Tuesday, 11 July 2023

, , ,

7 Rekomendasi Tempat Makan Kids Friendly di Bandung

Tempat makan yang kids friendly memang menjadi incaran banyak orang saat ini. Konsep yang menyenangkan, akan membuat anak-anak menjadi lebih "anteng" atau tidak mudah bosan, dan juga lebih happy. Semenjak jadi ibu, pertimbangan saya dalam mencari rumah makan sudah berbeda dengan ketika saya single. Dulu yang dicari adalah atmosfernya, keestetikaannya, menu makanannya, dan harganya. Kalau sekarang, keempat poin tersebut sudah tergeser dengan 1 poin yang lebih penting, "apakah tempatnya ramah untuk anak-anak?

Rekomendasi Tempat Makan Kids Friendly di Bandung

Meski tempatnya cantik, makanannya enak, dan harganya murah, namun kalau tidak ada high chair, non smoking area, dan tidak ada makanan yang cocok untuk anak saya, kemungkinan besar akan saya skip. Bahkan sekarang, gak sedikit tempat makan yang menyediakan mini playground atau menempatkan hewan peliharaan di dalamnya sebagai daya tarik bagi pengunjung yang membawa anak. Makanya, saya menulis artikel ini dalam upaya membantu orang tua yang buntu soal opsi rumah makan yang nyaman untuk anak-anak, semuanya berada di kawasan Bandung.

1. Love Unicorn Cafe

Love Unicorn Cafe
Source: Instagram @loveuniqorn

Alamat : Jl. Bengawan No.33, Cihapit, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40114

Seperti namanya, Love Unicorn Cafe ini betul-betul layaknya cafe bagi pecinta Unicorn. Dekorasinya penuh dengan warna-warna pastel dengan berbagai macam bentuk Unicorn. Uniknya, makanannya pun dibuat menarik. Ada spaghetti dengan warna pelangi, lalu dessert warna-warna pelangi yang bakal menarik perhatian anak-anak. Dekorasinya betul-betul dipenuhi oleh aksesoris Unicorn. Bagi yang anaknya visual banget, tempat ini memang bakal over stimulated banget. Tapi, karena biasanya saya juga gak pernah berlama-lama di tempat makan, Love Unicorn Cafe ini cukup bisa bikin saya makan dengan tenang sementara si kecil main dengan boneka-boneka unicorn. Selain boneka unicorn yang melimpah, banyak juga spot-spot menarik bagi yang suka foto-foto. Minusnya, area indoornya agak sumpek, mungkin karena tempatnya yang gak luas-luas banget, namun dekorasinya yang super meriah, jadi ruangannya terkesan sempit. 

2. 150 Coffee Garden

150 Coffee Garden Bandung
Source: Instagram @150coffeegarden

Alamat : Jl. Sulaksana No.50, Cicaheum, Kec. Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat 40282

Restoran ini menarik karena punya area outdoor yang cukup luas, sesuai dengan namanya, garden. Selain untuk mengenyangkan perut, datang ke tempat ini juga memanjakan mata. Banyak sekali tanaman hias di sekitar restoran. Ada area kolam ikan yang luas, di dalamnya banyak impun dan ikan-ikan besar, juga kura-kura. Anak saya bisa anteng hanya dengan melihat pancuran air di kolam ikan, dan kura-kura yang berenang di sekitarnya. Selain itu, ada juga area rumput yang luas, bisa digunakan anak-anak untuk berlarian tanpa menabrak sesuatu. Minusnya memang soal makanan. Menunya kurang variatif, tapi lumayan lah untuk bisa menikmati venuenya. Oh ya, area rumput ini tidak selalu bisa dipakai, terutama saat dijadikan venue wedding. 

3. Nara Park

Nara Park Bandung
Source: Instagram @narabandung

Alamat: Jl. Rancabentang No.28, Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40142

Nara Park ini kayaknya udah gak asing buat ibu-ibu. Selain karena tempatnya enak, areanya luas, pilihan makanannya variatif, karena di dalamnya terdiri berbagai macam cafe, dan rata-rata makanannya enak-enak, juga ada banyak spot buat anak bermain. Biasanya, banyak anak-anak yang berlarian sambil bermain gelembung sabun yang dijual di area tersebut. Di sana juga ada beberapa binatang peliharaan yang menarik perhatian anak-anak, misalnya kura-kura yang ukurannya jumbo, yang saya lupa namanya. Saya bisa berlama-lama berdiam di Nara, karena memang tempatnya senyaman ini. Minusnya hanya pada lokasi yang cukup jauh dari tempat tinggal saya, dan juga ketersediaan tempatnya, apalagi saat weekend, seringkali harus menunggu, karena memang seramai itu.

4. Baker Street

Baker Street Bakery Bandung
Source: Instagram @bakerstbakery

Alamat: Jl. Cimandiri No.18, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115
 
Kalau ini sebetulnya biasa saja, cafe pada umumnya. Yang bikin menarik adalah tersedianya playground di dalamnya. Harga tiket masuk per anaknya sekitar 35.000 sampai 50.000, saya lupa. Memang agak pricey sih jika melihat areanya yang tidak seberapa. Tapi, untuk alternatif tempat makan, biar gak bosan, bisa dicoba.

