Saturday, 23 April 2016

, , , , , , ,

REVIEW : Masker Sariayu Kacang Hijau

Setelah kemarin-kemarin lagi cinta-cintanya ngereview produk lippen, terutama yang tekstur matte, sekarang aku bakal banyak ngeshare tentang rutinitas treatment. 

Masker adalah hal yang penting buat aku dan aku gak punya waktu kalau harus ke klinik klinik kecantikan untuk treatment peeling, facial, dan segalanya. Jadi selama ini aku melakukan rutinitas treatment di rumah. Selain karena ga ada waktu, males ngantri, juga males bayar. *pelit alert*

Nah, akan ada beberapa masker yang akan aku review, tapi satu satu ya biar detail reviewnya.
Nah yang bakal aku share di postingan ini adalah masker keluaran Sariayu. 
Sebenarnya aku baru-baru ini aja tau masker dengan varian ini, sebelumnya aku pernah pakai Sariayu yang khusus kulit berjerawat tapi sayangnya gak ada hasil yang signifikan, jadi aku gak pernah pakai lagi.

Masker ini punya 4 varian yaitu : Beras Merah, Beras Putih, Kacang Hijau, dan Ketan Hitam


Tiap varian beda manfaat ya. Aku kutip untuk kandungan dan manfaatnya dari Webnya Sariayu langsung ya.

Beras Merah: mengandung vitamin B1, B6, dan vitamin B12, kandungan mineral, selenium, magnesium, mineral dan antosianin, kandungan beras merah, madu, ekstrak temugiring, panthenol, dan ekstrak kemuning, 
Manfaat: Mendorong pembentukan energy sel, kandungannya berfungsi sebagai antioksidan dan mampu menjaga kelembaban kulit, mengusir kulit kusam sehingga kulit tetap lembab sekaligus mengencangkannya.

Beras Putih: mengandung collagen, vitamin B kompleks, vitamin E, oryzanol, pati bengkoang, AHA, ekstra selasih, minyak lemon
Manfaat: melembabkan kulit,meningkatkan produksi collagen, mengatasi masalah kulit akibat sengatan matahari, yang berpengaruh baik terhadap elastisitas kulit, membantu mengangkat sel kulit mati dan mencerahkan kulit

Kacang Hijaumengandung protein tinggi, berbagai mineral, vitamin E, vitamin B1, vitamin B2, serta asam lemak esensial, zat antioksidan, madu, pegagan, allantoin 
Manfaat: Membantu menjaga kekencangan, merawat kehalusan, dan merawat kulit yang berjerawat, memperlambat penuaan dini, membantu merawat kekencangan kulit wajah dan meregenerasi sel kulit secara maksimal. 

Ketan Hitammempunyai kandungan gizi yang tinggi dan vitamin yang beragam dibandingkan beras putih dan beras merah.Kaya akan zat antioksidan, antosianin , madu, vitamin E, ekstrak kemuning
Manfaat : membantu dalam peremajaan kulit, pengecilan pori-pori 

Waktu itu aku beli di toko kecantikan yang kecil, jadi variannya gak komplit dan cuma ada kacang hijau dan ketan hitam. Aku pilih kacang hijau karena menyesuaikan dengan kondisi kulitku yang acne prone. Tapi sebenernya tergiur juga sih dengan varian lainnya.

Nah, kita langsung aja ke penampakannya ya :


Kandungannya sama dengan apa yang sudah kutulis sebelumnya ya. 1 sachet ini isinya 10 gr dengan harga 8.000. Dibandingkan dengan masker bubuk sachetan yang lain, aku ngerasa ini isinya dikit banget, bahkan kaya cuma bisa dipake 1x aja. Bisa sih untuk berkali-kali tapi maskernya cair gitu (banyakin air) lol. Jadi waktu aku pake ini, sisanya mungkin 1/3 nya lah, padahal mukaku ini tergolong kecil. 

Untuk bubuk maskernya lembuuuut sekali. Kaya tepung terigu teksturnya. Gak ada kasar-kasarnya sama sekali. Warnanya putih kehijauan.




Oh iya, aku kalau maskeran, si maskernya selalu kusimpan dulu di kulkas supaya waktu maskeran rasanya nyessshhh adeeem. Begitu juga dengan masker ini, sebelumnya aku simpan dulu di kulkas, jadi waktu dipake segeerrr.

