Monday, 8 July 2019

, , , ,

Mata Kering Menjelang Hari H, Untung Ada Insto Dry Eyes!

Menjadi anak perempuan satu-satunya dalam keluarga, membuat saya sedikit salah gaul. Bukan, bukan pergaulan yang menyimpang semacam itu. Tumbuh bersama 2 orang saudara laki-laki yang hobi bermain video games, membuat saya gak tertarik dengan permainan-permainan perempuan, seperti boneka, barbie, rumah-rumahan, dan yang lainnya. Bahkan hingga remaja dan dewasa, kalau saya ditawari bermain harvest moon atau pergi ke mall untuk shopping dengan teman-teman, saya gak ragu untuk lebih memilih macul-macul menanam jagung di Harvest Moon.

Buat saya, bermain video games itu semacam stress release, hiburan yang paling menyenangkan. Mungkin kebanyakan perempuan lebih suka shopping dan nongkrong-nongkrong untuk melepas stress, tentu saya pernah mencobanya. Bukannya menghilang, stress saya semakin menjadi setelah melihat bill yang harus dibayar. Tapi, ada kalanya kecintaan saya akan video game ini malah menjadi malapetaka, terutama di hari besar saya tahun lalu.

Review Insto Dry Eyes, Bye Mata Kering

Tahun lalu, saya menikah. Tepatnya pada 28 Januari 2018, Ibu yang memilih tanggal, karena angka cantik, ujarnya. Semua orang, terutama yang sudah menikah, pasti pernah merasakan bagaimana stress dan gak karuannya perasaan menjelang hari H. Begitupun dengan saya. Ketakutan-ketakutan tentang hari pernikahan, dari mulai yang masuk akal seperti "bagaimana jika catering kurang", "bagaimana kalau hujan besar", sampai pikiran-pikiran ngawur seperti "bagaimana kalau mantan saya datang dan menghalangi jalannya pernikahan" datang menghantui di setiap malam. Dasar saya yang kurang iman, bukannya perbanyak ibadah supaya stress berkurang, malah mencari hiburan lain untuk menepis perasaan gelisah itu. Ke mana lagi kalau bukan bermain video games.

Kalau dulu saya masih bermain PS, sekarang saya lebih banyak bermain games di handphone. Tentu saja karena alasan praktis. Mobile legend adalah salah satu games yang gak pernah saya lewatkan setiap harinya untuk dimainkan. Menjelang hari-hari pernikahan, setiap harinya saya selalu bermain ML (mobile legends) dengan alasan pengalih stress dan ketagihan tentunya. Gak peduli pagi, siang, malam, di kantor, di vendor rias, vendor katering, pokoknya dimanapun ada kesempatan untuk bermain handphone, saya selalu bermain games. Selama itu juga saya gak pernah khawatir dengan kesehatan mata saya karena saya seringkali menggunakan kaca mata minus 3.75 yang juga memiliki fungsi anti radiasi pada lensanya. Jadi, saya PD aja berlama-lama bermain games

Review Insto Dry Eyes, Bye Mata Kering

Lalu muncullah hari itu, cara Tuhan menegur saya agar saya fokus memikirkan pernikahan saya, bukan mikirin gimana caranya naik level pada video games. 2 minggu sebelum hari pernikahan, saya terbangun dengan mata sebelah kanan yang luar biasa perih. Rasanya seperti kemasukan sampo, tapi saya ingat betul saya gak pernah sampoan di kasur. Selain perih, saya merasa mata ini menjadi pegal dan berat untuk dibuka, rasanya seperti ada sesuatu yang menahan mata saya untuk tetap tertutup. Gak berhenti sampai di situ, mata ini juga terasa sepet, membuat saya hanya mampu membuka mata kanan selama 3 detik. Jika dipaksakan lebih dari itu, perihnya semakin menjadi, seperti dicolok gunting khusus bulu hidung, yang tipis itu. Akhirnya, seharian saya hanya mengandalkan mata kiri saya. Mata kanan saya gunakan seperlunya, saya buka dikit-dikit aja, seperti orang sedang ngintip.

Selama saya mengalami gejala mata kering ini, saya juga menghindari penggunaan lensa kontak, karena hanya membuat mata saya pegal dan semakin kering. Sebetulnya saya memang jarang menggunakan lensa kontak, kecuali untuk acara-acara tertentu, acara-acara besar, dan tentu hari pernikahan termasuk salah satu di antaranya. Ya, bukannya gimana-gimana, bayar make up artist kan gak murah, masa make up mata saya mau ditutupin kaca mata.

Saya pikir, masalah mata ini hal sepele. Nanti juga bakal hilang dengan sendirinya. Tapi ternyata, makin hari perihnya bukan makin menghilang, tapi malah semakin menjadi. Awal mula, saya sempat berpikiran mistis. Jangan-jangan ini semua adalah ulahnya mantan yang mengirim "sesuatu" untuk menganggu pernikahan saya. Tapi kemudian saya ditoyor oleh sahabat saya, "kalau mau suudzon mbo ya kira-kira aja!," katanya.
 Review Insto Dry Eyes, Bye Mata Kering
Karena tak kunjung membaik, saya pergi ke dokter spesialis mata atas saran Ken, sahabat saya. Begitu dokter memeriksa mata saya, beliau bilang mata saya lelah dan kering. Saya sempat ditanya apakah akhir-akhir ini sering berhadapan dengan komputer atau terlalu sering menggunakan handphone? Saya bilang tentu, itu bagian dari pekerjaan saya, berhadapan dengan komputer, tapi saya gak bilang kalau saya juga banyak menggunakan handphone untuk bermain games, malu.

Dokter bilang bahwa sebetulnya handphone atau komputer tidak akan memberikan masalah pada kesehatan mata, yang bikin mata menjadi lelah dan kering adalah karena kedipan mata kita berkurang saat dipaksa untuk fokus menatap layar. Mata kita yang biasanya berkedip 10-15x setiap menitnya, bisa menjadi berkurang setengahnya karena terlalu fokus pada gadget. Mendengar penjelasan dokter, saya hanya ber'ooh' dan menjadi paham kenapa stress saya bisa hilang saat bermain video games. Ya gimana nggak, ngedip aja lupa, apalagi stress. Untung saya masih ingat untuk napas. Nah, di sinilah saya baru sadar, bahwa ternyata memakai kaca mata anti radiasi saat menggunakan gadget gak berarti bikin kita terhindar dari mata kering.

Review Insto Dry Eyes, Bye Mata Kering

Setelah menghabiskan uang yang gak sedikit untuk membayar biaya konsultasi doker dan vitamin mata yang berupa kapsul, saya lumayan tenang, berharap besok mata saya kembali normal. 2 hari setelahnya, nah.. kalau tulisan ini masih berlanjut, pasti kalian tahu apa yang terjadi selanjutnya, kan? Ya, mata saya tetap kering, gak ada perubahan. Uang melayang sia-sia. Bukannya skeptis dengan penjelasan dari dokter, tapi karena penasaran, saya banyak baca artikel-artikel seputar penyebab mata kering. Sampai akhirnya saya menemukan artikel dari alodokter.com yang menjelaskan 3 penyebab mata kering secara umum, yaitu :

1. Produksi Air Mata Berkurang
Biasanya kondisi ini timbul karena usia tua, penyakit, konsumsi obat-obatan tertentu, kerusakan kelenjar air mata karena radiasi atau akibat operasi laser mata.

2. Air Mata Lebih Cepat Menguap
Kondisi ini dapat diakibatkan oleh cuaca (angin, asap, atau udara kering), kondisi yang membuat mata jarang berkedip (membaca, bekerja depan komputer, bermain gadget), masalah pada kelopak mat ayang berbalik ke luar ataupun ke dalam.

