Wednesday, 27 November 2019

, , , , , ,

CORETAN MAMANIS : Tentang PCOS dan Dua Garis Pink

Sebelum menikah, saya dan suami sepakat untuk melakukan premarital medical check up. Bukan untuk apa-apa selain hanya untuk kebaikan kami berdua. Entah untuk mengetahui riwayat penyakit, pencegahan penyakit, program hamil, dan berbagai manfaat lainnya. Sejujurnya, selama hidup, saya gak pernah periksa kesehatan sedetail ini, karena yaa..saya gak pernah nyaman berada di rumah sakit. Tapi, berkat dorongan dari Mas suami saat itu, dengan berat kaki, akhirnya saya mendaftarkan diri di Rumah Sakit Borrommeus Bandung. 

Dari namanya saja kita sudah tahu bahwa premarital medical check up seharusnya dilakukan sebelum menikah. Tapi, karena pada saat itu banyak sekali halangan, dari mulai haid saya yang sering datang di jadwal MCU yang sudah saya tetapkan (karena pada saat MCU gak boleh dalam keadaan haid), sampai kesibukan persiapan pernikahan yang lain, sehingga saya baru melakukannya setelah menikah dengan catatan saya dan suami sepakat untuk gak merencanakan kehamilan sebelum saya melakukan MCU, menghindari terjadinya sesuatu yang gak diinginkan, mengingat saya belum tau kondisi tubuh sendiri. Berbeda dengan saya, suami sudah menyelesaikan MCU dari beberapa bulan sebelum pernikahan, dan alhamdulillah hasilnya baik-baik saja.


Bulan April 2018, saya baru punya kesempatan untuk melakukan MCU di Rumah Sakit Borromeus Bandung dengan biaya 3.X (saya lupa tepatnya), sedangkan biaya MCU suami lebih murah karena pemeriksaan yang dilakukan pun lebih sederhana. MCU dimulai dari pkl 08.00, dimulai dari pemeriksaan kesehatan secara umum, pemeriksaan gigi, tes darah, tes urin, rontgen, dan pemeriksaan kandungan. Selama ini saya gak punya riwayat penyakit yang aneh-aneh selain maag yang sering muncul. Saya juga gak punya penyakit turunan, tapi tetap saja, setiap diperiksa dokter, bawaannya parno. Parno kalau-kalau ditemukan penyakit yang selama ini gak pernah saya duga.

Pemeriksaan berlangsung cukup singkat dan gak terasa akhirnya saya sampai pada pemeriksaan akhir, pemeriksaan kandungan. Pemeriksaan kandungan ini memakan waktu cukup lama, karena ternyata saya harus bergabung dengan antrian umum, berbarengan dengan ibu-ibu hamil yang juga sudah punya jadwal sebelumnya. Meskipun pasien MCU lebih sering didahulukan, tapi karena antrian dokter kandungannya super membludak, tetap saja terasa sangat lama.

Begitu nama saya dipanggil, saya langsung diperiksa oleh dr. Indri. Dokternya cerewet dan menyenangkan. Entah beliau sedang mengalihkan pikiran saya yang terlihat tegang, atau beliau memang senang berbicara. Saat mulai melakukan USG, saya terus memperhatikan ekspresi wajah dokter, menebak-nebak apa yang ada dipikirannya. Hebatnya, kebanyakan dokter memang mampu mengendalikan ekspresi, sehingga saya gak bisa menebak apa yang sebetulnya dilihat oleh dr.Indri di rahim saya ini. Sampai akhirnya, beliau bilang, "Hmm... ini ada ya..."

DEGGG. Ada apa? Mendengar dokter baru berkata seperti itu saja, pikiran saya sudah kemana-mana. Memang selama ini menstruasi saya gak pernah lancar. Meskipun tiap bulan selalu ada waktunya saya haid, tapi polanya acak, gak bisa diprediksi. Selain itu, saya juga kerap kali mengalami keram perut yang luar biasa selama menstruasi, yang gak jarang bikin saya nangis guling-guling di kasur. Sebelumnya, saya pernah memeriksakan masalah menstruasi ini ke obgyn lain, tapi mereka gak menemukan sesuatu yang salah di rahim saya. Makanya, saat dr. Indri bilang seperti itu, bisa kebayang kan gimana paniknya saya.

Sekitar 5 menit memeriksa, akhirnya dr. Indri nyeletuk, "Kenapa zaman sekarang banyak yang kaya gini ya..". Lagi-lagi, dr. Indri berkomentar setengah-setengah, bikin saya jadi greget dan mendumel dalam hati "Sebenarnya ada apa?". Seperti membaca isi hati, dr. Indri langsung menjelaskan, bahwa beliau menemukan kista-kista kecil pada ovarium saya yang membuat sel telur tidak berkembang sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur. Ini adalah penyebab mengapa menstruasi saya gak pernah teratur. Kondisi ini disebut polycystic ovarian syndrome (PCOS). Dari hasil USG terlihat bahwa tampak beberapa buah (minimal 8 buah) struktur kistik pada bagian perifer, berukuran terbesar 12,1 mm pada ovarium kanan, dan 9,1 pada ovarium kiri. Ini adalah hasil USGnya, meskipun saya sendiri gak bisa lihat "makhluk-makhluk" yang dimaksud oleh dokter Indri ini.

CORETAN MANIS : Tentang PCOS dan Kehamilan Pertama

Saya sempat bertanya mengenai intervensi yang akan dilakukan terhadap PCOS yang saya miliki, tapi dokter Indri menundanya dengan mengatakan bahwa nanti saya akan diberikan kesempatan konsultasi dengan dokter kandungan lain di hari lain, karena tampaknya dr. Indri saat itu hanya ditugaskan untuk melakukan USG saja.

Selang beberapa hari setelahnya, saya dijadwalkan untuk konsultasi dengan dokter kandungan (saya lupa namanya). Beliau membahas keseluruhan hasil medical check up, dan menyampaikan 3 masalah yang ditemukan di tubuh saya. Yang pertama adalah underweight karena memang sebelum saya hamil, berat badan saya gak pernah melebihi angka 45 kg. Beliau bilang, angka segitu terlalu kurus dengan tinggi badan 165 cm ini. Yang kedua adalah miopi atau rabun jauh yang saya miliki semenjak SMP. Dan yang terakhir, PCOS ini. Beliau menjelaskan lebih detail mengenai kondisi PCOS yang saya alami, dari mulai penyebab, gejala, dan pengobatannya. Dari yang saya tangkap, kondisi PCOS ini gak bisa disembuhkan, hanya bisa dikendalikan dengan cara pola hidup yang sehat.


CORETAN MANIS : Tentang PCOS dan Kehamilan Pertama

Sepulangnya dari dokter, saya mulai mencari tau lebih banyak lagi tentang PCOS ini. Betul seperti yang dokter bilang, dari artikel-artikelyang saya bacapun, PCOS ini gak bisa disembuhkan, karena berkaitan dengan hormon. PCOS terjadi ketika ovarium wanita atau kelenjar adrenal memproduksi hormon laki-laki, seperti testoteron, lebih banyak dari normal. Akibatnya terjadi gangguan keseimbangan hormonal. Gejala yang biasanya muncul adalah haid yang gak teratur (atau bahkan gak haid sama sekali), kadar hormon pria lebih tinggi (salah satu tandanya adalah munculnya rambut di bagian tubuh yang semestinya, misalnya di wajah. Di kasus saya, saya pernah menemukan 1 helai rambut berukuran 0.5 cm di dagu. Sebelum tau tentang PCOS ini saya sempat panik, sempat terpikir mungkin saya gak sengaja ngoles krim wak doyok milik suami ke dagu), dan yang terakhir adalah adanya kista yang ditemukan pada saat pemeriksaan USG.