Hal pertama yang aku rasain saat pake masker ini adalah adem, yang kedua adalah BAU. Agak sulit ya mendefinisikan baunya seperti apa, aku juga gak paham. Baunya kaya bedak jadul gitu, wangi bikin puyeng, kalo kamu pernah coba bedak-bedak viva, kayanya gak beda jauh sih sama wangi bedak viva itu.
                               
Masker ini cepet keringnya dan ngencengnya cepet, mungkin 10 menitan udah kering dan kaku. Aku gak gerak sama sekali dia udah retak-retak gitu. Jadi beware ya, kalau udah kering mending langsung dibilas, jangan dibiarin lama-lama. Takutnya wajahmu jadi kering.

Dia bener-bener menyamarkan pori, mengangkat minyak, sedikit mengurangi merah-merah jerawat di pipiku. Kulitku jadi halus seketika dan memang jadi agak kering sih, tapi setelahnya juga kulitku bakal berminyak lagi. Jadi buat kalian yang jenis kulitnya berminyak, boleh banget coba ini. Tapi buat yang kulitnya udah kering, mungkin lebih baik coba varian yang lain, karena untuk yang Kacang Hijau ini kayanya memang lebih cocok untuk kulit berminyak dan berjerawat.

So, kesimpulannya

+ Terjangkau
+ Kandungan dan manfaatnya banyak
+ Mudah diaplikasikan
+ Harga terjangkau
+ Menyamarkan pori
+ Mengangkat minyak berlebih
+ Mengurangi merah jerawat

- Aku belum terbiasa dengan baunya yang "unik"
- Isinya dikit dibanding dengan masker bubuk umumnya
- Kurang cocok untuk kulit kering

Price : 8.000 per 10 gr

Rate : 8/10

Repurchase : Yes! Mungkin aku bakal coba semua variannya, dan kalau aku udah coba akan aku share mana yang paling oke menurutku.

See you, pretties!
Continue reading REVIEW : Masker Sariayu Kacang Hijau

Tuesday, 12 April 2016

, , , , , , , ,

REVIEW : Loreal Mat Magique BB Essence

Sebenernya produk-produk foundie, bb cream, dan kawan kawannya adalah musuh berat kulit wajahku yang oily combination ini. Salah dikit aja bisa bikin kulit wajahku break out dan butuh berbulan-bulan untuk nyembuhinnya :(

Untuk kulit oily sepertiku, diwajibkan untuk mencari produk make up (terutama foundie) yang water based. Tapi sulitnya adalah, jarang sekali produk yang water based. Ada beberapa produk, terutama ptoduk lokal, yang biasanya menuliskan oil free tapi ternyata tetap mengandung minyak. Biasanya untuk memeriksa kandungan foundie, aku menggunakan tes air. 

Caranya seperti ini :

Siapkan segelas air, lalu teteskan foundie ke air tersebut. Kalau foundie tersebut mengandung minyak, ia akan tetap menggumpal saat diaduk. Dan biasanya nempel ke dinding gelas. Dan saat airnya dibuangpun, biasanya foundienya masih menempel dan butuh beberapa kali dibilas baru foundienya hilang.

Nah, aku punya cerita sebelum akhirnya aku memutuskan untuk membeli BB Essence ini. Aku punya senior di kantor yang sering beli make up juga. Suatu waktu dia bilang kalau dia baru beli BB Essence ini. Iseng karena penasaran, aku minta beberapa tetes untuk dimasukkan ke dalam air. Dan yang bikin aku amaze adalah.. Belum sempat kuaduk, cairannya sudah langsung membaur dengan airnya. AAAAKKKKKK.. Tanpa ba bi bu, selang beberapa hari aku langsung cari counter Loreal dan akhirnya beli si BB Essence ini. Packagingnya seperti ini, dari kaca, agak takut pecah tapi kayanya gak mungkin ya. Haha. 





Yang aku heran sampai saat ini adalah aplikatornya. Wtf moment banget waktu pertama kali ngeliatnya. 'INI MAKSUDNYA APPAHH?? BUAT APPAHH??' yah kira kira begitu respon pertamaku saat liat aplikator yang berbentuk seperti ini. 