3. Komposisi Air Mata Tidak Seimbang
Air mata terdiri dari minyak, air, dan lendir dengan komposisi tertentu. Ketika komposisi ini berubah, dapat mengakibatkan mata kering.

Sebetulnya isi artikel tersebut kurang lebih sesuai dengan apa yang sudah dijelaskan oleh dokter. Intinya adalah tentang kurangnya kadar air pada mata. Seketika saya merasa kalau ini adalah permasalahan yang sederhana. Saya hanya perlu memproduksi lebih banyak air mata, agar mata saya lebih lembap. Terdengar masuk akal, bukan? Kalian tau apa yang saya lakukan selanjutnya? Saya memaksakan diri untuk menangis, berusaha memproduksi air mata sebanyak-banyaknya. Saya banyak menonton drama-drama sedih. Tapi bodohnya, saya menonton di handphone, dan boro-boro ingat nangis, ngedip aja saya lupa lagi karena terlalu asik mengikuti jalan ceritanya.

Sampai akhirnya gak kerasa sudah H-3. Saya mulai uring-uringan dengan masalah mata ini. Saya sampai berkali-kali curhat dengan calon suami saya saat itu. Dia cuma menenangkan bahwa gak masalah kalaupun nanti saat menikah saya harus menggunakan kaca mata, toh tetap cantik. Tapi jelas, kata-kata itu gak menenangkan sama sekali.

Pada akhirnya, Ibu datang sebagai penyelamat. Tadinya, saya gak niat untuk cerita perihal mata sakit ini karena takut dimarahi. Ibu selalu bilang jangan terlalu lama bermain handphone, tapi saya selalu mengabaikannya. Makanya, saya gak berani jujur, malu mendengar kata-kata, "Kan Ibu sudah bilang..." atau "Ibu bilang juga apa.."

Singkat cerita Ibu bilang, "Coba dipakein Insto Dry Eyes aja". Sebetulnya, Insto memang obat mata yang selalu ada di kotak P3K rumah. Tapi, karena harganya murah, saya agak skeptis kalau Insto bisa menyembuhkan mata ini. Saya pikir Insto hanya untuk menyembuhkan mata yang kemasukan pasir atau debu saja, gak sesuai dengan permasalahan mata yang saya alami. Cuma ya balik lagi, biasanya kalau Ibu yang bilang, selalu benar.

Review Insto Dry Eyes, Bye Mata Kering

Sebelum saya pakai, saya sempat baca informasi yang tertera pada kemasan Insto Dry Eyes ini. Insto Dry Eyes merupakan tetes mata steril yang mengatasi gejala mata kering. Digunakan untuk memberikan efek pelumas seperti air mata, mengatasi gejala kekeringan pada mata, meringankan iritasi mata yang disebabkan oleh kekurangan produksi air mata (biasanya pada penderita rheumatoid arthritis, keratoconjunctivitis dan xerophthalmia), juga digunakan sebagai pelumas pada mata palsu.

Review Insto Dry Eyes, Bye Mata Kering

Botol kecil dengan cairan seberat 7.5 ml ini mengandung 3.0 mg Hydroxypropyl Methylcellulose dan 0.1 mg Benzalkonium chloride di setiap ml nya. Seperti biasa, sebelum saya menggunakan suatu produk, saya selalu mengecek kandungan-kandungan yang ada di dalamnya. Ya jangankan obat mata, kandungan bedak aja biasa saya cek satu-satu kandungannya untuk menghindari timbulnya masalah baru dari kandungan yang ada.

Nah, Hydroxypropyl Methylcellulose adalah kandungan utama Insto Dry Eyes. Dilansir dari honestdocs.id, Hydroxypropyl Methylcellulose merupakan agen semisintetis dan polimerik viskoelastik yang merupakan cairan koloid. Obat ini bekerja untuk menebalkan serta melapisi permukaan dan mengikat proses granulasi. Hydroxypropyl Methylcellulose juga dapat meningkatkan efek terapi pada beberapa jenis obat, juga memiliki karakteristik seperti air mata natural dan sebagai lubrikasi pada permukaan mata serta menjaga hidrasi kornea

Selain Hydroxypropyl Methylcellulose, kandungan utama dari Insto Dry Eyes ini adalah Benzalkonium chloride. Dilansir dari alodokter.com, Benzalkonium chloride adalah zat amonium yang umumnya terkandung dalam produk antiseptik Zat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan beberapa jenis bakteri, virus, atau jamur yang dapat membahayakan tubuh.

 Review Insto Dry Eyes, Bye Mata Kering

Nah kan, membaca informasi yang ada pada box Insto Dry Eyes ini bikin saya jadi merasa bodoh kenapa gak cerita sama Ibu dari awal. Jelas-jelas di rumah ada tetes mata steril yang berfungsi seperti "air mata buatan" untuk melembapkan mata, kenapa saya harus repot-repot nonton drama sedih untuk memaksakan air mata saya keluar??

Review Insto Dry Eyes, Bye Mata Kering

Akhirnya saya menggunakan Insto Dry Eyes selama 3 hari berturut-turut sampai di hari H. Saya pakai 2x sehari, saat siang hari dan sebelum tidur. Tiap mata biasanya saya tetesi 1-2x. Efeknya mulai terasa dari mulai pemakaian kedua. Awalnya mata saya terasa lebih enteng, gak sepet walaupun masih terasa sedikit kering. Sudah mulai bisa bertahan untuk terbuka selama 5 detik di hari kedua. Lalu esoknya lagi, mata saya sembuh total, gak kering sama sekali, tepat di hari H.

Untuk jaga-jaga, saya juga menggunakan tetes Insto ini di hari pernikahan, tentunya bukan pada saat saya menggunakan kontak lensa, tapi 20 menit sebelum memakainya. Alhamdulillah, akhirnya saya bisa memamerkan eye make up mahal ini di depan suami tanpa terhalang kaca mata.

Review Insto Dry Eyes, Bye Mata Kering

Acara pernikahan berlangsung dengan lancar tanpa kendala apapun, bikin saya ngerasa menyesal karena terlalu stress memikirkan ketakutan-ketakutan saya di hari pernikahan dan berujung dengan stress mengobati mata yang kering. Tapi kan everything happens for a reason, mungkin Tuhan negur saya biar saya bisa lebih mengontrol hobi saya main games setelah saya menikah, biar saya gak lebih memilih mabar (main bareng) dibanding membuat sarapan suami. Tapi ya meskipun saya sudah jarang main game lagi, masalah mata kering, mata sepet, mata pegel, mata perih, ataupun mata lelah, kadang emang gak bisa dihindari. Tentu saja karena saya masih suka nonton drama korea, masih suka baca e-book, dan tentunya blogging.

 Review Insto Dry Eyes, Bye Mata Kering

Pengalaman mata kering yang saya alami ini hanya salah satu dari sekian banyak pengalaman mata kering saya yang lain. Bukan hanya masalah terlalu lama bermain games, tapi juga aktivitas lainnya yang melibatkan mata sebagai panca indera yang paling "bekerja keras" dalam kehidupan sehari-hari. Tapi gak masalah, selama ada Insto di rumah, I know I'm in good hands.

Review Insto Dry Eyes, Bye Mata Kering

Sebetulnya ada banyak pilihan produk di luar sana yang mengklaim memiliki khasiat yang serupa dengan Insto Dry Eyes ini. Tapi, selain saya lebih percaya dengan Ibu yang sudah berpengalaman menangani masalah-masalah kesehatan anak-anaknya, Insto Dry Eyes ini merupakan Brand Tetes Mata No 1 di Indonesia. Kalau saya sudah cocok dengan yang No 1, kenapa saya mesti coba brand-brand nomor selanjutnya, ya kan?