Source : mayoclinic.org

Resiko dari PCOS ini juga bermacam-macam, tapi yang paling sering terjadi adalah kesulitan untuk hamil pada penderitanya. Ini terjadi karena sel telur susah matang atau dilepaskan saat menstruasi. Saat saya tau bahwa PCOS ini kemungkinan akan membuat saya sulit hamil, saya langsung berdikusi dengan suami. Ya.. sebetulnya, punya anak bukanlah prioritas utama kami setelah menikah. Ingin menghabiskan waktu berdua dulu, pacaran dulu, mengingat usia PDKT kami yang terbilang singkat. Setelah berdiskusi dengan suami, dia cukup santai menanggapinya. Suami termasuk orang yang legowo, apapun yang sudah digariskan oleh Tuhan, sebisa mungkin ia terima. Tapi juga, gak bikin suami lantas gak bergerak dan nerima-nerima aja, doi selalu mengingatkan untuk tetap berusaha semampu kami.

6 bulan berlalu, perasaan ingin memiliki anak mulai muncul. Berbekal informasi dari dokter dan artikel-artikel yang saya baca, akhirnya saya mulai menerapkan pola hidup sehat di rumah sebagai ikhtiar kami dalam perencanaan kehamilan, yaitu:

1. Diet Makanan


Diet makanan bagi penderita PCOS ini mirip dengan diet pada penderita diabetes, yaitu mengurangi gula. Mengonsumsi makanan yang tinggi protein dan lemak, serta mengurangi karbohidrat dan perbanyak makanan berserat tinggi. 3 bulan pertama, saya mengganti beras putih menjadi beras merah, agar lebih sehat. Tapi, saya terbiasa melihat beras merah dipadukan dengan lauk-lauk sunda, jadi kadang saya ngerasa aneh waktu makan nasi merah dengan lauk chicken teriyaki. Alhasil, saya kembali menggunakan beras putih. Saya juga paling sulit menghindari makanan-makanan bertepung, padahal tepung-tepungan juga termasuk yang harus dikurangi oleh penderita PCOS. Tapi... siapa yang bisa menahan godaan goreng-gorengan?

2. Mengonsumsi vitamin E dan asam folat

Vitamin E ini bertujuan untuk meningkatkan kesuburan. Sebetulnya mengonsumsi vitamin E bukan termasuk pengobatan PCOS, tapi semacam mengoptimalkan fungsi rahim, membuat rahim lebih siap untuk "dihuni". Sedangkan asam folat diperlukan untuk pembentukan sel darah merah yang optimal untuk membantu pertumbuhan janin kelak dan melindungi sel tubuh.

3. Olahraga

Olahraga yang biasa saya lakukan bukan olahraga berat. Sekedar menari-nari sambil mendengarkan musik, atau kalau sedang niat menggelar matras, saya biasa yoga di rumah dengan mengandalkan youtube. Tapi karena yoga memang gak semudah itu, saya malah gak semangat. Paling mudah dan paling sering dilakukan sih jalan kaki ditemani suami.

4. Kelola Stress

Ini yang sebetulnya sulit dikendalikan. Saya termasuk orang yang banyak mikir. Gak cuma hal yang memang harus dipikirkan. Hal-hal kecilpun kadang bikin saya cemas dan gak bisa tidur. Kadang saya juga mikir kenapa saya ini banyak mikir, yang bikin saya makin pusing. Padahal stress berkaitan dengan hormon, dan PCOS adalah penyakit hormon. Untungnya, Mas suami banyak membantu dalam menjaga pikiran saya agar tetap jernih, meskipun sewaktu-waktu masih bisa keruh juga.

4 poin di atas yang saya terapkan selama promil, meskipun sebetulnya masih ada cara lain untuk mengatasi PCOS seperti mengonsumsi obat hormon atau bahkan ovarium drilling. Selama 6 bulan, saya mencoba menerapkan pola hidup yang sehat, lebih menjaga makanan, berolahraga lebih sering, dan mencoba menghindari stress, tapi tetap saja.. dua garis pink gak juga datang. Up and down, telat haid berhari-hari sampai berminggu-minggu seringkali bikin saya keGRan yang diiringi dengan rasa kecewa setelah melihat hasil testpack. Sampai akhirnya, karena seringnya saya telat haid, stok testpack di rumah jadi membludak, karena saya malas bolak balik ke minimarket.

Tibalah saat anniversary pernikahan kami yang pertama, kami merencanakan liburan di Bandung selama seminggu. Staycation di daerah Lembang dan mengunjungi tempat wisata di sekitarnya, Quality time dengan Mas Suami selama seminggu di Bandung adalah hal yang langka, jadi kami manfaatkan sebisa mungkin. Saat itu kami sudah mulai santai, sudah gak menggebu-gebu seperti sebelumnya. Lagipula, terakhir saya konsultasi ke Obgyn di Bandung, beliau mengatakan bahwa anak itu masalah rezeki, kehendak Tuhan, gak bisa dipaksa-paksakan. Kalaupun saya gak mengidap PCOS, jika Tuhan memang belum berkehendak untuk menitipkan anak, ya gak akan terjadi. Saya pikir, betul juga. Selama ini, memang saya menjauhi diri dari pikiran-pikiran stress agar bisa fokus dalam merencanakan kehamilan. Tapi, justru fokus merencanakan kehamilan ini malah menjadi sumber stres baru. Jadi, karena saya merasa sudah berusaha semampu saya, saya rasa tugas selanjutnya adalah bertawakal, menyerahkan semuanya pada Tuhan.

Selang sebulan kemudian, pertengahan Februari, saya terlambat haid selama seminggu, seperti yang biasa terjadi. Tapi kala itu, kok rasanya saya merasa gak enak badan. Terasa sangat lelah, padahal gak ada aktivitas berat yang saya lakukan. Akhirnya saya mencoba periksa lagi menggunakan testpack, tanpa banyak berharap. Dan muncullah 1 garis pink dengan jelas, lalu muncul 1 garis lagi dengan warna pink yang sangat samar. Karena merasa gak yakin, saya sempat googling dan tanya ke beberapa teman, dan semua jawabannya sama, kalau ternyata saya POSITIF HAMIL. Garis pink samar menandakan bahwa hormon HCG (hormon kehamilan) saya masih rendah, tanda bahwa usia kandungan saya masih sangat muda.

CORETAN MANIS : Tentang PCOS dan Kehamilan Pertama

Ingin memastikan lebih jelas, akhirnya saya coba datang ke dokter kandungan di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Setelah diperiksa menggunakan USG, dokter menemukan sebuah kantung dalam rahim saya, kantung janin. Sangat kecil sekali, sekitar 0,05 cm, sehingga sempat membuat dokter ragu. Hingga pada akhirnya beliau bilang kalau memang kemungkinan besar itu kantung janin. Akan tetapi, untuk lebih pastinya, saya diminta untuk kontrol kembali setelah 2 minggu, menunggu ukurannya menjadi sedikit lebih besar. Betul saja, 2 minggu kemudian saya kembali memeriksakan kandungan saya, dan ukurannya membesar sehingga lebih terlihat jelas kantung janin yang dokter maksud sebelumnya.