Yak, aplikatornya berbentuk seperti ini dengan bulatan di ujungnya. Agak sulit buat ngeluarinnya karena essence yg didapet dari aplikatornya hanya sedikit. Jadi harus beberapa kali nyelup nyelupin si aplikatornya. 

BB Essence ini hanya ada 3 shade, warnanya pun gak beda jauh. Dan seperti biasa aku beli warna yang paling gelap. Tapi yang paling gelap ini juga gak terlalu gelap sih. Tapi yaudahlah. Aku beli di counter seharga 159rb.

Ini swatch pertama di tanganku.

Tekstur BB Essence ini kurang lebih mirip Acnes Tint Moisturizer, cair. Sebelum dipakai pun dia harus dikocok dulu.

Kebetulan kemarin aku lagi ada acara formal, jadi sekalian aku coba kualitas si BB essence ini.


Pardon my super oily face >.<
Kalau menurutku, shadenya yang paling gelap ini juga masih agak greyish saat dipakai di tone kulitku. Walaupun di keterangannya matte, tapi yasudahlah, dia gak akan mempan kalau ngelawan kulit oilyku, tetep aja berminyak.

Coveragenya sheer to medium karena teksturnyapun memang ringan. Hanya saja ketika kalian memakai BB essence ini, harus cepat saat membaurkannya karena BB essence ini cukup cepat keringnya. Jadi kalau didiamkan seperti saat kupakai (dipending untuk foto foto dulu) agak sulit untuk dibaurkan.

Oil control, so so. Tetep bikin wajah berminyak. Dan karena oil controlnya yang begini, bb essence ini gak tahan lama di wajahku. 

Tapi yang aku suka dari BB essence ini, dia sama sekali gak bikin masalah di kulit wajahku, seperti beruntusan atau jerawat. Yippie!

So, kesimpulannya :

+ tekstur cair, gak bikin berat di muka
+ meratakan warna wajah
+ coverage cukup oke
+ gak bikin break out
+ water based
+ cukup terjangkau dan mudah ditemukan di counter Loreal

- packaging so so,terutama aplikatornya
- oil control dan staying power kurang oke
- shadenya kurang banyak, terutama untuk tone kulit sawo matang sepertiku

Rate : 7/10

Repurchas? Maybe, kalau gak nemu yang lebih oke dari ini.

See you, fellas!








Continue reading REVIEW : Loreal Mat Magique BB Essence

Monday, 28 March 2016

, , , , , , ,

REVIEW : Kose Speedy Cleansing Oil

Beberapa waktu yang lalu, aku memang banyak pakai makeup yang berat karena akhir akhir ini banyak banget undangan nikah. Nah, mulai dari situlah, kondisi wajahku mulai rewel lagi. Mulai muncul komedo dan bruntusan terutama di daerah pipi dan rahang. Setelah aku ke dokter, dokter bilang kalau ini kemungkinan besar karena caraku membersihkan wajah yang kurang optimal. Aku baru sadar kalau cara kita membersihkan makeup akan sangat mempengaruhi kondisi kulit wajah kita, terutama jika kita sering memakai make up.

Selama ini, untuk menghapus makeup aku hanya pakai cleanser + make up remover biasa, baru setelahnya aku cuci muka dengan menggunakan facial wash. Aku ngerasa ada yang kurang karena kadang setelah aku cuci mukapun, aku masih merasa wajahku berat, belum bersih sempurna.
Nah, dari situlah akhirnya aku memutuskan untuk membeli produk ini, yaitu KOSE SPEEDY CLEANSING OIL.

Nah untuk yang belum tau apa itu clensing oil, aku jelasin dikit ya..
Produk pembersih wajah terdiri dari beberapa macam, di antaranya :

1. Cleansing Milk
Paling banyak di Indonesia. Campuran air dan minyak dalam komposisi ringan. Biasanya dipasangkan dengan refreshing toner atau cairan untuk mengangkat sisa-sisa cleansing milk yang ada di wajah. Beberapa brand yang mengeluarkan cleansing seperti ini sangat banyak ya, bahkan kayanya hampir semua brand lokal punya produk ini, misalnya Viva, Inez, Sariayu, Pixy, La Tulip, Wardah, dsb
Kenapa aku gak pilih ini? beberapa brand lokal pernah kucoba dan gak ada yang cocok. Mungkin memang tipe kulitku tidak cocok dengan cleanser tipe ini. Satu hal lagi, kebanyakan produk ini mengandung mineral oil sedangkan kulitku gak cocok dengan produk-produk yang mengandung mineral oil.

