Wednesday, 6 July 2022

, , , ,

Jalan-Jalan Bawa Bocil ke Tahura

Jadi orang tua emang harus mikir terus, salah satunya ya ini, mikirin aktivitas apalagi yang mau dikasih ke anak, supaya anak gak bosan di rumah terus. Main di playground udah keseringan, kali ini saya ingin mengajak si non ke tempat yang dekat dengan alam. Selain untuk anak, saya juga merasa butuh refreshing menghirup udara segar. Jadilah, kami (saya dan suami) memutuskan untuk pergi ke Tahura (Taman Hutan Raya) yang beralamat di Ir. H. Djuanda. Banyak destinasi yang menarik di Tahura, namun yang jadi incaran kami adalah penangkaran rusanya. Alasannya ya sederhana, karena si non super excited kalau udah lihat binatang.

Kami berangkat dari rumah pada pukul 06.30, tadinya mau lebih pagi lagi, supaya dapat udara yang super fresh dan menghindari kerumunan orang. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit, karena gak macet juga. Selama di perjalanan, saya nyuapin sarapan si non dan suami, supaya sesampainya di sana, tenaga kita sudah full dan siap untuk jalan jauh. Sesampainya di sana, sudah banyak gerombolan orang, ada pasangan-pasangan yang mungkin mau olahraga bareng dan banyak rombongan ibu bapak yang berkumpul di area parkir, sepertinya menunggu rekannya yang lain.

Tiket masuknya hanya 10.000 saja, si non belum dihitung jadi saya cukup membayar 20.000 dan untuk tiket mobil sebesar 12.000. Saya sempat tanya soal tempat penangkaran rusa, Bapak penjual tiketnya bilang kalau lokasinya bisa ditempuh sekitar 30 menit. Wah, kalau 30 menit doang mah dekat lah. Cincay.

Tapi begitu saya lihat peta yang dipajang, kok agak beda ya. Untuk sampai ke penangkanan rusa, harus melewati goa jepang, goa belanda, dan dari situ pun masih harus menempuh sekitar 1 kiloan lagi. Tapi, karena pagi-pagi masih semangat dan optimis, hajar aja lah! Saya gak bawa tas, suami bawa ransel yang isinyapun hanya air minum dan baju ganti si non, jadi gak ada beban untuk jalan jauh. Jalan di Tahura terasa sangat menyenangkan pagi itu, udaranya sangat segar, dan waktu itu juga belum ramai. Bahkan dalam jangkauan 100 meter pun saya gak lihat ada orang lain. 

Tahura Taman Hutan Raya Bandung

Ada deretan warung-warung sepanjang jalan, jadi sebetulnya gak perlu khawatir kalau lelah, lapar, atau haus di perjalanan, banyak tempat untuk istirahat. Kami melewati Goa Jepang dan melanjutkan perjalanan, gak tertarik buat masuk karena saya parnoan kalau bawa anak. Kebanyakan nonton setan-setanan bikin parno gak masuk akal emang. Kami juga melewati tebing yang sering dipakai orang untuk foto-foto, dan di sana jugalah kami melihat banyak monyet-monyet imut yang bergelantungan di pohon. Wah, itu adalah pemandangan yang menyenangkan buat si non. Dia seneng banget liat monyet sementara saya degdegan karena sepengetahuan saya, mereka-mereka ini usil dan suka ambil barang bawaan kita. Tapi, untungnya aman-aman aja.

Tahura Taman Hutan Raya Bandung

Setelah itu, lanjut lagi. Kami jalan pelan ketika melewati sebuah bangunan yang unik dengan bendera Belanda terbentang di depannya. Aneka mainan anak terpajang di atas meja depan cafe tersebut, lalu juga ada buku menunya. Holland Spot, namanya. Wah, lucu. Tapi, karena saya masih fokus ke tujuan awal, yaitu penangkaran rusa, saya tetap jalan meninggalkan cafe bernama Holland Spot itu.

Tahura Taman Hutan Raya Bandung

Setelah melewati Goa Belanda, saya udah mulai sedikit ngos-ngosan, karena gak cuma jalan, kadang saya dan si non berlarian kejar-kejaran yang lumayan menguras energi. Akhirnya, kami istirahat dulu di warung sambil menikmati kelapa muda dan jagung bakar. Harga kelapa muda nya 15ribu sedangkan jagung bakarnya 20ribu. Mahal, tapi ya namanya juga tempat wisata. Lucunya, waktu saya sedang menikmati kelapa muda dan menyimpan jagung bakarnya di meja, seekor monyet besar lompat ke meja, mengambil jagung, dan pergi melompat ke pohon. Kaget sih iya, tapi gak kesel soalnya si non jadi bisa liat adegan yang langka itu.

Tahura Taman Hutan Raya Bandung

Matahari udah mulai naik, udah mulai hangat, kami langsung bergegas. Tadinya, kami mau melanjutkan perjalanan, karena sudah berkali-kali si non bilang ingin lihat rusa. Tapi, begitu saya lihat petunjuk arah yang menunjukkan kalau lokasi yang kami tuju masih berjarak 1,5 km lagi, saya jadi ragu mau lanjut atau tidak. Perjalanan kami selama dan sejauh tadi ternyata belum sampai setengah perjalanannya. Saya tanya si non, dia bilang tetap mau lanjut, bilang gak capek. Tapi, dia kan gak tau 1,5 km itu sejauh apa, saya langsung mengurungkan niat dan bilang sama suami untuk putar balik aja. Lihat rusanya nanti aja di kebun binatang atau di Ciwidey. Haha.

Gak jauh dari kita putar balik, kami melwati tempat tadi, Holland Spot. Karena penasaran, akhirnya kami mampir dan memesan cemilan sambil melihat-lihat mainan yang berjejeran di atas meja. Ternyata mainan itu boleh dipinjam selama kita makan di sana, si non senang sekali, dia bolak balik pilih mainan yang ia sukai. Kakak-kakak pelayannya super ramah dan baik sekali. Kalau kita pesan pancake, kita boleh melihat prosesnya atau bahkan boleh masak sendiri. Si non ditawari, tapi tentu saja dia gak mau haha. Cuma, dengan menonton kakaknya memasak pancake dan menghias toppingnya saja, dia sudah terhibur. Saya pikir,cafe-cafe di tempat wisata begini cuma menonjol di harga aja, untuk rasa nomor sekian. Ternyata saya salah, bala-balanya harganya 25ribu tapi isinya 8 dan ukurannya besar-besar, dan yang terpenting rasanya enak! Ya bala-bala rumahan lah, dilengkapi dengan cengek dan saus kacang. Pancakenya seharga 35ribu, dapat 6 depan ukuran mini, teksturnya lembut, toppingnya banyak, dan rasanya enak. 