Dokter mengucapkan selamat berkali-kali atas kehamilan saya, mengingat betapa banyaknya kasus PCOS yang membuat penderitanya sulit hamil, termasuk pasien-pasien yang ia tangani. Saya juga heran, penantian selama 6 bulan justru membuahkan hasil ketika saya gak banyak berharap dan memasrahkan semuanya sama Tuhan. Lagipula, kalau dipikir-pikir, kehamilan saya datang di waktu yang tepat. Saya gak kebayang jika saya hamil secepat yang saya inginkan, dengan kondisi saya baru pindah ke Lampung. Adaptasi dengan lingkungan baru saja super memusingkan, gak kebayang kalau saya juga harus beradaptasi dengan kondisi badan yang baru juga.
Tulisan ini saya maksudkan untuk perempuan-perempuan di luar sana yang juga memiliki PCOS dan memiliki kekhawatiran mengenai kehamilan. Saya gak akan bilang sabar, karena kalian pasti sudah punya banyak. Tapi, penting untuk percaya bahwa memiliki PCOS memang memungkinkan kita sulit untuk hamil. Tapi, itu kan baru "mungkin", siapa yang tahu dengan rencana Tuhan?
Tetap semangat ya!
Continue reading CORETAN MAMANIS : Tentang PCOS dan Dua Garis Pink

Saturday, 12 October 2019

, , ,

Mudahnya Mengatasi Anyang-Anyangan Menggunakan Ekstrak Cranberry Dari Prive Uri-Cran

Cerita soal anyang-anyangan bikin saya teringat dengan Mahadewi. Lah kok? Oh maaf, itu ayang-ayangku (krik!). Anyang-anyangan ini sebetulnya sering saya alami dari semenjak saya SMA, tapi dulu saya gak tau kalau itu namanya anyang-anyangan. Kok bisa sampai sering ngalamin sih? Jadi teman-teman, saya ini termasuk orang yang banyak sekali mengonsumsi air putih dikarenakan mudah haus, dan tentunya dalam hal ini, seharusnya pemasukkan berbanding lurus dengan pengeluaran, semakin banyak saya minum, semakin sering saya harus buang air kecil. Seharusnya begitu, bukan? Tapi, saya ini termasuk orang yang malas untuk pergi ke toilet umum. Alasannya macam-macam, bisa jadi karena kebanyakan toilet umum kurang terawat, gak ada tissue, atau yang paling sering terjadi adalah saya gak menemukan toilet jongkok. Betul, saya adalah tim  toilet jongkok. Saya sering sekali menahan buang air kecil hanya karena toilet umum yang tersedia adalah toilet duduk. Biasanya, saya bela-belain nunggu sampai di rumah, barulah menyelesaikan urusan pembuangan ini.

 

Dan ya.. Menahan untuk buang air kecil adalah satu hal yang gak patut dicontoh, karena membahayakan, mengundang berbagai macam penyakit, dan anyang-anyangan hanyalah satu di antaranya. Lalu, bagaimana sih asal mula munculnya anyang-anyangan? Apa hubungannya dengan menahan buang air kecil?

Dikutip dari tribunnews.com, dr. Sudung O.Pardede, Sp.A(K) mengatakan, "Sekali dua kali menahan (BAK) masih biasa. Tapi, kalau ditahan secara terus menerus air yang seharusnya keluar dan air dari atas yang selalu masuk, maka air yang terdapat di kandung kemih akan naik ke atas kembali menuju ginjal. Ini berbahaya karena urin mengandung bakteri,". Jadi intinya, terjadinya anyang-anyangan ini 80% disebabkan oleh adanya Infeksi Saluran Kemih oleh bakteri, tepatnya bakteri E-Coli.

Ada beberapa gejala anyang-anyangan yang diakibatkan karena Infeksi Saluran Kemih, yaitu:
  • Hasrat berlebih untuk buang air kecil
  • Buang air kecil lebih sering, tapi dengan volume sedikit-sedikit
  • Nyeri pada panggul jika terjadi pada wanita
  • Jika terjadi pada pria, akan menimbulkan gejala nyeri pada anus
  • Rasa perih ketika buang air kecil
  • Urine berbau menyengat, lebih pekat, kadang-kadang mengandung darah
  • Merasa lelah dan kurang sehat
  • Demam
 

Kembali lagi ke pengalaman anyang-anyangan yang saya alami, kalau saya harus jujur, selama 28 tahun ini saya cukup sering mengalami anyang-anyangan, yang saya ingat sih 4x, karena saat itu saya sampai harus ke dokter saking gak bisa menahan sakitnya. Gejala umum dari anyang-anyangan yang paling sering mengganggu adalah rasa sakit ketika buang air kecil. Rasanya sangat menyebalkan, panas dan perih,  bikin saya semakin malas untuk buang air kecil. Ini sih seperti lingkaran setan jadinya.

Anyang-anyangan sebetulnya bukan penyakit yang berbahaya, gak sedikit orang yang pernah mengalaminya, tapi juga bukan penyakit yang bisa kita abaikan begitu saja.  Dari berbagai artikel yang saya baca, sebetulnya 5 dari 10 wanita pernah mengalami anyang-anyangan, setidaknya 1x dalam hidupnya. Bukan berarti pria gak punya resiko mengalami anyang-anyangan, hanya saja wanita memiliki resiko yang lebih besar, karena saluran kencingnya lebih pendek, sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih.

Terakhir saya mengalami anyang-anyangan adalah beberapa bulan kemarin. Kala itu, beda seperti biasanya. Bukan hanya sakit saat buang air kecil yang saya rasakan, tapi saya juga mengalami demam dan sakit pinggang yang betul-betul menyiksa. Belum lagi, saat itu saya sedang hamil. Rasanya lebih cemas dibanding pengalaman anyang-anyangan saya sebelumnya. Bisa saja saya mengonsumsi antibiotik untuk menanganinya seperti yang biasa saya lakukan, tapi karena saya sedang meminimalisir penggunaan obat selama hamil, sebisa mungkin saya menghindari konsumsi antibiotik, meskipun dokter pasti akan memberikan antibiotik yang aman bagi ibu hamil. Sebetulnya, antibiotik memang sangat ampuh dan cepat dalam membunuh bakteri. Tapi, buat saya yang sering lupa minum obat, minum obat antibiotik yang punya jadwal rutin adalah sebuah pekerjaan dengan tanggung jawab yang super tinggi. Takut-takut kelewat, bukannya sembuh, malah muncul masalah baru. Maka dari itu, saya mencoba informasi terkait alternatif dalam mengatasi anyang-anyangan tersebut, dan yang saya dapatkan adalah :

1. Minum air putih yang banyak (dan dibarengi dengan rutin membuangnya!)

Pada saat anyang-anyangan, bakteri E-Coli ini sedang nongkrong di saluran kemih kita, tugas kita adalah melenyapkannya. Asupan air putih yang banyak, akan membantu kita "membersihkan" saluran kemih kita, dengan catatan kita juga harus rutin membuangnya. Cara ini sangat membantu, meskipun butuh waktu yang cukup lama dibanding dengan mengonsumsi antibiotik.

2. Mengonsumsi buah-buahan anti anyang-anyangan

Ada beberapa buah-buahan yang dipercaya mampu meredakan gejala anyang-anyangan ini, di antaranya cranberry, blueberry, air rebusan parsley, air rebusan bawang putih, timun, cuka apel, dan teh jahe. Dari yang saya sebutkan tadi, cranberry menempati urutan paling pertama sebagai "penawar" paling ampuh dalam mengatasi anyang-anyangan.

