Monday, 27 April 2020

, , , , , , ,

REVIEW : Rangkaian Scarlett Whitening, Rahasia Wangi 24 Jam Tanpa Parfum

Seringkali, saya menganggap remeh produk perawatan tubuh. Bukan karena merasa gak penting untuk merawat tubuh, tapi selama ini saya pikir semua produk bodycare punya kualitas yang sama. Baik brand lokal maupun brand luar negeri, pada intinya fungsinya sama, membuat kulit bersih dan lembut. Jadi, memilih rangkaian bodycare rasanya seperti memilih air mineral, gak masalah merk apapun, pada intinya hanya ingin mengatasi rasa haus. Tapi, beda lagi ceritanya kalau produk bodycare ini menawarkan manfaat lain, yaitu wangi seharian. Betul, kamu gak salah baca. WANGI. SEHARIAN.

Rangkaian bodycare ini datang dari brand lokal kepunyaan selebgram yang mungkin kamu gak jarang dengar namanya, Felicia Angelista. Brandnya sendiri bernama Scarlett. Sepengetahuan saya dan sahabat saya si Markonah, produk kecantikan yang dibuat oleh selebram atau beauty influencer pasti kualitasnya gak main-main. Berbekal pengetahuan dan pengalaman personal dalam menggunakan berbagai macam produk, pasti menjadi dasar bagi mereka untuk menentukan kualitas dan keamanan produk yang mereka buat. Sudah pasti, semua produknya terdaftar di BPOM dan gak melalui tes pada hewan.


Hal lain yang menarik dari produk-produknya Scarlett ini adalah, semua produknya ditempelkan stiker berhologram, untuk mencegah adanya produk palsu. Langkah pintar yang jarang dilakukan brand kosmetik. Padahal menurut saya penting, mengingat zaman sekarang banyak orang yang terlalu pintar dalam hal "meniru". Tapi yang cukup mengganggu adalah, stiker "cara pemakaian" ditempel di atas kandungan produk. Buat orang lain mungkin gak masalah, tapi buat saya yang selalu memeriksa kandungan produk sebelum membeli, jadi merasa terganggu. Sebetulnya stikernya bisa dilepas, tapi kan gak mungkin orang belum beli udah lepas stikernya?

Tapi karena terlalu penasaran dengan brand ini, akhirnya saya memberanikan diri mencoba 3 produk andalannya, yaitu Scarlett Body Scrub Romansa, Scarlett Brightening Shower Scrub Pomegrante, dan Scarlett Brightening Body Lotion Charming. Saat pertama kali datang, produk-produk ini dibalut dengan bubble wrap yang tebal sehingga produk sampai dengan selamat. Pada kemasannya juga kita bisa paham dengan cepat kalau produk-produk ini mengandung Glutathione dan Vitamin E, yang berfungsi untuk mencerahkan, melembapkan, dan menutrisi kulit.

Nah, seperti biasa, review yang saya buat ini berdasar dari pengalaman saya selama 2 minggu menggunakan ketiga produk ini. Tapi supaya lebih jelas dan runut, akan saya jelaskan satu persatu tentang produk-produknya.

REVIEW SCARLETT BODY SCRUB ROMANSA

KEMASAN SCARLETT BODY SCRUB ROMANSA

Scarlett Body Scrub Romansa ini dikemas dalam jar plastik yang kokoh. Design bunga yang berwarna pink ini yang bikin saya langsung menebak kalau produk ini tampaknya didominasi oleh wangi bunga-bunga. Gak tertera ukurannya berapa ml, tapi menurut saya ini cukup besar. Di dalam jarnya, produk ini dilapisi dengan alumunium foil, sehingga pada saat pertama kali datang, produknya akan tetap rapi, gak bleberan menempel pada tutup jarnya.


KANDUNGAN SCARLETT BODY SCRUB ROMANSA

Setelah saya lepas stikernya, berikut kandungan dari Scarlett Body Scrub Romansa :
Acrylic Polimer, Triisopropanol Amin, Glycerin, Mineral Oil, Cetyl Alcohol, Cetearyl Alcohol, Propilen Glycol, Glycol Distearatomomhydantoin, Fragrance, Scrub, Glutathione, Water

CARA PAKAI SCARLETT BODY SCRUB ROMANSA

Aplikasikan scrub di seluruh tubuh, diamkan 2-3 menit, gosok dan bilas.
 
AROMA DAN TEKSTUR
SCARLETT BODY SCRUB ROMANSA
 

Scarlett Body Scrub memiliki 2 varian, yaitu Pomegrante dan Romansa. Seperti yang tadi saya bilang, saya sengaja coba yang Romansa karena tampaknya wanginya gak jauh dari wangi bunga. Hamdallah, tebakan saya tepat. Wangi bunganya lembut dan gak pasaran seperti body scrub lain yang pernah saya coba.  Tekstur dari body scrub yang berwarna putih ini menurut saya sangat padat/kental dan terasa agak seret kalau kita aplikasikan di atas kulit yang kering. Butir scrubnya halus dan gak menyakiti kulit.

HASIL PEMAKAIAN SCARLETT BODY SCRUB ROMANSA



Seperti yang saya bilang sebelumnya, tekstur yang padat dan seret ini akan sulit diaplikasikan saat tubuh kita dalam keadaan kering dan bikin penggunaan menjadi boros. Jadi, saya selalu membasahi tubuh terlebih dahulu, baru mengaplikasikan scrubnya. Selain pemakaian lebih hemat, pengaplikasian pun lebih mudah. Scrub ini bukan lulur ya, jadi bukan digosok-gosok sampai kotoran tubuhnya luruh. Jadi cukup digosok-gosok pelan dan dibilas sambil tetap digosok. Setelah dibilas dan dikeringkan dengan handuk, kulit terasa lebih halus dan wangi. Efek halusnya terasa seharian, mungkin karena saya padukan juga dengan Scarlett Body Lotion Charming nya.

Nilai : 3.5/5

____________________________________________________________________________

REVIEW SCARLETT BRIGHTENING SHOWER SCRUB POMEGRANTE

KEMASAN SCARLETT BRIGHTENING SHOWER SCRUB POMEGRANTE


Brightening shower Scrub ini dikemas dalam botol flip top ungu berukuran 300 ml. Model botol flip topnya bukan jenis yang mudah terbuka, sehingga tetap aman untuk dibawa berpergian. Scarlett Brightening Shower Scrub ini punya 3 varian, yaitu pomegrante (warna ungu), cucumber (warna biru kehijauan), dan mango (warna kuning). Saya sendiri pakai yang varian pomegrante (warna ungu).

KANDUNGAN SCARLETT BRIGHTENING SHOWER SCRUB POMEGRANTE

Sodium Lauryl Ether Sulfate, Sodium Lauryl Sulfate, Fatty Alcohol Sulfate, Coconut Diethanolamide, Coco Amido Propyl Betaine, Lauryl Betaine, Erhy Diamin, Tetra Acetic acid, Glycol Distearat, Steareth-20,Methacrylate Copolymer, Dmdm Hydantoin, Glycerin, Fragrance, Beads A2 milicapsule, Glutathione, Water

CARA PAKAI SCARLETT BRIGHTENING SHOWER SCRUB POMEGRANTE

Basahi tubuh, tuang dan gosokkan shower scrub ke seluruh tubuh, lalu bilas.
 
AROMA DAN TEKSTUR SCARLETT BRIGHTENING SHOWER SCRUB POMEGRANTE


Meski saya gak tau pasti bagaimana aroma buah delima, tapi saya gak protes dengan aroma si shower scrub ini. Wanginya fresh, super duper menyegarkan. Teksturnya gel berwarna ungu transparan dengan buliran scrub kecil yang sama sekali gak menyakiti kulit. Shower scrub ini gak menghasilkan banyak busa seperti sabun pada umumnya. Namun, saya masih tetap merasa bersih karena buliran scrub yang ada di dalamnya. Tentu saja, karena buliran scrubnya gak kasar, shower scrub ini tetep aman kalau dipakai tiap hari.

HASIL PEMAKAIAN SCARLETT BRIGHTENING SHOWER SCRUB POMEGRANTE


Sebetulnya saya seringkali dilema saat memakai produk ini karena biasanya saya mandi menggunakan shower puff. Tapi mengingat produk ini punya buliran scrub, kayaknya agak aneh kalau pakai shower puff. Tapi kalau saya pakai shower puff, scrubnya kurang terasa dong. Jadi ya akhirnya saya membiasakan diri gak pakai shower puff, dan ya suprisingly tetap terasa bersih, lembut, dan wangi.