Tahura Taman Hutan Raya Bandung

Karena tempatnya enak, saya lumayan lama berdiam di sana. Apalagi di dalamnya juga ada perpustakaan kecil. Si non meminjam majalah Bobo, lalu kemudian Kakak pelayan yang melihat langsung menghampiri kami dan meminjamkan si non crayon untuk mewarnai. Baik banget! Makin anteng aja si non di sana, sampai sulit diajak pulang. Tapi, karena hari sudah semakin siang, dan saya mulai mengantuk karena angin sepoi-sepoi, kami memutuskan untuk pulang. 

Tahura Taman Hutan Raya Bandung

Meskipun gak jadi lihat rusa, tapi banyak hal lain yang jadi pengalaman buat si non, contohnya berjalan di jembatan, melihat monyet mengambil jagung, melihat binatang lain sepanjang perjalanan seperti cacing, laba-laba, juga kucing-kucing yang berkeliaran di sana, serta bunga-bunga cantik yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Yang terpenting, ia tau kalau alam semesta ini luas dan indah sekali, dan semuanya ini ada pemiliknya, Yang Maha Segalanya. 

Tahura Taman Hutan Raya Bandung
Continue reading Jalan-Jalan Bawa Bocil ke Tahura

Tuesday, 5 July 2022

, , , , ,

Nyobain Lash Lift di Rumah dengan Natulash, Gak Kecewa!

Saya ingat betul deh, waktu saya kecil, bulu mata tuh panjang dan lentik, kayak boneka. Makin gede, kok makin gak keliatan, entah rontok atau emang muka saya yang ngegedein sehingga si bulu mata jadi terkesan menciut. Rasanya ingin punya bulu mata yang lentik dan panjang lagi, seperti dulu. Mata terlihat lebih bulat dan cantik. Sebenarnya memang ada beberapa solusi untuk permasalahan bulu mata yang kurang bergairah ini. Solusi pertama, jelas maskara. Frankly I'm not a big fan of it. Dari mulai pengaplikasiannya, hasil, dan pembersihannya, gak saya suka. Karena saya jarang ngaplikasiin maskara, jadi tragedi maskara nyolok mata tuh dah pasti terjadi tiap saya pakai maskara, dah gitu, saya gak terlalu suka pakai maskara karena ketika saya pakai kacamata, si bulu mata terlalu panjang dan jadi menggores lensa kaca mata saya (kebayang kan?). Yang terlahir, pembersihannya yang butuh effort luar biasa. Belum lagi, kalau ngebersihinnya gak bener, mata langsung mendadak jadi kayak Susana. Makanya, saya jarang banget beli maskara kecuali kalau emang lagi diskon gede-gedean aja.

Solusi yang kedua adalah dengan bulu mata palsu. Saya inginnya punya bulu mata yang lentik dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Gak mungkin rasanya kan ya kalau pakai bulu mata palsu, saya sedang gak ingin nambah keribetan dalam hidup. Lalu, solusi lainnya adalah extension bulu mata, yang jelas gak akan dibolehin sama suami. Lagian, saya juga ga tertarik karena sepertinya terlihat kotor dan kurang natural, apalagi ketika bulu matanya dah mulai rontok-rontok, jadi carang-carang gitu, jelek. Nah, yang terakhir adalah yang udah lumayan lama saya pengenin, tapi gak pernah sempat, yaitu lash lift. Lash lift sendiri adalah prosedur semi permanen yang membuat tampilan bulu mata terkesan lebih penuh, panjang, dan lentik. Tren lash lift ini juga udah dari tahun tahun kemarin, tapi waktu itu saya agak males kalau harus ke salon dan ninggalin anak di rumah. Tapi, baru banget sebulanan yang lalu, saya baru tau dari sepupu kalau ternyata lash lift itu bisa dilakuin sendiri di rumah dan harganya pun supeerr dupeeer murah!


Ada banyak brand yang mengeluarkan produk lash lift ini. Yang saya pakai di sini adalah rekomendasi sepupu saya, nama produknya adalah Natulash. 1 kit ini harganya gak mahal, cuma 119.000, itupun bisa dipakai berkali-kali. Hemat banget jika dibandingkan dengan lash lift di salon, bisa 100 sampai 200ribu untuk sekali treatment.

Dalam 1 kit ini terdapat 2 bantalan silikon, 1 lem bulu mata, lash bud, perm lotion, setting lotion, nourish oil, dan lash bud. Petunjuk penggunaannya dituliskan pada kemasannya, tapi sayang punya saya hilang, jadi kurang lebih urutannya seperti ini.


Cara pengaplikasiannya menurut saya sangat mudah, jika sudah melewati tahap awal, yaitu menempelkan bulu mata ke silikonnya. Saya gak ngitung deh berapa kali istigfar karena bolak balik harus menahan bulu mata untuk tetap menempel, susah bangeeeeetttt. Sampai akhir pengaplikasianpun saya masih harus menahan-nahan bulu mata supaya tetap menempel. Dan karena udah terlanjur capek dan gak sabar, saya biarkan saja seadanya, dan ternyata hasilnya... menyedihkan banget, gak signifikan.


Karena gemas dan penasaran, akhirnya seminggu yang lalu saya coba lagi. Kali ini, saya lebih sabar dan telaten. Gak akan lanjut ke step berikutnya kalau bulu mata saya belum menempel sempurna. Dan saya juga betul-betul memberikan waktu tiap selesai mengaplikasian lotion, gak terburu-buru maju ke step  berikutnya. Dan hasilnya? Kalian bisa lihat hasilnya di gambar yang saya sematkan ya.


Kelihatannya sih oke ya, tapi kalau dilihat lebih detail, saya mikir ini kayaknya terlalu tegak banget. Karena bulu mata saya panjang, jadi bulunya sampai nyentuk kelopak mata saya, agak kaget juga sih. Mungkin ada sedikit kesalahan peletakan bantalan silikon, sehingga hasilnya bukan seperti lentik, tapi lebih seperti bulu mata yang direbonding ke atas. Tapi, gak masalah, tetap oke sih. Apalagi, kata sepupu saya, dari waktu ke waktu bulu matanyajuga akan turun kembali, nanti juga akan lentik secara alami. 


Menurut saya, produk ini layak banget dicoba untuk kalian yang menginginkan bulu mata lentik tanpa harus pakai penjepit. Hasilnya sih gak seperti pakai maskara, kecuali kalau bulu matamu tebal dan panjang.Harganya cuma 119.000, itupun bisa dipakai sampai 4 atau 5x buat saya, jadi irit banget. Tiap pemakaian bisa tahan hingga sebulan sampai 2 bulan Tipsnya supaya dapat hasil yang oke cuma satu sih, sabar, sabar, dan sabar! Jadi anggap aja ini treatment untuk menguji kesabaran juga. Selamat mencoba dan lemme know ya hasilnya!
Continue reading Nyobain Lash Lift di Rumah dengan Natulash, Gak Kecewa!