2. Cleansing Wipes
Tisu basah ini bukan tisu bayi yang biasa ada di drugstore ya. Ini tisu basah yang memang dikhususkan untuk menghapus makeup. Aku belum tau sih apa brand lokal ada yang ngeluarin produk ini. Aku cuma tau The Face Shop yang ngeluarin produk ini.
Kenapa aku gak pilih ini? Gak terlalu percaya sih dengan hasil yang dijanjikan. Selain itu kayanya ini memang dikhususkan untuk yang sedang travelling.

3. Cleansing Water
Formulanya ringan dan cocok untuk kulit yang sensitif. Salah satu yang terkenal adalah Merk Bioderma.
Kenapa aku gak pilih ini? I want to try something new *kebiasaan gak bisa setia*

4. Cleansing Oil/Cream
Cocok untuk yang sering menggunakan makeup. Dapat mengangkat segala jenis makeup di wajah. 

Setelah aku tanya-tanya dan browsing sana sini tentang cleansing oil dengan kualitas oke dan harga terjangkau, akhirnya brand KOSE dari Jepang ini yang banyak kesebut. Dan yang bikin tambah pusing pala barbie adalah si Kose ini punya buanyak banget jenis cleansing oil. Thanks to sista-sista out there yang udah coba semua cleansingnya Kose, akhirnya terjawablah kegalauan hati ini, pilihan jatuh pada KOSE SPEEDY CLEANSING OIL!


Aku beli online di Chic Princessa, karena aku cukup sering juga belanja di sana, gak ribet dan cukup memuaskan. Sebanyak 250 ml ini harganya 160.000an. Mungkin untuk cleanser terbilang mahal kalau dibandingkan dengan cleansing milk lokal, tapi kalau kita tandingkan dengan merk-merk luar, ini terbilang murah kok.


Semua keterangan ditulis dalam Bahasa Jepang



Ini adalah pertama kalinya aku mencoba cleansing oil, jadi aku baru tau kalau cleansing oil ini ternyata gak sekental yang kubayangkan. Kupikir teksturnya akan mirip olive oil/baby oil gitu, ternyata lebih encer. Sekali pump, keluarnya segini. Lucky me, gak ada wanginya. Kaya air aja, hanya sedikit lebih kental.

Oke sekarang kita coba ya.

Dari kiri ke kanan (BB Cream, DD Cream, Kryolan, Liquid Foundie, Eyeshadow, Gel Liner, Liquid Eyeliner, Lip Cream) 

Aku tuangkan cleansing oil dengan takaran 1x pump dan mulai aku ratakan ke bagian-bagian lenganku yang sudah diorat-oret.


Setelah ini aku kasih air, agar cleansing oilnya bekerja maksimal. Cairannyapun semakin keruh, tanda makeup makeup tersebut makin terangkat


Setelah itu langsung aku bersihkan dengan kapas.

TARAAAA.
Bersih langsung. Memang kelihatannya tidak ada makeup yang tertinggal.


Untuk melihat apakah masih ada residu makeup yang tertinggal, aku tuang lagi sedikit cleansing oil (dikiiiiit aja) kasih air, dan kucoba bersihkan lagi dengan kapas dan benar, masih ada residu eyeshadow yang tertinggal. Baru setelah 3x, kapasnya benar-benar bersih.

Kiri ke kanan : pemakaian pertama, kedua, dan ketiga

Harusnya hanya 2x sajapun sudah bersih, cuma karena yang kedua ini aku agak ngasal ngebersihinnya, jadi ya begini.

Setelahnya, tanganku tidak lengket sama sekali, kesat tapi tidak kering.
Tampaknya ini akan jadi cleanser favoritku.

+ Membersihkan segala jenis makeup dengan cepat
+ Gak ada wangi apapun
+ Gak bikin kulit berminyak
+Tekstur enak, gak berat di wajah
+ Cukup terjangkau
+ Isi cukup banyak, penggunaan hemat
+ Kemasan bentuk pump memudahkan pemakaian

- Untuk makeup berat harus 2x pembersihan
- Mesti beli online


Rate : 8/10

Will I repurchase? Hell, YES!