Nilai : 3,5/5

____________________________________________________________________________

REVIEW SCARLETT BRIGHTENING BODY LOTION CHARMING

KEMASAN SCARLETT BRIGTHENING BODY LOTION CHARMING


 Nah, untuk kemasan lotion ini, saya juga kagum. Botolnya model pump yang bisa dilock. Jadi, aman banget untuk dibawa travelling. Ukurannya 300 ml, sama dengan shower scrubnya. Untuk body lotionnya, Scarlett juga punya 3 varian, yaitu Romansa, Charming, dan Fantasia

KANDUNGAN SCARLETT BRIGTHENING BODY LOTION CHARMING

Arcylic polimer, Cetearyl Alcohol, Triisopropanol Amin, Propana-1-2-diol, Propane-1,2,3-triol, Dmdm Hydantoin, Fragrance, Beads A2-millicapsule, glutathione, water

CARA PAKAI SCARLETT BRIGTHENING BODY LOTION CHARMING

Aplikasikan dan pijat pada tangan dan tubuh untuk membantu melembapkan dan merawat kulitmu.

AROMA DAN TEKSTUR SCARLETT BRIGTHENING BODY LOTION CHARMING


Aromanya super enak! Aromanya familiar buat saya tapi saya bingung deh deskripsiinnya gimana, karena ini bukan jenis wewangian yang cuma disukai cewek aja, tapi adik dan kakak saya yang cowok juga berkali-kali bilang kalau saya wangi banget. Dan demi Tuhan ya, selama pandemi ini saya gak pernah pakai parfum di rumah, tapi orang rumah selalu menyangka saya pakai parfum. Setelah saya coba cari tau, ternyata aromanya mirip dengan pafume Baccarat Rouge 540 Eau De. Untuk teksturnya memang cukup kental, lebih mirip body butter, tapi bedanya ini tetap mudah diaplikasikan dan cepat meresap.
 
HASIL PEMAKAIAN SCARLETT BRIGTHENING BODY LOTION CHARMING


Menurut saya, dari ketiga produk di atas, produk ini adalah kuncinya. Selain bikin lembut dan cerah, wanginya super tahan lama, literally seharian. Buat kalian yang muslim, kalian juga harus berbahagia karena gak perlu bolak balik ngolesin lotion setiap beres wudhu, karena wanginya tetap nempel meskipun gak sekuat di awal. Produk ini juga bukan lotion yang lengket ataupun licin saat terkena air, jadi betul-betul menyerap sesempurna itu. Pecayalah, pakai body lotion ini benar-benar bikin saya malas pakai parfum.

Nilai : 4/5

KESIMPULAN RANGKAIAN SCARLETT

 
Dari seluruh rangkaian produk Scarlett yang saya dapatkan, semuanya bekerja dengan baik di kulit saya. Kulit lebih lembut dan wangi, jelas. Untuk efek mencerahkannya, meskipun gak terlalu signifikan, tetap terlihat. Justru efek seperti ini yang masuk akal dan menjadi bukti kalau produk ini aman. Lagipula, saya gak berharap kalau kulit saya berubah menjadi putih pucat, karena pada dasarnya kulit saya sawo matang. Rangkaian produk ini membantu membuat warna kulit saya yang sawo matang menjadi lebih rata dan lebih cerah. Dari tiga produk di atas, gak ada yang saya gak suka. Lah, gimana mau gak suka kalau dengan mandi dan pakai lotion aja saya bisa ngerasa pakai parfum mewah!

+ Brand lokal
+ Aman, terdaftar BPOM
+ No animal tested
+ Mengandung glutathionedan vitamin E
+ Kemasan ditempeli stiker hologram
+ Kemasan aman dan travel friendly
+ Aromanya juaraaa, terutama body lotionnya!
+ Shower scrubnya lembut dan bikin bersih
+ Body scrubnya gak kasar
+ Body lotionnya cepat menyerap, gak lengket, dan tahan lama

- Informasi kandungan produk tertutup stiker
- Order hanya melalui online 
- Tidak dituliskan keunggulan atau deskripsi detail tiap varian, misalnya, bedanya manfaat shower scrub pomegrante dan mango
HARGA : Harga produk persatuan IDR 75.000, untuk paket hemat 5 item (dapat box exclusive dan free gift) IDR 300.000

Beli di ? Saya beli di shopee nya @scarlett_whitening , karena ya biasalah.. free ongkir.

Continue reading REVIEW : Rangkaian Scarlett Whitening, Rahasia Wangi 24 Jam Tanpa Parfum

Sunday, 12 April 2020

, , , , , ,

REVIEW : Madame Gie Eyeliner Silhoutte, Eyeliner 15.000 Yang Super Tahan Lama!

Secinta-cintanya sama eyeliner pencil, saya gak pernah nyobain eyeliner pencil dengan warna warni meriah. Sejauh ini, hitam dan silver adalah dua warna yang pernah saya punya dan pakai. Bukannya gak tertarik, tapi karena aktivitas saya yang sekarang lebih banyak di rumah, agak bingung juga buat ngoleksi make up yang warna warni. Ditambah lagi, kebanyakan produk eyeliner pencil yang berisi hanya beberapa gram tersebut, harganya "lumayan". Jadi kan bakal sayang banget kalau udah mahal-mahal tapi cuma berakhir jadi pajangan meja rias.

Tapi, opini saya bergeser waktu lihat produk ini, produk yang juga keluaran brand yang beberapa waktu lalu sempat saya bahas, yaitu Madame Gie. Meskipun masih ada beberapa poin yang kurang dan masih perlu perbaikan, tapi saya salut dengan Madame Gie yang sukses membangun produk kosmetik yang super lengkap dengan harga yang super miring. Kenapa saya bikin super lengkap? Karena Madame Gie ini menyediakan produk-produk make up sesuai tren masa kini. Dari mulai cushion, deretan lip cream, lip crayon, dan yang paling bikin saya penasaran adalah eyelinernya, yang juga akan saya bahas di sini, yaitu Madame Gie Silhouette Eyeliner.

Review  Madame Gie Eyeliner Silhoutte 

Madame Gie Silhoutte Eyeliner ini punya 10 pilihan warna yaitu Electric Blue, Lime Green, Milky White, Bling Silver, Nasty Pink, Funky Purple, Choco Brown, Sunny Gold, Dark Chocolate dan Midnight Black. Warna-warna yang cantik ini adalah salah satu alasan saya penasaran coba produknya. Alasan lainnya adalah karena melihat harganya yang super miring, bikin saya mikir ini yang nulis harga apa gak typo. Ya bayangin aja, 1 produknya dihargai 15.000 saja, bahkan kemarin saya lihat di shopee, produk ini lagi didiskon hingga 10.000 saja. Karena harganya yang super gak masuk akal, saya borong beberapa warna yang menurut saya unik dan belum pernah saya gunakan sebelumnya, yaitu Electric Blue, Lime Green, Sunny Gold, Milky White, Funky Purple, dan Bling Silver.

KEMASAN

Review  Madame Gie Eyeliner Silhoutte 

Kemasan Madame Gie Silhouette Eyeliner ini berwarna silver dengan bentuk pensil seperti eyeliner pada umumnya. Bahannya sih saya rasa plastik tebal, bukan kayu. Saya sempat berpikir kalau produk ini diputar, bukan diserut. Padahal, produk ini ya diserut. Meskipun bahannya terasa tebal dan keras, tapi saat diserut terasa mudah-mudah saja kok. Bagian ujungnya berwarna sesuai dengan warna produk di dalamnya, memudahkan kita untuk mencari warna yang akan digunakan.

KANDUNGAN 

Aqua, Acrylates Copolyme, Glycerin, Polyglyceril-3, Methylglucose Distearate, Ceresin, Rosemarinus Offcinalis Extract, Sodium Hyaluronate, Ethylhexylglycerin, Tocopheryl Acetate, O-cymen-5-ol. May Contain: CI 77891, CI 77000, CI 19140, CI 77019, CI 77742

TEKSTUR

Tekstur Madame Gie Eyeliner Silhoutte ini  mengingatkan saya dengan lip crayon satin yang juga keluaran Madame Gie. Oleh karena itu, kita perlu hati-hati saat menyerutnya, supaya produknya yang 'lembek' ini gak hancur saat diserut. Teksturnya creamy ketika saya swatch di pergelangan tangan, tapi apakah teksturnya akan tetap secreamy ini di kelopak mata? Selain itu, teksturnya juga akan lebih terasa creamy setelah diserut.

