Monday, 17 October 2022
Friday, 7 October 2022
REVIEW BUKU : Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya: Kisah Sufi dari Madura - Rusdi Mathari
Menjadi Pintar, Bodoh Saja Tak Punya. Sejak awal saya melihat judul buku ini, rasa penasaran langsung muncul. Ini buku apa sih? Kisah Sufi dari Madura, katanya. Belum lagi, covernya yang bergambar seorang laki-laki yang wajahnya ketutupan peci, seperti ada pesan di baliknya. Maka, tanpa pikir panjang, buku ini masuk dalam daftar belanjaan saya bulan lalu.
Pada akhirnya, setelah beberapa minggu berkutat dengan buku ini, saya menutup halaman terakhir dengan senyum dan sedikit perasaan yang gak nyaman, karena merasa tersindir dengan semua yang ada di dalamnya. Pengalaman membaca buku kali ini akhirnya ingin saya tuangkan di sini, selain untuk pengingat bagi saya, saya juga ingin membagikannya pada teman-teman di sini, karena banyak juga yang meminta reviewnya pada saat saya upload buku ini di story Instagram.
Buku ini mulanya adalah tulisan berseri selama dua tahun di situs web Mojok.co. Sejak kali pertama tayang, kisah sufi dari Madura bernama Cak Dlahom ini segera digemari. Dibaca lebih dari setengah juta pemirsa Mojok.co. Serial Cak Dlahom ini mengisahkan kejadian sehari-hari di sebuah desa di Madura. Sentra kisah ialah Dlahom, duda tua yang hidup sendiri di sebuah gubuk dekat kandang kambing milik Pak Lurah. Tingkah lakunya memang berbeda dari orang-orang di kampung Ndusel. Berteriak-teriak, lari mondar-mandir, cekikikan sendiri, bercengkrama dengan benda mati, nangkring di kuburan. Orang-orang maklum. Anak-anak menertawakannya. Mereka semua menganggap Cak Dlahom sedang kumat dan tak memedulikannya. Hanya beberapa orang yang menganggap Cak Dlahom istimewa, di antaranya Mat Piti dan anaknya, Romlah. Mereka selalu menganggap bahwa di balik kelakuan Cak Dlahom itu, pasti ada sesuatu yang mengusiknya.
Dalam buku ini, ada 30 cerita, 30 perenungan dan pelajaran yang pada awalnya adalah keresahan-keresahan yang dirasakan oleh Cak Dlahom. Misalnya bab yang bercerita tentang istri Bunali dan Sarkum, anaknya. Istri Bunali bekerja sebagai pembantu di rumah Pak Lurah, orang terkaya di kampung itu, yang melakukan umroh sesering ia pulang kampung. Suatu hari, seisi kampung digegerkan dengan berita bahwa istri Bunali meninggal gantung diri di rumahnya. Istri Bunali sudah lama menjanda. Upah pembantu di kampung tidak cukup untuk menutup kebutuhan hidupnya dan anaknya. Sarkum pun sudah 2 tahun tidak bersekolah karena ibunya tak sanggup mebiayai. Karena hutangnya di warung menumpuk, ibu-ibu di kampung sering membicarakannya. Mereka kemudian tahu, istri Bunali sakit-sakitan, tapi omongan tentang istri Bunali tak berhenti. Berhari-hari sampai berbulan-bulan, tak seorangpun dari mereka menjenguk istri Bunali ataupun mencari tahu keadaannya, hingga akhirnya janda itu ditemukan mati gantung diri di kusen pintu rumahnya. Sarkum yatim piatu.