Disclaimer : Artikel ini ditulis dalam rangka kompetisi blog yang diselenggarakan oleh Insto dengan tema Bye Mata Kering. Semua gambar dan foto yang terlampir bersumber dari penulis dan website Insto.
Continue reading Mata Kering Menjelang Hari H, Untung Ada Insto Dry Eyes!

Sunday, 7 July 2019

, , , ,

REVIEW : Emina Lip Cushion Let It Peach, Unik sih, tapi...

Produk yang saya ulas sekarang, sebetulnya sudah booming dari kemarin-kemarin. Beauty enthusiast pasti udah gak asing lagi, lagipula, sepengetahuan saya produk lip cushion dari brand lokal hanya produk ini saja. Sejujurnya, saya bukan tertarik dengan bentuknya atau aplikatornya, tapi lebih penasaran ke warnanya. Warna peach sealu menarik perhatian saya, karena ya.. bikin muka keliatan lebih muda dan fresh (atau mungkinkah saya hanya kepedean)? Karena produknya sudah saya cantumkan di judul, jadi ya udah jelas.. ini produknya

INFORMASI PRODUK

Review Emina Lip Cushion Let It Peach Anisa Firdausi

Emina Lip Cushion 01 Let It Peach
Produced by PT. Paragon Technology dan Information
Industri Road IV Blok AF No. 18 Jatake Industrial Area
Tangerang - Indonesia
POM NA 18181303142

KEMASAN

Review Emina Lip Cushion Let It Peach Anisa Firdausi

Review Emina Lip Cushion Let It Peach Anisa Firdausi

Di dalam box berwarna peach, kemasannya berupa tube dengan tutup model ulir. Aplikatornya terbuat dari busa, layaknya cushion. Kemasannya yang imut dengan warna yang cerah, serta design yang "remaja banget", memang selalu menjadi ciri khas produknya Emina.

KLAIM

Emina Lip Cushion memberikan cara yang menyenangkan untuk mempercantik tampilanmu. Teksturnya yang velvety dapat memberikan warna yang intens namun tetap terasa ringan pada bibir

CARA PAKAI

Aplikasikan Emina Lip Cushion pada bibir dan gunakan ujung cushion untuk membuat tampilan yang cantik.

KANDUNGAN

Review Emina Lip Cushion Let It Peach Anisa Firdausi

Cyclopentasiloxane, Diisostearyl Malate, Kaolin, Bis-Diglyceryl Polyacyladipate-2, Dimethicone Crosspolymer, Phenyl Trimethicone, Hydrogenated Lecithin,  Hydrogenated Polyisabutene, Vinyl Dimethicone/ Methicone Silsesqulaxane Crosspolymer, HDI/ Trimethylol Hexyllactone Crosspolymer, Disteardimonium Hectorite, Propylene Carbonate, Phenoxyethanol, Ethylhexylglycerin, Polythylene,Silica Silylate,Alumunium Hydroxide, BHT, Tocopheryl Acetate, Triethoxycaprylysilane, Fragrance, Silica, Tocopherol

TEKSTUR, WARNA, DAN AROMA

Review Emina Lip Cushion Let It Peach Anisa Firdausi

Teksturnya creamy. Kental dan padat, sehingga memberikan coverage yang  cukup oke untuk ukuran pewarna bibir dengan warna peach. Teksturnya yang velvety membuat produk ini mudah menyatu dengan warna bibir, gak bikin bibir kelihatan kering ataupun patchy. Untuk warna, warnanya betul-betul definisi warna peach, segar dan masih bisa masuk ke semua warna kulit. Ada sedikit aroma manis seperti aroma-aroma lip cream pada umumnya, tapi sama sekali gak menganggu.

HASIL PEMAKAIAN

Poin utama yang paling saya suka dari lip cushion ini adalah teksturnya. Teksturnya ini creamy, padat, dan velvet. Sekali poles sebetulnya coveragenya sudah mantap, tapi belum bisa menutup garis hitam di bibir saya. Butuh 2x oles hingga benar-benar menutup. Lip cushion ini punya tekstur yang spreadable, gampang dibaurkan. Memiliki hasil akhir lembut dan halus, tanpa membuat bibir kering. Hasil akhirnya velvet, semi matte. Menggunakan 1 layer lip cushion menurut saya kurang menutup garis hitam di bibir, tapi 2 layer malah bikin bibir kelihatan moronyoy, terlalu terang. Makanya, biasanya saya akalin dengan mengatupkan bibir ke tissue, untuk mendapatkan hasil yang lebih natural.

Review Emina Lip Cushion Let It Peach Anisa Firdausi

Sebetulnya yang menjadi daya tarik lip cushion ini adalah aplikatornya kan ya, tapi saya merasa justru poin minus dari produk ini justru pada aplikatornya. Agak sulit untuk mengaplikasikan pewarna bibir menggunakan busa yang bentuknya gendut dan bulat seperti ini, apalagi untuk digunakan pada bibir tipis seperti bibir saya, sulit untuk menjangkau sudut-sudut bibir. Bisa sih, cuma ya butuh waktu lama dan seringkali malah bikin belepotan. Selain itu, bentuk aplikator busa seperti ini, membuat saya agak risih tiap mau touch up. Jadi biasanya, saya selalu membersihkan bibir sampai betul-betul bersih, baru pakai lip cushion ini lagi. Karena kalau ditumpuk, teksturnya jadi aneh, dan saya takut aplikatornya malah jadi sarang bakteri. 

Daya tahan lip cushion ini mirip-mirip dengan lip cream. Gak akan rusak kalau makan makanan kering tanpa minyak. Tapi begitu makan gorengan, ya sudah bubar. Intinya, lip cushion ini memang inovasi yang menarik, tapi bagi saya kaum berbibir tipis, inovasi ini malah nyusahin. Untung masih bisa termaafkan dengan cantiknya warna let it peach ini. Tadinya saya berniat untuk coba warna lainnya, yang Be Cherry. Tapi, setelah mencoba aplikatornya, kayaknya saya kurang cocok dengan produk ini. Mungkin kamu-kamu yang punya bibir ala Angelina Jolie bisa coba produk ini.

KESIMPULAN

+ Kemasan imut dan gak makan tempat
+ Tekstur creamy dan padat
+ Coverage oke
+ Gak bikin bibir kering
+ Membuat tekstur bibir terlihat lebih halus
+ Warna let it peachnya cantik
+ Aromanya gak mengganggu
+ Teksturnya spreadable
- Aplikatornya kurang nyaman digunakan, terlalu besar untuk bibir tipis saya


Harga : IDR 56.500
Nilai : 3/5
Continue reading REVIEW : Emina Lip Cushion Let It Peach, Unik sih, tapi...

Sunday, 30 June 2019

,

Betulkah Konten Horror di Sosmed Penuh Kebohongan?

Maraknya konten paranormal experience di social media, terutama di youtube channel, memang menarik banyak kalangan. Sebutlah Jurnal Risa, Kisah Tanah Jawa, Paranormal Experience Raditya Dika, dan masih banyak lagi. Gak cuma buat orang-orang yang berani, tapi buat orang-orang yang penakut semacam saya, konten-konten ini memang menarik. Sebetulnya saya juga heran dengan tipe orang seperti saya. Udah tau penakut, udah tau gak berani sendirian di tempat gelap, tapi tetep aja tertarik buat ngikutin cerita-cerita berbau paranormal. Saya sering ditegur berkali-kali oleh ibu dan kakak saya, jangan suka nonton film yang ada "uka-uka" nya, karena menjadi penakut bukanlah hal yang membanggakan. Ya, tapi tetep aja, saya dan adik biasanya diam-diam streaming film hantu, meskipun saya lebih banyak nonton telapak tangan dibanding layar TV.

Betulkah Konten Horror di Sosmed Penuh Kebohongan?