5. Miss Bee Providore

Miss Bee Providore Bandung
Source: Instagram @missbee_providore

Alamat: Jl. Rancabentang No.11A, Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40142

Cafe di wilayah yang sama dengan Nara Park ini juga sangat terkenal dengan tempatnya yang nyaman dan ramah untuk anak. Area outdoornya banyak, ada ayunan di antara pepohonan,  dan ada binatang peliharaan juga. Selain itu, playground juga tersedia di indoor. Suasananya enak, tempatnya luas, banyak pepohonan yang benar-benar menyejukkan mata. Harganya memang lumayan pricey, namun dengan ambience yang didapat, menurut saya ya sepadan. Gak cuma menyenangkan buat anak, buat orang tua pun rasanya refreshing. Buat saya, Miss Bee Providore ini juara soal kenyamanan dan keseruan untuk anak dan orang tua.

6. Imah Djoglo

Imah Djoglo Bandung
Source: Instagram @imah_djoglo

Alamat: Jl. Sumber Endah No.31, Babakan Ciparay, Kec. Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat 40223

Nah, yang ini rasanya paket lengkap. Bukan sekedar restoran biasa, di dalamnya terdapat playground dan minizoo. Pokoknya kalau di sini, anak bakal anteng, karena banyak opsi hiburan untuk mereka. Tidak ada biaya tambahan untuk masuk ke area bermain tersebut, kecuali jika ingin memberi makan binatang yang ada di sana. Letaknya di sekitar perumahan, minusnya, tempat parkirnya gak seluas itu, dan untuk area yang dekat dengan kandang hewan, terkadang aromanya jadi kurang enak.

7. Pillow Cake Cafe

Pillow Cake Cafe Bandung
Source: Instagram @pillowcakebdg

Alamat 1: Jl. Aceh No.15, Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40117
Alamat 2 : Jl. Terusan Buah Batu No.225a, Kujangsari, Kec. Bandung Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat
Alamat 3 : Gg. Dakota Raya No.48, Sukaraja, Kec. Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40175
Alamat 4 : Jl. Ir. H. Juanda No.81, Lb. Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132

Cafe ini juga unik. Tersedia kolam pasir, air mancur melody, kolam renang anak, dan jumping castle.  Kalau di sini sih, saya merasa, dibanding makan, memang anak akan lebih fokus main dan malah susah disuruh makan kecuali dia kelaparan banget hahaha. Pillow Cake ini ada beberapa cabang, namun khusus kolam renang anak hanya ada di outlet pusatnya di Jl. Aceh. Untuk main di kolam bola dan kolam renangnya, kena charge mulai dari 30ribuan. Sebetulnya jadi agak pricey ya, mending sekalian , ke kolam renang betulan. Tapi, lagi-lagi, ini soal mencari tempat makan yang ramah anak. Selain itu, dekorasinya cantik, menarik, dan gak ngebosenin. Jadi selain bisa menikmati makanannya, anak-anak bisa main, juga bisa foto-foto di tempat yang cute ini. Dessert di sini juga gemes-gemes sih, worth to try!

Nah, itu adalah 7 rekomendasi tempat makan kids friendly di Bandung. Cocok untuk ibu-ibu yang mau playdate bareng teman sekaligus anak-anaknya. Win-win solution, anak senang, ibu tenang!

Continue reading 7 Rekomendasi Tempat Makan Kids Friendly di Bandung

Thursday, 4 May 2023

, , ,

Review Skincare : Dear Me Beauty Skin Barrier Water Cream

Kalau kemarin saya review soal toner essencenya, kali ini saya mau bahas soal water creamnya, atau biasa saya sebut moisturizer. Fungsinya kurang lebih mirip dengan toner essencenya, yaitu untuk menyehatkan dan melembapkan, namun dengan intensitas yang lebih tinggi, karena teksturnya pun memang jauh lebih kental, sehingga memberikan hasil yang lebih lembap.

Kemasan Water Cream Dear Me Beauty

Water Cream ini punya kemasan baru yang menarik dan saya suka banget. Inovasi model tube dengan pump di dalamnya ini memberikan kesan praktis dan higienis. Dibanding sebelumnya yang bentuk jar, saya jauuuuh lebih suka kemasan yang sekarang. Buat saya, kemasan jar untuk sebuah skincare itu sudah ketinggalan zaman gak sih. Ribet harus colak colek, kadang lapisan penutupnya kelempar, lebih mudah terkontaminasi juga, pokoknya lebih ribet. "Tapi kan kalau di jar, produknya bisa digunakan hingga habis tak tersisa?" Jangan salah, Bunda-Bunda hemat. Kemasan water cream Dear Me Beauty ini juga bisa dihabiskan sampai kinclong! Meskipun model pump, kemasannya bisa dibuka, sehingga kita bisa lihat isian dalamnya, dan bisa kita terus pakai hingga produknya tak tersisa sedikitpun.
Water cream ini memiliki tekstur gel yang cukup kental. Meskipun kental, karena bahan dasarnya air, dia mudah menyerap dan tidak meninggalkan kesan lengket. 1x pump bagi saya cukup untuk keseruhan wajah, dan sisanyapun bisa untuk leher (meskipun cuma kebagian tipis-tipis saja). Tapi, kalau pakai 2 pump pun, bakal nyaman-nyaman aja kok di kulit, gak meninggalkan kesan berat sama sekali. Saya sih, mengingat slogan favorit saya, less is more, ditambah kulit saya gak kering-kering amat, jadi 1 pump juga sudah cukup kok.