Selepas kejadian itu, Cak Dlahom merintih terus menerus berkata, "Ampuni aku, ya Allah... ampuni orang-orang itu..", begitu terus hingga keesokannya orang-orang melihat ia menggotong karung ke halaman masjid, menumpahkan isinya, pergi lagi, lalu datang kembali menggendong karung, menumpahkan isinya, kemudian pergi lagi. Begitu seterusnya. Orang-orang mulai berdatangan dan melihat aksi janggal Cak Dlahom yang ternyata menumpahkan tanah dari kuburan istri Bunali. Pak RT mencoba menegur Cak Dlahom, bertanya apa maksudnya. Dan ini adalah sepenggal dialog antara Pak RT dan Cak Dlahom,
"Cak, itu tanah kuburan untuk apa dibawa kemari?""Tidakkah masjid ini butuh sumbangan untuk diperluas, Pak RT?""Iya, tapi tidak butuh tanah, Cak...""Jadi butuhnya apa? Sumbangan uang? Sumbangan semen? Sumbangan besi? Kayu?.... Tanah ini dari kuburan janda Bunali. Dia menitip pesan agar tanah kuburnya disumbangkan ke masjid agar masjid ini bisa megah. Lalu apakah kita akan menolaknya?""Bukan begitu, Cak. Kami tak butuh tanah. Apalagi tanah makam. Untuk apa?""Agar masjid ini bisa diperluas, Pak RT. Agar kita bisa bangga punya masjid besar dan megah.""Masjid kita sudah jelek, Cak. Perlu direnovasi...""Betul, Pak RT. Merenovasi masjid kini menjadi lebih penting ketimbang memperbaiki dan memperbagus kelakuan. Umat sekarang diajak lebih tergantung pada masjid ketimbang masjid yang tergantung pada umat. Diajak aktif membangun masjid, tapi membiarkan orang-orang seperti istri Bunali terus tak berdaya lalu mati. Diajak rela menyodorkan sumbangan ke mana-mana untuk membangun masjid, tapi membiarkan Sarkum anak Bunali tidak bersekolah dan kelaparan. Kita bahkan tidak menjenguknya. Tidak pernah tahu keadaan mereka. Lalu apa sesungguhnya arti masjid ini bagi kita? Apa arti kita bagi masjid ini?"Mata Cak Dlahom menatap tajam orang-orang yang mengerubunginya. Semuanya menunduk, termasuk Park RT. Pak RT mewakili orang-orang kampung meminta maaf pada Cak Dlahom karena sudah abai. Lalu Cak Dlahom menjawab,"Sampean tidak salah, Pak RT. Kita semua yang abai. Kita semua yang abai. Kita semua yang salah. Kita lebih sibuk datang ke masjid ketimbang sibuk mengunjungi orang-orang miskin seperti istri Bunali. Kita rajin berdoa di masjid, lalu merasa bertemu dengan Allah. Padahal ketika Allah kelaparan, kita tidak pernah memberi makan. Allah sakit, kita tidak menjenguk...","Hati-hati bicara, Cak." Dullah menciba menegur Cak Dlahom. Dia merasa Cak Dlahom sudah kelewatan, tapi yang ditegur malah bertambah ngoceh."Kenap, Dul? Apa kamu sudah lupa kitab-kitab yang diajarkan di pesantren? Apa kamu kira aku akan mengatakan Allah yang sakit? Allah yang lapar? Kamu sebetulnya tahu yang aku maksud bukan itu, tapi Allah yang selalu berada di sisi orang-orang yang sakit, berada di dekat orang-orang yang miskin. selalu menemani orang-orang yang kalah dan dikalahkan. Tapi kita? Kita terus membangun masjid. Terus berdoa di masjid. Terus mengurus diri sendiri, dan tidak segera menjumpai Allah pada orang-orang itu. Kenapa, Dul?"Semua terdiam."Ampuni aku ya Allah, ampuni orang-orang ini..."Cak Dlahom sesenggukan. Orang-orang keheranan. Baru kali itu mereka melihat Cak Dlahom menangis.
Dalam keseharianya, celotehan Cak Dlahom seringkali tak diindahkan orang-orang, dianggap celoteh orang tak waras. Namun sebetulnya, apa yang Dlahom lakukan adalah berkomentar mengenai subtansi ibadah, yang membuat para tetangganya merenungkan ulang pemahaman mereka atas agama Islam. Nama Dlahom sendiri diambil dari diksi Jawa Timur yang kira-kira artinya "agak bodoh". Kata bodoh mungkin bisa menjadi kunci atas refleksi Cak Dlahom sendiri mengenai pengetahuan manusia atas agama dan Tuhan.
Bab per babnya punya cerita yang berbeda namun inti yang sama, yaitu satir terhadap kehidupan beragama kebanyakan masyarakat kita. Ini ngeri sih, menyadari kembali bahwa buku bisa sangat efektif masuk ke dalam kepala dan juga hati. Kalau boleh digambarkan, membuka halaman pertama buku ini seperti menyerahkan laporan skripsi pada pembimbing, membacanya seperti dicecar oleh pertanyaan mematikan para penguji, dan menutup halaman terakhir buku ini seperti melihat kembali skripsi saya dengan banyak coretan dan revisi yang harus dikerjakan. I need Cak Dlahom in my life. We all need him.