Kembali lagi ke topik, kita tahu betul bahwa segala sesuatu pasti ada pro dan kontranya. Ternyata, banyak juga kubu orang-orang yang skeptis dan gak percaya dengan hal-hal semacam itu. Contohnya, Rey Utami dan suaminya -yang saya gak tau siapa namanya itu-, tiba-tiba muncul dan mengkritisi Jurnal Risa yang dianggap membodoh-bodohi penontonnya. Mereka bilang bahwa Jurnal Risa hanya mengarang cerita, bahwa Asih, Peter, Hans, Johnson, Marianne dan yang lainnya hanyalah karangan Risa dan sepupu-sepupunya. 

Pasangan suami istri yang gak terkenal itu juga bilang kalau adegan kesurupan dalam Jurnal Risa terlihat terlalu "kalem", gak seperti yang selazimnya terjadi (btw, emang lazimnya kesurupan itu seperti apa?). Padahal, Risa sering bilang kalau yang dia lakukan adalah mediasi, bukan kesurupan. Yang artinya, kontrol masih ada pada Risa, bukan pada si huntu seperti yang terjadi saat kesurupan. Dan ya, kalau misalkan si suami istri ini memang gak percaya, ya sudah, seharusnya mereka sadar bahwa mereka bukan pasarnya Jurnal Risa, gak perlu ditonton juga, apalagi untuk membully. Eh, tapi beberapa waktu setelahnya, suami istri ini mengaku bahwa mereka hanya ingin panjat sosial. Oh..hm...yaaa.. baiklah.


Selain Rey Utami dan suaminya, banyak orang-orang seperti mereka ini. Bukan sekedar gak percaya, tapi juga membully dan menjatuhkan orang-orang yang memiliki konten tersebut. Hal ini juga yang dirasakan oleh seorang pria yang viral akhir-akhir ini karena ceritanya tentang bis hantu. Gak familiar dengan ceritanya?  Jadi gini..

Cerita ini viral dari unggahan Instastory seorang pria bernama Hebi di akunnya @hebosto. Hebi ini bercerita mengenai keanehan-keanehan di bis yang ia tumpangi. Dari mulai suasananya yang mencekam, bau-bau anyir, kenek yang gak mau dibayar, dan foto yang menunjukkan bahwa kursi-kursi di belakangnya kosong melompong gak ada orang padahal ia sadar betul bahwa bis tersebut penuh. Yang tertarik dan merasa merinding dengan cerita ini, banyak. Tapi yang gak percaya dan menuduh Hebi hanya ingin numpang viral juga gak kalah banyaknya. Bahkan sedihnya, istri dan anaknya sempat ikut dibully, disumpahi agar diikuti setan-setan. Emang netizen-netizen model begini mulutnya sampah banget.

Saya juga sempat nonton video Raditya Dika yang menanggapi kisah bis hantu yang viral tersebut. Saya sepakat bahwa apa yang diungkapkan oleh Hebi itu dapat percaya, tentang bau anyir, suasana mencekam, hasil foto yang menunjukkan bis dalam keadaan kosong, itu benar adanya. Tapi, yang belum pasti adalah kesimpulan bahwa semua itu terjadi karena ia berada di dalam bis hantu. Bisa jadi ada penjelasan lain, walaupun saya gak tau penjelasan apa yang masuk akal selain itu memang bis berhantu. 

Saya sendiri gak bisa menilai tentang kebenaran cerita paranormal activity yang banyak tayang di beberapa youtube channel. Saya gak punya kemampuan untuk melihat ataupun merasakan hal-hal seperti itu (syukurlah), jadi saya gak tau juga apakah mereka jujur atau bohong. Cuma ya saya percaya bahwa beberapa orang dianugerahi kemampuan untuk bisa merasakan hal-hal semacam itu, dengan kapasitas yang berbeda-beda. Saya juga percaya bahwa banyak hal-hal di dunia ini yang sulit dijelaskan secara ilmiah. Apalagi jika menonton youtube channel Kisah Tanah Jawa, saya selalu tertarik dengan penjelasan-penjelasan Om Hao mengenai hal-hal yang berbau spiritual. Gak melulu soal seram-seramnya hantu, Om Hao juga sesekali bercerita dan meluruskan tentang apa-apa yang menurutnya terjadi di alam "sana".

Pertama kali saya menyimak Kisah Tanah Jawa, tentu saja dari channelnya Raditya Dika. Saat itu tema yang sedang di angkat di konten Paranormal Experience adalah tentang rumah sakit yang konon angker. Om Hao dan kedua rekannya -yang saya lupa namanya-, bercerita tentang pengalamannya dalam menjelajahi ruangan-ruangan yang ada di rumah sakit tersebut. Bedanya dibanding konten horror yang lain, Om Hao menyampaikan bahwa dalam perjalanan mereka menjelajahi tempat yang dihuni makhluk-makhluk astral, mereka membutuhkan izin dari warga setempat, tentunya yang bentuknya halus juga. Gak semua memberikan izin, kalaupun ada, biasanya dibatas hanya beberapa jam itupun dengan beberapa persyaratan. Contohnya, pada saat berkunjung ke rumah sakit tersebut, Om Hao diharuskan untuk memakai baju operasi, itu adalah semacam permintaan dari penunggu yang ada di sana.


Selain bercerita tentang tempat-tempat angker, Om Hao juga menjelaskan mengenai hal-hal mistis yang gak jarang terjadi di sekitar kita. Contohnya tentang bagaimana kita bisa secara sadar melihat orang yang seharusnya sudah meninggal sedang melakukan aktivitas yang memang sehari-hari ia lakukan. Di tiap kesempatan Om Hao juga sering membahas mengenai ruang dan waktu, bagaimana suatu ruangan bisa merekam semua aktivitas yang kita lakukan dan memutarnya kembali. Juga tentang aura-aura yang dimiliki orang, tentang orang-orang "besar" yang terlahir dengan aura yang berbeda dan memiliki mahkota di kepalanya.

Berkali-kali saya menyimak Kisah Tanah Jawa, gak sekali dua kali saya bingung, memutar ulang videonya untuk mendengar kembali penjelasan dari Om Hao. Tapi tetep aja, kadang ya gak mudeng dan gak masuk akal. Tapi sebetulnya, yang membuat saya tetap tertarik dan menyimak channel-channel seperti ini bukan karena saya 100% percaya, tapi hanya karena ingin mendengar dan memahami perspesktif orang-orang seperti Om Hao ini. Lagipula, kalaupun mereka berbohong, ya gak bikin saya rugi, karena apa-apa yang saya lihat dan dengar gak serta merta mempengaruhi value atau prinsip hidup saya kan. Jadi ya mengenai konten-konten horror ini, biarkan saja. Cukup nikmati jika kalian merasa terhibur, dan tinggalkan jika kalian merasa terganggu. Setuju gak? Atau kamu punya pendapat lain?
Continue reading Betulkah Konten Horror di Sosmed Penuh Kebohongan?

Saturday, 29 June 2019

, , , ,

Redwin Sorbolene Moisturiser, Lotion Andalan Si Kulit Kering dan Sensitif

Siapa di sini yang sedang dalam pencarian lotion yang bikin kulit cerah seketika? Maaf, sayang sekali bukan di sini tempatnya. Tulisan ini khusus kamu-kamu yang sedang mencari lotion yang super melembapkan tapi gak bikin lengket. Menurut saya, punya kulit yang selalu terhidrasi, lembap, dan kenyal adalah goal yang harus saya capai. Alih-alih mencari lotion untuk mencerahkan kulit, saya selalu suka lotion yang ngasih nutrisi dan kelembapan maksimal untuk kulit saya. Bukan berarti saya menghakimi teman-teman yang berambisi untuk punya kulit putih ya, kalau kalian memang lebih concern dengan kulit yang cerah, ya go for it. Tapi ya sayang, produk yang akan saya ulas sekarang gak punya efek untuk mencerahkan kulit sama sekali. 