Kandungan Water Cream Dear Me Beauty

Water cream ini juga memiliki kandungan-kandungan yang selama ini cocok di kulit saya. 5% Niacinamide, 75X Ceramide, Hyaluronic Acid, 80% Purity of Cica, dan 10X Madecassoside. Niacinamide, Ceramide, Hyaluronic Acid, dan Cica adalah kandungan skincare yang jadi selalu jadi kebutuhan utama untuk permasalahan kulit saya. Nah, untuk yang terakhir, Madecassoside ini, saya juga baru pertama kali dengar. Dari informasi yang saya dapatkan, Madecassoside ini termasuk dalam soothing ingridients, mirip-mirip sama Cica. Fungsinya juga gak beda jauh, untuk meredakan kemerahan, mempercepat pemyembuhan luka, bersifat anti-inflammatory. 

Tekstur Water Cream Dear Me Beauty

Tekstur Dear Me Beauty

Sejujurnya, selama ini saya masih nyetok cream anti acne dari dokter, hanya 1 jenis, tapi ampuh mencegah jerawat model apapun (especially beruntusan). Pemakaiannya, biasanya setelah toner dan sebelum moisturizer. Namun, sudah beberapa waktu ke belakang, saya gak restock krim anti acne tersebut dan hanya menggunakan rangkaian skincare dari Dear Me Beauty. Hasilnya? Sejauh ini gak ada masalah di kulit saya, gak ada jerawat yang muncul. Malah anehnya, kulit saya, meskipun jadi terlihat lebih glowy, tapi tetap gak bikin kulit jadi komedoan atau jerawatan. Saya jadi merasa rangkaian skincare saya saat ini sudah sangat optimal, membuat kulit saya ada di kondisi terbaiknya, setiap produknya memberikan manfaatnya, saya jadi gak perlu make up tebal-tebal lagi untuk nutupin flaw di wajah. I love it!
Continue reading Review Skincare : Dear Me Beauty Skin Barrier Water Cream

Tuesday, 2 May 2023

, , ,

Review Skincare Dear Me Beauty Skin Barrier Toner Essence, Kulit Sehat Seketika

Produk kedua dari Set Skin Barrier milik Dear Me Beauty yang akan saya ulas adalah Toner Essencenya. Dulu saya gak begitu peduli soal toner, essence, atau apapun itu. Biasanya, setelah cuci muka, langsung ke moisturizer juga gak apa-apa banget. Tapi setelah setahunan kebelakang saya rutin menggunakan toner setelah cuci muka, rasanya kok enak. Ada perbedaan yang cukup signifikan antara pakai dan tidak pakai toner setelah cuci muka. Pemakaian toner setelah cuci muka, membuat kulit jauuh lebih lembap, plumpy, lebih siap untuk menyerap rangkaian skincare berikutnya. Itu yang saya rasakan dulu ketika mencoba toner keluaran Skintific. 

Sebetulnya, saya gak ada masalah dengan Skintific, saya mencoba beberapa produknya dan tak ada keluhan apapun. Namun, ketika saya tau Dear Me Beauty mengeluarkan toner dengan kandungan Ceramide dan Hyaluronic Acid, lalu mengingat facial washnya yang nampol di kulit saya, dan harga yang lebih murah, maka saya pikir, kenapa tidak saya coba produk satu ini? Kalau ternyata cocok, saya kan bisa lebih hemat juga, dan skincare saya bisa lebih "kawin" karena berasal dari brand yang sama.

Kemasan Toner Essence Dear Me Beauty

Kemasan Toner Essence ini agak unik. Tutupnya sih standar, model ulir, namun berbentuk bulat. Jadi lucu aja kalau dipajang (oke, ini gak penting). Kemasannya ini aman banget untuk dibawa berpergian, karena selain tutupnya model ulir, di dalamnyapun ada mode locknya gitu, gak langsung lubangnya. Awal-awal agak kesel karena jadi kurang sat set sat set kalau mau pakai, tapi setelah dipikir-pikir, begini kan lebih higienis juga, sebetulnya.

Tekstur Toner Dear Me Beauty

Seperti toner essence pada umumnya, teksturnya ada di tengah-tengah toner dan essence, gak seencer toner, tapi juga gak sekental essence, makanya disebutnya toner essence. Saya suka dengan teksturnya yang mudah menyerap (gak sampai 30 detik), namun tetap meninggalkan kesan yang lembap dan sehat.

Baca Juga : Review Skin Barrier Face Gel Cleanser Dear Me Beauty

Sebelum saya memutuskan untuk mencoba produk ini, tentu saja, saya juga mencari tau soal kandungannya. Sebetulnya, yang saya perhatikan belakangan, tren skincare khusus memperbaiki skin barrier ini memang belum usai. Banyak brand lain yang mengeluarkan produk dengan konsep yang mirip-mirip, dan kandungan yang serupa juga. Makanya, sekarang rasanya lumayan sering dengar Ceramide dengan berbagai jenisnya, karena memang Ceramide punya fungsi yang sangat baik dalam memperbaiki dan merawat skin barrier. Ini juga menjadi salah satu kandungan utama toner essencenya Dear Me Beauty. Selain Encapsulated Ceramide Complex, toner ini juga mengandung Quadruple Hyaluronic Acid, Polyglutamic Acid, Cica, dan Greentea Extract. 