Dikutip dari alodokter.com, buah cranberry dipercaya dapat melindungi saluran kemih dengan cara mengubah sifat urine menjadi lebih asam sehingga secara alami menghambat pertumbuhan bakteri E.Coli. Selain itu, para ahli menyatakan bahwa adanya zat proantocyanidin yang ada dalam Cranberry dapat mengubah struktur bakteri E.Coli sehingga mencegahnya menempel pada sel yang melapisi saluran kemih.


Yang jadi permasalahan adalah, cranberry bukanlah buah yang umum ada di supermarket atau minimarket dekat rumah. Agak sulit untuk mencarinya, terutama kalau kamu tinggal di wilayah yang jauh dari perkotaan. Tapi tenang teman-teman, berkat teknologi yang semakin canggih, kita gak perlu pusing-pusing cari buah cranberry, selama kita dapat menemukan ekstraknya saja. Thanks to Combiphar, yang berhasil mengeluarkan produk terbarunya, yaitu Prive Uri-cran dan Prive Uri-Cran Plus yang terbuat dari ekstrak cranberry, sehingga kita gak perlu lagi pusing-pusing mencarinya.


Seperti yang tadi saya sebutkan, Prive Uri-cran ini terdiri dari 2 jenis produk ekstrak cranberry, yaitu dalam bentuk serbuk (Prive Uri-Cran Plus) dan juga dalam bentuk kapsul (Prive Uri-Cran). Keduanya memiliki fungsi yang sama, yaitu memelihara kesehatan saluran kemih kita.

1. Prive Uri-Cran Cranberry Extract

Prive Uri-Cran ini berisi 3 strip kapsul, di mana setiap stripnya berisi 10 kapsul. Jadi, kalau dihitung-hitung, 1 box Prive Uri-Cran ini berisi 30 kapsul. Tiap kapsulnya mengandung 250 mg Vaccinium Macrocarpon (ekstrak cranberry) dengan bahan tambahan yang aman, yaitu laktosa, magnesium stearat, dan silikon dioksida. Untuk memelihara kesehatan saluran kemih, disarankan untuk mengonsumsi Prive Uri-Cran ini sebanyak 1-2 kapsul tiap harinya.


Karena berbentuk kapsul, Prive Uri-Cran ini cocok dikonsumsi oleh kalian yang memiliki segudang aktivitas mobile. Meskipun sibuk, kalian juga harus memelihara kesehatan saluran kemih, kan?

2. Prive Uri-Cran Plus Cranberry Extract (Plus Vitamin C & Probiotic)

Prive Uri-Cran Plus ini berbentuk serbuk sachetan. Sama-sama mengandung ekstrak cranberry dalam jumlah besar, juga mengandung vitamin C dan probiotic, seperti yang tertulis pada kemasannya. Karena mengandung vitamin C dan probiotik, Prive Uri-Cran Plus ini gak cuma berfungsi memelihara kesehatan saluran kemih, tapi juga kesehatan seluruh tubuh. Makanya, tepat sekali jika Prive Uri-Cran Plus ini disebut sebagai suplemen makanan.



Berbeda dengan Prive Uri-Cran yang berbentuk kapsul, Prive Uri-Cran Plus ini berbentuk serbuk berwarna pink, yang saat diseduh berubah menjadi minuman yang terlihat sangat menyegarkan. Suplemen makanan seperti ini biasanya banyak dinikmati orang, karena gak terasa seperti minum obat. Rasanya ya memang betul menyegarkan, kamu gak akan merasa sedang mengonsumsi minuman kesehatan seperti yang kebanyakan beredar di pasaran, yang biasanya memiliki rasa yang aneh.


Saya sendiri mengonsumsi 2 jenis produk ini sesuka hati. Selain mudah ditemukan, produk ini juga aman untuk dikonsumsi ibu hamil. Kalau memang sedang ingin mengonsumsi minuman kesehatan yang segar sekaligus menyehatkan, tentu saya akan menyeduh Prive Uri-Cran Plus. Tapi kalau saya sedang sibuk dan jauh dari rumah, Prive Uri-Cran kapsul akan menjadi pilihan saya. Baik yang kapsul dan serbuk, dua duanya punya khasiat yang baik dalam merawat saluran kemih, jadi gak perlu bingung pilih yang mana, kan?

Informasi yang lebih lengkap mengenai produk Prive Uri-Cran, atau bahkan informasi seputar kesehatan saluran kemih, bisa kamu dapatkan di www.uricran.id, akun instagram @uricran.id, atau di Facebook Page Prive Uri-Cran. Informasi yang tertuang di sana sangatlah lengkap, jadi kamu bisa lebih aware dengan kesehatan saluran kemihmu!

Continue reading Mudahnya Mengatasi Anyang-Anyangan Menggunakan Ekstrak Cranberry Dari Prive Uri-Cran

Monday, 30 September 2019

, , , ,

Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo, Sejukkan Rambutmu, Sesejuk Hijrahmu

Permasalahan rambut saya sejak dulu ada 2, yaitu ketombe dan rambut yang kasar, bahkan kadang-kadang juga rontok. Sebetulnya, mudah saja mengatasinya seandainya hanya 1 masalah yang saya miliki. Tinggal beli rangkaian perawatan rambut khusus mengatasi masalah tersebut. Tapi sayangnya, selama ini saya selalu mengalami dilema terkait hal ini. Misalnya, ketika saya memakai rangkaian perawatan khusus rambut kusut dan kering, rambut saya bisa saja menjadi halus dan lembap. Tapi sedihnya, rambut yang lembap ini malah menambah permasalahan di kulit kepala saya, yaitu gatal dan ketombe yang bermunculan. Sebaliknya, ketika saya menggunakan rangkaian perawatan rambut untuk menghilangkan ketombe dan kulit kepala yang gatal, pasti berujung dengan helaian rambut yang kering dan kusut. Jadi, saya harus gimana coba?

Permasalahan yang saya alami ini ternyata juga sering dialami oleh teman-teman saya, terutama teman-teman saya yang juga #hijabers. Meskipun terhindar dari debu, #hijab gak lantas melindungi kita dari ketombe. Justru dengan perawatan yang salah, kulit kepala bisa jadi sering gatal dan menjadi sarang ketombe. Makanya, saya seneng banget waktu Rejoice mengeluarkan rangkaian produk terbarunya yang dipersembahkan untuk perempuan-perempuan berhijab yang memiliki permasalahan seperti yang saya rasakan ini, yaitu Rejoice Hijab Perfection Series

Rejoice Hijab Perfection Series ini terdiri dari 2 sampo, yaitu Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo dan  Rejoice 3in1 Perfect Perfume Shampoo serta 1 kondisioner, yaitu Rejoice 3in1 Perfect Conditioning. Dalam kesempatan kali ini, saya gak akan bahas semuanya. Saya pilih 1 produk dari rangkaian tersebut, shampoo hijab yang mampu mengatasi permasalahan rambut yang saya alami selama ini, yaitu Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo.


Review Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo by Anisa Firdausi

KEMASAN

Review Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo by Anisa Firdausi

Produk ini dikemas dengan botol flip top berwarna hijau, yang tentunya menjadi ciri khas Rejoice sejak dulu. Design dari Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo ini juga mempresentasikan dengan jelas bahwa produk ini dipersembahkan untuk perempuan-perempuan berhijab yang ingin mengatasi permasalahan-permasalahan rambut untuk merasakan #KesempurnaanBerhijab.

