan bibir setelah kita menggunakan lippen mate, contohnya seperti produk-produk yang dikeluarkan oleh Zoya Cosmetic. Meskipun mereka punya lip  paint matte yang sudah menjamur di mana-mana, mereka gak lupa untuk mengeluarkan produk yang berfungsi sebagai perawatan bibir, yaitu lip scrub dan lip balm.

1. ZOYA COSMETICS LIP SCRUB

Review Zoya Lip Scrub Summer Anisa Firdausi

KEMASAN : 
Lip scrub yang berbentuk seperti macaroon dan dibungkus dengan bungkus mika ini langsung menarik perhatiannya saya. Selain bentuknya yang menggemaskan, warnanyapun warna-warna pop cantik. Ada 3 varian yaitu Matcha yang berwarna tosca, Summer yang berwarna kuning, dan Sugar yang berwarna ungu. Kebetulan yang saya punya saat ini adalah varian summer, yang warna kuning.

KLAIM : 
Rawat bibir dengan soft exfoliating dari perpaduan butiran halus Apricot Seed. Shea butter dnn antioksidan Vitamin E untuk bibir terasa lembut, kenyal, dan lembap.

CARA PEMAKAIAN :  
Ambil secukupnya dan ratakan pada bibir, kemudian lakukan gerakan memutar lembut selama 1-2 menit, lalu bilas dengan air atau lap dengan tissu bersih. Untuk hasil maksimal gunakan dua kali dalam seminggu, lanjutkan dengan Zoya Cosmetics Lip Essence.

Review Zoya Lip Scrub Summer Anisa Firdausi

REVIEW
Macaroon berisi lip scrub ini mengandung 8 gram cream dengan butiran-butiran scrub yang halus. Sesuai dengan deskripsi dan klaimnya, bahwa butiran biji apricotnya sangat halus, dan jumlahnya menurut saya kurang banyak jika dibandingkan dengan creamnya. Jadi, sewaktu dicolek dan diaplikasikan ke bibir, butiran yang terbawa hanya beberapa saja. Kombinasi butiran halus dan sedikit ini yang menurut saya kurang pol untuk mengangkat kulit mati. Produk ini memang terlihat seperti mild exfoliating, jadi bukan tipe exfoliator yang betul-betul bisa mengangkat sel kulit mati ataupun menghaluskan bibir dalam sekali pakai. Tapi, kalau kamu punya bibir yang sudah sehat dan gak ada masalah dengan kulit-kulit kering di bibir, saya rasa produk ini sudah cukup untuk membantu merawat bibirmu tetap lembap dan lembut.

2. ZOYA COSMETICS LIP BALM

Review Zoya Lip Balm Grape Anisa Firdausi

KEMASAN : 
Konsep kemasan lip balm Zoya juga menggemaskan. Ukurannya gak sebesar lip scrubnya, mungkin diameternya hanya 3cm. Tapi warnanya juga lucu, ungu. Zoya lip balm juga punya 3 varian, Mango, Strawberry, dan Grape. Saya bersyukur dapat yang varian grape karena wanginya enak banget. 

KLAIM : 
Pelembap bibir dengan formula khusus dari grape seed oil dan aroma grape, merawat bibir agar tidak kering, menjaga kehalusan, dan kelembutan kulit bibir.

Review Zoya Lip Balm Grape Anisa Firdausi

REVIEW : 
Lip balm keluaran Zoya ini punya tekstur yang enak. Ringan dan gak bikin bibir terasa lengket ataupun berat. Saya pakai lip balm ini sebelum memakai lipstick dan juga sebelum tidur. Hasilnya cukup melembapkan. Lip balm ini juga bisa membantu mengangkat sisa-sisa lipstick matte yang tertinggal di bibir. Jadi, menurut saya produk ini cukup banyak fungsinya juga.

3. ZOYA COSMETICS LIP PAINT GERANIUM

Review Zoya Velvet Matte Lip Paint Geranium Anisa Firdausi

KEMASAN : 
Seperti produk lip cream pada umumnya, gak ada yang spesial selain kemasannya yang berwarna putih. Sejujurnya, saya jarang tertarik dengan kemasan kosmetik yang berwarna putih. Tentu saja karena saya tau diri, karena saya cukup jorok, dan tinggal menunggu waktu sampai kemasan putih ini berubah jadi coklat atau kuning dekil. Tapi kalau lihat bahannya sih, kayaknya botol ini mudah dibersihkan.

KLAIM : 
Gak ada klaim atau informasi apapun di sekeliling botolnya selain informasi mengenai kandungan-kandungannya, bahwa lip paint ini mengandung shea butter.