Kandungan Toner Dear Me Beauty

Ceramide, Hyaluronic Acid, dan Cica adalah sahabat kulit saya. Maka, saya cukup optimis dengan produk ini. Dan benar saja, hanya dalam 1 sampai 2 hari, ada kemajuan yang saya rasakan pada kulit wajah saya, khususnya untuk teksturnya, jauh lebih halus dan kenyal. Sangat terasa kalau toner ini mengembalikan pH kulit kita setelah kita mencuci muka, lembap dan plumpy, sehingga kulit jadi lebih siap untuk diberikan rangkaian perawatan selanjutnya.

Minusnya, karena botolnya ini berwarna merah pekat dengan plastik yang cukup tebal, agak kesulitan untuk mencari tau isi dari produknya, kecuali kalau kamu lihat baik-baik di bawah lampu, baru kelihatan. Tapi, overall, toner essence dengan kandungan yang kaya akan manfaat ini, lalu harganya hanya 70.000, yaa it's super worth to try!

Baca Juga : Review Skin Barrier Water Cream Dear Me Beauty

Continue reading Review Skincare Dear Me Beauty Skin Barrier Toner Essence, Kulit Sehat Seketika

Monday, 1 May 2023

, , ,

Review Skincare: Dear Me Beauty Skin Barrier Face Gel Cleanser, Kulit Lembut dan Bersih

Pencuci muka ini adalah produk pertama dari rangkaian Skin Barrier Dear Me Beauty yang saya coba. Meskipun sering dianggap remeh, bagi saya, facial wash justru salah satu rangkaian skincare yang paling essensial. Efek cocok gak cocoknya, bakal cepat terlihat di kulit saya. Ada beberapa reaksi yang biasanya akan ditunjukkan oleh kulit saya yang rewel ini, antara kulit menjadi kemerahan, jadi kering atau terlalu kesat, gatal, atau tiba-tiba muncul beruntusan. Dan ini, bisa terjadi hanya dalam 2x pemakaian. Maka, ketika saya sudah menggunakan produk ini selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, tentu saja produk ini sudah approved!


Kemasan dari Dear Me Beauty ini gak begitu spesial, standar Facial wash pada umumnya, dengan warna merah terang. Jadi, memang untuk seri Skin Barrier ini konsepnya merah tok, biasa aja sebetulnya. Tapi yang saya suka adalah, informasi produknya jelas tercetak di kemasannya, bukan di plastik luar kemasan. Kadang saya suka sebal ketika beli produk dengan informasi yang dicetak di plastik kemasan, sehingga ketika sudah dipakai, saya harus buka google jika ingin cari tau kembali soal informasi produk tersebut.
Hal positif lainnya dalam produk ini adalah aromanya. Gak ada aromanya sama sekali! Haha. Saya gak suka banget skincare yang ditimpa sama wewangian menyengat, ada sugesti bikin gatal, entah kenapa. Produk ini, tidak berbau, berwarna bening, berbentuk gel, sangat minimalis and I super duper loveee it! Busa yang dihasilkan oleh produk ini juga gak begitu melimpah, tapi juga gak pelit, pas saja. Ukuran 1 biji jagung, cukup untuk membersihkan muka dan leher saya.


Karena fungsi facial wash ini adalah membersihkan kulit dengan lembut, tanpa merusak skin barrier, maka sangat wajar jika produk ini meminimalisir kandungan-kandungan yang punya resiko membuat kulit iritasi, misalnya fragrance dan alkohol. Saya sebagai pemilik kulit sensitif sih sepakat, produk-produk yang meniadakan alkohol dan fragrance di dalamnya, rasanya lebih ringan di kulit dan minim iritasi. Kandungan utama pada Dear Me Beauty Skin Barrier Face Gel Cleanser ini adalah Betaine, Glycerin, 3 Ceramide Complex, dan Phytosphingosine. Kandungan-kandungan tersebut memang bermanfaat memberikan kelembapan pada kulit, memberikan nutrisi dan membuat kulit lebih sehat, kenyal, dan bersih tentunya, bahkan betaine berfungsi dalam memberikan efek silky-smooth skin.

Meskipun konsepnya adalah pencuci wajah yang lembut, tapi facial wash ini tetap mengangkat sisa-sisa kotoran dengan maksimal. Kenapa saya bilang sisa kotoran? Karena sebelum menggunakan ini, saya biasanya menggunakan cleansing oil, untuk mengangkat make up di wajah. Ya, jangan harap kamu bisa membersihkan make up hanya dengan facial wash ya, saya cubit nanti! Nah, meskipun sisa kotoran di wajah ini sudah terangkat dengan maksmal, kulit tetap terasa lembut, gak kering. Kalau dipegang, masih terasa kenyal-kenyal gitu, haluuus banget. Benar saja klaim salah satu kandungannya yaitu betaine, yang bisa memberikan efek silky smooth skin! Harganya hanya sekitar 79.000, sering diskon jadi hanya 50.000 saja, lalu sering juga ada promo seperti yang saya dapatkan, buy 1 get 1 mini size, such a good deal!
Continue reading Review Skincare: Dear Me Beauty Skin Barrier Face Gel Cleanser, Kulit Lembut dan Bersih
, , , , , , ,