Wednesday, 6 July 2022
Jalan-Jalan Bawa Bocil ke Tahura
Jadi orang tua emang harus mikir terus, salah satunya ya ini, mikirin aktivitas apalagi yang mau dikasih ke anak, supaya anak gak bosan di rumah terus. Main di playground udah keseringan, kali ini saya ingin mengajak si non ke tempat yang dekat dengan alam. Selain untuk anak, saya juga merasa butuh refreshing menghirup udara segar. Jadilah, kami (saya dan suami) memutuskan untuk pergi ke Tahura (Taman Hutan Raya) yang beralamat di Ir. H. Djuanda. Banyak destinasi yang menarik di Tahura, namun yang jadi incaran kami adalah penangkaran rusanya. Alasannya ya sederhana, karena si non super excited kalau udah lihat binatang.
Kami berangkat dari rumah pada pukul 06.30, tadinya mau lebih pagi lagi, supaya dapat udara yang super fresh dan menghindari kerumunan orang. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit, karena gak macet juga. Selama di perjalanan, saya nyuapin sarapan si non dan suami, supaya sesampainya di sana, tenaga kita sudah full dan siap untuk jalan jauh. Sesampainya di sana, sudah banyak gerombolan orang, ada pasangan-pasangan yang mungkin mau olahraga bareng dan banyak rombongan ibu bapak yang berkumpul di area parkir, sepertinya menunggu rekannya yang lain.
Tiket masuknya hanya 10.000 saja, si non belum dihitung jadi saya cukup membayar 20.000 dan untuk tiket mobil sebesar 12.000. Saya sempat tanya soal tempat penangkaran rusa, Bapak penjual tiketnya bilang kalau lokasinya bisa ditempuh sekitar 30 menit. Wah, kalau 30 menit doang mah dekat lah. Cincay.
Tapi begitu saya lihat peta yang dipajang, kok agak beda ya. Untuk sampai ke penangkanan rusa, harus melewati goa jepang, goa belanda, dan dari situ pun masih harus menempuh sekitar 1 kiloan lagi. Tapi, karena pagi-pagi masih semangat dan optimis, hajar aja lah! Saya gak bawa tas, suami bawa ransel yang isinyapun hanya air minum dan baju ganti si non, jadi gak ada beban untuk jalan jauh. Jalan di Tahura terasa sangat menyenangkan pagi itu, udaranya sangat segar, dan waktu itu juga belum ramai. Bahkan dalam jangkauan 100 meter pun saya gak lihat ada orang lain.
Ada deretan warung-warung sepanjang jalan, jadi sebetulnya gak perlu khawatir kalau lelah, lapar, atau haus di perjalanan, banyak tempat untuk istirahat. Kami melewati Goa Jepang dan melanjutkan perjalanan, gak tertarik buat masuk karena saya parnoan kalau bawa anak. Kebanyakan nonton setan-setanan bikin parno gak masuk akal emang. Kami juga melewati tebing yang sering dipakai orang untuk foto-foto, dan di sana jugalah kami melihat banyak monyet-monyet imut yang bergelantungan di pohon. Wah, itu adalah pemandangan yang menyenangkan buat si non. Dia seneng banget liat monyet sementara saya degdegan karena sepengetahuan saya, mereka-mereka ini usil dan suka ambil barang bawaan kita. Tapi, untungnya aman-aman aja.
Setelah itu, lanjut lagi. Kami jalan pelan ketika melewati sebuah bangunan yang unik dengan bendera Belanda terbentang di depannya. Aneka mainan anak terpajang di atas meja depan cafe tersebut, lalu juga ada buku menunya. Holland Spot, namanya. Wah, lucu. Tapi, karena saya masih fokus ke tujuan awal, yaitu penangkaran rusa, saya tetap jalan meninggalkan cafe bernama Holland Spot itu.
Setelah melewati Goa Belanda, saya udah mulai sedikit ngos-ngosan, karena gak cuma jalan, kadang saya dan si non berlarian kejar-kejaran yang lumayan menguras energi. Akhirnya, kami istirahat dulu di warung sambil menikmati kelapa muda dan jagung bakar. Harga kelapa muda nya 15ribu sedangkan jagung bakarnya 20ribu. Mahal, tapi ya namanya juga tempat wisata. Lucunya, waktu saya sedang menikmati kelapa muda dan menyimpan jagung bakarnya di meja, seekor monyet besar lompat ke meja, mengambil jagung, dan pergi melompat ke pohon. Kaget sih iya, tapi gak kesel soalnya si non jadi bisa liat adegan yang langka itu.