Friday, 29 April 2022

, , , , ,

Colorkey Soft Matte Lip Cream: Lokal, Murah, Berkualitas

Era lip cream sepertinya emang gak ada akhirnya ya. Gak heran sih, selain kepraktisan dan formulanya yang awet, pilihan warna yang beragam dari berbagai brand yang ada juga menjadi alasan kenapa orang-orang gak bisa move on dari lip cream, termasuk saya! Setiap ada brand baru yang mengeluarkan produk lip cream, saya pasti penasaran buat coba. Meskipun terlihat serupa, tiap brand biasanya punya ciri khas yang bikin lip cream mereka berbeda dari brand lain, entah dari tekstur, staying power, atau yang tadi saya bilang, pilihan warnanya. 

Kali ini, muncul lagi brand lokal yang menarik perhatian saya karena baru aja ngeluarin lip cream, yaitu Colorkey Beauty. Brand ini baru pertama kali saya denger, tapi begitu melihat kemasan produknya yang minimalis, chic, girly ini, jadi penasaran. Colorkey Soft Matte Lip Cream ini hadir dalam 5 warna, yaitu Waffle, Cherry On Top, Pancake, Milkshake, dan Maple.

KEMASAN

Colorkey Soft Matte Lip Cream ini hadir dengan kemasan yang minimalis. Gak terlalu besar, hanya seukuran telunjuk (ya, telunjuk saya), jadi gak ngabisin tempat di pouch make up. Beberapa orang ada yang lebih suka lip cream yang kemasannya panjang karena gak kagok pada saat pengaplikasian lip creamnya. Tapi buat saya gak ada bedanya, tetap nyaman-nyaman saja.

Lalu, seperti yang tadi saya bilang, designnya gak macem-macem. Sederhana dan manis, dominasi warna peach bikin lip cream ini terlihat girly.

KLAIM

Uniknya, produk ini gak dilengkapi dengan informasi klaim produk secara detail. Penjelasannya hanya sebatas transferproof, pigmented, dan long lasting. Umumnya, produk-produk kecantikan mencantumkan key ingridients di bagian kemasannya, sebagai highlight informasi produk. Tapi, untuk produk ini, saya gak tau kandungan utama yang menarik dalam lip cream ini apa. Mungkin saya harus googling satu persatu manfaat dari kandungan yang ada, secara manual.

KANDUNGAN

Isododecane, Trimethylsiloxysilicate, Mica, Silica, Hydrogenated Polydecene, Dimethicone Crosspolymer, Nylon-12, Dimethicone, Disteardimonium Hectorite, Propylene Carbonate, Phenoxyethanol, Tocopherol

TEKSTUR, AROMA, DAN WARNA

Teksturnya kental tapi spreadable. Yang perlu diacungi jempol adalah tekstur yang ringan. Saya juga bingung, teksturnya padahal cream pada umumnya, tapi begitu diaplikasikan, aluuus banget dan ringan di bibir, warnanya langsung menyatu ke bibir. Kalian pasti pernah kan nemu lip cream yang waktu dipakai, jatohnya jadi kayak pakai cat di bibir? Gak nyatu dan keliatan banget ada lapisan di atas bibir. Kalau ini, nggak! Pemakaian 1x oles, sensasinya mirip kaya abis pakai lip tint, lebih berat sedikit lah, sedikit banget. Pemakaian 2x oles, tentu terasa lebih berat tapi tetap nyaman, dan yang jelas, pemakaian 2x oles bisa mengcover warna bibir dengan sempurna.

Aromanya enak, manis seperti kue, tapi gak menyengat. Begitu diaplikasikan juga aromanya menghilang. Jadi gak masalah buat saya yang gak suka wewangian di kosmetik dan skincare.

Seperti yang tadi saya bilang, Colorkey Soft Matte Lip Cream ini hadir dengan 5 warna, yaitu Waffle, Cherry On Top, Pancake, Milkshake, dan Maple. Aku bakal review tiap-tiap warnanya ya!

1. Waffle : Warna bata, yang mungkin banyak orang bilang juga teracota. Warnanya masuk ke semua skintone, natural semi bold. Konsistensinya bagus, sekali poles bisa langsung mengcover bibir.

2. Cherry On Top : Warna merah ala bibirnya Snow White. Kalau shade waffle ada tone orangenya, shade ini ada sedikit tone pinknya yang bikin warna ini bisa masuk juga ke kulit dengan undertone warm.

3. Pancake : Warna paling nude dan paling sheer coverage. Cocok untuk base ombre. Butuh 2x oles untuk mengcover warna bibir saya. Warna ini juga paling tricky saat dipakai, 1x oles gak cukup nutupin garis hitam bibir, 2x oles kok ya rasanya jadi neon. Warna-warna gini emang bermasalah di kulit sawo matang saya, pakai ini harus sambil pakai make up, kalau nggak, bakal aneh di muka kusem saya. 

4. Milkshake : Warna pink fuschia yang cantik banget. Sebenarnya tekstur dan konsistensinya masih di bawah Waffle, tapi saya suka hasilnya di bibir yang bikin bibir pink natural. Tanpa pakai make up wajah, pakai warna ini di bibir aja udah fresh banget.

5. Maple : Kalau Cherry On Top lebih cocok untuk kulit dengan cool under tone, shade Maple ini dibuat khusus pecinta lippen merah dengan undertone warm. Ada hint orange kecoklatan yang bikin warnanya gak terlalu neon ketika diaplikasikan. Ini warna favorit saya.

Untuk ketahanan dari Colorkey Soft Matte Lip Cream ini, tergantung dari apa yang kamu makan dan minum. Kalau lagi puasa, ya 12 jam juga tahan-tahan aja. Tapi kalau makan makanan berminyak, ya luntur sedikit, malah ngeri gak sih kalau gak luntur. Lalu, soal transferproof juga terbukti benar, lip cream ini gak ninggalin noda di tisu atau di tangan ketika saya cium.

KESIMPULAN

+ Produk lokal
+ Harga terjangkau
+ Aroma enak
+ Design minimalis
+ Staying power bagus
+ Bisa mengcover garis hitam di bibir
+ Ringan dipakai
- Minim informasi produk pada kemasan
- Pilihan warna masih terbatas

Yang lebih menarik lagi, dengan semua ulasan positif yang saya bagikan, Colorkey Soft Matte Lip Cream ini dijual dengan harga yang super terjangkau, hanya 59.000 aja. Bahkan kalau kamu beli bundling langsung 5 warnanya sekaligus, harganya hanya 180.000, kalau dihitung satuannya hanya 38.000 aja, ya Tuhan murah banget tolong. Cus yang penasaran dan mau coba, lansung aja cari di shopeenya Colorkey Beauty , dan kalau penasaran sama brand ini dan produk-produk lainnya, intip aja instagramnya Colorkey Beauty, mereka sering share info-info menarik seputar produknya.