KLAIM

Dari website resminya, dituliskan kalau Madame Gie Eyeliner Silhoutte ini memiliki ujung pensil yang lembut untuk menghasilkan garis intens di atas kelopak mata dan waterline. Smudgeproof, waterproof, dan tahan hingga 48 jam.


PILIHAN WARNA DAN HASIL PEMAKAIAN

Dari 6 warna yang saya miliki, hampir semuanya punya konsistensi warna yang oke. Tiap warna memang punya tekstur dan konsistensi yang berbeda, beberapa unggul, sebagian lagi biasa saja, dan hanya ada 1 warna yang bikin saya kecewa. Seperti biasa, saya akan langsung menunjukkan warna-warnanya, sehingga kalian bisa mendeskripsikan sendiri jenis warnanya.

Review  Madame Gie Eyeliner Silhoutte

Bisa dilihat kan, ada beberapa warna yang terlihat lebih menonjol, dan ada juga yang warnanya kurang smooth dan patchy. Favorit saya adalah Electric Blue dan Funky Purple. Tekstur  Madame Gie Eyeliner Silhoutte ini sangat creamy, sekali swatch langsung keluar. Untuk lime green, sunny gold, dan bling silver, membutuhkan 3 atau 4 kali swatch sampai warnanya keluar. Yang paling bikin kecewa adalah warna Milky White, teksturnya sangat patchy dan susah keluar, jatuhnya malah seperti kapur. 

 Review  Madame Gie Eyeliner Silhoutte

Dari enam warna yang saya punya, hanya warna Electric Blue yang gak mengandung glitter, sisanya ada glitternya meskipun partikel glitternya kecil, sehingga kalau kita lihat sekilas kemungkinan gak akan terlihat. Partikel glitter yang sangat mudah terlihat ada pada warna Funky Purple.

Hasil pemakaian produk ini di pergelangan tangan tentu akan berbeda dengan pemakaian langsung di kelopak mata. Di kelopak mata saya yang berminyak, tentu membutuhkan usaha lebih untuk membuat warna eyeliner ini keluar. Tapi, untuk kalian yang punya kelopak mata normal, gak berminyak, mungkin akan merasa eyeliner ini sangat-sangat membantu dan bahkan bisa jadi eyeshadow on the go. Simple dan effortless.

Staying Power Madame Gie Eyeliner Silhoutte, luar biasa. Warnanya masih tetap bertahan saat saya gosok pakai tangan, gosok di bawah pancuran air, dan juga ketika saya bersihkan dengan sabun. Betul-betul gak bergeser, kecuali warna yang memang paling creamy, yaitu Electric Blue dan Funky Purple, tapi itupun hanya sedikit saja. Satu-satunya cara menghapus eyeliner ini adalah dengan memakai minyak. Makanya, lagi-lagi, untuk saya yang memiliki kelopak mata yang berminyak, produk ini menjadi kurang bersahabat. 

Review  Madame Gie Eyeliner Silhoutte

Jadi gak salah kalau Madame Gie mengklaim bahwa Madame Gie Eyeliner Silhoutte ini akan tahan selama 48 jam, tapi dengan beberapa catatan, eyelidmu gak berminyak. Selain itu, eyeliner ini bisa jadi pilihan oke buat kamu yang sedang cari eyeliner dengan warna-warna unik, harga yang terjangkau, dan tahan hingga 48 jam. Btw, apa ada kalian yang pakai eyeliner selama 2 hari tanpa dihapus?

KESIMPULAN

+ Tekstur creamy (mostly)
+ Harga super terjangkau
+ Pilihan warna banyak 
+ Bisa dijadikan eyeshadow
+ Kemasan oke, mudah diserut, mudah diaplikasikan
+ Staying power super duper oke
+ Konsistensi oke dengan harga 15.000
+ Oke untuk yang eyelid normal (tidak berminyak)
- Kurang oke untuk dipakai di kelopak mata berminyak
- Warna milky white susah keluar

Harga : IDR 15.000 di website resminya Madame Gie
Nilai : 3.5/5

Disclaimer : Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement
Continue reading REVIEW : Madame Gie Eyeliner Silhoutte, Eyeliner 15.000 Yang Super Tahan Lama!

Wednesday, 8 April 2020

, , , , ,

REVIEW : Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin (504, 507, 508), Lippen Seharga Semangkuk Bakso

Udah lama gak mainan sama make up, akhirnya saya tertarik lagi dengan produk make up yang dikeluarin oleh Madame Gie. Madame Gie ini adalah brand lokal kepunyaan Mamanya Gempi, iya Mami Gisel! Brand ini udah lama banget launching dan ngeluarin produk-produk yang terkenal dengan harganya super duper terjangkau dengan kualitas yang bisa dibilang oke. Produk-produknya sangat bervariasi, dari mulai eyeliner, eyeshadow, cushion, blush on, dan berbagai produk lippen yang menurut saya lengkap banget.

 Review Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin

Sebelumnya, saya sempat tertarik untuk beli eyeshadownya. Tapi berhubung saya jarang banget pakai eyeshadow, saya urung beli. Sampai akhirnya, kemarin saya diracun teman sesama beauty blogger, yang bilang kalau lip crayon satin keluaran Madame Gie punya kualitas yang oke dengan harga officialnya 29.900 aja. Tapi, saya beli waktu Madame Gie lagi ngadain diskon gede-gedean, sehingga lipstick ini saya beli hanya dengan 7.300 aja. Huhu.. 7.300 lah, masih mahalan batagor depan rumah saya.

Sebetulnya lip crayon ini ada 2 versinya, yang satin dan yang matte. Tapi, berhubung koleksi lipstick matte saya udah bejibun, jadi saya pilih yang satin aja. Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin ini terdiri dari 8 shades, dari 501 sampai 508. Saya hanya pilih 3 shades yang tampaknya memang jadi favorit banyak orang, yang juga ternyata jadi favorit saya. Penasaran seperti apa kualitas Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin ini? Baca teruuus!

KEMASAN

 Review Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin

Kemasannya ngingetin saya sama lip crayonnya Just Miss dengan kualitas setingkat di atasnya. Dibanding Just Miss, tutup plastiknya Madame Gie lebih tebal yang saya rasa gak akan pecah/retak. Lip crayon ini dipress plastik yang bertuliskan kandungan-kandungannya. Jadi, pastikan kalian baca dulu sebelum melepas plastiknya. Satu hal yang menarik, design tulisan merknya dibuat timbul yang kemungkinan gak akan terhapus ataupun hilang. Tapi, yang bikin sedih adalah, saya gak tau di mana salahnya, tapi 1 dari 3 produk yang saya dapat, isi produknya sudah keluar dari kemasannya dan menempel di tutupnya. Bukan hanya saya, tapi banyak teman-teman yang mendapat produk 'rusak dalam pengiriman' seperti yang saya dapatkan. Mudah-mudahan teman-teman R&D Madame Gie bisa cari solusi untuk masalah ini.

TEKSTUR

Teksturnya veryyyy verryyyy creamy dan buttery. Bakalan effortless pokoknya buat kalian yang punya bibir lembap, tapi untuk yang punya bibir kering seperti saya, harus terima nasib dengan hasil akhir yang agak mengecewakan. Apa coba?

AROMA

Ada sedikit aroma tapi gak terlalu kecium kecuali kamu sengaja mengendus-ngendus produknya.

KANDUNGAN

Sayangnya saya gak ngeuh, keburu buang plastiknya. Nanti, kalau saya udah tau kandungannya apa aja, bakal saya update ya!

KLAIM

Lip Crayon dengan hasil akhir Matte yang nyaman dipakai seharian dengan formula melembabkan sehingga tidak membuat bibir kering. Pengaplikasian lebih presisi dan mudah. 

PILIHAN WARNA DAN HASIL PEMAKAIAN

Seperti yang tadi saya bilang, Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin ini punya 8 shades. Saya pilih 3 warna yang saya anggap warm tone dan netral untuk dipakai sehari-hari, sehingga pilihan jatuh ke no 504, 507, dan 508. Seenggaknya, kalau formulanya kurang oke, saya masih bisa legowo dengan warna-warnanya yang cantik. Menurut saya, 3 warna ini sangat mirip satu sama lain, saking miripnya saya kesulitan untuk mendeskripsikannya melalui kata-kata. Jadi, lebih baik kalian menilai perbedaannya dari foto-foto yang saya cantumkan ya.