KLAIM

Review Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo by Anisa Firdausi

Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo ini concern menangani 3 masalah rambut yang umum dialami oleh perempuan yang berhijab, yaitu rambut lepek, kusut, dan ketombe. Maka dari itu, kandungan-kandungannyapun memiliki keunggulan dalam memberikan kesejukan, kelembutan, dan anti ketombe pada rambut. Diperkaya dengan keharuman dari esens bunga kasturi, serta memberikan kesejukan dari subuh hingga isya.

CARA PAKAI

Kocok sebelum digunakan. Basahi rambut. Pijatkan pada kulit kepala hingga berbuih, lalu bilas hingga bersih.

KANDUNGAN

Review Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo by Anisa Firdausi

HASIL PEMAKAIAN

Sebelum saya menggunakan Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo ini, saya sempat mencium aromanya, dan saya sempat berpikir kalau wanginya strong banget.  Tapi ternyata setelah diaplikasikan, wanginya super segar dan betul-betul menempel di rambut. Sejujurnya, saya gak pernah concern dengan wangi sampo karena  selalu menyemprot hijab menggunakan parfum. Tapi, saat saya berhijab setelah selesai menggunakan Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo, wanginya gak menghilang begitu saja, masih ada sedikit aroma-aroma segar samponya yang tercium.

Review Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo by Anisa Firdausi

Sensasi lain yang saya rasakan tentu saja mengenai kesegaran rambut. Dengan sensasi mentholnya, saya langsung merasakan sensasi sejuk dingin seketika. Kalau mandi dan keramas pakai produk ini, kerasa banget mandinya. Tadinya saya sih sempat suudzon, kalau sampo ini pasti ada kurang-kurangnya. Wanginya oke, segarnya oke, ketombe hilang, masa sih gak ada efek sampingnya? Semacam too good to be true gitu loh. Makanya saya pikir, produk ini kayaknya bakal ngasih efek rambut kering atau rontok, seperti pengalaman saya dulu. Tapi ternyata, justru rambut saya lebih mudah diatur dan lebih halus. What kind of sorcery is this??

Review Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo by Anisa Firdausi

Betul kalau produk ini mengklaim akan memberikan keharuman yang bertahan seharian dari subuh hingga isya, tapi ya hanya sehari saja, besoknya wanginya memudar, tapi bukan jadi bau ya, aroma netral rambut pada umumnya. Sebetulnya gak jadi masalah sih buat saya, kan tinggal keramas lagi. Tapi kalaupun misalnya saya gak sempat untuk keramas, saya masih bisa memakai hijab tanpa merasa gatal ataupun takut akan munculnya ketombe, apalagi rambut kusut. Jadi, buat saya Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo ini sudah menjadi solusi untuk permasalahan rambut saya selama ini. Bayangkan, 3 masalah bisa diatasi hanya dengan 1 sampo, kurang apalagi coba?

Seperti yang tadi saya bilang bahwa rangkaian #RejoiceHijabPerfection ini punya 3 produk. Selain Rejoice 3in1 Shampoo Perfect Cool , masih ada Rejoice 3in1 Shampoo Perfect Perfume yang punya keunggulan dalam membuat rambut harum, seharum bunga kasturi dan kesegaran menawan dari parfum mawar, serta Rejoice 2in1 Perfect Conditioning, yaitu satu-satunya kondisioner dalam rangkaian ini yang bisa digunakan untuk segala jenis rambut yang juga memberikan kesejukkan pada rambutmu, #sesejukhijrahmu. Jadi, kamu tertarik pilih yang mana?

Review Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo by Anisa Firdausi

 KESIMPULAN

+ 3 fungsi dalam 1 produk
+ Menghilangkan ketombe dan rasa gatal di kulit kepala
+ Memberikan sensasi sejuk dingin seketika
+ Mengharumkan rambut seharian
+ Rambut lebih halus dan mudah diatur
+ Harga terjangkau
+ Mudah dicari di mana-mana (traditional market, modern market, drugstore, e-commerce

Beberapa e-commerce yang bisa kalian kepoin sekarang :

 
Harga : IDR 23.900 untuk 170 ml


Continue reading Rejoice 3in1 Perfect Cool Shampoo, Sejukkan Rambutmu, Sesejuk Hijrahmu

Tuesday, 17 September 2019

Mengulang Yogyakarta dengan Suasana Berbeda

"Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahabat, 
Penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi, saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama, suasana Jogja"
 
(KLa Project - Yogyakarta)

Penggalan lirik lagu KLa Project ini selalu bikin saya rindu masa-masa kecil bersama keluarga. Saya bukan orang Jogja, begitupun Ibu dan Bapak. Tapi, masa kecil Bapak dihabiskan di Jogja, beliau tinggal di sana lama bersama Bu Lek dan Pak Lek nya, yang saya panggil Mbah. Jadi, bagi Bapak, Mbah sudah seperti orang tua sendiri

Sewaktu saya kecil sampai saya kuliah, kami sekeluarga sering menyempatkan diri untuk pergi ke Jogja, baik sekedar berkunjung ke Mbah ataupun memang berencana untuk liburan di sana. Dulu, semua serba mudah untuk direncanakan, karena kakak dan saya belum menikah, apalagi adik. Liburan ke Jogja hampir menjadi rutinitas kami tiap tahun. Biasanya kami berlima pergi menggunakan mobil, dan seringkali Bapak membawa supirnya, agar perjalanan gak terasa berat.

Tapi, beberapa tahun kebelakang, rutinitas ini menjadi berhenti. Aktivitas kami gak seperti dulu lagi. Kakak yang sudah menikah dan memiliki seorang putri, tinggal di Jakarta, adikpun baru saja diterima di salah satu perusahaan e-commerce di Jakarta. Saya menikah dan ikut suami ke Lampung, menyisakan hanya Ibu dan Bapak di Bandung. Waktu yang sempit untuk bertemu membuat kami sulit merencanakan liburan ke Jogja. Jangankan merencanakan liburan, untuk sekedar bertemu bertatap muka dengan formasi komplitpun sangat sulit. Sampai akhirnya, suatu hari, kami sepakat untuk mengambil waktu cuti di tanggal yang sama untuk merencanakan liburan di Jogja, tentu saja berkunjung ke Mbah masuk ke dalam agenda.

Ternyata merencanakan perjalanan kali ini gak semudah dulu. Dulu, dengan formasi 5-6 orang, kami dapat dengan mudah menggunakan mobil untuk pergi ke Jogja. Tapi sekarang, formasinya sudah menjadi 8-9 orang, gak memungkinkan bagi kami untuk menggunakan 1 mobil, kecuali kita bersedia dempet-dempetan macam ikan asin dijemur, selama 12 jam. Sempat terpikir untuk menggunakan 2 mobil, tapi rasanya kok ya garing banget gak bisa sama-sama. Mau nyewa mobil yang lebih besar, budgetnya gak cukup, apalagi kita harus menyewa supir dari luar. 

Melewati perdebatan panjang, akhirnya Bapak mengusulkan jika kami lebih baik menggunakan kereta. Selain kami bisa pergi bersama-sama, Bapak gak perlu nyetir, sehingga tenaganya bisa disimpan untuk menikmati liburan di sana. Saya sih gak banyak komentar. Sebetulnya, saya setuju dengan Bapak. Tapi, selama ini kami belum pernah liburan bersama menggunakan kereta. Kendala muncul pada saat pemesanan tiket.  Saya, kakak, dan adik, merasa gak enak jika mengandalkan Ibu dan Bapak untuk membeli tiket kereta api di stasiun Bandung. Saya takut Bapak dan Ibu bingung cara pesannya, bingung milih kursinya, yaah.. hal-hal teknis semacam itulah. 