Matahari udah mulai naik, udah mulai hangat, kami langsung bergegas. Tadinya, kami mau melanjutkan perjalanan, karena sudah berkali-kali si non bilang ingin lihat rusa. Tapi, begitu saya lihat petunjuk arah yang menunjukkan kalau lokasi yang kami tuju masih berjarak 1,5 km lagi, saya jadi ragu mau lanjut atau tidak. Perjalanan kami selama dan sejauh tadi ternyata belum sampai setengah perjalanannya. Saya tanya si non, dia bilang tetap mau lanjut, bilang gak capek. Tapi, dia kan gak tau 1,5 km itu sejauh apa, saya langsung mengurungkan niat dan bilang sama suami untuk putar balik aja. Lihat rusanya nanti aja di kebun binatang atau di Ciwidey. Haha.
Gak jauh dari kita putar balik, kami melwati tempat tadi, Holland Spot. Karena penasaran, akhirnya kami mampir dan memesan cemilan sambil melihat-lihat mainan yang berjejeran di atas meja. Ternyata mainan itu boleh dipinjam selama kita makan di sana, si non senang sekali, dia bolak balik pilih mainan yang ia sukai. Kakak-kakak pelayannya super ramah dan baik sekali. Kalau kita pesan pancake, kita boleh melihat prosesnya atau bahkan boleh masak sendiri. Si non ditawari, tapi tentu saja dia gak mau haha. Cuma, dengan menonton kakaknya memasak pancake dan menghias toppingnya saja, dia sudah terhibur. Saya pikir,cafe-cafe di tempat wisata begini cuma menonjol di harga aja, untuk rasa nomor sekian. Ternyata saya salah, bala-balanya harganya 25ribu tapi isinya 8 dan ukurannya besar-besar, dan yang terpenting rasanya enak! Ya bala-bala rumahan lah, dilengkapi dengan cengek dan saus kacang. Pancakenya seharga 35ribu, dapat 6 depan ukuran mini, teksturnya lembut, toppingnya banyak, dan rasanya enak.
Karena tempatnya enak, saya lumayan lama berdiam di sana. Apalagi di dalamnya juga ada perpustakaan kecil. Si non meminjam majalah Bobo, lalu kemudian Kakak pelayan yang melihat langsung menghampiri kami dan meminjamkan si non crayon untuk mewarnai. Baik banget! Makin anteng aja si non di sana, sampai sulit diajak pulang. Tapi, karena hari sudah semakin siang, dan saya mulai mengantuk karena angin sepoi-sepoi, kami memutuskan untuk pulang.
Meskipun gak jadi lihat rusa, tapi banyak hal lain yang jadi pengalaman buat si non, contohnya berjalan di jembatan, melihat monyet mengambil jagung, melihat binatang lain sepanjang perjalanan seperti cacing, laba-laba, juga kucing-kucing yang berkeliaran di sana, serta bunga-bunga cantik yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Yang terpenting, ia tau kalau alam semesta ini luas dan indah sekali, dan semuanya ini ada pemiliknya, Yang Maha Segalanya.
Tuesday, 5 July 2022
Nyobain Lash Lift di Rumah dengan Natulash, Gak Kecewa!
Friday, 29 April 2022
Colorkey Soft Matte Lip Cream: Lokal, Murah, Berkualitas
Era lip cream sepertinya emang gak ada akhirnya ya. Gak heran sih, selain kepraktisan dan formulanya yang awet, pilihan warna yang beragam dari berbagai brand yang ada juga menjadi alasan kenapa orang-orang gak bisa move on dari lip cream, termasuk saya! Setiap ada brand baru yang mengeluarkan produk lip cream, saya pasti penasaran buat coba. Meskipun terlihat serupa, tiap brand biasanya punya ciri khas yang bikin lip cream mereka berbeda dari brand lain, entah dari tekstur, staying power, atau yang tadi saya bilang, pilihan warnanya.
Kali ini, muncul lagi brand lokal yang menarik perhatian saya karena baru aja ngeluarin lip cream, yaitu Colorkey Beauty. Brand ini baru pertama kali saya denger, tapi begitu melihat kemasan produknya yang minimalis, chic, girly ini, jadi penasaran. Colorkey Soft Matte Lip Cream ini hadir dalam 5 warna, yaitu Waffle, Cherry On Top, Pancake, Milkshake, dan Maple.