 Review Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin

Saat pertama diaplikasikan, tekstur dari Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin ini sangat creamy. Saking creamynya, begitu saya swatch di tangan, saya dapat dengan mudah menghapusnya dengan tissue, tanpa make up remover. Tapi agak berbeda ketika saya apply di bibir, gak secreamy dan sepigmented seperti sebelumnya. Dugaan saya sih karena tekstur bibir saya yang kurang lembap sehingga membuat pengaplikasian lip crayon ini jadi terasa seret.

 Review Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin

Hal pertama yang saya kurang suka dari produk ini adalah teksturnya yang mudah menggumpal saat diaplikasikan di bibir. Mungkin juga ini akibat bibir saya yang kering, tapi yang jelas, produk ini lumayan memperjelas garis-garis di bibir, yang menurut saya kurang oke dipakai oleh bibir kering, meskipun klaimnya bilang formula produk ini melembapkan tanpa membuat bibir kering. Selain itu coveragenya kayaknya masih biasa aja, belum betul-betul bisa menutupi garis hitam di bibir saya. Gak akan jadi masalah buat kalian yang terlahir dengan bibir yang pink tanpa garis hitam.

 Review Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin
Seperti produk lippen pada umumnya, beda warna, beda juga hasil pemakaian di bibir. Di antara ketiga  Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin yang saya punya ,no 504 adalah yang paling patchy. Sangat wajar, karena no 504 adalah warna yang paling terang. Sedangkan no 508 gak terlalu patchy, namun masih membuat bibir saya terlihat agak kering.

 Review Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin

Staying powernya sangat biasa-biasa saja, karena memang produk ini gak mengklaim akan tahan lama. Bahkan gak minum dan makanpun, tiba-tiba warnanya menipis. Kemanakah perginya? Saya juga bingung, mungkinkah menguap? Tadinya saya pikir, setelah bebrapa menit pemakaian, produknya akan terserap dan hanya beleberan sedikit kalau digosok. Ternyata, setelah 30 menit saya diamkan dan saya gosok, tetap beleberan juga. But once again, produk seharga 7.300, atau normalnya 29.900 ini masih layak dikoleksi, mengingat harganya sepadan dengan kualitasnya. Bahkan, dengan sedikit perbaikan formula, mungkin akan banyak bermunculan pecinta Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin ini.

KESIMPULAN

+ Brand lokal
+ Harga yang super duper terjangkau
+ Tekstur creamy
+ Pilihan warnanya oke untuk sehari-hari
- Staying powernya biasa
- Coverage biasa
- Beberapa warna patchy
- Lama-lama bikin bibir kering

Nilai : 2.5/5
Harga : IDR 7.300, tapi harga normal IDR 29.900

Disclaimer : Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement


Continue reading REVIEW : Madame Gie Magnifique Lip Crayon Satin (504, 507, 508), Lippen Seharga Semangkuk Bakso
, , , , , ,

REVIEW : Sukin Facial Moisturiser, Pelembap Yang Super Lembap

Setelah takjub dan jatuh cinta dengan Sukin Rosekip Oil yang sudah saya tulis alasannya di sini, saya tertarik untuk mencoba lebih banyak produknya, yaitu Facial Moisturiser dan Hydrating Mist Tonernya. Karena saya gak beli dalam waktu yang bersamaan, dan karena saya punya pengalaman yang berbeda di tiap produk, maka reviewnya akan saya pisahkan.

Produk Sukin lain yang pertama saya incar adalah moisturiser. Mengingat, moisturiser-moisturiser andalan saya, yang juga sering saya ulas di blog ini, entah mengapa efeknya gak sebagus saat awal-awal pemakaian. Mungkinkah mereka bosan padaku? Jadi intinya, saya berusaha mencari penggantinya, yang mudah-mudahan bisa cocok juga di kulit sensitif dan acne prone saya, seperti Sukin Rosehip Oil. Agak bingung waktu milih produk moisturiser Sukin, karena variannya cukup banyak. Tapi akhirnya, saya memutuskan untuk memilih basic seriesnya, yang ketika saya lihat ternyata mengandung aloe vera, yang biasanya selalu bekerja baik di kulit saya.

Review Sukin Signature Facial Moisturiser  Indonesia

KEMASAN

Review Sukin Signature Facial Moisturiser  Indonesia

Kemasan botol pump plastik yang kokoh dengan metode ulir ini termasuk kemasan yang saya suka. Praktis dan higienis, sehingga saya gak perlu colek-colek krimnya pakai tangan saya, dan juga gak perlu pusing-pusing menakar jumlah yang akan dikeluarkan. Minusnya, kemasan seperti ini kurang travel friendly, karena sangat memungkinkan pumping ulirnya tergeser saat beradu dengan benda-benda lain dan membuat isi produknya keluar .

TEKSTUR

Teksturnya berupa krim dengan tekstur yang lebih cair dan ringan. Karena ringan ini, saya pikir akan cepat menyerap ke dalam kulit. Tapi ternyata, anehnya kesan lengket di wajah ini agak lama menghilang, apalagi jika ditambah dengan minyak berlebih di wajah saya, haduh udah deh, jadi sasaran empuk bakteri-bakteri penyebab jerawat. Satu-satunya cara menghilangkan rasa lengketnya adalah dengan mengaplikasikan bedak tabur di atasnya. Tapi, kalau di rumah, saya agak males ya kalau harus pake bedak, meskipun itu bedak tabur.

AROMA

Hmm.. Ekspektasi saya moisturiser Sukin ini gak akan mengandung aroma apapun. Kata orang, aromanya enak dan manis, tapi buat saya yang mencintai skincare tak beraroma, aromanya cukup menyengat.

KANDUNGAN

Kandungan utama yang menjadi highlightnya adalah Aloe Vera, Rosehip Oil, Avocado, Sesame Oil. Sedangkan kandungan selengkapnya :

Water (Aqua), Aloe Barbadensis Leaf Juice, Sesamum Indicum (Sesame) Seed Oil, Cetearyl Alcohol, Glycerin, Cetyl Alcohol, Ceteareth-20, Rosa Canina Fruit Oil (Rose Hip), Theobroma Cacao (Cocoa) Seed Butter, Butyrospermum Parkii (Shea Butter), Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, Persea Gratissima (Avocado) Oil, Triticum Vulgare (Wheat) Germ Oil, Tocopherol (Vitamin E), Equisetum Arvense Extract (Horsetail) , Arctium Lappa Root Extract (Burdock), Urtica Dioica (Nettle) Leaf Extract, Citrus Tangerina (Tangerine) Peel Oil, Citrus Nobilis (Mandarin Orange) Peel Oil, Lavandula Angustifolia (Lavender) Oil, Vanillin, Vanilla Planifolia Fruit Extract, Citrus Paradisi (Grapefruit) Seed Extract, Phenoxyethanol, Benzyl Alcohol, Limonene*, Linalool*. *Natural component of essential oils.
  
Tentu saja, sesuai dengan brandingnya, kandungan-kandungan yang sangat aman dan ramah lingkungan.

Review Sukin Signature Facial Moisturiser  Indonesia
KLAIM  

Review Sukin Signature Facial Moisturiser  Indonesia
  • Mendorong pembaharuan kulit yang sehat
  • Membantu meminimalkan tanda-tanda penuaan
  • Melembapkan dan melembutkan kulit
 CARA PEMAKAIAN
  • Bersihkan wajah
  • Pijat dengan lembut ke seluruh permukaan wajah dan leher
HASIL PEMAKAIAN

Seperti biasa, sebelum saya menulis review, saya sudah menggunakan produk ini selama kurang lebih 1 bulan. Makanya, akhir-akhir ini saya jarang review skincare. Butuh waktu yang cukup lama untuk menuliskan kualitas suatu produk, sedangkan wajah saya hanya 1. Sekarang-sekarang juga saya gak seimpulsif dulu, yang dikit-dikit ganti skincare hanya demi mengikuti tren. Jadi, review yang saya buat memang berdasarkan pengalaman pribadi dalam pencarian skincare yang cocok di kulit saya yang sensitif.

Review Sukin Signature Facial Moisturiser  Indonesia

Pemakaian pertama bikin saya pusing karena aromanya yang cukup menyengat, meskipun aromanya wangi dan manis, tapi tetap saya gak suka. Hasil pemakaian seminggu pertama sempat bikin saya senang. Meskipun saya kurang suka dengan sensasi lengket setelah pemakaian, namun untuk efek melembapkannya sangat terasa. Tapi lama-lama, saya agak keganggu dengan efek lengket yang juga gak menghilang setelah beberapa jam pemakaian. Justru, semakin lama, kulit wajah saya semakin lengket dan berminyak yang betul-betul bikin gak nyaman. Saya jadi ngebayangin berbagai macam debu dan kotoran yang dapat dengan mudah menempel di kulit saya.