Untungnya, zaman sekarang sudah serba canggih, serba digital. Saya bisa mengakses dan memesan tiket kereta api via online, yaitu melalui aplikasi Pegipegi. Jadi, dengan saya di Lampung, kakak dan adik di Jakarta, serta Ibu dan Bapak di Bandung, kami tetap bisa sama-sama mengakses jadwal kereta api, juga bisa melihat dan memilih kursi bersama-sama. Rasanya seperti berdiskusi tanpa bertatap muka. 

Meskipun via online, teknis pemesanan tiketnya sangat mudah dan gak bikin pusing. Fitur dari Pegipegi ini sangat user friendly, sehingga saya yang baru pertama kali menggunakannya pun gak merasa bingung. Caranya :
  1. Masuk ke Page Pegipegi atau bisa juga menggunakan aplikasinya di handphone
  2. Buat account dengan menggunakan email aktif (karena e-tiket akan dikirim melalui email)
  3. Setelah masuk ke aplikasi, pilih layanan yang ingin digunakan, yaitu kereta api
  4. Pesan tiket kereta api dengan mengisi asal dan tujuan kereta, tanggal keberangkatan, dan jumlah penumpang
  5. Setelahnya akan keluar pilihan kereta, lengkap dengan tipe kereta, jam keberangkatan, dan ketersediaan kursi 
  6. Jika sudah menemukan jadwal dan kereta yang sesuai, lanjutkan dengan mengisi data penumpang
  7. Setelah semua data penumpang sudah tercatat, kita bisa langsung pilih kursi yang kita inginkan
  8. Jika semua sudah terisi, kita tinggal melakukan pembayaran. Pembayaran bisa melalui transfer bank, transfer ATM, virtual account, kartu kredit, internet banking, bahkan bisa juga bayar melalui alfamart/ indomart
Nah, jika semua langkah di atas sudah dilakukan, cek emailmu. Kamu akan menerima e-tiket yang bisa kamu tukarkan dengan tiket fisik di stasiun nanti. Mudah kan? Saking mudahnya, kami akhirnya memesan tiket sendiri-sendiri khusus tiket pulangnya, karena kami akan pulang ke daerah-daerah yang berbeda, kakak dan keluarga kecilnya akan melanjutkan ke Surabaya, adik kembali ke Jakarta, dan saya ke Bandung bersama suami, Ibu, dan Bapak. Dan akhirnya, pemesanan tiket untuk berlibur ke Jogja, sukses tanpa ribet!

Sesampainya kami di Jogja, kami merental mobil pada kenalannya Bapak, sehingga mendapat potongan harga. Dempet-dempetan selama di Jogja sih gak masalah, jadi kami hanya menyewa 1 mobil saja. Setelah bersilaturahim dengan Mbah, kami mengunjungi objek-objek wisata yang gak asing, yang sebetulnya sudah sering kami kunjungi, tapi entah kenapa rasanya selalu ingin kembali. Candi Borobudur, Pantai di Gunung Kidul, dan tentunya Malioboro selalu ada di dalam agenda kami.



Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima, menjajakan sajian khas berselera 
Orang duduk bersila 
Musisi jalanan mulai beraksi
(KLa Project - Yogyakarta) 

Bisa dibilang, kami sebetulnya jarang belanja di Malioboro, kecuali di Mirota (ya, sama aja ya!). Hehe.. Maksudnya, yang bikin kami selalu kembali ke Malioboro bukanlah barang-barang yang dijual di sana, tapi justru suasananya. Agenda belanja pasti ditutup dengan makan gudeg lesehan di sepanjang jalan Malioboro yang sudah pasti bakal dikunjungi oleh musisi-musisi jalanan dengan suara yang merdu. 

Hari besoknya, kami mendatangi pantai-pantai di Gunung Kidul. Salah satu yang menjadi favorit kami adalah Pantai Indrayanti. Pantai ini masih bersih walaupun gak sejernih dulu ketika saya pertama kali ke sini. Bedanya lagi, kali ini saya gak berenang di pantai karena gak bawa baju ganti, hanya sekedar bermain-main air saja. Tapi, itupun sudah cukup menyenangkan, apalagi ditambah menikmati kelapa di pinggir pantai dengan angin yang sepoi-sepoi. Di sini kami menghabiskan waktu cukup lama, gak peduli teriknya matahari yang pastinya bikin kulit menggosong. Lucu rasanya mengingat dulu kami hanya berlima, foto kemana-mana berlima. Sekarang, kami sudah bertambah anggota keluarga, yang membuat liburan kali ini semakin seru dan ramai.


 

 

Hari terakhir, kami habiskan di rumah Mbah. Meskipun hanya di rumah, rumah Mbah yang luas kebunnya lebih luas dibanding dengan rumahnya, selalu membuat kita senang walau sekedar berjalan-jalan dan menonton Pak Dek yang memanjat dan memanen kelapa. Meskipun hanya sebentar, namun liburan kali ini terasa sangat bermakna, membuat saya bernostalgia dengan masa-masa kecil, masa-masa menghabiskan waktu dengan keluarga. Semoga kami masih diberikan kesempatan untuk dapat berkumpul bersama-sama seperti ini lagi. Semoga.

 
 
 Kotamu hadirkan senyummu abadi 
Ijinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati
(KLa Project - Yogyakarta)
Continue reading Mengulang Yogyakarta dengan Suasana Berbeda
, , , , , ,

REVIEW : Some By Mi Truecica Mineral 100 Calming Sunscream, Sunscreen Untuk Kulit Sensitif

Sebagai seorang beauty blogger, saya ingin membuat pengakuan dosa selama hamil, bahwa saya melewatkan step terpenting dalam rutinitas skincare selama hampir 4 bulan lamanya. Kira-kira step terpenting dalam rutinitas skincare itu apa coba? Ya, suncreen atau sunblock!

Maafkan saya ya kulit, telah mengabaikan bahayanya sinar matahari. Bukannya kenapa-kenapa, tapi memasuki trimester kedua, kulit wajah saya menjadi lebih sensitif. Gak ada satupun skincare terutama sunscreen yang cocok dengan kulit saya. Saya juga terlalu parno untuk mencoba produk-produk baru yang belum pernah saya coba sebelumnya. Alhasil, kulit wajah saya jadi super kusam dan gelap selama hamil. Tapi, di penghujung trimester 3 ini, akhirnya saya menemukan sunscreen rekomendasi sahabat saya, yang katanya jadi favorit orang-orang yang punya kulit sensitif karena produk ini gak mengandung 20 jenis bahan berbahaya yang biasanya ada di produk lain. Udah mulai penasaran produk apa? Ini dia, Some By Mi Truecica Mineral 100 Calming Suncream.

Review Some by Mi Truecica Mineral 100 Calming Sunscreen

Brand Korea ini sudah sering saya dengar. Orang-orang heboh tentang betapa ajaibnya brand ini, terutama produk Miracle Tonernya yang mengandung AHA BHA PHA. Justru untuk produk suncream ini belum pernah saya dengar sebelumnya. Makanya, saya berusaha meracuni kalian, siapa tau kalian yang baca sama seperti saya, punya kulit sensitif dan sulit untuk cocok dengan kandungan sunscreen.