Continue reading Colorkey Soft Matte Lip Cream: Lokal, Murah, Berkualitas

Wednesday, 23 February 2022

, , , ,

REVIEW: Avoskin Retinol Miraculous Ampoule, Kulit Menjadi Kembali Muda, Kenyal, dan Sehat!

Kali ini, ulasannya juga masih tentang retinol, dan juga masih dari brand Avoskin. Produk ini adalah step selanjutnya yang diaplikasikan setelah Toner. Konon, Mbah Suhay juga takjub dengan produk ini, karena menurutnya produk ini betul-betul mampu menyamarkan kerutan di wajahnya, meskipun beliau masih merasa tidak percaya, too good to be true mungkin buat beliau.

Review Avoskin Retinol Miraculous Ampoule

Saya juga, gak muluk-muluk, gak berharap kalau produk ini mampu bikin saya terlihat lebih muda, menghilangkan kerutan-kerutan dan semacamnya. Saya cuma berharap kulit saya beregenerasi dengan optimal, mengurangi noda-noda lama bekas jajahan jerawat selama ini. Tapi, gimana ya hasilnya? Simak teruss!

KEMASAN

Review Avoskin Retinol Miraculous Ampoule

Masih dengan warna yang serupa dengan produk sebelumnya, Avoskin Miraculous Retinol Ampule ini dikemas dalam bentuk botol dengan aplikator pipet. Gak ada komplain apapun, apalagi saya pecinta kemasan botol pipet, memudahkan untuk menakar produk yang akan dipakai, dan lebih higienis tentunya.

KANDUNGAN

Water, Propylene Glycol, Glycerin, Phenoxyethanol, Carbomer, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Caprylic/Capric Triglyceride, Camellia Sinensis (Green Tea) Leaf Extract, Methyl Methacrylate Crosspolymer, Polyglutamic Acid, Tetrasodium EDTA, Retinol, Hydrogenated Lecithin, Ethylhexylglycerin, Cholesterol, Biosaccharide gum-1, Tocopheryl Acetate, Rubus Idaeus (Raspberry) Fruit Extract, BHT, Punica Granatum (Fruit) Extract, Butylene Glycol, Phaseolus Radiatus Seed Extract BHA, Avena Sativa (Oat) Meal Extract, Palmitoyl Hexapeptide-12

KLAIM

Avoskin Miraculous Retinol Ampoule memiliki kandungan utama 3% Actosome Retinol yang 50% lebih rendah efek samping pada kulit dibandingkan dengan retinol lainnya. Dipadu dengan kandungan Vitamin E, ekstrak buah pomegranate, dan ekstrak green tea yang bekerja secara optimal untuk memicu regenerasi sel kulit sehingga meningkatkan produksi kolagen alami pada kulit.

Review Avoskin Retinol Miraculous Ampoule

Produk Miraculous Retinol Ampoule ini efektif untuk: 

  • Menunda munculnya tanda penuaan dini pada kulit. 
  • Menyamarkan noda hitam dan garis halus. 
  • Menjaga kekenyalan atau elastisitas kulit. 
  • Mencerahkan kulit wajah dan meredakan jerawat.

CARA PEMAKAIAN

  • Aplikasikan secara merata pada kulit wajah menggunakan ujung jari 
  • Bilas keesokan harinya, dan jangan lupa gunakan sunscreen favoritmu

HASIL PEMAKAIAN

Seperti yang saya duga, tekstur dari Avoskin Retinol Miraculous Ampoule sedikit lebih kental dari Avoskin Retinol Miraculous Toner. Berwarna putih dengan aroma yang gak bisa dideskripsikan, namun gak mengganggu karena aromanya menghilang dengan cepat saat kita aplikasikan. Sama dengan tonernya, Avoskin Retinol Miraculous Ampoule ini juga cepat menyerap. Hanya butuh 1 tetes untuk seluruh wajah. Setelah memakai produk ini, gak ada perasaan lengket atau gak nyaman seperti kebanyakan skincare retinol yang pernah saya coba. Ini merupakan poin yang menyenangkan, karena saya sebetulnya paling malas kalau harus tidur dengan kondisi wajah yang lembapnya berlebihan, bikin parno kalau debu-debu, kuman, dan kotoran di udara, bantal, selimut, akan bersarang di wajah saya.

 Review Avoskin Retinol Miraculous Ampoule 
Seperti yang saya bilang, saya gak muluk-muluk soal kerutan dan sebagainya. Terlalu serakah rasanya kalau mengharapkan produk ini mengabulkan semua inginnya saya. Poin utamanya hanyalah saya ingin kulit wajah saya sehat, lebih normal, gak berlebihan minyak, ataupun kekurangan minyak, yang sedang-sedang saja kalau kata lagu dangdut. 

Pemakaian sebulan, saya langsung merasakan hasil yang lebih optimal dibanding dengan saya hanya memakai Avoskin Retinol Miraculous Toner. Tektur kulit jauh lebih halus, kulit lebih bersih, beruntus semakin berkurang, pokoknya tekstur kulit saya terasa enak untuk dipegang-pegang. Garis senyum dan flek hitam, masih terlihat begitu-begitu saja, tapi saya gak tau kalau dilihat pakai mikroskop, mungkin sedikitknya ada perubahan. Lagipula, garis senyum saya memang sudah dalam dari sananya, jadi ya mungkin agak sulit ya untuk diotak-atik.

Suatu kali, saya melihat review orang lain mengenai ampoule ini. Lalu, saya agak terkejut waktu membaca salah satu review seperti ini, "karena mengandung retinol, ampoule ini gak disarankan dipakai setiap hari, maksimal seminggu 3x". Wew, saya tau kalau retinol ini cukup "keras" untuk kulit sensitf, tapi yang saya tau, tiap brand punya formulanya masing-masing, sehingga ada beberapa yang membolehkan untuk pemakaian sehari-hari. Saya pikir produk ini adalah salah satunya, karena saya gak melihat ada larangan penggunaan tiap hari pada kemasannya. Tapi ya, saya juga agak-agak cemas, takut saya ketinggalan informasi, jadi saya langsung menanyakannya pada admin Avoskin di Instagram. Hamdallah, adminnya jawab bahwa semuanya tergantung kulit masing-masing, kalau sudah terbiasa pakai retinol tiap hari dan gak ada efek samping apapun, gak masalah untuk pemakaian tiap malam, yang penting tetap pakai sunscreen! Ya, jelas, saya hajar aja pakai tiap hari, dan hasilnya juga buagyus bangettt!