Bicara tentang produk pelembap, pilihannya sangat banyak. Tapi, biasanya kendala dari produk-produk pelembap adalah tekstur lengket dan licin saat terkena air. Buat saya, produk-produk seperti itu kadang bikin saya malas ke WC, karena menghindari kulit terkena air, malas dengan sensasi licin-licinnya. Tapi, beda dengan produk sorbolene yang akan saya ulas sekarang. Eh, apa? Sorbolene? Iya, sorbolene! Bagi yang belum pernah dengar, sorbolene adalah jenis krim yang sangat aman digunakan oleh segala kalangan, tidak membuat iritasi, tidak berbau, dan dapat digunakan pada semua jenis kulit.

Menurut dr. Ricky Jayadi, sorbolene kaya akan kandungan gliserin, yang berasal dari bahan alami, diketahui paling cepat dan efektif meredakan rasa tak nyaman pada kulit kering atau kulit teriritasi akibat sinar matahari. Gliserin bekerja dengan cara mengikat air di sekelilingnya untuk melembapkan kulit. Di dunia kedokteran kulit, sorbolene sudah seringkali diresepkan pasien dengan masalah kulit, terutama eksim. Sorbolene mengandung pula elemen petroleum yang menutupi dan melindungi kulit dari bakteri dan virus. Meski demikian, sorbolene bersifat non-comedogenic, tidak akan menggumpal dan menyumbat pori-pori.

Saya gak begitu famiiar dengan produk-produk sorbolene yang lain, tapi untuk produk yang saya ulas kali ini pasti sudah sering kalian dengar, sorbolene no 1 keluaran Australia, yaitu Redwin Sorbolene Moisturiser.

INFORMASI PRODUK


Review Redwin Sorbolane Moisturiser Indonesia Anisa Firdausi 
Redwin Sensitive Skin Sorbolene Moisturiser
Made In Australia 
Pharmacare Laboratories Pty Ltd,
18 Jubilee Avenue Warriewood
NSW 2102 Australia

KEMASAN

 Review Redwin Sorbolane Moisturiser Indonesia Anisa Firdausi

Redwin ini mengeluarkan berbagai jenis produk dengan volume yang berbeda, sehingga kemasannyapun berbeda. Ukuran 100 gram berbentuk tube, sedangkan ukuran-ukuran di atas itu, 500 ml, 1 liter, 2 liter berbentuk pump. Keduanya ada plus minusnya. Kemasan tube sangat praktis untuk dibawa kemana-mana tapi jika dilihat dari berat bersihnya, harganya lebih mahal dibanding yang kemasan pump, dan juga kita perlu mengontrol jumlah produk yang akan dikeluarkan.. Kemasan pump, memudahkan kita dalam mengeluarkan produknya, tapi selain kemasannya sulit untuk dibawa-bawa, model pump ini sering menyisakan banyak produk di dasar kemasan. Bagi saya, tipe yang suka ngisi air ke sampo atau sabun yang tinggal dikit lagiterus dikocok-kocok, rasanya gak tega kalau buang produk yang masih ada sisa-sisanya.

KLAIM

Dari namanya, jelas produk ini bermaksud untuk memberikan kelembapan, khususnya untuk kulit sensitif. Kenapa sih produk ini bisa aman banget, sampai-sampai bayipun boleh pakai? Karena sorbolene ini gak mengandung pewangi, pewarna, dan paraben, sehingga aman banget untuk dipakai semua kalangan dan semua jenis kulit.

Review Redwin Sorbolane Moisturiser Indonesia Anisa Firdausi

Gak cuma untuk melembapkan dan mengatasi kulit kering pecah-pecah, Redwin Sorbolene Moisturiser ini juga punya beberapa fungsi lainnya, seperti :
- Mengatasi ruam popok, ruam kulit, dan kulit terbakar pada bayi
- Sebagai shaving cream kaki, ketiak, dan wajah
- Sebagai make up remover

CARA PAKAI

Untuk hasil terbaik, gunakan sedikit produk pada kulit. Setelah menyerap, ulangi kembali. Gunakan setiap hari setelah mandi dan setelah terkena sinar matahari.

KANDUNGAN

Review Redwin Sorbolane Moisturiser Indonesia Anisa Firdausi

TESKTUR, WARNA, DAN AROMA

Krim berwarna putih dan kental ini awalnya bikin saya curiga. Jangan-jangan ujung-ujungnya sorbolene ini berat dan licin-licin kalau kena air. Ternyata enggak dong! Teksturnya memang kental, tapi menyerap dengan sangat cepat. Awalnya memang terasa berat, tapi setelah beberapa menit, rasa lengket dan berat dari sorbolenenya hilang gitu aja. Sedangkan untuk aromanya, karena sorbolene ini gak mengandung pewangi sama sekali, aromanya seperti obat, seperti salep. Jadi ya jangan ngarep kulitmu bakal wangi seperti kamu menggunakan sorbolene pada umumnya. Tapi bagi saya, wangi itu tugasnya parfum, bukan lotion, jadi ya gak wangipun gak masalah.

HASIL PEMAKAIAN

Seperti yang tadi saya bilang, saya selalu malas pakai lotion kalau hasilnya licin saat terkena air. Bikin gak nyaman kalau harus ke WC ataupun wudhu. Karena malas itu, akhirnya kulit saya jadi sering keliatan kering. Apalagi karena kulit saya sawo matang, kulit kering dan bersisik lebih terlihat. Akhirnya, suatu ketika saya dapat endorse dari Redwin Sorbolene Moisturiser ini, dan langsung jatuh cinta secepat itu.

Review Redwin Sorbolane Moisturiser Indonesia Anisa Firdausi

Teksturnya yang padat gak jadi masalah buat saya, selama hasilnya gak licin dan gak bikin lengket. Beberapa orang mengeluhkan sensasi lengket di awal pemakaian, tapi saya enggak. Wajar untuk suatu produk membutuhkan waktu untuk bisa menyerap ke dalam epidermis kulit. Justru yang bikin saya takjub adalah sensasi setelah sorbolenenya menyerap, betul-betul lembap tanpa rasa lengket. Rasanya seperti kulitmu memang sehalus itu tanpa menggunakan lotion apapun. Betul-betul ringan dan gak licin saat terkena air.

Hal lain yang saya suka adalah efek melembapkan yang bertahan lama. Dalam sehari, biasanya saya 2x menggunakan Redwin Sorbolene Moisturiser ini, sesuai jumlah saya mandi. Tapi kalau saya lagi malas mandi sore, saya skip sorboene ini. Tapi... kulit saya tetap halus. Jadi, kalau misalnya lotion lain hanya memberikan efek jangka pendek, saya rasa Redwin Sorbolene Moisturiser ini punya efek yang cukup lama dalam hal melembapkan kulit. Percaya atau nggak, semenjak saya menggunakan sorbolene ini, saya bisa merasakan perbedaan dan perubahan positif dari kulit saya. Suer deh, kulit saya jauuuuh lebih haluus dan lembut, jauh dari kering-kering atau sisik apalah itu. Saya jadi seneng megang-megang tangan karena saking lembut dan halusnya ini kulit, apalagi suami saya.

Beberapa orang ada yang sukses memudarkan sampai menghilangkan stretch mark yang ada pada bagian tubuhnya. Tapi buat saya, sorbolene ini hanya sebatas menghaluskan tekstur stretch mark tersebut, membuatnya menjadi sama rata, sama halusnya dengan bagian kulit yang lain. Saya sih puas, karena dibanding dengan lotion yang pernah saya pakai sebelumnya, hanya sorbolene ini yang punya efek pada stretch mark kulit, sisanya gak ngaruh apa-apa.