KEMASAN

 Review Some by Mi Truecica Mineral 100 Calming Sunscreen

Kemasannya gak istimewa. Design kemasannya hijau, sama seperti kebanyakan produk Some By Mi. Dikemas dalam tube yang berukuran lebar, menurut saya kemasannya terlalu besar. Kenapa? Karena sebetulnya produknya gak mengisi penuh tubenya. Banyak juga konsumen yang mengeluhkan soal ini, disangka produknya sudah pernah dipakai, karena saat beli terlihat gak penuh. Jadi saya pikir, kenapa mereka gak pakai kemasan yang lebih kecil, yang sesuai dengan isi produknya. Tapi, saya yakin, mereka punya alasan khusus untuk itu.

Review Some by Mi Truecica Mineral 100 Calming Sunscreen 

Di samping itu, saya suka dengan kemasan boxnya yang menyertakan segel hologram Some By Mi. Meskipun terkesan bukan hal penting, tapi menurut saya ini sedikit membantu meyakinkan kita saat belanja online.

KLAIM

Review Some by Mi Truecica Mineral 100 Calming Sunscreen

Sejujurnya, jika mengandalkan kemampuan saya, saya gak akan paham sama sekali fungsi dari produk ini, karena semua informasi ditulis dalam Bahasa Korea, Tapi, terima kasih U Dictionary yang mempermudah pekerjaan saya ini. Jadi, di sini saya akan menerjemahkan secara singkat, informasi yang dituliskan di bagian kemasan produk ini.
    • Tabir surya yang melindungi kulit yang sensitif dari sinar UV dan polusi lingkungan yang berbahaya
    • UVA, UVB menghalangi sinar UV, serta kandungan Truecica yang alami membuat kulit menjadi sehat
    Kegunaan : Melindungi kulit dari sinar UV. (SPF 50 dan PA++++) membantu mencerahkan kulit wajah. Membantu mengurangi garis halus pada kulit.

    Perhatian : Apabila timbul gejala yang tidak normal setelah penggunaan, seperti kemerahan, bengkak, atau rasa gatal, segera hubungi dokter.

    KANDUNGAN

    Water, Cetyl Ethylhexanoate, Butylene Glycol, Glycerin, Dipropylene Glycol, Zinc Oxide, Silica, 1,2-Hexanediol, Niacinamide, Polyglyceryl-3 Methylglucose Distearate, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Water, Titanium Dioxide(CI 77891), Sodium Polyacryloyldimethyl Taurate, Cetearyl Olivate, Sorbitan Olivate, Stearic Acid, Citrus Aurantium Dulcis (Orange) Peel Oil, Lauroyl Lysine, Disodium EDTA, Acrylates/C10-30 lkyl Acrylate Crosspolymer, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Oil Lavandula Angustifolia (Lavender) Oil, Adenosine, Centella Asiatica Extract, Artemisia Vulgaris Extract, Caprylyl Glycol, Madecassoside, Asiaticoside, Asiatic Acid, Madecassic Acid

    CARA PAKAI

    Gunakan di akhir rangkaian skincare, ambil produk dengan jumlah cukup. Gunakan pada wajah dan leher. 

    TEKSTUR, AROMA, DAN WARNA

    Tekstur dari suncream ini adalah cream yang gak terlalu kental. Mudah diratakan dan juga cepat menyerap. Aromanya lembut, gak terlalu menyengat, mirip-mirip dengan aroma day creamnya Sukin. Buat saya, wangi seperti ini gak terlalu ganggu, jadi gak ada masalah sama sekali. Untuk warnanya, warnanya putih seperti sunblock kebanyakan. 

    HASIL PEMAKAIAN

    Jadi ceritanya, awalnya saya gak ada pikiran untuk mencoba produk baru di masa kehamilan ini. Tapi karena sudah terlalu lama saya skip sunscreen, saya merasa berdosa karena sudah membiarkan kulit ini dijahatin sinar UV. Akhirnya, saya minta rekomendasi ke sahabat saya (yang juga beauty enthusiast) kalau saya lagi cari sunscreen untuk kulit sensitif yang gak mengandung paraben, fragrance, dan bahan-bahan yang biasanya memang saya hindari selama ini, terutama saat saya hamil. Akhirnya, sahabat saya bilang kalau Some By Mi Truecica Mineral 100 Calming Suncream ini lagi jadi favorit banyak orang, termasuk orang-orang dengan kulit sensitif dan acne prone, yang biasanya memang sulit cocok dengan produk sunscreen. Atas dasar itulah, saya tertarik untuk mencoba suncream keluaran Korea ini.

    Pertama kali saya coba produk ini, saya langsung notice aromanya yang mirip dengan aroma day creamnya Sukin. Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, bahwa Sukin adalah brand skincare dengan aroma yang masih bisa saya toleransi, karena memang aromanya gak mengganggu dan gak menyengat juga. 

    Waktu saya baca kandungannya, suncream ini mengandung beberapa bahan physical sunscreen, sunscreen yang memang lebih ditujukan untuk kulit berjerawat dan sensitif. Tapi ya, seperti yang kita tau, kelemahan dari physical sunscreen adalah efek whitecast yang bikin kulit menjadi putih. Tapi buat saya gak masalah, whitecast masih bisa ditutup oleh makeup yang benar.

    Suncream ini, meskipun berbentuk cream, tapi bukan cream padat. Bahkan bisa dibilang teksturnya menyerupai gel. Sekali diaplikasikan di wajah, sangat mudah diratakan dan juga mudah menyerap. Gak sampai 10 detik, produknya terserap di kulit dengan sempurna. Biasanya, kebanyakan sunscreen bikin wajah lengket dan kusam, tapi nggak dengan suncream ini. Saat dipegang, gak ada sama sekali sensasi lengket, justru kulit terasa lebih halus. Efek whitecastnya gak begitu ketara. Memang sih, suncream ini bikin kulit setingkat lebih terang, tapi bukan jadi putih, buat saya malah terlihat seperti menggunakan tone up cream. 

    Review Some by Mi Truecica Mineral 100 Calming Sunscreen

    Review Some by Mi Truecica Mineral 100 Calming Sunscreen
     
    Hal lain yang saya rasakan setelah menggunakan suncream ini adalah sensasi ademnya. Suncream ini membuat kulit lebih dingin, bikin kulit lebih rileks. Sunscream dengan SPF 50 dan PA++++ ini terasa ringan di wajah, sama sekali gak kerasa berat seperti yang biasa saya rasakan saat menggunakan sunscreen. Terlebih lagi, yang terpenting adalah, suncream ini sama sekali gak menimbulkan reaksi negatif di kulit sensitif saya. Justru saya merasa kulit saya lebih bersih, entah hanya sugesti, tapi ya kita gak bisa menyangkal juga betapa pentingnya sunscreen bagi kesehatan kulit kita. Ya kan?

    Karena sudah merasakan efek yang luar biasa oke ini, saya jadi kepikiran untuk melengkapi rangkaian Some by Mi yang lain. Ternyata, Some By Mi ini bisa heboh karena memang kualitasnya sebagus itu, bukan sekedar rame-rame sesaat doang. Kalau kalian, ada produk Some By Mi yang jadi favorit kalian? Coba sharing dong!