Continue reading REVIEW : Kose Speedy Cleansing Oil
, , , , , , , ,

REVIEW : Maybelline Velvet Matte MAT 6

Akhir-akhir ini sedang seneng-senengnya eksperimen lipstik, jenis-jenis baru, warna-warna baru, dan akhirnya sampai pada produk ini

Maybelline Velvet Matte No 06


Ini adalah produk yang cukup baru dari Maybelline. Akupun belinya beberapa hari setelah launching (dan baru sempet review sekarang T.T). Penasaran akan teksturnya, dan waktu liat mbak mbak BA nya ternyata pake ini dan hasilnya emang cuco, langsung gelap mata jadinya.

Untuk warnanya, kebanyakan untuk seri ini warnanya bold bold. merah cabe, merah tua, pink tua, ungu. Nah untuk yang kubeli ini no 06, Warnanya antara ungu dan pink, termasuk warna bold juga sebenarnya. 

Untuk kemasan, kemasannya lucu, dan warnanya bisa terlihat langsung dari kemasan sehingga memudahkan kita untuk mencarinya, tidak perlu buka tutup lipstik buat ngecek ataupun liat bagian bawah buat ngecek warnanya (it happens on me everytime!)







Aplikatornya enak, bentuknya kaya kepala ular, ada sedikit lekukan yang memudahkan kita saat pengaplikasian, karena bentuknya pas dengan lekukan bibir kita. 




Teksturnya creamy dan kupikir karena ada embel-embel "matte", hasilnya gak akan jauh dari soft matte lip cream NYX, tapi ternyata tidak. Aku tunggu beberapa menit sampai jam, tapi tidak juga berubah matte. Teksturnya tetap creamy dan glossy sama seperti pertama kali kuoles di bibir. Sebagai pecinta lipstik matte, aku merasa dibohongi. Tsah. Jadi tetap aku mesti tap tap ke tissue untuk mendapatkan hasil matte, so last year banget ya.


FLASH ON
FLASH OFF

Untuk warnanya cukup pigmented, karena mungkin warnanya yang bold lebih mudah mengcover bibirku. 
Tapi untuk staying powernya, so so lah. tidak cukup tahan lama. kalau makan, minum, warnanya tinggal tersisa di bagian pinggir bibir. mesti touch up lagi.

Lip cream ini gak bikin bibir keringnya, karena teksturnya yang lebih glossy, bibir jadi lebih lembab dibanding dengan lip cream pada umumnya.

Oh ya, untuk harganya sebenarnya sih lumayan terjangkau ya. 89.000
tapi untuk kualitas yang agak mengecewakan begini sih aku lebih pilih lipstik matte nya wardah aja yang harganya cuma setengah dari maybelline ini. Atau kalau untuk lip cream, mungkin aku akan pilih MICA aja deh.

So, here it is :

+ Gak bikin bibir kering
+ Aplikatornya enak
+ Packagingnya ciamik

- It has to be matte, but it doesn't :(
- Pilihan warna kurang beragam
- Staying power so so

Rate : 6/10

I was expecting more when I bought this lip cream, but it's ok laa buat koleksi.

Will I repurchase it? I think NO.




Continue reading REVIEW : Maybelline Velvet Matte MAT 6

Sunday, 20 March 2016

, , , , , , ,

REVIEW : Mineral Botanica Soft Matte Lip Cream (No 04, 07, 08, 09, 11)

Lip cream ini sedang hits-hitsnya. Akupun termasuk salah satu yang langsung jatuh hati dengan produk ini. Mineral botanica terbilang produk baru ya, dan jangan salah, walaupun nama dan design kemasannya tampak seperti produk luar, ternyata ini produk lokal loh.

Untuk kemasan, seperti yang tadi kubilang, kemasannya cantik dan gak norak. Aku juga sempat lihat produk produk lainnya dari mulai kosmetik sampai ke skincarenya. Semua kemasannya terlihat elegan.
Aplikatornya SMLC ini kurang lebih sama dengan aplikator lip gloss/lip cream pada umumnya. Gak ada masalah. Lip cream ini juga wangi, walaupun sebenarnya aku lebih suka kosmetik yang gak ada wewangiannya, tapi daripada brand sebelah yang lip creamnya bau karet barbie, wanginya si mineral botanica ini masih bisa ditoleransi lah.