Review Zoya Velvet Matte Lip Paint Geranium Anisa Firdausi

REVIEW : 
Tekstur dari lip paint ini tampaknya berbeda tiap shadenya. Untuk shade yang saya dapat yaitu shade Geranium, teksturnya cukup kental, tapi sayangnya coveragenya sheer. Gak bisa nutupin garis hitam di bibir.  Warnanya perpaduan antara peach dan pink, termasuk warna yang masih bisa saya pakai. Wanginya manis dan gak mengganggu sama sekali. Untuk hasil akhirnya, sayangnya untuk shade ini malah patchy di bibir saya. Mungkin akan kelihatan lebih bagus kalau diaplikasikan di bibir yang memang sudah pink dari sananya.

Nah, itu adalah 3 produk bibir keluaran Zoya Cosmetics. Jangan cuma mikirin gimana bibir kelihatan cantik, tapi juga harus mikirin kesehatan dan kelembapannya ya! Kalau kalian tertarik dengan produk-produk di atas, gak usah bingung-bingung, tinggal mampir aja websitenya www.zoyacosmetics.com atau mampir ke Instagram @zoyacosmetics .
Continue reading Bibir Sehat, Cantik, dan Terawat dengan Zoya Cosmetics

Sunday, 5 May 2019

, ,

BHB Milad 1, Ngumpul Cantik dan Pintar bareng Pocari Sweat

Jadi, selama setahun bergabung dengan komunitas Bandung Hijab Blogger, belum sekalipun saya bertemu dengan para anggotanya. Tentu saja alasannya apalagi kalau bukan domisili saya yang gak menentu. Tapi takdir Tuhan akhirnya membuat saya kembali lagi ke Bandung, sehingga berkesempatan untuk datang ke acara 1 tahunnya BHB. Tanpa ba bi bu, saya langsung mengiyakan bisa datang waktu diundang, mengundur jadwal-jadwal lainnya. #soksibuk

BHBMilad1 Bandung Hijab Blogger X Pocari Sweat

Saya memang seorang yang introvert, bertemu orang baru adalah hal yang melelahkan dan terasa menguras energi. Tapi, beda cerita kalau orang-orang baru ini adalah orang-orang yang punya minat sama. Meskipun, saat itu adalah pertama kalinya saya bertemu dengan semua anggota BHB, mereka sangat hangat dan menyenangkan. BHB Milad ini diselenggarakan di Greentea Holic Jl. Guntur No.21, pada Sabtu, 27 April 2019 pkl 12.00 dan selesai tepat pukul 15.00.

BHBMilad1 Bandung Hijab Blogger X Pocari Sweat

Acara dibuka oleh MC, Teh Puspa, anggota BHB yang juga merangkap sebagai MUA. Saya sering nonton videonya di Instagram karena dia sering bermain makeup sambil bernyanyi. Beda dengan saya, suara beliau merdu. Sungguh Tuhan menganugerahinya banyak bakat. Teh Puspa menjelaskan rangkaian acara BHB Milad yang pertama, salah satu yang menarik perhatian saya adalah bahwa akan ada sesi berbagi ilmu gizi oleh ahli gizi dari tim pocari sweat.

Dari dulu saya tertarik dengan ilmu-ilmu gizi. Yang kenal dekat dengan saya pasti tau alasannya. Selama 28 tahun di dunia ini, dengan tinggi 165 cm, berat saya gak pernah lewat dari 44 kg. Jelas, underweight. Jangan kira bodyshaming hanya didapatkan teman-teman yang overweight, saya sering kali dibilang kurang gizi. Bahkan ibu saya gak jarang kena dampaknya, dipikir gak pernah kasih makan anaknya. Saya ingat jaman-jaman saya SMA, kala itu berat saya 39 kg. Tiap orang bertanya berat badan saya, lalu saya jawab 39, mereka pikir saya keliru menjawab atau sedang bercanda. "Gue tanya berat badan lo, bukan no sepatu lo."

Makanya, waktu saya tau akan ada ahli gizi yang datang untuk membahas tentang pola makan yang sehat dan penuh dengan gizi, saya tertarik. Saya memang perlu untuk memperbanyak pengetahuan seputar hal ini, jangan-jangan selama ini memang pola makan saya salah. Dan memang, selama kurang lebih 30 menit saya mendengar informasi yang diberikan tim pocari sweat, saya baru paham kalau banyaknya kalori yang kita butuhkan, diperngaruhi oleh aktivitas kita sehari-hari. Jadi, saya yang kerjaannya banyak di rumah bermalas-malasan, sebetulnya hanya membutuhkan kalori yang lebih sedikit dibanding dengan orang-orang yang bekerja di lapangan.