KEMASAN
Colorkey Soft Matte Lip Cream ini hadir dengan kemasan yang minimalis. Gak terlalu besar, hanya seukuran telunjuk (ya, telunjuk saya), jadi gak ngabisin tempat di pouch make up. Beberapa orang ada yang lebih suka lip cream yang kemasannya panjang karena gak kagok pada saat pengaplikasian lip creamnya. Tapi buat saya gak ada bedanya, tetap nyaman-nyaman saja.
Lalu, seperti yang tadi saya bilang, designnya gak macem-macem. Sederhana dan manis, dominasi warna peach bikin lip cream ini terlihat girly.
KLAIM
Uniknya, produk ini gak dilengkapi dengan informasi klaim produk secara detail. Penjelasannya hanya sebatas transferproof, pigmented, dan long lasting. Umumnya, produk-produk kecantikan mencantumkan key ingridients di bagian kemasannya, sebagai highlight informasi produk. Tapi, untuk produk ini, saya gak tau kandungan utama yang menarik dalam lip cream ini apa. Mungkin saya harus googling satu persatu manfaat dari kandungan yang ada, secara manual.
KANDUNGAN
Isododecane, Trimethylsiloxysilicate, Mica, Silica, Hydrogenated Polydecene, Dimethicone Crosspolymer, Nylon-12, Dimethicone, Disteardimonium Hectorite, Propylene Carbonate, Phenoxyethanol, Tocopherol
TEKSTUR, AROMA, DAN WARNA
Teksturnya kental tapi spreadable. Yang perlu diacungi jempol adalah tekstur yang ringan. Saya juga bingung, teksturnya padahal cream pada umumnya, tapi begitu diaplikasikan, aluuus banget dan ringan di bibir, warnanya langsung menyatu ke bibir. Kalian pasti pernah kan nemu lip cream yang waktu dipakai, jatohnya jadi kayak pakai cat di bibir? Gak nyatu dan keliatan banget ada lapisan di atas bibir. Kalau ini, nggak! Pemakaian 1x oles, sensasinya mirip kaya abis pakai lip tint, lebih berat sedikit lah, sedikit banget. Pemakaian 2x oles, tentu terasa lebih berat tapi tetap nyaman, dan yang jelas, pemakaian 2x oles bisa mengcover warna bibir dengan sempurna.
Aromanya enak, manis seperti kue, tapi gak menyengat. Begitu diaplikasikan juga aromanya menghilang. Jadi gak masalah buat saya yang gak suka wewangian di kosmetik dan skincare.
Seperti yang tadi saya bilang, Colorkey Soft Matte Lip Cream ini hadir dengan 5 warna, yaitu Waffle, Cherry On Top, Pancake, Milkshake, dan Maple. Aku bakal review tiap-tiap warnanya ya!
1. Waffle : Warna bata, yang mungkin banyak orang bilang juga teracota. Warnanya masuk ke semua skintone, natural semi bold. Konsistensinya bagus, sekali poles bisa langsung mengcover bibir.
2. Cherry On Top : Warna merah ala bibirnya Snow White. Kalau shade waffle ada tone orangenya, shade ini ada sedikit tone pinknya yang bikin warna ini bisa masuk juga ke kulit dengan undertone warm.
3. Pancake : Warna paling nude dan paling sheer coverage. Cocok untuk base ombre. Butuh 2x oles untuk mengcover warna bibir saya. Warna ini juga paling tricky saat dipakai, 1x oles gak cukup nutupin garis hitam bibir, 2x oles kok ya rasanya jadi neon. Warna-warna gini emang bermasalah di kulit sawo matang saya, pakai ini harus sambil pakai make up, kalau nggak, bakal aneh di muka kusem saya.
4. Milkshake : Warna pink fuschia yang cantik banget. Sebenarnya tekstur dan konsistensinya masih di bawah Waffle, tapi saya suka hasilnya di bibir yang bikin bibir pink natural. Tanpa pakai make up wajah, pakai warna ini di bibir aja udah fresh banget.
5. Maple : Kalau Cherry On Top lebih cocok untuk kulit dengan cool under tone, shade Maple ini dibuat khusus pecinta lippen merah dengan undertone warm. Ada hint orange kecoklatan yang bikin warnanya gak terlalu neon ketika diaplikasikan. Ini warna favorit saya.