Lip cream ini ada 11 warna, dan aku akan review beberapa di antaranya, yaitu no 004 (Fantasy Fuschia), no 007 (Apple Berry), no 008 (Pinky Beige), no 009 (Pink Orange), dan no 011 (Merlot).

Untuk kemasan dan swatchnya seperti ini ya :




kiri ke kanan (004, 007, 008, 009, 011)

Nah, gambar di bawah ini adalah bagaimana SMLC Mineral Botanica saat diaplikasikan ke bibirku dan bibir temanku (so sorry, karena ada beberapa hal kualitas fotonya kurang oke) :(



Sebelum kita bahas mengenai warna-warnanya, mari kita bahas teksturnya. Tekstur SMLC ini beragam ya. Ada yang cair, seperti misalnya no 008, ada juga yang kental dan pekat seperti nomor nomor yang lainnnya. Sebenernya aku lebih suka yang pekat karena dapat mengcover garis hitam bibirku dengan sempurna.

Nah untuk warnanya kita bahas satu satu ya!

Fantasy Fuschia (004) : Warna pink gonjreng, tapi gak dangdut. Ini bikin wajah kamu fresh. Masih bisa untuk pemakaian sehari-hari

Apple Berry (007) : Warnanya bold. Merah darah. Favorit temanku. Aku sih kurang PD untuk pemakaian sehari-hari, tapi kalau temanku sih PD PD aja. Doi ngerasa macem Snow White kalau pake warna itu katanya.

Pinky Beige (008) : Warna nude. Warna kedua yang kusuka setelah Pink Orange. Bikin wajah terlihat lebih muda. Minusnya hanya pada teksturnya. Karena cair, tidak cukup untuk mengcover garis bibirku. Jadi masih perlu lip concealer untuk pemakaiannya

Pink Orange (009) : Warna Favoritku! Sempat syok karena waktu pertama dioles warnanya beda dengan kemasannya. Ini lebih pink orange terang, kaya stabilo. Tapi ternyata saat diaplikasiin, warnanya menyatu dengan bibir dan terlihat natural. Cocok untuk pemakaian sehari-hari.

Merlot (011) : Warna merah campur coklat. Apa ya? Maroon mungkin ya. Dominan coklatnya. Gelap dan masih kurang PD karena ngerasa kaya ibu tiri kalo pake ini. Tapi cuco cuco aja kalo dipake ke kondangan.

Itu tentang warna-warnanya. Masih ada 6 lagi yang belum kucoba, mungkin lain kali akan kucoba.

Dan yang paling menyenangkan adalah lip cream ini tidak membuat bibir kering sama sekali. Tidak seperti SMLC nya NYX yang sempat bikin bibirku ngelupas-lupas :(

Ada lagi yang aku suka dari lip cream ini. Harganya sangat terjangkau. Kisaran 50 ribuan lah.

Yang disayangkan dari produk ini adalah staying powernya, tidak cukup tahan lama apalagi kalau kamu makan dan minum. Malah kadang kalau kamu makannya buru-buru dan gak apik, itu lipcream bisa bleberan keluar luar garis bibirmu.

Satu lagi kelemahannya, lipcream ini kurang ok kalau kamu pakai saat touch up. Dia gak bagus kalau ditimpa. Kalau kamu mau pakai, kamu harus hapus dulu sisa-sisa lipcream di bibirmu, kalau nggak, lipcreamnya bakal keliatan menggumpal di bibirmu, Jelek pokoknya.

Tapi overall aku suka dengan lip cream ini. Menurutku dengan harga segitu, produk ini cukup memuaskan. Hanya saja, tampaknya mereka perlu untuk menambahkan varian warnanya, karena dari 11 warna yang mereka punya, kebanyakan warna-warna bold.