Baca Juga : Review Avoskin Toner, Retinol Untuk Kulit Sensitif

KESIMPULAN

+ Tekstunya enak, mudah menyerap
+ Aroma gak mengganggu
+ Kandungan retinolnya aman untuk kulit sensitif
+ Tekstur kulitmenjadi lembap dan kenyal
+ Komedo jauh berkurang, pori-pori terlihat lebih bersih
- Kemasannya mirip dengan seri refining
 
Harga : 200.000/ 30 ml
Nilai : 5/5

Disclaimer : Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement
Continue reading REVIEW: Avoskin Retinol Miraculous Ampoule, Kulit Menjadi Kembali Muda, Kenyal, dan Sehat!
, , , ,

REVIEW : Skintific 360° Crystal Massager Lifing Eye Cream, Gak Heran Kalau Produk Ini Viral!

Memasuki kepala 3, fokus utama saya dalam perawatan wajah adalah segala sesuatu yang bisa menunda munculnya tanda-tanda penuaan wajah. Area mata, seringkali menjadi area awal yang mendapatkan tanda-tanda ini. Kerutan atau garis-garis halus di ujung mata, kantung mata dan lingkar hitam di area mata, membuat tampilan keseluruhan wajah menjadi "layu". Oleh karenanya, segala produk yang berfokus untuk menjaga kecantikan area mata ini sudah pasti saya kejar, termasuk satu produk yang akan saya ulas kali ini.

Produk ini berkali-kali bikin saya terpesona, bikin saya merasa lompat ke abad 22, alias canggih betul  yaitu Skintific 360 Crystal Massager Lifing Eye Cream yang dikenal juga sebagai Crystal Pen. Well, basically, seperti namanya, produknya adalah eye cream, tapi ada banyak hal yang membuat produk ini menjadi berbeda dibanding dengan produk eye cream lainnya. Kenapa? Baca terus!
 
Review Skintific  360° Crystal Massager Lifing Eye Cream
Sebelum saya mengulas banyak mengenai eye cream ini, saya ingin bercerita sedikit mengenai brand yang menaunginya, yaitu Skintific. Brand Skintific ini diformulasikan di Canada, dengan tagline Skincare Powered by Science. Kita semua pastinya sudah paham, bahwa teknologi di Canada sudah beberapa langkah lebih jauh dibanding di Indonesia. Oleh karena itu, saya percaya bahwasanya produk-produk yang mereka keluarkanpun memiliki keunggulan dalam beberapa hal, seperti formula dan kemasannya, yang tentunya lebih canggih.

KEMASAN

Produk ini datang dengan box berwarna silver mewah. Begitu saya keluarkan produknya, waw. Waw. Saya gak pernah berharap banyak dari kemasan eye cream, karena ya sudahlah, hanya sebatas eye cream, memang kemasannya bisa diupgrade seperti apalagi? Tapi produk ini beneran lain.

Kalau saya melihat di gambar, rasanya produknya berukuran imut, hanya seukuran jari saja, karena biasanya eye cream kan begitu ya, dengan alasan produk yang dipakai kan hanya untuk sekitaran mata, jadi ya sedikit saja. Tapi begitu produk ini datang, ukurannya ternyata lebih panjang dan lebih berat dari yang saya bayangkan.
 
Review Skintific  360° Crystal Massager Lifing Eye Cream
Bentuknya ramping, dan aplikatornya betul-betul berbeda. Ini yang menjadi keunggulan produk ini. Produk ini dilengkapi dengan teknologi 360 ° Crystal Rolling Massager, sebuah teknologi Lift-Tech ™ dari Jerman dengan 184 permukaan kristal dan dapat berputar searah 360 °, sehingga membantu daya serap kandungan aktif pada kulit dan mengurangi garis-garis halus yang terlihat dan kantung mata di waktu yang bersamaan. Yahoo!!

KANDUNGAN DAN KLAIM

3D Peptides: 
  1. Maytixytl™ 3000 Peptide: Mengurangi garis halus, menstimulasi produksi kolagen dan memperbaiki tanda-tanda penuaan 
  2. SKN™-AKE Peptide: Mengurangi tampilan mata sembab, mengurangi kontraksi-mikro pada otot kulit sehingga mencegah pembentukan kerutan dan garis-garis ekspresi pada mata. 
  3. Acetyl™ Tetrapeptide-5: Mengurangi tampilan bawah mata yang gelap, membantu mengurangi melanin dengan menghambat aktivitas elastase. 
Niacinamide: Mencerahkan area mata dan mengurangi tampilan bawah mata yang gelap. 
Caffeine: Membantu untuk meningkatkan sirkulasi dan menyempitkan pembuluh darah pada area mata sehingga meminimalisir penampilan area bawah mata yang gelap dan mengurangi tampilan matasembab.

Lift-Tech™ 360 ° Crystal Roll Massager yang terdapat pada eye cream ini membantu mengurangi garis-garis halus/ fine lines dalam 3 menit, mengurangi area bawah mata yang gelap, dan mengurangi tampilan mata sembab.

CARA PEMAKAIAN

  1. Tekan dan oleskan krim mata dalam jumlah yang tepat di sekitar area mata.
  2. Sentuh bagian besi pada Activation Metal Area dan tekankan pada kulit untuk menghidupkan vibrasi/getaran dari massager.
  3. Pijat area mata sebelum terserap sempurna.
  4. Bisa digunakan untuk memijat seluruh wajah.
HASIL PEMAKAIAN

Sebelum saya cerita tentang hasil dari pemakaian produk ini, saya justru gak sabar buat share ke temen-temen, betapa menyenangkannya pengaplikasian produk ini. Sebelum ini, saya masih menggunakan eye cream yang kemasannya jar (kalau kata Ivan Gunawan sih sungguh lawle ya, alias lawas banget). Tapi ya, sudah. Saya pikir bentuk dan kemasan gak akan punya pengaruh signifikan terhadap performa produknya tersebut, padahal sebetulnya, semuanya adalah satu kesatuan.
 
 Review Skintific  360° Crystal Massager Lifing Eye Cream
 
Sedetik saya melihat Skintific 360 Crystal Massager Lifing Eye Cream saja, saya sudah bisa menilai bahwa produk ini bukan produk kaleng-kaleng. Dari mulai designnya, bobotnya yang berasa, kandungannya yang gak kaleng-kaleng, lalu yang terakhir, yang paling utama, yaitu aplikator produknya yang telah saya sebut tadi, yaitu menggunakan teknologi 360° Crystal Rolling Massager, sebuah teknologi Lift-Tech ™ dari Jerman dengan 184 permukaan kristal dan dapat berputar searah 360°. Jadi, yang biasanya saya harus mengandalkan jari-jari kasar saya untuk memijit area mata, kini saya sudah bisa mengandalkan eye cream ini untuk bekerja mandiri, tinggal oles-oles aja. Selain bisa berputar, aplikatornya juga dapat bergetar ketika menyentuh area mata yang berlemak. Getarannya sebanyak 12.000 kali/ menit.