Review Skincare : Rangkaian Dear Me Beauty Skin Barrier

Sudah sekian abad lamanya rasanya, saya gak menulis sesuatu yang berbau kecantikan. Tapi, kali ini saya akan menyempatkan diri untuk membahas 1 rangkaian produk yang menurut saya harganya terjangkau (jika dibandingkan brand lain dengan kandungan yang mirip), padahal kualitasnya pwoool. Bahkan saya merasa kulit saya sedang ada dalam kondisi terbaiknya, hanya dengan memakai rangkaian skincare ini (psst.. ini saya tidak diendorse!). Brand yang akan saya review di sini juga bukan brand yang sebetulnya sering saya gunakan, selain lip creamnya yang saya beli saat ada diskon gila-gilaan. Tapi, itupun merupakan pengalaman dan penemuan yang sungguh di luar dugaan, karena lip cream mereka adalah satu-satunya lip cream yang gak bikin bibir saya kering ataupun pecah-pecah. Makanya, saya penasaran untuk coba rangkaian skincarenya, yang kebetulan memiliki kandungan-kandungan yang cocok dengan kulit saya.

Dear Me Beauty, itu adalah brandnya. Saya yakin beberapa sudah tidak asing dengan brand ini, meski kebanyakan masih mengira kalau brand ini hanya mengeluarkan produk kosmetik saja (foundation mereka sudah terkenal di kalangan beauty enthusiast). Tapi, kala itu, saya yang tadinya mau beli facial wash Somethinc, tiba-tiba malah kepincut dengan facial wash Dear Me Beauty. Karena apa? Betul ibu-ibu! Karena sedang diskon, beli 1 facial wash ukuran normal, gratis 1 facial wash ukuran travel size. Apalagi ketika dilihat-lihat kandungannya, ini sepertinya cocok untuk kulit saya yang sensitif, tipe-tipe facial wash kekinian, yang gentle, gak bikin kering, dan berfungsi untuk merawat skin barrier. Itu adalah awal mulanya saya berpaling dari rangkaian skincare saya sebelumnya, dan mulai membeli seluruh rangkaian perawatan skin barrier dari Dear Me Beauty. Semuanya akan saya ulas secara terpisah, supaya apa? Supaya gak lieur, Bund... Tunggu yaaa..

Review Dear Me Beauty Skin Barrier

Review Dear Me Beauty Skin Barrier Water Cream
Review Dear Me Beauty Skin Barrier Sunscreen Gel
Continue reading Review Skincare : Rangkaian Dear Me Beauty Skin Barrier

Monday, 24 April 2023

, , ,

Review Hotel Mambruk, Hotel di Anyer dengan Pantai Pribadi yang Cantik

Mencari hotel di sekitaran pantai Anyer memang sangat tricky. Pilihannya banyak betul, range harganyapun beragam. Eh eh, loh kenapa jadi tiba-tiba ngomongin pantai Anyer? Gini ceritanya..

Beberapa minggu sebelumnya,

 "Lihat deh, Sy. Awannya indah sekali ya, Masya Allah... Allah hebat sekali bisa menciptakan hal-hal indah. Lihat bunga itu juga indah, Allah memang menyukai hal-hal indah..", itu adalah celetukan-celetukan yang biasa saya ucapkan sehari-hari kepada Arsy. Saya selalu ingat pesan dari Ustadz Hasan Faruqi, menumbuhkan fitrah iman anak bukan diawali dengan menghafal surat ataupun doa-doa pendek, tapi dengan mengenal Tuhannya, mencintai dan mengagumi Tuhannya. Lucunya, tinggal di kota membuat saya mengulang hal-hal yang sama. Sejauh mata memandang, langit hanya sebatas awan. Jika beruntung, saya bisa menunjukkan bintang dan bulan yang indah di malam hari. Namun, seringkali, pertanyaan Arsy mengikuti pengalaman yang ia proses melalui panca indranya. Karena rutinitas kami hanya disitu-situ saja, pertanyaannya gak jauh-jauh seputar, "Ma, Allah menciptakan lampu juga? Kalau trotoar? Kalau gedung? Kalau sekolahan?"  Mendengarnya, saya langsung merasa perlu untuk mengajak Arsy jalan-jalan, ke luar dari rutinitas perkotaan yang selalu sibuk ini.

Keputusan untuk berlibur ini juga didukung oleh kabar dari Kukuh yang ternyata mendapat jatah untuk cuti seminggu. Setelah memikirkan banyaknya pilihan liburan dan melewati berbagai pertimbangan, akhirnya kami memutuskan untuk berlibur ke pantai. Pasalnya, Arsy belum pernah ke pantai dan saya yakin betul dia akan suka sekali dengan pantai, karena dia suka dengan air. Pernah sekali ia datang ke pantai, tapi sungguh pengalaman yang kurang berkesan karena pantainya kecil di dalam Ancol, tanpa ombak, dan saya agak sulit membedakan apakah itu adalah pantai atau selokan karena saking kotornya dengan sampah yang bertebaran di mana-mana. Sedihnya..