So, kesimpulannya :

+ Teksturnya oke, gak terlalu pekat, mudah diaplikasikan
+ Tekstur saat diaplikasikanpun oke, totally matte
+ Gak bikin bibir kering
+ Kemasannya cute
+ Murah


- Wangi, tapi gak terlalu masalah sih
- Staying power kurang
- Pilihan warna kebanyakan warna bold
- Agak sulit dicari counternya
- Agak menggumpal di bibir (lengket-lengket) kalau dipake kebanyakan

Repurchase? Yes!
Continue reading REVIEW : Mineral Botanica Soft Matte Lip Cream (No 04, 07, 08, 09, 11)
, , , , , ,

REVIEW : Vienna Purifying Black Mud

Kebiasaan wanita ya, kalau liat produk kecantikan baru dengan harga miring, pasti gatel buat coba-coba. Itu yang aku rasain waktu pertama liat produk ini. Selama ini aku beberapa kali pakai Vienna untuk scrub mandinya saja, aku juga sebenernya gak tau sih si Vienna ini ngeluarin produk apa aja. Untuk scrubnya sendiri aku suka, karena hasilnya yang memuaskan dan juga tipikal scrub yang aku suka, lain kali akan kubahas di postingan lain deh ya.


Nah, kali ini aku akan sedikit review aja tentang Vienna Purifying Black Mud. Penampakannya seperti ini, bentuk sachet, tapi kalau gak salah ada yang full sizenya juga. Kalau untuk yang sachet sendiri harganya cuma 7ribu aja. Murah banget gilak!








"Berikan energi pada kulit dengan lumpur hitam alami yang kaya akan mineral. Perlahan mengangkat kulit mati dan kering agar kulit lebih segar, bersih dan berseri-seri. Diperkaya akan paduan botanikal dari witch hazel, aloe vera dan green tea untuk menyejukkan dan membersihkan pori-pori pada wajah! Herbal whitening complex untuk perawatan kulit tampak putih dan cerah. Kulit senantiasa terasa halus, lembut, tampak putih dan cerah."


Teksturnya tidak terlalu pekat, seperti black mud pada umumnya, tapi untungnya jadi mudah diaplikasikan. Pertama kali aku keluarin isinya.. Yikesss.... Wanginyaaaa... Ini terlalu wangi dan wanginya ini jenis wangi yang menurutku gak enak, bikin pusing.  




Bisa dilihat ya, karena teksturnya yang tidak terlalu pekat, jadi mudah untuk mengaplikasikannya, seperti ini :




Nah, kalau diinstuksinya sih emang disuruh dipakai ke ke seluruh wajah, tapi karena kulitku sensitif, aku hanya coba di bagian hidung, bagian yang cukup banyak blackheadnya. 


Oke, yang bikin kesal saat pakai masker ini adalah.. Keringnya lama banget! padahal aku pakenya gak tebel-tebel juga. Tapi ini butuh sekitar 45 menit untuk kering. T__T
Dan sedihnya lagi, aku gak merasa ada perbedaan di blackhead hidungku. 45 menit yang sia sia. Aku juga udah feeling sih blackhead gak akan keangkat, karena waktu black mudnya mau kulepas, aku merasa gak ada yang ketarik juga. Ini rasanya kaya cuma ngelupasin apa ya.. Pokoknya gampang banget lah, no effort dan gak berasa juga.




So, untuk kesimpulan sebenernya aku gak bisa share banyak karena menurutku gak ada yang spesial untuk produk ini. 


+ Teksturnya lumayan oke, mudah untuk diaplikasikan
+ Murah, hanya 7rb/ sachet

- Wanginya ugh
- Lama keringnya
- Tidak mengangkat blackhead


Repurchase? No. 





Continue reading REVIEW : Vienna Purifying Black Mud

Wednesday, 3 February 2016

, , , , , , , ,

REVIEW : Acaci Magic Trouble Skin Solution

Beberapa bulan yang lalu, aku sempat cerita mengenai rutinitas skincare untuk kulitku yang acne prone dan super duper oily. Memang untuk tipe kulit sepertiku, haram hukumnya untuk menggunakan foundation dalam jenis apapun. Tapi untuk wanita karir sepertiku (tsah), kayanya sulit sekali menghindari foundation/bb cream atau apapun itu. Maka suatu hari, aku konsultasi ke salah satu dokter kulit di suatu klinik kecantikan ternama tentang foundation yang bisa kupakai sehari-hari tanpa menimbulkan masalah. Aku juga sempat bilang kalau aku gak mau yang jenisnya racikan dokter. Jadi aku sampaikan kalau aku ingin produk yang sudah ada di pasaran (entah itu lokal ataupun luar) yang kemungkinan akan cocok dengan jenis kulitku.