Review Skintific  360° Crystal Massager Lifing Eye Cream

Kesan pertama pemakaian sih sudah jelas ya, dengan adanya sensasi dingin dari permukaan aplikator, ditambah lagi dengan vibrasi yang diberikan, mata saya serasa sedang diterapi. Peredaran darah di sekitar mata terasa lebih lancar, penyerapan zat aktif ke dalam kulitpun lebih optimal, alhasil rasanya rileks banget. Banyak skincare di luar sana yang punya kandungan yang oke-oke, tapi kalau penyerapannya gak optimal, kan jadinya percuma ya. Produk ini mendobrak kekhawatiran itu, jadi kandungan-kandungan utama yang sudah diformulasikan, sudah pasti terserap ke dalam kulit secara optimal, jadi gak sia-sia kan!

Tekstur dari eye cream inipun gak terlalu padat juga gak over watery. Pas aja. Cukup untuk melembapkan dan spreadable ketika diaplikasikan. Jadi saat aplikator kristalnya digunakan, terasa licin dan nyaman dipakai, kulit gak kerasa sakit ataupun ketarik-tarik.
 
Review Skintific  360° Crystal Massager Lifing Eye Cream

Skintific 360° Crystal Massager Lifing Eye Cream ini juga membantu saya tiap mata saya terasa pegal. Apalagi jika seharian saya sibuk di depan laptop, atau kelamaan baca buku, atau juga kelamaan baca webtoon di HP, kelopak mata rasanya seperti ditumpangi thanos, berat banget. Jadi, ada efek instan yang saya rasakan dari Skintific 360 Crystal Massager Lifing Eye Cream ini. Dengan 3 menit saja,   produk ini membuat mata yang lelah menjadi lebih segar dan gak tegang, bahkan kantung mata dan lingkaran hitampun terlihat lebih manusiawi. Selain itu, tekstur kulit di area matapun terasa lebih lembap. Kelembapan inilah yang membuat garis-garis halus di sekitar mata menjadi tersamarkan dan gak sejelas biasanya. Foto di bawah ini adalah hasil pemakaian dalam seminggu, bisa dilihat kan ada perubahan yang cukup signifikan? Kantung mata memudar dan gak segelap di awal, kerutan di ujung matapun lebih tersamarkan.


Sebetulnya, dalam 3 menit pemakaian saja sudah terasa perbedaannya. Lebih lembap. So, aku happy! Kalau dalam beberapa menit saja, hasilnya sudah begini, kebayang gak sih kayak gimana hasilnya dalam jangka waktu yang lebih lama?
KESIMPULAN

+ Design mewah
+ Aplikator canggih, beda dari eye cream pada umumnya
+ Teksturnya enak, mudah dibaurkan
+ Praktis, 2 in 1, ada produk dan ada massagernya
+ Getaran 12.000/ menit mempercepat penyerapan kandungan aktif, mengurangi garis
+ Menyegarkan mata
+ Menyamarkan kantung mata dan mata panda
+ Melembapkan area mata sehingga meminimalisir timbulnya garis atau kerutan halus pada mata

Harga : IDR 189.000
 
Kalau kalian ingin tau lebih lanjut tentang produk ini atau bahkan produk lain dari Brand Skintific yang juga gak kalah canggih, go check on their IG account @skintificid ! Let me know kalau kalian udah pernah coba produk mereka juga ya!
Continue reading REVIEW : Skintific 360° Crystal Massager Lifing Eye Cream, Gak Heran Kalau Produk Ini Viral!

Tuesday, 30 November 2021

, , , , ,

SNP Prep Cafferonic, Rawat Kulit dengan Ekstrak Biji Kopi Arabika dan 5 Jenis Hyaluronic Acid

Menggunakan ekstrak biji kopi sebagai salah satu kandungan skincare dan bodycare mungkin sudah biasa. Gak heran karena memang kopi punya banyak manfaat, gak cuma bagi kesehatan, tapi juga untuk kecantikan. Biji kopi kaya akan kandungan antioksidan alami yang bermanfaat bagi peremajaan kulit. Bubuk kopi juga dapat dimanfaatkan sebagai scrub kulit dalam mengangkat sel-sel kulit mati. Salah satu brand favorit saya, SNP, juga akhirnya melahirkan anak barunya, yaitu SNP Prep Cafferonic. Rangkaian SNP Prep Cafferonic ini terdiri dari 3 produk, yaitu SNP Prep Cafferonic Body Wash, SNP Prep Cafferonic Body Lotion, dan SNP Prep Cafferonic Body Scrub

 

Meskipun SNP bukan satu-satunya brand yang memiliki rangkaian perawatan berbasis kopi, tapi ada hal yang membuat saya tertarik dengan rangkaian SNP Prep Cafferonic ini. Kandungan utama dari Rangkaian SNP Prep Cafferonic bukan hanya biji kopi saja, tapi juga ada 5 jenis hyaluronic acid di dalamnya! Gak cuma 1 lho ini! Lima! Makanya, saya penasaran ingin tau, bagaimana sih rasanya merawat tubuh dengan biji kopi yang juga disertai 5 jenis hyaluronic acid? Yuk simak!

SNP Prep Cafferonic Body Wash (500 mL, IDR 180.000)

 

KLAIM : Body wash dengan kandungan Ekstrak Biji Kopi Arabika, 5 jenis Hyaluronic Acid, dan 3 jenis probiotik efektif untuk membersihkan tanpa menjadikan kulit terasa kering. SNP Prep Cafferonic Body Wash juga mampu untuk merawat dan menjadikan kulit terasa lebih lembut. Formulanya yang bebas sulfat cocok digunakan untuk kulit sensitif.

KANDUNGAN UTAMA :

  • Coffea Arabica Seed Extract 
  • 5 jenis Hyaluronic Acid 
  • 3 jenis probiotik

CARA PEMAKAIAN : Tuang sabun saat mandi, lalu usapkan ke seluruh tubuh, kemudian bilas hingga bersih 

KESAN PEMAKAIAN : 1x pump saja cukup untuk membersihkan seluruh tubuh. Tentu saja, saya selalu menggunakan shower puff, karena supaya irit, juga supaya busanya lebih keluar. Busa yang dihasilkan oleh SNP Prep Cafferonic Body Wash ini memang gak terlalu banyak, apalagi jika pemakaiannya tidak menggunakan shower puff. Bagi saya, ini justru hal yang bagus. Busa yang terlalu banyak pada produk sabun menandakan bahwa produk tersebut mengandung banyak SLS (Sodium Lauryl Sulfate), kandungan yang kurang baik untuk dipakai secara berlebihan karena dapat memicu kulit menjadi kering dan iritasi. Makanya, saya senang sekali ketika mendapati produk ini gak terlalu memberikan banyak busa, dan memang, setelah dibilas, kulit bukan hanya terasa bersih, tapi juga terasa lembap. 