    KESIMPULAN

    + SPF 50 dan PA++++
    + Teksturnya ringan, mudah diratakan, dan mudah menyerap
    + Aromanya lembut
    + Terdapat segel hologram Some By Mi
    + Kemasan tube ulir, aman dibawa berpergian
    + Efek whitecast gak mengganggu
    + Gak mengandung 20 bahan kosmetik yang berbahaya
    + Cocok di kulit saya yang sensitif
    + Sensasi adem saat diaplikasikan
    + Gak berat/lengket di wajah
    - Informasi ditulis dalam Bahasa Korea (harus cari tau sendiri informasinya)
    - Harus beli online
    - Kemasannya lumayan besar untuk ukuran 50ml

    Harga : 130.000 - 150.000 untuk 50 ml
    Nilai : 4/5

    Disclaimer : Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement.
    Continue reading REVIEW : Some By Mi Truecica Mineral 100 Calming Sunscream, Sunscreen Untuk Kulit Sensitif

    Monday, 16 September 2019

    ,

    Tips Wisata Akhir Pekan Mengasyikkan di Batam


    Gak kerasa kita udah masuk ke Bulan September, ya. Bulan-bulan berakhiran “ber” selalu menjadi alarm bagi saya bahwa waktu liburan akan segera datang (padahal sih Desember masih jauh juga ya). Tapi, sebetulnya, merencanakan liburan gak perlu menunggu masa liburan panjang. Jika kamu hanya punya akhir pekan untuk liburan, gak masalah! Tren liburan masa kini adalah menghabiskan waktu semaksimal mungkin dalam periode jalan-jalan yang singkat. Justru, saya sendiri malah menghindari peak season saat merencanakan waktu liburan, menghindari suasana yang terlalu ramai. Namanya liburan, apalagi dengan orang-orang terdekat, enaknya justru mencari suasana yang berbeda dari hari-hari biasa. Ya gak?

    Bahagianya tinggal di Indonesia, kita memiliki beraneka ragam destinasi wisata yang super keren, yang terkadang sering kita lewatkan, salah satunya Batam. Kebanyakan dari kita lupa, bahwa  Batam memiliki beraneka macam tempat wisata yang gak kalah menarik dengan kota pariwisata lain yang sering kita kunjungi. Bukan apa-apa, kebanyakan dari kita kurang mendapatkan informasi dan referensi mengenai wisata di Batam. Padahal, kalau kalian tau, begitu banyak tempat yang bisa kita datangi selama kita ada di sana, bahkan jika kamu hanya memiliki 3 hari untuk berlibur di sana.

    Jika kamu pergi ke Batam pada Jumat malam, misalnya, kamu punya waktu sepanjang Sabtu dan Minggu pagi sebelum pulang. Pastikan kamu sudah memesan hotel di Batam agar bisa beristirahat nyaman setelah jalan-jalan. Lalu apa saja yang bisa dilakukan di sana dalam waktu yang singkat ini? Tenang.. Berikut contoh kegiatan menyenangkan selama akhir pekan di Batam yang bisa jadi referensimu.

    Hari Sabtu: Jembatan Barelang dan Pulau Mubut Darat

    Jembatan Barelang adalah ikon arsitektur di Batam yang wajib kamu lihat selama berada di sini. Jaraknya sekitar 30 menit berkendara dari Bandara Internasional Hang Nadim. Kamu sebaiknya menyewa mobil untuk menuju ke sini. Jembatan Barelang sebenarnya terdiri dari enam jembatan, tetapi kamu bisa saja menjelajahi beberapa jembatan untuk berfoto.

    Tips Wisata Akhir Pekan Mengasyikkan di Batam
    (Sumber: bintantravel.net)

    Dari Jembatan Barelang, kamu bisa langsung menuju Ex-Camp Vietnam (dekat dengan jembatan kelima). Situs sejarah ini dulunya adalah lokasi hunian kaum pengungsi dari Vietnam. Tempat ini dulu didirikan dengan kerja sama Indonesia dan PBB untuk menampung pengungsi yang tiba pada akhir tahun 1970-an. Kamu bisa melihat replika klinik, toko, gereja, wihara, kuil, penjara, dan pos polisi. Biaya masuknya hanya Rp10.000.

    Manfaatkan hari pertamamu di Batam untuk menikmati keindahan pulau kecil. Pergilah ke Dermaga Sembulang dan gunakan kapal sewaan untuk menuju ke Pulau Mubut Darat. Tarif perahunya hanya Rp50.000 untuk perjalanan pergi dan pulang. Kamu bisa bermain di pantai, menyewa tempat tidur gantung, berenang, dan tentunya selfie. Sebelum pergi, jangan lupa mencicipi hidangan laut di warung pulau tersebut.
     
    Hari Minggu: Batam Center, Nongsa, dan Nagoya


    Batam Center dekat dengan beberapa tempat wisata ikonik. Kamu bisa ke Ocarina Park, taman bermain tepi pantai seluas 40 hektar. Di sini, kamu bisa menjajal beberapa permainan seperti bianglala, Spin Tower (semacam komedi putar), 360 Madness (semacam ayunan yang berputar 360 derajat), trampolin, dan Sky Runner (semacam egrang dengan pegas). Ada juga wahana kolam Waterpark Ocarina, lengkap dengan perosotan, air mancur, dan kolam dangkal untuk anak-anak.

    Tips Wisata Akhir Pekan Mengasyikkan di Batam
    (Sumber: batam.go.id)
    Setelah puas bermain, kamu bisa berkendara ke Pantai Nongsa, yang jaraknya sekitar 30 menit dengan mobil. Pantai ini adalah tempat populer untuk snorkeling, berenang, atau melihat kegiatan di kampung nelayan tradisional. Kamu juga bisa menyewa perahu untuk melihat keindahan Pulau Putri, yang letaknya tidak jauh dari bibir pantai. Biaya masuk ke Nongsa adalah Rp10.000.

    Tutup perjalananmu dengan mengunjungi kawasan Nagoya. Area bisnis dan dagang ini memiliki banyak toko yang menjual produk-produk murah, seperti tas, sepatu, pakaian, jajanan impor, hingga barang elektronik. Kamu bisa belanja barang impor dengan harga murah karena barang-barang di sini bebas bea. Area ini juga memiliki banyak tempat makan, sehingga kamu tidak perlu khawatir kelaparan

    Solusi Menginap Akhir Pekan di Batam

    Booking hotel online dengan mudah menggunakan aplikasi Airy Rooms. Kamu bisa menyewa kamar kelas homestay, hotel bintang 3, atau kamar mewah. Harganya relatif murah dan tanpa biaya tersembunyi, cocok untuk menghemat uang saat kamu hanya ingin berlibur sebentar.

     Tips Wisata Akhir Pekan Mengasyikkan di Batam

    Kamar Airy Rooms juga memastikan kenyamananmu selama berlibur akhir pekan. Setiap kamar memiliki fasilitas standar seperti Wi-Fi, AC, pancuran air panas, dan TV layar datar. Perlengkapan mandi dan air mineral dalam botol juga tersedia untuk kenyamananmu. Menyewa kamar lewat aplikasi Airy adalah solusi mudah dan murah untuk jalan-jalan singkat di Batam.

    Nah, itu adalah referensi itinerary yang bisa kamu pakai untuk liburan singkatmu di Batam. Jadi, kamu gak perlu khawatir kalau jatah cutimu habis sedangkan kepalamu sudah mumet dan gak tahan ingin pergi berlibur. Dengan waktu yang singkatpun, kamu bisa menikmati aneka wisata yang mengasyikkan, yang bisa mengembalikan semangatmu lagi! Yeay! Happy holiday!

    Continue reading Tips Wisata Akhir Pekan Mengasyikkan di Batam