BHBMilad1 Bandung Hijab Blogger X Pocari Sweat

Selain itu, saya juga baru tau kalau ada beberapa buah atau sayur yang gak mengandung kalori sama sekali, misalnya tomat dan timun. Sebetulnya, memang ada perhitungan pasti untuk mengukur berapa jumlah kalori yang sebetulnya dibutuhkan tubuh kita, makanya ada rumus untuk mengetahui dengan pasti jumlah kalori yang sebetulnya kita butuhkan. Selama ini saya kalau makan, ya makan aja. Kalau inget ya saya cek, kalau enggak ya dikira-kira aja. Hehe.

BHBMilad1 Bandung Hijab Blogger X Pocari Sweat

Nah, materi ini memang cocok dibahas menjelang Bulan Ramadhan. Kenapa? Pasti kalian juga mengalami bingungnya mengatur pola makan dan jam makan yang baik saat puasa. Jadi, ahli gizi menyarankan agar pola makan kita lebih diatur. 40% pada saat sahur, 25% saat berbuka, dan sisanya setelah shalat tarawih. Bisa gak? Selama ini sih saya belum pernah coba, biasanya ya waktu ada suara adzan mahrib, segala makanan yang ada depan mata, ya saya lahap-lahap aja. Kamu juga gak? Haha.

Di antara hal-hal lainnya, poin terpenting dari diskusi kemarin adalah tentang betapa pentingnya ion dalam tubuh. Apa sih ion tuh? Ion adalah bagian dari elektrolit, yaitu garam-garam mineral yang secara alami ada di dalam tubuh yang membantu semua proses yang ada di dalam tubuh. Ion ini gak gitu aja ada di dalam tubuh, tentu harus didapatkan melalui makanan atapun minuman yang kita konsumsi. Pada prinsipnya, komposisi minuman elektrolit terdiri atas air, gula, dan garam. Garam pada minuman isotonik berfungsi untuk mengganti ion-ion tubuh yang hilang bersama cairan. Garam dalam minuman isotonik juga berfungsi untuk mengikat cairan yang ada di dalam tubuh. Jadi, segala bentuk cairan yang kita minum, gak sekedar numpang lewat. Mendengar hal ini, saya langsung paham kenapa selama saya puasa saya selalu cepat haus, padahal saat sahur saya bisa meminum 1.5 liter air putih. Ternyata kalau gak diikat oleh ion, ya airnya cuma numpang lewat aja, jadinya beser iya, haus iya. 

BHBMilad1 Bandung Hijab Blogger X Pocari Sweat

Setelah materi seputar ilmu gizi disampaikan, tim Pocari Sweat mengadakan kuis online yang super seru, yang sayangnya gak bisa saya menangin karena masalah teknis (alasan). Tapi, ternyata selain tim Pocari Sweat, panitia #BHBMilad1 pun mengadakan kuis tentang seberapa banyak kami mengenal satu sama lain. Dengan ingatan yang tumpul, saya dengan sukarela memberikan kesempatan kepada teteh-teteh yang lain untuk mendapatkan hadiah berupa cireng salju, yang sebenernya bikin saya mupeng juga.

Saya dan beberapa teteh lainnya sempat menertawakan nasib kami yang merasa gak ada kemauan untuk memenangkan kompetisi, betapa rendahnya motive achievement kami. Saat kami sedang tertawa, saya mendengar nama saya disebut dan diminta maju ke depan. Sampai di depan, saya dapat hadiah berupa kerudung organik dari @zanayaorganic, kerudung yang sudah cukup lama saya idam-idamkan. Bodohnya, sampai sesi foto selesai dan saya pulang, saya masih bertanya-tanya tentang kerudung yang saya dapatkan ini, saya belum tau kenapa saya dapat hadiah. Akhirnya, sewaktu saya konfirmasi ke ketua BHB, Rara, tentang alasan saya dapat kerudung, Rara bilang kerudung itu sebagai apresiasi untuk Best Blog Of The Year. Saya sih bersyukur, gak mau kufur nikmat, tapi masih bingung juga, mbo ya semua teteh-teteh BHB ini jago nulisnya, dan saya merasa gak pernah nyogok panitia untuk bisa dapet apresiasi ini. Ya gitulah hidup, penuh kejutan.

BHBMilad1 Bandung Hijab Blogger X Pocari Sweat

Anyway, sebelum saya tutup tulisan ini, sekali lagi, Met Milad BHB. Waktu saya diminta untuk nulis ucapan selamat untuk BHB di kertas kecil, sebetulnya saya bingung mau nulis apa. Apa yang saya tulis kadang bikin orang bingung, jadi saya nyontek teteh sebelah, yang sayangnya saya lupa namanya, tapi saya masih ingat wajahnya, cantik.

BHBMilad1 Bandung Hijab Blogger X Pocari Sweat
Continue reading BHB Milad 1, Ngumpul Cantik dan Pintar bareng Pocari Sweat