 

Aroma dari SNP Prep Cafferonic Body Wash sangat lembut. Teksturnya gel dengan warna bening. Aroma kopinya dikombinasikan dengan aroma vanilla yang manis, pokoknya enak. Aromanya juga gak berlebihan, sangat lembut tapi tetap terasa segar.

SNP Prep Cafferonic Body Lotion (310 mL, 180.000)

KLAIM : Body lotion yang mengandung Ekstrak Biji Kopi Arabika, 5 jenis Hyaluronic Acid, 3 jenis probiotik, Shea Butter, dan Ceramide mampu membuat kulit lebih lembab, membantu menutrisi, dan menjaga kesehatan kulit. Formula hypoallergenic yang aman digunakan untuk seluruh tipe kulit, cepat meresap, dan tidak lengket. 


KANDUNGAN UTAMA :

  • Coffea Arabica Seed Extract 
  • 5 jenis Hyaluronic Acid 
  • 3 jenis probiotik 
  • Shea Butter
  • Ceramide NP

CARA PEMAKAIAN : Setelah mandi, tuang body lotion ke tangan lalu usapkan ke tubuh secara merata

KESAN PEMAKAIAN : Klaim yang dituliskan tadi, memang terbukti adanya. Pertama kali, saya sempat underestimate dengan teksturnya yang cenderung light. Meskipun tekstur ringan seperti ini membuat produk lebih cepat menyerap dan gak lengket, namun seringkali setelah terkena air, kulit menjadi licin dan gak nyaman. Tapi, hal tersebut gak terjadi pada produk ini. Produk ini cepat menyerap, tapi juga gak licin saat terkena air. Bagi saya, ini adalah poin penting yang harus dimiliki pada sebuah lotion.

 
Aroma kopinya sangat lembut, bukan tipe lotion yang kalau dipakai, seisi ruangan bisa jadi wangi. Tapi juga, bukan poin yang krusial karena sejatinya ini adalah lotion, bukan parfum. Kalau body washnya saja sudah membuat lembap sebegitunya, begitu saya bakai lotionnya, ditambah lagi lembapnya. Suka!

3. SNP Prep Cafferonic Body Scrub (180 mL, IDR 180.000)


KLAIM : Mild exfoliator yang mampu mengangkat sel kulit mati dan membersihkan kotoran pada tubuh dengan kandungan Serbuk Kopi Arabica dan Serbuk Cangkang Kenari. Kandungan 5 jenis hyaluronic acid dapat menjaga kelembapan kulit dan mencegah terjadinya iritasi.

KANDUNGAN UTAMA :

  • Coffea Arabica Seed Powder
  • 5 jenis Hyaluronic Acid 
  • Walnut Shell Powder

CARA PEMAKAIAN : Tuang secukupnya lalu gosok dengan lembut ke seluruh bagian tubuh kemudian bilas hingga bersih. Gunakan maksimal 3x seminggu.

KESAN PEMAKAIAN : Di antara 3 produk ini, menurut saya, aroma dari SNP Prep Cafferonic Body Scrub adalah yang paling tercium kopinya. Warnanyapun seperti kopi bercampur creamer betulan. Scrub dengan kemasan tube begini juga sangat mempermudah pemakaian. Saya sudah sering memakai scrub yang ada di kemasan jar, dan seringkali produknya jadi benyek-benyek karena saya harus mengambil langsung menggunakan tangan, yang terkadang tangan saya basah. Ukuran butiran scrubnya pas. Gak terlalu mikro, juga gak terlalu besar, sehingga kulit terasa bersih dan halus, tanpa membuatnya iritasi. 

Saya suka dengan teksturnya yang spreadable. Kebanyakan produk scrub atau lulur, mudah diaplikasikan hanya ketika tubuh sudah dibasahi air. Tapi untuk SNP Prep Cafferonic Body Scrub, meskipun tubuh belum dibasahi air, produknya tetap mudah diaplikasikan, gak seret, betul-betul seperti mentega rasanya. Saya punya tips untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam menggunakan scrub. Jadi begini, gunakan pada saat tubuh kering, diamkan beberapa menit, lalu basahi tubuh sedikit demi sedikit sambil menggosok tubuh dengan gerakan memutar. Setelah semua bagian digosok, diamkan semenit, baru bilas. Saya sudah menerapkan teknik ini selama bertahun-tahun, dan saya rasa hasilnya jauh lebih baik daripada memakainya secara biasa-biasa saja. Alhasil, setelah menggunakan SNP Prep Cafferonic Body Scrub ini, kulit lebih halus, dan saya rasa lebih bersih. Saya yakin, untuk pemakaian yang teratur, hasilnya akan lebih baik lagi.

KESIMPULAN

Secara keseluruhan, saya bisa langsung menilai kalau SNP sangat memerhatikan kualitas kemasannya di seri Cafferonic ini. Dari mulai kemasan luar, hologram dan segel di setiap produk, informasi yang lengkap di setiap produknya, membuat SNP Prep Cafferonic ini terlihat ekslusif. Aroma dari ketiga produk ini, meskipun semuanya mengandung kopi, ada perbedaan sedikit, meskipun semua aroma kopinya lembut dan gak mengganggu, bahkan bagi saya yang bukan penikmat kopi, wanginya enak. 


Hal terakhir yang paling paling saya sukai dari ketiga produk ini adalah kelembapan yang diberikan tanpa membuat kulit menjadi lengket ataupun licin saat digunakan. Gak heran, produk ini menggunakan 5 jenis hyaluronic acid yang memang ditujukan untuk memberikan kelembapan bagi kulit. Jadi, tidak hanya bersih dan wangi, kulit tetap lembap dan sehat sepanjang hari.


Rangkaian SNP Prep Cafferonic ini hanya bisa kalian temukan di official storenya SNP di Tokopedia (exclusive launch), sementara untuk produk SNP lainnya, kalian bisa cek di Shopee, Lazada, Sociolla, dan iStyle. Kalian juga dapat follow akun resmi SNP Indonesia di Instagram , untuk mengetahui promo, produk baru, giveaway, dan informasi menarik lainnya! Selamat mencoba!