Review Sukin Signature Facial Moisturiser  Indonesia
Dan betul saja, seminggu setelahnya, yang berarti 3 minggu masa pemakaian, saya ngerasa tekstur kulit wajah saya jadi gak rata. Ada beberapa whitehead yang muncul di bagian pipi dan dahi. Saya yakin betul, ini adalah efek dari kotoran dan minyak yang tercampur di wajah saya. Maka dari itu, saya menyimpulkan, meskipun pada kemasannya ditulis bahwa produk ini cocok untuk segala jenis kulit, tapi untuk kulit berminyak, rasanya kurang cocok, apalagi untuk tipe kulit acne prone seperti saya. Saya lebih merekomendasikan ini buat kalian yang punya kulit sensitif dan kering, karena tekturnya tadi, yang betul-betul bikin kulit wajah terasa lebih lembap.

KESIMPULAN

+ Model pump
+ Melembapkan wajah
+ Cocok untuk kulit kering
+ Tidak mengandung bahan-bahan berbahaya
- Sulit dicari, harus online
- Terlalu wangi
- Kurang cocok untuk kulit yang terlalu berminyak dan acne prone

Nilai : 2.5/5
Harga : 145.000 untuk 125 ml (tergantung beli di mana)
Disclaimer : Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement
Continue reading REVIEW : Sukin Facial Moisturiser, Pelembap Yang Super Lembap

Sunday, 29 March 2020

, , ,

Prioritasku = Identitasku

I had a dream the other night
About how we only get one life
Woke me up right after two
I stayed awake and stared at you
So I wouldn't loose my mind

(One Republic -  Something I Need)


Penggalan lirik One Republic di atas menjadi pembuka tema kolaborasi Bandung Hijab Blogger kali ini, yaitu mengenai Time Management. Waktu menjadi terasa sangat penting saat kita sadar bahwa 1 detikpun gak bisa kita ulang, bahwa kita gak punya kesempatan untuk mengulang hari yang sama, kecuali kalau ternyata mesin waktu itu ada! Hidup yang cuma sekali, seringkali bikin saya takut, apa saya sudah cukup baik dalam menjalani hari-hari ini?

It's true that we only live once, but if we do it right, once is enough, kalau kata Mae West. Maka dari itu, berkawan dengan waktu, memanfaatkannya sebaik mungkin adalah satu-satunya cara untuk terhindar dari rasa sesal di kemudian hari. Terus, gimana caranya untuk mengatur waktu dengan baik?


Hmm.. Rasanya aneh kalau saya menjabarkan tips-tips memanage waktu dengan baik, karena saya bukan orang yang tepat, gak cukup representatif untuk bercerita tentang itu. Tapi, saya bisa cerita tentang bagaimana saya mencoba berdamai dengan kehidupan saya yang jauh dari ideal, gak bisa dibilang teratur, keluar dari jalur dan rencana, karena ya...you called it life. Life is full of surprises. And not all these surprises are pleasant, so you need to be ready for what life brings to you.

Jauh sebelum hari ini, dari kecil, saya terlahir dari keluarga yang disiplin dan teratur, yang membuat saya tumbuh menjadi seorang yang juga disiplin dan sedikit kaku mengenai waktu dan pencapaian hidup. Saya yang sekarang, sudah melewati banyak pengalaman yang membuat saya lebih longgar dan fleksibel, walaupun terkadang masih suka nyesek kalau sesuatu yang sudah direncanakan gak sesuai dengan harapan. Jadi, kalau bicara tentang memanage waktu, saya yang dulu mungkin sudah bisa merangkai banyak paragraf untuk berbagi tips. Ditambah lagi, sudah banyak kok aplikasi-aplikasi di handphone yang memudahkan kita untuk mengatur waktu, seperti time table salah satu contohnya. Selain itu, buku-buku tentang managemen waktu pun bertebaran di toko-toko buku. Jadi, untuk memahami, membuat, dan mengaplikasikan teori-teori mengenai efisiensi waktu adalah satu hal yang mudah. Tapi, menerima bahwa segala sesuatu yang sudah direncanakan, berakhir gak sempurna, adalah persoalan lain. Justru ini yang menarik, yang juga akan saya bahas.


We can plan a pretty picnic, but we can't predict the weather..
(The Vines - Ms. Jackson)

Kita bisa saja merencanakan tamasya dan piknik di taman yang menyenangkan. Perbekalan mulai dari keranjang yang penuh dengan makanan, minuman-minuman kaleng, hingga kumpulan lagu-lagu yang riang. Kita sudah mengatur alarm untuk bangun subuh dan bersiap-siap pergi di pagi hari, supaya gak terjebak macet, dengan harapan sampai di tempat pukul 08.00, saat matahari sedang bersahabat. Tiba-tiba, sesampainya di tempat, langit yang tadinya cerah, tiba-tiba menjadi abu-abu, awan mulai berani menutup matahari, lalu turunlah hujan. Semuanya gagal, padahal rasanya semua rencana sudah disiapkan sesempurna mungkin.

Hal serupa sering saya alami. Bukan tentang pikniknya, tapi tentang kecewa dengan segala rencana yang gak berjalan dengan seharusnya. Yang seharusnya saya bisa lulus pas 4 tahun, tapi saya kecewa karena harus menambah 3 bulan lagi untuk mendapat gelar Sarjana Psikologi. Kalau saya mengikuti time table yang sudah saya buat bertahun-tahun yang lalu, seharusnya saya sudah menikah di usia 25 tahun, dengan bekerja di salah satu perusahaan impian saya, lalu memiliki anak di usia 28 tahun, dan menerbitkan sebuah buku di usia yang sama. Memang beberapa sesuai dengan perencanaan, tapi banyak hal yang gak berjalan sesuai dengan perkiraan. Siapa yang salah? Bisa jadi saya, bisa jadi bukan salah siapa-siapa, karena memang ada yang mengatur "cuaca" saya hari itu, Yang Maha Menetapkan.


Lalu, bagaimana saya di hari ini?
Apa saya gak punya manajemen waktu sama sekali?
Yaaa, saya gak seekstrim itu juga. Dari semua teori tentang manajemen waktu, 1 yang selalu saya pegang adalah mengenai skala prioritas. Selama ini, prioritas menjadi garis bantu saya dalam memanage waktu, supaya saya bisa mengalokasikan waktu dan tenaga saya di aktivitas-aktivitas yang memang diperlukan, untuk menghindari "waktu dan tenaga" yang terbuang sia-sia.

Begitu banyak peran dalam diri ini, yang mustahil saya jadikan semuanya sebagai prioritas. Maka, setelah saya menikah dan memiliki 1 malaikat kecil, saya pilih 3 peran dalam hidup yang menjadi prioritas saya, menjadi ibu, istri, dan anak. Pioritas saya adalah segala macam aktivitas yang mendukung saya untuk menjadi ibu, istri, dan anak yang baik. Berpegangan pada 3 peran itu, mungkin membuat saya menjadi teman yang dianggap so sibuk, karena harus menemani anaknya bermain di rumah, atau mungkin saya akan menjadi blogger yang dianggap pemalas karena memilih menyiapkan makan siang suami dan memijat kaki ibu yang pegal. Tapi, syukurlah, saya berada di dalam circle yang sangat pengertian, sehingga saya masih bisa berhubungan baik dengan teman-teman, masih bisa menulis di sela sela waktu, masih bisa bermain cat air, bermain gitar, membaca buku, meskipun intensitasnya gak sesering ketika saya belum menikah.

Sebetulnya, memilih menjadi ibu rumah tangga adalah langkah pertama yang saya ambil untuk menyisihkan 1 peran dalam hidup, yaitu menjadi pegawai. Bukan berarti saya mendiskreditkan ibu yang bekerja (karena saya yakin mereka bekerja untuk anak, yang berarti mereka memprioritaskan anak). Hanya saja, bagi saya yang punya daya tahan tubuh lemah, rasanya saya gak sanggup kalau harus pulang kerja dan menggunakan hanya 10% dari tenaga yang tersisa untuk mengasuh anak. Meskipun begitu, menjadi ibu rumah tangga, gak lantas membuat saya menjadi ibu, istri, dan anak yang sempurna. Meskipun 3/4 hari saya habiskan dengan anak, saya gak bisa memastikan kalau Arsy kelak tumbuh menjadi anak yang bahagia. Meskipun saya berusaha memprioritaskan waktu saya bagi suami dan orang tua saya, saya juga gak bisa memastikan kalau apa yang sudah saya lakukan adalah yang terbaik. Begitu banyak ketidakpastian, tapi yang pasti saya sedang berusaha yang terbaik, membuat perbekalan, minuman kaleng, dan lagu-lagu riang untuk piknik saya. Bagaimana "cuacanya" nanti, tergantung Dia.