Untuk fungsi-fungsi lainnya, saya belum pernah coba. Saya belum pernah mencoba ini di kulit bayi, karena bayinya juga belum ada. Untuk shaving juga belum pernah. Lalu untuk menghapus make up, karena saya punya banyak produk penghapus make up, yaaa pakai yang ada aja. Kalau semua-semua dikerjain sama si sorbolene ini kasian yang lain jadi gak ada kerjaan.

KESIMPULAN

+ Multifungsi, bisa digunakan semua jenis kulit
+ Gak licin saat terkena air
+ Tanpa pewangi
+ Tanpa pewarna
+ Tanpa paraben
+ Melembapkan dalam jangka waktu yang lama
+ Membuat kulit jauh lebih halus
- Butuh waktu untuk diratakan dan menyerap ke dalam kulit

Harga : IDR 75.000 untuk 100 gr, IDR 130.000 untuk 500 ml
Nilai : 5/5


Continue reading Redwin Sorbolene Moisturiser, Lotion Andalan Si Kulit Kering dan Sensitif

Thursday, 20 June 2019

, ,

3 Alasan Krim Wajah Abal-Abal Masih Diminati

Masih ingat gak, dulu saya pernah cerita kalau suatu hari saya belanja di pasar lalu menemukan ibu-ibu paruh baya yang membeli krim gajebo (gak jelas, bo!) seharga 7.500 per pot nya? Krim dalam pot transparan dengan warna kuning dan putih, yang pasti salah satunya adalah krim pagi/siang, dan yang satunya lagi adalah krim malamnya. Padahal, kejadian itu rasanya sudah lebih dari 4 tahun lalu. Tapi sedihnya, sampai saat ini, krim-krim setipe dengan merk jual dan harga yang variatif, masih saja berbedar, dan laku di pasaran.

Alasan Krim Wajah ABal Bermerkuri Banyak Diminati

Kenapa krim ini bisa seberbahaya itu? Jelas karena bahan-bahan yang digunakan bukanlah bahan-bahan yang sewajarnya dipakai dalam membuat skincare. Dua kandungan berbahaya yang seringkali digunakan pada krim abal tersebut adalah merkuri dan hydroquinone. Merkuri memang memiliki kemampuan menghambat pembentukan melamin sehingga kulit tampak lebih cerah dalam waktu yang singkat. Padahal di balik itu, banyak efek negatif yang ditimbulkan dari senyawa ini. Bukan cuma permasalahan kulit, merkuri juga beresiko mengganggu berbagai organ tubuh seperti otak, ginjal, jantung, dan organ lainnya.

Hydroquinone sebetulnya sering digunakan pada obat kulit yang dikeluarkan oleh dokter. Jadi jelas ya, ini adalah obat, bukan skincare pemutih meskipun hydroquinone sendiri berfungsi dalam mengatasi hiperpigmentasi atau flek hitam yang diakibatkan oleh paparan sinar matahari. Penggunaan hydroquinone harus berada di bawah pengawasan dokter dengan dosis yang sudah ditentukan. Biasanya dokter juga menghindari penggunaan obat ini pada ibu hamil dan anak-anak di bawah umur. Penggunaan hydroquinone bukan untuk penggunaan jangka panjang. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kulit iritasi, kemerahan, terbakar, kemerahan, atau bahkan kehitaman yang permanen.

Melihat banyaknya masyarakat yang masih tertarik dengan krim-krim berbahaya ini bikin saya penasaran mencari tau apa sebetulnya yang melatarbelakangi kenekatan orang-orang ini untuk memakai krim yang berembel-embel "krim dokter". Padahal, logikanya saja, dokter kulit adalah dokter. Gimana caranya seorang dokter bisa merekomendasikan suatu produk/ obat tanpa melihat secara langsung permasalahan yang dialami oleh pasiennya. Bahkan dokter online di aplikasi berbayar pun gak pernah memberikan resep obat tanpa melakukan tatap muka. Tapi ya tetap saja, masih banyak yang percaya kalau ada dokter yang bisa membuat skincare yang cocok dengan semua orang, apapun permasalahan kulitnya.

Memang susah sih, menyadarkan orang tentang betapa berbahayanya krim yang mereka pakai. Saya sendiri pernah menegur ibu yang pernah menggunakan krim semacam ini, padahal sebetulnya gak punya permasalahan serius dengan kulit wajahnya. Bahkan, untuk usia lebih dari setengah abad, ibu sering disangka  masih berusia 40an. Sedikit flek hitam karena keras kepala gak pernah mau pakai sunscreen adalah satu-satunya permasalahan kulitnya. Tapi, sebetulnya itupun gak terlalu kelihatan kecuali dilihat di bawah sinar matahari. Cuma ya, namanya ibu-ibu, gampang banget tergoda opini-opini tetangga. 

Ceritanya suatu hari, temannya menawarkan paketan krim wajah degan bahan-bahan "alami" yang selama ini ia pakai, dan sukses menghilangkan flek-flek hitam di wajahnya. Memang betul, wajahnya menjadi lebih bersih dan putih (putih ya, bukan cerah). Setelahnya, ibu ikut serta menggunakan produk tersebut. Bukannya saya membiarkan, tapi butuh waktu untuk menjelaskan betapa berbahanya krim krim gak jelas tersebut. Kira-kira, kenapa sih begitu sulitnya menghilangkan krim berbahaya ini dari pasar? Kenapa krim-krim ini masih punya banyak peminatnya?

Hasil pengamatan saya selama ini, ternyata ada beberapa poin yang saya rasa merupakan alasan-alasan kenapa krim gajebo ini bisa bertahan lama di pasaran, di antaranya :

1. Efek Pemutih Instan

Bagi saya yang sering skeptis dengan janji-janji manis suatu produk, bakal langsung curiga kalau ada satu produk yang menjanjikan dan membuktikan bahwa produk tersebut dapat membuat kulit putih secara instan hanya dalam 2 minggu. Rasanya too good to be true. Terlalu mustahil dan gak masuk akal. Tapi sebaliknya, ada juga yang menganggap produk ini adalah penemuan cerdas dan menggiurkan, apalagi dengan harga yang terjangkau dibanding harus pergi ke klinik kecantikan dan harus mengeluarkan biaya dokter.

Alasan Krim Wajah ABal Bermerkuri Banyak Diminati
Sumber gambar : hipwee.com
Padahal, kalau mau berpikir secara logis, jika sebegitu mudahnya mendapatkan krim yang bisa membuat wajah licin, mulus hanya dalam 2 minggu, lalu kenapa SK II yang harganya jutaan saja butuh waktu beberapa bulan untuk menunjukkan efeknya? Kalau memang ada bahan "alami" yang murah dan bisa menghilangkan jerawat dan cocok di segala jenis kulit, kenapa brand brand drugstore gak ikut mencobanya? Semua pasti ada alasannya, dan untuk ini alasannya ya karena bahan-bahan yang digunakan adalah bahan yang berbahaya dan gak aman untuk kulit! Brand-brand besar, brand-brand legal, gak akan mau mengambil resiko menggunakan bahan-bahan seperti itu.

2. Efek Samping Gak Langsung Terasa

Memang lebih mudah untuk berhenti menggunakan produk yang langsung memberikan reaksi negatif pada tubuh kita. Tapi gimana ceritanya kalau efek negatif itu baru kita rasakan beberapa tahun ke depan?

Waktu saya menegur teman yang juga menggunakan krim abal ini, reaksinya sama seperti ibu saya, "ah aman-aman aja kok, aku pakai ini gak kenapa-kenapa". Padahal, kalau mau baca, banyak kok informasi seputar krim krim abal, betapa berbahayanya krim ini hingga dapat menyebabkan kanker kulit. Memang bukan sekarang, tapi resiko-resiko berbahaya sudah menanti di tahun-tahun ke depan. Hiii..