Continue reading SNP Prep Cafferonic, Rawat Kulit dengan Ekstrak Biji Kopi Arabika dan 5 Jenis Hyaluronic Acid

Thursday, 25 November 2021

Grand Tropic Suites Hotel, Hotel Murah Mewah di Kawasan Jakarta Barat

Hai!
Saya padahal sudah janji untuk melanjutkan postingan sebelum ini, tentang review duo Avoskin Retinol, tapi mohon maaf harus saya seling dengan postingan yang ini. Ini darurat, urgen, perihal pemeliharaan ingatan. Saya mau sharing sekaligus review tentang hotel yang dijadikan menginap saya selama 3 hari di ibu kota, yang lumayan mengesankan. Harus saya tulis dan share secepatnya, mumpung saya masih ingat.
 

Nama hotelnya adalah Grand Tropic Suites Hotel. Terletak di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Bukan tanpa alasan saya memilih hotel tersebut. Saya memang sengaja mencari tempat menginap yang berada di kawasan Tanjung Duren, dekat dengan Jakarta Aquarium & Safari, salah satu destinasi yang saya tuju. Muncullah 2 opsi, yaitu hotel ini, dan yang lainnya adalah Hotel Pullman. Tentu saja, harga menjadi pertimbangan. Saya takjub begitu melihat biaya menginap di Grand Tropic Suites untuk kelas deluxe dengan luas kamar 74m² hanyalah 500 ribu saja, tanpa sarapan, tapi tetap saja masih terbilang murah! Bahkan untuk kelas bisnis dengan luas 48m² gak sampai 400 ribu! Hotel di Bandung dengan luas kamar yang 36 m² saja, biasanya gak kurang dari 600 ribu. Karena saya orangnya agak skeptis, sering parnoan, maka saya cari tau lebih banyak tentang hotel ini, takut siapa tau ada kisah di balik hotel ini, atau siapa tau pernah disebut sebut di jurnal risa. Tapi ternyata nggak. Yang saya dapatkan justru review-review yang positif. Hal-hal yang dikritisi hanyalah seputar pelayanan yang kurang cepat dikarenakan adanya pengurangan SDM. Maka dari itu, saya langsung booking hotel ini untuk 3 hari 2 malam di kelas deluxe. Kenapa saya pilih deluxe? Supaya lebih luas untuk area "aktif"nya Arsy dan karena ada 2 kamar, supaya saya dan Mas punya tempat untuk kencan malam :)

Setelah perjalanan Bandung-Jakarta yang cukup lengang, akhirnya saya sampai juga di Grand Tropic Suites Hotel. Bangunannya tampak sudah berumur, jadul, apalagi begitu masuk basement yang gelap, saya mulai parno lagi. Lampunya remang-remang, saya langsung merasa sedang ada di film Silent Hill. Ruangan depan lift basement pun bukan seperti hotel-hotel modern, saya mulai underestimate, sampai akhirnya pintu lift terbuka. Syukurlah, bagian dalam lift terlihat betul sudah direnovasi. 

Hotel ini besar, seperti apartemen karena banyak pilihan kamar dan kamarnya pun luar biasa luas-luas. Bahkan, ada penthouse juga yang luasnya mencapai 500m², menakjubkan! Tapi sayangnya, hotel sebesar ini memiliki lobby yang kecil dengan meja resepsionis yang hanya dijaga 2 orang. Mungkin, ini yang menjadi dasar dari kritik-kritik orang yang merasa pelayanannya lama. Kalau hotelnya besar dan kamarnya banyak, tamu yang datang juga gak akan sedikit, cukupkah hanya 2 orang yang bertugas melayani? Sepertinya ya akan repot juga. Selain itu, sandal hotel gak kita langsung dapatkan di kamar, kita harus memintanya sendiri. Ribet juga sih, harus bolak balik hanya perkara sendal.

 
Setelah selesai check in dan meninggalkan deposit di resepsionis, saya menuju ke lantai 15. Seperti yang saya duga, ternyata lorong-lorong kamarnya masih jadul juga. Tapi, begitu masuk kamar... wah, saya langsung gak nyesel buat ambil kamar di sini. Pertama, LUAS. Kedua, BERSIH. Ketiga, interiornya RAPI. Awalnya, saya agak-agak cemas karena ruangannya terlalu luas, banyak sekat, dan tempat-tempat tersembunyi, takut susah mengawasi Arsy, karena dia lagi senang sembunyi-sembunyi. Kamar tidurnya ada 2, 1 kamar dengan kasur size queen, 1 kamar lagi berisi kasur size single. Kamarnya cukup, gak bisa dibilang luas, tapi ya gak sempit-sempit amat. Apalagi untuk kamar kedua, yang berisi kasur single, di dalamnya terdapat closet yang sering dipakai Arsy untuk bersembunyi.
 

 
 
 
Selain 2 kamar tidur, ada juga meja makan, livingroom, dan (bekas) kitchen set. Saya bilang bekas karena memang seharusnya ini menjadi kitchen set, namun tempat kompornya sudah ditutup sehingga ya gak bisa dipakai masak-masak. Kalaupun kitchen set ini masih berfungsi, saya cukup yakin bakal terlalu malas untuk masak sendiri. Livingroom menjadi areaa utama tempat saya sekeluarga bercengkrama. Tempatnya luas dan dilengkapi TV. Jadi, saya bisa bersantai sambil menonton TV dan Arsy bermain susun balok di lantai.
 
 

 
Kamar mandinya bersih, toiletries sudah disediakan dengan lengkap. Gak ada masalah kalau saja saya gak punya balita. Saya gak ada masalah dengan toilet jongkok ataupun duduk, selama semprotannya ada. Saya paling kesal dengan jenis toilet yang tidak dilengkapi dengan semprotan terpisah. Saya juga bingung sih, rata-rata toilet sekarang diganti dengan toilet yang semprotannya otomatis keluar dari bawah (maaf, saya gak ngerti nama jenis toiletnya). Mungkin maksudnya supaya lebih praktis dan menjaga toilet agar tetap kering, Tapi kan, sulit untuk balita yang masih memakai pampers dan masih dicebokin. Aduh, saya bingung jelasinnya, intinya sih saya kesulitan tiap kali harus membersihkan Arsy setiap habis pup.

 
Selain bersantai di livingroom, saya juga bisa mengajak Arsy jalan-jalan ke lobby. Kolam ikannya besar, bagus, dan terawat. Bahkan, ada kura-kura juga! Cukup menjadi hiburan bagi anak-anak seusia Arsy. Lalu, setelahnya, kami juga berenang di kolam renang yang ada dekat lobby. Kolam renangnya dibagi 2, ada kolam anak, ada juga kolam dewasa yang dilengkapi dengan air terjun buatan. Saya bisa bilang menghabiskan 2 malam di Hotel Grand Tropic Suites adalah keputusan yang tepat. Lain kali, kalau saya ada kesempatan untuk ke Jakarta Barat lagi, mungkin saya akan kembali ke sini. Terima kasih, Grand Tropic Suites!
Continue reading Grand Tropic Suites Hotel, Hotel Murah Mewah di Kawasan Jakarta Barat