3 peran yang saya prioritaskan, pada akhirnya menjadi 1 kesatuan, menjadi Anisa Firdausi. Memang masih jauh dari ideal, saya juga masih berusaha untuk memanfaatkan momen-momen yang ada sebaik mungkin. Jadi, meskipun saya cukup lelah dengan hari-hari ini, dengan segala rutinitas yang terkadang terasa membosankan, pada akhirnya, semua itu adalah saya. Menjadi ibu bagi Arsy, menjadi anak perempuan bagi Bapak dan Ibu, dan menjadi istri bagi Kusumah adalah jalan menuju Anisa Firdausi. Karena apa? Karena prioritas saya adalah identitas saya.
Continue reading Prioritasku = Identitasku

Monday, 27 January 2020

, , , , , , ,

REVIEW : Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum, Sehebat Itukah?

Produk yang akan direview sekarang, memang sudah saya beli dari 2 bulan yang lalu. Tapi kan, namanya review produk, apalagi skincare, butuh waktu minimal 2 minggu untuk merasakan efeknya. Awal mula saya beli produk ini karena termakan iklan yang sering banget muncul di instagram saya. Gak cuma dari official accountnya, tapi juga dari review teman-teman sesama blogger. Klaim dari produk yang berbahan dasar lendir siput ini juga bikin mupeng, yaitu dapat meregenerasi kulit yang rusak, memperbaiki tekstur kulit, juga mengecilkan pori-pori yang besar. Sebetulnya dari dulu saya skeptis sama produk-produk yang mengklaim bisa memperbaiki tekstur ataupun mengecilkan pori-pori kulit wajah, karena kayaknya memang gak mungkin. Tapi dasar Anisa, imannya belum kuat, begitu lihat produk ini waktu itu lagi diskon, gak mikir lama-lama, langsung order aja.Saya belum nyebut nama prodik yang akan saya review, tapi kalau kalian menyimak intro singkat saya tadi, pasti udah tau kalau saya akan bahas Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum.

Review Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum

KEMASAN

Review Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum

Kemasannya dari plastik dengan botol pump. Seperti biasa, tipe botol pump adalah yang saya suka, karena gak perlu repot-repot menakar jumlah produk yang akan dikeluarkan. Belum lagi, tipe botol seperti ini jauh lebih higienis. Satu hal yang saya kurang suka adalah pumpnya yang kurang smooth waktu mengeluarkan produknya. Hmm.. gimana ya jelasinnya, jadi kalau ditekan itu agak keras gitu. Sebetulnya bukan masalah besar sih, tapi ya namanya juga review, harus sedetail mungkin kan?

TEKSTUR

Tekstur dari Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum adalah berupa gel cair berwarna bening, mungkin sengaja dibikin menyerupai lendir siput (walaupun saya sendiri belum pernah liat langsung yang namanya lendir siput). Tekstur gel ini cepat meresap di kulit, tanpa meninggalkan kesan lengket. Good point!

AROMA

Aromanya wangi yang cukup menyengat. Kalau ini sih preferensi ya. Saya sih kurang suka ya skincare yang terlalu wangi, tapi beberapa orang ada yang malah suka.

KANDUNGAN

Review Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum
Water, Butylene Glycol, Niacinamide, 1,2-Hexanediol, Snail Secretion Filtrate, C12-14 Pareth-12, C12-14 Pareth-7, Carbomer, Tromethamine, Dioscorea Japonica Root Extract, Trehalose, Ethylhexylglycerin, Beta-Glucan, Hydrolyzed Corn Starch, Citrus Aurantium Bergamia (Bergamot) Fruit Oil, Allantoin, Adenosine, Disodium EDTA, Sucrose, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Extract, Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract, Agrimonia Eupatoria Extract, Salvia Officinalis (Sage) Oil, Centella Asiatica Extract, Salvia Officinalis (Sage) Leaf Extract, Camellia Sinensis Leaf Extract, Chamaecyparis Obtusa Leaf Extract, Silybum Marianum Seed Extract, Perilla Frutescens Leaf Extract, Sodium Chondroitin Sulfate, Broussonetia kazinoki Root Extract, Propolis Extract, Artemisia Capillaris Extract, Cimicifuga Dahurica Root Extract, Salix Alba (Willow) Bark Extract, Pentylene Glycol, Madecassoside, Oenothera Biennis (Evening Primrose) Flower Extract, Asiaticoside, Asiatic Acid, Madecassic Acid, Phenoxyethanol.

KLAIM

Review Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum

Produk ini mengklaim memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai whitening dan anti wrinkle. Mengandung 890.000ppm Snail Truecica ™ yang terdiri dari Black Snail Extract dan Truecica ™, yang berfungsi:
- Membantu regenerasi kulit dengan memperbaiki kerusakan kulit
- Menenangkan kulit dan menguatkan lapisan kulit
- Menghilangkan noda dan bekas luka tanpa rasa lengket
- Bebas dari 20 bahan berbahaya
- Lulus uji iritasi kulit

CARA PEMAKAIAN

Kalian bisa gunakan produk ini setelah cuci muka dan pengaplikasian toner. Sebelum memakai Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum, kalian dianjurkan untuk mengocoknya terlebih dahulu. Setelah itu keluarkan produk sebanyak 3-4 tetes, oleskan ke wajah, dan tepuk-tepuk hingga menyerap.


HASIL PEMAKAIAN

Jadi, sebelum memakai produk ini, kulit saya gak ada masalah. Rangkaian skincare saya hanya sebatas micellar water, facial wash, sunblock, dan night cream, dan hamdallah semuanya cocok. Tapi, karena saya ingin menguji kualitas produk ini, akan lebih fair rasanya kalau saya berhenti memakai night cream untuk sementara waktu, dan hanya menggunakan Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum ini, supaya reviewnya jadi gak bias. 

Review Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum
Sebelumnya, bertahun-tahun yang lalu, saya pernah punya beberapa skincare dari Korea yang juga berbahan dasar lendir siput, dan saya gak cocok dengan mereka. Lalu kenapa sekarang ingin coba Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum yang jelas-jelas berbahan dasar lendir siput? Ya, namanya juga kurang kuat imannya. Apalagi melihat klaim yang ditawarkan oleh produk ini, dan juga review dari para penggunanya yang mengaku bahwa bekas luka bopeng dan juga pori-pori wajahnya tersamarkan. Gimana gak tertarik coba? Jadi saya mencari pembenaran, kalau dulu-dulu itu, rangkaian skincare saya ada yang gak cocok dengan produk siput, jadi hasilnya malah gak oke. Maka kali ini, saya akan mencobanya tanpa dibarengi skincare lain (selain facial wash dan sunblock, tentunya).
   
Seminggu pemakaian, saya suka dengan produk ini. Dari mulai tekstur gel yang cepat meresap, dan efek setelah memakaianya, yaitu gak lengket sama sekali. Pemakaian Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum ini pun irit, 1x pump cukup untuk seluruh wajah dan leher, bahkan buat saya masih kebanyakan. Padahal, katanya untuk penggunaan 1x itu butuh 3-4 tetes, waaah buat saya malah kerasa gak nyaman. Bikin kulit wajah terasa gerah. Hanya dengan 1 pump saja, wajah terasa lebih lembap dan lebih enak dipegang. Meskipun gak ada perubahan apapun dengan tekstur kulit saya -ya namanya juga baru seminggu-, gak ada reaksi negatif apapun yang muncul. Saya udah PD, kalau produk ini akan jadi jodoh saya, sampai akhirnya...


Memasuki minggu kedua, muncul whitehead sedikit demi sedikit di bagian pipi saya. Selain itu, di bagian jidat pun muncul beruntusan. Beruntusan adalah masalah kulit yang paling saya benci, sulit ngusirnya. Beda dengan jerawat yang bisa dibilang masih mudah diatasi. Saya pikir, mungkin purging. Tapi memasuki minggu ketiga, whitehead dan beruntusan, masih juga ada. Biasanya, saya mengalami purging gak lebih dari 2 minggu. Akhirnya, memasuki 1 bulan pemakaian, saya bisa menyimpulkan kalau saya gak cocok dengan produk ini, hmm lebih tepatnya, saya memang gak cocok dengan produk berbahan dasar lendir siput. No debate. 