3. Maraknya Promosi Oleh Artis

Yang ini juga gak bisa dipungkiri. Beberapa artis berkulit mulus banyak yang masih mempromosikan krim-krim yang gak jelas kandungannya. Ya jelas, masyarakat, terutama yang awam dengan dunia kecantikan, bakal tergiur dan percaya bahwa kemulusan dan kecantikan si artis ini adalah hasil dari penggunaan krim tersebut. Padahal, ya moso aja? Biaya perawatan mereka aslinya mungkin seratus kali lebih mahal dari biaya krim yang mereka promosikan.

Masih ingat kasus artis-artis yang terjerat hukum karena mempromosikan krim kulit yang berbahaya? Ingat apa yang polisi bilang? "Proses promosinya seolah-olah artis itu memakai produk kecantiknya itu, padahal tidak."

Yo lagian kalau mau mikir sih ya, masa artis-artis itu cuma pakai krim senilai 300ribu aja, masa kalah sama saya yang pakai skincare jutaan (padahal nyicil).

Alasan Krim Wajah ABal Bermerkuri Banyak Diminati
Sumber gambar : winnetnews.com
Nah, itu adalah 3 poin yang menurut saya menjadi faktor utama kenapa krim abal-abal ini masih banyak beredar di pasaran. Memang, ada beberapa brand yang baru saja mengeluarkan produk dan kadang saya juga masih bingung keasliannya. Makanya, penting untuk banyak-banyak mencari informasi sebelum membeli suatu produk. Salah satunya dengan cara memastikan produk tersebut sudah terdaftar di BPOM. Selain itu, sudah banyak informasi yang menjabarkan mengenai ciri-ciri krim bermerkuri, seperti warna yang mengkilat, aroma yang cukup menyengat, dan hal-hal lainnya. Intinya adalah, untuk menjadi cantik, kita perlu pintar juga, jangan malas untuk membaca, jangan mudah percaya dengan skincare yang serba instan. Biasanya, yang instan-instan memang patut dicurigai, ya gak sih?
Continue reading 3 Alasan Krim Wajah Abal-Abal Masih Diminati

Friday, 14 June 2019

, , ,

Mengenal Exfoliator : Physical Exfoliator, Chemical Exfoliator, AHA, BHA? Apa Bedanya?

Eksfoliasi atau pengangkatan sel kulit mati adalah salah satu step penting dalam perawatan wajah. Penumpukan sel kulit mati dan kotoran, kerap kali menimbulkan permasalahan kulit wajah. Dari mulai komedo, tekstur dan warna kulit yang gak merata, sampai jerawat yang meradang. Sebetulnya, kulit kita punya kemampuan untuk meregenerasi kulit secara alami dalam periode waktu tertentu. Normalnya, di usia remaja, regenerasi kulit terjadi setiap 28 hari sekali. Tapi, tentu saja, semakin bertambah usia kita, kemampuan regenerasi ini menurun, semakin lama. Oleh karena itu, kita butuh exfoliator lain untuk mengoptimalkan regenerasi kulit ini.
 


Bagi yang sudah sering menggunakan produk-produk exfoliator, pasti paham kalau sebetulnya exfoliator ini terbagi menjadi 2, physical exfoliator dan chemical exfoliator. Physical exfoliator tampaknya booming lebih dulu dibanding dengan chemical exfoliator. Produk physical exfoliator memanfaatkan tekstur kasar pada produknya (yang biasa kita sebut scrub), dalam rangka mengangkat sel-sel kulit mati.  Bahannya cenderung sederhana dan mudah ditemukan, contohnya kopi, biji aprikot, gula, dan lain-lain. Produk-produknya pun cenderung mudah ditemukan, dari mulai brand lokal maupun brand luar. Bahkan rasanya, hampir 90% exfoliator yang dikeluarkan oleh brand lokal adalah tipe exfoliator ini. Berikut adalah contoh-contoh physical exfoliator:

 produk-produk physical exfoliator anisa firdausi

Tapi, kalian juga harus paham efek samping dari physical exfoliator ini. Dikarenakan mengandung butiran-butiran scrub, ada gesekan yang cukup intens antara butiran scrub dengan permukaan kulit. . Jadi, ingat untuk selalu menggunakannya secara gentle, pelan-pelan, untuk menghindari resiko kulit menjadi iritasi ataupun kulit kering. Lalu, ada baiknya, kalian pilih jenis scrub dengan butiran kecil-kecil, atau yang biasa disebut microbeads, agar kulitmu tetap aman.

Selanjutnya kita beralih ke chemical exfoliator yang saat ini sedang booming. Beda dengan physical exfoliator yang mengandalkan bentuk dan tekstur dari produknya, chemical exfoliator fokus pada kandungan kimia  (umumnya menggunakan acid), yang berfungsi untuk membantu kulit melakukan regenerasi. AHA dan BHA merupakan kandungan yang umum terkandung pada produk chemical exfoliator. Saya yakin kalian pernah dengar kan produk-produk yang sekarang lagi booming-boomingnya, yang seringkali menonjolkan kandungan AHA ataupun BHA, tapi sebenarnya apa sih bedanya?

AHA adalah singkatan dari Alpha Hydroxy Acids atau asam alfa hidroksi. Jenis asam ini sering terkandung dalam makanan, terutama buah-buahan. Dalam skincare, AHA bekerja memperbaiki kulit yang 'rusak' akibat paparan sinar matahari, seperti hiperpigmentasi, warna dan tekstur kulit yang gak rata, juga memperbaiki tingkat kolagen, serta menjaga kelembapan kulit. Oleh karena itu, biasanya AHA lebih direkomendasikan untuk orang-orang dengan kulit yang normal, sensitif, dan kering. Bagi kalian yang mengalami hiperpigmentasi karena paparan sinar matahari, kalian bisa menggunakan produk dengan kandungan AHA sebesar 5%-10%. Beberapa skincare memang ada yang menonjolkan kandungan AHA pada produknya, tapi ada juga yang hanya menuliskannya di bagian ingridients, dan biasanya dituliskan dalam bentuk lain seperti glycolic acid, lactic acid, atau citric acid. Di bawah ini adalah contoh produk-produk yang mengandung AHA :

produk-produk chemical exfoliant AHA

Meskipun AHA dan BHA terdengar mirip-mirip, tapi ternyata keduanya memiliki komponen yang berbeda, fungsinyapun berbeda. Jika tadi AHA lebih cocok digunakan untuk kulit kering, sebaliknya, penggunaan BHA disarankan bagi orang-orang dengan kulit berminyak, pori-pori besar, dan berjerawat. Bentuk lain BHA yang sering dicantumkan di dalam ingridients list suatu produk adalah salicylic acid. Jika batas aman AHA bisa sampai 10%, BHA akan lebh efektif jika konsentrat dalam produknya tidak lebih dari 4%. Berikut adalah contoh produk-produk yang mengandung BHA :

produk-produk chemical exfoliant BHA

Tidak hanya AHA dan BHA saja, sekarang banyak produk yang mengandung AHA dan BHA bahkan PHA sekaligus dalam 1 produk. Balik lagi, semuanya harus disesuaikan dengan jenis kulit kalian, apa yang sebetulnya dibutuhkan. Jangan hanya karena tergiur dengan banyaknya kandungan exfoliator dalam 1 produk, kalian menganggap produk tersebut akan lebih optimal bekerja di kulit kalian. Balik lagi, skincare itu cocok-cocokkan. Kadang yang terlalu berlebihanpun gak akan baik kan?

Continue reading Mengenal Exfoliator : Physical Exfoliator, Chemical Exfoliator, AHA, BHA? Apa Bedanya?

Sunday, 2 June 2019

,

Bingung Membedakan Purging dan Break Out? Simak Ulasannya Di Sini!