Baca Juga : Review Hotel Mercure Convention Center Ancol

Maka, kali ini, saya memutuskan untuk mencari pantai yang gak terlalu ramai. Teman saya menyarankan Pantai Santolo, pantai indah yang belum begitu banyak pengunjungnya. Saya pernah ke sana satu kali, dan memang sungguh indah, namun perjalanannya memang penuh ketegangan, dikarenakan aksesnya yang belum terlalu bagus. Takut tidak menikmati perjalanan, akhirnya kami memutuskan pantai yang aksesnya lebih mudah, tapi tetap tidak terlalu banyak didatangi. Akhirnya, terbesitlah pantai di Anyer. Pantai di kawasan Anyer memang banyak sekali pilihannya, bertanya pada salah satu kerabat yang paham kawasan Anyer, ia menyarankan untuk menginap di dalam satu hotel yang bernama Hotel Mambruk Anyer. Menurutnya, Hotel Mambruk Anyer ini merupakan hotel yang terbilang baru di kawasan itu, punya pantai pribadi, sehingga sudah pasti tidak akan seramai pantai publik. 

Hotel Mambruk Anyer

Mencari kamar kosong di Hotel Mambruk Anyer ini cukup sulit, karena hampir setiap hari full booked (entah karena pada saat itu sedang ada diskon 30% untuk semua room), tapi akhirnya saya beruntung mendapatkan sisa 1 kamar untuk menginap 3 hari 2 malam. Rate yang saya dapatkan saat ini sangat lumayan, kamar superior sudah termasuk breakfast menjadi 1,5 juta saja semalam, dari yang asalnya 2 juta. 

Memang namanya hidup, ada aja yang bikin deg degan. 10 hari sebelum keberangkatan, Arsy tiba-tiba demam. Gejalanya sangat mirip dengan yang dialaminya di awal tahun pada saat ia tipes. Lidah putih, demam hanya di malam hari, dan ini berlangsung berhari-hari. H-4 keberangkatan, badannya masih sedikit demam, saya sudah bilang sama Kukuh untuk menghubungi pihak hotel, bertanya apakah bisa cancel dan refund, dan kalau memang tidak mungkin untuk direfund, saya minta Kukuh untuk menawarkannya ke teman atau adiknya yang kira-kira bisa memanfaatkan room hotelnya. Selain kondisi Arsy, cuaca kala itu sedang sering-seringnya hujan. Meski pagi hari cerah, pasti tidak berlangsung lama, siang sampai malam rata diguyur hujan. Beberapa kali saya melihat postingan orang-orang yang menginap di Hotel Mambruk, yang saya perhatikan adalah backgroundnnya, dan rata-rata saya lihat langitnya gelap, dan pengunjung anak-anak memakai jaket atau kaos berlengan panjang. "Wah, kalau gini mah, Arsy bisa masuk angin", pikir saya. Ya sudah, ikhlaskan, La hawla wala quwata ila billah. Kalau memang Allah mengizinkan, kita akan pergi, kalau memang ini bukan saat yang tepat, ya sudah, harus ikhlas.

Alhamdulillah. H-2 perjalanan, kondisi Arsy sudah jauh lebih baik. Demamnya sudah tidak muncul kembali, lidahnya sudah tidak putih, sudah terlihat lebih bersemangat. Saking semangatnya, dia yang tau bahwa kami punya rencana untuk ke pantai, bolak balik menagih janji, 'Arsy mau ke pantai!". Sempat dilema, karena takutnya "karugrag", tapi meminta saran dari Ibu, Ibu bilang tidak apa pergi ke pantai, siapa tau justru dia happy, dan suasana pantai bisa bikin Arsy jadi semakin sehat dan kembali ceria. Dipikir-pikir, ada benarnya juga. Diam di rumah selama seminggu, bagi saya saja rasanya memuakkan, apalagi bagi anak-anak yang dunianya harusnya penuh dengan aktivitas bermain dan bertualang. Maka, dalam waktu 2 hari, kami mempersiapkan semua yang akan dibutuhkan nanti di pantai, termasuk obat-obatan Arsy, jaga-jaga kalau demamnya muncul kembali.

Kami berangkat di Hari Minggu, pagi hari, sekitar pukul 07.00, Sarapan di jalan menjadi pilihan terbaik, untuk menghindari macet dan menghemat waktu juga. Selama perjalanan, cuaca gak menentu. Dalam 1 waktu, langit sangat cerah, sinar matahari menembus kaca mobil, silau, lalu 15 menit kemudian tiba-tiba awan menjadi gelap, tak ada lagi sinar matahari. Begitu terus. Kami juga sempat was-was waktu masuk Jakarta, hujannya amat sangat deras, langitnya gelap, waah.. betul-betul bukan cuaca yang tepat untuk berpiknik. Tapi, saya tetap berdoa, semoga cuaca di pantai nanti akan berbeda.

Kamar di Hotel Mambruk Anyer

Sesampainya di hotel, memang ternyata hotelnya berbeda dengan yang saya bayangkan. Di bayangan saya, Hotel Mambruk ini ya seperti hotel pada umumnya, gedung bertingkat dengan banyak kamar. Tapi ternyata, kamarnya berupa cottage, tidak bertingkat, dan tersebar di area hotel. Bahkan untuk lobbynya pun, tidak di dalam gedung. Unik, kami mengantri di belakang mobil yang terparkir depan lobby, pengemudinya sedang check in di bagian resepsionis. Setelah selesai check in, mobil depan langsung dipandu oleh room service untuk menuju cottagenya. Setelahnya giliran kami, setelah check in, kami diarahkan menuju salah satu cottage. 