Saya sampai pada kesimpulan, kalau Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum ini kurang cocok untuk kulit-kulit sensitif seperti saya. Lalu, saya agak skeptis mengenai klaim "miracle" yang katanya bisa menghilangkan bekas luka dengan cepat. Tampaknya itu hanya berlaku bagi luka-luka baru, bukan luka menahun seperti bopeng. Btw, saya pernah mengoleskan produk ini pada hidung saya yang gak sengaja tergaruk dan luka. Betul saja, lukanya cepat mengering dan sembuh. Mungkin, untuk luka-luka menahun atau pori-pori yang besar, butuh waktu yang lamaaaa buanget, untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Jadi, kalau kamu punya kulit yang gak sensitif seperti kulit saya, lalu kamu orangnya sabar, mungkin Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum ini akan memberikan hasil yang menakjubkan di kulitmu.

KESIMPULAN

 Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum

+ Tekstur gel yang cepat menyerap
+ Tidak menimbulkan rasa lengket
+ Botol model pump
+ 1x pump cukup untuk wajah dan leher 
+ Menyembuhkan luka baru dengan cepat
- Kurang cocok untuk kulit sensitif
- Wanginya menyengat

Nilai : 3/5
Harga : Kisaran 200.000, tergantung beli di mana 

Disclaimer : Artikel ini ditulis atas pengalaman pribadi penulis, bukan sponsor maupun endorsement
Continue reading REVIEW : Some By Mi Snail Truecica Miracle Repair Serum, Sehebat Itukah?

Tuesday, 7 January 2020

CORETAN MAMANIS : Jadi Begini Rasanya Melahirkan Tuh..

Sebelumnya saya sudah cerita mengenai betapa beratnya hamil trimester akhir di postingan sebelumnya (Baca : Coretan Mamanis: Kencan 9 Bulan dengan Baby Al). Seenggaknya, itu yang saya rasakan, karena banyak teman saya yang justru sangat menikmati hari-hari menjelang persalinan karena gak sabar ketemu baby. Alasannya, ya itu tadi, pikiran-pikiran nakal yang sering menghantui. Memperbanyak referensi ataupun mendengar pengalaman orang lain yang sudah pernah melahirkan, bukannya membuat saya lebih siap, justru sebaliknya. Gimana enggak, rata-rata orang-orang cerita tentang betapa sakitnya melahirkan. Akun-akun parenting di instagram juga gak jarang mengupload konten melahirkan, bahwa sakitnya melahirkan sudah di luar batas toleransi sakit manusia. Haduuh.. kalau inget-inget itu kadang saya ingin report akun itu. Intinya, terlalu banyak vibe negatif yang orang bicarakan tentang melahirkan. Makanya, saya selalu menghindari pertanyaan "gimana rasanya melahirkan?" pada teman-teman yang baru saja melahirkan. Tentu saja, saya masih beranggapan bahwa informasi tentang melahirkan itu penting, hanya saja saya gak ingin informasi yang saya dapatkan justru bikin saya gak menikmati kehamilan tua saya.


Sampai pada akhirnya, saya mendengarkan cerita pengalaman melahirkan salah satu selebgram, Annisa Azizah, istrinya Raditya Dika. Di akun youtubenya maupun youtube Radit, mereka sering sharing perjalanan kehamilannya Annisa, sampai akhirnya Annisa berhasil melahirkan seorang putri mungil yang cantik. Informasi yang ia bagikan setelah ia melahirkan, sangat-sangat membantu, apalagi Annisa ini punya mental yang mirip-mirip sama saya. Jadi, usahanya untuk menghilangkan ketakutan melahirkanpun betul-betul related dengan apa yang saya rasakan.

Berbeda dengan kebanyakan orang, Annisa menceritakan pengalaman melahirkannya dengan sangat-sangat positif. Dari awal memang kelihatan sih, kalau dia menghindari vibe negatif. Dia gak mau perempuan di luar sana jadi takut melahirkan, takut punya anak. Pilihan katanya lebih enak di dengar, cara berceritanya tenang, gak meringis, geleng-geleng kepala sambil 'beraduh-aduh' seperti yang biasanya saya dapatkan dari orang lain. Annisa dan Radit juga banyak berbagi informasi yang mereka dapatkan dari kelas persiapan persalinan yang telah mereka ikuti, bahwa tubuh perempuan memang sudah "didesign" sedemikian rupa oleh Tuhan, agar perempuan dapat melahirkan, juga bahwa bayipun mencari "jalan keluar"nya sendiri. Jadi jangan beranggapan hanya ibu yang melahirkan, ibu yang bersusah payah mengeluarkan bayi, tapi ternyata bayipun berusaha untuk keluar dari perut ibu. Begitu banyak informasi yang mereka bagikan, membuat saya lebih tenang dan lebih siap menghadapi persalinan.

Akhirnya, hari berganti hari. Kadang-kadang ibu tidur di kamar saya, karena beliau tau saya sering begadang karena sulit tidur sendiri. Sampai suatu malam, tanggal 11 Oktober 2019, pkl 22:00, saya masih mengobrol via WA dengan sahabat saya, si Markonah. Markonah ini adalah orang yang banyak membantu saya untuk bisa tidur di malam hari. Dia satu-satunya yang bisa saya ajak ngobrol dari jam 22:00 sampai jam 03:00, karena memang jam 03:00 adalah jadwal tidurnya. Kala itu, seperti biasa kami ngobrol via WA. Topiknya selalu random, tapi malam itu kami membahas masalah relationship, terus pindah ke Justin Bieber yang terciduk lagi berenang di sungai (atau danau?), sampai ke bahasan serius tentang materi EOTS (Essay On The Spot) yang sedang dia pelajari untuk keperluan beasiswa S2 nya.

Pukul 23:50, saya sudah mulai mengantuk. Sebelum tidur saya memang selalu ke WC untuk pipis, biar kalau tidur gak kebangun-kebangun karena kebelet. Saat saya kembali ke kamar, tiba-tiba air mengalir dari paha sampai ke lantai. Saya sempat berpikir kalau saya ngompol. Tapi kan, saya baru pipis, lagipula, saya gak ngerasa kebelet dan pipis. Gak mikir apa-apa, saya langsung lap air -yang saya gak tau itu apa- dengan tissue. Kaget, karena saya lihat di tissue, ternyata cairan tadi berwarna pink. Wah, ini sih kayaknya air ketuban, dalam hati saya.

Masih tenang, saya ke lantai 1, memanggil ibu dan bapak kalau tampaknya air ketuban saya sudah mulai merembes. Saya memang gak merasakan mulas yang dahsyat, mulesnya masih level unyil, level 1 lah, tapi saya punya feeling kalau Baby Al gak lama lagi akan lahir. Di perjalanan menuju rumah sakit, rasa mulasnya naik 1 tingkat dengan durasi yang lebih sering. Bagi saya yang punya PCOS, mudah untuk menahan rasa mulasnya, belum apa-apa jika dibandingkan dengan sakit yang saya rasakan saat mensturasi. Sesampainya di rumah sakit, saya juga masih bisa jalan dengan santai, sampai-sampai satpamnya heran waktu saya bilang mau melahirkan, "Emang Mbaknya lagi hamil? mau ngelahirin? kok gak keliatan kaya orang mau ngelahirin?"

Saya langsung diarahkan ke IGD untuk memastikan cairan yang sebelumnya keluar. Betul saja, setelah dicek, ternyata air ketuban saya sudah merembes dan saya sudah memasuki pembukaan 3. Saya langsung dibawa ke ruang bersalin. Karena RS Grha Bunda ini termasuk rumah sakit baru, ruang bersalinnya sangat-sangat nyaman, gak seram seperti yang saya bayangkan. Setelah mengganti baju memakai baju bersalin, suster datang untuk melakukan EKG atau pemeriksaan detak jantung pada Baby Al. Selama kurang lebih 20 menit, hasilnya detak jantuk Baby Al flat dan hanya muncul 1x gerakan.

"Bu, detak jantung baby nya flat dan gerakannya pasif sekali. Oleh karena itu, kami akan memasang infus, dan ibu juga disarankan banyak makan yang manis-manis. 5 jam setelah diinfus, berarti jam setengah 7, nanti akan kami cek lagi detak jantung dan gerakannya, kalau memang masih pasif akan kami lakukan induksi, dan kalau dengan induksi pun tidak mempan, maka jalan terakhirnya operasi caesar."