Purging dan break out adalah dua hal yang gak asing bagi pecinta skincare. Meskipun keduanya memiliki reaksi yang mirip, purging dan break out adalah dua hal yang saling berlawanan. Karena memiliki reaksi yang mirip, kebanyakan dari kita kadang bingung memutuskan untuk melanjutkan atau menghentikan skincare tersebut. Lalu sebenarnya, apa sih bedanya purging dan break out?

Secara sederhana, purging diartikan sebagai proses detoksifikasi racun-racun atau kotoran yang berada di dalam kulit. Proses detoksifikasi ini membuat kotoran dan racun yang ada dalam kulit menjadi muncul ke permukaan dan berubah menjadi jerawat. Sedangkan break out adalah reaksi yang timbul akibat ketidakcocokan kulit terhadap bahan yang terkandung pada suatu skincare. Reaksinya sama dengan purging, yaitu munculnya jerawat secara tiba-tiba.

Perbedaan Purging dan Break Out Anisa Firdausi
 
Saya sendiri terlahir dengan kulit berminyak yang mudah berjerawat, juga sangat reaktif terhadap bahan skincare yang gak cocok. Padahal, saya selalu bercita cita ingin punya kulit 'badak'. Bukan, bukan berarti saya berharap punya kulit yang ada cula nya, kulit badak di sini mengacu pada jenis kulit yang gak sensitif, dan cenderung jarang bermasalah dengan bahan-bahan skincare.

Sayangnya, cita-cita itu gak pernah tercapai. Semenjak SD saya memang sudah berjerawat, jadi ketika saya sudah kuliah, sudah mulai mencoba-coba skincare, jerawat yang muncul gak pernah terlalu saya pikirkan. Saya pikir, ya beginilah nasib punya kulit berminyak. Padahal, jika saya berpikir ulang apa yang terjadi kala itu, beberapa kemungkinan jerawat-jerawat tersebut adalah break out, kadang juga purging. Sampai akhirnya bertahun-tahun saya menjadi beauty blogger, sudah semakin banyak pengalaman saya menggunakan skincare, saya semakin peka dan paham akan perbedaan reaksi yang ditimbulkan ketika saya purging maupun break out. Masalah ini, mungkin tiap orang mengalami hal yang berbeda, tapi mungkin kalian ada yang punya pengalaman yang mirip atau bahkan sama dengan saya. Jadi gimana sih cara membedakan kalau jerawat yang timbul setelah menggunakan skincare ini? break out kah atau purging kah?

1. Perhatikan jangka waktunya

Perbedaan Purging dan Break Out Anisa Firdausi
Ini adalah tips yang paling umum dan sederhana. Karena purging adalah proses detoksifikasi, maka akan ada saat di mana kulitmu benar-benar selesai membuang racunnya. Lamanya memang berbeda-beda, ada yang hanya beberapa hari, berminggu-minggu, bahkan saya pernah dengar cerita teman saya yang baru cocok menggunakan SK II setelah 6 bulan pemakaian. Hmm.. kalau itu PR banget ya. Tapi, umumnya, purging hanya berkisar 1 sampai 2 minggu. Jerawat yang munculpun biasanya di tempat-tempat yang memang biasa tumbuh jerawat. Selama 2 minggu tersebut, biasanya ritmenya dari mulai beruntusan sedikit, lalu menjadi jerawat, sampai akhirnya jerawat mulai terasa mengering dan mengecil, lalu menghilang. 

Sedangkan break out, kadang muncul di tempat yang gak terduga. Yang biasanya saya gak pernah jerawatan di dagu, loh kok tiba-tiba bisa jerawatan di sana. Semakin hari bukannya semakin kering, tapi kulit semakin gradakan. Break out terkadang menyerang seluruh bagian wajah, beda dengan purging yang hanya di spot-spot tertentu. Jadi, kalau kamu merasa produk skincare yang kamu gunakan selama berminggu-minggu menimbulkan jerawat tanpa ada tanda-tanda pengeringan jerawat, bisa jadi itu break out.

2. Kenali jenis jerawat purging dan break out
Perbedaan Purging dan Break Out Anisa Firdausi
Ini mungkin gak terjadi pada semua orang. Tapi yang saya alami, ada perbedaan jerawat purging dan break out. Sebetulnya ini merupakan keuntungan bagi saya, karena bisa dengan cepat menyimpulkan jerawat yang muncul. Biasanya, saat saya mengalami purging, yang muncul adalah beruntusan yang berkembang menjadi pustule (jerawat yang terlihat putih-putih di dalamnya), lalu berakhir kering dan menghilang. Sedangkan jerawat yang saya alami saat purging adalah jerawat papule, jerawat sedang yang berwarna merah, tapi gak pernah berkembang menjadi jerawat yang lebih besar, tapi juga gak mengecil. Jadi berminggu-minggu gak ada perubahan ukuran, kecuali hanya bertambah banyak. Uniknya, seperti yang tadi saya bilang, tiap orang memunculkan reaksi yang berbeda. Bahkan saya sering baca artikel bahwa pada kebanyakan orang, jerawat break out itu lebih besar-besar dibandingkan purging. Tapi, yang terjadi pada kulit saya, justru sebaliknya.

3. Kenali kandungan pada skincare

Perbedaan Purging dan Break Out Anisa Firdausi
Beberapa skincare memiliki bahan aktif di dalamnya, seperti AHA, BHA, vitamin C, retinoid, dan bahan exfoliator lainnya. Bahan-bahan tersebut termasuk bahan yang sangat mungkin memicu terjadinya purging. Contohnya, mungkin kalian sering dengar tentang pengalaman orang-orang yang memakai vitacid (retinoid). Hampir semua orang mengalami purging, begitupun yang saya alami. Saya pernah menggunakan vitacid dan terima nasib muka jerawatan parah selama 2 minggu, lalu tepat di minggu ketiga, muka saya betul-betul halus dan kinclong, gak menyisakan 1 jerawatpun. Sampai orang-orang sempat tanya saya ke klinik kecantikan mana, karena memang hasilnya semulus itu. Tapi, tentu saja, pengorbanannya juga besar. 

Akan tetapi, untuk produk skincare umum seperti moisturizer, seharusnya gak ada yang namanya purging. Biasanya saat jerawat semakin hari semakin banyak, ya saya langsung menyimpulkan kalau saya gak cocok dengan produk tersebut. Perjalanan panjang mencoba skincarepun membawa saya pada kesimpulan bahwa saya gak bisa cocok dengan produk apapun yang mengandung mineral oil. Mineral oil ini banyak ditemukan di produk-produk moisturizer, karena mineral oil memiliki fungsi menahan kadar air dalam kulit, agar kulit tetap lembap. Biasanya bahan ini akan sangat sempurna bagi kalian yang memiliki kulit kering, tapi tentu nggak buat saya. Minyak semakin gak kekontrol, pori-pori semakin besar, sehingga kotoran dan minyak wajah bercampur, lalu tentu aja, selamat datang jerawat!

Itu adalah 3 tips membedakan jerawat purging dan break out versi saya. Nah, untuk lebih jelasnya, kalian bisa belajar sedikit demi sedikit tentang bahan-bahan yang tertera dalam suatu skincare. Biasanya, kalau saya cocok dengan 1 bahan utama skincare, saya akan mencari produk-produk yang mengandung bahan tersebut. Biasanya sih, cara itu berhasil. Sejauh ini, saya selalu cocok dengan produk-produk berbahan dasar aloe vera. Jadi, biar aman, saya selalu mencari produk dengan kandungan tersebut. Siapa sih yang rela buang uang dan menghabiskan waktu menggunakan produk skincare yang malah bikin break out? Saya sih malaaaas.

Baca Juga : 6 Tips Memilih Skincare yang Tepat

Continue reading Bingung Membedakan Purging dan Break Out? Simak Ulasannya Di Sini!