Halaman Hotel Mambruk Anyer

Sesampainya di cottage, Kukuh langsung jalan-jalan di sekitarnya, mencari tahu sedekat apa kami dengan pantai. Maklum, ia agak-agak parno, mengingat Anyer baru saja diterpa oleh tsunami beberapa tahun lalu. Ia juga sudah memastikan titik-titik yang harus segera dituju jika terjadi gempa. Alhamdulillah, tidak terjadi apa-apa. Kami sampai hotel kisaran Ashar, cuacanya suprisingly sangat cerah, panas, tidak ada mendung sedikitpun. Maka setelah istirahat sebentar, kami menuju pantai di sore harinya. Berkali-kali mengucap syukur karena semua yang dikhawatirkan tidak terjadi. Saya bisa mengajak Arsy bermain di pantai tanpa merasa khawatir.

Fasilitas Hotel Mambruk Anyer

Restoran Hotel Mambruk Anyer

Pertama kali bermain ombak, Arsy agak-agak takut. Maklum, kala itu pertama kalinya ia merasakan air yang bergelombang seperti itu. Tapi, tidak butuh waktu lama, ia mulai menikmati dan memaksa saya untuk mengajaknya terus ke tengah-tengah pantai. 

Di malam harinya, karena kami merasa kehabisan tenaga dan agak malas untuk keluar Hotel, kami memutuskan untuk makan malam di restauran hotel. Sebenarnya, rasanya enak, hanya saja porsinya sedikit dengan harga yang lumayan fantastis. Hehe. Hari setelahnya, barulah kami mencoba makan seafood yang lumayan terkenal, di Ikan Bakar BM. Di sana, harganya masih masuk akal, dengan rasa yang luar biasa tidak mengecewakan.

Mengenalkan pantai, laut, pemandangan langit yang terbenam pada Arsy, membuatnya terperangah. Begitu indahnya, cantiknya ciptaan Allah. Sangat menyenangkan rasanya, mengenalkan betapa indah alam semesta ini lewat mata kepala sendiri, bukan lagi lewat layar ataupun buku. Bahkan, di malam hari, saya berkali-kali mengucap tasbih tiap melihat langitnya. Meskipun sudah malam, langit tidak segelap itu, banyak sekali bintang dan bulan yang bersinar dengan terangnya, bahkan kami bisa mengamati pergerakan awan sejelas itu. Minimnya polusi, membuat saya bisa melihat langit yang sesungguhnya.

Pemandangan Langit Malam Anyer

Saya betul-betul menikmati perjalanan kali ini. Tidak hanya saya, Kukuh dan Arsy pun terlihat sangat senang, apalagi Arsy. Sampai sekarang, pantai menjadi tempat favoritnya. Alhamdulillah. Jadi, kalau teman-teman kebingungan memilih hotel di Pantai Anyer, bisa coba Hotel Mambruk Anyer ini. Sangat memuaskan.

Continue reading Review Hotel Mambruk, Hotel di Anyer dengan Pantai Pribadi yang Cantik

Monday, 5 December 2022

, ,

Rekomendasi Series Remaja Bertema Misteri Pembunuhan

Dari dulu, saya paling senang menonton film atau series yang penuh teka-teki. Film dengan tema crime dan misteri, pasti selalu jadi pilihan utama saya. Apalagi, kalau settingnya sekolahan. Genre misteri yang set up nya sekolah, menurut saya lebih memberikan banyak warna, juga bikin kangen masa-masa waktu sekolah (meski saya gak pernah ya menjadi bagian dari tindak kriminal di sekolah). Kalau kamu punya ketertarikan yang sama dengan saya, kamu boleh cek series yang akan saya ulas di sini.

1. Pretty Little Liars 

Sinopsis Pretty Little Liars

Ini adalah series genre crime mystery dengan set up sekolah yang pertama kali saya tonton. Pretty Little Liars bercerita tentang 5 sahabat (Alison, Hanna. Spencer, Aria, dan Emily). Kelima sahabat ini dekat sejak mereka kecil, namun menjadi renggang semenjak tragedi yang menimpa Alison. Alison (yang paling dominan di antara kelimanya), tiba-tiba menghilang pada saat kelimanya sedang mengadakan pesta di tempat Spencer. Setahun setelahnya, Alison ditemukan tewas terkubur di halaman belakang rumahnya. Sejak saat itu, keempat anggota lainnya, mulai mendapatkan pesan misterius dari seseorang yang mengaku 'A'. Teror dari 'A' ini gak main-main, entah bagaimana caranya, ia bisa mengetahui semua rahasia 4 sahabat tersebut. Teror yang awalnya disangka sebagai ancaman-ancaman iseng, berujung dengan ancaman pembunuhan nyata. 

Series ini terdiri dari 7 season, dengan jumlah episode sebanyak 20an di setiap seasonnya. Ini termasuk series yang selalu saya tunggu-tunggu tayangnya, karena di setiap akhir episode, seringkali memunculkan clue mengenai 'A'. Tapi sayangnya, series ini mulai menjenuhkan ketika masuk season-season akhir. Mulai season 4, saya ngerasa karakternya semakin banyak, banyak yang terlibat dan plotnya jadi super bercabang. Apalagi, tokoh 'A' yang semakin gak masuk akal karena rasanya jadi seperti dewa banget, selalu selangkah di depan, cerdas luar biasa.