Dokter bilang kalau kulit tipe oily dan acne prone sepertiku kemungkinan besar memang tidak akan bisa memakai foundation (hiks), kecuali kalau bersedia nantinya akan muncul jerawat. Rrrrr.
Tapi dia sempat sarankan produk ini, produk korea, yang cukup sering ia rekomendasikan untuk tipe kulit sepertiku.


 ACACI ACNE MAGIC TROUBLE SKIN SOLUTION




Kemasannya lucu, girly, ala ala produk Korea. Dikemas dalam botol kaca, dengan tutup ulir dan sayangnya tidak ada pembatasnya lagi padahal lubangnya cukup besar. Jadi kalau kalian tidak hati-hati saat menuangkannya, isinya bisa tumpah. Memang agak tricky sih untuk cara pemakaiannya.
Teksturnya seperti air, sangat ecer, dan ketika didiamkan akan terpisah menjadi dua bagian. bagian atas yang bening jatohnya sepeti toner, dan yang bagian bawah teksturnya lebih kental, seperti obat jerawatnya sariayu.



Untuk cara pemakaian yang tertera di kemasan, 2 bagian ini memang digunakan secara terpisah. 




Bagian atas (1) dipakai selayaknya toner, dan bagian bawah (2) untuk dipakai di daerah yang berjerawat saja (ditotol). Namun,untuk kasus aku, dokter menyarankan untuk menyatukan 2 bagian tersebut, jadi harus dikocok, baru diaplikasikan ke seluruh wajah. Jatohnya seperti acnes tint moisturizer, tapi coveragenya lebih sheer lagi. Kalau sudah pakai ini, dokter membolehkan aku untuk menimpanya dengan BB cream atau foundation kalau merasa coverage si ACACI ini belum ampuh. Tapi buat aku, coveragenya cukuplah untuk pemakaian sehari-hari, tapi memang kurang oke kalau dipakai di acara formal. 

Ketika diaplikasikan, rasanya mentol. Seperti menggunakan powder lotionnya acnes. Hanya saja warnanya lebih menyatu dengan kulit. Kulit wajah menjadi adem dan dingin.

Aku sudah pakai ini sekitar 2 bulan dan sejauh ini aku belum mendapatkan hasil yang spektakuler. Gak ada perbedaan yang signifikan ketika aku pakai dan tidak pakai. Perbedaannya hanya sensasi dingin yang kudapatkan. Produk ini juga tidak mengurangi minyak di wajahku dan tidak cukup ampuh mencegah jerawat, malah aku ngerasa kulit wajah jadi lengket dan lebih berminyak. Jadi ya sorry to say aku agak kecewa juga dengan produk ini karena aku berekspektasi cukup tinggi untuk hasilnya, karena dokter kulit langsung yang merekomendasikannya padaku. Harganya pun lumayan, sekitar 160 ribu kalau tidak salah.

Pernah suatu kali, aku coba pakai produk ini sesuai dengan keterangan di kemasan. Jadi aku ambil ampasnya (bagian bawahnya) untuk mengobati jerawatku, hanya ditotol di bagian jerawatku saja, dan besoknya memang ada perubahan, jerawat cepat kering. Jadi kesimpulanku, kayaknya sih memang penggunaannya tidak bisa disatukan seperti itu. Produk ini juga hanya ampuh untuk mengatasi jerawat, tidak mempan untuk beruntusan atau komedo.

Untuk foto pemakaian, mungkin menyusul ya. Agak sulit foto akhir-akhir ini karena pergi pagi pulang malam. *alasan*

Mungkin memang takdirnya aku gak bisa pakai foundation dalam jenis apapun. Hiks. Jadi kalau kalian tanya apa aku berniat untuk beli lagi produk ini? Sayangnya, tidak.

Atau mungkin teman-teman ada yang bisa merekomendasikan produk foundation yang mungkin cocok untuk jenis kulitku yang acne prone ini?
Continue reading REVIEW : Acaci Magic Trouble Skin Solution