Untuk ketahanan dari Colorkey Soft Matte Lip Cream ini, tergantung dari apa yang kamu makan dan minum. Kalau lagi puasa, ya 12 jam juga tahan-tahan aja. Tapi kalau makan makanan berminyak, ya luntur sedikit, malah ngeri gak sih kalau gak luntur. Lalu, soal transferproof juga terbukti benar, lip cream ini gak ninggalin noda di tisu atau di tangan ketika saya cium.
KESIMPULAN
+ Harga terjangkau
+ Aroma enak
+ Design minimalis
+ Staying power bagus
+ Bisa mengcover garis hitam di bibir
+ Ringan dipakai
- Minim informasi produk pada kemasan
- Pilihan warna masih terbatas
Yang lebih menarik lagi, dengan semua ulasan positif yang saya bagikan, Colorkey Soft Matte Lip Cream ini dijual dengan harga yang super terjangkau, hanya 59.000 aja. Bahkan kalau kamu beli bundling langsung 5 warnanya sekaligus, harganya hanya 180.000, kalau dihitung satuannya hanya 38.000 aja, ya Tuhan murah banget tolong. Cus yang penasaran dan mau coba, lansung aja cari di shopeenya Colorkey Beauty , dan kalau penasaran sama brand ini dan produk-produk lainnya, intip aja instagramnya Colorkey Beauty, mereka sering share info-info menarik seputar produknya.
Wednesday, 23 February 2022
REVIEW: Avoskin Retinol Miraculous Ampoule, Kulit Menjadi Kembali Muda, Kenyal, dan Sehat!
Kali ini, ulasannya juga masih tentang retinol, dan juga masih dari brand Avoskin. Produk ini adalah step selanjutnya yang diaplikasikan setelah Toner. Konon, Mbah Suhay juga takjub dengan produk ini, karena menurutnya produk ini betul-betul mampu menyamarkan kerutan di wajahnya, meskipun beliau masih merasa tidak percaya, too good to be true mungkin buat beliau.
Saya juga, gak muluk-muluk, gak berharap kalau produk ini mampu bikin saya terlihat lebih muda, menghilangkan kerutan-kerutan dan semacamnya. Saya cuma berharap kulit saya beregenerasi dengan optimal, mengurangi noda-noda lama bekas jajahan jerawat selama ini. Tapi, gimana ya hasilnya? Simak teruss!
KEMASAN
Masih dengan warna yang serupa dengan produk sebelumnya, Avoskin Miraculous Retinol Ampule ini dikemas dalam bentuk botol dengan aplikator pipet. Gak ada komplain apapun, apalagi saya pecinta kemasan botol pipet, memudahkan untuk menakar produk yang akan dipakai, dan lebih higienis tentunya.
KANDUNGAN
Water, Propylene Glycol, Glycerin, Phenoxyethanol, Carbomer, PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, Caprylic/Capric Triglyceride, Camellia Sinensis (Green Tea) Leaf Extract, Methyl Methacrylate Crosspolymer, Polyglutamic Acid, Tetrasodium EDTA, Retinol, Hydrogenated Lecithin, Ethylhexylglycerin, Cholesterol, Biosaccharide gum-1, Tocopheryl Acetate, Rubus Idaeus (Raspberry) Fruit Extract, BHT, Punica Granatum (Fruit) Extract, Butylene Glycol, Phaseolus Radiatus Seed Extract BHA, Avena Sativa (Oat) Meal Extract, Palmitoyl Hexapeptide-12
KLAIM
Avoskin Miraculous Retinol Ampoule memiliki kandungan utama 3% Actosome Retinol yang 50% lebih rendah efek samping pada kulit dibandingkan dengan retinol lainnya. Dipadu dengan kandungan Vitamin E, ekstrak buah pomegranate, dan ekstrak green tea yang bekerja secara optimal untuk memicu regenerasi sel kulit sehingga meningkatkan produksi kolagen alami pada kulit.
Produk Miraculous Retinol Ampoule ini efektif untuk:
- Menunda munculnya tanda penuaan dini pada kulit.
- Menyamarkan noda hitam dan garis halus.
- Menjaga kekenyalan atau elastisitas kulit.
- Mencerahkan kulit wajah dan meredakan jerawat.