Penjelasan suster yang panjang dan tanpa jeda itu cuma saya iya iyain aja, walaupun sebenarnya dalam hati saya deg-degan. Saya pikir saya akan melahirkan dengan santai, tanpa masalah ina inu. Tapi, ya apa boleh buat, yang penting Baby Al sehat dan selamat.

Pukul 01:30, suster mulai memasang infus, Bapak membawakan kurma, roti, dan cemilan-cemilan manis dari rumah. Suster bilang, kalau saya lebih baik tidur, menyiapkan tenaga untuk nanti lahiran. Ia akan datang lagi pukul 06:30, untuk melakukan EKG. Baru saja saya memutuskan untuk tidur, kok rasa mulasnya makin naik rasanya ya. Saya pikir, wah mungkin pembukaannya makin besar, mungkin jam 06:30 pagi nanti saya bisa langsung lahiran. Akhirnya saya mencoba tidur, meskipun sulit. Saya sempat mengoles Young Living Essential Oil Stress Away di pergelangan tangan, mencoba untuk tetap rileks dan tenang.

Baru 5 menit tertidur, saya terbangun karena mulas yang semakin terasa. Balik kanan, balik kiri, mencari posisi tidur yang enak. Ibu yang melihat saya gelisah, terus mengusap-usap punggung saya, dan memang betul, sentuhan-sentuhan fisik menjelang dan saat persalinan, sangat membantu menenangkan dan meredakan sakit yang dirasakan. Sebetulnya bukan rasa sakit yang saya rasakan, tapi ya mulas, seperti ingin pup. Menahan pup adalah satu hal yang mudah, tapi masalahnya adalah, saya dilarang mengejan sebelum diinstruksikan oleh dr. Leri. Selain itu, saya masih ingat kalau saya baru akan diperiksa kembali pukul 06:30, masih 4 jam lagi. Saya semakin gelisah, apa bisa saya menahan rasa mulas ini selama 4 jam? Saya juga membayangkan, kalau pembukaan 3 aja mulesnya udah gini, gimana pembukaan-pembukaan selanjutnya? Berkali-kali saya melapor pada suster, kalau saya mulas dan rasanya ingin mengejan. Suster selalu merespon dengan kata-kata yang sama, "Iya Bu, melahirkan memang begitu. Tahan ya. Ibu tidur aja dulu, tadi kan baru pembukaan 3, mungkin nanti pagi pembukaannya sudah naik."

Waduh, boro-boro mau tidur. Buat diam terlentang aja saya gak bisa tenang, gelisah nahan untuk gak mengejan. Sampai akhirnya saya bilang ke ibu kalau saya benar-benar gak tahan untuk mengejan, takut tiba-tiba bayi keluar. Akhirnya Ibu bilang sama suster dan bidan jaga -karena dr. Leri masih dalam perjalanan-, kalau saya udah gak kuat nahan dan takut bayinya tiba-tiba keluar. Akhirnya bidan melakukan pemeriksaan dalam dan ternyata betul saja, saya sudah masuk pembukaan 8! Saya ngomel-ngomel dalam hati, kebayang gak kalau saya harus nurut-nurut aja nunggu sampai jam 7 pagi? Haduuuh.

Saat itu pukul 03:30, Mas Suami masih di kereta dalam perjalanan Sleman - Bandung. Saya langsung tau kalau Mas Suami gak akan bisa mendampingi saya dalam proses persalinan. Tadinya saya gak masalah, selama ada Ibu. Eh, ternyata, Ibu yang daritadi mendampingi saya mulas, malah ikut-ikutan mulas dan ingin ke WC. Bidan juga bilang sama ibu, kalau memang takut gak kuat nemenin saya, lebih baik jangan dipaksakan, karena beberapa kali beliau menyaksikan pendamping yang malah pingsan karena gak kuat lihat darah. Jadilah, ibu keluar ruangan dengan meninggalkan pesan, "Gak apa-apa ya sendiri, ibu juga waktu melahirkan sendirian kok", saya langsung panik,"Nanti Anis megang tangan siapa dong?", bidan dan suster yang ada di ruangan tertawa dan menjawab,"kan di sini banyak orang, pegang tangan kita aja."

Masuk ke pembukaan 10, gelombang-gelombang cinta yang sering dikatakan orang, terasa semakin hebat. dr. Leri akhirnya datang, yang bikin saya menjadi lebih tenang. Beliau mulai memberikan intruksi kapan saya harus mengejan, kapan saya harus mengambil napas. Disela-sela proses, dr. Leri dan bidan berulang-ulang memuji dan menguatan kalau saya hebat dan tenang, mungkin itu termasuk salah satu SOP dalam melakukan persalinan, menguatkan calon ibu agar tidak menyerah di tengah-tengah persalinan. Gak seperti yang saya bayangkan, ketakutan-ketakutan saya hilang begitu dr. Leri meminta saya untuk mengejan. Dalam 3x proses ngejan dan tarik napas, akhirnya Baby Al keluar. Rasanya? Gak sakit sama sekali, justru lega rasanya. Setelah Baby Al keluar, saya sempat mendengar bidan bilang kalau jahitan saya cukup panjang. Ya sudahlah, saya gak masalah selama Baby Al sudah keluar dengan selamat, lagipula saat itu dibius lokal jadi saya gak merasakan sakit sama sekali.

Akhirnya setelah kurang lebih 30 menit proses persalinan, 12 Oktober 2019 pukul 04:03, tepat pada saat adzan subuh, Baby Al lahir. Bapak lagi di perjalanan ke masjid, karena gak menyangka saya akan melahirkan secepat itu. Untungnya, 10 menit kemudian Mas Suami datang yang kompak disoraki oleh dr. Leri, bidan, dan suster "Waduuuhh.. ini yang ketinggalan kereta". Alhamdulillah, meskipun Mas Suami gak bisa mendampingi proses persalinan, seenggaknya dia jadi laki-laki pertama yang memeluk Baby Al.

Finally.. Welcome to the World Baby Al! Ah ya, nama ini sudah kami (saya dan suami) siapkan dari jauh-jauh hari. Arsyila Kirania Afra. Arsyila diambil dari Bahasa Arab, memiliki arti jalan hidup yang tentram, merdeka bahagia, dan sempurna. Kirania memiliki 2 arti, dalam Bahasa Tamil artinya pemegang teguh prinsip, sedangkan dalam Bahasa Sansekerta artinya elok, bersinar, dan cantik. Keduanya memiliki arti yang menakjubkan menurut saya. Dan yang terakhir adalah Afra. Tadinya saya ingin menambahkan nama suami di belakang nama anak-anak kami, seperti ala-ala bule. Tapi, selain terlalu panjang, dipikir-pikir, rasanya lebih lucu kalau kita bikin nama keluarga sendiri, gak mengikut dari suami saja. Lalu muncullah nama ini, Afra, yaitu Anisa Firdausi RAmadhan. Gak disangka-sangka, ternyata Afra ini memiliki arti juga dalam Bahasa Afrika, artinya pemimpin yang mencintai kedamaian. Aamiin.


HHHH. Menulis kali ini bikin saya terngiang-ngiang dengan masa-masa itu. Kadang, meskipun ini sudah lewat 3 bulan, saya masih gak nyangka sudah menjadi seorang ibu. Setelah melewati proses itu, saya jadi bisa cerita gimana rasanya melahirkan. Sama seperti Annisa Aziza, saya juga menahan diri untuk menyebarkan vibe negatif tentang proses persalinan. Kalau ditanya sakit atau nggak? Hmmmm... saya lebih memilih untuk bilang kalau rasanya mulas saja, seperti ingin pup. Sejatinya, melahirkan adalah proses alamiah, tubuh kita memang dirancang untuk mampu melakukannya, dan ingat, kalau janin di dalam rahim kitapun turut berusaha mencari jalan keluar. Jadi, gak perlu takut untuk melahirkan yaaa!

Lalu, apakah drama seorang new mom sudah sampai disitu? Oh tentu tidak. Masih ada drama begadang, baby blues dan mengASIhi yang cukup banyak menguras air mata. Tapi tenang, semuanya sudah terlewati dan memang betul, bahwasanya segala sesuatu yang baru perlu waktu untuk adaptasi.
Continue reading CORETAN MAMANIS : Jadi Begini Rasanya Melahirkan Tuh..