Yang bikin saya bertahan pada akhirnya adalah chemistry yang terjadi pada pemain, pemain utama maupun pemain pendukung. Jadi, yang tadinya fokus dengan kasus Alison dan misteri 'A', ujung-ujungnya saya malah menanti-nanti adegan yang memunculkan karakter favorit saya, Spencer. Ah I love her! Anyway, PLL ini juga diadaptasi ke series Indonesia dengan judul yang sama. Salah satu pemainnya Anya Geraldine, kalau gak salah. Saya baru nonton 1 episode dan gak lanjut lagi karena beberapa alasan, salah satunya pemilihan artis yang memerankan karakter-karakternya, kayak kurang pas aja.

2. Riverdale

Sinopsis Riverdale

Sama-sama memiliki latar belakang sekolah, series ini memiliki premis tentang misteri kematian misterius seorang remaja lelaki bernama, Jason Blossom, yang ditemukan mengambang di sungai. Inti ceritanya adalah petualangan Archie dan kawan-kawannya dalam memecahkan misteri pembunuhan Jason. Sebenarnya, agak berat untuk memasukkan series ini ke dalam list series remaja. Meskipun, karakter-karakternya adalah anak sekolahan, namun keterlibatan orang-orang di kota kecil ini cukup rumit. Sama seperti Pretty Little Liars, karakter dalam series ini lumayan banyak (banget), tapi pada series Riverdale, sepertinya lebih banyak orang-orang dewasanya. Malah, menurut saya, ini jadi seperti drama orang tua mereka, karena mereka betul-betul seterlibat itu dalam setiap masalah. 

Baca Juga : Hidup Biasa-Biasa Saja Ala Alain de Botton

Jika dibandingkan dengan Pretty Little Liars, Riverdale punya plot yang lebih bercabang lagi. Berbeda dari Pretty Little Liars selama 7 season fokus di A, Riverdale seperti punya fokus yang berbeda di tiap season, sehingga misteri kematian Jason Blossom sulit untuk dikatakan sebagai premis series ini. Sama seperti kesan menonton PLL yang tak kunjung usai, akhirnya, saya menikmati Riverdale bukan lagi karena plot ceritanya, namun lebih karena pemain-pemain yang punya chemistry satu sama lain, I'm in love with Cami of course! 

3. One Of Us Is Lying

Sinopsis One of Us is Lying

Series ini baru saja menyelesaikan season 2 nya. Melihat ending season 2nya, saya rasa masih akan ada season selanjutnya. Jadi apa yang saya tulis ini, hanya berdasar apa yang saya tonton selama 2 season. One of Us is Lying bercerita tentang 5 remaja, Simon, Browyn, Nate, Addy, dan Cooper yang secara janggal sama-sama mendapatkan hukuman disiplin sepulang sekolah. Di ruangan disiplin hanya ada mereka dan 1 guru pengawas. Tragedi terjadi saat Simon meminum air yang disediakan di ruang tersebut dengan gelas yang juga tersedia. Tak berselang lama, Simon terlihat seperti sesak, nafasnya tersenggal-senggal, meminta pertolongan. Sang guru sedang di luar ruangan, keempat siswa lainnya mencoba mencari pertolongan, namun semuanya terlambat. Simon tewas karena alergi kacang, yang ternyata ada dalam air yang dia minum. Dari penyelidikan polisi, disimpulkan bahwa tewasnya Simon adalah karena pembunuhan.

Misteri pembunuhan Simon menjadi berita besar, apalagi karena orang tuanya Simon merupakan pejabat setempat. Keempat remaja yang berada di tempat dan waktu yang sama dengan Simon saat itu, menjadi tersangka utama, orang-orang memanggil mereka Murder Club. Merasa tidak bersalah, Murder Club mulai bekerja sama mencari tau dalang dibalik semuanya, yang berujung dengan petualangan yang rumit. Pasalnya, hampir seisi sekolah membenci Simon. Ia seperti black box, menyimpan semua rahasia murid-murid sekolah. Simon memiliki situs yang secara rutin memuat tentang rahasia-rahasia kelam yang dimiliki para murid. Jadi, banyak orang-orang di luar Murder Club yang punya motif untuk melakukan pembunuhan terhadap Simon.

Baca Juga : 5 Love Language, Memahami Bahasa Cinta Pasangan

One Of Us Is Lying ini agak mirip dengan Pretty Little Liars. Vibes anak sekolahnya sangat terasa. Cuma, untuk masalah kemampuan acting dan chemistry, saya ngerasa ada yang off gitu dari series ini. Lalu juga, sering saya mendengar dialog cringe yang bikin saya bergumam "naon sih?". Ada sedikit harapan ketika melihat Browyn, si paling cerdas, menjadi bagian dari petualangan tersebut, karena ya... pintar, seperti bagaimana Spencer di Pretty Little Liars banyak menemukan solusi kreatif, meskipun selalu kacau di urusan percintaan. Tapi, ternyata memang tidak sesuai ekspektasi. Melelahkan dan gemas rasanya melihat si pintar ini yang justru sering blunder dan membawa masalah baru pada teman-temannya. Termaafkan karena hubungan romantisnya dengan Nate yang lumayan menyegarkan mata.

Itu adalah 3 rekomendasi series remaja dengan tema misteri pembunuhan. Adakah yang jadi favorit kamu? Atau ada series lain yang kamu ingin rekomendasikan? Let me know!

Continue reading Rekomendasi Series Remaja Bertema Misteri Pembunuhan