CARA PEMAKAIAN
- Aplikasikan secara merata pada kulit wajah menggunakan ujung jari
- Bilas keesokan harinya, dan jangan lupa gunakan sunscreen favoritmu
HASIL PEMAKAIAN
Seperti yang saya duga, tekstur dari Avoskin Retinol Miraculous Ampoule sedikit lebih kental dari Avoskin Retinol Miraculous Toner. Berwarna putih dengan aroma yang gak bisa dideskripsikan, namun gak mengganggu karena aromanya menghilang dengan cepat saat kita aplikasikan. Sama dengan tonernya, Avoskin Retinol Miraculous Ampoule ini juga cepat menyerap. Hanya butuh 1 tetes untuk seluruh wajah. Setelah memakai produk ini, gak ada perasaan lengket atau gak nyaman seperti kebanyakan skincare retinol yang pernah saya coba. Ini merupakan poin yang menyenangkan, karena saya sebetulnya paling malas kalau harus tidur dengan kondisi wajah yang lembapnya berlebihan, bikin parno kalau debu-debu, kuman, dan kotoran di udara, bantal, selimut, akan bersarang di wajah saya.
Pemakaian sebulan, saya langsung merasakan hasil yang lebih optimal dibanding dengan saya hanya memakai Avoskin Retinol Miraculous Toner. Tektur kulit jauh lebih halus, kulit lebih bersih, beruntus semakin berkurang, pokoknya tekstur kulit saya terasa enak untuk dipegang-pegang. Garis senyum dan flek hitam, masih terlihat begitu-begitu saja, tapi saya gak tau kalau dilihat pakai mikroskop, mungkin sedikitknya ada perubahan. Lagipula, garis senyum saya memang sudah dalam dari sananya, jadi ya mungkin agak sulit ya untuk diotak-atik.
Suatu kali, saya melihat review orang lain mengenai ampoule ini. Lalu, saya agak terkejut waktu membaca salah satu review seperti ini, "karena mengandung retinol, ampoule ini gak disarankan dipakai setiap hari, maksimal seminggu 3x". Wew, saya tau kalau retinol ini cukup "keras" untuk kulit sensitf, tapi yang saya tau, tiap brand punya formulanya masing-masing, sehingga ada beberapa yang membolehkan untuk pemakaian sehari-hari. Saya pikir produk ini adalah salah satunya, karena saya gak melihat ada larangan penggunaan tiap hari pada kemasannya. Tapi ya, saya juga agak-agak cemas, takut saya ketinggalan informasi, jadi saya langsung menanyakannya pada admin Avoskin di Instagram. Hamdallah, adminnya jawab bahwa semuanya tergantung kulit masing-masing, kalau sudah terbiasa pakai retinol tiap hari dan gak ada efek samping apapun, gak masalah untuk pemakaian tiap malam, yang penting tetap pakai sunscreen! Ya, jelas, saya hajar aja pakai tiap hari, dan hasilnya juga buagyus bangettt!
Baca Juga : Review Avoskin Toner, Retinol Untuk Kulit Sensitif
REVIEW : Skintific 360° Crystal Massager Lifing Eye Cream, Gak Heran Kalau Produk Ini Viral!
KANDUNGAN DAN KLAIM
- Maytixytl™ 3000 Peptide: Mengurangi garis halus, menstimulasi produksi kolagen dan memperbaiki tanda-tanda penuaan
- SKN™-AKE Peptide: Mengurangi tampilan mata sembab, mengurangi kontraksi-mikro pada otot kulit sehingga mencegah pembentukan kerutan dan garis-garis ekspresi pada mata.
- Acetyl™ Tetrapeptide-5: Mengurangi tampilan bawah mata yang gelap, membantu mengurangi melanin dengan menghambat aktivitas elastase.
Lift-Tech™ 360 ° Crystal Roll Massager yang terdapat pada eye cream ini membantu mengurangi garis-garis halus/ fine lines dalam 3 menit, mengurangi area bawah mata yang gelap, dan mengurangi tampilan mata sembab.
CARA PEMAKAIAN
- Tekan dan oleskan krim mata dalam jumlah yang tepat di sekitar area mata.
- Sentuh bagian besi pada Activation Metal Area dan tekankan pada kulit untuk menghidupkan vibrasi/getaran dari massager.
- Pijat area mata sebelum terserap sempurna.
- Bisa digunakan untuk memijat seluruh wajah.












